en
Feedback
Eterna Foundation Channel

Eterna Foundation Channel

Open in Telegram

Saluran resmi Eterna Foundation.

Show more
757
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
AL-MAQRIZI: UANG DAN INFLASI Al-Maqrizi (1364 M-1384 M) merupakan sosok yang sangat mencintai ilmu. Nama aslinya adalah Taqiyuddin Abu al-Abbas Ahmad bin Ali bin Abdul Qadir al-Husaini yang lahir di Kairo, Mesir. Sejak kecil, ia gemar melakukan rihlah ilmiah. Ia mempelajari berbagai disiplin ilmu, seperti fikih, hadits, dan sejarah, dari para ulama besar yang hidup pada masanya. Dalam karirnya, beliau pernah menjadi bagian dari kesekretariatan negara, hakim, pengawas pasar, kepala lembaga pasar dan lain sebagainya. Dalam bidang ekonomi, Al-Maqrizi terkenal dengan pemikirannya dalam masalah uang dan inflasi. Beberapa karya beliau dalam masalah keilmuan murni atau sejarah dan aspek sosial serta ekonomi di Dunia Islam pada umumnya dan di Mesir pada khususnya antara lain seperti kitab Syudzur al-ā€˜Uqud fi Dzikr al-Nuqud, al-Ahyal wa al-Auzan al-Syar’iyyah, Risalah fi al-Nuqud Islamiyyah, an-Nuqud al-Qadimah wa al-Islamiyyah dan Ighatsah al-Ummah bi Kasyf al-Ghummah. Selamat membaca ! . . SELAMAT BERGABUNG !!! . . . āœ… TELEGRAM: https://t.me/Perjuangan_Ekonomi_Islam āœ… WHATSAPP GRUP: https://chat.whatsapp.com/CYKazhMTzFb0tnjSMBwyRh āœ… KONTAK ADMIN: 0895-1845-284

SOME KIND OF TEACHER Oleh: Lutfi S. Hidayat Terlahir dan tumbuh berkembang hingga SMA di Kota Perwira Pubalingga. Semangat membuncah setelah lulus pada dua pilihan, sekolah kedinasan dari negara atau jurusan pendidikan. Iya memang, sejak sekolah sudah memimpikan untuk menjadi guru. Baginya guru adalah sosok yang keren. Kadang lucu, kadang marah dan yang pasti cerdas serta bijak. Nyatanya, sekolah kedinasan tidak diraih. Jurusan pendidikan pun bukan rejekinya. Baiklah, pada akhirnya Ekonomi Islam, dengan konsentrasi pada Manajemen menjadi takdir pendidikan tinggi yang ditempuh selama berada di Kota Pendidikan, Yogyakarta. Dalam perjalanan kuliah, karena passion berbagi atau mengajar selalu ada. Di kampus pun terlibat aktif dalam organisasi hingga menjadi mentor rutin dalam segala kebutuhan. Pada kondisi seperti itu, spirit seorang "guru" tetaplah ada. Karena dengan tulus berbagi, memberi dan memastikan apa yang disampaikan kepada khalayak bisa dipahami. Setelah dirasa cukup para "murid" (kita menyebutnya junior) akan di-assessment dengan langsung terjun di lapangan atau masyarakat. Berlanjut setelah lulus dari sekolah hingga sampai sekarang pada akhirnya semua profesi yang pernah dilakoni pada dasarnya adalah "guru". Mulai dari menjadi asisten dosen selama 2 tahun lebih, mengajar Alquran di sekolah dasar sekian tahun, mengajar agama di sekolah menengah sekian waktu, memberikan dongeng-dongeng di depan anak-anak kecil, memberikan cerita-cerita motivasi kepada anak-anak menengah atas yang hendak ujian nasional, memberikan bimbingan kepada para "aktivis" di kampus agar terjaga militansinya dan lainnya. Pada hakikatnya sedang ber-cosplay as a teacher. Petualangan dilanjutkan sekitar lima tahun masuk dalam non formal education di Kampung Inggris. Kurang lebih dua tahun belajar bahasa asing ini, dan akhirnya menjadi "guru" kembali (kita menyebutnya tutor) hingga sekarang bersama teman-teman mendirikan "Sekolah Bahasa Inggris". Dan mengejutkan kembali adalah tatkala pulang kampung, menjadi guru yang mengajarkan bahasa asing ini di salah satu MA di kota perwira ini, nyatanya jodohnya kembali. Selamat Hari Guru Nasional 2023 !!! mereka yang selalu tulus untuk tersenyum

EKONOMI ISLAM DALAM PROSES Oleh: Lutfi S. Hidayat Dalam dunia akademik, disadari bahwa ekonomi Islam tidak sebatas pada bank syariah atau lembaga keuangan lainnya saja. Berbicara masalah ekonomi Islam juga berbicara tentang sebuah sistem pengaturan ekonomi dalam sebuah entitas politik negara. Memang saat ini tidak ada negara yang benar-benar menjalankan sistem Islam secara menyeluruh, sehingga berdampak pada tidak adanya penerapan sistem ekonomi Islam secara utuh pula. Ekonomi Politik Islam yang semestinya paripurna belum terimplementasi karena paradigma negeri-negeri muslim saat ini masih dalam situasi sekulerisme di bidang politik khususnya. Dari itu, munculah para pemikir ekonom muslim yang mencoba memberikan argumentasinya tentang ekonomi Islam. Salah satunya adalah Muhammad Umer Chapra (ahir 1933 M) yang merupakan seorang pemikir ekonomi Islam dengan kemampuan dan pengetahuan dalam ekonomi konvensional dan ekonomi Islam. Beliau seorang ekonom yang dikenal ber-madzhab mainstream karena sikap ā€œkompromiā€ terhadap ekonomi konvensional. Dikatakan bahwa sekarang ini ekonomi Islam berproses dengan berusaha meniadakan unsur bunga (riba) baik secara mikro maupun makro dan memasukkan unsur zakat dalam praktik perekonomian saat ini. Di antara karya beliau antara lain Towards a Just Monetary System (1985), Islam and Economic Challenge (1992), Islam and the Economic Development (1994), The Future of Economics; an Islamic Perspective (2000) dan karya buku lainnya serta naskah, artikel ataupun ulasan lainnya. Selamat membaca! . . SELAMAT BERGABUNG !!! . . . - TELEGRAM: https://t.me/Perjuangan_Ekonomi_Islam - WHATSAPP GRUP: https://chat.whatsapp.com/CYKazhMTzFb0tnjSMBwyRh - KONTAK ADMIN: 0895-1845-2844

MEMAHAMI (SEDIKIT) ANGKA MAKRO EKONOMI KONVENSIONAL Oleh: Lutfi S. Hidayat Berdasarkan kondisi makro ekonomi Indonesia kekinian, sedikit akan digambarkan dengan mudah beberapa indikasi ekonomi secara makro. Terminologi yang paling terkenal dalam makro ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi adalah kondisi di mana masyarakat suatu negara atau wilayah mengalami peningkatan pendapatan yang dapat disebabkan oleh kenaikan produksi barang dan jasa. Sekarang ini pertumbuhan ekonomi digambarkan dengan menggunakan angka-angka yang kadang membingungkan masyarakat umum. Dengan asumsi kondisi ekonomi Indonesia sekarang ini, jika dibuat simulasi yakni misalkan target angka pertumbuhan ekonominya adalah 6 %, maka akan memberikan gambaran kondisi secara umum dari ekonomi. Setiap 1 % pertumbuhan ekonomi membutuhkan rasio investasi sebesar 6,8 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang angkanya sekitar Rp 16.000 triliun. Artinya dengan angka pertumbuhan ekonomi 6 % akan membutuhkan 40,8 % rasio investasi dari total PDB. Artinya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 %, dibutuhkan dana untuk diinvestasikan sebesar 40,8 % dikali Rp 16.000 triliun atau sebesar Rp 6.528 triliun. Nah, untuk melakukan investasi (penggunaan dan pemanfaatan uang) diambil dari tabungan domestik yang angkanya di Indonesia sekitar 36 % dari PDB atau sekitar Rp 5.760 triliun. Sehingga kemampuan ekonomi untuk memenuhi petumbuhan ekonomi 6 % masih kurang uang sebesar Rp 6.528 – Rp 5.760 atau sebesar Rp 768 triliun yang artinya ada risiko defisit. Pertanyaannya adalah kekurangan uangnya dari mana? Maka kekurangannya akan mengambil beberapa cara seperti utang, Penanaman Modal Asing (PMA), menaikan penerimaan tax ratio (menaikan pajak), menaikan human capital (kualitas sumber daya manusia), birokrasi yang benar serta efisien dan lainnya. Selain itu ada istilah elastisitas tenaga kerja yang artinya adalah setiap 1 % pertumbuhan ekonomi akan menyerap tenaga kerja sekitar 400.000an orang. Sehingga apabila asumsi target pertumbuhan ekonominya adalah 6 %, maka disumsikan akan terserap sejumlah 2.400.000an orang tenaga kerja. Demikianlah gambaran sederhana yang terjadi pada asumsi makro ekonomi di Indonesia dengan sistem ekonomi konvensionalnya. Berdasarkan beberapa asumsi di atas, Ekonomi Islam sebagai sebuah cara pandang ekonomi yang berasal dari ajaran Islam mempunyai catatan strategis dan teramat penting. Pertama adalah bahwa ekonomi konvensional dibangun berdasarkan kebebasan pasar bebas yang akan memungkinkan sumber daya alam dikuasi oleh swasta dan berakibat ketimpangan ekonomi. Kedua adalah pajak dan utang menjadi instrumen utama dalam ekonomi Indonesia. Ketiga adalah adanya Penanaman Modal Asing (PMA) mengakibatkan adanya penguasaan dan ketergantungan ekonomi terhadap pihak swasta. Lalu bagaimana Ekonomi Islam memberikan solusinya? . . . Join us: https://t.me/Perjuangan_Ekonomi_Islam

Selayang Pandang Ekonomi Islam Dari catatan yang didapat utamanya pasca runtuhnya Ottoman karya pertama-tama yang secara detail dan konseptual berbicara tentang Ekonomi Islam ada beberapa, antara lain: 1. Kitab Nizhamul Iqtishadi fil Islam karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani (1909-1977 M) yang ditulis dan atau pertama kali terbit pada tahun 1953 M 2. Kitab Iqtishaduna karya M. Baqr As Sadr (1935-1980 M) yang ditulis dan atau pertama kali terbit pada tahun 1961 M Keduanya menggunakan istilah Iqtishad yang mengarah pada term Ekonomi. Hal penting lainnya adalah bahwa Ekonomi Islam secara practical approach telah ada paling tidak sejak Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam sekitar tahun 622 M. Jauh sebelum adanya Adam Smith, Karl Marx dan tokoh penggagas keilmun ekonomi lainnya. Bahkan konon lahirnya karya The Wealth of Nation dari Adam Smith (1723-1790 M) masih terpengaruh oleh Kitab Al-Amwal karya Abu Ubaid (157-224 H). Namun memang dalam perkembangan sejarahnya, ilmu ekonomi dalam bentuk ilmu pengetahuan muncul dalam sejarah modern barat. Termasuk istilah ekonomi itu sendiri berasal dari term Yunani. Artinya memang era yang menurut dunia akademik disebut postmodernisme ini, cendekiawan muslim kiranya mempunyai tantangan untuk menyuguhkan Ilmu Ekonomi Islam agar diterima sebagai disiplin tersendiri yang mempunyai akar konseptual, rasionalitas, empiris dan positivistik yang kokoh. Selamat bergabung !!! Join: https://t.me/Perjuangan_Ekonomi_Islam Kontak Admin: 0895-1845-2844 (WA)

Kekuatan Negeri Islam di Seluruh Dunia Jika Bersatu Potensi dari penyatuan sumber daya yang ada pada daratan (tanah) di seluruh negeri Islam telah memicu rasa penasaran bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Berbagai macam pertanyaan muncul tentang seberapa besar sesungguhnya sumber daya umat Islam termasuk kekuatan yang mereka miliki sebagai sebuah negara jika bersatu dan kemampuan mereka dalam melawan kekuatan superpower global seperti Amerika Serikat ataupun China. Selain itu juga adanya kekhawatiran yang muncul tentang ketahanan mereka dalam menghadapi embargo-embargo ataupun peluang keberhasilan mereka dalam konflik militer. Demikian itu adalah beragam pertanyaan yang merncerminkan keinginan untuk mengetahui kebenaran potensi dari negeri Islam dengan menyadari kondisi peta global dewasa ini. Selengkapnya: https://www.eternanews.com/2023/11/kekuatan-negeri-islam-di-seluruh-dunia.html Bergabung di grup informasi: https://chat.whatsapp.com/F5VmxbTQEB2GB3LtYIz9sM Dapatkan Materi PPT/PDF di Telegram: https://t.me/eterna_foundation Semangat belajar dan sebar kebaikan penuh cinta ••• Semoga Allah 'Azza Wa Jalla mengganti kebaikan antum sekalian dengan berlipat keistimewaan baik dunia maupun akhirat.

Ribuan Umat Islam Cilacap Lakukan Aksi Bela Palestina Ribuan massa dari Forum Muslim Cilacap Peduli Palestina melakukan aksi damai pada Ahad, 05 November 2023 pukul 12.30 s/d selesai sebagai bentuk dukungan bagi muslim Palestina. Hal ini dilakukan mengingat bahwa Palestina masih dalam kondisi tertindas dan terjajah oleh Zionis Israel hingga sekarang. Hampir di seluruh belahan dunia aksi dan dukungan telah disuarakan untuk mendukung dan mendoakan Palestina. Selengkapnya: https://www.eternanews.com/2023/11/ribuan-umat-islam-cilacap-lakukan-aksi.html Bergabung di grup informasi: https://chat.whatsapp.com/F5VmxbTQEB2GB3LtYIz9sM Dapatkan Materi PPT/PDF di Telegram: https://t.me/eterna_foundation Semangat belajar dan sebar kebaikan penuh cinta ••• Semoga Allah 'Azza Wa Jalla mengganti kebaikan antum sekalian dengan berlipat keistimewaan baik dunia maupun akhirat.

Banjarnegara Peduli Palestina Aksi Damai Banjarnegara Peduli Palestina yang terdiri dari berbagai macam Ormas, Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan, LSM, Komunitas, Paguyuban, Majelis Taklim dan elemen masyarakat lainnya terjadwal melakukan aksi damai pada Ahad, 05 November 2023 pukul 08.00 s/d 11.30 WIB sebagai bentuk dukungan bagi Palestina. Hal ini dilakukan mengingat bahwa Palestina masih dalam kondisi tertindas dan terjajah oleh Zionis Israel hingga sekarang. Hampir di seluruh belahan dunia aksi dan dukungan telah disuarakan untuk mendukung dan mendoakan Palestina. Selengkapnya: https://www.eternanews.com/2023/11/banjarnegara-peduli-palestina.html Bergabung di grup informasi: https://chat.whatsapp.com/F5VmxbTQEB2GB3LtYIz9sM Dapatkan Materi PPT/PDF di Telegram: https://t.me/eterna_foundation Semangat belajar dan sebar kebaikan penuh cinta ••• Semoga Allah 'Azza Wa Jalla mengganti kebaikan antum sekalian dengan berlipat keistimewaan baik dunia maupun akhirat.

Purbalingga Untuk Palestina: Aksi Solidaritas Peduli Palestina Aliansi Kemanusiaan Purbalingga Untuk Palestina yang terdiri dari berbagai macam komponen organisasi, komunitas, lembaga dan elemen masyarakat lainnya terjadwal melakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan bagi Palestina. Diketahui bahwa Palestina masih dalam kondisi tertindas dan terjajah oleh Zionis Israel hingga sekarang ini. Berbagai macam aksi dan dukungan telah disuarakan di berbagai tempat baik dalam negeri ataupun luar negeri. Sehingga tidak ketinggalan segenap komponen masyarakat di Purbalingga turut ambil bagian penting ini. Selengkapnya: https://www.eternanews.com/2023/11/purbalingga-untuk-palestina-aksi.html Semangat belajar dan sebar kebaikan penuh cinta ••• Semoga Allah 'Azza Wa Jalla mengganti kebaikan antum sekalian dengan berlipat keistimewaan baik dunia maupun akhirat.

APAKAH ADA POTENSI PEMAKZULAN TERHADAP PRESIDEN JOKOWI ? Oleh: Lutfi S. Hidayat Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa dijawab secara akademik oleh para pakar hukum tata negara dan bisa dilakukan salah satunya dengan adanya tindakan oleh parlemen dengan 2/3 dari seluruh anggotanya, serta ditambah dengan adanya sebab yang terverivikasi dan menjadi bukti nyata adanya seorang presiden layak secara konstitusi untuk diberhentikan (dimakzulkan). Berkaitan dengan konteks saat ini sebelum pemilu 2024 adalah adanya indikasi penyalahgunaan kekuasaan atau dugaan skandal dari Presiden Jokowi terhadap adanya keputusan MK sehingga Gibran lolos menjadi salah satu Cawapres mendampingi Prabowo. Namun sebelum kesitu, menarik melihat isu yang santer tentang peran pemuda dalam kancah politik nasional. Sebagian mengatakan bahwa masuknya Gibran dalam pilpres 2024 dan Kaesang menjadi ketua umum partai adalah bagian dari manifestasi peran pemuda. Hanya saja saya mempunyai teori lain tentang hal ini. Pertama, bahwa pemuda itu bukan saja berkaitan dengan umur atau aspek biologis seseorang. Kedua, bahwa pemuda itu adalah persoalan cara berfikir dan tindakan yang berdarah-darah dalam melakukan proses mencapai tujuan tertentu. Ketiga, bahwa pemuda itu bukanlah muncul secara instan sehingga ujug-ujug dia tampil tanpa adanya karya nyata yang teruji dalam berbagai aspek. Artinya, dengan mengacu ketiga teori di atas, tegas dikatakan bahwa meskipun Kaesang dan Gibran secara biologis disebut muda. Namun proses yang mereka lakukan dalam dunia politik sekarang ini rasanya sulit mengatakan apabila tata cara tersebut adalah hal yang dilakukan oleh seorang pemuda sejati. Justru sebaliknya, Kaesang yang baru dua hari menjadi anggota partai politik kemudian langsung menjadi ketua umum adalah bukti bahwa cara tersebut adalah tua (kuno) dari proses partai-partai konservatif dulu. Pun Gibran yang ketika mengawali karir politiknya menjadi walikota yang sudah menjadi rahasia umum adanya turut campur Presiden Jokowi disertai adanya putusan MK yang kontroversial menambah kesimpulan bahwa cara dan proses seperti ini bukanlah tata cara seorang pemuda. Tapi cara lama atau tua yang sangat bertentangan dengan semangat dari demokrasi itu sendiri. Maka jangan heran, meskipun sistem politik di Indonesia bukanlah kerajaan, orang akan tetap melihat semua yang di atas tadi bagian dari politik dinasti yang sangat ditentang oleh demokrasi itu sendiri. Lalu, berkaitan dengan apakah ada potensi proses impeachment bagi Presiden Jokowi? Semua tergantung dari para elit politik dalam hal ini adalah partai-partai pendukung Ganjar dan Anies apakah akan menggunakan kekuatan politik mereka di parlemen untuk memprosesnya atau tidak, ditambah dengan anggota parlemen dari partai pendukung Prabowo yang masih menduga adanya potensi pelanggaran dari kekuasaan oleh Presiden Jokowi. [] Sabtu, 28 Oktober 2023 https://t.me/eterna_foundation

RUSAKNYA FUNGSI KELUARGA DI TANGAN SEKULARISME Oleh: Iffah Wardatun Hamro Eterna Foundation Purbalingga Keluarga ibarat rumah. Tempat pertama kali seorang anak mendapat kasih sayang dan mengenal kehidupan. Juga sebagai benteng perlindungan terakhir saat anak merasa dunia sedang tidak memihaknya. Walaupun tak jarang kita dapati ada pula keluarga yang jauh dari harmonis hingga rusak fungsinya dan memunculkan problematika sosial baru. Selengkapnya: https://www.eternanews.com/2023/10/rusaknya-fungsi-keluarga-di-tangan.html?m=1#more Bergabung di grup informasi: https://chat.whatsapp.com/F5VmxbTQEB2GB3LtYIz9sM Dapatkan Materi PPT/PDF di Telegram: https://t.me/eterna_foundation Semangat belajar dan sebar kebaikan penuh cinta ••• Semoga Allah 'Azza Wa Jalla mengganti kebaikan antum sekalian dengan berlipat keistimewaan baik dunia maupun akhirat.

Mereka ingin mengatakan bahwa tidak perlu ada islamisasi di dalamnya sebab sains itu netral dan bisa dimasukkan dalam kerangka utuh sistem kehidupan bagi umat Islam. Pandangan ini sering disebut sebagai Scientification of Islam. Melihat adanya dialektika di atas, rasanya penting mengingatkan kembali komentar Imam Al-Ghazali tentang ilmu. Singkatnya beliau mengungkapkan bahwa bagi umat Islam ada ilmu yang bersifat fardhu ā€˜ain adan pula yang bersifat fardhu kifayah. Juga disampaikan oleh Ibnu Khaldun yang mengatakan bahwa ada al’Uluum al Aqliyyah dan al ā€˜Uluum an Naqliyyah. Dari sini, paling tidak menurut penulis ketika berbicara tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, secara kategori bisa dimasukkan dalam al ā€˜Uluum an Naqliyyah dan secara hukum fiqh adalah fardhu kifayah bagi umat Islam. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini ataupun di masa yang akan datang tentunya tidak akan pernah lepas dari seorang muslim di dalam menjalankan kehidupannya. Maksudnya adalah bahwa dalam proses menjalankan kehidupan, umat Islam memerlukan segenap pengetahuan dan teknologi di dalamnya untuk membantu proses ā€˜ubudiyyah dan kewajiban sebagai hamba Allah ta’ala. Maka, hubungannya dengan apa yang disampaikan oleh Al-Ghazali, bisa jadi ilmu pengetahuan berikut teknologi yang ada, bagi umat Islam menjadi bagian yang harus dicari dan bahkan digunakan dalam rangka menjadi sarana ibadah umat Islam. Penjelasan lain yang lebih jelas disampaikan oleh salah seorang ulama bernama Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani ketika membahas permasalaha ilmu pengetahuan brikut teknologi. Beliau membuat beberapa invention luar biasa dengan istilah seperti ā€˜ilmu (sains/science) dan tsaqafah. Adanya kedua istilah tersebut dirasa bisa menjawab kebimbangan perdebatan antara hubungan Islam dengan ilmu pengetahuan yang berkembang selama ini. Didefinisikan oleh beliau bahwa ā€˜ilmu adalah pengetahuan (ma’rifah atau knowledge) yang diperoleh melalui metode pengamatan (observation), percobaan (experiment) dan penarikan fakta kesimpulan dari fakta empiris (inference). Sedangkan tsaqafah adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode pemberitahuan/pemberitaan (al ikhbar), penyampaian transmisional (at talaqqiy) dan penyimpulan dari pemikiran (istimbath). Dari sini berdampak pada beberapa hal yaitu bahwa ā€˜ilmu berasal dari metode ilmiah dan bebas nilai serta universal. Adapun tsaqafah secara epistemologi bukan berasal dari metode ilmiah dan tidak bebas nilai yang artinya terikat dengan nilai worldview tertentu. Allahu a’lam.

ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN Oleh: Lutfi S. Hidayat Ini adalah pembahasan yang sampai sekarang masih menjadi diskursus di tengah-tengah umat Islam di hampir seluruh dunia oleh mereka yang concern terhadap masalah ilmu pengetahuan. Sepertinya sudah tidak ada lagi perdebatan lagi tentang kontribusi kecendekiawan ilmuan muslim dalam sejarah dunia, baik dalam masalah sains ataupun ilmu sosial. Ibnu Sina sudah menjadi inspirasi dalam bidang kedokteran hingga saat ini. Ibnu Khaldun dan Abu Ubaid menjadi pijakan oleh pemikir ekonomi barat dalam mencetuskan gagasan dalam ilmu ekonomi mereka. Eropa dalam sejarahnya dikenal pernah mengalami masa yang disebut dengan ā€œthe decline of science and knowledgeā€ karena kemundurannya dalam ilmu pengetahuan. Masa ini menurut Morotowitz menggambarkan kesenjangan di dalam sejarah pemikiran sebagai ā€œthe history of black holeā€. Sedangkan Schumpeter mengatakan dengan istilah ā€œthe great gapā€. Hal ini disebabkan pada satu sisi dunia Islam sedang mengalami masa kejayaan dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Nicholas Reseher menyatakan pada abad ke-12 dan ke-13, periode pertama pencerahan Eropa, tulisan filsafat Arab memberikan pengaruh stimulatif yang signifikan pada sintesis besar Kristen Aristotalianisme oleh St. Albert the Great dan St. Thomas Aquinas. Mencoba melihat apa yang pernah disampaikan oleh Albert Einstein ā€œReligion without science is blind, Science without religion is lameā€ menunjukkan bahwa pada dasarnya tidak perlu ada dikotomi antara agama sebagai fundamental value of life dengan sciences baik berkaitan dengan alam ataupun gejala sosial. Khususnya bagi Islam, yang notabene adalah agama yang sempurna dan menyempurnakan. Jika digali dengan keteguhan untuk mencari jawaban atas problematika hidup ternyata manusia akan menyimpulkan bahwa semua ada dalam Islam. Perbincangan sekarang bukanlah pada apakah ilmu itu terpisah dari Islam atau tidak. Wacana yang harus dikembangkan semestinya adalah bagaimana kemudian ilmu pengetahuan yang lahir dari espitemologi Islam secara utuh. Sudah tidak perlu lagi mendiskusikan tentang dikotomi Islam dengan ilmu pengetahuan. Lebih baik energi yang ada digunakan untuk menyusun body of knowledge yang berdasar dari paradigma Islam. Jangan sampai ada kesimpulan yang mengatakan bahwa Islam tidak bisa memberikan posisi terhadap ilmu pengetahuan. Memang benar bahwa ilmu pengetahun yang berkambang saat ini lahir dari proses yang dilewati oleh sekularisasi dunia barat setelah abad pertengahan. Mereka tercerahkan dan terbangkitkan setelah panjangnya proses yang dilakukan dalam menemukan jawaban atas keresahan intelektualitas pada saat itu. Para cendekiawan eropa saat itu ingin melepaskan diri dari dominasi dan kesewenangan otoritas agama menjadi terpisah dan berdiri sendiri. Lahirlah kemudian dunia modern di dunia barat yang menandai adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kemudian menjadi hegemoni bagi kehidupan manusia saat ini. Sehingga, para sarjana muslim di era kontemporer ini khususnya merasa perlu untuk memberikan pengertian yang tepat kepada masyarakat Islam di seluruh dunia tentang respon terhadap ilmu pengetahuan yang sebagian besar lahir dari dunia barat. Dari hasil pembacaan yang ada muncul beragam respon yang diberikan oleh ilmuan muslim terhadap hal tersebut. Ada yang mengatakan bahwa segala ilmu pengetahuan yang lahir dari barat pada dasarnya lahir dari wordview yang tidak bebas nilai. Menurutnya bahwa sains yang ada pasti mempunyai nilai di dalamnya yang bukan berasal dari paradigma keilmuan Islam. Oleh karena itu perlu adanya proses Islamization of Knowledge terhadap segala ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini. Berbeda dengan respon di atas, ada sebagaian sarjana muslim menyatakan bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya secara substansi itu bebas nilai. Bahwa ada motivasi dari si penemu atau pengguna dari ilmu pengetahuan, maka tidak menghilangkan netralitas pada substansi material dari suatu ilmu pengetahuan.

3) ISLAMIC ECONOMICS SYSTEM Ini adalag istilah yang memaknai ekonomi Islam sebagai sebuah sistem ekonomi. Sebuah pembahasan yang menjelaskan secara utuh bagaimana sebenarnya perekonomian yang ideal itu diatur menurut Islam. Artinya Islam menjadi worldview dalam mengatur ekonomi bahkan sampai pada level negara atau peradaban. Islam dalam hal ini menjadi ekonomi politik dan juga politik ekonomi. Dari semua penjelasan singkat di atas, dewasa ini perlu diperjelas konteks yang mana ketika sedang mendiskusikan, membahas atau menyampaikan masalah ekonomi Islam pada kesempatan apapun. [25/10/2023]

DISKURSUS DASAR EKONOMI ISLAM Oleh: Lutfi S. Hidayat Berbicara Ekonomi Islam kiranya penting untuk mengetahui konteks perbincangannya. Paling tidak istilah yang mewakili setiap konten dan konteks pembicaraan terhadap ekonomi Islam harus dipahami. Pertama, What is Economy? Dalam investopedia dikatakan bahwa economy is the large set of inter-related production, consumption and exchange activities that aid in determining how scarce resources are allocated in a country or for a period of time (serangkaian besar dari aktivitas produksi, konsumsi, dan pertukaran yang saling terkait yang membantu menentukan bagaimana sumber daya yang langka dialokasikan di suatu negara atau untuk jangka waktu tertentu). Penerjemahan mudah terhadap definisi tersebut kurang lebih bahwa istilah economy fokusnya pada aktivitas di lapangan, penerapan atau praktik dari kegiatan ekonomi. Artinya konteks dari istilah economy memiliki kata kunci berupa implementasi dari aktivitas ekonomi. Kedua, What is Economics? Dalam arts-sciences(dot)buffalo(dot)edu dikatakan bahwa economics is the study of scarcity and its implications for the use of resources, production of goods and services, growth of production and welfare over time, and a great variety of other complex issues of vital concern to society (studi tentang kelangkaan dan implikasinya terhadap penggunaan sumber daya, produksi barang dan jasa, pertumbuhan produksi dan kesejahteraan dari waktu ke waktu, dan berbagai isu kompleks lainnya yang menjadi perhatian penting masyarakat). Sedangkan di dalam investopedia dikatakan ecomomics is a social science concerned chiefly with description and analysis of the production, distribution and consumption of goods and services (ilmu sosial yang terutama berkaitan dengan deskripsi dan analisis produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa). Penerjemahan mudah terhadap definisi tersebut bahwa istilah economics adalah salah satu disiplin ilmu (sciencie) khususnya di dalam social sciences (ilmu-ilmu sosial). Artinya konteks dari istilah economics memiliki kata kunci berupa bidang atau disiplin ilmu, yang hingga sekarang ini perdebatannya masih sangat panjang. Ketiga, What is System? Dalam oxford dictionary dikatakan bahwa system is a set of things working together as parts of a mechanism or an interconnecting network (sekumpulan hal yang bekerja sama sebagai bagian dari suatu mekanisme atau jaringan yang saling berhubungan). Atau set of principles or procedures according to which something is done; an organized framework or method (seperangkat prinsip atau prosedur yang menjadi dasar dilakukannya sesuatu; kerangka atau metode yang terorganisir). Penerjemahan mudah terhadap definisi tersebut adalah bahwa sistem itu berkaitan dengan paradigma atau suatu tatanan dalam menjelaskan dan menerapkan sesuatu. Artinya konteks dari istilah system adalah cara pandang utuh dalam melihat dan menerapkan suatu hal. šŸ”· POINNYA: āœ… ECONOMY konteknya IMPLEMENTASI āœ… ECONOMICS konteksnya DISIPLIN ILMU (SCIENCE) āœ… SYSTEM konteksnya PARADIGMA (WORLDVIEW) Kesimpulannya adalah ketika memperbincangkan masalah ekonomi Islam harus benar-benar memahami konteksnya. Secara sederhana, untuk memudahkannya ada tiga istilah dasar yang berbeda dalam diskursus ekonomi Islam yang harus diketahui. 1) ISLAMIC ECONOMY Ini adalah istilah yang memaknai ekonomi Islam lebih sebagai praktik-praktik ekonomi atau aktivitas-aktivitas ekonomi yang nilai-nilai Islam memberikan warna di dalamnya. Sebagai contoh praktik seorang muslim yang berinteraksi dengan lembaga Bank Syariah untuk menghindari Riba. Dan untuk saat ini, praktik-praktik yang ada masih bersifat parsial pada kebutuhan tertentu. 2) ISLAMIC ECONOMICS Ini adalah istilah yang memaknai ekonomi Islam sebagai sebuah disiplin ilmu. Hingga sekarang ini masih dalam "pencarian" serta perdebatan yang begitu panjang. Sehingga perdebatannya pengarah kepada perdebatan keilmuan. Dan berbicara soal ini, kiranya menjadi tantangan bagi para cendekiawan muslim untuk menemukan bagaimana sesungguhnya body of knowledge dari Ilmu Ekonomi Islam.

"KORBAN-KORBAN" POLITIK AMBISI KEKUASAAN 2024 1. Puan Maharani 2. AHY 3. Sandiaga Uno 4. Erick Thohir Siapa lagi??? Lutfi S. Hidayat Eterna Foundation t.me/eterna_foundation

BERANIKAH PDI-PERJUANGAN MEMECAT JOKOWI Selepas Gibran menjadi Cawapres Prabowo untuk Pilpres 2024 nanti, terjadi banyak simpang siur. Apakah Jokowi mendukung Prabowo atau tetap di kubu Ganjar. Saya yakin, sebagian besar masyarakat Indonesia akan menyimpulkan meski secara langsung tidak diungkapkan, Jokowi hampir pasti akan mendukung Prabowo. Ini tidak pasti, silahkan nilai sendiri. Nah, pertanyaan menariknya adalah. Apakah Jokowi yang notabene adalah petugas dan kader PDI-P akan mendapatkan sanksi atas segala drama politik ini. Beranikah PDI-P memecat Jokowi sebagai kader partai? Menurut kalian? Selasa, 24 Oktober 2023 Lutfi S. Hidayat Eterna Foundation https://t.me/eterna_foundation

BERANIKAH PDI-PERJUANGAN MEMCAT JOKOWI Selepas Gibran menjadi Cawapres Prabowo untuk Pilpres 2024 nanti, terjadi banyak simpang siur. Apakah Jokowi mendukung Prabowo atau tetap di kubu Ganjar. Saya yakin, sebagian besar masyarakat Indonesia akan menyimpulkan meski secara langsung tidak diungkapkan, Jokowi hampir pasti akan mendukung Prabowo. Ini tidak pasti, silahkan nilai sendiri. Nah, pertanyaan menariknya adalah. Apakah Jokowi yang notabene adalah petugas dan kader PDI-P akan mendapatkan sanksi atas segala drama politik ini. Beranikah PDI-P memecat Jokowi sebagai kader partai? Menurut kalian? Selasa, 24 Oktober 2023 Lutfi S. Hidayat Eterna Foundation https://t.me/eterna_foundation

*"KORBAN-KORBAN" POLITIK AMBISI KEKUASAAN 2024* 1. Puan Maharani 2. AHY 3. Sandiaga Uno 4. Erick Thohir ??? Lutfi S. Hidayat Eterna Foundation t.me/eterna_foundation

Pernyataan Sikap Forum Komunikasi Umat Islam Peduli Rempang Purbalingga "Tolak Neo Imperialisme dan Oligarki Berkedok Investasi di Rempang, Sistem Islam Adalah Solusi !ā€ Menyikapi Tragedi Rempang Galang yang terjadi kahir-akhir ini, kami dari Forum Komunikasi Umat Islam Peduli Rempang Purbalingga, menyatakan: 1. Bahwa Rakyat Melayu Rempang memiliki hak atas tanahnya. Mereka telah menempati ratusan tahun lamanya, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Selengkapnya: https://www.eternanews.com/2023/10/pernyataan-sikap-forum-komunikasi-umat.html?m=1 Bergabung di grup informasi: https://chat.whatsapp.com/Du4xYcWbwkY5oEtrprMWLC Dapatkan Materi PPT/PDF di Telegram: https://t.me/eterna_foundation Semangat belajar dan sebar kebaikan penuh cinta ••• Semoga Allah 'Azza Wa Jalla mengganti kebaikan antum sekalian dengan berlipat keistimewaan baik dunia maupun akhirat.