991
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Aku sekarang tengah sibuk menghancurkan harapan mematikan ini untuk ku nyatakan. Tapi kenapa semuanya terlalu begitu susah untuk kucoba ketika kamu hanya singgah sebentar?
Aku bahkan tidak pernah bisa menghentikan semua perasaan ini untuk berhenti berharap padamu, aku selalu berusaha untuk memenangkan diri dan membutakan mata ketika melihatmu bahagia dengan nya.
Aku menginginkan mu, aku selalu mencari cara agar terus bisa berkomunikasi dengan mu, aku selalu mencari alasan agar tetap bisa dekat denganmu. Lantas, salahkah jika aku menyebutkan namamu dalam permintaan ku saat berdoa?
Ketika aku mencoba untuk berhenti memikirkan kamu, aku selalu semakin jatuh di masa tentang mu. Ini seakan menyuruh ku untuk tidak berhenti. Lantas kenapa sikap mu begitu menjelaskan jika aku memang tidak pantas untukmu?
Aku hanya tersenyum miris, ketika mengingat dimana kamu selalu mengingat kan ku untuk terus bahagia hingga kamu bahkan tidak sadar bahwa kebahagiaan ku adalah kamu yang kini sudah menjadi kebahagiaan orang lain
Jika boleh jujur, aku menyesal mengenalmu. Bukan dalam artian tidak ingin berkomunikasi, aku hanya menyesal berani mengikat mu dalam sebuah komitmen hingga aku sendiri yang mengacaukan segalanya.
Aku kira, melupakanmu sama seperti membalikkan telapak tangan, namun ternyata tidak. Kamu selalu terus menerus berada di bayangku.
