𝐃
Open in Telegram
𝕬ngin berhembus kencang di tengah malam. Citta bergurau ria terkadang berakhir gundah lara dengan jejal. Tiada rumah bagi Sang Candala. Ascharya Shraddha Swayamprabha || 1927 ㅤㅤ➛ 𝐊ontak :: @DelLyonRoom_bot ㅤㅤ➛ 𝐏ersembunyian :: ~
Show more2 005
Subscribers
No data24 hours
-147 days
-7130 days
Posts Archive
2 005
+1
ㅤㅤㅤ. . . . 𖢻𖢻ㅤㅤㅤDetak dua milik pelita telah saling menunjukkan titik nuansanya. Sehingga analogi dapat mengendalikan tinta bahkan untuk tuangan selanjutnya. Tirta netra yang pernah ikut serta beralaskan pada Harsa maupun duka adalah salah satu makna pengisinya.
2 005
ㅤㅤㅤHiruk-pikuk Andromeda tidak pernah sedikitpun memberhentikan lembar dalam mengisi masa. Sang detak dua di dekap berdansa. Bersama Mega - mega Harsa di simfoni istimewa. Sudut-sudut Kalis yang tercipta bagai derasnya Bena semakin mampu untuk Amerta.
2 005
+1
ㅤㅤㅤMengadu pada Akara yang abadi dituangkan Restisalya pelita ; menunjuk daksanya Nayanika pelita sebagai amurti dari inti Asmaraloka.
2 005
+1
┍┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈
ㅤ𓉳 .... 𝖠𝖪𝖠𝖱𝖠 𝖨𝖭𝖳𝖨 𝖠𝖲𝖬𝖠𝖱𝖠𝖫𝖮𝖪𝖠 𝖣𝖠𝖫𝖠𝖬 𝖬𝖠𝖸𝖠𝖯𝖠𝖣𝖠 . . . . 𖢻𖢻
┕┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈ ┉┈
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤRestu buana ikut serta dalam ikatan yang dituangkan pada letak sebuah inti Asmaraloka. Daku akan senantiasa melangkah di jalan yang sama. Menggenggam daksa yang sebagaimana selama ini telah dikenal sebagai sang lentera. Sang lentera yakni nayanika pelita pemilik manik netra coklat muda penuh pesona. Untuk beberapa lembaran sakral yang akan dituangkan guna mengikatnya dalam kesucian detak dua. Dimohon untuk semesta melalui perantara sang maha bijaksana bisa melancarkan segalanya.
Mengais amorfati pada nyala semesta. Atma suci dan detak dua mengakui jika bermuara di kidung Harsa terbebas dari nestapa. Melangit perjalanan sebuah makna renjana. Membumi kembali inti Asmaraloka. Terpatri paras elok sang tambatan detak dua yang maknanya adalah Baswara.
