en
Feedback
Cerita Edgar Hamas

Cerita Edgar Hamas

Open in Telegram

Tulisan-tulisan, opini dan cerita tentang diri, kehidupan, sejarah hingga peradaban

Show more
4 586
Subscribers
No data24 hours
-77 days
-430 days
Posts Archive
Bismillah teman-teman... Mau ngabarin, hari ini hari terakhir PO LOST Islamic Victory 2. Terimakasih yaa bagi teman-teman yang sudah ikut pesan. Bagi yang belum dan memang berencana memesan, masih ada kesempatan hari terakhir ini. Dapatkan juga diskon 25% semua buku-buku GenSa (kecuali The Untold Islamic History 1 karena stoknya habis) Langsung bisa ke sini : gensaberilmu.com Learn History, Repeat Victory

Bismillah, cuma mau ngabarin Gensatroops nih, Pre Order Lost Islamic Victory 2 dan diskon 25% untuk semua buku-buku GenSa aka
Bismillah, cuma mau ngabarin Gensatroops nih, Pre Order Lost Islamic Victory 2 dan diskon 25% untuk semua buku-buku GenSa akan berakhir 18 Juli ini. Mumpung ada kesempatan, silahkan teman-teman yang mau memanfaatkannya. Dapatkan harga spesial untuk semua buku-buku GenSa. Karena hanya dengan ilmu, kita bisa membaca peta jalan membebaskan Al Aqsha.... Check out di sini >>>> gensaberilmu.com

ما قيل في العقل والعقلاء : قال صالح بن عبد الكريم رحمه الله: جعل الله - عزَّ وجلَّ - رأس أمور العباد العقل، ودليلهم العلم، وسائقهم العمل، ومقوِّيَهم على ذلك الصبر. [موسوعة ابن أبي الدنيا 6/473].

الحلم والعفو والصفح وذم الغضب وعلاجه : قال عمرو بن العاص رضى الله عنه : إني لأصبر على الكلمة لهي أشد علي من القبض على الجمر، ما يحملني على الصبر عليها إلا التخوف من أخرى شر منها. [موسوعة ابن أبي الدنيا 4/38].

Maaf ya teman-teman saya jadi banyak post quote bahasa Arab. Ini jadi bahan-bahan tulisan saya ke depannya.

قال سفيان بن حسين: " ذكرت رجلاً بسوء عند إياس بن معاوية، فنظر في وجهي، وقال أغزوت الروم؟ قلت: لا، قال: فالسند والهند والترك؟ قلت: لا، قال: أفتسلم منك الروم والسند والهند والترك، ولم يسلم منك أخوك المسلم؟! قال: فلم أعد بعدها إسماعيل بن عمر بن كثير, البداية والنهاية

قال أبو الدرداء رضى الله عنه : من يتبع نفسه كل ما يرى في الناس: يطل حزنه، ولا يشف غيظه. [موسوعة ابن أبي الدنيا 7/523].

﴿ إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ أَنِّى مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ سَأُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ فَٱضْرِبُوا۟ فَوْقَ ٱلْأَعْنَاقِ وَٱضْرِبُوا۟ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ ﴿١٢﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَمَن يُشَاقِقِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ ﴾ [ سورة الأنفال آية:﴿١٢﴾ ] فجعل إلقاء الرعب في قلوبهم و الأمر بقتلهم لأجل مشاقتهم لله و رسوله، فكل من شاق الله و رسوله يستوجب ذلك. ابن تيمية:3/259.

ليس في التكليف أصعب من الصبر على القضاء، ولا فيه أفضل من الرضى به. فأما الصبر: فهو فرض. وأما الرضا فهو فضل.

ليس في الوجود شيء أشرف من العلم، كيف لا وهو الدليل. فإذا عدم وقع الضلال.

نظرت فيما تكلم به الحكماء في العشق وأسبابه وأدويته وصنفت في ذلك كتاباً سميته بذم الهوى. وذكرت فيه عن الحكماء أنهم قالوا: سبب العشق حركة نفس فارغة

اعلم أن الزمان لا يثبت على حال كما قال عز وجل: " وتلكَ الأيامُ نداولها بينَ الناس " . فتارة فقر، وتارة غنى، وتارة عز، وتارة ذل، وتارة يفرح الموالي، وتارة يشمت الأعادي. فالسعيد من لازم أصلاً واحداً على كل حال، وهو تقوى الله عز وجل فإنه إن استغنى زانته، وإن افتقر فتحت له أبواب الصبر، وإن عوفي تمت النعمة عليه، وإن ابتلى حملته، ولا يضره إن نزل به الزمان أو صعد، أو أعراه أو أشبعه أو أجاعه

photo content

قال أبو حازم الأعرج رحمه الله : «إن كان يغنيك ما يكفيك، فأدنى عيشك يكفيك، وإن كان لا يغنيك ما يكفيك فليس في الدنيا شيء يغنيك

Mungkin teman-teman cukup kaget, biasanya saya akan banyak melakukan pembacaan dulu tentang suatu masalah, baru kemudian menulis tentang kesimpulan. Tapi, untuk case Iran, saya memiliki cara berpikir yang lebih tegas. Iya, mereka menyerang Israel. Benar, mereka melawan zionis. Silahkan saja, itu hak mereka pula karena kepentingannya dijegal oleh Israel. Tapi, apakah kemudian kita mendukung Iran? Kalimat dari Syaikh Hatim Al Huwaini ini cukup mewakili bagaimana sikap saya kalau sudah bicara tentang Syi'ah Iran... ‏لا يرجو الخير من إيران إلا من كان جاهلاً بالعقيدة، جاهلاً بالتاريخ، جاهلاً بالواقع أيضًا. "Tidaklah ada orang yang mengharap kebaikan dari Iran, kecuali ia berarti jahil akidahnya, tak tahu sejarah, dan tak memahami realitas pula." Syi'ah, sejak dalam perjalanan sejarah umat ini lebih banyak menjadi duri bagi Kaum muslimin. Untuk membebaskan Palestina, Shalahuddin membersihkan dulu pemahaman umat dari Syi'ah sampai-sampai beliau menutup Al Azhar yang kala itu menjadi mercusuar Syi'ah. Baghdad jatuh tahun 1258, dan salah satu aktor utama penyebab jatuhnya ia adalah justru perdana menteri Abbasiyah sendiri. Ibnul Alqami namanya, seorang Syi'ah yang memiliki kebencian pada Ahlussunah. Dulu pula di zaman Kekhalifahan Utsmani, ada sebuah ungkapan... لولا الشاه ، لوصلت الدولة العثمانية إلى الراين "Kalau bukan karena Syah (Iran), maka Negeri Utsmani sudah mencapai sungai Rhein (sebuah sungai yang membentang di Eropa Tengah dan Barat)" Itulah kenapa saya tidak —mungkin belum— bisa jika ada orang yang bilang bahwa Iran layak menjadi pembebas Palestina. Atau yang berkata bahwa Syi'ah menyelamatkan Palestina. Tidak. Tidak begitu caranya. Kamu tahu kan bahkan ketika rudal-rudal Iran menembak Israel, pemandangan itu dilihat oleh warga Gaza. Sebagian mereka berkata... "Ya Allah, pukullah orang-orang zalim dengan orang-orang zalim lainnya..." Justru inilah saatnya kita banyak-banyak muhasabah. Para Syi'ah yang mencela Umar, mengkafirkan Aisyah dan memurtadkan sahabat kok bisa berbuat sejauh itu kepada zionis, sementara kita yang memiliki akidah Ahlussunah seakan tak bisa banyak berbuat? Sedih, marah, takut, malu, khawatir, kesal. Semua jadi satu. Saya tidak ingin berteori dan menganalisa jauh-jauh tentang bagaimana Iran ke depannya. Tapi dari sejarah, kamu akan tahu bahwa alamat pembebasan Al Aqsha bukan pada mereka. Alamatnya ada pada kita, tapi kita belum melangkah. Jika memang mereka benar dan jujur, maka itulah amal mereka. Dan Gaza bisa tidur nyenyak malam-malam ini, itupun kebahagiaan bagi kita. Tapi, selalu mawas dan hati-hati menilai. Jalan panjang pembebasan Al Aqsha tidak mungkin diisi dengan orang-orang yang mudah berkompromi pada hal yang salah. Oleh : Cerita Edgar

photo content

photo content

"Masa Ini Akan Berlalu..." Edgar Hamas | @ceritaedgar Pernah dengar kisah seorang raja yang memiliki cincin bertulis "masa ini akan berlalu?" Ia kisah singkat, tentang seorang raja bijak yang selalu diingatkan dengan kalimat "masa ini akan berlalu" setiap kali ia mendengar sebuah laporan dari menteri-menterinya. Ketika ada laporan tentang hal buruk dan itu sampai ke telinga sang raja, ia pun sempat gelisah dan khawatir berlebih. Namun ia melihat cincinnya dan membaca "masa ini akan berlalu." Gelisahnya hilang. Ia tahu masa buruk tak akan selamanya. Maka ia fokus membenahi masalahnya. Pun ketika ada kabar gembira yang membuat semua orang bersorak-sorai, sang raja pun kembali menoleh melihat cincinnya, "masa ini akan berlalu." Tadinya ia senang berlebihan. Namun setelah diingatkan oleh tulisan itu, ia kembali tenang. Ia senang, namun tak terlena dan bereuforia. Siklus, itu adalah kuncinya. Sang raja jadi bijak karena tahu masa buruk tak akan selamanya. Masa senang pun tak akan berlama-lama. Sebab ia mengerti bahwa hidup berputar. "Masa ini akan berlalu", kini coba kau renungkan. Jika kau sedang sedih, ketahuilah ia tak akan selamanya. Pun bagi siapapun yang berbuat zalim. Kau mengira mereka akan di atas selamanya? Mengira bahwa mereka tak terkalahkan? "Masa ini akan berlalu", yang zalim akan hilang. Yang di bawah akan naik. Yang tenggelam akan timbul. Yang dizalimi akan menang. Termasuk di Gaza, Palestina. Semua ada masanya. Semua ada waktunya. Yang sedang naik daun akan ada saatnya hilang. Yang terkenal akan redup. Yang berkuasa akan usai. Semua yang di bumi itu fana. Akan usai. "...tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal..." (Ar Rahman 27)