en
Feedback
𓂃ׄ ʝ᮫ִ⍺݂֘ꬼִֺꬼִֺ⍺݂֘ȶׅ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄ ƙ᮫࣪ჩִ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄժּׄ ៹

𓂃ׄ ʝ᮫ִ⍺݂֘ꬼִֺꬼִֺ⍺݂֘ȶׅ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄ ƙ᮫࣪ჩִ֠ꭎ᮫ֹᥣֹׄժּׄ ៹

Open in Telegram

𝅄ֺ 🐿️ αssαlαmu'αlαikum, hαii αhlαn wα sαhlαn ! 𓂃 jαngαn menunggu kemαtiαn bαru menjαdi orαng bαik, tp jαdilαh orαng bαik dαn tunggulαh kemαtiαn. since ⦂ 27.04.2021 contαct : @jkanythingBot

Show more
2 904
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Diriwayatkan oleh Aisyah sendiri.. "Aku tidur si samping Rasulullah..kedua kakiku mengarah ke kiblatnya.Jika Baginda sujud, Baginda menyentuh kakiku..lalu aku menarik kedua kakiku..dan ketika Baginda berdiri aku menjulurkan kakiku kembali.."

Satu hari ada sekumpulan kanak-kanak masuk ke dalam masjid untuk bermain perang..lalu Rasulullah bertanya... "Wahai Humaira..adakah kamu ingin melihat mereka?" "Ya"..jawab Aishah.. Maka Rasulullah mendukung Aishah dan berdiri di ambang pintu..dagu Aisyah diletakkan pada bahu Rasulullah..wajah Aishah menempel pada pipi Rasulullah.. Setelah agak lama, Rasulullah bertanya.. "Adakah kamu merasa puas?" "Belum ya Rasul" jawab Aishah... Maka Rasulullah kembali mendukung Aishah dan selang beberapa ketika, Rasulullah bertanya lagi soalan yang sama..Aisyah masih berikan jawapan yang sama.. Sebenarnya Aisyah tidak tertarik dengan permainan kanak-kanak tadi tapi Aisyah hanya ingin agar kaum wanita dan isteri-isteri Rasulullah yang lain tahu akan keadaan dan kedudukan Aisyah di hati Rasulullah...

Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، ” أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sallaam, ia berkata, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul Wahhaab Ats-Tsaqafiy, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Khaalid Al-Hadzdzaa’, dari Abul Minhaal, dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isyaa’ dan bercakap-cakap setelahnya. [Shahiih Al-Bukhaariy no. 568; Shahiih Ibnu Khuzaimah no. 346] Oleh karena itu dimakruhkan tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan begadang setelahnya jika memang tidak ada keperluan. Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullah sampai membuat judul untuk bab ini : بَابُ الزَّجْرِ عَنِ السَّهَرِ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ “Bab larangan dari begadang setelah shalat ‘Isya'” 𓏧 𓏲 𓏲 𓏲 𓋒 𓏲 𓏲 𓏲 𓏧 𓏲 𓏲 𓏲 𓋒 𓏲 𓏲 𓏲 𓏧

Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhaari : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ خَالِدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ قَالَ رَقِيتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ عَلَى ظَهْرِ الْمَسْجِدِ فَتَوَضَّأَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Bukair, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Laits, dari Khaalid, dari Sa’iid bin Abu Hilaal, dari Nu’aim Al-Mujmir, ia berkata, aku menuju masjid yang nampak bersama Abu Hurairah, kemudian berwudhu’, Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya aku mendengar Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya ummatku akan dikumpulkan di hari kiamat dengan anggota tubuh bersinar karena bekas-bekas wudhu’, maka barangsiapa diantara kalian mampu untuk memanjangkan cahayanya hendaklah ia lakukan.” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 136; Shahiih Muslim no. 248] ࣪˚.𓂅 ˓ .𖤣𖥧˚.𓂅 ˓ ࣪.𖤣𖥧˚.𓂅 ˓ ࣪.𖤣𖥧˚.𓂅 ˓

“Tidak ada hubungan antara Allah dan siapapun kecuali melalui ketaatan kepada-Nya.” [Umar bin Al Khattab].

"Kami adalah orang yang paling terhina di bumi & Allah memberi kami kehormatan melalui Islam." [Umar bin Al Khattab].

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit.” [Nabi Muhammad SAW, Sahih Bukhari].

"Akan tetapi, Allahlah Pelindungmu dan Dialah sebaik-baik Penolong." - (QS. Ali Imran: 150)

"Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." - (QS. At-Thalaq: 3)

"Suatu musibah yang membuatmu kembali kepada Allah lebih baik bagimu daripada nikmat yang membuatmu lupa dari mengingat Allah." - Ibnu Taimiyah

Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya Dalilnya diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhaariy rahimahullah : حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullaah bin Maslamah, dari Maalik, dari Abu Az-Zinaad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian memakai sandal, maka hendaklah memulai dengan kaki yang kanan, dan apabila melepasnya hendaklah memulai dengan kaki yang kiri, agar yang kanan menjadi yang pertama kali mengenakan dan terakhir melepasnya.” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 5856; Shahiih Muslim no. 2099]

6 Keutamaan Shalat Dhuha Shalat dhuha memiliki rahasia yang menakjubkan dengan bertaburkan keutamaan. Seandainya orang-orang yang melupakannya itu mengetahui keutamaannya, pastilah mereka tidak akan pernah melewatkan untuk shalat dhuha. Di antara keutamaannya itu adalah: (1) Sebagai pengganti sedekah anggota badan. Manusia memiliki 360 sendi, yang setiap sendinya hendaknya dikeluarkan sedekah pada setiap harinya. Tentu, hal ini merupakan pekerjaan yang sangat sulit untuk dilaksanakan. Akan tetapi, Rasulullah SAW menawarkan solusi praktis untuk mengatasi itu semua, yaitu dengan menggantinya dua rakaat shalat dhuha. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap sendi tubuh setiap orang di antara kamu harus disedekahi pada setiap harinya. Mengucapkan satu kali tasbih (Subhanallah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahmid (Alhamdulillah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahlil (La ilaha illallah) sama dengan satu sedekah, satu kali takbir (Allahu Akbar) sama dengan satu sedekah, satu kali menyuruh kebaikan sama dengan satu sedekah, dan satu kali mencegah kemungkaran sama dengan satu sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan melaksanakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR Muslim dan Abu Dawud). (2) Dibangunkan istana dari emas. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, maka Allah SWT akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” (HR Ibnu Majah). (3) Diampuni dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menjaga shalat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Ibnu Majah). Dalam hadis yang lain, “Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh kemudian ia duduk dan tidak mengucapkan perkataan yang sia-sia, melainkan berzikir pada Allah SWT hingga menunaikan shalat dhuha empat rakaat, maka dosa-dosanya akan terhapus bersih seperti anak yang baru dilahirkan oleh ibunya, ia tidak punya dosa.” (HR Abu Ya’la). (4) Dicukupi kebutuhan hidupnya. Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena Aku pada awal siang (shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)-mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi). (5) Mendapat pahala setara ibadah haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan shalat dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR Tirmidzi). (6) Masuk surga melalui pintu dhuha. Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya di surga kelak terdapat pintu yang bernama adh-Dhuha, dan pada hari kiamat nanti akan terdengar panggilan, di manakah orang-orang yang melanggengkan shalat dhuha, ini adalah pintu kalian masuklah kalian dengan rahmat Allah SWT.” (HR Thabrani).

"Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan." (HR. Tirmidzi)

"Jika kamu mampu bersabar sebentar pada saat dirimu marah, maka hal itu dapat menghindarkanmu dari ribuan penyesalan di masa yang akan datang." - Ali bin Abu thalib

"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu." Ali bin Abi Thalib