en
Feedback
MEDIA MASJID 🕌

MEDIA MASJID 🕌

Open in Telegram

Sarana berbagi informasi, silaturahmi dan ilmu tentang masjid

Show more
1 852
Subscribers
+124 hours
-17 days
-1030 days
Posts Archive
B-Indo-Khutbah-Jumat-36-2026-DMDI-Cara Syar'i Membasmi Korupsi.pdf

B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-36-2026-DMDI-Cara Syar'i Membasmi Korupsi.pdf

KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 04-09-2026) ======================== CARΑ SYAR’I MEMBASMI KORUPSI 1. Nasihat Taqwa - Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. - Takwa harus menjadi benteng dalam setiap amanah, termasuk ketika memegang jabatan dan mengelola harta. - Ingatlah bahwa apa yang tersembunyi dari manusia tidak pernah tersembunyi dari Allah SWT. - Allah SWT berfirman: “Allah mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa saja yang disembunyikan di dalam dada.” (TQS Ghafir [40]: 19). 2. Korupsi adalah Haram dan Pengkhianatan Amanah - Korupsi merupakan pengambilan harta dengan cara batil dan termasuk perbuatan yang diharamkan. - Islam melarang penggunaan uang untuk memengaruhi penguasa atau hakim demi mendapatkan sesuatu yang bukan hak. - Ghuluul adalah pengkhianatan terhadap harta yang berada dalam amanah. - Jabatan adalah amanah; menjadikannya sebagai sarana memperkaya diri berarti mengkhianati amanah. 3. Korupsi Bukan Sekadar Kejahatan Individu - Korupsi tidak hanya lahir dari sifat tamak individu, tetapi dapat tumbuh karena lingkungan dan sistem yang membuka peluang. - Politik yang mahal, transaksi kepentingan, hubungan penguasa dan pemilik modal, materialisme, serta lemahnya pengawasan dapat menyuburkan korupsi. - Dalam kondisi demikian, jabatan mudah berubah dari amanah menjadi komoditas untuk memperoleh keuntungan. - Rasulullah ﷺ menegaskan: “Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah...” (HR Muslim). 4. Islam Membangun Sistem Pencegahan dan Pengawasan - Islam tidak hanya menghukum setelah korupsi terjadi, tetapi mencegahnya sejak awal. - Bentengnya meliputi ketakwaan individu dan menjadikan penguasa sebagai pengurus rakyat. - Pejabat dilarang menerima hadiah karena jabatannya dan harta pejabat harus diawasi serta dipertanggungjawabkan. - Masyarakat wajib melakukan amar makruf nahi mungkar, sementara kebutuhan wajar aparat dipenuhi agar tidak menjadi celah penyimpangan. 5. Hukum Tegas dan Solusi Integral - Hukum harus ditegakkan secara tegas, adil, dan tanpa tebang pilih; tidak boleh ada kekebalan karena jabatan atau kekayaan. - Sanksi bagi korupsi berada dalam wilayah ta'ziir, sesuai ketentuan syariah untuk memberikan efek jera dan menjaga kemaslahatan. - Islam membangun individu bertakwa, kontrol masyarakat, kekuasaan sebagai amanah, pengawasan pejabat, pemenuhan kebutuhan yang layak, dan hukum yang tegas. - Solusi tersebut merupakan solusi integral yang, menurut tulisan ini, diwujudkan melalui penerapan Islam secara kaaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 04 September 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲 Tema Pekan ini : CARA SYAR"I MEMBASMI KORUPSI Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam hormat dari kami, admin feel free to share

B-Indo-Khutbah-Jumat-35-2026-DMDI-Negara Wajib Melindungi Rakyat Dari Bencana.pdf

B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-35-2026-DMDI-Negara Wajib Melindungi Rakyat Dari Bencana.pdf

photo content

Photo from Masduki Nursaid
Photo from Masduki Nursaid

KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 35-2026) ======================== NEGARA WAJIB MELINDUNGI RAKYAT DARI BENCANA 1. Nasihat Taqwa dan Bencana sebagai Ujian - Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. - Bencana seperti gempa bumi, banjir, longsor dan kebakaran merupakan musibah dan ujian dari Allah SWT. - Seorang Muslim wajib menghadapi musibah dengan iman, kesabaran dan ketundukan kepada Allah SWT. - Kesabaran dalam menghadapi musibah dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa. 2. Bersabar Harus Disertai Ikhtiar - Islam mengajarkan kesabaran dan keridhaan terhadap ketetapan Allah SWT. - Namun, bersabar bukan berarti berdiam diri dan pasrah tanpa melakukan upaya. - Manusia wajib melakukan ikhtiar untuk mencegah, mengurangi dan mengatasi dampak bencana. - Allah SWT berfirman: _“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”_ (TQS ar-Ra’d [13]: 11). 3. Negara Wajib Bertanggung Jawab Melindungi Rakyat - Negara wajib melakukan pencegahan, mitigasi, penanganan dan pemulihan pascabencana. - Keselamatan dan perlindungan rakyat merupakan amanah yang harus ditunaikan oleh penguasa. - Pemimpin dalam Islam adalah pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan mereka. - Rasulullah ﷺ bersabda: _“Pemimpin yang mengurus banyak orang itu ibarat penggembala; ia akan ditanya tentang urusan mereka.”_ (HR Muttafaq ‘alayh). 4. Langkah Nyata Negara dalam Menghadapi Bencana - Membangun sistem peringatan dini dan mitigasi terhadap berbagai ancaman bencana. - Menata tata ruang dan membangun infrastruktur yang aman serta tahan terhadap risiko bencana. - Mencegah kerusakan lingkungan, termasuk pembalakan liar dan pembakaran hutan. - Memberikan edukasi dan simulasi kebencanaan kepada masyarakat. - Menjamin pemulihan pascabencana hingga kebutuhan hidup dan kehidupan rakyat kembali normal. 5. Syariah Islam Menjamin Perlindungan Rakyat - Dalam Islam, nyawa dan keselamatan rakyat bukan sekadar angka statistik, tetapi amanah yang wajib dijaga. - Para pemimpin Islam telah memberikan teladan dalam bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rakyat ketika terjadi musibah, seperti Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. saat terjadi paceklik. - Negara wajib mengurus rakyat dengan sungguh-sungguh sebelum, saat dan setelah bencana. - Karena itu, perlindungan rakyat secara menyeluruh memerlukan penerapan syariah Islam secara kaffah dalam institusi pemerintahan Islam atau Khilafah. - Bencana memang merupakan ketetapan Allah SWT, tetapi melindungi rakyat dari bahaya adalah kewajiban besar negara yang tidak boleh diabaikan. Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 28 Agustus 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲 Tema Pekan ini : NEGARA WAJIB MELINDUNGI RAKYAT DARI BENCANA Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam hormat dari kami, admin feel free to share

photo content

B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-33-2026-DMDI-Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki.pdf

B-Indo-Khutbah-Jumat-33-2026-DMDI-Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki.pdf

KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 33-2026) ======================== MEWUJUDKAN KEMERDEKAAN HAKIKI 1. Nasihat Taqwa - Marilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. - Ketakwaan tidak hanya dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah SWT. - Kemerdekaan yang hakiki adalah terbebas dari penghambaan kepada selain Allah SWT. - Allah SWT berfirman: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (TQS adz-Dzariyat [51]: 56). 2. Kemerdekaan dan Kemandirian Indonesia - Indonesia telah merdeka secara fisik selama 81 tahun, tetapi kemerdekaan hakiki perlu dipertanyakan. - Indonesia memiliki sumber daya alam, penduduk, wilayah, dan sumber daya manusia yang besar sehingga semestinya mampu mandiri. - Ekonomi tumbuh 5,11% pada 2025, tetapi kemiskinan masih 8,25% dan pengangguran 4,68%. - Ketergantungan masih terlihat dari utang luar negeri US$437,9 miliar, impor US$111,33 miliar, dan PMA 2025 Rp900,9 triliun atau 46,6% dari total investasi. 3. Penjajahan Kapitalisme - Sumber daya alam seperti minyak, gas, tambang, emas, nikel, dan hutan masih banyak dikuasai swasta dan asing. - Sekitar 85% pendapatan APBN berasal dari pajak rakyat, bukan dari kekayaan alam yang melimpah. - Kondisi tersebut adalah dampak ideologi Kapitalisme yang berasaskan sekularisme. - Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, perubahan tidak cukup pada individu, tetapi harus menyentuh asas dan sistem kehidupan: dari sekularisme menuju akidah Islam dan dari Kapitalisme menuju sistem Islam. 4. Kemerdekaan Hakiki - Manusia yang merdeka adalah manusia yang hanya menghambakan dirinya kepada Allah SWT. - Penghambaan kepada Allah berarti menundukkan kehidupan kepada syariah-Nya. - Allah SWT berfirman: إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ — “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah” (TQS Yusuf [12]: 40). - Kemerdekaan hakiki berarti membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT. 5. Menuju Kemerdekaan Ideologis - Kemerdekaan tidak berhenti pada bebas dari penjajahan fisik, tetapi harus menuju kemerdekaan ideologis. - Umat dibebaskan dari dominasi Kapitalisme menuju ideologi Islam, serta dari penghambaan kepada materi menuju penghambaan kepada Allah SWT. - Syariah Islam diterapkan secara kaaffah dalam ekonomi, kepemilikan, pendidikan, peradilan, politik, dan pengelolaan kekayaan umum. - Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, penerapan Islam secara kaaffah membutuhkan institusi politik Khilafah, yang berfungsi menerapkan hukum Islam dan mengurus urusan umat. Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 14 Agustus 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲 Tema Pekan ini : MEWUJUDKAN KEMERDEKAAN HAKIKI Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam hormat dari kami, admin feel free to share

B-Indo-VerSmartPhone-Khutbah-Jumat-32-2026-DMDI-Ingat! Derita Gaza Masih Belum Sirna.pdf

B-Indo-Khutbah-Jumat-32-2026-DMDI-Ingat! Derita Gaza Masih Belum Sirna.pdf

KISI-KISI NASKAH KHUTBAH JUM'AT (Edisi 07-Agustus-2026) ======================== INGAT! DERITA GAZA MASIH BELUM SIRNA 1. Nasihat Taqwa - Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh syariat-Nya dalam setiap aspek kehidupan. - Takwa menuntut seorang Muslim memiliki kepedulian terhadap nasib saudara-saudaranya yang tertindas. - Jangan sampai kesibukan dunia membuat hati kita lalai terhadap penderitaan kaum Muslim. - Allah SWT berfirman: "Tidaklah patut bagi laki-laki dan perempuan Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, mereka mempunyai pilihan lain dalam urusan mereka." (TQS al-Ahzab [33]: 36). 2. Derita Gaza Belum Berakhir - Genosida di Gaza masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. - Serangan Israel terus menyasar Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Khan Younis. - Korban telah mencapai lebih dari 73 ribu orang syahid dan 174 ribu lainnya terluka. - Anak-anak, perempuan, lansia, warga sipil, serta fasilitas umum dan rumah ibadah menjadi sasaran, sementara sekitar 80% bangunan Gaza telah hancur. 3. Lemahnya Sikap Dunia Islam - Berbagai negara Islam hanya sebatas mengeluarkan kecaman tanpa langkah nyata menghentikan agresi Israel. - Board of Peace (BOP) tidak mampu menghentikan genosida maupun pencaplokan wilayah Gaza. - Kehadiran negeri-negeri Muslim dalam BOP dipertanyakan manfaatnya bagi pembelaan terhadap Palestina. - Rasulullah saw. bersabda: الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya." (HR Muslim). 4. Kewajiban Membela Kaum Muslim - Membela kehormatan, darah, dan harta kaum Muslim merupakan konsekuensi ukhuwah Islamiyah. - Orang beriman tidak akan menjadikan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya sebagai pihak yang dicintai dan didukung - Kaum Muslim tidak boleh berdiam diri ketika saudara seimannya menjadi korban kezaliman. - Para pemimpin kaum Muslim memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah atas darah kaum Muslim yang tertumpah. 5. Jihad sebagai Solusi Menurut Syariat - Islam harus dijadikan landasan dalam menyelesaikan seluruh persoalan umat, termasuk krisis Palestina. - Al-Qur'an memerintahkan menghadapi agresi terhadap kaum Muslim, sebagaimana firman Allah: فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ (TQS al-Baqarah [2]: 194). - Allah juga memerintahkan mengusir pihak yang mengusir kaum Muslim dari negeri mereka (TQS al-Baqarah [2]: 191). - Menurut Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2, jihad menjadi fardu 'ain ketika negeri kaum Muslim diserang; karena itu para pemimpin kaum Muslim wajib mengerahkan kekuatan untuk membebaskan Palestina. Semoga Allah _Subhânahu Wa Ta’âlâ_ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan setiap ilmu dan pemahaman sebagai bekal menuju masyarakat yang diridhai-Nya.

photo content

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Sahabat Media Masjid yang baik, alhamdulillah Naskah Khutbah Jum'at, 07 Agustus 2026 telah terbit. Semoga dapat digunakan dan dioptimalkan dengan baik, aamiin 🤲 Tema Pekan ini : INGAT !! DERITA GAZA BELUM SIRNA Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam hormat dari kami, admin feel free to share