en
Feedback
TIPS & MOTIVASI JUALAN

TIPS & MOTIVASI JUALAN

Open in Telegram

Show more
The country is not specifiedThe category is not specified
1 876
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days

Data loading in progress...

Tags Cloud
No data
Any problems? Please refresh the page or contact our support manager.
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
July '24
July '24
+9
in 0 channels
June '240
in 0 channels
Get PRO
May '240
in 0 channels
Get PRO
April '240
in 0 channels
Get PRO
March '240
in 0 channels
Get PRO
February '24
+3
in 0 channels
Get PRO
January '24
+3
in 0 channels
Get PRO
December '230
in 0 channels
Get PRO
November '230
in 1 channels
Get PRO
October '230
in 1 channels
Get PRO
September '230
in 0 channels
Get PRO
August '230
in 0 channels
Get PRO
July '230
in 0 channels
Get PRO
June '230
in 0 channels
Get PRO
May '230
in 0 channels
Get PRO
April '230
in 0 channels
Get PRO
March '23
+9
in 0 channels
Get PRO
February '23
+7
in 0 channels
Get PRO
January '23
+12
in 0 channels
Get PRO
December '22
+5
in 0 channels
Get PRO
November '22
+6
in 0 channels
Get PRO
October '22
+14
in 0 channels
Get PRO
September '22
+7
in 0 channels
Get PRO
August '22
+17
in 0 channels
Get PRO
July '22
+11
in 0 channels
Get PRO
June '22
+11
in 0 channels
Get PRO
May '22
+13
in 0 channels
Get PRO
April '22
+12
in 0 channels
Get PRO
March '22
+30
in 0 channels
Get PRO
February '22
+47
in 0 channels
Get PRO
January '22
+2 688
in 0 channels
Channel Posts
“Wah, harusnya desain menunya diganti nih. Ga sesuai ilmu psikologi marketing!”, “Wah, harusnya wastafel ditaruh di situ tuh! Biar flow pembeli lebih enak!” Dan banyak lagi lainnya. Kalo kelewatan, sok tahu saya bablas jadi meremehkan. “Duh, jual gitu aja ga laku. Makanya, pake ilmu!” Kadang, sikap sok tahu ini masih berlanjut. Dan celakanya, jebakan hatinya lebih halus. Karena dikemas seolah rendah hati. Dengan merasa lebih bijaksana, saya sering membatin. “Inilah pentingnya ilmu. Inilah pentingnya tholabul ‘ilmi. Pentingnya belajar. Kita jadi tahu ilmu-ilmu yang bermanfaat. Kita jadi tahu cara menjemput rezeki yang lebih baik.” Padahal, itu hanya cara halus untuk berkata,"Makanya, belajar dong! Jangan goblok! Nih, yang pinter kayak gue!" Seiring berjalannya waktu, saya menyadari. Pertama, tidak semua penjual, mau diajarin cara jualan. Tidak hanya sekali dua kali saya memberi saran ke mereka. Mengubah copywritingnya. Mengubah intonasinya. Intinya: supaya jualan pake ilmu. Insya Allah, lebih laku. Nyatanya, tidak semua menerima. Ada yang karena tidak paham. Ada yang paham tapi memang enggan mempraktekkan. Ada yang sudah ingin praktek, tapi terkendala SOP dan aturan. Atau yang klasik: Dana. Kedua, ini yang berat saya terima: Ternyata, tidak semua ilmu marketing itu works! Ini tamparan keras bagi saya yang sempat menganggap ilmu marketing adalah solusi semua masalah. Saya pernah mencoba eksperimen jualan keliling. Pake ilmu marketing. Ya, zonk juga ternyata. Pernah juga bantu temen jualin produknya, dengan ‘teori’ yang ‘harusnya’ berhasil. Hasilnya? Ga sesuai ekspektasi juga ternyata. Mungkin, ini rencana Allah menghancurkan berhala di hati saya. Berhala ilmu. Karena bisa jadi, tanpa sadar, saya telah menuhankan ilmu. Dan bukannya Sang Pemilik Ilmu. Di masa itu, saya lebih sering duduk bersandar dan mendongak. Mencari inspirasi. Lupa untuk bersujud dan tertunduk. Menyerah untuk dialiri inspirasi, langsung dari pemiliknya. Kembali ke penjaja servis keliling tadi. Sekarang saya sudah jadi bapak. Cara pandang saya berubah lagi. Melihat bapak-bapak penjaja keliling, saya tidak lagi sibuk mengomentari caranya jualan. Saya tidak lagi memaksa diri memborong dagangannya karena kasihan. (Karena banyak yang tersinggung kalau diborong, dibeli karena kasihan. Atau sebaliknya-- ada yg 'ngelunjak' mengeksploitasi rasa kasihan saya) Kini, saya melihatnya sebagai bapak. Yang berjuang keras. Untuk keluarganya di rumah. Dan untuk itu, saya sangat menghormatinya. Dan mendoakannya. Teruntuk bapak, ibu, kakak, adik para penjemput rezeki, teruslah bersemangat. Karena di dunia ini, ada dosa yang tidak bisa diampuni oleh solat, sedekah, bahkan haji sekalipun! Di antara perbuatan dosa, ada yang hanya bisa dihapus oleh keseriusan bekerja. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah.” Selanjutnya, “Barang siapa yang di waktu sorenya merasakan kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya, maka di waktu sore itu pulalah terampuni dosanya.” Bersyukurlah bila hari ini kita pulang dalam keadaan lelah. Bersyukurlah bila hari ini kita masih diberi kesempatan berkarya. Semoga semua yang membaca tulisan ini, Allah ampuni dosa-dosanya. Allah lapangkan rezekinya. Amin. 📝Bondan Satria Nusantara

2
Evolusi Wisdom: Mengapa Pedagang yang Sepi Tak Harus Selalu Dikasihani. Lagi duduk-duduk memandangi sawah, menikmati matahari sore, tiba-tiba terdengar loudspeaker pedagang keliling. Saya pasang telinga. Tahu bulat kah? Makin dekat, saya baru dengar jelas. “Servis AC! Remot TV! Jam tangan!” Unik nih. Pikir saya. Saya baru tahu ada penjaja servis keliling seperti itu. Saya lalu menyadari perubahan respon saya saat melihat pedagang-pedagang kecil seperti itu. Ada masanya saya melihat pedagang kecil seperti itu cuma bisa kasihan. Lalu, setelah punya ilmu jualan, melihat mereka rasa-rasanya saya pengen ngasih ilmu marketing. Biar dagangannya laris. Setelah punya duit, mikirnya beda lagi. Udahlah ga usah diajarin. Langsung dilarisin! Toh, dikasih ilmu belum tentu paham. Toh, bagi mereka, ilmu ga bisa langsung dimakan. Toh, bagi banyak orang, ilmu kita baru didengarkan kalo mereka sudah kita kasih uang. "Buktikan dulu kamu mampu, baru kuikuti kata-katamu." Dan sekarang? Beda lagi. Kita mulai dari masa-masa awal. Waktu kecil, rasa memelas lebih kuat. Melihat bakul yang kesepian itu, saya sering ga tega. Mereka berteriak-teriak menjajakan dagangan hanya untuk diabaikan. Mereka panas-panasan. Hujan-hujanan. Untuk hasil yang tak seberapa. Sedangkan saya? Cukup beruntung tak perlu sesusah itu untuk hidup senikmat ini. Pada masa itu, sering muncul rasa iba. Kasihan. Padahal, kalo dipikir-pikir, kenapa harus kasihan? Maksud saya, bukannya ga boleh iba. Bukannya ga boleh bantu. Melainkan, kenapa kita muncul rasa kasihan? Kenapa saya mengasihani mereka? Karena saya merasa lebih kaya dari mereka? Lebih beruntung dari mereka? Karena mereka harus berjerih payah untuk sesuatu yang saya dapatkan dengan mudah? Saat remaja, cara pandang saya berubah. Mereka ini bekerja. Berdagang. Halal. Mereka ini mulia. Mereka ini menjaga 'izzah. Mereka ini berjihad. Mereka makan dari keringat sendiri. Soal makan dari keringat sendiri ini, saya teringat kisah Nabi Daud AS yang dinukil dalam kitab Al Kasbu karya Imam Asy-Syaibani. Salah satu guru Imam Asy-Syafi'i. Suatu hari, Nabi Daud AS "blusukan" untuk melakukan "Survey persepsi publik". Ditanyainya salah seorang pemuda. "Katakan pendapatmu tentang Raja Daud." Si pemuda menjawab,"Daud adalah hamba yang baik. Hanya satu kekurangannya." "Apa itu?" "Dia masih makan dari baitul mal kaum muslim. Padahal, Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang makan dari ketrampilan tangannya sendiri." Nabi Daud as berlari pulang ke mihrabnya. Menangis tersedu. Seraya berdoa,"Ya Allah, ajarilah aku keterampilan hingga aku tidak makan dari baitul muslimin." Kemudian, Allah ilhamkan kemampuan membuat baju besi. Allah lenturkan besi hingga di tangan Nabi Daud as, besi itu lunak seperti adonan tepung. Sejak itulah, Nabi Daud dan keluarganya hidup dari hasil penjualan baju besi. Kembali ke sosok pedagang yang kesepian itu. Biasanya, kita mendapati mereka di lampu merah, trotoar, atau pelosok kampung. Saya-versi-remaja membayangkan. Seandainya Rasulullah SAW datang ke hadapan kami. Saya yakin. Para pedagang dan pekerja keras itulah yang akan dipeluk Rasul. Bahkan, dicium tangannya. Bukan saya, yang hanya memandangi mereka dari dalam mobil atau teras rumah. Sejak itu, saya tidak mengasihani mereka. Saya hormat. Saya tak lagi membeli karena kasihan. Karena bisa jadi, sayalah yang perlu dikasihani. Saya-remaja yang hidup nyaman itu, bisa jadi malah terhina. Karena tidak mengenal arti kerja keras. Sejak saat itu, saya membeli karena hormat. Beranjak SMA dan kuliah, cara pandang saya berubah lagi. Masa itu adalah masa awal saya (merasa) ngerti “ilmu” marketing. Tidak jarang saya melihat fenomena itu dengan kaca mata sok tahu. “Haduh. Gimana mau laku? Positioningnya ga jelas! Ga pake copywriting. Cara jualannya pun membosankan. Harusnya yang unik dong. Biar viral!” Ga cuma pedagang kecil. Kadang masuk restoran atau toko yang terlihat bonafide pun, sifat “kritikus marketing” saya keluar. Kalo Bondan Winarno mengomentari makanan, saya mengomentari cara menjual makanannya.
151
3
No text...
220
4
Orang Berbahaya saya punya kenalan .. orangnya humble banget kalo ketemu langsung .. gesturenya low profile .. dan selalu bertanya sesuatu seolah olah dia hanya tau sedikit tentang itu .. saat saya menjelaskan sesuatu dia akan mendengarkan dengan seksama dan menatap saya tanpa melakukan aktivitas lainnya dia sangat tertarik dengan apapun keahlian saya .. mendengarkan dengan antusias .. tanpa sekalipun dia mendebat pendapat saya seolah olah dia benar benar baru mengetahui hal hal yang sedang saya bicarakan tapi kenalan saya itu bukan orang biasa .. dia punya beberapa perusahaan yang sedang berkembang baik semua .. jaringannya juga bukan rakyat jelata .. sehingga sejak awal saya sadar kalo dia sedang mengukur lawan bicaranya dengan sangat lihai karena dia bisa memanipulasi kita untuk bercerita lebih dalam tentang diri kita .. ide ide kita .. bisnis kita .. strategi kita .. tanpa dia perlu melakukan hal yang sama .. dan kemudian ide dan strategi kita bisa jadi akan di aplikasikan ke bisnisnya (pengakuan dia sendiri) skill kenalan saya itu sebenarnya sederhana : 1. tidak bicara terlalu tinggi dan arogan 2. bertanya dengan antusias 3. banyak mendengar 4. menatap wajah lawan bicara dengan excited 5. tidak menyela pembicaraan 6. tidak menggurui 7. tidak mendebat 8. mengapresiasi cerita orang 9. tidak melakukan aktivitas apapun selain mendengarkan 10. seolah olah lawan bicaranya adalah orang penting baginya kenapa saya bilang skill? ya karena hal hal tersebut bisa dilatih dan dikondisikan .. ada beberapa orang yang saya kenal baik punya skill semacam itu .. padahal karakter aslinya tidak seperti itu .. buat apa? ya buat banyak .. yang jelas skill tersebut bisa mempermudah banyak hal .. terutama untuk merebut hati dan mendapat dukungan orang banyak jadi kalo ada preman arogan ke orang lain itu masih cupu dia .. paling sebentar aja masa berkuasanya .. masih kalah berbahaya dibanding kenalan saya tadi
169
5
No text...
155
6
Motivasi hari ini : Jangan patah semangat kalau daganganmu tidak laku, merugi ataupun bangkrut. Dagangan PLN, Pertamina, Garuda dll yang laku keras dan tanpa saingan saja merugi, apalagi daganganmu.
118
7
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02mH3yoSfdou4YtwcUZFtswcq4QY9d8w2tc5626XvB34UGLPHeLDUQGUVKZ5AqXVmsl&id=10000
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02mH3yoSfdou4YtwcUZFtswcq4QY9d8w2tc5626XvB34UGLPHeLDUQGUVKZ5AqXVmsl&id=100001217130395
142
8
Oiya, reels Intagram ini auto konek/kepublish ke reels facebook juga deh kayaknya, jadi peluang dapat viewnya lebih besar lagi. . 4. Tiktok >> Tiktok kurang lebih sama dengan Youtube Short, pakai musik yang trending di tiktoknya..dan order diarahkan ke link bio. Tapi harus siap2 rawan keblokir ya akunnya klo sekrng promosi mengarahkan ke luar platform selain tiktoknya. . 5. Twitter >> Ini bisa dengan buat twitt sendiri di beranda, atau spam komen dipostingan yg sedang viral. Cara twittnya jangan langsung link affiliasi shopeenya ya, tapi usahkan linknya dibungkus dulu pakai short link seperti bitly atau s .id. Twitt dan short link usahakan menggunakan "Apa yang lagi trending saat ini". Misalkan kemarin trending tentang "Duta Sheila On7", maka contoh twittnya dalah sbb: "Gara2 ada kasus #Zidan dan #AndikaMahesa #KangenBand jadi pada tahu kan kalau Bang #Duta Sheila On7 pernah nolak #DianSastro?, Apa krna Dian gak Pake ini ya 😆👉 bit. ly/PesonaDutaSo7" Pada saat twitt itu lampirkan gambar duta atau Dian, dan link affiliasi shopeenya ada didalam link bit. ly/PesonaDutaSo7. Begitu juga dengan spam komentarnya. . 6. WhatsApp >> Kalau ini sih paling buat di status WA dan kirim ke group keluarga/alumni..haha Contohnya: "Yang merasa keluarga/Temanku, WAJIB ORDER! produk ini.😆👉" . wkwkwkwkwkw...becanda, jangan ditiru, takutnya nanti gak ada yg order, baper daah lo. . 7. Shopee Video >> Ini sih cukup memanfaatkan konten yang tadi diupload ke Youtube short juga, untuk link affiliasinya disimpan dikolom komentar..Hindari pakai short link ya, jadi langsung aja link affiliasi shopeenya. Bisa juga dengan konten sharing2 seperti konten Fanpage diatas, hanya saja ukuran videonya ukuran tiktok/youtube short. . 8. Telegram Channel >> Ini konsepnya kurang lebih sama dengan optimasi fanpage, cuma untuk promosi channel telegrmnya bisa dibantu juga dari eksternal telenya (seperti via facebook, IG, Youtube, Tiktok) . 9. Google Bisnisku >> Untuk yang ini cocoknya untuk Brand tertentu yang sudah terkenal (massive endorse dan iklan lainnya), atau bisa juga ke spesifik kategori produk seperti "Celana Cinos, Daster Tasik, Mukena Bali, dll). . Kalau udah dapat produknya, tinggal buat akun Google bisnisku nya. targetkan "layanan GMB sesuai kota2 peminat tertinggi dari hasil riset google trend atau kota penjual produk tersebut di shopee nya". Link order bisa diarahkan ke link affiliasi toko sesuai target kota, bisa juga ke WA, atau link bio (yang didalamnya ada list toko di masing2 kota + kontak WA untuk tanya jawab). . . duuh kepanjangan nih. Kalau ada yang kurang, silahkan ditanyakan saja. Semoga bermanfaat ya. Salam
67
9
MAIN AFFILIASI SHOPEE ITU GAK ADA TRIK KHUSUS . . Sebenarnya mau sharing ini di group sebelah, cuma gak di ACC adminnya, jadi Saya share disini saja. Mudah2 untuk pemula yang masih awam bisa bermanfaat. . Jadi main affiliasi shopee ini kalau bukan Punya kolam Yang gede, ya jadilah spammer yang massive..itu udah lebih dari Cukup kayaknya. . Disini Saya anggap yang baca ini adalah orang yang sudah terdaftar di affilasi shopeenya ya, jadi Saya tidak akan jelaskan "Bagaimana cara daftarnya" lagi. . Pemain affilasi shopee ini kalau Saya bilang bisa dibagi jadi 2 jenis. 1. Spammer (media group FB, FP, Youtube, Instagram Jualan, Tiktok, WhatsApp, Shopee Video, Telegram dan Google Bisnisku) 2. Reviewer (Ulas produk, Ulas kupon, Ulas Program2 shopee, dll), ini medianya bisa di youtube/Tiktok/Instagram . . Lanjut bahas soal optimasi/cara kerja di masing2 medinya ya. 1. Facebook -> Facebook ini Saya bagi jadi 3 jenis ya, Facebook Personal (Akun pribadi), Fanpage, dan juga Facebook Group >> FB Pribadi ini yang harus dilakukan adalah menambahkan teman tertarget sebanyak2nya, sembari menjalankan itu baru bisa lakukan promosi shopee affiliatenya. Caranya tinggal masuk ke group/Fanpage seperti kuliner,dakwah,parenting,marketplace..kemudian lakukan "Tambahkan teman" ke akun2 yang like/komen di postingan2 tersebut. >> Fanpage, Untuk fanpage ini harus dibuat dulu fanpage induknya..yakni fanpage "sharing2", dimana Fanpage diisi konten2 sharing seperti konten kuliner, Desain Interior Rumah, Komedi, Dakwah, Artis Fanbase, Film/Drama, Program TV, Konten gado2, dll. Setelah memiliki banyak follower dan pengunjung ke Fanpage, baru deh mulai memikirkan jualan..Jadi jangan mikir jualan diawal2 pembuatan fanpage dulu. dan setelah follower terbentuk juga, baru deh mulai membuat Fanpage2 pendukung (bisa fanpage jualan langsung, atau Fanpage lainnya yang beda topik dengan FP induk tadi). Kalau pengunjung udah bagus, baru mulai mikirin jualan affiliatenya, bisa dengan post jualan langsung secara hard selling, atau dengan cara soft selling menyisipkan link jualan di caption kontennya. >> Facebook Group, Ini yang bisa dilakukan dengan beberapa cara. Cari group gratisan yang bisa post tanpa approval adminnya, Buat sendiri groupnya (bisa lewat bantuan Fanpage tadi), atau bisa dengan sewa ke orang yg punya group gede. Cara promosinya kurang lebih sama dengan cara promosi di Fapage, post jualan secara langsung, atau dengan cara menyisipkan di postingan sharing2. . 2. Youtube >> Ini bisa dengan cara buat konten biasa atau konten shorts video Konten biasa yang minimal 3 menit bisa dengan cara membuat konten review produk atau perbandingan produk yang mau diaffilasikan >> Konten short, kalau mau lebih simple cari produk yang udah memiliki konten video dibawah 1 menit di shopeenya, dengan ukuran video vertikal (ukuran tiktok lah)...Download konten videonya, terus upload ke Youtube akan otomatis kebaca jadi youtube short, Gunakan musik yang disediakan Youtubenya..pakai judul menggunakan Kata kunci dan hastag sesuai produknya..setelah diupload, bisa dilakukan "edit video" agar bisa menambahkan "Tag & deskripsi" Videonya, gunakan kata kunci di tag dan deskripsi sesuai produknya. Setelah terupload, lampirkan link affiliasi produknya dikolom komentar, dan pinn komen. . Jangan lupa upload hariannya dibatasi 3-5 konten saja (dibagi pagi siang sore malam). Buat postingan terjadwal supaya gak ada hari yang bolong tanpa upload...di YT biasa ada kok settingan bawaannya sebelum post upload. . 3. Instagram Kurang lebih sama dengan cara bangun fanpage ya. Tapi bisa juga dengan cara seperti upload ke Youtube short..Jadi konten yang tadi sudah diupload ke Youtube short, diupload juga ke instagram reels..Hanya saja untuk link ordernya disimpan di link bio akunnya..Link bio bisa pakai linktr. ee, aplikasi milkshake atau lynk .id.
69
10
Tugas utama para PENGAJAR adalah : membuat yg TIDAK TAU menjadi TAU, membuat yg SULIT menjadi MUDAH, membuat yg RUMIT menjadi SIMPLE Tugas utama para PENDIDIK adalah : membuat yg ENGGAN menjadi MAU, membuat yg MALAS menjadi RAJIN, membuat yg STUCK menjadi GROWTH, membuat yg LEMAH menjadi TANGGUH, membuat yg TAKUT menjadi BERANI
125
11
No text...
235
12
11. Aku masih aktif dalam ngonten reels tiap hari, sharing daily life anakku. Dan karena udah ada komunitas (saat ini 15k followers), maka ada aja yang selalu nanya “mom baju anaknya beli dimana?”, “mom itu mainannya beli dimana?”. 12. Aku ga share highlight tiap malam lagi. Karena sudah banyak followers aku malah takut spamming (tapi reels tetep daily ya). Tapi followers baru tetep berdatangan, karena mau baca ilmu yang sudah aku sharing di highlight. Otomatis aku ga ngonten berhari hari pun checkout an shopee tetep masuk (baru keliatan ya pentingnya bangun komunitas dulu, jangan cuma jualan ngasal asal share video doang) 13. Akhirnya karena udah ada komunitas, orang bisa checkout berulang. Followers yang sama bisa checkout 20x bahkan karna memang dia relate, merasa butuh produknya juga setiap aku posting. 14. Bonusnya apa? Aku dapet endorsement. Jadi pemasukan ga cuma dari affiliates. Karna memang fokusku jadi content creator. Anakku dan aku diundang ke event, dapet barter barang bahkan sampai kasur seharga 5jt untuk dipromote di akunku, aku bikin ratecard untuk setiap postingan. 15. Sampai saat ini aku masih aktif sharing ilmu, dan berkonten daily. Akun anakku @littlemavel di instagram (saya ga cari followers disini. Murni hanya sharing. Jadi gaperku difollow ya. Kalau mau diintip silahkan untuk cara saya sharing seperti apa.) TIPS DARI SAYA: 1. Belajar. Edukasi diri kalian cara membuat konten yang viral seperti apa, seperti kata mas Gani, investasi leher keatas. Jangan cuma sibuk bayar paid promote, beli grup. Gaakan oke hasilnya. Aku belajar dari Victoria Wong 2. Sharing konten yang menarik, ga cuma jualan. Edukasi salah satunya. 3. Tentukan niche dan target market. Saya fokus di barang baby, target mommy muda. Kalau saya share fashion pria ya gaakan nyambung. Tapi kalao komunitasnya relate, barang apapun yang kalian share dicheckout karena mereka merasa butuh 4. Be honest. Orang akan menghargai dan lebih tertarik barang yang kita review pribadi. Harus mahal ga? Engga. Aku jg suka share barang murah yang menurutku sangat kepakai. Kita belajar jadi influencer dan content creator yang baik. Jangan menjerumuskan orang beli barang gajelas. Jangan cuma cari untung, tapi dengan kalian murni sharing rejeki akan dateng sendiri 5. Harus konsisten. Memang perlu proses. Gabisa instant followers banyak. Perlu usaha keras, dan wajib sediain waktu. (Saya ngonten bisa sampai subuh, jadi please jangan alasan gapunya waktu. Ada yang harus kita korbankan untuk dapet hasil.) 6. Siapkan stock konten saat sempat. Saya suka siapin stock konten untuk diposting beberapa hari. Jadi saat anak rewel dan gasempet saya punya stock. Karena rutin adalah kuncinya untuk engage followers 7. Jangan fokus jualan, terang2an share link. Kalau konten menarik orang otomatis akan nanya. 8. Fokus di salah satu platform. Aku cuma aktif di instagram. Gausah kebanyakan karna nanti kalian malah sulit untuk maintain dan ga keurus semuanya. 9. Cari kesempatan. Jangan cari alasan. Ada yang bilang di postingan saya kemarin “yah saya sih gabisa upload anak ga dikasih suami. Ga cuma soal anak. Ga melulu harus nunjukkin muka. Share resep mpasi bisa kan? 10. Share sesuatu yang memang passion kalian. Ini jangka panjang, bukan jangka pendek. Jadi kalian harus enjoy Sekian sharing dari saya semoga teman2 bisa mendapat income yang lumayan darisini ya 😊.
1
13
Karena postingan saya yang lalu cukup banyak pertanyaan. Saya ijin share ilmu disini kembali Mas Gani Wenanto Saya akan share kronologis ya dari awal saya start agar lebih jelas buat temen2 yang mau memulai. 1. Background saya adalah seorang dosen. Saya stay dirumah full setelah punya anak di bulan november 2021. Saya memutuskan gapakai nanny atau art, fully urus anak sendiri. Jadi saya no income saat itu. 2. Saya start akun anak saya di bulan februari 2022, dan rutin posting mengenai anak. Daily life aja. Baik di post feed atau instagram reels. 3. Tiba tiba mulai muncul beberapa komen dan dm yang bertanya aku beli baju anak dimana, dsb. Akhirnya aku melihat ini sebagai peluang, lantas aku daftar affiliates. Saat itu aku dapet di bulan februari cuma 50 ribuan. Karena memang aku ga punya komunitas, cuma beberapa orang yang melintas liat kontenku aja. Alhasil aku mulai mencoba membesarkan komunitas di akunku. 4. Aku rutin upload reels setiap hari, sampai ada reels aku dan anakku yang viral. 2.2 juta views. Alhasil followers mulai naik lagi. 5. Aku belajar mengenai tips membuat reels yang viral seperti apa. Kemudian aku upload anakku lagi memakai satu barang. Dan viral 1 juta views, otomatis comment rame. Disitu aku share link bales ke commenter yang nanya, dan aku pin comment. Aku arahkan ke bio. Disini kuncinya aku gapernah jualan. Aku gapernah share konten terang2an bilang klik link nomor sekian. No. Kalau konten kita menarik orang akan tertarik secara otomatis. Gaperlu jualan jualan. 6. Aku beralih ke story untuk kujadikan highlight. Aku udah tau target followersku adalah mommy2 kisaran usiaku. Disitu aku share EDUKASI TIAP HARI. Mulai dari slee training anak, sleep regression, dan sebagainya. Jualan ga? Engga. Aku bener2 engage komunitas. Kok sempet? Yes aku no suster tapi aku sempetin disaat anak tidur siang aku siapin bahannya. Disaat malem anak udah tidur aku posting bisa sampai jam 1 pagi. Cape banget ? Iya. Tapi memang wajib rutin kalau mau engage komunitas. Itu aku lakukan daily. Ga cuma sharing pengalaman sendiri, tapi aku share sumber sumbernya dari jurnal ilmiah, dll. Followersku pesat akhirnya disitu. Suka lelah ga? Pasti. Tapi demi ada niat, tiap abis share aku langsung mention “besok aku akan share mengenai bla bla bla” jadi besoknya walaupun cape aku “terpaksa” ngonten. 7. Disaat yang bersamaan reels tetep jalan aku share. Karna udah dapet followers yang jelas, aku mulai share reels humor ibu ibu (karna smakin banyak share video kamu akan semakin viral ya, intinya belajar cara bikin konten yang viral gimana). Dan tembus 2 juta view lagi. Followers ibu2 naik lagi. 8. Nahh disaat sudah mulai settle, aku start bikin highlight yang sebenernya sekalian edukasi dan sekalian share link. Aku start di peralatan mpasi. Aku murni share barang2 yang aku beli, dan selalu honest review. Aku gapernah share video2 cina (itu ga jangka panjang banget, cuma orang bakal liat sekilas abis itu udah kalopun klik cuma sekali). Kalau disini ada yang komen “ah saya gapunya uang beli barang buat direview”, rasanya klise ya. Kita gamungkin ga punya barang apa2 dirumah. Kita gamungkin ga beli sesuatu untuk kebutuhan kita. Apa aja yang ada dirumah yang berhubungan. Mainan 5 ribuan pun aku share. Gausah mikir harus star harus komisi gede. Sharing aja. Tapi yang related. 9. Kemudian aku share edukasi lagi cara mengajarkan bayi menggunakan sedotan. Aku share edukasinya, pengalamanku dan alat yang kupakai di terakhir. Otomatis orang berbondong2 beli. Yang aku share jualan ga? Engga. Murni edukasi kan. Kita sebagai influencer juga gaboleh share ngasal ngasal. Tapi sold out sampai beberapa kali ganti link. 10. Akhirnya aku dicontact shopee untuk jadi partner. Sejak saat itu komisi signifikan karena per checkout maksimum jadi 50 ribu. (Disini kalau kalian mikir jangka panjang, niatnya jadi partner, jangan share video cina atau video orang doang. Karena gaboleh harus hasil sendiri)
1
14
Cara dowload vidio hd di semua sumber media seperti facebook ,youtube , pinterst , ,tik tok ,web dll ===> https://pastedownload.com/
53
15
Cara download video tiktok tanpa watermark hd ===> https://ssstik.io/id ===> https://tikmate.app/id/ ===> https://ssstik.io/id
51
16
---Pentingnya Memiliki Batas Bawah Keuangan--- Dulu saya tipe orang yang kalau dapat duit, langsung beli ini beli itu, lalu habis seketika uangnya. Bahkan sebelum duitnya ada pun, sudah beli duluan, alias kredit...hehe. Setelah itu pusing lagi, kok nggak ada duit nih? Terus kepikiran utang ke siapa lagi yah? Alhamdulillah ketemu suami Arif Rahutomo yang memiliki pola pikir tidak sama dengan saya. Dari suami saya lah, saya belajar mengelola keuangan. Karena ilmu tentang uang ternyata sangat penting. Bukankah sebagian kita, permasalahannya adalah tentang uang? Soal uang ini bukan hanya bagaimana mendapatkannya, tetapi juga bagaimana mengelolanya, dan meningkatkannya. Agar kita tidak dikendalikan uang itu. Tetapi kita yang mengendalikan. Jika tidak, akhirnya banyak orang yang mengalami seperti saya dulu itu. Selalu terjerat pada lingkarang "kurang uang". Dari suami, saya juga mengenal tentang batas bawah keuangan. Batas bawah keuangan, itu sejumlah uang yang tidak kita pakai. Berapapun jumlahnya. Dan bisa dinaikkan dari waktu ke waktu. Dengan memiliki batas bawah, ada banyak keuntungan. Diantaranya; 1. Selalu merasa, punya uang. Sehingga vibrasi yang dipancarkan dari dalam hati itu "cukup" bukan "kurang". 2. Dengan pancaran vibrasi "cukup", ini yang akan menjadi servo diri kita, untuk terus mengundang uang datang kepada kita. Berbeda saat yang dipancarkan adalah vibrasi kurang, akhirnya kurang terus. 3. Belajar mengendalikan keinginan. Ini bukan berarti jadi pelit, tetapi belajar mengendalikan diri, agar yang kita lakukan bukan karena nafsu memenuhi keinginan semata. Dan ini sangat penting untuk kesehatan psikis kita. Di sebuah kelompok sosialita, tidak semuanya sehat secara keuangan, meskipun tampaknya kaya-kaya mereka. Karena yang terjadi di situ adalah persaingan, untuk tampak lebih dari yang lain, dengan berlomba-lomba memiliki barang atau apapun yang sama atau lebih istimewa. Ini berasal dari ketidakmampuan mengendalikan diri, sehingga terbawa untuk terus bersaing. Dan ini tidak sehat. Dulu awal-awal menikah, meski uang suami saya cukup untuk membeli mobil, tetapi kami masih naik motor ke mana-mana. Prinsip suami saya, ketika mau membeli sesuatu, paling tidak memiliki dana 3x lipatnya. Dan ternyata itu memang lebih baik. Dari pada punya mobil, tapi bingung bayar pajak dan beli bahan bakarnya bukan? 4. Membuat jadi kreatif. Karena kita tidak akan memakai uang batas bawah itu, sehingga kita dipaksa untuk kreatif bagaimana menciptakan uang lagi. 5. Tidak kehabisan uang. Seperti kisah saya dulu, karena tidak punya batas bawah, akhirnya uang selalu habis. Dan selalu berada pada kondisi merasa kurang uang terus. Dan ini banyak terjadi di antara kita. Habis dapat banyak uang, belum lama kemudian sudah tidak punya uang lagi. 6. Tidak merepotkan orang lain. Kalau kita punya cukup uang, kita tidak kepikiran untuk merepotkan orang lain dengan pinjam. Ingatlah, berhutang itu sangat menyedot energi orang yang dihutangi. Jika kita sering sekali minta tolong orang untuk pinjam utangan, berarti sesering itu pula kita nyedot energi orang. Apalagi kalau utang yang kemarin saja belum dibayar, sudah bilang utang lagi... 😁 Mau memiliki batas bawah atau tidak, itu hak masing-masing orang. Yang penting adalah, penting sekali kita memiliki keuangan yang sehat. Bagaimana pun, keuangan adalah hal yang pokok dalam kehidupan kita saat ini, selain kesehatan. Jadi sehat jiwa, sehat raga, dan sehat uang itu Koenci. 🤗🤗🤗
106
17
Jika bisnismu sdh bertahun-tahun tapi blm banyak assetmu dan legacy berarti belajarmu blm banyak, gaulmu blm jauh, sakitmu blm pedih, kawanmu blm menantang, sulitmu blm sakit, prihatinmu blm dalam, munajatmu blm pedih, pendakianmu blm tinggi dan gurumu blm BENGIS. - CF
165
18
. 14. Perbaiki hubungan dengan orang tua... karena percaya gak percaya orang tua punya sambungan energi rezeki... jika hubungan dengan orang tua tersumbat, maka aliran energi rezeki juga akan tersumbat. Jika ortu sudah meninggal, carilah saudara terdekatnya dan minta maaf... coba dicek lagi, jangan-jangan segala usaha, ilmu, doa, tim kompak tapi kok masih mentok juga, bisajadi kamu masih terhambat karena punya dosa sama orang tua... beratnya, memang kamu akan malu bahkan ego pribadi masih bilang "Ngapain! dia aja gak nganggep gue anak...", ya, inilah kerasnya kehidupan... kamu harus terima, percaya gak percaya, rezeki sangat bisa tersumbat ketika hubungan dengan ortu buruk... segera deh, sebelum mereka meninggal... ortu kalau udah meninggal gak akan pernah datang dua kali :). Eh tambah lagi, sama suami dan istri juga bro, kelupaan nulis soalnya gue belom punya pengalaman kalau suami istri hehehe... . 15. Jadilah SUBYEK jangan jadi OBYEK... kamu harus sadari memiliki diri, memiliki kuasa atas diri sendiri... ketika kamu sudah menyadari itu, akhirnya kamu bisa menentukan jalanmu sendiri... berbicara bisnis, paling penting adalah masalah leadership... bagaimanakah jadi pemimpin yang baik... ketika kamu masih jadi obyek yang disuruh-suruh (bisa karena kamunya memang gak inisiatif atau karena kamu gak berani mengemukakan pendapat), maka bisnismu tak akan pernah maju... jadilah subyek, sadari kuasa atas dirimu... mulailah dari inisiatif atas masalah-masalah yang terjadi di sekitarmu, ambil masalah itu selesaikan jangan nunggu disuruh, karena kita bukan pesuruh... tapi juga bedakan ya antara leadirship dan boss ya... boss itu nyuruh-nyuruh, kalau leader dia nyuruh pake teladan... bukan "Nyapu lo!", tapi dia akan ambil sapu, nyapu dan timnya akan ngerasa gak enak hingga "Pak, maaf, saya aja yang nyapu.."... leader itu menggerakkan dengan teladan... :) . . Semoga bermanfaat @maulaozier
231
19
Padahal, jikalau hidup rata-rata manusia 65 tahun, gak apa-apalah dalam usia 22 tahun jadi bawahan selama 5 tahun, kan saat usia 27 tahun sudah jadi sesuatu... so, 5 tahun itu sebenernya bukan jadi bawahan, tapi belajar bagaimana jadi atasan... dan masih banyak usia yang lebih produktif untuk melakukan sesuatu hingga 65 tahun kan...? . 8. Hati-hati dengan pendapatan yang akan didapat. Ketika bisnis mulai bagus, biasanya pendapatan akan mulai terlihat. Uang sering lho mengubah karakter orang... hati-hati dengan hati kita yang berbolak-balik, pagi jadi malaikat, sore udah jadi iblis... uang hanyalah alat tukar, bukan tujuan... kembali lagi ke tujuan awal kamu mau bisnis untuk apa, diharapkan bisnis yang membawa manfaat ya... pendapatan boleh naik, tapi gaya hidup tetap sederhana aja ya dan sedekahnya justru yang dinaikin... . 9. Hati-hati dengan provokasi "Keluar Kerja!", "Pakai Otak Kanan! Gak usah mikir" dan jebakan-jebakan semangat lainnya yang kadang menghilangkan akal sehat... lagi-lagi ini pisau bermata dua... maksudnya secara positif di sini adalah penyemangat bagi orang-orang yang sudah siap untuk berbisnis tapi belum juga berani full berbisnis... semangat ini bukan buat mereka yang putus asa, gak punya basic, dan masih labil... karena ketika memutuskan berbisnis itu cuma dua kemungkinannya: tambah sejahtera dan tambah bangkrut. Dan segala hal yang diputuskan tanpa persiapan selalu gagal pada akhirnya. Bisnis butuh banyak sekali persiapan: coba cari referensi sana-sini dulu sebelum memutuskan. Karena sebenernya ya, banyak banget karyawan yang gajinya ratusan juta dan hidupnya tenang-tenang aja... jadi kalau jadi pebisnis itu untuk dapet uang lebih banyak gak selalu benar, karena jadi karyawan pun SANGAT BISA. Suka lucu aja, ngeliat orang yang ngatain karyawan padahal gue tau banget pendapatan dia gak ada sepersepuluhnya dari karyawan yang gue kenal... kok malah terkesan sombong ya provokasinya :). Sebelum berpikir positif atau semangat gak jelas, kedepankan dulu berpikir tepat dengan akal sehat yang objektif. . 10. FOKUS! walau akan banyak peluang yang terlewat... ketika fokus kita akan belajar memahami kuda-kuda yang kuat, kesabaran, logika, pola, dan kesiapan ketika ada peluang yang datang. Fokus berbicara kesiapan... kesiapan menerima peluang, apakah kita sudah siap menerimanya? siap tidak siap dibentuk dari kefokusan. . 11. Lebih baik, kamu kerja dulu di industri yang akan kamu bisniskan nantinya... karena ketika kamu kerja dulu maka kamu akan melihat dari hulu ke hilir bagaimana keseluruhan industrinya sampai akar-akarnya... hal ini akan sangat memudahkan kamu ketika nanti berbisnis. Tapi, jangan keasyikan sampai lupa bahwa mau dibisniskan... Jikalau tidak mau, maka carilah partner yang sudah tau industrinya sampai ke akar-akarnya. Pertanyaannya, memang ada yang mau sama bocah bau kencur kecuali kamu direkomendasikan oleh seseorang yang sangat terpercaya? hihihi... . 12. Bisnis berbicara tentang angka, bukan perasaan. Jikalau ditanya sales berapa, jawab dengan "1, 2, 3" bukan "Laku bangettt brooo!"... semua harus tercatat... PENCATATAN dalam bisnis adalah akar, pelajarilah akuntansi... ini ilmu sendiri yang harus dipahami... kalau gak ngerti ini, jangan buka bisnis dulu deh... kalau gak mau ngerti, ajak temen kamu yang ngerti... tapi emang ada yang mau diajak sama orang yang males buat ngerti? :p . 13. Buatlah bisnis untuk memenuhi KEBUTUHAN pasar, bukan KEINGINAN pribadi/tim... di sinilah riset diperlukan... kalau di online kita punya tools semacam Google Keyword planner tools, google trend, FB audience insight, hingga paper-paper baik secara makro maupun mikro. Butuh sekali riset mendalam, jangan level asumsi "Laku deh!", "Dari mana lo tau laku? datanya?", "Mmmm... ya laku deh! temen gue banyak yang beli.."... jangan asumsi ya, karena lo bukan lagi main sinetron lho, bisnis itu dunia real apalagi jadi backbone utama, kalau lo gak dapet pendapatan ya lo bakal sengsara... urusan bersyukur dan tawakal beda yaaa.. jangan salah paham...
180
20
###15 Evaluasi & Pengingat untuk Para Entrepreneur Muda Pemula:### . . 1. Hati-hati dengan publikasi dan ketenaran... akan ada masa-masa media akan menghampiri atau orang-orang mengundang jadi pembicara... ini adalah pedang bermata dua... inget, kita bukan artis atau pembicara, kita adalah pebisnis... jangan sibuk jalan-jalan, namun bisnis gak jalan... jangan sibuk ngomong, eh sama karyawan malah diomongin dari belakang... . 2. Menang lomba tidak menggambarkan sehatnya bisnis kita. Juara lomba diputuskan oleh orang luar dan sifatnya subyektif dan bisajadi yang jadi penilai juga bukan praktisi, atau lebih nyeseknya lagi, lomba adalah kepentingan dari pihak yang punya lomba, entah kepentingan PR, branding, atau CSR biar laporan pajak aman... sebenarnya mereka juga tidak peduli sepenuhnya sama bisnis kita. Ikut lomba boleh, tapi jangan melupakan how to build business... karena kita bukan sedang berlomba, tapi sedang berbisnis. . 3. Kita bisa tahu bisnis kita sehat itu sederhanya dari melihat 3 hal: laporan laba rugi, neraca, dan cashflow. Laporan laba rugi memperlihatkan seberapa untung bisnis model yang kita jalankan... neraca menggambarkan seberapa banyak asset yang kita punya... dan cashflow memperlihatkan seberapa liquid perputaran uang kita. Kalau 3 hal ini aja gak ngerti, disarankan jangan bikin bisnis dulu... . 4. Stop ikut seminar-seminar, training-training ketika sudah 2 tahun tidak ada perubahan. Bisajadi kita sedang terperangkap oleh genjutsu (ilmu mempengaruhi 5 indra) dari pembicara. Untuk tahun-tahun pertama sangat disarankan untuk ikut seminar-seminar dasar tentang bisnis. Tapi, trendnya, masih banyak yang tidak keluar dari jeratan seminar-seminar atau training selama bertahun-tahun, bahkan malah ini jadi salah satu industri sendiri yang menjamur... mereka yang ikut seminar berkali-kali sampai hafal materi pembicara dan akhirnya nyoba-nyoba buka seminar sendiri. Tadinya mau bisnis kuliner, eh malah jadi pembicara bisnis kuliner yang jika dilihat dengan poin 3 di atas sebenarnya bisnisnya amburadul. Di lapangan, orang seperti ini banyak. . 5. Jangan kebanyakan foto-foto sama orang yang kamu anggap sukses... dikit-dikit foto... dikit-dikit foto... sambil nunjukin jempol sukses... why? karena jika begitu terus kita akan terperangkap pada level 'kagum' dan tak akan pernah naik ke level 'dikagumi'. Bahayanya di sini adalah, kamu kagum karena pencitraan mereka... coba lebih kenal dalam dengan mereka, kamu akan menemukan banyak hal yang berbeda dari pencitraan orang-orang yang kamu kagumi. Islam telah mengajarkan untuk mengenal orang yaitu dengan cara: menginap bersamanya minimal 3 hari, berpergian jauh bersama, dan berbisnislah bersama mereka. Jika sudah dilakukan, barulah kagum atau tidaknya menjadi objective. . 6. Segera hilangkan rasa bahwa diri ini hebat. Dunia ini gak seluas daun kelor aja... mungkin komunitas atau lingkunganmu bilang kamu tuh hebat banget, tapi di luar sana ada yang jauhhhhhh berkali-kali lipat lebih hebat dari kamu. Mungkin, saat ini kamu disandingkan dengan para orang-orang hebat di luar sana, tapi sebenarnya belum pantas. Yang terjadi akhirnya jebakan 'merasa hebat' muncul... ketika sudah muncul, maka kita akan merasa ilmu, pengalaman, kejeniusan kita telah berada pada level/ruang orang yang sebenarnya lebih tinggi dari kita. Apa yang akan terjadi jika hal ini muncul? kita tak akan pernah bergerak kemana-mana. . 7. Jangan cepet-cepet mau jadi boss atau menjadi orang atas. Ada sindrom pada anak muda jenius merasa layak untuk diberi tempat dan penghargaan ini itu... karena jarang sekali di usianya tersebut bisa begini dan begitu. Akhirnya muncul keangkuhan dan menilai apa-apa dari kacamata sendiri. Sering mau jadi nomer satu, harus dihargai berlebih... padahal perbandingan yang dipakai bukanlah perbandingan yang objective... jika muncul seperti ini, kita tidak akan pernah mau belajar dari bawah karena merasa sudah di atas sehingga susah untuk bekerjasama jikalau diposisikan jadi bawahan.
172