MEDIA MASJID 🕌
Open in Telegram
Sarana berbagi informasi, silaturahmi dan ilmu tentang masjid
Show more1 852
Subscribers
+124 hours
-17 days
-1030 days
Posts Archive
1 852
KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 04-09-2026)
========================
CARΑ SYAR’I MEMBASMI KORUPSI
1. Nasihat Taqwa
- Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
- Takwa harus menjadi benteng dalam setiap amanah, termasuk ketika memegang jabatan dan mengelola harta.
- Ingatlah bahwa apa yang tersembunyi dari manusia tidak pernah tersembunyi dari Allah SWT.
- Allah SWT berfirman: “Allah mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa saja yang disembunyikan di dalam dada.” (TQS Ghafir [40]: 19).
2. Korupsi adalah Haram dan Pengkhianatan Amanah
- Korupsi merupakan pengambilan harta dengan cara batil dan termasuk perbuatan yang diharamkan.
- Islam melarang penggunaan uang untuk memengaruhi penguasa atau hakim demi mendapatkan sesuatu yang bukan hak.
- Ghuluul adalah pengkhianatan terhadap harta yang berada dalam amanah.
- Jabatan adalah amanah; menjadikannya sebagai sarana memperkaya diri berarti mengkhianati amanah.
3. Korupsi Bukan Sekadar Kejahatan Individu
- Korupsi tidak hanya lahir dari sifat tamak individu, tetapi dapat tumbuh karena lingkungan dan sistem yang membuka peluang.
- Politik yang mahal, transaksi kepentingan, hubungan penguasa dan pemilik modal, materialisme, serta lemahnya pengawasan dapat menyuburkan korupsi.
- Dalam kondisi demikian, jabatan mudah berubah dari amanah menjadi komoditas untuk memperoleh keuntungan.
- Rasulullah ﷺ menegaskan: “Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah...” (HR Muslim).
4. Islam Membangun Sistem Pencegahan dan Pengawasan
- Islam tidak hanya menghukum setelah korupsi terjadi, tetapi mencegahnya sejak awal.
- Bentengnya meliputi ketakwaan individu dan menjadikan penguasa sebagai pengurus rakyat.
- Pejabat dilarang menerima hadiah karena jabatannya dan harta pejabat harus diawasi serta dipertanggungjawabkan.
- Masyarakat wajib melakukan amar makruf nahi mungkar, sementara kebutuhan wajar aparat dipenuhi agar tidak menjadi celah penyimpangan.
5. Hukum Tegas dan Solusi Integral
- Hukum harus ditegakkan secara tegas, adil, dan tanpa tebang pilih; tidak boleh ada kekebalan karena jabatan atau kekayaan.
- Sanksi bagi korupsi berada dalam wilayah ta'ziir, sesuai ketentuan syariah untuk memberikan efek jera dan menjaga kemaslahatan.
- Islam membangun individu bertakwa, kontrol masyarakat, kekuasaan sebagai amanah, pengawasan pejabat, pemenuhan kebutuhan yang layak, dan hukum yang tegas.
- Solusi tersebut merupakan solusi integral yang, menurut tulisan ini, diwujudkan melalui penerapan Islam secara kaaffah dalam seluruh aspek kehidupan.
Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.
1 852
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 04 September 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲
Tema Pekan ini : CARA SYAR"I MEMBASMI KORUPSI
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam hormat dari kami,
admin
feel free to share
1 852
B-Indo-Khutbah-Jumat-35-2026-DMDI-Negara Wajib Melindungi Rakyat Dari Bencana.pdf
1 852
B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-35-2026-DMDI-Negara Wajib Melindungi Rakyat Dari Bencana.pdf
1 852
KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 35-2026)
========================
NEGARA WAJIB MELINDUNGI RAKYAT DARI BENCANA
1. Nasihat Taqwa dan Bencana sebagai Ujian
- Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
- Bencana seperti gempa bumi, banjir, longsor dan kebakaran merupakan musibah dan ujian dari Allah SWT.
- Seorang Muslim wajib menghadapi musibah dengan iman, kesabaran dan ketundukan kepada Allah SWT.
- Kesabaran dalam menghadapi musibah dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.
2. Bersabar Harus Disertai Ikhtiar
- Islam mengajarkan kesabaran dan keridhaan terhadap ketetapan Allah SWT.
- Namun, bersabar bukan berarti berdiam diri dan pasrah tanpa melakukan upaya.
- Manusia wajib melakukan ikhtiar untuk mencegah, mengurangi dan mengatasi dampak bencana.
- Allah SWT berfirman: _“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”_ (TQS ar-Ra’d [13]: 11).
3. Negara Wajib Bertanggung Jawab Melindungi Rakyat
- Negara wajib melakukan pencegahan, mitigasi, penanganan dan pemulihan pascabencana.
- Keselamatan dan perlindungan rakyat merupakan amanah yang harus ditunaikan oleh penguasa.
- Pemimpin dalam Islam adalah pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan mereka.
- Rasulullah ﷺ bersabda: _“Pemimpin yang mengurus banyak orang itu ibarat penggembala; ia akan ditanya tentang urusan mereka.”_ (HR Muttafaq ‘alayh).
4. Langkah Nyata Negara dalam Menghadapi Bencana
- Membangun sistem peringatan dini dan mitigasi terhadap berbagai ancaman bencana.
- Menata tata ruang dan membangun infrastruktur yang aman serta tahan terhadap risiko bencana.
- Mencegah kerusakan lingkungan, termasuk pembalakan liar dan pembakaran hutan.
- Memberikan edukasi dan simulasi kebencanaan kepada masyarakat.
- Menjamin pemulihan pascabencana hingga kebutuhan hidup dan kehidupan rakyat kembali normal.
5. Syariah Islam Menjamin Perlindungan Rakyat
- Dalam Islam, nyawa dan keselamatan rakyat bukan sekadar angka statistik, tetapi amanah yang wajib dijaga.
- Para pemimpin Islam telah memberikan teladan dalam bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rakyat ketika terjadi musibah, seperti Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. saat terjadi paceklik.
- Negara wajib mengurus rakyat dengan sungguh-sungguh sebelum, saat dan setelah bencana.
- Karena itu, perlindungan rakyat secara menyeluruh memerlukan penerapan syariah Islam secara kaffah dalam institusi pemerintahan Islam atau Khilafah.
- Bencana memang merupakan ketetapan Allah SWT, tetapi melindungi rakyat dari bahaya adalah kewajiban besar negara yang tidak boleh diabaikan.
Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.
1 852
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 28 Agustus 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲
Tema Pekan ini : NEGARA WAJIB MELINDUNGI RAKYAT DARI BENCANA
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam hormat dari kami,
admin
feel free to share
1 852
B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-33-2026-DMDI-Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki.pdf
1 852
KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 33-2026)
========================
MEWUJUDKAN KEMERDEKAAN HAKIKI
1. Nasihat Taqwa
- Marilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
- Ketakwaan tidak hanya dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah SWT.
- Kemerdekaan yang hakiki adalah terbebas dari penghambaan kepada selain Allah SWT.
- Allah SWT berfirman: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (TQS adz-Dzariyat [51]: 56).
2. Kemerdekaan dan Kemandirian Indonesia
- Indonesia telah merdeka secara fisik selama 81 tahun, tetapi kemerdekaan hakiki perlu dipertanyakan.
- Indonesia memiliki sumber daya alam, penduduk, wilayah, dan sumber daya manusia yang besar sehingga semestinya mampu mandiri.
- Ekonomi tumbuh 5,11% pada 2025, tetapi kemiskinan masih 8,25% dan pengangguran 4,68%.
- Ketergantungan masih terlihat dari utang luar negeri US$437,9 miliar, impor US$111,33 miliar, dan PMA 2025 Rp900,9 triliun atau 46,6% dari total investasi.
3. Penjajahan Kapitalisme
- Sumber daya alam seperti minyak, gas, tambang, emas, nikel, dan hutan masih banyak dikuasai swasta dan asing.
- Sekitar 85% pendapatan APBN berasal dari pajak rakyat, bukan dari kekayaan alam yang melimpah.
- Kondisi tersebut adalah dampak ideologi Kapitalisme yang berasaskan sekularisme.
- Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, perubahan tidak cukup pada individu, tetapi harus menyentuh asas dan sistem kehidupan: dari sekularisme menuju akidah Islam dan dari Kapitalisme menuju sistem Islam.
4. Kemerdekaan Hakiki
- Manusia yang merdeka adalah manusia yang hanya menghambakan dirinya kepada Allah SWT.
- Penghambaan kepada Allah berarti menundukkan kehidupan kepada syariah-Nya.
- Allah SWT berfirman: إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ — “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah” (TQS Yusuf [12]: 40).
- Kemerdekaan hakiki berarti membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT.
5. Menuju Kemerdekaan Ideologis
- Kemerdekaan tidak berhenti pada bebas dari penjajahan fisik, tetapi harus menuju kemerdekaan ideologis.
- Umat dibebaskan dari dominasi Kapitalisme menuju ideologi Islam, serta dari penghambaan kepada materi menuju penghambaan kepada Allah SWT.
- Syariah Islam diterapkan secara kaaffah dalam ekonomi, kepemilikan, pendidikan, peradilan, politik, dan pengelolaan kekayaan umum.
- Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, penerapan Islam secara kaaffah membutuhkan institusi politik Khilafah, yang berfungsi menerapkan hukum Islam dan mengurus urusan umat.
Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.
1 852
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 14 Agustus 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲
Tema Pekan ini : MEWUJUDKAN KEMERDEKAAN HAKIKI
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam hormat dari kami,
admin
feel free to share
1 852
B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-32-2026-DMDI-Ingat! Derita Gaza Masih Belum Sirna.pdf
1 852
KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 07-Agustus-2026)
========================
INGAT! DERITA GAZA MASIH BELUM SIRNA
1. Nasihat Taqwa
- Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh syariat-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
- Takwa menuntut seorang Muslim memiliki kepedulian terhadap nasib saudara-saudaranya yang tertindas.
- Jangan sampai kesibukan dunia membuat hati kita lalai terhadap penderitaan kaum Muslim.
- Allah SWT berfirman: "Tidaklah patut bagi laki-laki dan perempuan Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, mereka mempunyai pilihan lain dalam urusan mereka." (TQS al-Ahzab [33]: 36).
2. Derita Gaza Belum Berakhir
- Genosida di Gaza masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
- Serangan Israel terus menyasar Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Khan Younis.
- Korban telah mencapai lebih dari 73 ribu orang syahid dan 174 ribu lainnya terluka.
- Anak-anak, perempuan, lansia, warga sipil, serta fasilitas umum dan rumah ibadah menjadi sasaran, sementara sekitar 80% bangunan Gaza telah hancur.
3. Lemahnya Sikap Dunia Islam
- Berbagai negara Islam hanya sebatas mengeluarkan kecaman tanpa langkah nyata menghentikan agresi Israel.
- Board of Peace (BOP) tidak mampu menghentikan genosida maupun pencaplokan wilayah Gaza.
- Kehadiran negeri-negeri Muslim dalam BOP dipertanyakan manfaatnya bagi pembelaan terhadap Palestina.
- Rasulullah saw. bersabda: الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya." (HR Muslim).
4. Kewajiban Membela Kaum Muslim
- Membela kehormatan, darah, dan harta kaum Muslim merupakan konsekuensi ukhuwah Islamiyah.
- Orang beriman tidak akan menjadikan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya sebagai pihak yang dicintai dan didukung
- Kaum Muslim tidak boleh berdiam diri ketika saudara seimannya menjadi korban kezaliman.
- Para pemimpin kaum Muslim memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah atas darah kaum Muslim yang tertumpah.
5. Jihad sebagai Solusi Menurut Syariat
- Islam harus dijadikan landasan dalam menyelesaikan seluruh persoalan umat, termasuk krisis Palestina.
- Al-Qur'an memerintahkan menghadapi agresi terhadap kaum Muslim, sebagaimana firman Allah: فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ (TQS al-Baqarah [2]: 194).
- Allah juga memerintahkan mengusir pihak yang mengusir kaum Muslim dari negeri mereka (TQS al-Baqarah [2]: 191).
- Menurut Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2, jihad menjadi fardu 'ain ketika negeri kaum Muslim diserang; karena itu para pemimpin kaum Muslim wajib mengerahkan kekuatan untuk membebaskan Palestina.
Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.
1 852
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 07 Agustus 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲
Tema Pekan ini : INGAT !! DERITA GAZA BELUM SIRNA
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam hormat dari kami,
admin
feel free to share
