π
Open in Telegram
π¬ngin berhembus kencang di tengah malam. Citta bergurau ria terkadang berakhir gundah lara dengan jejal. Tiada rumah bagi Sang Candala. Ascharya Shraddha Swayamprabha || 1927 γ €γ €β πontak :: @DelLyonRoom_bot γ €γ €β πersembunyian :: ~
Show more2 005
Subscribers
No data24 hours
-147 days
-7130 days
Posts Archive
2 005
Dahulu aku membuat perjanjian, pada siapa? Pada diri ku sendiri. Isi nya seperti ini :;
Ku cintai kau dalam diam. Selayak malam yang membungkam, enggan di salahkan atas petangnya membenamkan jalan pulang.
2 005
γ
€γ
€γ
€γ
€
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
γ
€γ
€γ
€γ
€ SAMPAI MANA (?)
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Air mata yang tumpah, tidak selalu mengatasnamakan sebuah duka. Rahsa yang senantiasa melangkah, keraguan tersita punah, membuat asmaraloka amerta tuk bersinggah. Menuliskan kisah sebagai sejarah, walau kalanya menuju mu masih tak menentu arah. Menjerumuskan rindu kalanya ia semakin pasrah. Mengapa seringkali waktu mu menjumpai kalimat pisah? Mencintai tak mengenal lelah, namun jangan tega untuk memberikan resah tak berkesudah.
"Hadirlah pada ku jangan sesekali. Detak ini terus gundah menunggu kepulangan dan kabar berulang ulang. Iya, aku tau bahwa di penghujung buana pun masih terkira jurang. Namun dapatkah menegosiasi atas romansa tanpa perlu menuju khayangan (?)"
Waktu mengizinkan mencari pelabuhan. Aku, kamu, dan kita, di pertemukan demi sebuah satu payung teduh. Tidak ada ungkapan ingin menggaduh. Lantaran anila kala itu menyelimuti kita sebagai sepasang yang utuh. Temu berkenan, langkah tertata menjejaki garis-garis persimpangan. Menceritakan naskah perihal cinta berkepanjangan. Berisikan analogi perihal apakah semesta akan melarang dan apa resiko merundung takdir menentang Tuhan.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€ γ
€00.00γ
€γ
€γ
€
