Media Soeara Rakjat
Open in Telegram
Suara kebenaran dan keadilan teruntuk perbaikan negeri. Kontak: info.soeararakjat@gmail.com
Show moreThe country is not specifiedThe category is not specified
181
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Kenapa Semua Orang Harus Berpolitik?
Lutfi Sarif Hidayat
Direktur Civilization Analysis Forum (CAF)
Ya, karena politik tidak sempit pada partai politik, birokrasi, kekuasaan dll yang sebenarnya itu disebut politik praktis/pragmatis. Politik itu luas dan menyeluruh. Setiap orang yang memiliki kepekaan, kepedulian terhadap nasib banyak orang itu sejatinya sedang berpolitik. Politik adalah kepengurusan terhadap hajat oranga banyak.
Dalam praktiknya, ada beberapa hal yang secara praktis bisa dilakukan semua orang. Sbb:
1. Informasi politik : apa yang kita indera.
2. Komentar politik : apa yang kita baca dari realitas politik secara sederhana.
3. Analisis politik
- Makna: seni membaca realitas yang akan terjadi. Dengan kalimat lain analisis politik merupakan seni untuk mendekatkan pada ketidakpastian. Oleh karenanya, sama dengan cara kerja intelijen (intelligence analysis). Seperti Cara kerja Intelijen CIA itu dominannya adalah analisis (80%) dan hanya 20% yang ada di lapangan (realitas terindera).
- Benang merah politik : tidak boleh ada satu rantai peristiwapun -pada kasus yang tertentu- yang terputus. Mengetahui mata rantai peristiwa adalah modal penting dalam analisis politik. Setiap realitas itu agar ketemu benang merahnya dijelaskan dengan pertanyaan Apa, Siapa, Kapan, Dimana, dan Bagaimana.
- Yang dijawab oleh analisis politik: menjawab pertanyaan Mengapa-Apa, Mengapa-Siapa, Mengapa-Kapan, Mengapa-Dimana dan Mengapa-Bagaimana. Artinya, mengapa peristiwa itu terjadi, mengapa dia/mereka terlibat, mengapa terjadi saat ini/itu, mengapa terjadi disana/disini, dan mengapa terjadi dengan cara demikian.
- Cara kerja analisis politik: siapa yang diuntungkan dari peristiwa tersebut.
4. Aktifitas politik : a) Advokasi, b) Edukasi, c) Agitasi, d) Demonstrasi, e) Kulturisasi ide & ideologi, f) kaderisasi (jejarin, sinergi, kolaborasi n kolektif).
Join us https//t.me/SoearaRakjatCom
Pemerintah, Diam Saja!
Lebih baik Anda presiden dan para menteri diam saja. Fokus pada kesalahan kalian atas keterlambatan dan kesombongan ketika wabah coronavirus atau COVID-19 mulai muncul.
Fokus pada penyelesaian yang menyelesaikan. Bukan terus-terusan melakukan blunder. Kata-kata yang Anda-anda sampaikan jika hanya membuat kebingungan lebih baik diam.
Lutfi Sarif Hidayat
Direktur Civilization Analysis Forum (CAF)
---
JOIN http//t.me/SoearaRakjatCom
Corona Pun Tak Bisa Menyatukan?
Lutfi S. Hidayat
Impian adanya persatuan, kebersamaan dalam bingkai keberagaman di negeri Indonesia nampaknya belum terjawab sekarang ini meski sedang terjadi penyebaran wabah virus Covid-19 atau Corona. Semestinya adanya wabah yang sudah dinyatakan pandemik ini ditangkap oleh nalar bisa menyatukan pikiran dan hati seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini dikarenakan semua orang pasti sepakat akan dampak negatifnya wabah ini khususnya bagi kesehatan.
Namun, kenyataan di lapangan khususnya media sosial berbanding terbalik. Alih-alih semua kalangan saling membantu satu sama lain. Justru media sosial masih ternodai adanya polarisasi dengan tendensi politik. Bahkan masih saja ada kalimat-kalimat hujatan, cacian dan lainnya yang semakin memperkeruh suasana.
Ketika suasana perbedaan atau mungkin adanya perpecahan itu muncul dalam konteks pilkada atau pilpres, itu masih sangat dimaklumi meski perbedaan tersebut diharapkan hanya dalam ruang diskusi gagasan. Sedangkan kondisi saat ini ketika penyebaran Corona khususnya di Indonesia masih belum teratasi penuh, rasa optimisme adanya kesatuan pikiran, ucapan dan hati dari seluruh kalangan perlahan kian menghilang.
Saya sangat yakin dan berharap bahwa semua itu hanya pada ruang media sosial. Tidak ada yang menginginkan semuanya terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab jika di lapangan atau dalam ruang publik masih mementingkan ego sektoral dari kepentingan politik tertentu. Maka yang terjadi adalah tidak hanya dampak secara medis yang dirasakan, juga dampak sosial pun terasa.
Selain itu, yang kadang sangat disayangkan adalah kesan tidak nyaman melihat tindakan dari pemangku kekuasaan. Mulai dari anggapan dari sebagian kalangan yang melihat langkah lamban pemerintah terhadap wabah ini. Kemudian adanya komunikasi publik yang cenderung buruk dari oknum pejabat negara. Bahkan terkadang nampak adanya perbedaan sikap atau ungkapan antar pejabat terhadap beberapa persoalan. Dan lain sebagainya yang sekali lagi semoga ini hanya perasaan dan bukan fakta.
Jikalah kemudian itu yang terjadi. Dikhawatirkan suasana perpecahan itu muncul bukan di tengah masyarakat bawah. Justru antara pemangku kebijakan dengan masyarakat. Tentu jangan sampai hal demikian terjadi. Jangan sampai tali-tali kepercayaan masyarakat dengan para pejabat putus karena adanya virus Corona ini.
Semoga diberikan yang terbaik bagi siapapun yang benar-benar mencintai negeri ini dan mengharapkan hadirnya keadilan, kesejahteraan, kemandirian dan kedaulatan sejati di negeri ini dalam segala bidang. []
17 Maret 2020
Corono
Dalam situasi sedang terjadi wabah penyakit seperti sekarang ini. Tetap bertindak tenang dan proporsonal sesuai tugasnya masing. Berikan effort terbaiknya guna menghindari potensi dan dampak buruk bagi masyarakat.
Adanya wabah penyakit Corona ini bukan untuk saling menyalahkan, menghujat atau mencari kambing hitam permainan politik. Tetap pada koridor posisinya masing-masing.
Mereka-mereka yang masih menghujat, menyalahkan atau mungkin memanfaatkan sebagai komoditas politik sejatinya para benalu di tengah masyarakat.
Mari berdoa dan berusaha yang terbaik. Agar kita semua terjaga dari dampak negatif wabah penyakit Corono ini.
Salam,
Lutfi S. Hidayat
(Direktur Civilization Analysis Forum)
---
Follow instagram Direktur Civilization Analysis Forum (CAF)
instagram.com/lutfisarif
Subscribe Youtube Channel BURUH KATA
https://www.youtube.com/channel/UCJMlA_wBi_fV0yxwl8IrfDA?view_as=subscriber
JANGAN DENGERIN DARMONO !. AYO GELORAKAN TERUS PENDIDIKAN AGAMA UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BERADAB - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/jangan-dengerin-darmono-ayo-gelorakan.html?m=1
ISLAMOPHOBIA DAN WORST NIGHTMARE - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/islamophobia-dan-worst-nightmare.html?m=1
APA ENAKNYA, BEREBUT KURSI REOT YANG BERDIRI DI ATAS TUMPUKAN MAYAT TUMBAL PEMILU? - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/apa-enaknya-berebut-kursi-reot-yang.html?m=1
Radikalisme Alat Tutupi Kebobrokan Kapitalisme Secara TSM - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/radikalisme-alat-tutupi-kebobrokan.html?m=1
KETIKA ANJING DAN SEPATU MENODAI MASJID - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/ketika-anjing-dan-sepatu-menodai-masjid.html?m=1
DEPRESI, PROSES HUKUM WAJIB TETAP BERJALAN? - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/depresi-proses-hukum-wajib-tetap.html?m=1
PENGAWASAN TERHADAP RAKYAT, KETAKUTAN YANG TIDAK BERALIBI - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/pengawasan-terhadap-rakyat-ketakutan.html?m=1
Sampah Dan Banalitas Politik - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/07/sampah-dan-banalitas-politik.html?m=1
DEMOKRASI MEMANG BUKAN UNTUK PEMENANG - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/06/demokrasi-memang-bukan-untuk-pemenang.html?m=1
Melawan Islamophobia Membonceng Proyek De-radikalisasi - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/06/melawan-islamophobia-membonceng-proyek.html?m=1
Stigma Radikalisme di Tubuh TNI; Ada Apa Ini? - Soeara Rakjat
http://www.soeara-rakjat.com/2019/06/stigma-radikalisme-di-tubuh-tni-ada-apa.html?m=1
