en
Feedback
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Official

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Official

Open in Telegram

Layanan Investasi Saham, Reksa Dana, dan Obligasi dari PT BRI Danareksa Sekuritas Download BRIGHTS sekarang! Call: 1500 688, WA: (+62) 8585-1500-688 https://bit.ly/BukaRekeningNOW https://linktr.ee/brids

Show more
9 057
Subscribers
+1724 hours
+377 days
+5630 days
Posts Archive
Minyak Naik, IHSG Malah Tertahan di 6.700 SAPA MENTARI – 10 September 2026 Global Market Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,77% ke level 52.380,66. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,48% ke 7.636,36 dan Nasdaq Composite melemah -0,64% menjadi 26.253,34. IHSG Review IHSG hari ini ditutup terkoreksi tipis 0,12% ke level 6.678. Secara teknikal, pelemahan lebih disebabkan oleh rejection di level psikologis 6.700 dan aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya. Sentimen eksternal masih mixed, terutama dari eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak, sementara penguatan sejumlah komoditas seperti coal dan copper masih menjadi katalis positif bagi saham berbasis komoditas. Dari domestik, sentimen cukup terbantu oleh kenaikan consumer confidence Indonesia ke 118,5 pada Agustus. Kami memproyeksikan IHSG masih cenderung konsolidasi di kisaran 6.600–6.720. Support terdekat berada di 6.600, sementara resistance di 6.700. Selama 6.600 masih bertahan, peluang IHSG untuk kembali menguji 6.700 masih terbuka. Sentimen akan banyak dipengaruhi perkembangan Timur Tengah dan pergerakan harga komoditas, khususnya minyak dan coal. Investor juga akan mencermati data Retail Sales Indonesia Juli yang diperkirakan -3,3% YoY, serta data US PPI dan CPI pekan ini yang akan menjadi perhatian terkait ekspektasi arah suku bunga The Fed. Stock Pick : TOWR, PTBA, ANTM Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari

Minyak & Tembaga Menguat, IHSG Siap Lanjut Rally? SAPA MENTARI - 9 SEPTEMBER 2026 Global Market Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -1,18% ke level 52.786,07. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,58% ke 7.673,52 dan Nasdaq Composite melemah -0,32% menjadi 26.421,41. IHSG Review IHSG menguat 1,01% ke 6.686,44, didukung penguatan big caps serta sektor basic materials dan consumer non-cyclicals. Sentimen membaik seiring meredanya kekhawatiran erupsi Gunung Anak Krakatau setelah sejumlah bandara kembali beroperasi, sementara penguatan tembaga, minyak, dan batubara turut menopang saham berbasis komoditas. Secara teknikal, IHSG kembali mendekati resistance 6.700 dengan momentum yang masih positif. Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguji dan berkonsolidasi di area 6.600–6.700. Breakout 6.700 membuka peluang menuju 6.755, sementara 6.600 menjadi support terdekat. Katalis berikutnya mencakup CPI AS 11 September dengan konsensus headline 3,4% YoY dan core 2,4% YoY, serta pergerakan komoditas di tengah konflik Timur Tengah. Harga minyak yang kembali mendekati US$100/barel berpotensi menopang saham energi, sementara tembaga yang mencetak rekor US$14.533/ton mendukung saham metal. Di domestik, normalisasi penerbangan pasca erupsi Anak Krakatau, setelah hampir 3.000 penerbangan terdampak, menjadi katalis positif, meski risiko gangguan lanjutan tetap perlu dicermati. Stock Pick : MBMA, LSIP, ERAA Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari

IHSG di 6.600, Siap Breakout atau Malah Tertekan? SAPA MENTARI - 8 SEPTEMBER 2026 Global Market Sehubungan dengan peringatan Labor Day, US Market akan ditutup pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Perdagangan US Market akan kembali dibuka pada Selasa, 8 September 2026. IHSG Review IHSG melemah 0,25% ke 6.619,67, melanjutkan konsolidasi setelah reli pekan sebelumnya. Tekanan berasal dari BBCA, BBRI, dan BMRI, sementara sektor kesehatan dan energi masih menjadi penopang. Sentimen domestik relatif positif dari kenaikan cadangan devisa menjadi US$146,5 miliar, meski perkembangan erupsi dan bencana masih menjadi perhatian sektoral. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD positif, namun momentum mulai melandai. Kami memperkirakan IHSG konsolidasi di kisaran 6.600–6.700, dengan 6.600 sebagai support dan 6.700 sebagai resistance. Breakout 6.700 membuka peluang penguatan lanjutan, sementara break 6.600 berisiko menuju 6.475–6.375. Katalis utama pekan ini adalah CPI AS pada 11 September, dengan konsensus headline 3,4% YoY dan core 2,4% YoY. Data inflasi akan menjadi penentu ekspektasi kebijakan The Fed setelah data tenaga kerja AS yang relatif solid, sehingga CPI di atas ekspektasi berpotensi menekan IHSG, sementara hasil yang lebih rendah dapat kembali meningkatkan risk appetite. Stock Pick : IMPC, TINS, KOTA Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari

CPI AS Jadi Tiebreaker, Ke Mana Arah IHSG? SAPA MENTARI - 7 SEPTEMBER 2026 Global Market Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,51% ke level 53.414,25. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,38% ke 7.718,60 dan Nasdaq Composite melemah -0,29% menjadi 26.506,99. IHSG Review IHSG naik 1,82% sepekan ke 6.636, sejalan dengan net foreign buy Rp2,30 triliun, lebih dari 8x pekan sebelumnya. Penguatan terutama ditopang akumulasi big banks, namun indeks mulai menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan level 6.700 dan terkoreksi 0,47% pada Jumat. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish di atas MA20 dengan MACD positif, namun momentum mulai melandai setelah gagal mempertahankan area 6.700. Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi di rentang 6.600–6.700, dengan 6.700 sebagai resistance dan 6.600 sebagai support. Katalis utama pekan ini adalah CPI AS 11 September, dengan konsensus headline 3,4% YoY dan core 2,4% YoY. Setelah NFP yang jauh lebih kuat dari ekspektasi dan peluang Fed hike September kembali sekitar 60%, CPI menjadi tiebreaker: inflasi di atas konsensus berpotensi mendorong UST yield & DXY lebih tinggi dan menekan IHSG, sementara CPI yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi hike dan kembali menopang risk appetite. Stock Pick : CUAN, TINS, INET Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari

Horas, Briders & Insan BRILiaN! Buat kamu yang belum sempat hadir langsung di BRI Consumer Expo 2026 Medan, sekarang kamu bis
Horas, Briders & Insan BRILiaN! Buat kamu yang belum sempat hadir langsung di BRI Consumer Expo 2026 Medan, sekarang kamu bisa menyaksikan kembali keseruan Roadshow Eduvest Medan bersama tim BRI Danareksa Sekuritas dan Danapati Asset Management! πŸŽ™οΈ Bersama: - Chory Agung Ramdhani – Head Department of Customer Engagement & Market Analyst BRIDS - Reza Diofanda – Technical Analyst BRIDS - Effendi Hasim β€” Chief Investment Officer Danapati Asset Management 🎁 Menangkan Special Rewards: BRIZZI | Voucher Kopi Merch Eksklusif | Saldo RDN Penasaran dengan insight dan pembahasannya? Yuk, nonton livestream-nya sekarang di YouTube BRI Danareksa Sekuritas! πŸ‘‡ 🎬 bit.ly/RoadshowEduMedan Jangan sampai ketinggalan insight investasinya! πŸš€

Big Caps & Foreign Buy Dorong IHSG, Lanjut Rally? SAPA MENTARI - 4 SEPTEMBER 2026 Global Market Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +1,18% ke level 53.686,11. Sementara itu, S&P 500 menguat +1,06% ke 7.747,71 dan Nasdaq Composite menguat +1,40% menjadi 26.584,06. IHSG Review IHSG menguat 1,09% ke level 6.667,89, ditopang derasnya net foreign buy Rp1,07 triliun serta penguatan saham big caps seperti BBCA, ASII, BMRI, AMMN, CPIN, dan BBRI. Penguatan juga sejalan dengan apresiasi Rupiah ke Rp17.660/US$, sementara hampir seluruh sektor bergerak positif. Secara teknikal, IHSG breakout resistance 6.650 dan ditutup di 6.668, mengonfirmasi momentum bullish dengan MACD tetap positif. Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat. Namun, posisi yang sudah relatif tinggi membuka peluang profit taking jangka pendek. Katalis selanjutnya akan berasal dari data tenaga kerja AS, dengan NFP dan unemployment rate Agustus yang dijadwalkan rilis Jumat (4/9). Data tersebut menjadi penting bagi ekspektasi arah kebijakan The Fed; data tenaga kerja yang lebih lemah dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran, sementara data yang solid berpotensi mempertahankan stance hawkish. Stock Pick : BBCA, LSIP, ARCI Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari

IHSG Konsolidasi di 6.600, Siap Uji 6.650? SAPA MENTARI - 3 SEPTEMBER 2026 Global Market Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,56% ke level 53.061,95. Sementara itu, S&P 500 menguat +0,46% ke 7.666,60 dan Nasdaq Composite menguat +0,45% menjadi 26.217,83. IHSG Review IHSG pada perdagangan Rabu (2/9) ditutup turun tipis 0,06% ke level 6.595,78, mencerminkan konsolidasi setelah penguatan sebelumnya. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI masih menjadi penopang indeks, sementara nilai transaksi tercatat sekitar Rp16,82 triliun. Di sisi domestik, pasar juga merespons resminya Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami pullback setelah mendekati area resistance. Support berada di 6.500–6.550, sedangkan resistance di 6.650–6.799. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, struktur bullish jangka pendek masih terjaga dan peluang untuk kembali menguji area resistance tetap terbuka. Katalis selanjutnya akan berasal dari kenaikan harga komoditas, terutama Brent di atas US$94/barel dan CPO sekitar MYR4.950/ton, yang berpotensi menopang saham sektor energi dan CPO. Di sisi global, pasar juga menanti NFP dan unemployment rate AS pada 4 September, sebagai indikator penting bagi arah kebijakan The Fed dan pergerakan yield US Treasury. Stock Pick : BULL, JARR, CUAN Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari

SAPA MENTARI - 2 SEPTEMBER 2026 Global Market Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,79% ke level 52.766,88. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,71% ke 7.631,47 dan Nasdaq Composite melemah -1,03% menjadi 26.099,77. IHSG Review IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,94 pada perdagangan Selasa (1/9), setelah bergerak di rentang 6.535–6.608. Penguatan terutama ditopang saham perbankan, dengan BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi kontributor utama. Penguatan juga didukung net buy asing Rp1,76 triliun di pasar reguler, meski Rupiah masih berada di bawah tekanan di Rp17.744/US$. Kami memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan resistance di 6.650. Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas MA20 di 6.416 dan mempertahankan struktur uptrend. Jika mampu breakout dan bertahan di atas 6.650, momentum penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.665–6.732. Katalis selanjutnya akan berfokus pada keberlanjutan foreign inflow, terutama setelah investor asing mencatat net buy Rp1,76 triliun di pasar reguler pada perdagangan terakhir, dengan perhatian pada akumulasi saham-saham big caps seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati perkembangan AS–Iran serta meningkatnya kembali ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish, yang dapat menjaga volatilitas Rupiah dan pasar global. Stock Pick : BMRI, ASII, CUAN Full Report : https://www.brights.id/id/riset-dan-berita/sapa-mentari