en
Feedback
𓂃ׄ ʝ᮫ִ⍺݂֘ꬼִֺꬼִֺ⍺݂֘ȶׅ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄ ƙ᮫࣪ჩִ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄժּׄ ៹

𓂃ׄ ʝ᮫ִ⍺݂֘ꬼִֺꬼִֺ⍺݂֘ȶׅ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄ ƙ᮫࣪ჩִ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄժּׄ ៹

Open in Telegram

𝅄ֺ 🐿️ αssαlαmu'αlαikum, hαii αhlαn wα sαhlαn ! 𓂃 jαngαn menunggu kemαtiαn bαru menjαdi orαng bαik, tp jαdilαh orαng bαik dαn tunggulαh kemαtiαn. since ⦂ 27.04.2021 contαct : @jkanythingBot

Show more
2 904
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Jika engkau mendapat cobaan, jangan berkata ; seandainya ( tadi )aku berbuat begini dan begitu (tentu tidak akan begini jadinya). Tetapi ucapkanlah Allah Maha Kuasa dan berbuat sekehendak-Nya. Karena kata seandainya memberi peluang bagi setan. (HR. Muslim)

Tidak pernah memberatkan orang lain Salah satu ciri seorang muslim yang benar dan bertakwa adalah selalu memberi kemudahan serta tidak mempersulit orang lain, karena memberi kemudahan adalah suatu akhlak utama yang diridhai Allah Tabaraka wa Ta'ala bagi hambanya yang beriman Padahal Allah berfirman: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" (QS. AL Baqarah : 185) Rasulullah Bersabda: "Ajarilah orang lain, permudah dan jangan mempersulit mereka, dan apabila salah satu diantara kalian marah, maka hendaklah dia diam" (HR. Bukhari) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri. Kalau kita menelusuri jejak hidup beliau, akan kita temukan betapa beliau seorang yang sangat mandiri. Beliau tak segan mengerjakan pekerjaan kasar sebagaimana dikerjakan orang kebanyakan. Beliau sering menambal sendiri jubahnya, menjahit sepatunya, dan melakukan setumpuk pekerjaan rumah. Bagi beliau, pekerjaan kasar tidak mengurangi sedikitpun kemuliaannya sebagai Utusan Allah. Suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat melakukan sebuah perjalanan dan perlu berkemah. Ketika hendak mengolah makanan, mereka berebut untuk ambil bagian. Salah seorang Sahabat berkata:” Aku yang menyembelih kambingnya.” Yang lain menyahut:” Aku yang mengulitinya.” Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam tidak mau kalah. Beliau berkata :” Aku yang mencari kayu bakarnya.” Mendengar inisiatif Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, para Sahabat kemudian berkata:” Biarkan kami saja yang mengerjakan semuanya. Lebih baik engkau beristirahat saja”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda:” Aku tahu, kalian pasti tidak menghendaki aku mengerjakan hal ini, tapi Allah tidak suka melihatku mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini”. Setelah itu, beliau meninggalkan para Sahabat menuju padang pasir untuk mengumpulkan kayu bakar. Bagi sebagian pemimpin, mengerjakan pekerjaan kasar seperti mencari kayu bakar akan dianggap hina, atau setidaknya mengurangi gengsi. Akan tetapi bagi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, pekerjaan apapun yang dikerjakan secara jujur, profesional, dan bermanfaat untuk semua, maka pekerjaan itu adalah mulia. Kemuliaannya dan kehormatannya tidak berkurang sedikitpun hanya karena beliau mengerjakan pekerjaan kasar. Sebaliknya, beliau merasa bangga dan mulia jika bisa mengerjakan sendiri tugasnya, termasuk tugas kerumah-tanggaan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga pernah pergi ke pasar dan pulangnya membawa beberapa keranjang barang. Melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keberatan membawa barang-barangnya, para Sahabat berinisiatif membawakannya. Namun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menolaknya. Beliau bersabda:” Kamilah pemilik barang ini, maka kamilah yang paling berhak membawanya.” Kemandirian yang ditekankan syariat adalah kemauan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dengan bekerja keras agar terhindar dari sikap meminta-minta. Dalam ajaran Islam, meminta-minta adalah pekerjaan hina yang harus dijauhi, kecuali dalam keadaan sangat memaksa. Islam tidak melarang kaum Muslim menerima pemberian orang lain, akan tetapi menjadi pemberi jauh lebih baik dan mulia. Kita semua dianjurkan untuk memberi dan menjadi “tangan di atas”. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di hari Kiamat dan barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat (HR. Muslim). Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Orang mukmin yang kuat (jasmani dan rohani) lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun begitu, keduanya sama-sama mempunyai kelebihan. Jagalah agar kamu selalu dalam situasi yang bermanfaat bagi dirimu, dan mohonlah selalu pertolongan kepada Allah dan jangan bosan/malas.

Selalu Tersenyum Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah. (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi) Abdullah bin Al-Harist Radliyallahuanhu menuturkan, yang artinya,Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam . (Riwayat At-Tirmidzi) Al-Husein Radliyallahuanhu, cucu beliau, menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, Beliau Shallahu alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas.. (Riwayat At-Tirmidzi) Dalam sebuah riwayat disebutkan pula, Belum pernah aku menemukan orang yang paling banyak tersenyum seperti halnya Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam . (Riwayat At-Tirmidzi) Aisyah Radliyallahuanha mengungkapkan, yang artinya, Adalah Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul. (Riwayat Ibnu Asakir) Aisyah Radliyallahuanha bercerita, yang artinya, Tidak pernah saya melihat Raulullah Shallahu alaihi wa Sallam tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum. (Riwayat Al-Bukhari) Anas bin Malik berkata, Rasulullah adalah orang yang paling mulia akhlaknya, paling lapang dadanya, dan paling luas kasih sayangnya, suatu hari aku diutus Nabi untuk suatu keperluan, lalu aku berangkat. Di tengah jalan, aku menemui anak-anak yang sedang bermain. Dan aku pun ikut bermain bersama mereka sehingga aku tidak jadi memenuhi suruhan beliau. Ketika aku sedang asyik bermain, tanpa sadar, ada seorang berdiri memperhatikan di belakangku dan memegang pundakku. Aku menoleh ke belakang dan aku melihat rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam tersenyum kepadaku lalu berkata, Wahai Unais apakah engkau telah mengerjakan perintahku? Aku pun bingung dan berkata, Ya, aku akan pergi sekarang ya Rasulullah! Demi Allah, aku telah melayani beliau selama sepuluh tahun dan beliau tidak pernah berkata kepadaku, mengapa kau kerjakan ini? Mengapa kau tidak mengerjakannya?. Aisyah Radliyallahuanha menuturkan kepada kita, yang artinya, Pada suatau ketika, Rasulullah baru kembali dari sebuah lawatan. Sebelumnya ku telah menirai pintu rumahku dengan korden tipis yang bergambar. Kitika melihat gambar tersebut Rasulullah langsung merobeknya hingga berubah rona wajah beliau seraya berkata, Wahai Aisyah ! sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah. (Muttafaq Alaih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa lalu dia berkata, “Ya Tuhan, aku telah berdosa. Ampunilah diriku.” Lalu Allah SWT menjawab, “Adakah hamba-Ku tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dan menghukum dosanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku.” Kemudian berlalu lah masa sehingga orang itu melakukan dosa lagi. Lalu dia berdoa, “Tuhanku, aku telah berdosa. Ampunilah dosa ini.” Lalu Allah SWT menjawab, “Adakah hamba-Ku mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum dosa itu? Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.” Kemudian berlalu lah masa sehingga orang itu melakukan dosa lagi. Lalu dia berdoa, “Tuhanku, aku telah berdosa. Ampunilah dosa ini.” Lalu Allah SWT menjawab, “Adakah hamba-Ku mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum dosa itu? Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku sebanyak tiga kali. Maka biarlah dia lakukan apa yang dia kehendaki.” HR. Bukhari Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadis di atas jelas pada sisi dalalahnya. Dalam arti, walaupun seseorang melakukan dosa berulang kali dan ia bertaubat setiap kali berbuat dosa maka taubatnya diterima dan dosanya pun gugur. Beliau juga menjelaskan bahwa meskipun orang tersebut hanya bertaubat sekali saja atas semua dosa yang dilakukan, taubatnya juga sah. Namun yang perlu dipahami adalah taubat yang dilakukan haruslah sepenuh hati dan memenuhi syarat lainnya agar diterima Allah subhaanahu wa ta’ala. ❁Adapun syarat yang harus dipenuhi agar taubat diterima di antaranya adalah sebagai berikut.❁ ✎ Dilakukan sesegera mungkin saat itu juga . ✎ Taubat yang dilakukan adalah taubatan nasuha yakni benar-benar menyesali. ✎ perbuatan dosa yang dilakukan serta berazam dan bertekad tidak akan mengulanginya kembali. ✎ Meninggalkan perbuatan dosa tersebut. ✎ Melaksanakan shalat taubat Memperbanyak istighfar dan membaca doa taubat. ✎ Berbuat kebaikan dan macam-macam amal shaleh. ✎ Meminta maaf kepada pihak yang dizhalimi sambil memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan

Keutamaan Surat Al Mulk Tidak hanya sebagai pengantar tidur, membaca surat Al Mulk juga dapat dijadikan sebagai doa agar terhindar dari siksa kubur. Diceritakan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud RA, membaca surat Al Mulk merupakan upaya untuk mendapat keselamatan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW bersabda, من قَرَأَ ( تبَارك الَّذِي بِيَدِهِ الْملك ) كل لَيْلَة مَنعه الله بهَا من عَذَاب الْقَبْر Artinya: "Siapa yang membaca surat Al Mulk setiap malam, Allah SWT akan menghindarkannya dari siksa kubur dengan surat tersebut," (HR An Nasa'i). Sayidina Abdullah bin Mas'ud RA pernah menyampaikan sebuah cerita yang sahih terkait keutamaan membaca surat Al Mulk. Ia menceritakan saat seorang manusia ada di dalam kubur, ia akan didatangi dari arah kedua kakinya. Namun, kedua kakinya itu berkata, "Tidak ada jalan bagi kalian dari arahku, karena arahku sudah ditempati surat Al Mulk." Lantas, ia didatangi oleh rongganya. Tetapi, rongganya juga mengatakan hal yang serupa. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa keutamaan surat Al Mulk adalah memberi syafa'at atau penolong bagi yang membacanya. Berikut haditsnya حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan pada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Qotadah, dari 'Abbas Al Jusyamiy, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Ada suatu surat dari Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa'at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: Tabaarakalladzii biyadihil mulku... (surat Al Mulk),'" (HR Tirmidzi)

mau share materi yang sudah pernah dikirim kesini juga boleh ya, gausah ijin gapapa👍👍😍

yang mau nanya"/ curhat ke aku juga boleehh banget!! bisa langsung chat aja ya ke bot, aku usahakan fast respon🥹❤️

kalo mau bisa chat ke bot ya @jkanythingBot nanti aku jadiin adm, terimakasih banyak❤️

aku banyaak kesibukan akhir akhir ini, ada yang mau jadi adm ga yaa buat ngurus ch ini?

aku minta maaf ya kalo ga pernah post apa apa lagi disni :(