993
Subscribers
No data24 hours
+17 days
+430 days
Posts Archive
Mengapa pernikahan yang terjalani terkadang sulit digenggam erat?
Sebab kita menjalani rumah tangga bukan berdasarkan syariat, tetapi lebih karena peraturan yang sengaja dibuat-buat agar mendapat pujian masyarakat
Mengapa dalam rumah tangga sering terjadi pertengkaran?
Karena masing-masing pasangan tidak meletakkan ego sebagai sebuah kesadaran dan lupa tujuan utama kebersamaan
Mengapa mendidik keluarga sangat sulit diera jaman sekarang?
Karena kita mengukur standar kehidupan dari penilaian banyak orang, bukan berdasarkan kemampuan diri dan tuntunan Alqur'an
Terkadang tanpa sadar kita merusak citra sebagai umat islam yang seharusnya percaya Tuhan, tetapi justru mengadopsi perilaku dan pikiran kekinian
Hingga rumah tangga yang seharusnya dibina dan anak dididik sesuai syariat malah justru lebih dekat pada maksiat
Jangan biarkan framing diluar sana mengendalikan dan merusak pernikahan
Jangan biarkan godaan melemahkan keyakinan dan pemikiran
Fokuslah mempertahankan iman dalam Islam dengan segenap kemampuan
“Guruku pernah berkata kepadaku. Ketika aku memulai kajian kitab, majelis sangat dipenuhi sesak dengan para penuntut ilmu. Sedangkan di akhir-akhir pembasan kitab, tidak satupun tersisa dari mereka kecuali 3 orang!”
Kemudian dia berkata (lagi) : “Penuntut ilmu yang biasanya tidak istiqamah dalam belajar itu ada 3 macam :
1. Cepat bosan dan tidak bersabar
2. Merasa kesulitan (karena banyak tak paham)
3. Pencicip (yang hanya mencicipi saja). Inilah yang paling cepat meninggalkan pelajaran, karena mereka hadir hanya untuk menilai kemampuan guru dan kitab yang dibahas saja.
Adapun sebaliknya, mereka yang dianugrahi taufiq oleh Allah adalah yang bersabar dan mampu menahannya sampai akhir. Mereka inilah yang mengambil manfaat sangat banyak dari ilmu, dan mereka akan bermanfaat bagi umat.”
Hal yang menyakitkan itu adalah menunggu-nunggu sesuatu yang tidak pasti, baik rezeki maupun nikmat lainnya. Syukuri dan nikmatilah pemberian Allah yang sudah ada.
Ingin berdoa dan ikhtiar agar ditambah nikmat yang lain? Silahkan, tapi itu urusan Allah memberi atau tidak. Tugas kita bersyukur terhadap yang ada.
[Abah Guru Zuhdiannor]
إخلاص الحب سر بين الأحباء لا يعلمه ملك فيكتبه ولا شيطان فيفسده ولا هوى فيهلك
Tulusnya cinta adalah suatu rahasia di antara kekasih. Malaikat tidak akan mengetahui lantas mencatat isi perasaannya, setan juga tidak mampu membujuknya, hawa nafsu juga tidak bisa menghancurkannya.
Repost from N/a
Adakah yang bisa memberitahuku
Bagaimana cara memudarkan sebuah rasa
Agar hari-hariku tak lagi menanggung derita
Bagaimana bisa hanya karenanya jiwa terasa tak berdaya
Gejolak ini begitu menguji kedamaian yang ada
Kemana aku yang dulu yang begitu angkuh dengan segala tawaran cinta
Wahai gulir waktu..
Kembalikan diriku yang dulu
Sudah cukup bagiku merundung pilu
Biarkan sendu menguar berganti senyum penuh binar
Untukmu yang lagi di kurangi akan nikmatnya kesehatan
Juga berkurang akan selera makan karena sakit yang tiba-tiba datang
Semoga Tuhan berikan kelapangan
Sungguh ..
Tak ada yang melebihi besarnya sebuah anugerah dari ditetapkannya kesabaran
Meski terkadang bergemuruh selalu ingin didengarkan
Yakinlah bahwa tak semua ujian itu harus dihadapi dengan banyaknya keluhan
Dengan diam melewati tanpa menjejalnya gerutu lisan pasti esok akan menghilang terbawa waktu yang berjalan
Mengenai sebuah jawaban yang tak kunjung datang anggap saja masih menjadi tabungan sebagai hadiah terindah dari Tuhan
Bukanlah insan pilihan jika dalam kehidupan tak pernah mendapat cobaan
Bahkan para nabipun dalam perjalanannya penuh aral melintang
Semua hanya agar engkau lebih dewasa di masa mendatang
@bintang
