π
Open in Telegram
π¬ngin berhembus kencang di tengah malam. Citta bergurau ria terkadang berakhir gundah lara dengan jejal. Tiada rumah bagi Sang Candala. Ascharya Shraddha Swayamprabha || 1927 γ €γ €β πontak :: @DelLyonRoom_bot γ €γ €β πersembunyian :: ~
Show more2 005
Subscribers
No data24 hours
-147 days
-7130 days
Posts Archive
2 005
+1
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€ γ
€ κκ κ ₯ΰΏΰΎππ‘ππͺππ₯ππ§π π¨πππ¬π π£ππ₯ππ ππ§π πππ§π¨ππ₯ππ π ββββββββββββββββββββββββββββ
γ
€ π Berkelana di bawah renjana, Daku ingin menyuarakan dersik tersurat frasa. Kepada rindu menjelma bak syair duka cita. Terselubung penantian lama kerap menarik ulur gundah gulana. Kala bagaskara hidupkan secarik Ina hingga kini galaksi bertebaran pada cakrawala. Tak ada analogi nestapa sebab jemari sibuk merujuk Andromeda, menuntut pertemuan dengan sang kimpoidra.
γ
€ π Tuturnya dalam memberikan sapa masih senantiasa di nanti. Lontaran prakata akankah kebutuhan daksa ini telah terisi (?) Maka percayalah itu pasti. Netra terpejam menemui atma di alam bawah sadar sudah terpenuhi. Alankara afsun helai rambut hingga ujung kaki senantiasa citra harum mewangi. Sesungguhnya tersisa rengkuh mu untuk sanubari.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
