en
Feedback
Geo bener-bener tertekan

Geo bener-bener tertekan

Open in Telegram

Geovhian Uparengga Pejuang gelar S.Psi. Semester 6 Psikologi

Show more
1 339
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Jadi orang gak boleh gak enakan

🚺SEXUAL DYSFUNCTION (FEMALE) 🚺 👩🏻1. Female Sexual Interest/Arousal Disorder👩🏻 Gangguan disfungsi seksual pada perempuan ini menyebabkan individu mengalami penurunan gairah seksual, tidak menikmati kesenangan atau kenikmatan saat berhubungan seksual, serta kesulitan untuk mempertahankan gairah seksual pada saat berhubungan intim. Penyebab dari gangguan ini dapat dikarenakan menurunnya kadar testosteron pada tubuh, efek samping obat antidepresan, adanya rasa cemas dan kurangnya ikatan emosional, serta pernah mengalami pemerkosaan. Pengobatan gangguan ini dapat melalui terapi seks, terapi latihan fokus sensasi, atau dengan penggunaan pelumas vagina. 👩🏻2. Genito-Pelvic Pain/Penetration Disorder👩🏻 Gangguan disfungsi seksual pada perempuan ini ditandai dengan individu yang mengalami rasa nyeri fisik secara terus menerus ketika berhubungan seksual. Gangguan ini lebih cenderung disebabkan oleh faktor seperti peradangan pada vagina dibandingkan dengan faktor psikologis. Penyebab dari gangguan ini berupa infeksi akut pada vagina, peradangan vagina, bekas luka akibat sobeknya selaput vagina, dan faktor psikologis seperti kurangnya gairah seksual. Pengobatan gangguan ini dapat melalui tetapi kognitif perilaku (CBT), atau operasi pengangkatan ruang depan vulva vagina. 👩🏻3. Female Orgasmic Disorder👩🏻 Gangguan disfungsi seksual pada perempuan ini ditandai dengan kesulitan untuk orgasme/ kesulitan untuk mencapai klimaks padahal rangsangan seksualnya sudah sangat cukup. Individu dengan gangguan ini menikmati dan bergairah saat berhubungan seksual, namun sangat sulit untuk orgasme. Penyebab dari gangguan ini dapat dikarenakan adanya stress, perasaan cemas, efek samping obat antidepresan, dan adanya perbedaan vagina pada setiap perempuan. Pengobatan gangguan ini dapat dengan terapi kognitif perilaku (CBT) Sumber:Hooley, J. M., Butcher, J. M., Nock, M. K., & Mineka, S. (2018). Psikologi Abnormal (8th ed). Salemba Humanika #geopsychology

🚹SEXUAL DYSFUNCTION🚺 • Disfungsi seksual (Sexual Dysfunction) merupakan gangguan psikologis yang menyebabkan individu mengalami penurunan hasrat seksual atau adanya hambatan dalam menikmati aktivitas seksual. • Terdapat 7 Gangguan disfungsi seksual, 4 pada laki-laki dan 3 pada perempuan 🚹SEXUAL DYSFUNCTION (MALE) 🚹 🧑🏻1. Male Hypoactive Sexual Desire Disorder🧑🏻 Gangguan disfungsi seksual pada laki-laki ini menyebabkan rendahnya hasrat seksual, turunnya minat dalam melakukan aktivitas seksual, serta hilangnya untuk berfantasi seksual. Dapat dikatakan jika gangguan ini kebalikannya dari hypersex. Penyebab dari gangguan ini dapat dikarenakan oleh alkohol, stress berlebihan, kesehatan yang buruk, status yang belum menikah, dan adanya citra tubuh yang buruk Pengobatannya bisa dengan terapi sex, terapi hormon, atau dengan farmakoterapi obat-obatan seperti viagra, levitra, dan cialis. 🧑🏻2. Erectile Disorder (impotence)🧑🏻 Gangguan disfungsi seksual pada laki-laki ini menyebabkan individu susah untuk ereksi atau susah untuk mempertahankan ereksi. Simplenya penisnya susah tegang, atau kalau udah tegang bisa lemes mendadak. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penuaan, efek samping dari obat antidepresan, gaya hidup yang jelek (Merokok, alkohol, sering makan junkfood dll), serta adanya kecemasan terhadap kinerja seksualnya. Pengobatan gangguan ini bisa melalui terapi kognitif perilaku (CBT), farmakoterapi obat-obatan seperti viagra, levitra, dan cialis, suntikan pelemas otot polos pada ruang ereksi penis, atau bisa dengan implan penis. 🧑🏻3. Premature (Early) Ejaculation Disorder🧑🏻 Gangguan disfungsi seksual pada laki-laki ini menyebabkan individu mengalami orgasme atau ejakulasi dini. Penderita gangguan ini biasanya dapat ejakulasi berkali-kali namun dalam jangka waktu yang sangat cepat, yaitu hanya 15 detik atau hanya 15 kali kocokan/dorongan saat berhubungan intim. Penyebab dari terjadinya gangguan ini adalah karena adanya rasa cemas terhadap kinerja seksual, penis yang sangat sensitif, atau gairah yang lebih tinggi daripada rangsangan seksualnya. Pengobatan gangguan ini bisa melalui terapi pause and squezee (Kocok penis dan berhenti ketika merasakan ingin ejakulasi), atau dapat dengan farmakoterapi obat-obatan seperti paroxetine, sertraline, fluoxetine, dan dapoxetine 🧑🏻4. Delayed Ejaculation Disorder🧑🏻 Gangguan disfungsi seksual pada laki-laki ini kebalikannya dari premature ejaculation disorder. Dimana individu terus menerus mengalami ketidakmampuan untuk ejakulasi saat berhubungan seksual, biasanya individu baru dapat ejakulasi setelah lebih dari 30 menit. Individu dengan gangguan ini lebih bisa orgasme dengan masturbasi tunggal (Solo) ataupun dengan oral (mulut) pasangannya dibandingkan dengan berhubungan seksual dengan pasangannya. Penyebab dari gangguan ini dapat dikarenakan rasa cemas yang tinggi, citra tubuh yang buruk, stress atau kelelahan, atau adanya masalah dengan saraf. Pengobatan gangguan ini dapat melalui terapi pasangan atau dengan farmakoterapi dengan obat viagra. #geopsychology

Foto rontgen gigi ge setelah operasi. Banyak alat ya, bahkan baut juga ada di dalam rahang ge wkwkwk. Tapi gak sakit kok
Foto rontgen gigi ge setelah operasi. Banyak alat ya, bahkan baut juga ada di dalam rahang ge wkwkwk. Tapi gak sakit kok

Males banget hari ini harus magang lagi

💫PANIC DISORDER & AGORAPHOBIA💫 Apa sih hubungan gangguan panik (Panic Disorder) dengan agoraphobia? Bisa dibilang kalau gangguan agoraphobia itu merupakan komplikasi dari gangguan panik. Simplenya, individu yang kena gangguan panik bisa mengembangkan gangguannya menjadi agoraphobia juga. 🌪️PANIC DISORDER🌪️ • Sebelum itu, kita bahas dulu terkait apa itu Gangguan Panik. Gangguan panik dapat didefinisikan sebagai gangguan psikologis yang ditandai dengan terjadinya serangan panik yang sering muncul secara tiba-tiba tanpa adanya alasan yang jelas. Jadi bisa aja kita lagi jalan-jalan tiba-tiba panik, lagi makan tiba-tiba panik, lagi tidur tiba-tiba panik, lagi di sekolah tiba-tiba panik, dan sebagainya. • Gangguan panik sering kali terjadi secara tiba-tiba dan biasanya terjadi selama 10 menit. Walaupun terjadi cukup sebentar, tetapi individu yang mengalami serangan gangguan panik di 10 menit tersebut rasanya seperti orang yang ingin meninggal. Biasanya individu yang mengalami serangan gangguan panik akan merasakan: 1. Jantung yang berdetak sangat cepat dan terus meningkat 2. Berkeringat 3. Badan bergetar hebat 4. Adanya sensasi tercekik 5. Sesak napas 6. Rasa nyeri di dada 7. Mual 8. Merasa sangat pusing hingga ingin pingsan 9. Adanya perasaan menggigil 10. Mati rasa atau kesemutan 11. Adanya perasaan terlepas dari tubuh atau lingkungan (Depersonalisasi/Dereliasasi) 12. Takut kehilangan kendali 13. Takut akan mati • Serangan gangguan panik yang sedang kambuh sering sekali mereda dalam 20 hingga 30 menit. Individu yang memiliki gangguan panik sering kali tidak ingin meminta bantuan ke rumah sakit karena dirinya tahu kalau paniknya dapat mereda dengan sendirinya. Namun, ketika paniknya sedang kambuh rasanya seperti nyawa sedang ditarik. 🪐AGORAPHOBIA🪐 Sedangkan Agoraphobia adalah gangguan yang disebabkan oleh gangguan Panik. Agoraphobia dapat didefinisikan sebagai perasaan takut yang sangat spesifik terhadap tempat terbuka. Misalnya seperti bioskop, mall, kantor, transportasi umum, tempat keramaian dll. • Lalu apa hubungannya Gangguan Panik dengan Agoraphobia? Jawabannya adalah individu bisa saja takut dengan tempat tertentu dikarenakan tempat tersebut dapat menyebabkan gangguan paniknya kambuh. Contoh, gangguan panik yang di derita individu sering sekali kambuh ketika dirinya di bioskop, maka lama kelamaan individu tersebut akan mengalami agoraphobia terhadap bioskop. Ia menjadi sangat takut ke bioskop karena cemas jika gangguan paniknya kambuh. Begitu pun dengan tempat-tempat lainnya. Demikian, individu yang memiliki gangguan panik atau pun agoraphobia takut untuk keluar rumah sendirian dikarenakan dirinya cemas ketika paniknya kambuh tidak ada orang yang dapat menolongnya. Namun, terdapat individu yang hanya memiliki gangguan panik saja dan tidak sampai berkembang menjadi agoraphobia Sumber: Hooley, J. M., Butcher, J. M., Nock, M. K., & Mineka, S. (2018). Psikologi Abnormal (8th ed). Salemba Humanika #geopsychology

👩🏻‍🎤GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK👩🏻‍🎤 Histrionic Personality Disorder atau gangguan kepribadian histrionik merupakan salah satu gangguan kepribadian yang berada di cluster B bersama dengan gangguan kepribadian nasrsistik, gangguan kepribadian antisosial, dan gangguan kepribadian ambang (Boderline). Gangguan kepribadian yang berada di cluster B, terkenal dengan ciri individu yang dramatis, emosional, dan tidak stabil. Semua gangguan kepribadian rata-rata baru bisa di diagnosa setelah individu berumur 13 tahun. Hal ini dikarenakan di umur tersebut kepribadian manusia baru dapat terbentuk. • Gangguan Kepribadian Histrionik merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perilaku individu yang haus akan perhatian (Selalu mencari perhatian) dan memiliki emosi yang berlebihan. • Gangguan kepribadian Histrionik cenderung merasa tidak dihargai jika dirinya tidak menjadi pusat perhatian, selalu berpenampilan dan berperilaku mencolok agar mendapatkan perhatian dari orang-orang. • Ciri - ciri gangguan kepribadian Histrionik: 1. Merasa tidak nyaman jika dirinya tidak menjadi pusat perhatian. 2. Suka berinteraksi dengan orang lain namun lebih kearah rayuan seksual. 3. Ekspresi emosi yang mudah berubah-ubah. 4. Suka menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian orang lain. 5. Memiliki gaya bicara yang suka dilebih-lebihkan dan selalu melebih-lebihkan kemampuan dirinya. 6. Dramatis dan suka bersandiwara. 7. Mudah dipengaruhi oleh orang lain ataupun keadaan. 8. Menganggap suatu hubungan lebih intim daripada yang sebenarnya. • Menurut DSM-V jika individu memenuhi 5 dari 8 ciri yang sudah ge jelaskan diatas, maka kemungkinan orang tersebut memiliki gangguan kepribadian Histrionik. • Gangguan kepribadian Histrionik lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki • Gangguan Kepribadian Histrionik dapat disebabkan oleh genetik, pola asuh orang tua yang sering mengabaikan, dan adanya keyakinan disfungsional. • Individu dengan gangguan kepribadian Histrionik selalu memiliki kepercayaan "Jika aku tidak bisa memikat orang lain, aku bukanlah siapa-siapa" "Jika aku tidak menjadi pusat perhatian, maka orang-orang di sekitar ku akan meninggalkanku" Sumber: Hooley, J. M., Butcher, J. M., Nock, M. K., & Mineka, S. (2018). Psikologi Abnormal (8th ed). Salemba Humanika #geopsychology

Ini rekomen banget kalau yang suka sama psikologi! Ge gak suka drakor tapi kalau khusus ini gapapa. Teracuni juga soalnya sam
Ini rekomen banget kalau yang suka sama psikologi! Ge gak suka drakor tapi kalau khusus ini gapapa. Teracuni juga soalnya sama dosen wkwkw. Ini keren setiap eps nya gangguan kejiwaannya beda beda, dari bipolar, social anxiety disorder, panic disorder, delusional disorder, boderline personality disorder, skizofrenia, major depression disorder, dan lain sebagainya! Pokoknya kita jadi tau POV dari individu yang kena gangguan psikologis

Harus bersyukur tapi masih greget karna ada nilai B nyempil. Nyesel gara gara ge sering bolos matkul psikologi kesehatan buat
Harus bersyukur tapi masih greget karna ada nilai B nyempil. Nyesel gara gara ge sering bolos matkul psikologi kesehatan buat kontrol gigi

Tinggal 3 matkul lagi yang belum keluar nilainya. Tapi alhamdulillah sejauh ini puas sama nilai hasil kerja keras ge😭
Tinggal 3 matkul lagi yang belum keluar nilainya. Tapi alhamdulillah sejauh ini puas sama nilai hasil kerja keras ge😭

⚙️ PENYEBAB SKIZOFRENIA ⚙️ Gangguan Skizofrenia dapat terjadi karena beberapa faktor, misalnya seperti: 1. Faktor Genetik. Gangguan skizofrenia dapat Bersifat “familial” dan cenderung “diturunkan dalam keluarga”. Individu yang memiliki keluarga dengan gangguan skizofrenia, kemungkinan lebih tinggi 10% untuk terkena gangguan skizofrenia juga. Selain itu neurotransmiter utama yang terlibat dalam skizofrenia adalah dopamin dan glutamat. 2. Faktor Prenatal. • Wanita yang sedang hamil pada tahun-tahun awal kehamilan lalu terkena paparan virus influenza dapat meningkatkan resiko tiga kali lipat gangguan skizofrenia pada anaknya nanti. • Ketidakcocokan Rhesus (Rh) antara ibu dan anak dalam kandungan juga dapat menyebabkan sang anak terkena gangguan skizofrenia. Misal sang ibu Rh positif sedangkan anaknya Rh negatif. • Bayi yang lahir sungsang, lahirnya lama, atau yang lehernya terlilit tali pusar ketika persalinan juga dapat menyebabkan gangguan skizofrenia. Hal ini dikarenakan mempengaruhi suplai oksigen ke otak terhadap bayi yang baru lahir. • Seorang ibu mengalami kejadian yang sangat stressful di akhir trimester pertama kehamilannya atau di awal trimester kedua, maka risiko skizofrenia pada anaknya akan meningkat 3. Faktor Keluarga. • Perilaku atau pola asuh ibu yang dingin atau sering mengabaikan anak juga dapat membuat anak berisiko terkena gangguan skizofrenia. • Interaksi orang tua dengan anak yang bersifat destruktif (Tidak akur) juga berisiko mengundang gangguan skizofrenia. • Tuntutan orang tua yang tidak sejalan dengan anak secara terus menerus juga dapat meningkatkan resiko skizofrenia pada sang anak. 4. Faktor Tinggal di Perkotaan. Individu yang tinggal dan besar di perkotaan ternyata dapat meningkatkan resiko untuk terkena skizofrenia dikarenakan tekanan sosial di kota cenderung lebih besar. 5. Faktor Imigrasi. • Individu yang berimigrasi ke negara atau tempat lain lalu mengalami diskriminasi oleh penduduk asli dapat meningkatkan resiko skizofrenia. • Adanya perbedaan atau kesalahannya budaya antara budaya yang dianut dengan budaya latar tempat seseorang tinggal juga dapat meningkatkan resiko skizofrenia. Sama seperti gangguan kejiwaan yang lain, penyebab terjadinya gangguan skizofrenia bisa dari banyaaaaak sekali faktor. Jadi gak cuma satu faktor saja, tapi faktor biopsikososial juga sangat terlibat satu sama lain. Sumber: Hooley, J. M., Butcher, J. M., Nock, M. K., & Mineka, S. (2018). Psikologi Abnormal (8th ed). Salemba Humanika

Sebenarnya gangguan psikotik ada satu lagi, yaitu delusional disorder, atau gangguan psikotik tapi cuma gejala delusinya aja

Gampang kan bedain gangguan psikotik wkwkw

Pokoknya bedanya: • Skizofrenia Minimal 6 Bulan • Skizofreniform Minimal 1 Bulan dan tidak lebih dari 6 Bulan • Brief Psychotic hanya beberapa hari

🎃 BRIEF PSYCHOTIC DISORDER 🎃 Brief psychotic disorder (gangguan psikotik singkat) juga sama kayak gejala skizofrenia. TAPI kalo skizofrenia minimal terjadi dalam 6 bulan, sedangkan brief psychotic terjadi hanya dalam hitungan hari lalu gejalanya hilang sendiri.

🍈 SKIZOFRENIFORM 🍈 Nah gangguan skizofreniform juga sama kayak skizofrenia. TAPI kalo skizofrenia mengalami gelaja positif dan negatif selama minimal 6 bulan, SEDANGKAN skizofreniform terjadi selama MINIMAL 1 bulan dan TIDAK LEBIH dari 6 bulan

🧩 SKIZOAFEKTIF 🧩 Nah gangguan skizoafektif sama kayak skizofrenia, TAPI gangguan skizoafektif ditambah dengan adanya gangguan mood yang parah. Seperti adanya depresi atau mania atau keduanya.

⚙️ SKIZOFRENIA ⚙️ Temen-temen ge mungkin pernah ngeliat ODGJ yang keluar tanpa baju, atau yang sering komat kamit gak jelas, atau perilaku dan penampilannya aneh kayak gak pernah mandi, suka ngomong sendiri, ngomong sama benda mati dsb. Nah mungkin saja salah satu orang itu adalah ODGJ dengan gangguan skizofrenia. • Skizofrenia berasal dari 2 kata yunani, yaitu Schizo (Membelah) dan Phren (Pikiran). Jadi secara istilah skizofrenia adalah gangguan kejiwaan dengan ditandai adanya perpecahan dalam proses berpikir. Atau definisinya adalah skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang menyebabkan individu terlepas dengan realitas dikarenakan adanya gangguan fungsi yang signifikan di dalam inteleknya. • Simplenya, individu dengan gangguan skizofrenia tidak dapat membedakan mana kenyataan, dan mana fantasinya. • Individu dengan skizofrenia mempunyai gejala positif, dan gejala negatif. Gejala positif adalah perilaku yang "Seharusnya tidak ada" Pada manusia, sedangkan gejala negatif adalah perilaku yang "Seharusnya ada" Pada manusia. • Apa aja sih gejala positif pada individu dengan skizofrenia? 1. Adanya delusi. Delusi merupakan kepercayaan yang tidak nyata pada diri seseorang yang bertentangan dengan fakta. Contoh: gua yakin banget kalo gua ini anak tuhan. Fix kayaknya semua orang di dunia ini suka sama gua deh. Gua yakin kalo selama ini gua diikutin sama alien yang mau bunuh gua. Dsb. Pokoknya ge udah pernah jelasin tentang macam macam delusi, kalian bisa search "delusi" aja ya di ch ini. 2. Adanya halusinasi. Halusinasi merupakan kondisi dimana panca indera kita salah mempersepsikan sesuatu yang tidak nyata. Contoh: bisikan suara yang hanya kamu dengar tapi orang lain gak dengar. Kamu ngerasa kalau ada sesuatu yang jalan di tubuh kamu. Kamu merasakan rasa pahit di gula. Dsb. 3. Adanya ucapan dan pikiran yang tidak teratur. Biasanya individu skizofrenia kalau ngomong suka gak nyambung, suka lompat-lompat topiknya, suka gak sesuai jawaban dengan pertanyaan yang diberikan orang lain, dan juga ucapannya suka gak jelas yang bikin orang lain gak paham. 4. Adanya perilaku yang tidak teratur. Contohnya kayak perilaku telanjang di tempat umum, perilaku yang gak sesuai dengan umurnya (kekanak-kanakan), dan perilaku aneh lainnya yang gak bisa di prediksi. Atau bisa dengan menujukkan perilaku catatonic. Perilaku catatonic adalah perilaku dengan menunjukan postur tubuh yang kaku. Jadi individu dengan perilaku catatonic dapat bertahan dengan 1 gaya postur tubuh selama ber jam-jam (Misal berdiri dengan angkat kedua tangan hingga ber jam-jam) • Sedangkan gejala negatif yang ada di individu dengan skizofrenia seperti: 1. Diminished emotional expression, yaitu hilangnya atau berkurangnya ekspresi pada wajah, intonasi suara, kontak mata, dan ekspresi lainnya yang seharusnya ada pada manusia. 2. Avolition, yaitu hilangnya atau berkurangnya motivasi internal dalam menjalani aktivitas 3. Alogia, yaitu kesulitan dalam berbicara atau cenderung berbicara sedikit. 4. Anhedonia, yaitu hilangnya atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan 5. Asociality, yaitu hilangnya atau berkurangnya minat dalam interaksi sosial. • Individu dapat di diagnosa skizofrenia jika mengalami gejala yang ge jelaskan diatas (terkhusus gejala positif) selama minimal 6 bulan. Sumber: Hooley, J. M., Butcher, J. M., Nock, M. K., & Mineka, S. (2018). Psikologi Abnormal (8th ed). Salemba Humanika #geopsychology

Ini ge mau jelasin tentang gangguan skizoafektif biar temen-temen tele ge paham, tapi sebelumnya ge belum pernah jelasin tentang apa itu gangguan skizofrenia... Jadi sebenernya skizoafektif sama aja kayak skizofrenia, tapi skizoafektif ditambah sama gangguan mood. Gini deh tar biar lebih jelasnya ge jelasin dulu tentang skizofrenia. Sebentar yaa magriban duluu

Foto foto terkait ge yang ke panti jompo, wawancara psikolog, dan lainnya gak bisa ge kasih unjuk:( kode etik soalnya. Harus jaga identitas narasumber