en
Feedback
𝐃

𝐃

Open in Telegram

𝕬ngin berhembus kencang di tengah malam. Citta bergurau ria terkadang berakhir gundah lara dengan jejal. Tiada rumah bagi Sang Candala. Ascharya Shraddha Swayamprabha || 1927 γ…€γ…€βž› 𝐊ontak :: @DelLyonRoom_bot γ…€γ…€βž› 𝐏ersembunyian :: ~

Show more
2 005
Subscribers
No data24 hours
-147 days
-7130 days
Posts Archive
sticker.webp0.00 KB

γ…€γ…€Daksanya tercipta dengan separuh nuraga itu adalah beberapa frasa dimana ia disebut seni. Karena buana berikan temu pada se
+1
γ…€γ…€Daksanya tercipta dengan separuh nuraga itu adalah beberapa frasa dimana ia disebut seni. Karena buana berikan temu pada sebuah kehadiran yang telah tertuliskan bukan pada para pilihan ilusi. Dalam sudut pandang yang telah disatukan lama dan sang daksanya berhasil menelaah bahwa Atma ini mengerti.

sticker.webp0.00 KB

γ…€γ…€Mandala ber-mantra jika ditelaah maka dapat sampai menembus nadi. Energi para lokawigna di jagat raya tidak dapat mengelabuhi. Mengemudi sang bestari tanpa berhenti. Sehingga tiap-tiap isi ruang makna kedua daksa tertata menjadi berkolaborasi.

sticker.webp0.00 KB

γ…€γ…€Pada peta penuh tanda tanya dalam waktu perjalanan hidup yang berada di Janaloka duniawi ; restu darinya sang buana mempert
+1
γ…€γ…€Pada peta penuh tanda tanya dalam waktu perjalanan hidup yang berada di Janaloka duniawi ; restu darinya sang buana mempertemukan Daksa untuk bisa saling membenahi tangga-tangga menjadi rapi.

sticker.webp0.00 KB

γ…€γ…€Lentera citta terdengar tampak kalis menyinari kedatangan dari beberapa lembaran elegi. Tidak ada sebuah Asrar untuk mengat
+1
γ…€γ…€Lentera citta terdengar tampak kalis menyinari kedatangan dari beberapa lembaran elegi. Tidak ada sebuah Asrar untuk mengatakan daksanya adalah takdir yang bermelodikalisasi. Perputaran waktu turut bertutur dan restu buana ikut campur dalam inti Asmaraloka yang berbunyi. Dengan netra berupa lensa tentu dapat memperkenalkannya kepada seluruh penghuni galaksi. Hingga sang maha bijaksana memanggilnya takdir kepada sang daksa tanpa harus makna meneliti. Sosoknya adalah yang selalu dijabarkan padanya seringkali. Disaat pertengahan malam yang sakral dalam berganti. Atau disaat posisi dalam lintasan waktu yang bergerak menuju fajar pagi.

sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

γ…€γ…€Syair inti Asmaraloka dilantunkan untuk yang kesekian kali. Sang rumah dengan makna bahwa pulang adalah tujuan dimana penerimaan hadirnya dilindungi. Aksara-aksara kata yang Amerta telah dituangkan dan kini terlihat tengah menjelma puisi. Nebula Nirmala yang membentang dengan pancaran rona lalu esoknya menjelma kesejukan bagaimana embun pagi.

sticker.webp0.00 KB

γ…€γ…€γ…€Δ±llΔ±γ…€γ…€ 𝖠π–ͺ𝖠𝖲𝖧𝖠 𝖩𝖨𝖡𝖠𝖭 𝖬𝖀𝖬𝖠𝖭𝖦𝖦𝖨𝖫𝖭𝖸𝖠 𝖲𝖀𝖑𝖠𝖦𝖠𝖨 𝖳𝖠π–ͺ𝖣𝖨𝖱 κ•Ή . . . . π–’» γ…€γ…€Dengan segenap ketulusa
+1
γ…€γ…€γ…€Δ±llΔ±γ…€γ…€ 𝖠π–ͺ𝖠𝖲𝖧𝖠 𝖩𝖨𝖡𝖠𝖭 𝖬𝖀𝖬𝖠𝖭𝖦𝖦𝖨𝖫𝖭𝖸𝖠 𝖲𝖀𝖑𝖠𝖦𝖠𝖨 𝖳𝖠π–ͺ𝖣𝖨𝖱 κ•Ή . . . . π–’» γ…€γ…€Dengan segenap ketulusan nurani yang dihiasi. Langkah sang Atma ingin selalu memberikannya Kidung Harsa pada segala sisi. Dimana pada daksanya adalah jalan Harsa tersebut selalu kembali. Indah frasa ingin selalu dapat di tatap oleh netra dari daksanya ini. Diiringi senyuman pada sudut bibir milik daksanya yang membuat lengkungan tinggi. Raga yang merengkuh dengan ramah di detak ini. Menyalurkan Rahsa damai meskipun saat lelap mimpi tengah menyelimuti.

sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

Nayanika pelita, I love you more ❀️.

/gif kiss

I LOVE YOU

Baik-baik, Andromeda sudah tahu.