en
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Open in Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo πŸ‡²πŸ‡¨ https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Show more
1 817
Subscribers
+124 hours
+57 days
+1430 days
Posts Archive
πŸ”€πŸ”€πŸ”€πŸ”€ πŸ”€πŸ”€πŸ”€πŸ”€πŸ”€πŸ“βŒ¨οΈ last update 22-8-2023 (08.00 WIB) 1. Zulfa Fitriana (PTT Petugas Pemeriksa KC Serang) https://telegra.ph/Menunggu-yang-tidak-pernah-ku-sesali-08-21 2. Apriyantina (Kabag Yanfaskes KC Kotabumi) https://telegra.ph/Jalani-takdirmu-kamu-akan-dapat-pahala-08-21 3. Anang Riyadi (Kabag Yanfaskes KC Jember) https://telegra.ph/Keberuntungan-Inisiatif-dan-Time-Value-BPJS-Kesehatan-08-21 #Shareyourstory #INISIATIF

Info lebih lanjut seputar teknis Giveaway, silakan ke link berikut ini πŸ’»βŒ¨οΈπŸ“ https://telegra.ph/Special-Giveaway-HUT-ke-4-COMMIT-Ask-The-Experts-08-19

SPECIAL GIVEAWAY πŸ‡²πŸ‡¨πŸŽ–
SPECIAL GIVEAWAY πŸ‡²πŸ‡¨πŸŽ–

Selamat HUT ke-78 RI πŸ‡²πŸ‡¨ Credit : Yohannasicillia

a) DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE Fokuslah pada pengembangan diri kita. Waktu kita terbatas, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Apa yang bisa anda lakukan yang akan membuat anda lebih β€œready-to-compete” di masa depan, Untuk terus mendapatkan pekerjaan yang bagus, ada kompetisi. Untuk membuka usaha, dan mendapatkan investasi yang cukup, ada kompetisi. Kalau sudah punya usaha sendiri, atau sudah bekerja, dan perlu menjuat product anda, ada kompetisi. It is competition everywhere! Pemenangnya adalah yang lebih siap, dengan kemampuan, pengetahuan, skills dan karakter yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Pengalaman hands on yang lebih banyak, pengalaman organisasi, leadership dan teamwork yang lebih bagus, juga akan sangat dibutuhkan. b) ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME Meskipun ini kompetisi, meskipun banyak pekerjaan, dan banyak usaha yang perlu dilakukan untuk terus belajar, jangan terlalu stress. Lakukan apa yang anda suka. Enjoy perjalanan menuju ke sana. Jangan hanya memikirkan tujuan akhir. Pendaki gunung itu bernyanyi dan memainkan gitar saat mendaki gunung. Apa yang anda lakukan untuk menghibur anda sendiri, di sela-sela kesibukan anda untuk β€œmengembangkan” anda sendiri. Oh ya, semua orang punya irama sendiri. Saya jadi Director umur 40-an, ada yang jadi Director umur 30-an, ada yang jadi Director umur 50-an, ada yang tidak pernah menjadi Director. Its ok. Semua orang punya β€œpace” sendiri. Gak ada gunanya membandingkan anda dengan orang lain. Yang anda bandingkan adalah, membandingkan anda dengan anda sendiri di masa lalu. Apakah ada kemajuan, apakah ada perbaikan, apakah ada peningkatan (kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork?) c) LEARN SOMETHING NEW EVERYDAY. Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Apa saja. Bisa bidang ilmu baru, olahraga baru, cabang seni baru, bahasa asing baru. Anything! Ini akan melatih otak anda untuk selalu bersiap menerima dan mengolah informasi baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Challenge yourself. Saya adalah seorang computer engineer yang belajar HR. Teman saya, seorang pramugari, dulu banyak belajar tentang bisnis di waktu senggangnya, sementara teman-temannya asyik main-main. Anak saya yang pertama belajar Finance untuk membuktikan apakah dia mampu menguasai ilmu lain selain Chemical Engineering. Anak saya yang kedua belajar menjalankan online shop meskipun belajar Teknik Mesin, Dan anak saya yang ketiga belajar coding/programming, meskipun belajar Teknik Kimia. Do not limite your challenges. Challenge your own limit! d) LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B Terakhir, ingat, semua yang anda rencanakan itu mungkin baik-baik saja, tetapi pada jaman now yang penuh ketidakpastian ini, semua bisa berantakan. Yang kuliah akunting, bisa saja suatu saat nanti semua proses akunting digantikan oleh software canggih berbasis artificial intelligence. Apa yang akan dilakukan? Ada yang kuliah Teknik Mesin, apa yang akan dia lakukan seandainya, saat dia lulus demand untuk insinyur teknik mesin ternyata rendah, dan harus cari karier di bidang lain? Kalau anda kuliah kedokteran, apa yang akan anda lakukan seandainya suatu saat dokter bisa digantikan oleh smart application? Jangan pernah punya PLAN. Buatlah FLAN anda, Flexible Plan! WHAT IF …. (teruskan sendiri) Yang lebih ready akan memenangkan kompetisi di masa depan. Jadi ingat ya, jangan hanya sibuk kuliah dan memelototi pekerjaan atau kuliah anda. Anda tetap harus perform maximal di pekerjaan anda sekarang, dan menambah kompetensi anda. Kalau anda masih kuliah, anda tetap harus berprestasi akademis, tapi jangan lupa mengembangkan diri anda, dengan menyeimbangkan antara kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork. Dan inilah 4 langkah untuk membuat anda lebih ready di amsa depan : β€’ DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE β€’ ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME β€’ LEARN SOMETHING NEW, EVERYDAY β€’ LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B Salam Hangat, Pambudi Sunarsihanto #INISIATIFStory #LoveMonday

FACING THE UNCERTAINTY IN THE FUTURE (Menghadapi ketidakpastian di masa depan) πŸ‡²πŸ‡¨πŸŽ– Kemarin, saya dan keluarga jalan-jalan di Bandung. Saya sempat bangun pagi, dan memulai perjalanan dengan menyetir sendiri. Di KM88, Adrian , anak saya, ingin gantian, menyetir, menikmati perjalanan di jalan toll yang sedang lancar. Saat itulah, seorang teman saya, sebut saja namanya Thomas, mengirimkan WA ke saya. β€œPam, I lost my job … this is the end of my career in this company.” Thomas adalah lulusan Teknik Elektro, dari sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Dia memulai karier sebagai engineer, dan kemudian menjadi technical trainer. Kariernya terus berkembang, di perusahaannya, sebuah global leader dalam technology, dia adalah seorang senior expert. Karena expertise nya, dia pun menjadi senior trainer. Kerjaanya mengajarkan technology dengan feature tercanggih dan terbaru kepada pelanggan-pelanggan perusahaannya di seluruh dunia. Maka dia pun sering terbang ke Portugal, Rusia, India, Jerman, Australia bahkan ke Brazil, untuk menjadi trainer. Hidupnya enak dan nyaman sekali. Tidak usah masuk ke kantor. Kalau sedang bekerja di Bandung, dia hanyalah mempersiapkan trainingnya di rumah. Hampir setiap hari dia masih bisa bermain golf, hobby-nya. Kalau lagi bekerja, dia akan travelling ke negara-negara yang indah seperti negara-negara yang saya tulis di atas. What a beautiful life. β€œTapi Pam, mulai bulan depan, semua training teknologi di perusahaanku akan diganti menjadi video on-line training. Dan itu berarti aku akan kehilangan pekerjaanku. Thomas menyadari, itu adalah akhir dari kariernya sebagai global trainer di perusahaan itu. Tentu saja, Sebagian trainer, mungkin masih akan diperlukan untuk mengajar dan direkam di video. Tapi jumlahnya jadi jauh lebih berkurang. Berarti jumlah trainernya berkurang, jumlah pendapatan trainernya berkurang, dan mungkin tidak semua trainer masih bisa melanjutkan pekerjaannya. Ini adalah akhir hidup yang tadinya nyaman dan indah itu. Selalu kerja dari rumah, mempersiapkan training dari rumah, kemudian jalan-jalan ke negara indah, sambil bekerja sebagai trainer. That’s the end! (Kalau meminjam istilah anak muda, perusahaan itu sedang bilang ke Thomas, Lu-Gue-End!) Apa yang sedang terjadi? Dunia berubah, bisnis berubah, semuanya berubah. Apapun pekerjaan kita, kita harus bersiap seandainya kita kehilangan pekerjaan kita. Seandainya suatu saat jumlah mesin-mesin dengan artificial intelligence akan semakin banyak dipakai perusahaan, mereka akan menggantikan manusia, dan banyak HR akan kehilangan pekerjaannya. Tapi bukankah masih tetap ada manusia yang diperlukan? Iya, tapi jumlahnya akan berkurang. Sebuah perusahaan membangun pabrik di Sukabumi dengan hanya 30 karyawan dan mesin-mesin, padahal pabrik yang sama di Malang, memerlukan 1.200 karyawan. Tentu saja jumlah HR yang diperlukan jauh lebih sedikit kan, dan mungkin juga lebih junior. Jadi beberapa HR akan kehilangan pekerjaannya. By the way, pabrik di Sukabumi jauh lebih produktif daripada di Malang. Dan fenomena di atas bukan hanya pada HR. Lama-lama dengan kemampuan Artifical Intelligence yang semakin canggih, kita akan memerlukan dokter jauh lebih sedikit, lawyer, teacher, dosen, dan banyak pekerjaan lainnya. Termasuk teman saya, Thomas, yang menjadi global technology expert di sebuah perusahaan technology, dan tetapi kehilangan pekerjaannya. Resiko ada pada semua orang, termasuk kita. Apakah artikel saya hari ini ditulis untuk menakut-nakuti? Tidak! Terus untuk apa? Untuk memotivasi dan menginspirasi kita semua agar terus belajar, terus menambah kompetensi, agar kita terus menerus relevant dan diperlukan di masa depan. Karena semakin banyak kompetensi, pengetahuan dan Skills kita, akan semakin sulit digantikan oleh komputer. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa hal yang bisa dikerjakan setiap hari, sambil mengerjakan pekerjaan kita.

STEVE JOBS, SI "JAHAT" YANG DICINTAI BANYAK ORANG Foto langka nih.. Dua sahabat yang mampu mengubah dunia dalam satu frame, Steve Jobs dan Bill Gates. Kali ini Saya akan sedikit cerita tentang Steve Jobs dulu. Memang cerita-cerita tentang Steve Jobs dan produk-produk unggulan yang lahir dari perusahaan yg dipimpinnya keren-keren dan sangat menginspirasi. Pada suatu moment, seorang engineer yang mengerjakan project pemutar musik iPod menghadap Steve Jobs untuk mempresentasikan desain produk terakhir yang ia buat. Cukup lama Steve Jobs memegangi prototype itu. Dipegang-pegang, dibolak-balik, diputar-putar sambil memainkan musik dari alat itu. Sampai pada akhirnya Steve Jobs bilang ke si engineer. "Kegedean nih. Bikin lagi yang jauh lebih kecil" Prototype itu ditolak mentah-mentah. "Tidak mungkin Saya mendesain lagi yang paling kecil. Itu sudah kecil banget. Saya sudah kerja mati-matian buat mewujudkan desain kecil itu" Steve kemudian mengambil mengambil benda itu kemudian berjalan mendekati aquarium yang ada diruangan. "Lihat.." kata Steve Jobs sambil bersiap-siap menjatuhkan prototype pemutar musik bersejarah itu diatas permukaan air. Si engineer ingin berteriak mencegah kegilaan Steve Jobs Hasil kerja mati-matian dia, curahan pikiran, waktu dan tenaga.. dengan seenak hati mau dicelupin ke aquarium Dan beneran iPod itu meluncur deras dari tangan Steve Jobs dan masuk ke air. Blub..blub..blub.. Sempat mengeluarkan gelembung-gelembung udara, sebelum akhirnya tenggelam di dasar kolam Sang engineer melongo pasrah. Gila nih orang, gak manusiawi banget sih. Belum lepas dia dari kepasrahannya Steve Jobs udah ngomong "Kamu lihat kan.. gelembung-gelembung udara tadi" Ahaa.. Sang engineer tiba-tiba seketika tercerahkan "Gelembung udara, itu artinya masih ada ruang yang bisa dimampatkan" Ia menemukan peluang untuk membuat desainnya menjadi lebih kecil lagi. Dengan menata ulang komponen-komponennya. Singkat kata, digaraplah prototype itu sampai lahir iPod pertama yang sukes luar biasa dipasaran. Sejak diluncurkan iPod sudah laku 400 juta device dalam berbagai model. Produk revolusioner yang mampu merubah sejarah dunia, perpaduan sempurna antara teknologi pemutar lagu dan keindahan sebuah desain. Produk yg bisa jadi tidak akan pernah lahir jika Steve Jobs tidak "songong" sama karyawannya. Bagi sebagian besar karyawannya, Steve Jobs adalah "asshole" leader. Sangat gamblang dan blak-blakan mengutarakan pendapatnya. Tanpa pernah berpikir apa yg ia lakukan, kata-kata yang ia lontarkan menyakitkan. Tapi milyaran orang di dunia mengaguminya. Karena dari kegilaannya, lahirlah produk-produk digital yang revolusioner, yang sukses luar biasa dipasaran. Cara kepemimpinan dia bagi banyak orang awam memang ganjil. Tapi dialah pemimpin yang mampu memposisikan diri dengan sangat baik dalam "customers role play" Dia paham benar bagaimana berperan sebagai customers, memahami apa pain pointnya, meskipun customers sendiri tidak bisa mengutarakannya, ia bisa menangkapnya. Steve Jobs bukan hanya seorang leader biasa Ia adalah seorang design thinking expert yang mampu mengkonversikan apa yang semua keresahan customers menjadi produk impian semua orang. Semoga tulisan pendek ini menginspirasi Salam Nginbound Sam Ipoel

photo content

Jika istrimu meninggal lebih dulu Kau telusuri akun sosial media istrimu. Kau baca keluh kesah atau cerita keseharian yang ia tulis disana sambil membayangkan yang hari itu ia alami. Kau pikirkan status-status sindiran darinya tanpa bisa bertanya lagi itu ditujukan untukmu atau orang lain. Kau buka aplikasi belanja miliknya melihat rentetan barang yang memenuhi keranjangnya. Berharap kau diberi kesempatan lagi untuk bisa membelikan barang impiannya. Kau akan termenung sendirian, tak ada lagi ocehan rutin dari mulutnya. Tak ada lagi makanan dengan rasa yg sama sesuai racikan tangan miliknya. Air mata jatuh dipelupuk matamu, kau kehilangan separuh jiwamu, kehilangan sebagian dari hidupmu. Berpikir. Andai tahu akan sesingkat ini. Mati-matian bahagiakan dirinya Sebelum ia dijemput sang Ilahi ================== Jika Suamimu meninggal lebih dulu Kau pandangi galeri foto di telepon selulermu mungkin tak banyak foto dirinya disana karena di tiap tempat dan waktu, dialah fotografernya. Kau lihat handuk miliknya, takkan lagi ada yang meminta ambilkan handuk setiap kali ia mandi. Takkan lagi ada keluhmu tentang handuk basah yang tak tepat tempat. Kau pandangi wajah anak-anakmu, ada bagian wajah ayahnya yang melekat disana, entah itu tatapan matanya atau gelak tawanya. Terkadang kebiasaannya pun menurun pada buah hatinya. Penulis asli Ari Wahyu Bintari (edited Putri Hasrianti) #INISIATIF #Happyweekend #ketahanankeluarga

photo content

photo content

BPJS Kesehatan sedang membuka kesempatan berkarir sebagai Agen Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan. Pendaftaran dapat dilakuka
BPJS Kesehatan sedang membuka kesempatan berkarir sebagai Agen Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan. Pendaftaran dapat dilakukan melalui website rekrutmen resmi BPJS Kesehatan yaitu: https://rekrutmen.bpjs-kesehatan.go.id/ Hati-hati terhadap penyalahgunaan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, seluruh proses seleksi GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA, tidak ada juga biaya travel atau akomodasi lainnya. #BPJSKesehatan #GotongRoyong #Inisiatif #MakinMudah #MakinCepat #SemuaSetara