Ask The Experts
Open in Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Show more1 821
Subscribers
+124 hours
+87 days
+1730 days
Posts Archive
1 821
COMING SOON ATE ED 386 😎
Pekan depan, ATE akan kedatangan salah seorang Promotor Event yang akan membekali kita terkait tips dan trik dalam merencanakan dan penyelenggaraan sebuah event profesional. 🏆✈️
#INISIATIF #SelfDevelopment
1 821
CONGRATULATION 🇮🇩
1. Ibu @Ayat_MFP, Plh Asdep MO, Kepbid MSDM
2. Kakak Nonie Erinda. Relationship Officer. KC Kupang
3. Kakak Maria Leman, Staf MO, Kepbid MSDM
Link pengumuman ❤️
#TransformasiMutuLayanan #INISIATIF
1 821
Pantun Perwakilan Tim Task Force
Bikin ketupat persiapan lebaran
Dilengkapi opor citarasa nusantara
Mari sukseskan transformasi mutu layanan
Untuk JKN yang mudah cepat dan setara
Minum es campur disiram santan
Ditambahkan juga biji selasih
Jika ada salah mohon dimaafkan
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih
Jawaban no 2 adalah Es Campur 🏆🇮🇩😋
1 821
#recording ATE Edisi 385 Kenali dan Waspadai Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) 😇
Link rekaman full video 🇮🇩
1 821
btw, Masih pada ingat gak nih keseruan kegiatan Kick Off Transformasi Mutu Layanan kemarin?
Kali ini mimin akan menguji ingatan kalian sekaligus ngasih challenge fun and meaningful, eittts ada souvenirnya loh buat peserta terbaik (Yang menjawab tepat 2 jawaban sekaligus).
Ketentuan:
A. Peserta adalah sobat ATE
B. Peserta memilih jawaban sesuai kata hati/ ingatan masing-masing
C. Waktu berpartisipasi mulai saat ini sd pukul 21.00 WIB malam ini
D. 3 (tiga) Orang peserta dengan tebakan terbaik akan mendapatkan masing-masing 1 kaos ATE Ber-INISIATIF
#TransformasiMutuLayanan #INISIATIF
1 821
FYI. 2 (dua) orang Sobat ATE dengan pertanyaan terbaik versi pilihan narsum pada sore hari ini akan mendapatkan masing-masing 1 buah kaos ATE Ber-INISIATIF. 🏆
1 821
Repost from N/a
Salam INISIATIF ✅
Ask The Experts #edisi385
Live di Instagram Ask The Experts
Risiko saat kehamilan dan persalinan itu kerap diterangkan oleh dokter ketika datang berkonsultasi.
Beberapa forum kesehatan ibu dan anak diketahui juga sering mengangkat masalah kesehatan tersebut. Namun bagaimana dengan Peripartum Cardiomyopathy atau Postpartum Cardiomyopathy (PPCM)?
Kendati jarang ditemukan, penyakit ini patut diwaspadai. Karena berdampak fatal bagi kesehatan. Penyakit gagal jantung yang terjadi pada akhir masa kehamilan hingga 5 bulan setelah persalinan..
Lantas apa saja yang menjadi penyebab dari penyakit tersebut dan bagaimana cara kita mengatasi dan mencegahnya ?
Spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live Instagram ATE edisi 385 bersama Narasumber yang ahli dibidangnya dan dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @mirdaherlinda 🔥
1 821
Tanggung jawab bersama untuk akuntabilitas di semua level — mulai dari CEO hingga karyawan yang baru join — akan menghasilkan semangat kerja yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih efektif, dan akan membangun kesuksesan organisasi yang konsisten.
Terus, bagaimana membangun budaya accountability ini?
Andrew Robertson dari Gallup merekomendasikan beberapa hal yang bisa dijalankan.
a) *Define what people are accountable for.*
Karyawan perlu mengetahui, ekpektasi manajemen terhadap tujuan yang perlu mereka capai. Atasan juga perlu menunjukkan akuntabilitas melalui availability mereka sendiri dan waktu yang dihabiskan bersama team untuk mendiskusikan, mengkomunikasikan, mendapatkan feedback dan memberikan update progress, serta menyampaikan apresiasi terhadap tanggung jawab seluruh tim dan pencapiannya.
b) *Set and cascade goals throughout the organization.*
Setelah karyawan memahami dengan jelas apa yang menjadi tanggung jawab mereka, atasan harus membantu mereka menetapkan tujuan individual yang terukur dan selaras dengan peran masing-masing. Karyawan harus menetapkan metrik (pengukuran) yang akan membantu mereka mengetahui apakah mereka mencapai tujuan yang diharapkan organisasi.
c) *Provide updates on progress.*
Talent-talent kita membutuhkan informasi untuk mengerti apakah yang mereka lakukan sudah berada di jalur yang benar. Feedback dapat berasal dari survei pelanggan atau karyawan, pembaruan proyek yang sedang berlangsung, feedback dari social media atau sumber lain atau beberapa kombinasi dari semua hal tersebut. Feedback yang yang paling efektif seringkali berasal dari percakapan jujur yang sering terjadi antara atasan dan karyawan.
d) *Align development, learning and growth.*
Organisasi harus memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berlatih, belajar, dan berkembang. Analitik dari Gallup menunjukkan bahwa milenial sangat mementingkan ”opportunity to grow and learn” sebagai faktor pekerjaan yang pentingnya No. 1 -- di atas semua aspek pekerjaan lainnya -- .
Bagi generasi lain, peringkat dari aspek learning and grow ini juga sangat penting. Atasan yang fokus pada pengembangan karyawan akan sangat membantu pekerja agar mampu menjalankan tugasnya dan menghindarkan perusahaan dari resiko-resiko bisnis di masa depan.
e) *Recognize and celebrate progress.*
Identifikasi hal-hal positive yang terjadi dan apresiasi karyawan langsung saat itu juga. Ini akan memotivasi karyawan untuk semakin bertanggung jawab dalam tugasnya, terus melakukan yang terbaik, dan akan ditiru oleh karyawan-karyawan lain.
Jadi ingat ya, untuk membangun culture of accountability, dan menghindarkan organisasi kita dari resiko-resiko di masa depan, kita bisa menjalankan beberapa rekomendasi ini:
• *Define what people are accountable for.*
• *Set and cascade goals throughout the organization.*
• *Provide updates on progress.*
• *Align development, learning and growth.*
• *Recognize and celebrate progress.*
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
1 821
WHAT IF WE DON’T KNOW ABOUT THE FUTURE?
(Building the culture of Accountability in our organization)
Kita berada dalam era yang sangat tidak pasti. Sebuah perusahaan yang tidak tedengar tiga tahun lalu, bisa saja saat ini sukses luar biasa dan merajai market. Tapi sebaliknya, perusahaan yang puluhan tahun berjaya, bisa saja bangkrut dalam sekejap.
Krisis melanda dunia saat ini. 3 Bank besar di Jerman, Swis dan Amerika sedang dalam kesulitan besar. Dan kita hanya menunggu waktu, sebelum effect domino akan terjadi dan melanda di mana-mana.
Bagaimana kalau kita tidak tahu apa yang akan terjadi di organisasi kita. Bagaimana kalau kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Bagaimana kita melindungi organisasi kita? Apa yang sebenarnya terjadi di bank-bank raksasa itu? Mengapa di bank-bank raksasa yang (mestinya) sudah mempunyai proses dan mekanisme risk management yang canggih, tetap saja mereka collapse?
Hari itu saya bertemu dengan sahabat saya yang menjadi Direktur sebuah bank ternama di Jakarta. Dia juga sempat bekerja beberapa tahun di sebuah bank internasional di London.
Jakarta hujan lagi. Lalulintas macet.
”Maaf ya Pam, aku kena macet nih,” begitu WA dari teman saya. Sebut saja namanya Mila, bukan nama sebenarnya. Malam itu kami janjian makan bersama di Pacific Place. Saya datang duluan, dan memesan Dori Fillet, Orange Juice, dan Éclair kesukaan saya.
“Pam, tolong pesenin aku, Boeuf Bourgignon dan Ice Tea dong,” kata Mila di WA-nya.
Akhirnya Mila pun datang dengan senyumnya yang khas.
“Wow, you lost weight?”
“I did, during the pandemy. I watch what I eat, and I play tennis”, katanya.
“Congratulations …”
Kami pun makan malam sambil ngobrol-ngobrol ke sana kemari.
”Mila, tell me. Semua bank kan pasti sudah punya proses dan mekanisme risk management yang canggih. Tapi tetap saja bank-bank ini saat ini dalam kesulitan besar: Silicon Valey Bank, Credit Suisse dan Deutsche Bank. What happen?”
“Semua bank pasti punya proses Risk Management yang bagus. Prosesnya pasti sudah dicek dan diaudit. Tetap saja semua tergantung pada implementasi dan eksekusi. Sebagus apapun prosesnya, kalau tidak dieksekusi dengan baik, dengan strict dan consistent setiap hari, pasti akan ada bolong-bolongnya. Kalau bolong kecil dibiarkan terus menerus, lama-lama akan jadi bolong besar, bahkan banknya bisa bangkrut”
Kamipun berdiskusi tentang Jérôme Kerviel seorang tradel nakal dari Prancis, yang dihukum dan dipenjarakan dalam kerugian perdagangan Société Générale tahun 2008, karena pelanggaran kepercayaan, pemalsuan, dan penggunaan komputer bank tanpa izin, yang mengakibatkan kerugian senilai 4,9 miliar Euro.
Apa yang diucapkan Mila memang benar. The system is as good as people who operate it. Saya memulai karier saya sebagai GSM Telecommunication trainer. Tugas saya adalah memastikan bahwa engineer-enginner yang akan mengoperasikan system itu mampu mengoperasikan dan me-maintain peralatan telekomunikasi dengan canggih.
Karena sehebat apapun system-nya, kalau yang menjalankan tidak mampu, ya systemnya akan break-down. Dan ini berlaku bagi system telekomunikasi, banking, IT, finance atau system apapun.
Dan kalau kita bicara manusia tentu saja yang paling penting adalah responsibility and accountability,. Apakah mereka memang bertanggung jawab dan memang punya accountability yang tinggi? Atau mereka hanya bekerja sesuai jam kerja, tanpa accountability, dan kalau terjadi problem, hanya saling menyalahkan?
Dalam suasana bisnis saat ini, leader harus membangun budaya akuntabilitas. Akuntabilitas berarti bahwa individu harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka dan menerima tanggung jawab untuk mereka, apa pun hasilnya, serta mengoreksi tindakan tersebut bila perlu.
Akuntabilitas dapat menghindarkan kita dari hal-hal negatif, tetapi juga bisa mendorang hal-hal yang positif — misalnya, untuk memberikan apresiasikepada rekan kerja yang melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi membangun budaya akuntabilitas sangat penting untuk organisasi yang transparan dan etis.
1 821
SELAMAT TGL 1 🏆
Sekelompok katak sedang melakukan perjalanan melalui hutan, dan tiba-tiba dua ekor katak dari rombongan mereka jatuh ke dalam lubang yang dalam.
Ketika katak-katak lain melihat seberapa dalam lubang itu, mereka mengatakan kepada kedua katak itu bahwa sepertinya tidak ada harapan lagi yang tersisa bagi mereka untuk bisa keluar.
Namun, kedua katak itu mencoba mengabaikan ucapan rekan-rekan mereka dan terus melanjutkan upayanya untuk mencoba melompat keluar dari lubang.
Namun, terlepas dari upaya keras mereka, sekelompok katak di puncak lubang masih terus mengatakan bahwa sebaiknya mereka harus menyerah saja karena upaya yang mereka lakukan itu tidak akan mungkin bisa berhasil, mereka tidak akan mungkin berhasil keluar dari lubang yang sangat dalam itu.
Akhirnya, setelah berulang kali mencoba sekuat tenaga, salah satu katak mulai menyadari apa yang dikatakan teman-temannya itu sepertinya benar adanya dan dia memilih untuk menyerah, dia memilih merenung hingga kematiannya tiba. Sementara satu katak yang lain terus mencoba melompat sekuat tenaganya.
Lagi-lagi, sekelompok katak di atas berteriak kepadanya untuk memilih menghentikan upayanya itu yang terus menguras energinya serta mulai menimbulkan rasa sakit yang luar biasa . Mereka menganjurkan katak yang masih terus berjuang itu untuk pasrah dan memilih mati begitu saja.
Tapi katak satu itu terus mengabaikan ucapan mereka, dan terus berusaha melompat lebih keras hingga akhirnya dia berhasil keluar.
Ketika dia berhasil keluar, katak-katak yang lain berkata, “Apakah kamu tidak mendengar kata-kata kami? mengapa kamu terus berusaha melompat keluar?"
Katak itu menjelaskan kepada mereka bahwa ia ini tuli, dan ia malah berpikir kalau mereka (katak-katak yang lain) itu malah terus menyemangati dia sepanjang waktu.
Anonim
Apakah kalian mendapatkan pesan/ makna ceritanya?
#INISIATIF #motivasi #Inspirasi
1 821
KINI SAATNYA ✅🏆
Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait bagaimana tips dan trik dalam menciptakan customer experience yang positif. 🇮🇩
#TransformasiMutuLayanan #INISIATIF
1 821
KINI SAATNYA ✅🏆
Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait bagaimana tips dan trik dalam menciptakan customer experience yang positif. 🇮🇩
#TransformasiMutuLayanan #INISIATIF
Available now! Telegram Research 2025 — the year's key insights 
