Ask The Experts
Open in Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Show more1 823
Subscribers
+224 hours
+107 days
+1930 days
Posts Archive
1 824
c) ASK THE QUESTION WITH “WHY?”
Permasalahan yang paling besar yang kita hadapi adalah kita sering menanyakan “Siapa yang melakukan sebuah pekerjaan?” (WHO?) atau “Kapan pekerjaan itu harus dilakukan?” (WHEN?). Pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan membantu kita menganalisa permasalahan lebih dalam , dan tidak akan membuat kita menciptakan opportunity bisnis.
Coba ganti dengan menanyakan “WHY”. Seandainya kita melakukan ABC, tanyakan mengapa kita selalu melakukan ABC? Karena kita memerlukan CDE. Mengapa kita memerlukan CDE? Untuk menjalankan FGH. Ok, bagaimana kalau kita tetap bisa menjalankan FGH, tanpa melakukan CDE, dan ABC.
Bagaimana jika kita bisa mengefisiensikan ABC dan mengoptimalkan CDE, dan tetap mencapai FGH , bahkan dengan lebih rendah costnya? Atau bahkan dengan menyederhanakan prosesnya agar customer lebih happy?
Keep asking “WHY”, and you fill find new opportunities.
d) RAISE YOUR HAND, DON’T WAIT TO BE ASKED
Terakhir, seringkali opportunity tidak akan datang ke anda. Begitu anda mengenalinya, angkat tangan, ajukan diri anda dengan sukarela, dan jangan menunggu untuk ditunjuk! Seringkali opportunity tidak pernah datang, tetapi anda yang harus menciptakannya sendiri.
Jadi ingat ya, untuk mengenali peluang (opportunity) di tempat kerja anda, dan memanfaatkannya dengan maximal, lakukan 4 hal di bawah ini:
- BE BIGGER THAN YOUR JOB DESCRIPTION
- BECOME THE “GO TO” PERSON
- ASK THE QUESTION WITH “WHY?”
- RAISE YOUR HAND, DON’T WAIT TO BE ASKED
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
1 824
HOW TO SPOT AN OPPORTUNITY AND STANDING OUT IN YOUR CAREER?
Beberapa tahun yang lalu, seorang talent bernama Rudy datang ke saya, untuk minta coaching tentang kariernya. Rudy adalah lulusan sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini, merasa bahwa dia sudah melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Hampir semua target pekerjaannya sudah dilampauinya. Tetapi kariernya tidak berkembang. Banyak rekan-rekan kerjanya sudah dipromosi beberapa kali, dan sekarang posisinya lebih tinggi dari dia.
“What’s wrong with me Pak Pam? Atau apakah memang saya tidak punya kenalan “orang dalam”, dan itu menghambat karier saya? Kenapa saya tidak dipromosi juga? Apakah yang dipromosi hanya yang punya “orang dalam”?”
Saya berdiskusi beberapa lama dengan Rudy untuk menanyakan bagaimana Rudy bekerja. Intinya ternyata adalah, Rudy hanya menunggu apapun pekerjaan yang datang ke depan matanya. Dan memang semua itu dikerjakan dengan baik. Tetapi tidak banyak orang yang mengenal Rudy (selain bossnya dan beberapa kolega di teamnya).
Ini bukan tentang mekanisme orang dalam. Ini tentang mekanisme promosi. Ada beberapa orang yang akan menentukan promosi anda, Board of Directors, key HR person, dan beberapa stakeholders yang harus kita ketahui. Dan di mana-mana “tak kenal maka tak sayang”. Anda harus dikenal, sebelum anda dipromosikan.
Kalau mereka tak kenal anda, maka bagaimana mereka akan propose untuk mempromosikan anda? Bahasa kerennya “improve your VISIBILITY”, membuat anda dikenal para pemegang keputusan. Dan itu sama pentingnya dengan mengerjakan pekerjaan itu sendiri.
“Tetapi Pak Pam, mengapa harus demikian? Bukankah yang penting adalah mengerjakan pekerjaan kita sebaik-baiknya dan melampaui target kita?”
“Pada posisi staff memang demikian. Pada posisi yang lebih tinggi, bahkan saat menjadi leader, dalam pekerjaan kita, mau tidak mau kita harus jagoan membangun network, mengenali peluang bisnis (opportunity), mengeksekusi sebuah peluang dengan disiplin, hingga menjadi business result yang positive.
Lihat bahwa eksekusi hanya satu bagian dari keseluruhan yang diperlukan di atas kan? Its not only about implementation, it is also about networking, identifying opportunities, and making business impacrt”
Rudy mengangguk-angguk menyadari hal itu.
“Terus , how do I recognize and sport an opportunity? “
Alex Malley, dalam bukunya “The Naked CEO”, merekomendasikan 4 langkah di bawah ini:
a) BE BIGGER THAN YOUR JOB DESCRIPTION
Jangan hanya fokus pada pekerjaan anda. Pikirkan bahwa anda adalah bagian dari seluruh organisasi atau perusahaan anda. Apapun pekerjaan anda, atau di departemen manapun anda bekerja: Kenali model bisnisnya, kenali bagaimana mencari profit, apa product nya, apa yang membedakan perusahaan anda dengan yang lain, bagaimana meningkatkan customer loyalty, bagaimana berinovasi untuk menciptakan product baru?
Setelah itu pikirkan bagaimana anda bisa berperan dan berkontribusi dalam peningkatan dalam hal-hal tersebut, bukan hanya dalam pekerjaan anda.
b) BECOME THE “GO TO” PERSON
Janganlah menjadi katak dalam tempurung. Buatlah anda dikenal orang lain. Bersikap akrab dengan orang lain. Dan terutama buatlah mereka merasa “nyaman” untuk mendekati anda, bila mereka memerlukan bantuan anda.
Buatlah anda menjadi orang yang dicontact, dihubungi dan diminta bantuan, saat mereka membutuhkan. Become the “person to go” when they need help.
Hal ini akan bisa diperkuat lagi dengan satu hal: Be different, make yourself unforgettable. Pelajari satu kompetensi atau hobby atau bahasa asing yang akan membuat anda berbeda dari yang lain. Misalnya dengan menjadi satu-satunya orang di Marketing yang mengerti Finance, atau menjadi satu-satunya orang di HR yang mengerti OKR, atau menjadi satu-satunya orang di Operations yang mengertu Customer Loyalty, atau satu-satunya orang yang bisa bahasa Korea, atau apapun yang akan membedakan anda dari yang lain.
1 824
CONGRATULATION 🏆
Pemenang challenge Trivia Time Edisi tebak top 3 warna favorit jagoan Ibu Dirjampelkes diraih oleh:
1. Kakak @asriamala (Verifikator PMP KC. Pati)
2. Kakak @Desi_setiawati04 (PIPP KC Kotabumi)
3. Kakak @erwanrahman (Staf Kepesertaan dan penagihan Iuran KC Muara Teweh)
4. Kakak @wnoriega (Kasir KC Bengkulu)
5. Kakak @anggiafifi1906 (Staf promotif preventif KC Cibinong)
Ayo mari kita semua sukseskan transformasi mutu layanan 🇮🇩
Link share ❤️❤️
1 824
d) Clarify role and responsibility
Kadang kadang kita ingin juga mengerjakan semuanya sendirian biar cepat. Padahal mungkin itu bukan responsibility kita. Harus jelas role and responsibility nya dan kemudian tetap bekerja dalam scope tersebut.
Kalau dalam satu step ada hambatan dari member yang lain tanyakan mengapa dan apa yang bisa dibantu.
e) Celebrate TOGETHER
Ingat bahwa pada akhirnya ini adalah hasil kerja bersama sebuah team. Jangan pernah beranggapan bahwa itu adalah performance individual anda. Jangan pernah mengambil kredit untuk anda sendiri. Tetap celebrate kesuksesan tim bersama-sama. Dan Jangan menunggu sampai akhir tujuan untuk celebrate ... Anda bisa melakukan celebration pada saat menyelesaikan satu atau dua tahap saja. Celebrating quick wins akan membantu memotivasi tim anda.
Saya menjalankan hal ini (teamworking) dalam pekerjaan saya dan dalam hobby saya. Salah satu hobby saya adalah menulis. Saya menemukan kebahagiaan dengan menulis, sekaligus mencoba untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan selama puluhan tahun bekerja.
Saya menulis artikel setiap hari, dan saya publish di social media. Kemudian beberapa bulan kemudian, ada penerbit yang akan menerbitkan kumpulan artikel tersebut. Alhamdulillah, beberapa buku saya sudah diterbitkan oleh Penerbit Mizan dan Penerbit Buku Kompas. Beberapa malah menjadi best-sellers.
Akhir-akhir ini saya melakukan experiment baru (semacam keluar dari zona nyaman, kalau kata motivator ...hehehhehe). Dari “menulis buku seorang diri”, saya mengajak beberapa kolega saya untuk menulis buku bersama-sama. Beberapa buku sudah kami hasilkan dengan cara tersebut. Hasilnya? Ternyata jauh lebih bagus. Dulu hanya saya yang menulis berdasarkan pengalaman saya (30 tahun pengalaman kerja saya, 20 tahun di antaranya dalam bidang HR).
Buku saya yang terakhir, kami tulis bersama, 13 HR Directors dengan masing-masing 30-35 tahun pengalaman kerja, berarti ada total 400 tahun pengalaman kerja yang kami tuangkan dalam buku tersebut.
Bukunya jauh lebih bagus.
Pemasarannya jauh lebih mudah (sekarang ada 13 penulis yang akan memasarkan buku-buku tersebut kepada followers masing-masing). Bukunya jauh lebih laris.
Teamwork memang sangat powerful. Baik dalam bisnis, maupun dalam hobby kita. By the way, kalau penasaran, buku terakhir yang kami terbitkan berjudul ”Leading across Generation” (Penerbit Buku Kompas).
Buku yang baru kami launching minggu lalu, kami tulis bersama 13 HR Directors yang pernah bekerja di Unilever, Danamon, Indofood, Citibank, Danone, Bluebird, Standard Chartered, Nokia, General Electrics, Maybank, Mondelez, TNT, Nokia Siemens Networks, IBM, Bank Permata, BCA, Indosat, XL Axiata dan perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Buku ini bercerita tentang challenge yang terjadi dalam meningkatkan synergy antar generasi yang sering kali terjadi di semua organisasi.
Bagaimana mengidentifikasi permasalahan, apa sebenarnya yang terjadi, apa akar permasalahannya, bagaimana solusinya, bagaimana mengembangkan high potential talents di organisasi kita, dan bagaimana melakukan mutual-learning antar generasi?
Hal-hal di atas dibahas dan dikupas tuntas dalam buku tersebut. Silahkan mencarinya di toko buku on-line atau Gramedia terdekat.
Salam Hangat.
Pambudi Sunarsihanto
1 824
TEAMWORK, MAKE THE DREAM WORK 🏆
Seorang peneliti bernama Enn Vilbaste menyampaikan bahwa serigala yang bergerombol akan bisa berburu dan mendapatkan mangsa yang jauh lebih besar. Serigala yang sendiri hanya mendapatkan mangsa yang kecil dan lama lama kelaparan dan mati. Serigala yang sendiri kadang kadang juga nggak berani lagi mencari mangsa yang buas.
Mereka seringkali harus pergi ke rumah manusia dan berusaha mendapatkan binatang ternak seperti ayam dan bebek. Akibatnya pada saat manusia memergoki mereka, serigala akan lebih lemah dibandingkan manusia manusia satu kampung. Dan besar kemungkinan serigala akan tertangkap dan mati.
Intinya pada saat bergerombol serigala akan mempunyai performance yang jauh lebih tinggi daripada kalau dia sendiran.
Dan ternyata itu tidak hanya berlaku bagi serigala. Dalam situasi dan challenge business yang complex yang kita hadapi sekarang, there is no way we could do all of the task by ourselves. No matter how good you are. Anda memerlukan team untuk mencapai performance yang maximum. Dan ini berlaku bagi leader, ataupun bagi an ggota teamnya.
Jadi di manapun anda berada anda harus menjadi team player yang bagus, supaya performance timnya bagus, dan juga performance anda sendiri bagus. It is as simple as that.
Kita semua mengerti betapa kuatnya power teamwork dalam bisnis. Bahkan Patrick Lencioni, dalam bukunya “The Five Dysfunctions of a Team”, menulis “If you could get all the people in an organization rowing in the same direction, you could dominate any industry, in any market, against any competition, at any time.” ("Jika Anda bisa membuat semua orang dalam organisasi mendayung ke arah yang sama, Anda bisa mendominasi industri apa pun, di pasar mana pun, melawan persaingan apa pun, kapan saja." )
Tentu saja bekerja dalam team juga tidak mudah. Semuanya tetap membutuhkan kerja keras, kesabaran menghadapi karakter yang berbeda-beda dalam sebuah team. Itulah mengapa perlu kemampuan khusus (dan pengalaman bertahun-tahun yang perlu dilatih), agar kita menjadi team player yang baik.
Kalau tidak, kita hanya akan berargumen, berdebat terus menerus, atau bahkan bertengkar dengan temperamen dalam sebuah team. Masalahnya biasanya banyak sekali artikel atau buku tentang bagaimana menjadi leader yang baik. Kita jarang sekali belajar atau mencoba improve dalam hal bagaimana menjadi team player yang baik. Padahal dua duanya sama pentingnya. In every situation, you need to be both: a good leader and a good teamplayer at the same time.
Ini adalah beberapa tips untuk menjadi team player yang baik:
a) Play your strength .....
Strength anda adalah modal dan kontribusi anda kepada team. Semakin bagus anda dalam suatu hal tentunya semakin bernanfaat bagi team. Dan semakin bagus performance tim tersebut.
Identify strength anda dan share dengan team what you can do best.
Mestinya tim anda harus mengumpulkan member dengan strength yang berbeda beda.
Kalau anda mempunyai strength yang diketahui dan terasa manfaatnya akan lebih mudah untuk menerima anda dengan segala kelebihan dan kekurangan anda.
b) BE HONEST about YOUR WEAKNESS
Jujurlah dengan kekurangan anda.
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Justru itulah alasan anda untuk join tim tersebut. Anda berkontribusi dengan kelebihan anda. Dan anda akan berinteraksi dengan mereka untuk memperbaiki kekurangan anda dan belajar dari mereka. Kalau anda sudah menguasai semua yang diperlukan dalam pekerjaan itu, anda akan bosan dan setelah beberapa lama ingin mendapatkan challenge atau job yang lain.
So, jujurlah dengan tim anda bahwa anda mempunyai strength ini yang akan kotribusikan. Dan anda juga mempunyai kekurangan yang anda akan pelajari dari mereka.
c) Communicate clearly.
Berkomunikasilah dengan baik dan juga transparan lah dengan tim anda. Bicarakan secara terbuka, apa yang anda bisa lakukan, chalenge apa yang anda hadapi, bantuan apa yang anda bisa berikan dan bantuan apa yang anda harapkan dari yang lain.
1 824
UHC AWARDS 2023 🏆
Bukan hanya berhenti dijargon semata, tapi komitmen setiap Pimpinan Daerah harus ditunjukkan melalui dukungan kebijakan sampai dengan pengawalan implementasi di lapangan demi Indonesia yang lebih sehat ❤️
Selamat buat 22 Provinsi dan 334 Kabupaten/ Kota yang akan menerima penghargaan UHC Award 2023 🏆
Bagaimana dengan daerahmu? Apa sudah UHC juga?
Link IG buat kamu bantu viralkan ❤️❤️
1 824
Repost from N/a
Flyer H-2 Menuju Perhelatan Akbar UHC Awards 2023
Mohon berkenan Bapak Ibu teman-teman semua untuk dapat share Flyer berikut khususnya di grup WA atau Telegram dengan para stakeholder dan di media sosial masing-masing.
Diharapkan, tidak hanya Pemerintah Daerah yang menjadi peserta kegiatan saja yang terinformasi namun bisa menjadi Inspirasi bagi Pemda lainnya yang belum mencapai UHC.
Saya siap! Kamu Siap! Kita Bisa!
1 824
JAGOAN WARNA IBU DIRJAMPELKES ❤️
1. Light Blue
2. Black
3. White
Silakan japri evidennya bagi teman-teman yang memilih dengan benar 3 opsi sesuai jagoan Ibu Dirjampelkes tersebut.
Sobat yang benar minimal 2 opsi, silakan japri juga yah. Tapi seperti biasa, anda akan direkap sebagai cadangan dahulu jika yang benar top 3 itu tidak memenuhi kuota souvenir yang disiapkan panitia ❤️
Konfirmasi dan pengiriman eviden dibuka mulai sore ini sd Pukul 18.00 WIB yah 🇮🇩
1 824
Yth. Bapak/Ibu Direksi, Senior Leaders, dan Duta BPJS Kesehatan
Mohon berkenan menyampaikan video mengenang kepergian kembali 2 Duta terbaik BPJS Kesehatan a.n Alm. Andriansyah dan a.n Alm. Asanto
Pengabdian, kerja keras, dedikasi serta perjuangan mereka untuk JKN dan BPJS Kesehatan akan terus dikenang, dan menjadi bagian dari kisah sukses di masa mendatang..
https://www.instagram.com/reel/CpmQldmBgQN/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
Salam sehat selalu dan tetap semangat Bapak/Ibu seluruh Duta BPJS Kesehatan 🙏
Terima kasih Bapak/Ibu
🙏
1 824
Caranya mudah yakni dari 10 Opsi yang tersedia di fitur polling telegram ATE, kalian cukup memilih maksimal 3 (tiga) jenis warna yang kira-kira menurut kamu adalah jagoan dari Ibu Dirjampelkes ❤️
5 (lima) orang pemenang challenge Tebak Warna jagoan Ibu Dirjam kali ini akan mendapatkan souvenir kaos ATE ber-INISIATIF Tahun 2023 🏆
1 824
WE'RE BACK!!! 🏆
Stay tuned sore ini pada Pukul 15.00 WIB kita akan kenal lebih dekat dengan jagoan Ibu Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes). Kira-kira tema tantangannya apa yah? 😍🥰
Menangkan 5 (lima) buah Kaos ATE Ber-INISIATIF Edisi Tahun 2023 untuk 5 (lima) Sobat ATE yang beruntung. 🥳😁 ✅❤️
#Trivia #TriviaTime #FunandMeaningful
1 824
WE'RE BACK!!! 🏆
Menangkan 5 (lima) buah Kaos ATE Ber-INISIATIF Edisi Tahun 2023 untuk 5 (lima) Sobat ATE yang beruntung. 🥳😁
Tetap stay tuned di Grup ATE untuk juknis challengenya ✅❤️
#Trivia #TriviaTime #FunandMeaningful
1 824
Tapi kalau kita menyuruh burung untuk berenang di kolam, dia akan kesulitan.
Hal yang persis sama berjalan dengan kompetensi dan budaya kerja di sebuah organisasi atau perusahaan.
Bisa saja kita kompeten, tetapi bekerja di sebuah organisasi atau perusahaan yang budaya kerjanya tidak sesuai kan?
“Don’t worry Mirtha. You can try new things again. You will never fail. You will just succed or otherwise you will learn …”
Mirtha minum Virgin Mojito yang dia pesan.
“Terus bagaimana agar di tempat baru nanti, saya bisa lebih sukses?”
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
a) Come with the right attitude
In the new places, you combine confidence and open mind. Anda datang membawa confidence, relevant competences experiences (kalau tidak , kan tidak akan di-recruit). Jadi katakan,”Alhamdulillah, saya bangga bisa join di sini. Saya datang dengan pengalaman dan kompetensi di bidang saya, tetapi saya harus belajar banyak tentang budaya kerja, kompetisi yang kita hadapi dan internal proses di sini. Saya perlu belajar banyak.”
Kemudian datangi mereka satu per satu dengan humble, dan sampaikan dengan jujur,”Teach me, so we can collaborate.”
b) Start with a great on-boarding
Gunakan masa perkenalan dan on-boarding sebaik-baiknya. Belajarlah sebanyak-banyaknya dengan semua orang. Berperilaku seperti spons yang menyerap semua air, otak kita menyerap semua pengetahuan dulu. Baca banyak-banyak dokumen tentang internal perusahaan, financial report, internet. Siapkan semua meeting dengan baik, siapkan beberapa pertanyaan khusus yang akan di tanyakan. Prinsipnya sebenarnya sederhana, Learning, Performing, Developing.
Belajar dulu sebanyak-banyaknya, kemudian Perform at maximum level, dan setelah itu Develop (both your business and your team)
c) Build the relations with everyone
Di manapun anda tidak bisa bekerja sendiri. Sebelum ada content ada context. Salah satu context yang paling penting adalah relationship. Be nice, be friendly, make everyone to be comfortable to talk to you, get help from you and help you when you need.
Relationship starts with trust and your willingness to help them.
d) Move quickly to collaboration
Tidak ada orang yang mau selamanya ditanya, diminta jawaban, dan diminta tolong. Semua harus dua arah. Give and Take. Move quickly di mana sesegera mungkin anda memang akan bekerjasama dan berkolaborasi dengan semua orang untuk mencapai objective yang sama.
e) Make everyone want to work with you
Pada akhirnya anda akan berhasil, kalau anda tidak hanya mengerjakan job description anda. Tetapi juga berkontribusi dalam project-project cross-function di organisasi anda. Untuk itu anda harus menciptakan perasaan nyaman bagi semua orang untuk bekerja dengan anda. Mereka seharusnya nyaman bekerja sama dengan anda karena kompetensi anda, pengalaman anda, networking anda, tetapi juga kemauan anda yang tulus untuk membantu dan berkontribusi.
Jadi ingat ya, kalau anda merasa gagal di sebuah organisasi don’t worry, keep trying, do your best and maximum effort. Tetapi kalau sudah berusaha maximal dan tidak cocok juga, just move on and find new opportunity.
Dan kalau ingin lebih sukses di tempat baru, lakukan lima hal ini:
• Come with the right attitude
• Start with a great on-boarding
• Build the relations with everyone
• Move quickly to collaboration
• Make everyone want to work with you
Good luck, Mirtha.
Malam sudah mulai larut, kami berpisah dan Mirtha berjanji akan update saya dengan perkembangan berikutnya.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
1 824
ARE YOU IN THE RIGHT HABITAT?
(APAKAH ANDA BERADA DI HABITAT YANG TEPAT?)
Malam itu Mirtha menangis, dia ingin curhat. Sudah terlalu lama dia menanggung beban ini. Mirtha sebelumnya adalah seorang superstar.
Lulusan Universitas terbaik di Indonesia, kemudian bekerja sebagai Financial Analyst di sebuah perusahaan asing, kariernya cemerlang, dan mendapatkan beberapa kali promosi.
Kemudian dia mendapatkan her dream job di sebuah perusahaan nasional.
Suasana kerja, way of working dan budaya yang baru yang berbeda jauh, membuatnya frustasi, dan mempengaruhi performance-nya.
Dia tadinya berusaha keras, tapi tiga tahun kemudian dia menyerah pada keadaan. Dia akan resign, tanpa pekerjaan, dengan record performance yang jelek, dan credibility yang rendah.
Malam itu kami bertemu di sebuah restaurant di Jalan Wijaya sambil makan ikan dori dan cesar salad.
“What should I do? I was a superstar before. And now should I fail?”
Saya tersenyum dan berusaha menenangkannya.
“You are still a superstar, you are just not in the right habitat now…”
“What do you mean?”. … Dan saya pun bercerita tentang Eric Cantona.
Banyak yang mengenal Eric Cantona sebagai pemain legendaris di Manchester United. Memenangkan 4 gelar Premier Leage, dan beberapa Cup lain dengan teknik yang sangat memukau.
Tapi sedikit yang tahu bahwa kariernya sebenarnya berada di ambang kehancuran pada tahun 1991.
Tahun-tahun itu saya masih kuliah di Nantes, Perancis. Dan saya mengikuti karier Cantona sebagai pemain yang teknisnya sangat bagus, tetapi tidak bisa mengontrol temperamennya.
Dia pernah menendang pemain lain dengan tendangan karate dalam sebuah pertandingan. Publik membencinya. Bahkan banyak yang membawa telur busuk ke stadion, untuk dilemparkan ke Cantona.
Desember tahun 1991, saat dia bermain di Nimes (saat dipinjamkan oleh Marseille), dia melemparkan bola ke wasit. Dia dihukum tidak boleh bermain 1 bulan. Dia memaki pada hakim etik sepakbola Perancis dengan memanggilnya,”Ideot!”. Hukumannya ditambah menjadi 2 bulan tidak boleh bermain.
Dia pun menyatakan pensiun dari sepakbola. His career is over!
Well he thought so …
Platini (pemain legendaris Perancis, yang menjadi pelatih timnas Perancis), membujuknya dan menawarkan Cantona kepada beberapa pelatih di Inggris. Mengetahui teknik sepakbolanya yang bagus, pelatih Shieffield Wednesday merekrutnya.
Dia bermain cemerlang beberapa bulan. Kemudian direcruit oleh Leeds United, di situ dia menjadi Juara Liga Inggris dua kali.
Setelah itu dia pindah ke Manchester United, dan menjadi Juara Liga Inggris, empat kali! Sekarang Cantona dikenal sebagai King fo Seven. Tujuh gelar juara nasional: satu di Perancis, enam di Inggris.
Orang yang sukses itu bukannya tidak pernah gagal. Mereka sering gagal, dan kemudian mencoba dan bangkit lagi.
Buku favorit anak saya adalah buku Jepang yang berjudul,”Fall 7 times, Stand Up 8 times.”
Orang gagal itu biasa, Eric Cantona, pemain sepakbola legendaris juga pernah gagal, tapi dia bangkit lagi. Bintang film terkenal John Travolta (yang dulu ngetop dengan Saturday Night fever and Grease), juga pernah nyungsep, ditelan kegagalan, sebelum akhirnya bangkit lagi dengan film yang membuatnya ngetop lagi,”Look Who’s Talking”.
Semua perusahaan , semua organisasi, semua orang, pasti pernah gagal, kalau memang mereka berusaha sungguh-sungguh untuk mengetes limit mereka.
Yang tak pernah gagal adalah mereka yang tak pernah mencoba mengetes limit mereka, dan hanya stay di zona nyaman mereka.
Padahal zona nyaman akan membunuh mimpi dan cita-cita kita.
Saya sampaikan ke Mirtha, bahwa it is perfectly OK, to try new things, and faiI . I did the same thing in the past.
“Bukan berarti Mirtha bukan seorang super star lagi. You are still a super star. You are just in the wrong habitat, and you need to change the habitat so you can shine again!”
Mirtha bertanya, ,”Maksudnya…?”
Saya menjelaskan bahwa alam ini mengajarkan ke kita, ikan mampu berenang di kolam, kuda berlari di padang rumput, burung jago terbang dan monyet jago memanjat pohon.
1 824
c) IF YOU WANT TO GO FAST GO BY YOURSELF, BUT IF YOU WANT TO GO FAR, GO WITH OTHERS
Ingat bahwa pada sebuah perubahan, kalau anda berjalan terlalu cepat, anda tiba tiba menyadari anda sendirian di depan, dan anak buah anda berada jauh di belakang anda (dan perubahan itu tidak terjadi), tapi bila anda ingin mencapai tujuan dari perubahan itu, sering kali memang anda harus spend time dengan tim anda, dan tidak henti-hentinya menerangkan, memotivasi dan memberikan penghargaan kepada mereka.
Terakhir, pesan apa yang bisa kita sampaikan kepada mereka yang selalu menolak perubahan?
Pertama, sadarilah, bahwa perubahan akan terus berjalan. Terlepas dari anda suka atau tidak, the change will go on.
Kedua, anda hanya punya dua choices, menerima perubahan (dan beradaptasi), atau menolak terus-terusan.
Kalau anda menolak terus-terusan, kecewa terus-terusan, tentu saja anda tidak akan merasa Bahagia dalam diri anda sendiri. Stop doing that. Lakukan hal lain yang lebih positive daripada sekedar complain, kecewa dan khawatir terus.
Tapi ada yang kehilangan jabatan (atau bahkan pendapatannya berkurang), sebagai akibat dari perubahan. Well, kalau anda memang bagus, cari opportunity lain. Kalau anda gak bagus, dan gak bisa dapat opportunity lain, ya tingkatkan kompetensi anda, supaya apapun yang terjadi, anda bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan level pendapatan anda.
Pada akhirnya hanya ada dua pilihan bagi professional:
Pilihan pertama, tinggal di organisasi itu dan komitmen 100%. ATAU
Pilihan kedua, meninggalkan organisasi itu dan mencari pekerjaan lain di luar.
That’s the only choices you have as professional.
Pilihan untuk stay, tapi terus menerus kecewa, khawatir dan complain? Itu bukan pilihan seorang professional.
Think again!
Saya akan menutup artikel hari ini dengan sebuah quote dari Socrates, "Rahasia untuk sukses menjalani perubahan itu bukannya menghabiskan seluruh energi untuk berperang, tetapi mem-fokuskan seluruh energi untuk membangun masa depan yang lebih baik”
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
1 824
MANAGING RESISTANCE DURING THE CHANGE
Seorang teman saya bekerja di sebuah organisasi. Dua tahun yang lalu, terjadilah sebuah perubahan, di mana beberapa organisasi bergabung (merge) menjadi satu organisasi. Tentu saja hal ini berdampak besar secara internal, di mana banyak orang tiba-tiba kehilangan jabatannya.
Dan sejak saat itu, mulailah ada beberapa friksi, ada yang sangat mendukung perubahan tersebut, ada yang netral, ada yang sampai sekarang masih mempermasalahkan perubahan yang terjadi dan menyampaikan kekecewaan di mana-mana.
Di antara mereka, ada yang bilang bahwa perubahan itu tidak berjalan mulus, ada yang bilang bahwa “yang berkuasa” sekarang kurang mendengarkan aspirasi karyawan-karyawan. Dan banyak feedback miring yang beredar. Apakah yang sebenarnya terjadi?
Apakah anda pernah berada dalam situasi seperti itu? Bahwa apapun yang anda kerjakan selalu saja ada yang mengkomentari negative?
Maju kena, mundur kena ….?
It does not matter what you do, akan selalu ada orang yang mengkomentari negative tindakan anda, no matter what you do.
Komentator (negative) ini berkeliaran di mana-mana, di sekolah anda, di kampus anda, di RT atau RW anda (pada saat anda mengadakan kegiatan bersama tetangga), di kantor anda, di group WA anda …. Di mana-mana akan ada komentator (negative) ini.
Saya mengamati banyak perubahan dan transformasi yang terjadi. Phenomena ini bisa disebut dengan rule 60-20-20.
Dalam setiap perubahan yang akan anda jalankan, akan ada: 60% supporter, 20% yang netral, 20% yang akan menolak perubahan tersebut (resistance). That's the best case scenario.
Jarang sekali ada perubahan yang langsung disambut oleh semuanya dengan positive. Jadi pertama kali sadarilah, YOU ARE NOT ALONE !
Semua leaders merasakan apa yang anda rasakan saat ini. Jadi pasti akan ada minimal 20% yang akan menolak perubahan tersebut
Terus analisa lebih dalam dari ketiga sudut ini:
- Aspek apa yang akan benar-benar berubah
- Kepada siapa perubahan ini akan berpengaruh?
- Bagaimana perubahan akan berdampak mereka?
What should you do?
1. Konsentrasilah pada supporter supporter anda, mereka adalah change agent yang akan membantu anda mengimplementasikan perubahan. Spend time anda dengan mereka, terangkan ke mereka, motivate them dan penghargaan kepada mereka
2. Usahakan mengajak yang netral menjadi supporter anda, dengan menjelaskan dan memberikan contoh teman teman mereka yang sudah berhasil melakukan perubahan tersebut, visualize the success and celebrate the quick win
3. Untuk yang masih resistance, don’t spend too much time on them, haters will continue to be haters, tapi hati hati, jangan sampai mereka ini menjadi noisy minority yang suaranya terdengar lebih keras daripada silent majority, dan akhirnya banyak yang beranggapan bahwa mereka mewakili majority. Jadi anda masih harus meng-adresse concern mereka tanpa spending too much time, remember your focus is to keep your supporters and to influence the neutrals.
So, what is the summary:
a) YOU ARE NOT ALONE
Pada saat perubahan akan selalu ada supporter, neutral and resistance.
Jadi kalau ada resistance yang anda hadapi, anggap saja itu hal yang biasa dialami setiap leader. Semakin berat resistance nya, berarti semakin tinggi level leadership anda.
b) YOU SHOULD NOT BE ALONE
Focus pada supporter anda, motivate them, terangkan kepada mereka dan hargailah mereka. Usahakan untuk meng-influence yang netral menjadi supporter anda. Spend minimum time untuk yang resistance, while still address their concern.
Tapi terutama tunjukkan success story, quick winning dan reward yang didapatkan oleh teman-teman atau tim-tim lain yang sudah menjalankan perubahan tersebut
Available now! Telegram Research 2025 — the year's key insights 
