FORUM SAKINAH
Open in Telegram
Chanel ini berisi ilmu-ilmu seputar keluarga dan parenting
Show more5 915
Subscribers
+224 hours
+27 days
+6130 days
Posts Archive
5 915
3 HAL YANG MEMBUAT RESOLUSI NIKAHMU GAGAL 😮💨
1. Resolusi cuman mimpi, gak ada aksi
Biasanya, Desember ke Januari itu hampir semua orang bikin resolusi, semua keinginan, impian dan harapan tiba-tiba semangat untuk diikhtiarkan, banyak juga yang menuliskannya.
Tapi setelah menuliskan mimpi, kok jadi gak ada aksinya? Ada aksi pun malah bingung, tepat gak sih langkah ini? Bahkan semangat malah semakin menurun.
2. Ada aksi, gak evaluasi
Nah ada yang aksi namun gak di evaluasi. Misal ikhtiar jemput jodoh pengen dapet yang serius yang soleh/ah, eh yang dateng malah tukang ghosting.
Harusnya di evaluasi, bisa jadi kita yang belum memantaskan diri, belum tahu cara jemput jodoh yang syar'i. Kalau di evaluasi gini enak banget, jadi tahu hal-hal yang harus kita perbaiki.
3. Mindset yang salah
Soal ini kadang disepelekan orang.
Misal, "Gak usah memantaskan diri, jodoh entar datang sendiri"
Atau, "Udah memantaskan diri, mana nih hasilnya?"
Waduh, hati-hati ya! Kembali lagi, hasil itu mutlak urusan Allah. Jangan-jangan kita salah niat menikah atau gak sabar sama takdir Allah, padahal sabar menunggu jodoh juga bentuk ujian dari Allah, apa kita tetep berdo'a dan yakin sama Allah, atau tetep memantaskan diri gak ketika Allah masih rahasiakan jodohmu?
Jadi solusinya perbaiki mindset dan jangan menuntut hasil. Perbaiki niat, merendah di hadapan Allah, dan ikhlas bisa jadi semakin mempercepat jodoh segera mendekat.
© Setia Furqon Kholid
------------------------------
Support Us:
@forumsakinah
------------------------------
5 915
AGENDA TAHFIDZ - QUALITY TIME TERBAIK BERSAMA ANAK
By: Ustadzah Yanti Tanjung
Jika Ayah Bunda sulit mencari waktu bersama dengan anak maka waktu-waktu anak belajar tahfidz adalah yang paling mudah direalisasikan, habis subuh, setelah maghrib atau setelah isya. Waktu-waktu ini adalah waktu yang paling utama di mana orang tua dan anak sedang melaksanakan taqarrub ilallah dan sedang kondisi tentram jiwanya. Maka pilihlah waktu-waktu ini yang paling berkualitas dalam membentuk kepribadian Islam anak.
Ketika anak menghafal Al-Quran, menyetorkannya dan murajaah, anak dan orang tua membutuhkan pengorbanan untuk menuntaskan hafalan, menuntaskan setoran dan menuntaskan murajaah. Butuh kesabaran yang tinggi untuk tidak melirik aktifitas yang lainnya dan tetap fokus mendampingi ananda dalam menghafal. Dan nyatanya saat membersamai anak tahfidz bukan hanya sekedar tahfidz tapi juga memberikan motivasi-motivasi ruhiyyah.
Saat anak dapatkan kesulitan dalam menghafal, Ayah memintanya beristighfar dan meminta kemudahan kepada Allah. Saat anak mulai kendur semangatnya Ibu memotivasi dengan hadist-hadist keutamaan hamba yang membaca Al-Quran, menghafal, memahami dan mengamalkannya. Saat anak meminta untuk dijelaskan tentang apa yang sedang dia baca Ayah buka tafsir dan menyampaikan pemahaman kepada anak. Waktu utama kisaran 30-60 menit pada saat tahfidz adalah waktu kedekatan dan kelengketan dalam pikir dalam dzikir dalam ruhiyyah.
Inilah istimewanya jika Ayah Bunda menggarap langsung hafalan Al-Quran anak, disaat banyak orang tua yang masih saja bermasalah menjalin komunikasi, menjalin bonding yang intens, maka program menghafal bersama anak adalah program terbaik. Insya Allah diskusi-diskusi anak dan orang tua akan senantiasa berlangsung, diskusi-diskusi tentang agama, tentang taqwa dan tentang kahirat.
Bahkan jika Ayah Bunda memiliki visi generasi ke depan maka luapan-luapan harapan yang ditanamkan pada anak kelak bahwa dia adalah generasi yang ditunggu-tunggu hadir di tengah-tengah umat memimpin umat melakukan amar ma’ruf nahyi munkar sungguh pemandangan yang memesona yang membahagiakan setiap orang tua dapat bersama dalam dakwah, meraih kemenangan-kemenangan untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin.
Tak ada alasan sesungguhnya bagi orangtua tidak bisa menjalin ikatan yang kuat dengan anak atau perkara ini menjadi persoalan yang berlama-lama. Segera program ananda untuk menghafal Alquran, lakukan sendiri di tahap awal. Jika ada program tanpa gadget maka waktu-waktu tahfidz ini adalah waktu yang paling memungkinkan orangtua menjauh dari gadget. Jika Ayah Bunda tidak memiliki waktu untuk piknik, jalan-jalan bersama anak karena kesibukan, maka waktu-waktu tahfidz tidak membutuhkan waktu seharian untuk bisa menjalin kedekatan, hanya butuh harian dan intens. Inilah kedekatan sesungguhnya, inilah waktu sesungguhnya untuk anak-anak kita.
© Parenting Ibu Tangguh
------------------------------
Support Us:
@forumsakinah
------------------------------
5 915
TAHAPAN PENDIDIKAN AL-QURAN SEJAK DINI
Usia dini 0-4 tahun
Fase menghafal, fase ini memang fase menyimpan informasi dan stimulasi indera dengar. Sudah banyak yang menyarankan usia ini anak sudah mendengarkan 30 juz Al-Quran. Usia ini memang hafalan lebih dahulu karena belum ada proses memahami.
Usia 4-6 tahun
Stimulasi berpikir, Al-Quran mulai diterjemahkan dan dirangsang untuk dipahami, menuntut kreatifitas ortu agar anak berproses memahami Al-Quran sambil melanjutkan hafalan. Berikan tsaqafah dasar untuk membangun pondasi aqidah Islam. Usia ini proses terbentuknya pola berpikir.
Usia 6-10 tahun
Fase hafalan mulai dimutqinkan plus tsaqafah Islam lebih lengkap dan rinci. Al-Quran sudah nafasnya anak dan Al-Quran dijadikan sumber hukum yang berpengaruh pada amal.
Usia 10 tahun
Diharapkan anak sudah memiliki kepribadian Islam pola pikir dan pola sikap yang qurani.
Note:
Ajari anak menghafal dulu baru memahami Al-Quran.
Yang menghubungkan anak dan orang tua di surga bukan hafalan Al-Quran, tapi keimanan yang diajarkan orang tua dan anak mengikuti keimanan itu. Salah satu keimanan itu anak iman pada Al-Quran karenanya ia menghafal, memahami, mengamalkan dan mendakwahkan. Jadi menghafal karena dorongan iman.
Sejatinya Al-Quran itu adalah ma'lumah sabiqah yang digunakan untuk menilai benda, perbuatan dan pemikiran, jika itu larangan maka dia akan tinggalkan dan ubah sesuai Al-Quran dan jika itu perintah maka dia akan amalkan.
Kalau hafalan Al-Quran hanya sekedar kumpulan informasi yang disimpan di otak, tidak akan terjadi proses memahami, Maka perlu menaikkan level berpikir anak-anak penghafal menjadi mustanir dengan Al-Quran.
_Semoga Bermanfaat_
© Parenting Ibu Tangguh
------------------------------
Support Us:
@forumsakinah
------------------------------
5 915
UNTUKMU YANG GEMAR BERHARAP
Oleh: Yoppy Alghifari
Ada yang menanti, tapi ditinggal pergi.
Ada yang diam-diam mencinta, namun kemudian kecewa.
Ada yang berharap, tapi tak lekas mendekap.
Ada yang setia, namun ternyata tak jua bersama.
Pada waktu yang tepat, kamu harus berlajar mengungkapkan. Hatimu harus siap belajar menerima rasa sakit. Jika hati selalu siap untuk menerima bahagia, pun harusnya juga siap menerima pahit.
Lihatlah Ali dengan cintanya di dalam dada. Bertahun lamanya ia sembunyi dari bayang kekasihnya. Hingga tiba saat ia harus belajar menerima segala kenyataan. Ia mulai tak peduli dengan segala fakta bahwa para sahabat juga menginginkan cintanya.
Kecil ia merasa. Tapi, baginya lebih baik mencoba dari pada hidup dalam duga.
Dan... atas izin-Nya, keajaiban mendatangi. Keberaniannya untuk terluka tak terjadi. Justru ia mendapat bahagia yang selama ini diharapkannya.
Seandainya Ali tak pernah mengutarakannya, seandainya Ali tak pernah siap dengan kecewa. Akankah ia akan tahu jika yang ia dapatkan bisa saja bahagia?
Sayangnya, kamu tak hidup dalam 'seandainya'. Kamu hidup dalam kenyataan, bahwa bisa jadi kamu tak pernah siap untuk apa-apa. Tapi harapannya, sudah setinggi langit dunia.
Pantas jika kamu selalu bilang, "dunia itu tak adil". Padahal yang ada, kamu yang tak pernah benar-benar berani mencoba dan belajar dari kegagalan. Kamu hanya ingin selalu bahagia. Tapi tak pernah ingin kecewa.
Kamu yang tak adil. Bukan dunia.
============================
© Taaruf dan Pernikahan
------------------------------
Support Us:
@forumsakinah
------------------------------
5 915
HUKUM MEMUKUL ANAK DALAM RANGKA MENDIDIK
Syaikh Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan Hafidzahullah
🙋♂ Pertanyaan:
🗣 Bolehkah seseorang memukul anaknya ketika ia tidak mau menghafal Al-Quran atau hadits ❓
📜 Jawaban:
👳♂ Tidak apa-apa seseorang memukul anaknya dalam rangka mendidik dan yang demikian ini termasuk dari perkara yang disyariatkan.
Dengan syarat pukulan tersebut bukan pukulan yang mencederai yakni tidak sampai membuat kulit menjadi tersayat dan robek atau mematahkan tulang. Artinya pukulan kepada anak tersebut untuk kebaikan dia.
Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam:
"مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ لسَبْعِ وَاضْرِبُوهُمْ عليها لعَشْرِ"
"Perintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika usia mereka mencapai tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berumur sepuluh tahun."
Ini dalam rangka mendidik anak tersebut. Dan tentu saja diperbolehkan dengan alasan syar'i.
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
© Kajian Islam Temanggung
© http://www.alfawzan.af.org.sa
@forumsakinah
5 915
KERUSAKAN YANG TIMBUL PADA ANAK BERSUMBER DARI ORANG TUANYA
✍🏻 Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة
Betapa banyak orang tua yang menjadi penyebab sengsaranya sang anak dan buah hatinya didunia dan diakhirat.
بإهماله وتركِ تأديبه , وإعانته له على شهواته
Dengan cara sang orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan adab terhadap anaknya. Atau membantu sang anak untuk sebebas-bebasnya memenuhi syahwatnya
ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه , وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه،
Dengan anggapan yang demikian itu adalah bentuk memuliakan dan kasih sayang terhadap anak, padahal justru tindakan dia ini adalah kezhaliman terhadap anak dan merupakan keharaman
ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة
Dia juga (Orang tua) dengan tindakannya tersebut telah menyebabkan dia terluputkan dari mendapat kemanfaatan dari si anak di dunia dan akhirat.
وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء
Dan jika anda mau mencermati sungguh mayoritas kerusakan yang ada pada anak itu bersumber dari orang tuanya.
[Kitab Tuhfatul Maudud 242]
© Forum Salafy
@forumsakinah
5 915
Walimah Itu Cari Berkah, Bukan untuk Bermewah-mewah
Sahabatku, banyak di antara kita yang tertunda pernikahannya hanya karena menunggu dana yang cukup untuk walimah. Cukup itu relatif, sampai kapan kita menunggu cukup? Padahal hakikatnya walimah adalah suatu bentuk syukur atas pernikahan yang berlangsung.
Mengundang saudara, kerabat, dan tetangga menjadi sesuatu yang disunnahkan oleh Rasulullah agar di kemudian hari tak timbul fitnah jika suami istri ini tampil berduaan di muka umum.
Walimah itu cari berkah, bukan untuk bermewah-mewah.
Allah sudah menegaskan dalam Al-Qur’an untuk tidak berprilaku boros seperti dalam ayat berikut,
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros” (Q.S. Al-Isra [17]: 26)
Namun kenyataannya sungguh miris ketika zaman sekarang walimah seolah menjadi ajang untuk pamer kekayaan, di situlah syetan berperan. Syetan yang bersedih ketika dua orang memutuskan untuk menikah demi menjaga kehormatannya selalu punya cara untuk menggelincirkan.
Agar niat yang Lillah menjadi salah. Agar fokus rasa syukur menjadi terbelah.
Betapa banyak pasangan yang melalaikan shalat hanya karena riasan yang enggan luntur saat tamu berdatangan. Betapa banyak pasangan yang saking ingin terlihat sempurna berdandan berlebihan dan menyuguhkan kemewahan. Bahkan tak lupa foto prawedding menjadi pajangan. Padahal jelas saat foto itu diambil si dia dan anda belum halal untuk berdampingan. Semua dilakukan demi sebuah tren walimah yang mewah dan layak untuk dikenang. Naudzubillah.
Sahabatku, kembalilah pada niat yang benar untuk menikah. Pikirkan kembali semua niat yang ada sebelum menggelar walimah. Bukankah yang dicari dari sebuah walimah adalah berkah?
Carilah keberkahan itu dengan tidak melanggar apa-apa yang disyariatkan. Cukuplah sebuah walimah terlaksana dengan kesederhanaan, kebersahajaan sebagai bentuk rasa syukur atas hadirnya pasangan dalam kehidupan.
Setuju atau setuju sekali?
Boleh di-SHARE
© Setia Furqon Kholid
@forumsakinah
5 915
Saat Pernikahan Terasa Seperti Layangan Putus
--------------------------------
Dalam drama Layangan Putus, sebenarnya Kinan sudah cukup terlambat menyadari perselingkuhan Aris. Sebab perselingkuhan tidak terjadi dengan tiba-tiba. Pasti ada proses panjang yang menghantarkannya.
Sayang Kinan tidak menyadarinya. Di rumah, seakan semua baik-baik saja, hingga akhirnya Kinan merasakan jarak dengan Aris. Tampak Aris semakin cuek dan tidak perhatian dengan dirinya.
Terlebih saat ditemukan cincin di saku jas Aris. Ini baru membuka tabir yang ingin dikuak oleh Kinan. Di titik ini Kinan yakin, bahwa sang suami telah berselingkuh. Kinan menyadari adanya godaan yang sedang menghantam pernikahannya.
Di sisi Aris, harusnya ia segera sadar bahwa tindakannya berselingkuh akan merusak keharmonisan rumah tangga. Sebagai suami harusnya ia segera menyadari bahwa tengah ada godaan 'sangat serius' yang membuatnya tergoda.
Berusaha menghindari ketergodaan
Langkah berikutnya, Aris harus berjuang sekuat tenaga untuk menghindari godaan yang sangat manis itu. Ia harus menggunakan akal sehat, untuk menimbang antara meneruskan perselingkuhan atau menjaga keutuhan keluarga. Terlebih sudah memiliki anak.
Godaan seperti virus di udara, akan selalu ada di mana-mana. Mungkin kita tidak akan bisa memastikan bahwa semua virus bisa diberantas. Namun sesungguhnya kita bisa mengusahakan agar diri kita tidak terinfeksi oleh virus tersebut, dengan sejumlah langkah pencegahan dan penghindaran.
Semakin merapat kepada pasangan
Biasanya, saat asyik dengan selingkuhan, seseorang akan menjauh dari pasangan. Ini yang membuat perselingkuhan semakin menjadi-jadi. Seharusnya, begitu menyadari telah melakukan kesalahan, Aris segera menarik diri dari selingkuhannya, untuk semakin merapat kepada Kinan dan Raya, anaknya.
Pernikahan yang sudah berjalan beberapa tahun harus dimenangkan. Sebab akad nikah adalah mitsaqan ghalizha, ikatan yang sangat kuat. Tak boleh dirusak dengan perbuatan yang menyimpang dari kepatutan.
Selalu ingat kepada Allah dan mentaati aturanNya. Di sinilah letak pentingnya iman. Dengan iman, kita akan bisa menjauhi ketergodaan. Inilah vaksin spiritual yang sangat ampuh untuk menjauhi dan menghindari godaan. Tanpa iman, tak ada yang akan bisa menjaga diri dari ketergodaan.
Di jalan raya, kecelakaan banyak disebabkan oleh adanya pelanggaran. Demikian pula dalam hidup berumah tangga. Berbagai kehancuran pernikahan, biasanya diawali dengan tindak penyelewengan. Maka dengan kembali menaati aturan agama, seseorang akan bisa berada di jalan yang lurus.
Kuatkan kebersamaan dengan pasangan. Semestinya Aris segera meminta maaf kepada Kinan, dan mengajak Kinan untuk menemukan penyelesaian terbaik. Kuatkan kebersamaan dengan pasangan agar bisa menghadapi godaan, baik yang sedang terjadi maupun godaan di masa yang akan datang.
Salah satu penyebab perselingkuhan adalah hilangnya kehangatan emosional dengan pasangan. Saat Aris sudah kehilangan kehangatan emosional dengan Kinan, memudahkan baginya mendapatkan kehangatan emosional dari perempuan lain.
© Ust. Cahyadi Takariawan
@forumsakinah
5 915
Di dalam Otak laki-laki ada yang Allah kasih, Tapi tidak ada di Perempuan yaitu ketika ada masalah dia harus diam untuk mencari solusi sendiri
@forumsakinah
5 915
Di dalam Otak laki-laki ada yang Allah kasih, Tapi tidak ada di Perempuan yaitu ketika ada masalah dia harus diam untuk mencari solusi sendiri
@forumsakinah
5 915
Jaga Rahasia Pasangan
------------------------------------------
Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Tidak ada manusia yang sempurna, tanpa kekurangan dan kesalahan.
Dalam setiap konflik suami dan isteri, selalu ada sahap masalah dari kedua belah pihak. Besar kecilnya saham bisa berbeda, namun saham selalu berasal dari kedua belah pihak.
Justru karena menyadari bahwa suami dan isteri memiliki kekurangan dan kesalahan itulah, sudah selayaknya suami tidak boleh menceritakan kelemahan isterinya kepada orang lain, sebagaimana isteri tidak boleh menceritakan kelemahan suaminya kepada orang lain.
Perbuatan itu, satu sisi masuk kategori menggunjing yang tercela, sisi lain akan menyebabkan tersebarnya aib atau kelemahan pasangan kepada orang-orang yang tidak berhak mendengar.
Rahasia pasangan harus selalu dijaga dengan baik, jangan sampai dijadikan komoditas untuk diumbar dan dibuka kepada orang lain. Perbuatan menceritakan kelemahan dan kekurangan pasangan itu tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan bisa menimbulkan permasalahan baru yang lebih kompleks.
Apalagi ketika menggunjing pasangan ini menjadi semacam kesenangan atau kegemaran yang dilakukan di sembarang tempat. Ini akan membuat semakin rumitnya persoalan.
Rahasia pasangan hanya bisa disampaikan dalam konteks yang sangat khusus, misalnya dalam konteks hukum dan profesional.
Yang dimaksud konteks hukum adalah apabila ada perselisihan suami dan isteri yang sampai di bawa ke pengadilan, maka di pengadilan itu sajalah masing-masing bisa menyampaikan kondisi pasangan.
Sedangkan yang dimaksud konteks profesional adalah ketika suami dan isteri bersepakat untuk menyelesaikan masalah mereka melalui jasa konselor.
Di hadapan konselor itulah masing-masing pihak bisa menyampaikan kondisi pasangan secara terbuka, karena bersifat profesional. Bukan curhat harian, bukan curhat kantoran, atau curhat jalanan.
Namun curhat di tempat orang profesional yang memiliki kompetensi untuk membantu menyelesaikan persoalan suami dan isteri.
Jika masih ada yang hobi menceritakan kelemahan dan kekurangan pasangan, mari segera berhenti. Introspeksi diri, istighfar dan taubat, dan yang lebih penting, jangan ulangi lagi.
© Ust. Cahyadi Takariawan
@forumsakinah
