PHRASE. XII ── ECCEDENTESIAST ── FAKING SMILE IS EASIER THAN EXPLAINING WHY YOU ARE SAD
Open in Telegram
we will always be ready to be ur support system and daily reminder berbagi cerita? @kindavibesbot drama : @dramaeccedent curcol and any questions : https://tellonym.me/Eccedentesiasttt
Show more1 282
Subscribers
No data24 hours
-97 days
-3630 days
Posts Archive
sticker.webp0.00 KB
pastor sudah berada di dalam ruangan, aku masih di luar, sedang menormalkan frekuensi detak jantungku yang kian menit kian tak berirama. aku mungkin akan bercerita banyak pada pastor, air mataku mungkin akan kembali menetes, dan berkali-kali mungkin aku akan mengulang cerita yang sama, cerita tentangmu. di dalam ruang pengakuan dosa, aku pasti mengakui banyak dosa yang telah kulakukan. dan mungkin dosa yang kuakui pertama kali adalah mencintaimu. mencintaimu. dosa termanis bagiku
pastor sudah berada di dalam ruangan, aku masih di luar, sedang menormalkan frekuensi detak jantungku yang kian menit kian tak berirama. aku mungkin akan bercerita banyak pada pastor, air mataku mungkin akan kembali menetes, dan berkali-kali mungkin aku akan mengulang cerita yang sama, cerita tentangmu. di dalam ruang pengakuan dosa, aku pasti mengakui banyak dosa yang telah kulakukan. dan mungkin dosa yang kuakui pertama kali adalah mencintaimu. mencintaimu. dosa termanis bagiku
bukankah kita hanya saling jatuh cinta? bukankah kita hanya mahluk kecintaan Tuhan yang belajar untuk menyentuh cinta?
bukankah kita hanya saling jatuh cinta? bukankah kita hanya mahluk kecintaan Tuhan yang belajar untuk menyentuh cinta?
selama kita bersama, tidak pernah terlihat air mata kita jatuh setitikpun. tapi ternyata pada akhirnya kita menyerah, menyerah pada takdir yang awalnya mempertemukan kita juga yang memisahkan kita. apakah hatimu patah? apakah sayap-sayapmu yang dulu sempat memelukku juga patah? apakah ada tangis yang luruh dari matamu yang indah? aku tak tahu mengapa norma agama harus membedakan kita, sehingga aku dan kamu memiliki sekat dan jarak, membuat kita terlihat tak lagi sama, membuat kita (terpaksa) berpisah. sebenarnya, apa salahku dan salahmu? kita tak melanggar norma asusila, tapi mengapa di mata semua orang kita terlihat seperti sampah?
kau ingin tahu satu hal tentangku? aku sangat merindukan kamu. aku rindu saat kamu menungguku di depan gereja seusai misa pagi. aku rindu saat kita makan mie ayam kesukaan kita. aku rindu saat menunggumu selesai salat Jumat. kamu semakin terlihat tampan ketika air wudhu membasuh lembut wajahmu, aku sangat suka senyummu yang tersimpul malu di balik bibirmu. sungguh, aku sangat rindu pertemuan kita, aku rindu menghabiskan waktu bersamamu. dan... entah mengapa kebahagiaan itu menjadi tampak semakin pudar akibat orang-orang yang bahkan tak mengenal dan mengerti kondisi kita. maukah kaukatakan pada mereka yang membenci kita? bahwa sebenarnya kita bukanlah seorang pendosa. maukah kauyakinkan mereka? bahwa aku dan kamu tak sehina yang mereka pikirkan. haruskah kita mengakhiri semua ketika nyatanya bahagia selalu menghiasi kebersamaan kita? haruskah kita menyerah pada persepsi yang mengatakan bahwa kita bersalah? haruskah kita berpisah karena berbeda agama? apa salahku dan salahmu?
kau ingin tahu satu hal tentangku? aku sangat merindukan kamu. aku rindu saat kamu menungguku di depan gereja seusai misa pagi. aku rindu saat kita makan mie ayam kesukaan kita. aku rindu saat menunggumu selesai salat Jumat. kamu semakin terlihat tampan ketika air wudhu membasuh lembut wajahmu, aku sangat suka senyummu yang tersimpul malu di balik bibirmu. sungguh, aku sangat rindu pertemuan kita, aku rindu menghabiskan waktu bersamamu. dan... entah mengapa kebahagiaan itu menjadi tampak semakin pudar akibat orang-orang yang bahkan tak mengenal dan mengerti kondisi kita. maukah kaukatakan pada mereka yang membenci kita? bahwa sebenarnya kita bukanlah seorang pendosa. maukah kauyakinkan mereka? Bahwa aku dan kamu tak sehina yang mereka pikirkan. haruskah kita mengakhiri semua ketika nyatanya bahagia selalu menghiasi kebersamaan kita? haruskah kita menyerah pada persepsi yang mengatakan bahwa kita bersalah? haruskah kita berpisah karena berbeda agama? apa salahku dan salahmu?
sticker.webp0.00 KB
percayalah, setiap kehilangan pasti ada sebabnya. setiap perpisahan, akan membuat level dewasamu naik satu tingkat. cobalah untuk menerima dengan wajar, bahwa yang datang, bisa berlalu pergi. maka, jangan terlalu mencintai dia, hingga kamu lupa mecintai dirimu sendiri
Pagi ini, aku memaafkan diriku atas semua perbuatan dan ucapan yang tidak pernah selaras. kedewasaan aku dalam mengetik dan kedewasaan aku saat direalita adalah hal berbeda yang membuat diriku pernah menyakiti hati manusia. maka dari itu aku memaafkan diriku dan menjadikan semuanya evaluasi untuk menjadi diriku yan lebih baik. karna masa toxic ku sudah terlewatkan, dan aku meminta maaf untuk orang-orang terdekatku yang terkena dampaknya. karna hidup tidak selalu lurus, hidup tidak selalu benar, hidup tidak selalu dijalan yang tidak pernah salah
terima kasih karena sudah membiarkan semesta membuatmu bahagia. terima kasih karena mengizinkan semesta membuatmu menangis
entah kau sedang menari dengan canda tawa atau memeluk diri sendiri sambil menangis karena duka, yang aku ingin katakan adalah terima kasih
sticker.webp0.00 KB
mungkin lewat kata - kata ga akan merubah apapun tapi setidaknya kamu harus tau kalo masih banyak yang perduli dengan kamu. terima kasih sudah bertahan sampai di titik ini. pasti rasanya berat untuk dijalani tapi itu tandanya kamu kuat karena kamu masih ada disini hari ini
look at you, still here, still living. even though it's been hard, you've survived it all. you're strong. you've made it in the past, you made today, and you can make it tomorrow. you can make it everyday, because you've already proved that you can❤️
aku tau terkadang kau juga menemukan titik lelah pada dunia. lelah pada segalanya yang terjadi hingga rasanya, pergi dari dunia ini menjadi ide yang kelihatannya menyenangkan dikepalamu. tapi setidaknya, kamu masih disini dan aku bangga dengan pilihanmu
Tuhan akan mengabulkan doa mu. namun dengan caranya
