Winnerstocks.id Channel
Open in Telegram
Analisa Teknikal Pergerakan Saham oleh Erwin Supandi. RSA
Show more411
Subscribers
No data24 hours
-27 days
-630 days
Posts Archive
HPS Research
Global Economic Focus ā 28 Mei 2025
āVisa Diblokir, Kredit Energi Disetop, dan Utang Global: Dunia Mencari Titik Imbangā
Ketidakpastian kebijakan AS kembali menjadi pusat perhatian dunia, kali ini menyentuh ranah pendidikan, energi bersih, dan diplomasi global. Pasar merespons dengan campuran optimisme konsumen, kegamangan energi, dan tekanan geopolitik yang terus bereskalasi.
1ļøā£ Larangan Visa Mahasiswa & Tekanan terhadap Harvard
š Kebijakan Imigrasi dan Serangan ke Akademisi
Departemen Luar Negeri AS menghentikan seluruh jadwal wawancara visa pelajar, menyusul perintah dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio terkait pemeriksaan media sosial yang lebih ketat. Pemerintah juga menghentikan kontrak senilai USD 100 juta dengan Harvard, memperpanjang krisis yang telah mengguncang dunia akademik internasional.
š Implikasi:
Kebijakan ini bukan hanya mengancam citra pendidikan tinggi AS, tetapi juga mempercepat eksodus bakat global ke negara lain. Potensi retaliasi dari negara mitra bisa memperburuk iklim hubungan luar negeri dan memperkecil pengaruh lunak AS.
2ļøā£ Tarif Solar, Data Center, dan Risiko Energi AS
ā”ļø Blokade Panel Surya Tiongkok dan Ledakan Kebutuhan Daya
RUU besar-besaran AS membatasi kredit pajak energi terbarukan dengan aturan keras: tanpa keterkaitan dengan Tiongkok atau "entitas asing berisiko". Di saat bersamaan, pusat data AI menyedot listrik dalam jumlah masif, mengacaukan distribusi energi nasional. Tariff tambahan kini menyasar produk dari Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
š Implikasi:
Kebijakan ini menghambat transisi energi bersih, menaikkan biaya proyek, dan memperbesar risiko krisis pasokan energiāterutama saat kebutuhan energi melonjak akibat pertumbuhan AI. Produsen energi dan perusahaan teknologi harus bersiap merestrukturisasi rantai pasok.
3ļøā£ Apple, Temu, dan Konsumen AS: Teknologi di Persimpangan
š® Game Baru Apple, Penurunan Temu, Optimisme Pasar
Apple akan meluncurkan aplikasi khusus gim, mengejar posisi dominan di tengah persaingan dengan Nintendo dan ketertinggalan di bidang AI. Sementara itu, Temu anjlok karena kekhawatiran tarif dan proyeksi laba yang melemah, meskipun indeks saham AS menguat tajam karena peningkatan kepercayaan konsumen.
š Implikasi:
Sektor teknologi mengalami tekanan ganda dari kebijakan dagang dan perubahan preferensi konsumen. Strategi diferensiasi konten dan efisiensi biaya akan menjadi kunci bertahan dalam jangka menengah.
4ļøā£ Jepang Kehilangan Gelar Kreditur Terbesar Dunia
š“ Jerman Salip Jepang di Net External Assets
Meski mencatat rekor aset luar negeri sebesar „533 triliun, Jepang tergeser oleh Jerman akibat penguatan euro terhadap yen. Ini menandai berakhirnya dominasi Jepang selama 34 tahun sebagai kreditur global utama.
š Implikasi:
Perubahan ini mencerminkan pergeseran kekuatan ekonomi global. Yen yang lemah bisa mendorong ekspor Jepang, namun memperparah tekanan portofolio institusi keuangan domestik yang sudah terpapar kerugian obligasi akibat kenaikan suku bunga.
5ļøā£ Ketegangan Global & Realokasi Strategis Investasi
š Darwin Port, Obligasi Jepang, dan Peringatan Dana Pensiun Belanda
Cerberus dari AS siap membeli pelabuhan Darwin dari Landbridge China, sinyal perebutan geopolitik di Asia Pasifik. Di Jepang, yield obligasi super-panjang anjlok karena spekulasi pengurangan penerbitan. Di Eropa, dana pensiun Belanda PME memberi peringatan kepada manajer AS karena mundur dari prinsip ESG di bawah tekanan politik Trump.
š Implikasi:
Kapital global semakin terpolarisasi oleh faktor politik. Aset strategis seperti pelabuhan, obligasi pemerintah, dan mandat ESG menjadi medan tarik menarik antara efisiensi pasar dan loyalitas geopolitik.
Kesimpulan:
Dunia sedang menyusun ulang relasi antara kebijakan domestik, kebutuhan global, dan arsitektur energi masa depan. Di tengah pembatasan visa, tekanan tarif, dan energi yang mahal, titik ekuilibrium baru sedang diuji.
Stay focused. Stay hedged. Stay adaptive.
HPSekuritas.id
Sumber: Bloomberg, CNBC, Reuters, WSJ
EquiFlash - HPSekuritas.id
Wednesday, 28 Mei 2025
Market Update
š” TLKM mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 21,04 triliun, meningkat dari Rp 17,58 triliun di tahun sebelumnya, yang setara dengan Rp 212,46 per saham. RUPST Telkom menyetujui alokasi 89% dari laba bersih tahun buku 2024 untuk dividen, sementara 11% atau Rp 2,6 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan.
š” MYOR melakukan kerja sama dengan afiliasinya di Amerika Serikat, Mayora USA, INC, untuk memperluas pasar ekspor produk-produknya seperti biskuit, wafer, permen, cokelat, dan lainnya. Kerja sama ini merupakan uji coba penjualan produk MYOR di pasar AS dengan nilai transaksi sebesar US$ 59.343,57, yang merupakan bagian kecil dari target pendapatan tahun 2025.
š” TPIA mengalami kenaikan signifikan sebesar 30,67% sejak awal tahun, meskipun laba bersih perusahaan masih terkontraksi di 1Q25, mencapai kerugian US$23,6 juta. Kenaikan saham TPIA didorong oleh tiga aksi korporasi utama:
1) Rencana IPO CDIA dengan target dana Rp2,37 triliun,
2) Akuisisi aset Shell Energy and Chemicals Park (SECP), dan
3) Investasi besar-besaran sebesar Rp15 triliun dalam pembangunan pabrik CA-EDC.
š” MDKA diproyeksikan akan menjadi produsen emas terbesar di Indonesia, mengalahkan ANTM, berkat proyek tambang emas Pani Gold yang memiliki sumber daya dan cadangan emas terbesar ketiga di Indonesia. Proyek Pani Gold akan dikerjakan dalam dua tahap, dengan produksi ditargetkan dimulai pada tahun 2026 dan memiliki usia tambang diperkirakan mencapai 15 tahun, menghasilkan emas dalam jumlah besar.
š” TLKM membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 21 triliun atau Rp 212,5 per saham, setara dengan dividend payout ratio 89% dan dividend yield 7,5%. Potensi re-rating lebih lanjut untuk TLKM karena menawarkan ROAE 2025 sebesar 15,6%, lebih tinggi dari rata-rata pesaingnya.
š” IHSG diperkirakan masih konsolidasi pada tanggal 28 Mei 2025, dengan perkiraan pergerakan antara resistance 7.250 dan support 7.130. Langkah kebijakan Presiden Trump yang tidak menentu masih menjadi momok dan telah memperbesar ketidakpastian di pasar. Pola tingkah-laku dan proses pengambilan kebijakan yang tidak stabil tersebut menghantui pasar menjelang long weekend.
Ā©ļøHenan Sekuritas
HPS Research
Market Update Insight : Menjelang BI Rate Week
Sentimen Global Mulai Pulih, Indonesia Siap Ambil Kesempatan?
Pekan ini menjadi momen krusial bagi pasar keuangan Indonesia. Di tengah sentimen global yang mulai membaik pasca kesepakatan penurunan tarif sementara antara Amerika Serikat dan China, investor domestik dan global kini menunggu keputusan Bank Indonesia terkait arah suku bunga.
Rebound yang terjadi di indeks global dan pelemahan dolar AS membuka peluang bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk kembali menarik arus modal asing. Dengan valuasi yang sudah terdiskon dalam beberapa bulan terakhir, keputusan BI bisa menjadi pemicu penting untuk pembalikan tren.
š¢ Dua Skenario BI Rate: Menakar Peluang dan Risikonya
1. BI Tahan Suku Bunga di 5,75%
>Skenario ini paling diantisipasi pasar dan kemungkinan hanya memberikan dampak netral.
>IHSG tetap akan dipengaruhi sentimen eksternal dan dinamika arus modal tanpa katalis baru dari kebijakan moneter.
2. BI Turunkan Suku Bunga ke 5,50%
>Ini bisa menjadi kejutan positif dan membuka ruang bagi reli pasar yang lebih kuat.
>Penurunan suku bunga berpotensi meringankan tekanan likuiditas, mendorong penurunan yield obligasi, dan meningkatkan minat di sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga.
āļø Mengapa Peluang Ini Masih Terbuka?
⢠Rupiah yang Mulai Stabil
>Melemahnya DXY dan potensi kembalinya aliran modal asing membantu menahan depresiasi Rupiah.
⢠Inflasi Tetap Terkendali
>Core CPI April 2025 di 2.5%, memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.
⢠Defisit Transaksi Berjalan yang Terkendali
>Neraca eksternal tetap dalam batas wajar, didukung ekspor komoditas unggulan seperti besi dan baja.
⢠Kebijakan Fiskal yang Lebih Prudent
>Komitmen pemangkasan belanja negara oleh Presiden Prabowo memperkuat kredibilitas fiskal.
⢠Imbal Hasil Riil yang Kompetitif di Asia
>Indonesia masih menawarkan yield menarik bagi investor global dibanding negara lain.
šŖŖ Saham dan Sektor yang Paling Diuntungkan
š¦ Perbankan: BMRI, BBNI, BBTN
>Manfaat dari pelonggaran likuiditas dan potensi inflow asing
š¹ Konsumer & Ritel: ICBP, AMRT
>Daya beli yang membaik dan stabilitas Rupiah
āļø Komoditas: PTBA
>Eksposur terhadap distribusi energi
š Properti: CTRA, BSDE
>Sensitif terhadap penurunan yield dan pembiayaan murah
š”Kesiapan dan Kewaspadaan yang Perlu Dijaga
⢠Optimalkan Peluang di Sektor-Sektor Potensial
>Jika BI memberikan kejutan dovish, ini bisa memicu reli baru di sektor unggulan.
⢠Pantau Arah Modal Asing
>Pergerakan investor global akan menjadi indikator kekuatan tren selanjutnya.
⢠Waspadai Risiko Profit Taking Cepat
>Tetap disiplin dalam mengambil keuntungan jika rally terlalu cepat dan berlebihan.
Kesimpulan:
Pasar Indonesia berada di momen strategis untuk bangkit dari tekanan. Keputusan suku bunga BI minggu ini akan menjadi kunci apakah pasar bisa membuka jalan untuk rebound yang lebih kuat atau tetap tertahan di area konsolidasi. Tetap waspada, cermati peluang, dan manfaatkan momentum yang terbuka.
Stay tuned.š
HPSekuritas.id
HPS Research
Global Economic Focus ā 19 Mei 2025
āCredit Cut, Tech Rebounds, and Geopolitical Risks on Edgeā
Pasar keuangan kembali berada dalam tekanan setelah Moodyās menurunkan peringkat utang pemerintah AS, memperparah keresahan yang sudah dipicu ketidakpastian tarif dan gejolak geopolitik. Meski ada euforia dari truce ASāChina, kenyataan ketahanan ekonomi dan politik global kembali menghantui pasar.
āæ” AS Kehilangan Peringkat Utang Tertingginya
š Moodyās Turunkan Rating AS ke Aa1:
Lembaga pemeringkat global menyatakan kekhawatiran atas beban utang AS yang terus membengkak. Pemerintah AS mencoba meredam kepanikan dengan menyebut Moodyās sebagai āindikator yang tertinggalā.
šØ Scott Bessent Tetap Percaya Diri:
Menteri Keuangan AS menyatakan komitmen pemerintah untuk menekan defisit dan mendorong pertumbuhan.
š Implikasi:
Kehilangan rating Aaa menambah tekanan pada obligasi dan dolar AS, meningkatkan risiko pembiayaan yang lebih mahal bagi pemerintah dan korporasi.
⿢ Tarif ASāChina: Jeda Bukan Solusi
š Truce Memberi Napas, Tapi Masih Kabur:
Bessent menegaskan mekanisme negosiasi berjalan, namun kebijakan yang tumpang tindih antara menekan dan merangkul China membingungkan pelaku pasar.
š Tarif Diproyeksi Bertahan di 30%:
Survei Bloomberg menunjukkan tarif kemungkinan bertahan di level menyakitkan hingga 2025, memukul ekspor China.
š Implikasi:
Investor tetap skeptis bahwa truce akan membawa solusi jangka panjang, sementara tekanan pada supply chain dan inflasi masih membayangi.
⿣ Teknologi dan Geopolitik Jadi Panggung Utama
š» Big Tech Rebound Tapi Rawan:
Microsoft, Amazon, dan Nvidia menunjukkan ketahanan, namun Morgan Stanley memperingatkan potensi pasar yang "terjebak".
š China dan AI di Bawah Tekanan Baru:
Departemen Perdagangan AS menegaskan penggunaan chip AI Huawei melanggar aturan ekspor, meningkatkan risiko pembatasan lebih lanjut.
š Implikasi:
Rebound Big Tech bisa rapuh jika ketegangan teknologi dan regulasi makin diperketat, terutama dengan ancaman tarif dan kontrol ekspor.
⿤ India dan Hong Kong Menarik Minat Investor
š®š³ India Diunggulkan Investor Global:
Dukungan pada India melampaui Jepang dan China, memicu lonjakan pembiayaan korporasi seperti Reliance dan Shapoorji.
š Hong Kong Didesak AS dan Beijing:
AS memperingatkan bank Hong Kong soal pelanggaran sanksi Iran, sementara China mempercepat reformasi pasar keuangan di bawah Qi Bin.
š Implikasi:
India dan Hong Kong jadi medan tarik-menarik geopolitik dan investasi, memberi peluang dan risiko baru bagi investor global.
āæ„ Geopolitik Asia Memanas
š PakistanāIndia Perpanjang Gencatan Senjata:
Meski ada perpanjangan, ketegangan tetap tinggi, dengan India membatasi operasi perusahaan Turki.
šÆšµ Jepang Hadapi Risiko Resesi:
Kontraksi ekonomi dan lonjakan imbal hasil obligasi menekan pemerintahan Ishiba di tengah tahun politik.
š Implikasi:
Ketegangan geopolitik dan risiko ekonomi di Asia memperbesar ketidakpastian regional, dengan potensi mengganggu arus modal dan stabilitas pasar.
Kesimpulan:
Ketidakpastian kembali mendominasi setelah euforia sesaat dari truce ASāChina. Pasar harus tetap waspada terhadap risiko fiskal AS, ketegangan teknologi, dan geopolitik Asia yang makin rapuh.
Stay realistic. Stay hedged. Stay adaptive.
HPSekuritas.id
Sumber: Bloomberg, Reuters, WSJ, CNBC
EquiFlash - HPSekuritas.id
Monday, 19 Mei 2025
Market Update
š” MEDC telah berhasil memulai produksi di dua lapangan migas strategis, Forel dan Terubuk, di Blok B South Natuna Sea, Kepulauan Riau, setelah menginvestasikan sekitar Rp 9,8 triliun. Produksi perdana ini akan menambah pasokan energi nasional sebesar 20.000 BOPD minyak dan 60 MMSCFD gas.
š” INCO memproyeksikan tiga proyek tambang dan smelter senilai US$ 9-10 miliar (Rp 164 triliun) akan beroperasi lebih cepat dari jadwal. Proyek-proyek ini, termasuk tambang feronikel di Bahodopi, diprediksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba INCO yang ditaksir meningkat hingga tiga digit tahun ini.
š” CITA menargetkan produksi dan penjualan bauksit metallurgis (MGB) masing-masing sebesar 4,8 juta wmt dan 4,4 juta dmt pada tahun ini. Meskipun diprediksi akan terjadi surplus pasar alumina dan koreksi harga, CITA optimistis karena larangan ekspor MGB diharapkan meningkatkan permintaan produk turunan bauksit dan alumina.
š” PGEO berharap Danantara, akan berinvestasi di proyek-proyek panas bumi mereka. PGEO menargetkan penambahan kapasitas 395 megawatt dalam dua tahun ke depan melalui beberapa proyek strategis, termasuk Lumut Balai 2 dan proyek co-generation dengan PLN.
š” Pemerintah berencana memberikan insentif hilirisasi batubara, memberikan angin segar bagi emiten batubara. Insentif meliputi prioritas WIUP untuk BUMN dan swasta yang melakukan hilirisasi. Emiten seperti PTBA, BUMI, dan INDY berpotensi diuntungkan karena sudah memiliki proyek hilirisasi.
š” IHSG kembali ke level 7.000, didorong capital inflow dari investor asing yang mencapai Rp 1,38 triliun selama sepekan. Penguatan IHSG ini dipengaruhi sentimen positif domestik antara lain perbaikan manajemen BUMN, dividen emiten, buyback saham, serta harapan pemangkasan suku bunga BI dan pengeluaran fiskal pemerintah.
©Henan Sekuritas
HPS Research
Global Economic Focus - 14 Mei 2025
"Tariff Truce or Temporary Illusion? Markets Rebound, Risks Remain"
Setelah gegap gempita atas kesepakatan gencatan senjata dagang antara AS dan Tiongkok, pasar mulai menyadari kenyataan: ketidakpastian fundamental masih membayangi. Meski indeks saham global melonjak tajam kemarin, hari ini sentimen kembali tertekan karena pelaku pasar mulai mencerna bahwa pemulihan ekonomi pasca tarif tidak akan berlangsung mulus.
1ļøā£ Euforia Gencatan Senjata Mereda, Ketidakpastian Kembali
š Pasar Asia dan AS Kembali Terkoreksi:
Indeks Hang Seng anjlok 1.9%, sementara futures AS juga melemah setelah reli satu hari. Dolar AS terkoreksi terhadap hampir semua mata uang utama.
š China Cabut Larangan Boeing:
Sebagai bagian dari "pemanasan" pasca kesepakatan, China mengizinkan kembali pengiriman pesawat Boeing yang sebelumnya diblokir.
š Implikasi:
Pasar mulai menyadari bahwa gencatan senjata ini hanyalah jeda, bukan penyelesaian. Volatilitas masih akan membayangi dalam 90 hari ke depan.
2ļøā£ AS-Eropa: Progres Lambat, Ancaman Balasan Tarif Mengintai
šŖšŗ Scott Bessent Sindir Eropa:
Menyebut Eropa menghadapi āmasalah aksi kolektifā, Bessent meragukan percepatan kesepakatan tarif dengan Uni Eropa.
š£ Eropa Siapkan Balasan $113 Miliar:
Jika negosiasi gagal, UE dikabarkan siap mengenakan tarif balasan terhadap produk AS, memperpanjang ketegangan lintas Atlantik.
š Implikasi:
Risiko tarif kini bukan hanya AS-Tiongkok, tapi juga AS-Eropa yang bisa memicu babak baru ketidakpastian global.
3ļøā£ Riyadh Summit: AI dan Janji Investasi Jumbo
š¤ $1 Triliun atau $300 Miliar?
Trump dan MBS mengklaim mega-investasi AS-Arab Saudi, meski angka resminya jauh lebih kecil dari yang digembar-gemborkan.
š» AI Jadi Bintang:
Nvidia dan AMD akan memasok chip ke proyek AI Humain di Saudi. AS juga mempertimbangkan ekspor lebih dari 1 juta chip Nvidia ke UAE.
š Implikasi:
Teknologi menjadi alat diplomasi baru, memperkuat posisi AS di pasar AI global meski ketegangan dagang belum sepenuhnya reda.
4ļøā£ Peluang dan Ketegangan di Asia: Dari China, India-Pakistan, hingga Jepang
š Goldman dan JPMorgan Naikkan Proyeksi China:
Dampak positif gencatan senjata mendorong proyeksi GDP China ke 4.6%-4.8%.
š®š³ India-Pakistan Capai Gencatan Senjata:
Pasar merespons positif, indeks saham kedua negara melonjak.
š Jepang Tegas Soal Industri Otomotif:
PM Ishiba menolak kesepakatan parsial tanpa mencakup tarif mobil, menegaskan posisi negosiasi Jepang.
š Implikasi:
Asia menjadi kunci pertaruhan geopolitik dan pasar, dengan potensi pemulihan yang cepat namun rapuh.
5ļøā£ Teknologi Memanas: Microsoft Pangkas 6.000 Karyawan, Google & Apple Siap Bersaing
š± Google Umumkan Desain Baru Android:
āMaterial 3 Expressiveā siap diluncurkan, menyaingi pembaruan besar iOS yang digadang-gadang oleh Apple.
šŖ Microsoft Pangkas Tenaga Kerja:
6.000 PHK dilakukan untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi.
š Implikasi:
Perang platform dan efisiensi korporasi menjadi penentu dominasi teknologi ke depan, termasuk tantangan dari Huawei HarmonyOS.
Kesimpulan:
Dunia tengah menavigasi ilusi stabilitas yang rapuh. Investor dan pembuat kebijakan harus tetap waspada terhadap dinamika yang berubah cepat di tengah jeda semu perang dagang. Kesempatan dan risiko berjalan beriringan.
Stay realistic. Stay agile. Stay hedge.
HPSekuritas.id
Sumber: Bloomberg, CNBC, Reuters, WSJ
EquiFlash - HPSekuritas.id
Wednesday, 14 Mei 2025
Market Update
š” Investor asing telah memborong saham BRIS senilai Rp 520 miliar dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga saham BRIS sebesar 28,11% dalam sebulan terakhir didorong oleh kinerja keuangan yang positif, terutama pertumbuhan laba bersih 10% YoY.
š” INKP mencatatkan laba bersih US$ 140,11 juta pada kuartal I 2025, meningkat 7,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun laba meningkat, pendapatan INKP justru turun 2,83% menjadi US$ 782,72 juta akibat penurunan pendapatan penjualan neto.
š” ACES mengalami penurunan laba bersih sebesar 31,1% di kuartal I 2025 menjadi Rp 141,60 miliar, meskipun pendapatannya naik 7,2% menjadi Rp 2,14 triliun. Kenaikan biaya operasional (opex) sebesar 24% menjadi Rp 906 miliar, terutama karena kenaikan biaya gaji 38% (Rp 341,40 miliar), menjadi faktor utama penurunan laba.
š” Emiten batu bara menghadapi tantangan penurunan harga batu bara global pada 2025, yang menyebabkan penurunan laba bersih di 1Q25. Namun emiten dengan IUPK seperti AADI, INDY, dan BUMI dinilai memiliki potensi perbaikan kinerja dan pembagian dividen. Mereka menargetkan peningkatan volume produksi dan penjualan, serta berfokus pada ekspansi pasar dan pengembangan infrastruktur.
š” ARTO mencatatkan kinerja keuangan yang sangat baik pada 1Q25, dengan peningkatan laba bersih sebesar 178% YoY menjadi Rp60 miliar dan pertumbuhan kredit sebesar 42% YoY mencapai Rp20,3 triliun. Keberhasilan Bank Jago didorong oleh strategi kolaborasi dengan mitra ekosistem digital seperti GoTo.
š” IHSG akan mencoba menembus level 7.000 berkat sentimen positif dari stabilitas perdagangan global. Para pelaku pasar memperkirakan The Fed tidak akan menurunkan suku bunga hingga September, tetapi mengharapkan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun, dengan sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan memberikan pidato minggu ini, termasuk Gubernur Jerome Powell.
Ā©ļøHenan Sekuritas
HPS Research
Global Economic Focus ā 13 Mei 2025
āReset China, Relief Pharma, dan Euforia Pasar: Dunia Kembali Bernapas?ā
Setelah berminggu-minggu diliputi ketegangan tarif, pasar global akhirnya mendapatkan ruang bernapas. Sentimen risk-on menguat tajam setelah Presiden Donald Trump dan Beijing menyepakati truce 90 hari yang menenangkan pasar, mendorong reli di saham teknologi, penguatan dolar, dan euforia di emerging markets.
1ļøā£ Truce ASāChina: Reset Besar atau Sekadar Jeda?
š Trump Umumkan āTotal Resetā:
Presiden AS mengklaim Beijing menyetujui penghapusan hampir semua hambatan non-moneter dan penurunan tarif secara bertahap dalam 90 hari ke depan. Trump menyebut kemungkinan berbicara langsung dengan Xi Jinping dalam minggu ini.
š¢ Tarif Ditangguhkan, Pasar Euforia:
Kesepakatan ini memicu lonjakan tajam di Nasdaq 100 (+3,5%) dan penguatan dolar, menghidupkan kembali optimisme investor global.
š Implikasi:
Meskipun disebut sebagai āresetā, ketidakpastian jangka panjang tetap ada. Dunia menunggu apakah ini sekadar taktik jeda politik atau benar-benar membuka jalan menuju de-eskalasi permanen.
2ļøā£ Relief di Sektor Farmasi: Trump Luncurkan Regulasi Lunak
š Industri Farmasi Menguat:
Saham-saham farmasi melonjak setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang meminta produsen obat menurunkan harga secara sukarela. Ini dianggap lebih ringan dibanding ancaman regulasi ketat yang dikhawatirkan sebelumnya.
š Implikasi:
Langkah ini menenangkan pasar, namun membuka babak baru dalam negosiasi industri farmasi dengan pemerintah, terutama terkait akses dan harga di pasar domestik dan internasional.
3ļøā£ Apple dan AI: Menyasar Daya Tahan Baterai
š AI untuk Baterai Lebih Hemat:
Apple dikabarkan akan meluncurkan fitur manajemen baterai berbasis AI untuk memperpanjang daya tahan perangkat. Spekulasi juga beredar mengenai potensi kenaikan harga iPhone baru.
š Implikasi:
AI bukan lagi sekadar fiturātapi menjadi nilai jual utama bagi raksasa teknologi. Kenaikan harga perangkat bisa menjadi tantangan di tengah tekanan biaya hidup global.
4ļøā£ Asia di Persimpangan: Nissan, Jepang, dan Filipina
š Nissan Pangkas 20.000 Karyawan:
Restrukturisasi besar-besaran dilakukan di dalam dan luar negeri, memperlihatkan tekanan yang masih menghantui sektor otomotif Jepang.
šÆšµ Jepang Bertahan Soal Tarif Otomotif:
PM Shigeru Ishiba menegaskan Jepang tidak akan menyepakati perjanjian dagang yang mengabaikan isu tarif mobil, menyiapkan negosiasi intensif dengan AS bulan ini.
šµš Sara Duterte Bangkit di Pemilu Filipina:
Kubu Duterte unggul dalam penghitungan awal pemilu Senat, memperbesar peluangnya bertahan dari upaya pemakzulan dan maju di Pilpres 2028.
š Implikasi:
Asia tetap menjadi medan tarik menarik antara kebijakan industrialisasi, ketahanan politik, dan kepentingan dagang global.
5ļøā£ IndiaāPakistan: Bursa Meroket Pasca Gencatan Senjata
ā®ļø Kesepakatan Damai Memicu Euforia:
Setelah berminggu-minggu ketegangan, kedua negara sepakat menghentikan eskalasi militer. Bursa saham melonjak, dengan Pakistan mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 2008.
š Implikasi:
Kawasan Asia Selatan kembali stabil untuk sementara, namun risiko geopolitik tetap mengintai di balik ketegangan yang belum benar-benar selesai.
Kesimpulan:
Setelah badai, pasar menemukan ketenangan sesaat. Namun di balik euforia, dunia masih bergulat dengan pertanyaan besar: akankah ini berlanjut menjadi normalisasi yang nyata, atau sekadar babak baru dalam siklus ketidakpastian global?
Stay rational. Stay strategic. Stay prepared.
HPSekuritas.id
Sumber: Bloomberg, CNBC, Reuters, WSJ
HPS Research
BREAKING NEWS
āTariff Pauseā Between US-China Ignites Risk-On Sentiment
Pasar global menyambut positif kabar bahwa Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif sementara selama 90 hari. China memangkas tarif dari 125% menjadi 10%, sementara AS mengurangi tarif dari 145% menjadi 30%. Meskipun bukan penghapusan penuh, langkah ini dipersepsikan sebagai āde-escalationā yang membawa harapan bahwa perang dagang dua ekonomi terbesar dunia tidak akan berlanjut ke arah yang lebih ekstrem.
Pergerakan pasar mencerminkan respons positif:
⢠Dow Futures naik >1%
⢠S&P 500 Futures naik 1,31%
⢠Nasdaq Futures naik 1,71%
Ini mempertegas sentimen risk-on di pasar global, di mana investor kembali berani mengambil risiko pada aset berisiko.
Namun, di balik optimisme ini, beberapa risiko tetap membayangi :
⢠Inflasi di AS diproyeksi naik ke 4% di akhir tahun menurut Goldman Sachs.
⢠Kinerja ekonomi riil masih tertekan oleh penurunan konsumsi dan arus barang yang terganggu.
⢠Volume impor AS dari China tercatat turun lebih dari 50% di pelabuhan utama seperti Los Angeles.
āø»
Implikasi untuk Pasar Indonesia (IHSG dan Sektoral)
1. Sikap Asing dan Pasar Regional Bisa Menjadi Pemicu Rebound IHSG
IHSG yang akan buka kembali hari Rabu berpotensi mengalami gap up atau penguatan mengikuti euforia global, apalagi bila pasar Asia seperti Nikkei dan Hang Seng juga menguat pada hari sebelumnya. Peluang net buy oleh investor asing kembali terbuka, terutama di saham-saham big caps yang sensitif terhadap sentimen global seperti BBCA, BBRI, TLKM, dan ASII.
2. Sektor Komoditas dan Ekspor Bisa Mendapatkan Angin Segar
Sektor yang selama ini sensitif terhadap pelemahan global seperti:
⢠Batubara
⢠Emas dan Logam Mulia
dapat kembali mencatat penguatan, didorong oleh harapan stabilisasi permintaan global dan potensi penurunan tekanan harga komoditas.
3. Sentimen Konsumen dan Inflasi Domestik
Pelemahan global sebelumnya telah menekan daya beli di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan meredanya ketegangan, risiko inflasi impor (misalnya dari barang elektronik, otomotif, dan makanan olahan) dapat sedikit menurun. Ini memberikan ruang bagi sektor consumer goods untuk menstabilkan margin dan volume penjualan.
āø»
Strategi dan Rekomendasi
1. Pantau Pembukaan Pasar Asia Selasa Pagi
Jika Nikkei, Hang Seng, dan Kospi melanjutkan reli, IHSG berpotensi mengikutinya saat buka Rabu.
2. Overweight Sektor Komoditas dan Big Caps Bank
Rekomendasi short-term buy untuk saham batubara, emas, dan perbankan besar.
3. Cermati Respons Investor Asing
Pergerakan net buy/sell asing di sesi awal akan menjadi konfirmasi kekuatan rebound IHSG.
4. Waspada Volatilitas Pasca Rebound
Mengingat ini adalah sentimen sementara, koreksi teknikal bisa terjadi setelah reli 1-2 hari.
āø»
Kesimpulan
Kabar penurunan tarif sementara AS-China menjadi katalis kuat untuk memulai pekan ini dengan sentimen positif. Namun, perlu diingat bahwa kebijakan ini hanya berlaku selama 90 hari, sehingga pasar berpotensi tetap volatile menunggu kepastian jangka panjang. IHSG berpeluang menguat saat pembukaan Rabu, dengan sektor komoditas dan perbankan menjadi yang paling diuntungkan.
Stay updated. Stay aware. Stay hedged
HPSekuritas.id
Kesimpulan:
Dunia sedang bergeserābaik dalam dominasi teknologi, strategi perdagangan, maupun keseimbangan geopolitik. Di tengah peralihan kekuatan dan potensi konflik, strategi global butuh kewaspadaan ekstra dan ketahanan struktural.
Stay hedged. Stay alert. Stay decentralized.
HPSekuritas.id
Source: Bloomberg, Reuters, CNBC
HPS Research
Global Economic Focus ā 08 Mei 2025
āAI, Tariffs, and a World on Edgeā
Di tengah perubahan lanskap teknologi dan ketegangan geopolitik yang terus meningkat, dunia memasuki babak baru. Perang dagang belum menunjukkan tanda mereda, kecerdasan buatan menjadi medan pertarungan berikutnya, dan risiko konflik terbuka mengintai dari Asia Selatan hingga Pasifik Barat.
āæ” Apple vs. Google: Perang Mesin Pencari Dimulai
š Safari AI Search is Coming
Apple sedang menyiapkan revolusi dalam browser Safari-nya, dengan fokus ke mesin pencari berbasis AIāberpotensi mengakhiri dominasi Google. Kemitraan bersejarah antara dua raksasa teknologi itu terancam usai gugatan monopoli.
š Dampak Pasar Langsung
Saham Alphabet anjlok tajam akibat kabar ini, membuka kemungkinan transformasi struktural dalam industri pencarian digital global.
š Implikasi:
Potensi pergeseran miliaran dolar dalam pangsa iklan pencarian, serta percepatan kompetisi antar platform AI-native.
⿢ Trump Tekan China, Fed Tahan Diri
š¼ Tarif Tetap, Aturan Baru Disiapkan
Presiden Trump kembali menegaskan enggan menurunkan tarif lebih dulu untuk memulai negosiasi dengan Beijing. Sementara itu, White House dikabarkan akan menghapus aturan chip AI era Biden dan menyiapkan batasan baru atas investasi keluar ke China.
šµ The Fed Tetap Sabar
Federal Reserve menahan suku bunga, meski Trump terus mendesak penurunan. Jerome Powell mengatakan ekonomi masih solid dan tidak perlu terburu-buru mengambil langkah moneter.
š Implikasi:
Stabilitas sementara, tapi tekanan politik terhadap bank sentral dan ketidakpastian perdagangan tetap menjadi ancaman latar jangka pendek.
⿣ Perdagangan Pecah Jalur: Tarik Ulur GM dan Ford
š GM Jadi Korban Terbesar Tarif Baru
Sekitar 50% penjualan GM di AS berasal dari mobil rakitan luar negeriābahkan lebih banyak dari Toyota. Tarif baru diproyeksikan memangkas EBIT 2025 hingga 20%.
š Ford Naikkan Harga Mobil Rakitan Meksiko
Ford menghadapi beban tarif $2.5 miliar dan sudah menaikkan harga model Maverick, Bronco Sport, dan Mach-E hingga $2.000.
š Implikasi:
Perubahan harga di showroom mulai terasa. Konsumen akan membayar lebih mahal, sementara produsen menyesuaikan strategi suplai global mereka.
⿤ IndiaāPakistan: Langkah ke Ambang Perang
š§Ø Serangan Balasan Dimulai
India menyatakan telah menyerang ākamp terorisā di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai, menanggapi serangan militan bulan lalu. Pakistan mengklaim 31 warga sipil tewas dan menembak jatuh lima jet India.
š Risiko Eskalasi Regional
Ketegangan dua negara bersenjata nuklir ini memperbesar risiko regional, dengan potensi dampak langsung ke pasar modal Asia Selatan dan rantai pasok global.
š Implikasi:
Ancaman konflik terbuka bisa menekan Mumbai sebagai pusat keuangan Asia yang sedang naik daun, serta memperlebar ketidakpastian di emerging markets.
āæ„ China Longgarkan Kebijakan, ASāChina Akan Bertemu
š¦ Stimulus Diluncurkan Sebelum Pertemuan
Bank Sentral China memangkas reverse repo rate ke 1.4% dan RRR sebesar 50 bps minggu depan, menjelang negosiasi dagang pertama sejak Trump menetapkan tarif 145%.
š¢ Pengiriman Terputus, Tarif Terus Menggerus
Operator kapal Hapag-Lloyd telah membatalkan 30% pelayaran ChinaāAS, menandakan fragmentasi lebih jauh dalam rantai pasok global.
š Implikasi:
Kombinasi pelonggaran moneter dan ketegangan dagang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi China masih sangat rapuh dan tergantung pada hasil pertemuan akhir pekan ini.
⿦ Valuta Asia Bergejolak: Taiwan dan China Jaga Stabilitas
š± Taiwan Dollar Melejit 6.2%
Penguatan tajam mendorong regulator bertemu dengan institusi keuangan besar guna mengantisipasi tekanan pada investasi obligasi AS.
š China Pertahankan Pegangan
PBoC menahan penguatan yuan dengan menstabilkan kurs referensi harian, mencoba meredam gejolak pasca libur panjang.
š Implikasi:
Volatilitas mata uang memicu pertanyaan ulang terhadap model ekonomi ekspor Asia dan mempercepat tekanan untuk mendorong konsumsi domestik.
EquiFlash - HPSekuritas.id
Thursday, 08 Mei 2025
Market Update
š” Mayoritas emiten konsumer dan ritel milik Grup Salim menunjukkan kinerja positif pada kuartal I-2025, dengan ICBP, INDF, dan DNET mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan yang signifikan. Kinerja positif emiten Grup Salim didorong oleh permintaan produk makanan pokok yang stabil dan efisiensi operasional.
š” MEDC akan melakukan tender offer senilai US$ 661,03 juta (sekitar Rp 10,84 triliun) untuk surat utang yang diterbitkan oleh anak usahanya, Medco Oak Tree dan Medco Bell. Tender offer ini bertujuan untuk membeli seluruh jumlah terutang atas 7,375% Surat Utang Senior jatuh tempo 2026 dan 6,375% Surat Utang Senior jatuh tempo 2027.
š” KLBF mencatatkan laba bersih Rp 1,07 triliun di kuartal pertama 2025, meningkat 12,44% yoy. Pendapatan bersih juga tumbuh 5,76% yoy menjadi Rp 8,84 triliun, didorong oleh peningkatan permintaan di segmen obat resep, produk kesehatan, dan distribusi. KLBF mempertahankan proyeksi pertumbuhan penjualan dan laba bersih 8%-10% di tahun 2025, serta kebijakan dividen 45%-55% dari laba bersih.
š” BREN mencatatkan pertumbuhan positif, didorong oleh beroperasinya proyek-proyek EBT mereka dan efisiensi operasional. BREN menorehkan kenaikan pendapatan 3,5% yoy menjadi US$ 150 juta dan laba bersih tumbuh 18,7% yoy menjadi US$ 34 juta, didorong oleh portofolio energi panas bumi dan angin yang mulai beroperasi penuh.
š” ITMG telah membagikan dividen final sebesar US$ 153 juta (Rp 2.245 per saham) untuk tahun buku 2024 pada tanggal 7 Mei 2025, sehingga total dividen yang dibagikan mencapai US$ 243 juta atau 65% dari laba bersih tahun 2024.
Dividend yield ITMG dinilai menarik oleh beberapa analis, dengan perhitungan sekitar 9,05% berdasarkan harga saham cum date pada 17 April 2025 dan total yield sekitar 14% jika dihitung dari total dividen tahun buku 2024.
š” IHSG ditutup menguat 0,41% pada Rabu (7/5) dan berpotensi melanjutkan penguatan pada Kamis (8/5), meskipun terbentuk pola shooting star dan indikator stochastic menunjukkan kondisi overbought. Pasar merespon positif rencana pertemuan AS-China yang diharapkan meredakan ketegangan, serta menantikan keputusan The Fed terkait suku bunga acuan yang diperkirakan tetap di 4,5%.
©Henan Sekuritas
HPS Research
Global Economic Focus ā 6 Mei 2025
āTariff Waves, Tech Rumbles, and Trade Riftsā
Ketika investor berusaha membaca arah baru ekonomi dunia, beberapa sinyal saling bertabrakan: AI mencetak rekor, konsumsi tertekan oleh tarif, dan ketegangan geopolitik meningkat dari Kashmir hingga Laut Tiongkok Selatan. Di tengah lonjakan nilai tukar Taiwan dan penurunan harga minyak global, pasar menghadapi risiko struktural baru yang tak bisa dikesampingkan begitu saja.
āæ” AI Menanjak, Tapi Ekspetasi Lebih Tinggi
š» Palantir unggul, tapi hasilnya tak memuaskan Wall Street:
Palantir mencatat lonjakan permintaan AI yang digambarkan sebagai āravenous whirlwind,ā dengan kenaikan proyeksi pendapatan tahunan. Namun, euforia pasar tidak terwujud penuhāhasil kuartalan tetap di bawah ekspektasi analis.
š Ford terdampak tarif:
Ford menangguhkan panduan keuangan 2025 dan memperkirakan kerugian $1,5 miliar akibat tarif Trump terhadap komponen dari Tiongkok. Ini menunjukkan bagaimana proteksionisme langsung menghantam bottom line sektor industri.
š Implikasi:
Kenaikan saham AI tak bisa menutupi kerentanan struktural pada sektor manufaktur yang sangat terpapar rantai pasok global.
⿢ India Tawarkan Nol Tarif, AS Tolak Jepang
š India bergerak agresif dalam diplomasi dagang:
New Delhi mengusulkan tarif nol untuk baja, suku cadang otomotif, dan farmasi dalam skema resiprokal dengan ASābagian dari strategi mempercepat perjanjian bilateral.
šÆšµ AS tolak permintaan Jepang untuk pembebasan penuh:
Washington menolak permintaan Jepang untuk pengecualian total, tapi membuka kemungkinan penurunan tarif spesifik negara dari 14%.
š Implikasi:
Tanda-tanda bahwa AS mulai menggunakan pendekatan selektif dan strategis terhadap negara mitra, sambil mempertahankan tekanan penuh terhadap Tiongkok.
⿣ Perang Tarif & Efek Domino Logistik
š¢ Flexport jadi contoh nyata dampak tarif:
CEO Flexport Ryan Petersen menyebut kapal Matson Waikiki yang meninggalkan Shanghai pada 9 April sebagai kapal pertama yang terdampak langsung tarif 145%. Dampaknya: volume kapal dari China makin jarang dan makin ringan.
š Stok mobil menipis, pasar bersiap slowdown:
Inventaris mobil baru di AS anjlok 24% YoY. Ketika stok lama habis, penjualan akan melambat, dan efek ekonomi akan lebih terasa.
š Implikasi:
Siklus konsumsi akan terganggu, margin tertekan, dan ketidakpastian ekspor-import bisa memicu gelombang PHK lanjutan di sektor transportasi dan manufaktur.
⿤ Warren Buffett Pensiun, Pasar Cemas
š¦ Buffett siapkan tongkat estafet:
Warren Buffett mengumumkan pengunduran diri pada akhir 2025. Greg Abel ditunjuk sebagai suksesor. Meskipun keputusan ini sudah lama dinantikan, pasar tetap menanggapi dengan penurunan saham Berkshire >2%.
š Sinyal konservatif untuk pasar modal:
Bersamaan dengan data GDP AS yang melemah akibat lonjakan impor pra-tarif, kekhawatiran resesi makin menebal.
š Implikasi:
Transisi kepemimpinan di institusi besar seperti Berkshire memperkuat narasi bahwa era stabilitas jangka panjang mulai menurun.
āæ„ Dolar Melemah, Minyak Jatuh, Taiwan Menguat
š± Dolar melemah di tengah spike Taiwan dollar:
Mata uang Taiwan melonjak tajam hingga memicu peringatan dari bank sentralnya. Investor āshell-shockedā oleh volatilitas FX di Asia Timur.
š¢ Harga minyak jatuh pasca OPEC+ naikkan produksi:
Harga Brent anjlok ke $60,05 setelah rencana OPEC+ menaikkan produksi hingga 411.000 barel/hari. Saudi dan Rusia memimpin langkah ini.
š Implikasi:
Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas menambah tekanan pada negara eksportir energi dan memperbesar risiko disinflasi global.
Kesimpulan:
Saat ekonomi global bergerak ke fase yang lebih kompleks, sentimen pasar kini tidak lagi hanya tergantung pada dataātapi juga pada bagaimana aktor negara dan korporasi besar bersikap terhadap realitas baru proteksionisme dan disrupsi geopolitik.
Stay aware. Stay critical. Stay ahead.
HPSekuritas.id
Sumber: Bloomberg, Reuters, WSJ, CNBC, Investing.com
EquiFlash - HPSekuritas.id
Tuesday, 06 Mei 2025
Market Update
š” BEI akan segera mengimplementasikan pembukaan kembali kode broker dan domisili pada akhir sesi perdagangan pertama, meskipun masih dalam tahap pengembangan sistem. Pembukaan kode ini tidak akan dilakukan secara real-time; data akan dikirim saat jeda sesi pertama, dan untuk sementara hanya data domisili yang tersedia.
š” Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, akan mengunjungi Hong Kong pada 8 Mei 2025 untuk menjelaskan kondisi pasar saham Indonesia kepada investor asing dan memulihkan kepercayaan mereka. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap arus dana asing yang tercatat jual neto sebesar Rp 49,56 triliun di pasar saham dan Rp 12,05 triliun di SRBI hingga 30 April 2025.
š” SIDO membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2024 sebagai dividen tunai kepada pemegang saham, meskipun laba bersih 1Q25 turun 40,4%. SIDO tetap mampu menjaga margin keuntungan di tengah tekanan profitabilitas sektor kesehatan yang disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum stabil dan minimnya dukungan regulasi pemerintah.
š” INET melalui anak perusahaannya PT Pusat Fiber Indonesia, telah menandatangani perjanjian Indefeasible Right of Use dengan PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) untuk memanfaatkan Sistem Komunikasi Kabel Laut milik Triasmitra Group yang menghubungkan Jakarta dan Singapura. Total investasi proyek ini, termasuk pengadaan perangkat, mencapai US$ 20 juta, dengan proyeksi peningkatan pendapatan INET sebesar Rp 156 miliar pada 2026 dan Rp 250 miliar pada 2027.
š” Arus masuk investasi asing ke SBN Indonesia mencapai Rp 24,4 triliun hingga 28 April 2025. Investor asing lebih menyukai SBN dengan tenor pendek (0-1 tahun), mencapai Rp 26,13 triliun pada bulan April, karena potensi keuntungan dari volatilitas jangka pendek. Sebaliknya, tenor yang lebih panjang justru mengalami penjualan neto oleh investor asing.
š” IHSG berpotensi akan melemah pada Selasa (6/5) karena potensi profit taking dan rilis data pertumbuhan ekonomi yang di bawah ekspektasi. Pelemahan indeks dolar AS dan kenaikan harga emas hingga US$ 3.300 bisa menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ketidakpastian pasar juga meningkat karena belum tercapainya kesepakatan antara China dan Amerika Serikat.
©Henan Sekuritas
HPS Research
Global Economic Focus - 5 Mei 2025
"Deadlock and Dissonance: Trade, Tariffs, and a World on Edge"
Seiring berakhirnya masa tenggang 90 hari untuk banyak negara kecuali Tiongkok, dunia kembali menatap Washington dan Beijing. Namun bukan awal dari negosiasi yang terjadi, melainkan sikap saling menunggu dan saling menyalahkan. Di tengah tekanan rantai pasok, kontraksi manufaktur Asia, dan reshuffling kebijakan fiskal AS, peta perdagangan global kian kabur.
1ļøā£ Tiongkok: "Kami Tunggu Sinyal Nyata dari AS"
š°š· Beijing merespons dingin pendekatan AS:
Tiongkok menyatakan bahwa negosiasi hanya bisa dimulai jika AS menghapus tarif secara sepihak. Kementerian Perdagangan menilai bahwa mempertahankan tarif sama saja dengan menunjukkan "ketiadaan niat baik" dari pihak Washington.
š¹ Apple & Amazon Jadi Korban Awal:
Penjualan Apple di Tiongkok turun lebih besar dari perkiraan dan Amazon memperkirakan tekanan belanja konsumen di kuartal ini. Bahkan produsen seperti Ford dan Tesla pun terkena imbas tarif impor atas mesin dan peralatan dari Tiongkok.
š¹ Implikasi:
Negosiasi macet, kepercayaan runtuh, dan dunia menghadapi pemisahan ekonomi yang lebih dalam.
2ļøā£ Tarif Kian Nyata di Kantong Konsumen AS
š« Tarif De Minimis Dicabut:
Per 5 Mei, pembebasan bea untuk paket kecil di bawah $800 dari Tiongkok resmi dihapus. Produk murah dari Temu, Shein, dan ribuan penjual independen kini jadi lebih mahal.
š Trump Akui Konsekuensi:
Presiden Trump mengatakan bahwa konsumen harus "pilih dua boneka dari 30", menandai pergeseran narasi dari anti-Tiongkok ke rasionalisasi pengorbanan.
š¹ Implikasi:
Pukulan bagi e-commerce dan inflasi barang rumah tangga bisa kembali naik.
3ļøā£ Manufaktur Asia Mengkerut, Rantai Pasok Menyesuaikan
š PMI Jatuh di Asia Timur:
S&P Global menunjukkan aktivitas manufaktur turun di Korea Selatan, Taiwan, dan sebagian besar ASEAN. Ketidakpastian tarif menunda pesanan dan mengganggu jadwal produksi.
š°š· Tiongkok Pertimbangkan Stimulus:
Pejabat mulai mendorong kebijakan untuk menyelamatkan ekspor dan konsumsi domestik, termasuk pembiayaan murah dan subsidi industri.
š¹ Implikasi:
Kebijakan fiskal dan moneter akan kembali jadi instrumen utama menahan guncangan tarif.
4ļøā£ AS Siapkan Budget 2026: Pangkas Domestik, Naikkan Militer
šŖ Trump Ajukan Pemotongan $163 Miliar:
Anggaran 2026 mengusulkan pengurangan belanja non-pertahanan sebesar 23%, tapi menaikkan anggaran militer menjadi $1 triliun.
š Keseimbangan Strategis Baru:
Dengan meningkatnya ketegangan global, AS mengalihkan fokus ke aliansi militer, bukan lagi perdagangan bebas.
š¹ Implikasi:
Risiko geopolitik meningkat, dan prioritas fiskal AS bisa memperpanjang stagnasi sektor sipil.
5ļøā£ Kawasan Asia Tenggara di Persimpangan
š»š³ Vietnam Terjebak Dua Blok:
Peringatan 50 tahun reunifikasi diwarnai kecemasan: AS akan kenakan tarif 46%, sementara Tiongkok memperdalam pengaruh. Vietnam merasa "dijepit".
šµš° Filipina dan Laut Cina Selatan:
Klaim Beijing atas terumbu karang kembali menimbulkan ketegangan. Tuduhan intervensi Tiongkok dalam pemilu juga muncul.
š¹ Implikasi:
Negara-negara kecil harus menavigasi ulang diplomasi dan rantai pasok dalam lanskap baru Indo-Pasifik.
š Kesimpulan
Perang tarif telah masuk babak baru: dari strategi menjadi realita ekonomi. Konsumen kini membayar harga, industri tertekan, dan diplomasi internasional makin tak menentu. Jika deglobalisasi semakin menguat, dunia mungkin tidak hanya bicara soal dua kutub kekuatanātapi juga dua sistem ekonomi yang benar-benar terpisah.
Stay alert. Stay multipolar. Stay adaptive.
HPSekuritas.id
Source : Bloomberg, Reuters, CNN
EquiFlash - HPSekuritas.id
Monday, 05 Mei 2025
Market Update
š” MIKA berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada 1Q25, ditandai dengan peningkatan laba bersih sebesar 6,51% menjadi Rp 332,24 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih tersebut menunjukkan efisiensi operasional yang baik.
š” Emiten Grup Adaro, mengalami penurunan kinerja signifikan pada 1Q25, ditandai dengan penurunan pendapatan dan laba bersih yang cukup drastis.
āŖļø ADRO mencatat penurunan pendapatan 22,33% YoY ā US$ 381,62 juta dan laba bersih turun 79,51% YoY ā US$ 76,70 juta.
āŖļø ADMR mengalami penurunan pendapatan 27,17% YoY ā US$ 199,94 juta dan laba bersih terkoreksi 43,60% YoY ā US$ 65,45 juta.
āŖļø AADI menunjukan penurunan pendapatan 11,45% YoY ā US$ 1,16 miliar dan laba bersih turun 29,19% YoY ā US$ 196 juta.
š” TPIA menunjukkan ekspansi bisnis yang agresif di sektor petrokimia dan infrastruktur sepanjang tahun 2025. Salah satu langkah signifikan adalah penyelesaian akuisisi di Shell Energy and Chemicals Park, yang kini bernama Aster Chemicals and Energy (Aster), Ekspansi ini diprediksi akan memberikan dampak positif bagi profitabilitas jangka panjang TPIA dengan membuka akses ke proyek-proyek strategis dan memperkuat posisi perusahaan di pasar global.
š” JSMR berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 927,49 miliar pada 1Q25, meningkat 49,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 6,78% (YoY) ā Rp 6,45 triliun, yang terutama berasal dari pendapatan jalan tol (Rp 4,25 triliun), disusul pendapatan usaha lainnya dan pendapatan konstruksi.
š” Pada 1Q25, laba bersih ASII turun 7,12% YoY menjadi Rp6,93 triliun, sementara laba bersih IMAS anjlok 64,11% YoY menjadi Rp5,26 miliar, dipengaruhi oleh penurunan penjualan otomotif domestik. Penjualan mobil wholesales turun 4,7% YoY menjadi 205.160 unit di 1Q25, sementara penjualan ritel susut 8,9% YoY menjadi 210.483 unit, menunjukkan pelemahan pasar otomotif nasional yang berdampak pada kinerja ASII dan IMAS.
š” IHSG ditutup pada level 6.815,73 pada Jumat (2/5), meningkat 0,72% atau 48 poin, dan diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada Senin (5/5) didorong oleh beberapa sentimen positif. Didukung oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan dirilis pada Senin (5/5) serta meredanya tensi perang dagang global.
©Henan Sekuritas
Ekuitas AS sedang rally, tetapi tekanan dari tarif, politik luar negeri, dan restrukturisasi teknologi global menimbulkan risiko struktural. Sementara Tiongkok membangun benteng domestik dan menyebar diplomasi, investor mulai mengutamakan fleksibilitas dan manajemen risiko.
Stay flexible. Stay liquid. Stay informed.
HPSekuritas.id
Source : Bloomberg
