Ask The Experts
Open in Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Show more1 871
Subscribers
No data24 hours
+37 days
+1530 days
Posts Archive
1 871
Membacakan ciri ciri orang yang dermawan, gak akan membuat anak otomatis jadi anak yang dermawan
1 871
Meminta anak berulang menghapalkan definisi murah hati, gak akan otomatis membuat anak jadi orang yang murah hati
1 871
Karakter adalah hal yang abstrak, semua setuju yaa?
Dia ada di dalam diri manusia.
Karakter bukanlah aksesoris yang bisa kita ‘beli’ dari toko, beda dengan tampilan fisik.
Kalau kita ingin anak fisiknya bersih & harum, kita tinggal beli sabun atau shampoo dengan kualitas terbaik sehingga setelah dipakai mandi, anak akan bersih dan haruuum sekali.
Sedangkan karakter,
Ini gak ada toko yang menjualnya 😆
1 871
Buat saya pribadi, ketika menjadikan karakter sebagai mindset dasar dalam mendidik anak.. rasanya jauh lebih tenaang sekali. Tidak mudah digrasa grusu oleh tuntutan nilai, peringkat, maupun kurikulum.
Karena memang tujuannya bukan ke arah situ :)
1 871
Kalau dulu ketika anak mendapat tugas melakukan percobaan fisika/kimia/biologi, kita akan mencari cari pada sebagus dan selengkap apa anak menuliskan laporannya,
Maka dalam pendidikan karakter, kita akan fokus pada.. apakah anak saya teliti dalam melakukan percobaan dan pengamatan? Apakah ia sudah menuliskan laporannya dengan jujur?
1 871
Jadi tujuan pendidikan saat ini, arahnya untuk bisa menumbuhkan karakter karakter di atas. Ini sedikit banyak menurut saya, penting juga untuk kita pegang erat erat sebagai mindset dasar dalam menemani anak belajar.
Kalau dulu ketika anak mengerjakan PR, kita akan fokus pada berapa soal yang berhasil ia jawab dengan benar..
Maka dalam pendidikan karakter, kita akan lebih fokus pada sejauh mana anak saya tumbuh responsibility-nya untuk mengerjakan tugasnya?
1 871
Saya mencoba ngubek ngubek beberapa jurnal riste pendidikan, dan karakter karakter di atas lah yang muncul sebagai ‘top of mind’ dari pendidikan. Bukan cuma di Indonesia, tapi di seluruh dunia
1 871
Pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah...
Karakter apa aja sih yang harus ditumbuhkan dalam diri anak?
Karena karakter ini ada banyak bangeet kan ya macamnya
1 871
Berat sekaliii yaa, nampaknya..
Iya, memang. Itu sebabnya pendidikan karakter harus disemai sejak masih kanak kanak, mulai dari rumah masing masing bersama orang tuanya 😃
1 871
Ada beberapa highlight penting dari definisi pendidikan karakter.
Pendidikan karakter seharusnya bisa membantu anak untuk :
1. Menentukan perilaku apa yang tepat untuk dipilih dalam berbagai situasi sosial tertentu, dengan kata lain adaptif dalam berbagai kondisi
2. Bisa memahami nilai nilai moral. Jadi mereka paham bahwa hidup di dunia ini memang gak bisa seenaknya semau mereka. Kita semua diatur oleh nilai nilai maupun hukum. Dari agama, dari negara, dari lingkungan sekitar, yang kesemuanya membantu agar manusia dapat hidup nyaman dan teratur secara berdampingan
3. Mampu mendahulukan yang BAIK & BENAR, ketimbang apa yang menyenangkan. Karena kecenderungan kita pastiii akan lebih suka mendahulukan yang asik asik aja. Ya gak? Antara ngerjain laporan dan nonton drakor, pasti lebih enak nonton drakor 😆 tapi karakter yang baik akan membantu kita untuk ‘lurus’ lagi mendahulukan yang baik dan benar, sebelum yang menyenangkan :)
1 871
Kalau pendapat saya pribadi,
Maraknya pendidikan karakter saat ini mungkin muncul dari evaluasi terhadap hasil pendidikan yang sudah terjadi bertahun bertahun lamanya.
Bahwa ternyata kita menemukan banyak sekali orang yang pandai, berilmu, cerdas, sekolah tinggi, namun menggunakan semua kemampuannya itu untuk melakukan perbuatan yang tercela.
Wah ternyata pengetahuan saja tidak cukup menjadi solusi ya berarti?
Kita butuh kehadiran karakter mulia di setiap diri anak, agar kelak mereka mengarahkan pengetahuan yang dimiliki untuk hal hal yang bermanfaat di masa depan :)
1 871
Karena akhirnya mulai disadari bahwa pengetahuan adalah ‘tools’, alias alat bantu yang digunakan untuk mencapai sebuah tujuan.
Sedangkan bagaimana alat tersebut digunakan, akan sangat tergantung pada karakter si pemilik ilmunya.
Katakanlah ilmu ini kita ibaratkan sebagai sebuah benda berbentuk pisau.
Jika pisau dipegang oleh seorang koki maka ia akan menjadi alat yang mampu menghasilnya banyaaak sekali makanan lezat dan bergizi
Tapi coba kita berikan pisau yang sama pada seorang kriminal -misalnya- maka benda yang sama bisa beralih fungsi ke arah perbuatan yang melanggar hukum dan norma
1 871
Kalau dulu, pendidikan sibuk menjejali anak HANYA dengan ilmu pengetahuan SAJA.
Maka sekarang, karakter mulai masuk dalam perbincangan.
Kenapa?
