en
Feedback
FORUM SAKINAH

FORUM SAKINAH

Open in Telegram

Chanel ini berisi ilmu-ilmu seputar keluarga dan parenting

Show more
5 915
Subscribers
+224 hours
+27 days
+6130 days
Posts Archive
Nasehat Untuk Wanita Muslimah.pdf2.56 KB

photo content

👨‍👩‍👧‍👦 TIPS RUMAH TANGGA BAHAGIA DUNIA AKHIRAT Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan keluarga dan rumah tangga yang dijalaninya selalu dalam kebahagiaan, ketenteraman, selalu rukun dan tidak terpisahkan. Banyak pelajaran penting yang diberikan oleh para ahli dalam mengusahakan terciptanya keluarga idaman yang demikian. Namun demikian, bagi seorang Muslim usaha dan cara-cara lahiriah tentunya belum cukup untuk mewujudkan cita-cita itu. Sebagaimana diketahui bahwa kebahagiaan, kedamaian, ketenteraman dan hidup saling rukun merupakan urusan hati. Dan kita ketahui bahwa hati setiap manusia ada di dalam genggaman Allah. Ia dapat dengan mudah dibolak-balikkan oleh-Nya. Karenanya untuk mencapai semua itu mesti ada campur tangan Allah. Secara lahir usaha-usaha tertentu perlu dilakukan demi terciptanya keluarga yang penuh dengan kebahagiaan. Secara batiniah doa-doa perlu dipanjatkan kepada Allah untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia penuh dengan keberkahan. Dalam sebuah riwayat ada satu doa yang diajarkan kepada kita untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia penuh dengan keberkahan. Doa tersebut sebagai berikut: اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ وَارْزُقْهُمْ مِنِّي. اَللّٰهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ Allâhumma bârik lî fî ahlî wa bârik lahum fiyya warzuqnî minhum warzuqhum minnî. Allâhummajma’ bainanâ mâ jama’ta ilâ khairin wa farriq bainanâ idzâ farraqta ilâ khairin Artinya: “Ya Allah, berkahilah aku di dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalam diriku. Berilah aku rezeki dari mereka dan berilah mereka rezeki dariku. Ya Allah, kumpulkan kami menuju kebaikan dan pisahkan kami bila Engkau pisahkan menuju kebaikan.” Dalam satu riwayat dituturkan bahwa doa tersebut disampaikan oleh sahabat Abadullah bin Mas’ud kepada seorang laki-laki yang datang kepada beliau. Laki-laki itu menceritakan kalau dirinya baru saja menikah dengan seorang gadis, namun ia sangat khawatir kalau-kalau terjadi kebencian di antara keduanya hingga terjadi perpecahan. Mendengar cerita itu Abdullah bin Mas’ud lalu menyarankannya agar ketika ia mendatangi istrinya maka lakukanlah shalat dua rakaat lalu membaca doa tersebut. Dengan sering memanjatkan doa tersebut maka diharapkan pasangan suami istri akan saling rukun, saling mengisi dan menyempurnakan kekurangan dan saling membahagiakan satu sama lain. Dengan begitu maka in syaa allah akan tercipta keluarga bahagia yang penuh dengan keberkahan. Wallâhu a’lam. (Kitab Fii Nidzhomil Usrah) Semoga semua pembaca dijadikan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah 🤲 ─────────────── ー @ForumSakinah ♡ ㅤ    ❍ㅤ  ㅤ⎙      ⌲ ˡᶦᵏᵉ  ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ   ˢᵃᵛᵉ    ˢʰᵃʳᵉ

Wahai para istri simak sampai akhir ya... ─────────────── ー @ForumSakinah ♡ ㅤ    ❍ㅤ  ㅤ⎙      ⌲ ˡᶦᵏᵉ  ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ   ˢᵃᵛᵉ    ˢʰᵃʳᵉ

🌹 WANITA ITU "RUH" BAGI RUMAH SUAMINYA 🌹 Bagaimana tidak? Islam menjadikan wanita itu sebagai ibu, yang darinya anak-anak yang menjadi penyejuk jiwa itu dilahirkan Bagaimana tidak? Islam telah menjadikannya sebagai kehormatan. Islam juga telah menjadikannya sebagai pengurus rumah Maka, tidak bisa dibayangkan, jika rumah tanpa kehadiran seorang wanita. Karena itu, ketika isteri Abu Rabi'ah, ahli fikih yang sangat masyhur, itu meninggal, beliau menguburkan isterinya. Setelah itu kembali ke rumahnya Beliau mengucapkan, "La haula wa la quwwata illa billah", mengekspresikan perasaannya, betapa berat dan rumitnya urusan di rumah yang harus diurusnya. Sesuatu yang selama ini diurus oleh isterinya. Akhirnya beliau mengucapkan, "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun." Mengenang isteri tercintanya yang selama ini telah membersamainya, dan kembali setelah purna tugasnya, menghadap penciptanya. Beliau pun tak kuasa menahan air matanya. Tangisnya pun pecah Beliau kemudian menyeru kepada dirinya, الآن ماتَت الدَّارُ أيضًا يا أبَا خالد..💔 "Sekarang, rumah ini juga telah mati, wahai Abu Khalid.." Begitulah sosok wanita di dalam kehidupan pria, dan di dalam rumahnya. Bangunan itu hidup karena "ruh" wanita, yang karenanya, maka seisi rumahnya menjadi hidup dan penuh dengan cahaya Perasaan seperti itu hanya lahir dari para lelaki mulia, yang bisa memuliakan wanita. Respek dan menghargai jerih payahnya. Karena itu, saat dia tiada, semua keindahan di rumahnya akan pergi bersamanya Tapi, jika lelaki yang bersamanya adalah lelaki yang lisannya tajam, setajam dan secepat melesatnya anak panah, wanita yang hidup bersamanya seperti mayat tanpa ruh, meski dia masih bernyawa Maka, muliakan kaum wanita. Didiklah mereka, agar kelak mereka bisa menjadi ruh dan cahaya di tengah keluarganya. ─────────────── ー @ForumSakinah ♡ ㅤ    ❍ㅤ  ㅤ⎙      ⌲ ˡᶦᵏᵉ  ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ   ˢᵃᵛᵉ    ˢʰᵃʳᵉ

BELAJAR DARI KISAH LESTI KEJORA DAN RIZKY BILLAR Dari Kisah Lesti dan Billar kita belajar, bahwa hubungan yang terlihat begitu romantis di publik, pada akhirnya tidak seperti kenyataan, seorang Lesti yang begitu cantik dan begitu terkenal di mana pun tidak cukup bagi seorang billar untuk setia, dan memperlakukannya seperti ratu, malah Lesti mendapatkan KDRT, 💔 Dari sini kita belajar jangan menikah hanya karena rupa, atau harta, karena itu semua tidak menjamin suatu kebahagiaan, tapi menikahlah dengan dia saat kau yakin bersamanya maka surga lebih dekat denganmu, 💔 Untuk seorang laki-laki jika kamu memilih wanita untuk menjadi pendampingmu, maka jagalah dia, jadikanlah dia ratumu, meski dia tidak sempurna, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, 💔 Jangan pernah kau lukai hatinya atau fisiknya, karena dia adalah seorang anak dari seorang ayah, dan adik perempuan dari saudara laki-lakinya, karena kamu pun tidak suka jika adikmu, atau anak perempuanmu kelak di perlakukan seperti itu oleh orang lain, wanita itu lemah, mereka butuh bimbingan, nasihatmu, bukan kekerasan darimu, 💔 Jadilah imam yang baik, untuk istrimu, bimbinglah dia ke jalan Allah ﷻ, jangan kau lukai dia, dan memperlakukannya seperti musuhmu, karena kelak semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ 💔 Dari semua yang terjadi, kita belajar banyak, bahwa menikah itu tidak harus terburu-buru, atau karena harta, jabatan seseorang, karena semua itu tidak bisa menjamin kita sampai surga-Nya Allah ﷻ, makin kesini makin berhati-hati dalam melangkah, agar tidak menyesal di kemudian hari... Semoga menjadi renungan bagi kita🙏🏻 ─────────────── ー @ForumSakinah ♡ ㅤ    ❍ㅤ  ㅤ⎙      ⌲ ˡᶦᵏᵉ  ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ   ˢᵃᵛᵉ    ˢʰᵃʳᵉ

❤️ NASIHAT PERNIKAHAN Bagaimana suamimu memperlakukan kamu, itu adalah nasib. Tapi.... jadilah seorang istri yang tidak pantas diduakan, Jadilah seorang istri yang tidak pantas ditinggalkan, Jadilah seorang istri yang tidak pantas diperlakukan tidak baik, Jadilah seorang istri yang Shalehah... Kamu tidak pantas untuk ditinggalkan, Kamu tidak pantas untuk diduakan, Bagaimana mungkin diduakan? Sementara kamu sudah memenuhi seluruh ruang hatinya.. Bagaimana pantas untuk ditinggalkan? Jika kamu menjadi setara dengan hembusan nafasnya, dia sesak tanpamu... Jadi, yuk kita belajar untuk jadi seorang istri yang Shalehah.. Caranya, Bagi yang belum menikah, berdo'a Bagi yang sudah menikah, ubah dirimu untuk menjadi istri yang Shalehah. Insya Allah suamimu akan memperlakukanmu dengan cara yang baik. 💞 💌 Ustadzah Halimah Alaydrus ─────────────── ー @forumsakinah ♡ ㅤ    ❍ㅤ  ㅤ⎙      ⌲ ˡᶦᵏᵉ  ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ   ˢᵃᵛᵉ    ˢʰᵃʳᵉ

Doa-doa-seputar-pernikahan.pdf6.82 MB

photo content

5 CIRI-CIRI LAKI-LAKI YANG TIDAK PANTAS UNTUK MENJADI PEMIMPIN & SUAMI DALAM RUMAH TANGGA ~ Laki" yang kasar dan main tangan ~ Laki" yang pelit dan egois ~ Laki" yang malas dan pembohong ~ Laki" yang penghianat dan selingkuh ~ Laki" yang tidak pernah sholat dan tidak pernah mengajak kebaikan MAKA UNTUK PEREMPUAN YANG BELUM MENIKAH PILIH LAH LAKI" YANG MEMILIKI 2 HAL: ~ Agamanya ~ Cara mendidik dirinya sendiri Sebab 5 ciri itu tidak akan pernah menjamin kebahagiaan kamu nanti justru kamu akan menderita seumur hidupmu kelak... ─────────────── ー @forumsakinah ♡ ㅤ    ❍ㅤ  ㅤ⎙      ⌲ ˡᶦᵏᵉ  ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ   ˢᵃᵛᵉ    ˢʰᵃʳᵉ

Ketika anak melakukan kesalahan, apa yg harus dilakukan? Tiru deh kyk di video ini https://t.me/motivaction_id/8

"Terus terang saja aku sudah membaca chatmu dengan pacarmu di ponsel, papa bilang dia lebih perhatian dari aku, lebih menarik dan selalu wangi saat bertemu, kamu nilai dia lebih baik dari aku karena selalu punya waktu untukmu, selalu ngertiin kamu, dan banyak lagi kelebihan-kelebihannya dibandingkan aku, tapi apa kamu tidak sadar klo dia hanya melakukan sedikit saja untukmu dibandingkan dengan apa yang telah aku lakukan untukmu dan untuk anak-anakmu selama ini ? "Pakailah logika dalam menjalani hidup ini. Kalau papa ingin aku seperti pacarmu itu sediakan anggaran lebih supaya aku bisa menggaji asisten rumah tangga untuk membantuku mengurusi kalian, mungkin 2 orang saja cukup ! Satu untuk mengurusi rumah dan memasak, satu untuk menjaga dan mengurus anak2, sediakan anggaran lebih juga supaya setidaknya aku bisa ke salon bila kuperlukan dan membeli perlengkapan2 untuk mempercantik diri, membeli parfum mahal yang wangi, terus kita bisa punya banyak waktu untuk santai dan senang2 seperti keinginanmu, kamu egois dan tidak adil, pa! Untuk apa aku harus berhemat dan memikirkan keperluan keluarga KITA bila uangnya kau pakai untuk bersenang senang dengan pacarmu? Wahai suami .... Jangan suka membandingkan istri yang mengurus rumah tangga sepenuh waktu dengan perempuan yang belum berumah tangga dan kerja di kantoran penampilan dan mungkin gaya hidup mereka berbeda. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada isteri-isteri yang pandai merawat diri sehingga penampilannya juga selalu menarik sifat perempuan itu tidak sama Seperti apapun isterimu banyak-banyaklah bersyukur, apalagi jika istrimu perempuan baik yang tidak banyak menuntut mau menerima dirimu apa adanya dan sudah mengurus keluarga dan hidupmu dengan baik. Barakallahu fiikum @forumsakinah

ISTRIMU BUKAN PEMBANTU Seorang istri menemukan chat mesra antara suaminya dengan perempuan lain di ponsel suaminya yang ketinggalan di rumah. Dibacanya setiap kalimat di chat tersebut dengan hati sedih dan air mata mengalir. Selesai membaca semua chat, dia diam merenung sambil menangis dan akhirnya mengambil suatu keputusan. Dia memanggil gojek untuk mengantarkan ponsel suaminya yang ketinggalan, kemudian pergi dan meluangkan waktu seharian untuk shopping. Ketika suaminya pulang kerja dilihatnya rumah berantakan dan melihat isterinya masih asyik membongkar lemari bajunya. Si suami diam saja karena mengira isterinya hari itu memang sedang merapikan lemari baju. Keesokannya seharian si isteri pergi ke salon untuk mengubah penampilan. Ketika suaminya pulang, rumah masih berantakan tapi dia melihat isterinya sudah memakai gaun sexy dan dandan cantik. Dengan bingung suaminya bertanya, "Kamu Kenapa?" Dengan manja istrinya menjawab, "Mumpung anak-anak lagi liburan sekolah di rumah neneknya aku mau menjadi pacarmu saja selama sebulan ini." Suaminya makin bingung dia bertanya, "Hari ini kamu masak apa?" "Ga perlu masak pa, ayuk kita makan di restoran saja." Setiap malam istrinya selalu minta makan malam di berbagai restoran mewah. Padahal biasanya kalau makan di luar istrinya lebih memilih tempat yg ekonomis karena uangnya bisa digunakan untuk kepentingan yang lain. Setelah itu isterinya minta pisah kamar selama sebulan juga dengan alasan kalau pacar mana boleh tidur sekamar? Suaminya semakin bingung tapi dia diam saja karena masih belum mengerti apa sebenarnya tujuan sang isteri. Seminggu sudah berlalu, rumah makin kotor karena tidak pernah dibersihkan, tidak ada lagi sarapan pagi yg disiapkan untuknya bahkan untuk kopi pun dia harus membuatnya sendiri, baju kotornya menumpuk di mesin cuci, tidak ada lagi ucapan, "Selamat bekerja hati2 dijalan ya pa" yang setiap hari biasa selalu diucapkan istrinya. Diapun pergi ke kantor dengan kondisi pintu kamar istrinya masih terkunci. Tapi anehnya istrinya sekarang perhatian sekali lewat chat. Menanyakan dia sedang ngapain sekarang ini? sudah lunch atau belum? mengajak kencan/nonton film makan malam di restoran atau menemani shoping nanti sepulang kerja. Setiap hari isterinya selalu tampil cantik dan menawan selalu memakai baju-baju baru dan selalu ke salon. Setiap ditanya oleh suaminya, "memangnya ada apa, Ma? Kenapa sikapmu berubah?" Selalu dijawab isterinya dengan senyum manja "Aku mau jadi pacar papa saja sepertinya lebih enak!" Pada minggu ke 2 suaminya benar2 sudah merasa tidak nyaman dengan perubahan yang terjadi, rumah semakin kotor tidak terurus, anak2 sebentar lagi sudah selesai liburan di rumah neneknya, sudah setengah pakaiannya di lemari yang pindah ke mesin cuci dan dibiarkan menumpuk di sana. Tidak ada lagi aroma masakan tiap pagi atau malam sepulang dia kerja yang biasa sudah disiapkan istrinya, dia tidak lagi bisa berbincang dengan isterinya karena sepulang makan malam di restoran, isterinya langsung mengunci diri di kamarnya dan tidak keluar lagi. Suatu malam saat makan malam bersama dia menyatakan keberatan dengan sikap istrinya yang tidak mau lagi mengurus rumah dan tidak mau lagi melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang isteri. Dengan santai istrinya pun menjelaskan "Seorang pacar tidak akan menyiapkan sarapan juga makan malam, jadi badannya selalu wangi,, rambutnya selalu rapi, tidak bau keringat, tidak bau dapur karena sibuk mengurus rumah, mengurus anak, membersihkan dan membereskan rumah, juga tidak mencuci, setrika dan juga tidak perlu memikirkan untuk menghemat uangmu... dia akan punya banyak waktu untuk mengurus, merawat dan menyenangkan dirinya sendiri, bisa selalu tampil cantik dan menawan, karena pacar berbeda dengan istri, baik tugas maupun tanggungjawabnya dan kupikir pikir aku mau menjadi pacarmu saja" Suaminya terdiam.

photo content

Solusi Al-Quran Mengatasi Problematika Keluarga Islam.pdf23.58 MB

photo content

SELF REFLECTION @ iniami Marah ini, kadang karena kita gak paham tumbuh kembang anak. Anak 1.5th yang ngemut sandal, kita marahin. Padahal dia penasaran rasa swallow sama ando itu sama apa enggak. Anak 3th yang mulai bisa menolak dengan semangat ngomong "Nggak!". Alih-alih merespon, "MaasyaAllah udah bisa bilang enggak, Alhamdulillah.." malah dianggap mulai membantah. Padahal dia baru aja seneng belajar kata yang baru bisa diucapkan, ditambah penasaran sama mimik muka mamaknya karena mencureng akibat shock, kok anakku bilang enggak. Anak 6th yang bisa mulai mempertanyakan perbedaan aturan keluarganya dengan keluarga sebelah, "Kenapa temen aku boleh main hape, tapi aku enggak?" Kita anggap gak manut. Padahal ini karena pembentukan otak bagian cortexnya sedang berkembang, mempertanyakan alasan dan butuh kejelasan jawaban. Orangtua yang gak paham, anak yang ditekan :'( Padahal Allah yang menciptakan anak-anak ini -yang menghadirkan mereka untuk kita setelah untaian doa yang entah berapa kali kita panjatkan- begitu mengasihi mereka. Allah jadikan akan anak-anak ini tidak berdosa sebelum datang akil balighnya. Sebelum perkembangan otaknya sempurna, bisa membedakan yang baik dan buruk. Lha kita ini sama-sama manusianya dengan anak kita, bukan yang menciptakan, bukan yang memberi nyawa dan kehidupan, bisa merasa memiliki dan memperlakukan mereka sesuka hati? Astaghfirullaah 🙈 @forumsakinah

photo content

Pentingnya labelisasi terutama di masa golden age anak Ust. Muflih Safitra, M.Sc. @forumsakinah

APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA Oleh : Dr. Budiansyah Abu Nizar (Dosen LIPIA Jakarta) Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholeh dan sholehah, anak yang berakhlaqul karimah. Saya berkata ini karena sudah hampir 15 tahun mengelola lembaga pendidikan, berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan. Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD. Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita "berakhlaq baik" sedangkan di rumah orang tuanya : ▪️ Sering bertengkar ▪️ Sering marah-marah ▪️ Sering berkata kasar ▪️ Cuek pada anak2nya Juga menjadi "Mission (almost) Impossible" jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama Jika orangtuanya : ▪️ Cuek terhadap agama ▪️ Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama ▪️ Ayah Bunda jarang berinteraksi dengan saudara, sahabat, tetangga, dsb. dsb. Perlu sahabat semua ketahui, "Panutan anak-anak adalah orang tuanya, bukan gurunya" Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya. Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan Ayah adalah "first love" mereka. Bunda... Terlebih seorang Bunda, baik anak laki-laki dan perempuan banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai "Malaikat pelindung". Satu rahasia kecil, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri.. Kenapa anak-anak saya bisa seperti ini? Apakah saya telah berbuat dosa? Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya? Itulah sejatinya orangtua yang baik. Barokallahu Fiikum -- @forumsakinah