6 997
Subscribers
No data24 hours
-247 days
-9430 days
Data loading in progress...
Similar Channels
Tags Cloud
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
June '26
June '26
+7
in 0 channels
May '26
+14
in 0 channels
Get PRO
April '26
+10
in 0 channels
Get PRO
March '26
+22
in 0 channels
Get PRO
February '26
+9
in 0 channels
Get PRO
January '26
+18
in 1 channels
Get PRO
December '25
+18
in 0 channels
Get PRO
November '25
+12
in 0 channels
Get PRO
October '25
+24
in 0 channels
Get PRO
September '25
+9
in 0 channels
Get PRO
August '25
+18
in 0 channels
Get PRO
July '25
+14
in 1 channels
Get PRO
June '25
+14
in 0 channels
Get PRO
May '25
+33
in 0 channels
Get PRO
April '25
+23
in 0 channels
Get PRO
March '25
+9
in 0 channels
Get PRO
February '25
+39
in 1 channels
Get PRO
January '25
+15
in 0 channels
Get PRO
December '24
+26
in 1 channels
Get PRO
November '24
+51
in 0 channels
Get PRO
October '24
+61
in 2 channels
Get PRO
September '24
+37
in 0 channels
Get PRO
August '24
+75
in 0 channels
Get PRO
July '24
+98
in 0 channels
Get PRO
June '24
+180
in 2 channels
Get PRO
May '24
+136
in 0 channels
Get PRO
April '24
+105
in 1 channels
Get PRO
March '24
+82
in 3 channels
Get PRO
February '24
+183
in 0 channels
Get PRO
January '24
+143
in 1 channels
Get PRO
December '23
+160
in 2 channels
Get PRO
November '23
+271
in 2 channels
Get PRO
October '23
+132
in 2 channels
Get PRO
September '23
+87
in 0 channels
Get PRO
August '23
+105
in 0 channels
Get PRO
July '23
+54
in 0 channels
Get PRO
June '23
+59
in 0 channels
Get PRO
May '23
+88
in 0 channels
Get PRO
April '23
+37
in 0 channels
Get PRO
March '23
+60
in 0 channels
Get PRO
February '23
+64
in 0 channels
Get PRO
January '23
+117
in 0 channels
Get PRO
December '22
+98
in 0 channels
Get PRO
November '22
+76
in 0 channels
Get PRO
October '22
+63
in 0 channels
Get PRO
September '22
+151
in 0 channels
Get PRO
August '22
+106
in 0 channels
Get PRO
July '22
+86
in 0 channels
Get PRO
June '22
+81
in 0 channels
Get PRO
May '22
+127
in 0 channels
Get PRO
April '22
+143
in 0 channels
Get PRO
March '22
+109
in 0 channels
Get PRO
February '22
+47
in 0 channels
Get PRO
January '22
+242
in 0 channels
Get PRO
December '21
+194
in 0 channels
Get PRO
November '21
+300
in 0 channels
Get PRO
October '21
+185
in 0 channels
Get PRO
September '21
+156
in 0 channels
Get PRO
August '21
+106
in 0 channels
Get PRO
July '21
+200
in 0 channels
Get PRO
June '21
+207
in 0 channels
Get PRO
May '21
+215
in 0 channels
Get PRO
April '21
+88
in 0 channels
Get PRO
March '21
+124
in 0 channels
Get PRO
February '21
+164
in 0 channels
Get PRO
January '21
+363
in 0 channels
Get PRO
December '20
+6 096
in 0 channels
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 25 June | 0 | |||
| 24 June | 0 | |||
| 23 June | 0 | |||
| 22 June | 0 | |||
| 21 June | 0 | |||
| 20 June | +1 | |||
| 19 June | 0 | |||
| 18 June | +1 | |||
| 17 June | +1 | |||
| 16 June | 0 | |||
| 15 June | 0 | |||
| 14 June | 0 | |||
| 13 June | +1 | |||
| 12 June | 0 | |||
| 11 June | 0 | |||
| 10 June | 0 | |||
| 09 June | 0 | |||
| 08 June | +1 | |||
| 07 June | 0 | |||
| 06 June | +1 | |||
| 05 June | +1 | |||
| 04 June | 0 | |||
| 03 June | 0 | |||
| 02 June | 0 | |||
| 01 June | 0 |
Channel Posts
Kamu nggak kalah debat karena bodoh.
Kamu kalah karena terlalu cepat bereaksi.
Di sosial media hari ini,
semua orang ingin terlihat paling benar.
Semua orang ingin bicara.
Tapi sedikit yang benar-benar berpikir.
Lihat opini beda → langsung balas
Baca komentar → langsung emosi
Nggak ada jeda.
Padahal justru di jeda itu…
pikiran bekerja.
Dan di situlah sebenarnya kamu menang.
---
Orang pintar itu bukan yang paling cepat menjawab.
Tapi yang paling tepat.
Dan biasanya…
dia tidak banyak bicara.
---
Masalahnya:
itu bukan insting.
Itu cara main.
Dan kebanyakan orang salah main.
---
Aku rangkum cara mainnya di sini:
TENANG TAPI NUSUK
Menang Debat Tanpa Banyak Omong
---
Kalau kamu merasa:
“aku sering kepancing”
“aku sering kalah padahal benar”
Mungkin ini yang kamu butuhkan.
Ini linknya:
Lihat Produk
http://lynk.id/doniriw/53kxxrg1n8e7
Langsung Check Out
http://lynk.id/doniriw/53kxxrg1n8e7/checkout
Saran:
Bacanya pelan.
Karena ini bukan buat dibaca cepat…
tapi buat mengubah cara kamu berpikir.
| 2 | No text... | 923 |
| 3 | No text... | 891 |
| 4 | REVISI SOAL LIBIDO SESAMA JENIS DAN GHARIZAH NAU
© Doni Riw
Pada tulisan sebelumnya, saya menuliskan bahwa ketertarikan kepada sesama jenis bukan bagian gharizah nau. Namun setelah berdiskusi lebih mendalam dengan beberapa sahabat, saya mengakui bahwa memuaskan libido kepada sesama jenis juga merupakan pelampiasan atas gharizah nau, hanya saja dengan jalan yang menyimpang.
Di samping soal isi tulisan, ada dimensi lain yang berpotensi untuk disalah pahami bahwa saya melakukan penentangan terhadap pemikiran dan qiyadah. Dalam hal ini, tidak ada maksud saya untuk melakukan hal tersebut. Sekaligus memohon maaf kepada semua pihak atas hal tersebut.
Tulisan yang sebelumnya sudah saya hapus untuk kemudian saya ganti dengan tulisan baru ini. Hal itu adalah upaya yang bisa saya lakukan untuk menanggulangi hal-hal negatif yang mungkin timbul dari tulisan tersebut.
Semoga tulisan revisi ini membawa kebaikan bagi saya, umat, dan dakwah ini.
Jogja 080126
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel | 1 259 |
| 5 | No text... | 1 172 |
| 6 | LIBIDO SEJENIS TERMASUK GHARIZAH NAU?
© Doni Riw
Apakah Libido terhadap sesama jenis termasuk Gharizah Nau? Jawabnya jelas bukan!
Sebelum membahas Gharizah Nau, kita bahas Gharizah Baqo, karena ini jembatan pemahamannya.
Gharizah Baqo adalah naluri mempertahankan eksistensi diri, baik secara kehidupan jasmani maupun eksistensi dalam aktualisasi diri.
Perwujudan Gharizah Baqo paling dasar adalah mempertahankan nyawa. Sementara yang lebih ringan adalah mempertahankan harga diri.
Kecintaan pada harta dan tahta merupakan perasaan yang muncul dari Gharizah ini.
Selain naluri mempertahankan diri, manusia juga mempunyai naluri mempertahankan kehidupan manusia lain.
Saat melihat seseorang tenggelam atau kecelakaan di jalan, manusia punya naluri untuk menyelamatkannya. Ini salah satu perwujudan Gharizah Nau.
Gharizah Nau telah jelas maknanya, yaitu Naluri Mempertahankan Jenis Manusia. Maksudnya mempertahankan dari kepunahan.
Ketertarikan Lelaki pada Wanita dan sebaliknya, adalah perwujudan unik dari Gharizah Nau. Karena dari ketertarikan itu akan lahir generasi penerus, yang membuat ras manusia tetap ada, tidak punah.
Rasa cinta kepada generasi, baik ke atas pada bapak ibu kakek nenek atau ke bawah kepada anak cucu atau ke samping kepada handai taulan adalah perasaan yang muncul dari Gharizah ini.
Sekali lagi, dasar dari Gharizah Nau adalah Naluri Mempertahankan Kelestarian Ras Manusia.
Jika demikian maka sangat jelas bahwa Libido terhadap sesama jenis bukan merupakan Gharizah yang bersifat Sunatullah, melainkan sebuah penyimpangan.
Jogja 01012026
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel
#gharizahnau #doniriw | 633 |
| 7 | No text... | 601 |
| 8 | No text... | 2 151 |
| 9 | SENANG BUKAN BAHAGIA
© Doni Riw
Dulu waktu kecil kita pingin sepeda. Saat dikabulkan orang tua, senang bukan kepalang. Tapi tak lama bosan, pingin motor.
Saat kesampaian beli motor, girang gemirang. Tapi tak lama bosan juga, pingin yang lebih lagi. Terus menuntut naik. Begitulah kesenangan.
Senang itu bukan Bahagia, itu dua hal yang berbeda. Senang itu soal jasmani, perkara fisik, berkaitan dengan kimia tubuh Dopamine.
Saat kita peroleh apa yang diinginkan, kita senang, dopamine diproduksi. Tapi hormon itu cepat hilang.
Tatkala harta termahal telah terbeli, popularitas dan kekuasaan tak mampu lagi memproduksi Dopamine, sebagian orang mengambil jalan pintas dari narkoba. Itulah kesenangan dunia yang tak berujung.
Sementara Bahagia itu beda. Bahagia bukan soal fisik, bukan soal Dopamine. Bahagia itu soal ketentraman hati. Sedang hati kita hanya Allah yang bisa membolak-balikkannya.
Maka wajar sekali jika Bahagia yang sesungguhnya hanya muncul ketika Allah ridho pada hambaNya.
Kepatuhan dan ketundukan pada Allah lah pemantik Bahagia. Di sujud sepertiga malam misalnya, itu kebahagiaan tiada tara yang tak terbeli oleh kesenangan harta dunia.
Jadi nyata sudah, Senang itu soal ketercapaian dunia, sedangkan Bahagia itu soal meraih ridho Allah Ta'ala.
Jogja 111225
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel
#senang #bahagia #doniriw | 2 023 |
| 10 | No text... | 1 841 |
| 11 | ZERO MINING?
© Doni Riw
Apakha kita harus Zero Mining? Hutan anugerah Allah, tambang anugerah Allah. Apakah tidak boleh dimanfaatkan?
Tentu boleh. Tetapi bukan dengan cara kapitalistik seperti sekarang ini. Eksploitasi tambang model keserakahan kapitalistik hari ini meniscayakan kerusakan lingkungan.
Berbeda dengan pengelolaan sesuai syariat Islam. Dalam Islam, sumber daya vegetasi seperti hutan, adalah milik rakyat. Dikelola negara dengan hasil 100% hasilhya dikembalikan kepada rakyat.
Pengembalian manfaat pada rakyat itu bis adalam bentuk layanan pendidikan gratis atau kesehatan gratis.
Dengan pengelolaan Islam, pelaku hanya satu yaitu negara sebagai wakil rakyat. Dalam pengelolaan kapitalis, pelaku banyak entitas perusahaan.
Pengelolaan tambang dalam sistem kapitalistik meniscayakan persaingan harga antara perusahaan. Ditambah ketamakan, dipastikan mereka mengabaikan cost konservasi.
Hal itulah yang tidak terjadi di dalam pengelolaan sesuai syariat Islam.
Tambang yang dikelola dengan tatanan syariat, oleh daulah Islam yang 100% menerapkan Islam, maka Rahmat Allah akan meliputi manusia, binatang, tumbuhan, bumi, langit, dan semuanya.
Jogja 041225
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel
#tambang #hutan #doniriw #islam | 1 778 |
| 12 | MITOS WAHABI LINGKUNGAN
© Doni Riw
Istilah Wahabi Lingkungan diucapkan Ulil kepada Iqbal Damanik, aktivis greenpeace. Iqbal jelas bukan Wahabi secara leksikal. Makna denotatif Wahabi adalah pengikut Muhammad bin Abdulwahab. Iqbal bukan.
Sementara secara konotatif, Wahabi berarti suatu aliran dalam Islam yang memahami Wahyu secara tekstual tanpa mampu melihat konteks.
Dalam frasa "Wahabi Lingkungan", Ulil sedang bermain di wilayah majas, yaitu orang yang menyikapi lingkungan ala kaum Wahabi menyikapi teks agama; menjaga kemurnian!
Tapi, membahas Wahabi Lingkungan sebatas maka denotatif, konotatif, & majas saja terasa kurang mendalam & cemerlang. Kita akan bedah dengan pisau Mitos Roland Barthes.
Dalam teori Barthes, Mitos adalah konstruksi sosial yang menyajikan ideologi & makna tersembunyi sebagai sesuatu yang alami dan benar.
Mitos ini dibangun di atas tanda denotatif (makna literal) dan tanda konotatif (konteks budaya) sehingga menghasilkan makna ketiga, yaitu mitos, yang menyajikan realitas secara historis, ideologis, dan politis namun menyamarkannya sebagai fakta alamiah.
Memahami Frasa "Wahabi Lingkungan" yang diucapkan Ulil tidak bisa dilepaskan dari konteks Ulil sebagai bagian dari PBNU yang saat ini mendapatkan konsesi tambang oleh pemerintah.
Saat menciptakan istilah "Wahabi Lingkungan", Ulil sedang menciptakan Mitos itu. Mitos apa? Bahwa orang-orang yang menolak eksploitasi tambang adalah orang-orang puritan anti kemajuan. Iqbal Damanik Greenpeace dan siapapun yang menentang, dimasukkan ke dalamnya, karena menghalangi kepentingan si pembuat mitos.
Permainan Mitos ini sering dilakukan dalam rangka mendiskreditkan orang atau kelompok yang menghalangi kepentingan pihak-pihak tertentu.
Istilah-istilah seperti kata Radikal, anti Pancasila, anti NKRI, juga merupakan permainan serupa. Permainan mitos yang dibuat oleh pihak-pihak yang terganggu kepentingan nafsunya.
Jogja 041225
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel
#wahabilingkungan #rolanbarthes #mitos #doniriw | 1 543 |
| 13 | No text... | 1 106 |
| 14 | SAAT KHALIFAH BERSALAH
© Doni Riw
Khalifah, kepala negara Khilafah, adalah manusia biasa, bukan orang suci. Bisa saja dia melakukan kesalahan.
Dalam sistem ini, yang suci adalah hukumnya, bukan manusia sebagai pelakunya. Hukum Syariat itu suci karena datang dari Sang Maha Suci dalam bentuk teks Al Quran.
Manusia senantiasa berpeluang berbuat salah dan dosa. Termasuk seorang Khalifah. Bagaimana jika suatu saat Khalifah melakukan pelanggaran hukum Syariat? Sistem dari Allah ini telah menunjukkan caranya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡ ۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 59)
Selain memerintahkan taat kepada Khalifah, ayat di atas menujukkan mekanisme saat terjadi perselisihan antara Khalifah dengan rakyat.
Solusinya adalah; dikembalikan pada Al Quran dan Sunnah. Artinya perselisihan antara Khalifah dan Rakyat itu diadili oleh Qodhi Madzalim, yaitu Qodhi yang menangani masalah pelanggaran oleh pemerintah.
Selain memiliki institusi bernama Qodhi Madzalim, sistem Khilafah juga memiliki Majelis Ummat, yaitu perwakilan seluruh rakyat (bahkan termasuk perwakilan warga negara kafir), yang berfungsi mengawasi dan menasehati Khalifah beserta jajarannya saat melakukan kesalahan.
Daulah Khilafah adalah negara yang menegakkan hukum Allah yang suci dan pasti benar. Sementara pelaksananya adalah manusia yang mungkin melakukan kesalahan.
Ini berbeda dengan negara Kristen Eropa di Abad Pertengahan, di mana negara beserta para penyelenggaranya dianggap suci dari kesalahan.
Mekanisme seperti saya tulis di atas sungguh telah dipraktekkan oleh Khulafaur Rasyidin, Umayyah, Abasiyah, hingga Turki Usmani. Serta akan tegak kembali esok hari atas ijin Allah.
Jogja 131125
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel
#saatkhalifahbersalah #doniriw | 1 762 |
| 15 | No text... | 1 498 |
| 16 | No text... | 1 687 |
| 17 | LEADERSHIP
Antara Sistem & SDM
© Doni Riw
Kapabilitas pemimpin adalah kunci performa organisasi. Secanggih apapun mobil sport, tanpa driver handal, benda itu hanya artefak indah di museum. Begitupun organisasi.
Sehebat apapun suatu organisasi, tanpa pemimpin handal, hanya indah dipandang, tapi tak berperforma seperti seharusnya. Ini berlaku bagi organisasi apapun; organisasi bisnis, partai politik, militer, dll.
Kembali soal mobil sport dan drivernya, sesungguhnya itu tidak bisa sepenuhnya menjadi analogi tata kelola organisasi. Bedanya, mobil sport 100% mesin mekanis, sedang organisasi adalah mesin manusia.
Organisasi, sebagai sebuah mesin, dia harus memiliki sebuah sistem. Sebagaimana mobil sport, dia memiliki piston, ruang bakar, transmisi, roda, rem, kemudi, dlsb.
Agar mampu membuat mesin itu melesat, Driver wajib paham benar seluruh elemen ini. Termasuk paham instrumen, pedal gas, handle persneling, hand rem, tuas wiper, tutup Tanki BBM, kemampuan membaca dashboard, indikator, dlsb.
Dalam kasus driver mobil sport, perkara ini jauh lebih mudah. Begitu pedal gas diinjak, mesin meraung, mobil melesat. Sedang dalam organisasi? Pedal gas itu manusia, tungku bakar itu manusia, roda itu manusia, dll.
Maka dalam organisasi, meski pemimpin sebagai driver itu sudah tau semua sistemnya, kemudian dia tancap gas dengan menginstruksikan kepada seluruh anak buahnya agar bekerja, boleh jadi organisasi malah sunyi senyap, tak bergerak sedikitpun.
Apa masalahnya? Jawabnya; Mesin organisasi itu manusia. Bukan mekanis benda mati tanpa jiwa. Setipa manusia punya konteks berbeda, punya kapabilitas berbeda, subjektifitas berbeda, dlsb.
Dalam mesin mobil sport maupun mesin organisasi, sistem itu sama; bersifat runut & saling terhubung. Sistem itu mesin objektif.
Bedanya, dalam mobil sport, sistem itu terdiri dari benda mati yang objektif, sedangkan dalam organisasi sistem itu terbuat dari manusia yang subjektif.
Mau jadi pemimpin handal? Anak buah bekerja sesuai keinginan pemimpin, namun tetap bahagia? Mau tak mau pemimpin wajib paham manusia dan cara mengendalikannya.
Bagaimana caranya? Kita bahas di tulisan berikutnya.
Jogja 311025
#leadership #doniriw | 1 634 |
| 18 | No text... | 1 909 |
| 19 | 🌍✨ THE GREAT JOURNEY
Segera Hadir: Special Jejak Peradaban Islam
Bayangkan sebuah perjalanan yang bukan sekadar menelusuri waktu, tapi menyusuri jejak agung peradaban Islam dari padang pasir yang melahirkan wahyu, hingga kota-kota megah tempat ilmu dan cahaya peradaban tumbuh.
Inilah kisah tentang umat yang membangun dunia dengan iman, ilmu, dan keberanian.
Tentang bagaimana Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan, Cordoba bercahaya dengan arsitektur megah, dan para ilmuwan Muslim menyalakan lentera peradaban dunia.
Kini, kisah itu akan dihidupkan kembali.
Melalui THE GREAT JOURNEY, kita akan menyelami momen-momen luar biasa yang membentuk peradaban Islam dengan sudut pandang baru yang inspiratif, modern, dan membangkitkan rasa bangga sebagai bagian dari Ummah besar yang pernah mengubah wajah dunia.
🔥 Segera hadir.
Bersiaplah untuk menyaksikan perjalanan yang akan menggetarkan hati dan membuka cakrawala.
Karena sejarah bukan hanya untuk dikenang tapi untuk dihidupkan kembali. | 1 713 |
| 20 | ANAK GEMBALA, PONDOK PESANTREN, & TRANS7
© Doni Riw
Narasi bernada menyudutkan pada tradisi pondok yang disiarkan Trans7 ini adalah serangan ke sekian kalinya pada elemen Islam. Kali ini yang kena NU.
Sebelumnya, gonjang-ganjing isu miring soal keabsahan nasab, dibidikkan pada trah Haba'ib di Indonesia.
Jauh sebelum itu, pembubaran pengajian ustadz-ustadz Salafi, ustadz-ustadz mandiri seperti ustadz Hanan Ataki, dan lainnya yang semisal.
Yang paling kejam menghentak nurani adalah pembantaian 6 laskar FP1 di kasus km50 yang rest areanya kini telah tiada.
Sebelumnya ada pencabutan badan hukum HT1 atau yang lebih sering mereka sebut sebagai pembubaran.
Anehnya, saat satu elemen islam diserang dari luar, elemen yang lain sesama muslim ikut menyerang saudaranya.
Untuk elemen Islam lain yang tidak sedang diserang, atau bahkan masih belum terjamah operasi ini, jangan merasa aman. Belum saatnya saja. Tunggu waktunya jadi korban yang sama.
Saya jadi teringat kisah tiga kerbau yang dimangsa satu serigala.
Pada awal serigala mau memangsa serigala ke tiga. Untuk itu, dia membujuk dua kerbau lainnya untuk diam. Karena bukan target dan dipuji sebagai teman serigala.
Setelah kerbau tinggal dua, serigala membujuk kerbau satu untuk diam saat nanti dia memangsa kerbau ke dua. Sebagai kerbau, dia manut saja.
Terakhir, tinggal satu kerbau, ya sudah tinggal dimangsa saja. Selesai. Maklumlah kerbau.
Kalau bukan kerbau, semestinya sadar saat dimangsa satu per satu. Tidak bergembira saat saudara sesama muslimnya diserang. Tidak justru ikut menyerang sesama muslim.
Tapi kenyataan sudah terjadi. Saya punya kuasa hentikan ini semua. Hanya bisa menjadi penggembala yang meniup seruling lewat pena. Semoga lantunan ini menyadarkan bahwa kita bukan kerbau.
Jogja 171025
IG @doniriw
t.me/doniriw_channel
#PondokVsTrans7 #doniriw | 2 401 |
