Najmi Umar Bakkar
📈 Analytical overview of Telegram channel Najmi Umar Bakkar
Channel Najmi Umar Bakkar (@najmiumar) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 30 357 subscribers, ranking 2 268 in the Religion & Spirituality category and 2 049 in the Indonesia region.
📊 Audience metrics and dynamics
Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 30 357 subscribers.
According to the latest data from 06 September, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by 286 over the last 30 days and by 0 over the last 24 hours, overall reach remains high.
- Verification status: Not verified
- Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 6.20%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 3.16% reactions from the total number of subscribers.
- Post reach: On average, each post receives 1 883 views. Within the first day, a publication typically gains 960 views.
- Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 0.
- Thematic interests: Content is focused on key topics such as shalat, rasulullah, hadits, abu, ahmad.
📝 Description and content policy
Channel description not provided.
Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 07 September, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Religion & Spirituality category.
Data loading in progress...
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 07 September | 0 | |||
| 06 September | +3 | |||
| 05 September | 0 | |||
| 04 September | +18 | |||
| 03 September | +20 | |||
| 02 September | +13 | |||
| 01 September | +22 |
| 2 | Foto dari Najmiumar | 548 |
| 3 | Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ
“Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin" (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5:276)
"Jika engkau akan tidur maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, lalu berbaringlah di sisi kananmu & bacalah :
أَللّٰهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
"Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku telah serahkan urusanku kepada-Mu dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan juga keselamatan dari (ancaman siksa)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus". Jika malam itu engkau mati, maka engkau mati di atas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir" (HR. Bukhari no. 6315 & Muslim no. 2710, hadits dari al-Baraa' bin 'Aazib) | 91 |
| 4 | Ummu Haani binti Abu Thalib berkata :
"Suatu Hari Rasulullah ﷺ "Melewatiku". Lantas aku pun berkata : "Ya Rasulullah, sesungguhnya Aku telah lanjut usia dan lemah, maka perintahkan kepadaku dgn Suatu Amalan Yang Dapat Aku Kerjakan Dalam Keadaan DUDUK", lalu Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Bertasbihlah engkau kepada Allah 100 x karena sesungguhnya bagimu itu pahala sprti engkau memerdekakan 100 hamba sahaya dari "keturunan Nabi Ismail". Dan bertahmidlah kepada Allah 100 x, karena dengannya itu engkau akan memperoleh pahala seperti menyedekahkan 100 ekor kuda yang diberi pelana dan juga kendali yang membawa perbekalan fii Sabiilillah. Bertakbirlah Kepada Allah 100 x. Karena dengannya itu engkau akan memperoleh Pahala, "Seperti BERQURBAN 100 EKOR UNTA YANG DIIKAT DAN DITERIMA"
Dan juga membaca TAHLIIL 100 x, Ibnu Khalaf (sang Perawi dari 'Aashim) telah berkata : "Aku kira beliau ﷺ bersabda :
"Ia pun akan Memenuhi Apa Yang Ada di antara Langit dan Bumi dan pada hari itu "Tidak Ada" suatu amalan Bagi Siapapun "yang lebih tinggi", Melainkan seseorang yang "Mengamalkan" sebagaimana yang engkau amalkan" (HR. Ahmad VI(6)/344, An-Nasaa'i Dalam As-Sunan Al-Kubra no. 10680, & juga Al-Baihaqi Dalam Syu'abul Iman no. 612, lihat ash-Shahiihah 3/302)
Dari Mu'adz bin Jabal رضي اله عنه :
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: أَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى؟ قَالَ: «أَنْ تَمُوتَ وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ»
Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Amalan apa yang paling dicintai Allah Ta'ala?" Beliau menjawab: "Engkau mati sedangkan lisanmu basah dengan dzikir kepada Allah" (HR. Ibnu Hibban no. 818) | 162 |
| 5 | No text... | 1 211 |
| 6 | No text... | 1 383 |
| 7 | No text... | 1 309 |
| 8 | ◼️ YANG SUKA MENCELA ULAMA ◼️
Syaikh Shalih Fauzan حفظه الله berkata :
وأقول لا يقع في أعراض العلماء اهل السنة المستقيمين على الحق إلا أحد ثلاثة :
"Aku katakan bahwa tidak akan mencela "Kehormatan" Ulama Ahlus Sunnah yang istiqomah di atas Al-Haq (KEBENARAN), kecuali salah satu dari tiga ;
إما منافق معلوم النفاق
(yaitu) orang munafiq yg telah diketahui nifaqnya (kemunafikannya),
وإما فاسق يبغض العلماء لأنهم يمنعونه من الفسق
atau orang fasiq yang membenci ulama karena para ulama itu melarangnya dari perbuatan fasiq,
وإما حزبي ضال يبغض العلماء لأنهم لا يوافقونه على حزبيته وأفكاره المنحرفة
atau seorang "hizbi sesat" yg membenci ulama, karena para ulama tersebut tidak mencocokinya di atas Kehizbiannya dan pemikiran²nya yang menyimpang" (Kitab Al-Ajwibah al-Mufiidah 49 - 51)
Hizbiyyah adalah : istilah di dalam Islam yang menunjukkan kepada Sifat Fanatik sempit terhadap kelompok / organisasi.
Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr حفظه الله :
فَإِذَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ نَهٰى عَنْ سَبِّ الدِّيكِ، لِأنّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ، فَكَيفَ الشَّأنُ بِسَبِّ العُلَمَاءُ الَّذِينَ يُوقِظُونَ القُلُوبَ ويُنَبّهُونَ الغَافِلِينَ مِنْ عِبَادِ الله
"Apabila Nabi ﷺ melarang dari mencela ayam jantan karena dia membangunkan orang utk "shalat", maka bagaimana jika urusannya dengan Mencela Ulama yang mana mereka itu membangunkan hati2, dan juga 'Mengingatkan' orang-orang yg Lalai dari para Hamba ALLAH ?" (Syarah Kifaayah Al-Muta'abbid hal 63)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official | 1 265 |
| 9 | Pintu2 untuk membebaskan budak :
(1). Lewat hukuman atau kaffarah atau denda. Seorang yang melakukan suatu dosa tertentu, ada pilihan denda yaitu membebaskan budak. Misalnya, melakukan hubungan suami isteri siang hari bulan Ramadhan.
(2). Lewat mukatab, yaitu seorang budak harus diberi hak untuk membebaskan dirinya dengan angsuran, di mana uangnya di dapat dari 8 ashnaf zakat.
(3). Lewat sedekah atau tabarru'. Seseorang tidak melakukan dosa, tapi dia ingin punya amal ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, maka dia pun membebaskan budak miliknya, atau membeli budak milik orang lain.
(4). Islam menetapkan bahwa semua budak yang dinikahi oleh orang merdeka, maka anaknya pasti menjadi orang merdeka. Sehingga secara nasab, perbudakan akan hilang dengan sendirinya.
Itulah salah satu rahasia mengapa menikahi atau menyetubuhi budak sendiri dibenarkan dalam Islam, jawabnya karena anak yang akan lahir dari rahim wanita itu akan menjadi orang yang merdeka. Tanpa harus kehilangan hak atas nilai asset yang dimiliki secara langsung | 157 |
| 10 | Diharamkannya Budak Melarikan Diri dari Tuannya
Di antara penyebab terjadinya perbudakan di zaman dahulu yaitu karena kalah dalam peperangan. Misalnya terdapat 2 kabilah yang berperang, maka orang-orang dari kabilah yang kalah dijadikan budak oleh kabilah yang menang, padahal sebelumnya mereka bukan budak.
Lalu budak-budak tersebut diperjualbelikan sehingga dianggap sebagai harta si pemilik budak, sebagaimana harta yang lainnya. Hal ini sudah ada sebelum datangnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau berupaya untuk membebaskan perbudakan.
Budak ini harus taat kepada tuannya & tidak diperbolehkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh tuannya. Dan budak boleh membuat perjanjian dengan tuannya. Dia membayar sejumlah harta kepada tuannya, dan tuannya nanti memerdekakannya.
Dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّمَا عَبْدٍ أَبَقَ فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ
"Budak manapun yang melarikan diri dari tuannya, maka budak tersebut terlepas dari tanggung jawab tuannya" (HR. Muslim)
Misalnya budak tersebut disakiti atau bahkan dibunuh, atau dipenjarakan karena suatu hal, tuannya tidak dituntut atas apa yang telah dialami budak itu. Tuannya berlepas diri dari budak yang melarikan diri tersebut.
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ
"Apabila seorang budak melarikan diri (dari tuannya), maka shalatnya tidak diterima (oleh Allah Ta’ala)" (HR. Muslim)
Dari Ibnu ‘Umar dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :
اثْنَانِ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمَا رُءُوسَهُمَا: عَبْدٌ أَبَقَ مِنْ مَوَالِيهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِمْ، وَامْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ
"Dua golongan orang yang shalat keduanya tidak akan melampaui kepala keduanya; seorang budak yang lari dari tuan-tuannya hingga dia kembali kepada mereka; dan seorang wanita yang bermaksiat kepada suaminya hingga dia ruju’ (kembali)" (HR. Ath-Thabrani)
ثَلَاثَةٌ لَا تَسْأَلْ عَنْهُمْ: رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ، وَعَصَى إِمَامَهُ، وَمَاتَ عَاصِيًا، وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبَقَ فَمَاتَ، وَامْرَأَةٌ غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا، قَدْ كَفَاهَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا فَتَبَرَّجَتْ بَعْدَهُ، فَلَا تَسْأَلْ عَنْهُمْ
"Tiga golongan orang yang tidak perlu engkau tanyakan tentang mereka :
(1). Seorang yang meninggalkan jamaah kaum muslimin, bermaksiat kepada penguasanya dan mati dalam keadaan bermaksiat.
(2). Seorang budak wanita atau laki-laki yang kabur dari tuannya lalu ia mati.
(3). Dan seorang wanita yg saat suaminya pergi, padahal suaminya telah mencukupi kebutuhan dunianya, ternyata malah bertabarruj (memamerkan kecantikannya kepada orang lain) saat suaminya pergi.
Maka janganlah engkau tanyakan tentang mereka" (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 590 dan Ahmad no. 23988, Shahiihul Jaami' no. 3057)
Maksudnya mereka termasuk golongan orang2 yang binasa, karena pelanggaran mereka terhadap dosa-dosa besar ini.
Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّمَا عَبْدٍ أَبَقَ مِنْ مَوَالِيهِ فَقَدْ كَفَرَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِمْ
"Budak manapun yang lari dari tuannya maka ia telah kufur, hingga ia kembali kepada mereka" (HR. Muslim)
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan sakaratul maut, beliau memberikan wasiat kepada umatnya. Beliau bersabda :
الصَّلَاةُ, الصَّلَاةُ, الصَّلَاةُ, وَ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ
"Ingatlah kalian dengan shalat (beliau menyebutkan tiga kali) dan hendaknya kalian berbuat baik terhadap budak-budak kalian" | 190 |
| 11 | Emas & Sutera tdk boleh bagi laki2
عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا
“Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Emas dan sutera dihalalkan bagi para wanita dari umatku, namun diharamkan bagi para pria" (HR. An-Nasaai no. 5148 dan Ahmad 4/392)
Sutera bisa pada pakaian, celana, kaus kaki, sorban, peci dll
Hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang sutera dengan tangan kanannya dan emas dengan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda,
إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي
"Sesungguhnya, dua benda ini haram untuk kaum lelaki di kalangan umatku" (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Al-Baihaqi, dan Ibnu Abi Syaibah)
عمر بن الخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم : لاَ تَلْبَسُوا الحَرِيرَ فَإنَّ مَنْ لَبِسَهُ في الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ في الآخِرَةِ
"Janganlah kalian mengenakan sutera, karena barangsiapa yang mengenakan sutera di dunia maka ia tidak akan mengenakannya kelak di akhirat" (HR. Bukhari 5834 & Muslim 2073)
نَهَى عَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki)" (HR. Bukhari no. 5863 dan Muslim no. 2089)
Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada seorang memakai cincin dari emas. Beliaupun bergegas melepasnya dan melemparkannya sambil bersabda :
يَعْمِدُ أَحَدُهُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ
"Salah seorang dari kalian sengaja mengambil sebongkah bara api Neraka dan diletakkannya di tangannya". Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada sahabat yang menyarankan kepada orang ini, "Ambillah cincin itu, bisa kamu manfaatkan untuk yang lain". Namun pemilik cincin itu justru menjawab, "Demi Allah, tidak akan aku ambil cincin itu selamanya, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya" (HR. Muslim)
من مات من أمتي و هو يَتَحَلَّى الذهب حرّم الله عليه لباسَه في الجنة
"Barangsiapa yang mati dari umatku dalam keadaan ia mengenakan perhiasan dari emas, maka Allah akan mengharamkan ia memakainya kelak di Surga" (HR Ahmad)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata :
كَتَبَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم كِتَابًا أَوْ أَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ فَقِيلَ لَهُ إِنَّهُمْ لاَ يَقْرَءُونَ كِتَابًا إِلاَّ مَخْتُومًا . فَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ نَقْشُهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ . كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِى يَدِهِ
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis atau ingin menulis. Ada yang mengatakan padanya, mereka tidak membaca kitab kecuali dicap. Kemudian beliau mengambil cincin dari perak yang terukir nama ‘Muhammad Rasulullah’. Seakan-akan saya melihat putihnya tangan beliau" (HR. Bukhari no. 65 dan Muslim no. 2092)
Hudzaifah berkata, "Rasulullah melarang kami untuk minum & makan menggunakan bejana dari emas dan perak" (HR. Bukhari)
PENGECUALIAN
Menyambung bagian tubuh yang terpotong dengan emas
Berdasarkan riwayat dari Urfujah bin Sa’d bahwa hidungnya pernah terpotong, kemudian dia menambalnya dengan perak, namun lukanya bertambah parah. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menambalnya dengan emas (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Baihaqi, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Memakai sutera karena gatal
Berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik, bahwa Abdurrahman bin Auf dan Zubair pernah mengadu karena tubuhnya terasa gatal. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan kepada mereka untuk memakai sutera (HR. Bukhari) | 218 |
| 12 | ◼️ 13 Sebab Shalat Tidak Diterima ◼️
(13). Tidak Benar Melakukan Shalatnya
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
فَوَيۡلٌ لِّلۡمُصَلِّيْنَ، ٱلَّذِيْنَ هُمۡ عَنْ صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ
"Maka celakalah orang yg shalat, (yaitu) orang2 yg lalai terhadap shalatnya" (QS. Al-Maa'uun [107]: 4-5)
(A). Tidak Terpenuhi Syarat Sah Shalat
Muslim, berakal, masuk waktu, suci dari najis, suci dari hadas kecil atau besar, suci badan, tempat dan pakaian, menutup aurat, menghadap kiblat dan niat.
(B). Tidak Terpenuhinya Rukun Shalat
Berdiri jika mampu, takbiratul ihram, membaca al-Fatihah pada setiap raka'at,, ruku' dengan tuma’ninah, i’tidal dengan tuma’ninah, sujud dengan tuma’ninah di atas 7 anggota badan, duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah, duduk tasyahhud akhir, tasyahhud akhir, shalawat atas Nabi ﷺ, mengucapkan salam dan tertib.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Sungguh ada orang yang Shalat Selama '60 tahun', tapi tidak ada 1 pun shalatnya Yang "Diterima". Bisa jadi karena ia telah menyempurnakan ruku'nya tapi dia tidak 'menyempurnakan SUJUD' atau bisa jadi ia Telah Menyempurnakan Sujud namun ia tdk menyempurnakan Ruku" (HR. Ibnu Abi Syaibah didalam al-Mushannaf I/288 hadits dari Abu Hurairah. Lihat Shahiihut Targhiib no.259 dan ash-Shahihah 2535)
Abu Abdillah al-Asy'ari رضي الله عنه :
"Rasulullah ﷺ 'Melihat' Seseorang Yang Tidak Menyempurnakan Ruku’nya, serta Mematuk (dgn cepat tanpa Tuma'ninah) di dalam Sujudnya Ketika Shalat. Lantas beliau pun bersabda: "Seandainya Orang ini Mati dlm keadaan seperti ini, Niscaya dia mati tidak di atas ajaran Muhammad ﷺ..." (HR. Ath-Thabrani dlm al-Mu'jamul Kabir no.3840 & Ibnu Khuzaimah no.665 Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 528)
(C). Telah Melakukan Pembatal2 Shalat
Berbicara dengan sengaja, tertawa, membuka aurat dengan sengaja, menyimpang terlalu banyak dari arah kiblat dengan sengaja, makan, minum, batalnya wudhu dan bergerak yang berlebihan tanpa ada kebutuhan atau udzur.
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official | 954 |
| 13 | ◼️ 13Sebab Shalat Tidak Diterima ◼️
(01). Berbuat Kufur Dan Syirik
"Dan telah Diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang "Sebelummu", jika kamu berbuat syirik, niscaya 'gugurlah' amalan-amalanmu, dan tentulah kamu menjadi orang yg merugi" (QS. 39 : 65)
(02). Mendatangi Dukun/Paranormal
"Barangsiapa mendatangi DUKUN lantas ia 'bertanya' kepadanya tentang sesuatu, maka "Tidak Diterima Shalatnya" selama empat puluh hari" (HR. Muslim no. 5782)
(03). Berbuat Bid'ah Dalam Agama
"Barangsiapa yg telah mengada-adakan (suatu Perkara Yang Baru) dalam urusan (agama) kami yg tidak ada darinya suatu (Keterangan/Contoh), maka (amalan) itu pun Tertolak" (HR. Bukhari no. 2697, dan Muslim no. 1718, hadits dari 'Aisyah)
(04). Seorang Pecandu "Khamar"
"Barangsiapa meminum Khamar", maka Allah "tdk akan menerima" baginya satu shalatpun selama 40 hari. Maka jika dia bertaubat, Allah menerima taubatnya.
Jika dia kembali (Minum Khamar) maka Allah "tidak akan menerima" 1 shalatpun selama 40 hari. Jika dia bertaubat maka Allah pun akan menerima taubatnya.
Jika dia kembali (Minum Khamar) maka Allah "tidak akan menerima" 1 shalatpun selama 40 hari. Jika dia bertaubat maka Allah pun akan menerima taubatnya.
Jika dia kembali (minum khamar) untuk ke 4 kalinya, maka Allah pun Tidak Akan menerima 1 shalatpun untuknya selama 40 hari. Jika dia "Bertaubat", maka Allah pun tidak akan menerima taubatnya.
Dan Allah akan memberinya minum dari Sungai Khobal". Dikatakan : "Wahai ‘Abu ‘Abdirrahman : "Apa itu Sungai Khobal ?" Dia pun menjawab: "Sebuah Sungai dari nanah Penghuni Neraka"
(HR. At-Tirmidzi no. 1862 & Ibnu Hibban no. 5357, Ahmad no. 4917, Ath-Thabrani XII /391 no.13445, Shahihut Targhib wat Tarhib no. 2383, 2384, Shahiih Al-Jaami' no. 6312, hadits dari 'Abdullah bin 'Umar
(05). Bahagia Dgn Membunuh Mukmin
"Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dan ia merasa senang (dengan perbuatannya), maka Allah TIDAK Akan menerima darinya "SHARFUN" (Amalan yg wajib) dan 'adlun (yang sunnah)" (HR Abu Dawud, hadiits 'Ubadah bin Shamit, Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 6454)
(06). Mengakui Orang Lain Ayahnya
"Barangsiapa yang mengakui orang lain yang BUKAN ayahnya sebagai ayahnya, atau (Hamba Sahaya) Yang "Mengakui" orang lain yang Bukan tuannya sebagai tuannya maka baginya laknat dari Allah, laknat para malaikat dan laknat seluruh manusia. Allah tidak menerima darinya sharfun (amalan yang wajib) dan 'adlun (yang sunnah) Pada Hari KIAMAT" (HR. Bukhari, hadits dari 'Ali bin Abi Thalib)
(07). Imam Yang "Dibenci" Kaumnya
(08). Isteri Yang Durhaka Kpd Suami
(09). 2 Bersaudara Saling Memboikot
"Ada tiga golongan manusia yang Allah tidak menerima "Shalat" mereka; (yaitu) seorang Laki-laki yg 'Mengimami' suatu kaum sedang mereka benci kepadanya, seorang wanita yang TIDUR sedangkan Suaminya 'MARAH' kepadanya dan dua orang bersaudara yg saling memboikot (Tdk saling berbicara)" (HR. Ibnu Majah 971, Ibnu Hibban no.1757, ath-Thabrani dlm al-Mu'jamul Kabiir no.12275, hadits dari Ibnu Abbas, lihat Tahqiiq Misykatul Mashaabiih no. 1128)
(10). Durhaka Kepada Ke-2 Orang Tua
(11). Mengungkit-Ngungkit Pemberian
(12). Yang Telah Mendustakan Takdir
"Ada 3 golongan manusia yg amal shalih mereka, baik yang Sharfun (amalan yang Wajib) maupun yg Adlun (yg Sunnah) tdk akan diterima oleh Allah, yaitu anak yang Durhaka, Seseorang Yang Me-ngungkit2 Pemberiannya, dan juga seseorang yang telah mendustakan Takdir" (HR. Ibnu Abi Ashim dlm as-sunnah I/142 no.323, Ibnu 'Asaakir II/423/I, serta Ath-Thabraani no. 7547, Ash-Shahiihah no. 1785, Shahiihul Jaami' 3065, hadits dari Abu Umaamah)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official | 960 |
| 14 | Foto dari Najmiumar | 1 222 |
| 15 | Foto dari Najmiumar | 1 562 |
| 16 | ◼️ DAGING ULAMA ITU BERACUN ◼️
Imam Ibnu 'Asaakir رحمه الله berkata :
أنَّ لُحُومَ العُلَمَاءِ مَسْمُومِة، وَعَادَةُ اللهِ فِي هَتْكِ أَسْتَار مُنْتَقِصِهِمْ مَعْلُومَة وَأَنَّ مَنْ أَطْلَقَ لِسَانَهُ فِي العُلَمَاءِ بالثَّلْبِ بَلاََه اللهُ قبَْلَ مَوْتِهِ بِمَوْتِ القَلْبِ
"Sungguh daging Ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah dalam menyingkap tabir seorang yang 'menjatuhkan' kehormatan Ulama sudah DIKETAHUI, sesungguhnya siapapun yang 'mengumbar' lisannya utk Menjatuhkan 'Kehormatan' Ulama, Maka Allah Akan 'Mematikan hatinya' sebelum kematiannya" (Majmu' lin Nawawi I/589)
Imam adz-Dzahabi رحمه الله berkata :
"Tidak Ada seorang Imam Yg Sempurna Dalam Kebaikan, melainkan di sana ada saja orang-orang yang bodoh dari kaum muslimin dan juga ahli bid’ah yang suka "mencelanya, serta menghancurkannya"
(Siyar A'laamin Nubalaa' 14/344)
Sungguh begitu besar beban yang akan dipikul, dan "bahaya" yang akan ditemui oleh manusia yang tdk pandai menjaga lisannya dari melontarkan Kekejian dan juga Tuduhan² kepada seorang muslim.
Apalagi jika orang yang "dituduh" adalah para Ulama dan da’i2 Ahlussunnah yang hidup dan matinya di jalan Allah dengan 'Menyibukkan' waktu dan kehidupannya untuk selalu membimbing umat kepada ajaran Islam yang bersih dari kesyirikan, kebid'ahan, dosa2, serta kemaksiatan !!!
Syaikh Shalih Fauzan حفظه الله berkata :
وما رأينا أحدًا وقع في أعراض العُلماء والمؤمنين، إلّا ويفضحه الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، ويلقي عليهِ الذّلّة والمهانة، والبغض في قُلوب المُؤمنين، يبغضونه ولا يقبلونه أبدًا؛ هذا مِن الله تعالى
"Dan tidaklah kami "melihat" seorangpun yang menjatuhkan "kehormatan" ULAMA dan orang² mukmin, "Kecuali" pasti Allah Subhanahu Wa Ta'ala Akan "Menyingkap (Kejahatan)-nya", dan Akan Menimpakan "Kerendahan Dan Kehinaan Kepadanya", dan juga Kebencian "di hati" orang-orang mukmin. Mereka "membenci" serta tidak menerimanya selamanya. Ini semua dari Allah Ta'ala" (Muhadharat fil Aqidah wad Da'wah III/313)
Subhanallah, kita sudah lihat buktinya !
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official | 1 771 |
| 17 | No text... | 1 143 |
| 18 | No text... | 1 029 |
| 19 | ◾ 7 TANDA2 ILMU YANG BERKAH ◾
(4). Ilmu itu akan mengantarkan pada sifat qana’ah (selalu merasa cukup) dan zuhud pada dunia.
Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
"Sesungguhnya orang yang berilmu adalah orang yang zuhud pada dunia dan semangat mencari akhirat. Ia paham akan urusan agamanya dan rutin melakukan ibadah pada Rabbnya"
Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله berkata : "Zuhud itu terbagi tiga : (1). meninggalkan yang haram, maka itu ialah zuhudnya orang awam. (2). tidak berlebihan dari sesuatu yang halal, dan itu zuhudnya orang yang khusus. (3). meninggalkan setiap hal yang menyibukkan dan menjauhkan dari Allah, maka itu zuhudnya al-arifin (yaitu orang yang berma'rifat kepada Allah)" (Mawaa'izh Imam Ahmad hal 50)
Imam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata : "Zuhud yang syar'i adalah meninggalkan keinginan pada hal-hal yang tidak bermanfaat di negeri akhirat, yaitu hal-hal mubah yang melebihi kebutuhan yang tidak membantu ketaatan kepada Allah" (Majmu’ul Fatawa X/21)
(5). Ia semakin tawadhu’ (rendah hati). Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada ALLAH dan merasa hina di hadapan-Nya & mudah menerima kebenaran dari siapa pun.
Malik bin Dinar رحمه الله berkata : "Sesungguhnya jika engkau menuntut ilmu dengan tujuan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatmu tawadhu. Jika engkau menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanyalah akan membuatmu semakin berbangga diri (sombong)" (Az-Zuhud : 262 oleh Imam Ahmad)
Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata :
"Dan di antara tanda bahwa amal ibadah kita diterima adalah kita akan merendahkan, mengkerdilkan dan menganggapnya kecil di hati kita" (Madarijus Saalikiin II/62)
(6). Ia benci pujian dan enggan menyucikan diri sendiri serta tidak suka ketenaran. Jika ia disanjung lalu menjadi populer bukan karena keinginan dan pilihannya, ia pun takut dengan rasa takut yang besar, takut akan akibat jeleknya.
Imam Ibnu Rajab رحمه الله berkata :
"Dan di antara tanda ilmu yg bermanfaat adalah membimbing pemiliknya utk lari meninggalkan dunia, dan yang terbesar adalah (dari) kepemimpinan, ketenaran, serta pujian. Dan sesungguhnya orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat itu dia tidak akan mengaku memiliki ilmu, dia pun tidak akan membanggakannya kepada siapapun, dan juga tidak akan menganggap orang lain bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi Sunnah Nabi ﷺ serta yang berpegang teguh dengannya" (Majmu’ur Rasail 3/13)
(7). Ilmu tersebut akan menjadikan pada diri seseorang semakin bersih hatinya, & semakin bersabar. Dia mudah meredam amarah, & mudah memaafkan kesalahan orang lain, tidak ada hasad dan dendam, dan semakin mulia dan luhur akhlaknya
Imam al-'Utsaimin رحمه الله berkata :
"Dan ilmu yang berfaidah adalah ilmu yg teraplikasikan dengan amalan, dimana ilmu tersebut akan nampak pengaruhnya pada raut wajah, perilaku, dan akhlaknya, ibadah, ketenangan, rasa takut, dan yang lainnya. Dan ini merupakan perkara yang penting" (Asy-Syarhul Mumti' VII/166)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official | 676 |
| 20 | ◾ 7 TANDA2 ILMU YANG BERKAH ◾
(3). Ilmu tersebut mendorongnya untuk semakin semangat melakukan ketaatan dan semakin semangat menjauhi maksiat.
Imam asy-Syafi'i rahimahullah ditanya :
"BAGAIMANA SEMANGATMU DALAM MENUNTUT ILMU ?" Beliau menjawab : "Aku mendengar kalimat yang sebelumnya tidak pernah kudengar, maka anggota tubuhku yang lain ingin memiliki pandangan untuk bisa menikmati ilmu tersebut sebagaimana yang dirasakan telinga". Lalu ia ditanya lagi : "BAGAIMANA KERAKUSANMU TERHADAP ILMU ?" Beliau menjawab : "Seperti rakusnya orang penimbun harta, yang mencari kepuasan dengan hartanya". Beliau ditanya lagi : "BAGAIMANA ENGKAU MENCARINYA ?". Beliau menjawab : "Sebagaimana seorang ibu mencari anaknya yang hilang, yang ia tidak memiliki anak lain selain dia" (Tawaalit Ta'sis min Manaqib Muhammad bin Idris hal 106 oleh Ibnu Hajar al-Asqolani).
Al-Bukhari rahimahullah terbangun dalam satu malam. Kemudian ia menghidupkan lenteranya. Ia menulis pelajaran. Kemudian ia padamkan lenteranya. Lalu terbangun lagi, lagi, dan lagi. Hingga hampir 20 kali (Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, 11/25).
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :
"Aku tidak pernah kenyang membaca buku. Jika menemukan buku yang belum pernah aku lihat, maka seolah-olah aku mendapatkan harta karun. Aku pernah membaca 200rb jilid buku lebih. Sampai sekarang aku masih terus mencari ilmu" (Shoidul Khothir hal 387).
Imam an-Nawawi rahimahullah bercerita tentang dirinya, “Pernah selama dua tahun aku tidak pernah membaringkan punggungku di bumi (lantai). Apabila rasa kantuk menghampiriku, aku tersandar pada buku-buku sesaat, kemudian bangun kembali.” (Ibnu Qadhi Syubhah dalam Thabaqat asy-Syafi’iyah).
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official | 607 |
