en
Feedback
Gerai Fathimah

Gerai Fathimah

Open in Telegram

Catatan ringan Abu Zakariyya Thobroni. Lelaki biasa, seorang jurnalis di masanya (1994-2014). Bisa dihubungi di 0817307670

Show more
2 802
Subscribers
+724 hours
+727 days
+6730 days
Attracting Subscribers
September '26
September '26
+78
in 0 channels
August '26
+33
in 3 channels
Get PRO
July '26
+60
in 9 channels
Get PRO
June '26
+29
in 6 channels
Get PRO
May '26
+25
in 5 channels
Get PRO
April '26
+17
in 3 channels
Get PRO
March '26
+22
in 0 channels
Get PRO
February '26
+29
in 6 channels
Get PRO
January '26
+99
in 9 channels
Get PRO
December '25
+119
in 21 channels
Get PRO
November '25
+61
in 3 channels
Get PRO
October '25
+85
in 4 channels
Get PRO
September '25
+79
in 4 channels
Get PRO
August '25
+117
in 8 channels
Get PRO
July '25
+205
in 12 channels
Get PRO
June '25
+43
in 6 channels
Get PRO
May '25
+46
in 4 channels
Get PRO
April '25
+96
in 4 channels
Get PRO
March '25
+61
in 7 channels
Get PRO
February '25
+51
in 3 channels
Get PRO
January '25
+72
in 10 channels
Get PRO
December '24
+147
in 21 channels
Get PRO
November '24
+275
in 15 channels
Get PRO
October '24
+113
in 7 channels
Get PRO
September '24
+88
in 9 channels
Get PRO
August '24
+69
in 9 channels
Get PRO
July '24
+90
in 6 channels
Get PRO
June '24
+40
in 3 channels
Get PRO
May '24
+52
in 6 channels
Get PRO
April '24
+45
in 4 channels
Get PRO
March '24
+31
in 5 channels
Get PRO
February '24
+58
in 2 channels
Get PRO
January '24
+403
in 12 channels
Get PRO
December '23
+247
in 10 channels
Get PRO
November '23
+78
in 3 channels
Get PRO
October '23
+68
in 0 channels
Get PRO
September '23
+84
in 0 channels
Get PRO
August '23
+138
in 0 channels
Get PRO
July '23
+79
in 0 channels
Get PRO
June '23
+26
in 0 channels
Get PRO
May '23
+2
in 0 channels
Get PRO
April '23
+4
in 0 channels
Get PRO
March '23
+11
in 0 channels
Get PRO
February '23
+85
in 0 channels
Get PRO
January '23
+9
in 0 channels
Get PRO
December '22
+14
in 0 channels
Get PRO
November '22
+214
in 0 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
09 September+8
08 September+12
07 September+7
06 September+18
05 September+18
04 September+10
03 September+4
02 September0
01 September+1
Channel Posts
MEMORI KARANG MAKMUR (2) Drone, Toilet, Amplop Handphone diikat di ujung sebatang bambu yang panjang. Bambu diangkat menjulang tinggi untuk merekam gambar (video) parkiran di Dauroh Karang Makmur (4-6/9). Hasilnya? Rekaman video deretan parkir kendaraan beroda empat yang tampak dari atas. Salah seorang yang melihat video tersebut berkomentar: "MasyaAllah, ada yang pakai drone." Hehehehe.... Begitulah salah satu bentuk kreativitas panitia Dauroh Karang Makmur 2026 di Ma'had Dhiyaa'us Salaf, Muara Enim Sumatra Selatan. Dauroh yang menghadirkan al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed (Pengasuh Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon Jawa Barat) dan al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Sedayu Gresik Jawa Timur) sebagai pemateri. Hafidzahumallah. Kreativitas lain yang juga dilakukan di Dauroh Karang Makmur 2026 yakni pemberdayaan kamar kecil/toilet milik warga di kompleks komunitas ahlussunnah di Ma'had Dhiyaa'us Salaf. Jadi, diberikan tanda bahwa toilet milik rumah yang bersangkutan boleh dipergunakan untuk peserta dauroh. Pemberdayaan semacam ini baru sekarang dilakukan. Beberapa rumah di kompleks Ma'had Dhiyaa'us Salaf memang sengaja membangun toilet di luar rumah. Terutama rumah-rumah di generasi awal dirintisnya kompleks permukiman ma'had tersebut. Jaga-jaga buat yang ronda atau orang lain jika pengin ke kamar kecil tidak harus balik ke pos atau rumah dulu. Demikian salah satu alasan Abu Ahmad Tasik yang sengaja membuat toilet di luar rumahnya. Pak Gun, warga Karang Makmur lainnya yang juga memiliki toilet di luar rumahnya. Dia juga mengizinkan toiletnya dipakai untuk peserta dauroh. Dengan begitu dia bisa bertaawun dalam pelaksanaan Dauroh Karang Makmur 2026. MasyaAllah. Dari Abu Ilham -panitia Dauroh Karang Makmur 2026- pemberdayaan kamar kecil milik warga pondok itu merupakan imbauan dari al Ustadz Imam Bukhori hafidzahullah. Beliau adalah Pengasuh Ma'had Dhiyaa'us Salaf. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang di toilet yang biasa terjadi di dauroh-dauroh berskala besar. Alhamdulillah, di Dauroh Karang Makmur 2026 boleh dikatakan tidak terjadi antrean panjang di toilet. Abu Ilham menduga hal tersebut dikarenakan adanya toilet milik warga yang boleh digunakan oleh peserta dauroh. Mungkin ketika sedang berjalan menuju tempat dauroh dan melihatnya, memilih mampir dulu untuk BAK/BAB menghindari antrean. Pembuatan toilet di luar rumah tak lepas dari anjuran al Ustadz Imam Bukhori. Gurunda Karang Makmur itu menyarankan warga yang hendak membangun rumah untuk membuat toilet di luar rumah. Harapan beliau, untuk tahap awal permukiman di pondok, warga bakalan saling berkunjung untuk memperkuat persaudaraan. Jika tamu yang datang hendak ke kamar kecil, tinggal melangkahkan kaki keluar rumah. Kreativitas lain yang terbukti memberikan manfaat yang besar adalah amplop infak. Amplop diberikan kepada peserta Dauroh Karang Makmur 2026 ketika melakukan registrasi. Saat registrasi itu peserta diberikan kupon makan disertakan amplop infak. Amplop infak sifatnya sukarela, tidak ada pula minimal nominal yang diinfakkan. Ketika hendak pulang seusai dauroh, peserta bisa memasukkan amplop infak ke tempat-tempat yang disediakan panitia (penginapan-penginapan dan pos-pos). Alhamdulillah, dari amplop infak di Dauroh Karang Makmur 2026 terkumpul uang sebesar Rp 23.670.000. (Abu Zakariyya Thobroni, Rabu 27 Rabiulawal 1448/9 September 2026) https://t.me/geraifathimah

2
Foto dari Abu Zakariyya Thobroni
Foto dari Abu Zakariyya Thobroni
212
3
Foto dari Abu Zakariyya Thobroni
Foto dari Abu Zakariyya Thobroni
210
4
MEMORI KARANG MAKMUR (1) Beginilah Mereka Memuliakan Tamunya "Aku nyumbang apa, ya?" ujar Abdurrahman, santri kelas 3 di Ma'had Dhiyaa'us Salaf Karang Makmur, Muara Enim Sumatra Selatan. Sumbangan yang dimaksud bocah berusia 9 tahun itu adalah keinginannya bertaawun dalam penyelenggaraan Dauroh Karang Makmur (4-6/9) lalu. Abu Fathimah, ayahanda Abdurrahman, bercerita anaknya itu kemudian membongkar tabungannya. Duit tabungan digunakan untuk membeli sekantung beras kemasan 5 kg yang disumbangkan ke panitia Dauroh Karang Makmur 2026. MasyaAllah.... Semangat bertaawun warga ma'had asuhan al Ustadz Imam Bukhori hafidzahullah itu sungguh memukau. Taawun nasi bungkus buat peserta Dauroh Karang Makmur 2026 adalah bukti konkretnya. Jumlah nasi bungkus berpulang pada kemampuan individu masing-masing. Pemuliaan terhadap tamu -peserta dauroh- sangat terasa di Karang Makmur. Panitia menyediakan layanan jemput-antar peserta dari dan ke stasiun kereta api. Gratis. Pun begitu soal konsumsi peserta. Abu Zhidan, seorang ikhwan dari Lampung Utara mengatakan, "Tidak usah mikirin makan jika hadir di Dauroh Karang Makmur. Asalkan punya ongkos (pergi pulang), dijamin tidak akan kelaparan." Soal penginapan, panitia telah menyiapkan baik untuk peserta pria atau wanita. Terkadang, ikhwan warga Ma'had Dhiyaa'us Salaf juga menawarkan rumahnya untuk menjadi penginapan. Saya termasuk yang mendapatkan fasilitas penginapan di rumah ikhwan. Abdul Muiz mengizinkan rumahnya saya gunakan menginap selama di Karang Makmur. Kunci saya pegang, jadi leluasa bolak-balik rumah dan masjid. Untuk urusan konsumsi, selain mendapatkan nasi bungkus bagi peserta dari luar Karang Makmur, terkadang ada undangan jamuan makan dari ikhwan warga Ma'had Dhiyaa'us Salaf. Ini sering terjadi dan Abu Zhidan sering mengalaminya. "Seperti dauroh sekarang, sebelum berangkat ke Karang Makmur sudah ada yang menelepon mengundang sarapan di hari Jumat (4/9). Padahal hari itu saya baru berangkat. Akhirnya undangan sarapan diganti hari Sabtu," papar ikhwan yang tinggal di Bunga Mayang itu. Pihak panitia juga menceritakan, adalah hal biasa warga menawarkan untuk menampung rombongan peserta sekian orang di rumahnya. Urusan makan menjadi tanggung jawab tuan rumah. Urusan jamuan makan untuk asatidzah pemateri juga taawun warga/ikhwah Ma'had Dhiyaa'us Salaf. Ditawarkan kepada warga siapa yang hendak bertaawun menjamu. Sehingga dalam sehari, jamuan makan asatidzah pemateri berpindah-pindah dari rumah satu ke rumah lainnya. Biasanya selain menjamu pemateri, panitia atau tetangga ikutan diundang. Alhamdulillah. Saya sendiri termasuk yang kecipratan rezeki, diundang ikut jamuan makan bersama pemateri di hari Jumat (4/9). Sarapan di rumah Mbah Riau, makan malam di rumah Pak Mudawwam. Di hari Sabtu (5/9), Abu Ahmad Tasikmalaya mengundang saya makan siang di rumahnya. Malam harinya, ada 2 undangan jamuan untuk saya. Satu dari Abu Fadhli ikhwan dari Ramayana (Lampung Tengah), yang punya anak tinggal di kompleks Ma'had Dhiyaa'us Salaf. Satunya lagi dari Abu Fathimah, ayahanda Abdurrahman. Di Ahad (6/9), Pak Asep mengundang saya dan beberapa anggota Tim KopWah Gratis makan siang di rumahnya. Di Senin (7/9) pagi, giliran Abu Asma yang mengundang untuk sarapan. Siang harinya, Abu Ilham yang mengundang untuk makan siang. Bahkan Selasa (8/9) pagi menjelang kepulangan, Pak Gun bela-belain menjemput saya untuk diajak minum kopi di rumahnya. Menikmati kopi Pagar Alam dan anggur jupiter yang beraroma dan berasa mangga di lidah saya. "Kita di sini bener-bener memuliakan tamu. Tahu sendiri kan keutamaannya?" kata Pak Asep. Karang Makmur, I miss you already.... (Abu Zakariyya Thobroni, Selasa 26 Rabiulawal 1448/8 September 2026) https://t.me/geraifathimah
339
5
DAUROH KARANG MAKMUR (4) **Tiga Hari, 3.150 Cup Kopi" Di mana bumi darnas dipijak, di situ KopWah (kopi ukhuwah) diseduh. Di Dauroh Karang Makmur (4-6/9) lalu stan KopWah Gratis kembali hadir. Stan menempati sisi sebelah selatan Masjid Al-Amin di Ma'had Dhiyaa'us Salaf Muara Enim Sumatra Selatan. Stan KopWah Gratis terlama -3 hari- dalam pelayanan pembagian kopi gratis bagi peserta di sebuah dauroh. Stan hanya dibuka ketika sesi istirahat, tidak melayani pembagian kopi selama sesi kajian berlangsung. Dalam 3 hari itu sudah dibagikan 3.150 cup kopwah. Berapa kilo kopi yang dihabiskan? "Kopi kurleb 24 kg, gula 27 kg, dan SKM 15 kg," ujar Abu Syauqi, salah seorang panitia Tim KopWah. Stan KopWah adalah kopi ukhuwah sesungguhnya. Semua bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan berasal dari taawun ikhwah ahlussunnah. Bubuk kopi berasal dari taawun ikhwah yang memiliki usaha perkopian. Di Karang Makmur lalu terkumpul beberapa merk kopi: Kopi Tanggamus, Kopi Tukuwo, Qohwati Coffee, Kopi Gunung, Kopi Impit Bukit, dan Toobagus Kopi. Pun begitu personel Tim KopWah, taawun dari ikhwan. Kebanyakan mereka berasal dari Karang Makmur dan Lampung. Mereka adalah Abu Syauqi, Abu Ali, al Ustadz Abdul Wahab, Abu Fadhli, Abu Zhidan, Abu ilham RO, Pak Asep, Abu Zain, Soeprapto Abu Joko, Muhammad Ayyub Alfandi, Fayd, Ubaidah Abbas, Abdullah Amir, Abu Irbadh, Abu Ali dan Abu Zakariyya. Dari stan KopWah Gratis di Dauroh Karang Makmur lalu juga diperoleh informasi bakalan ada dauroh di Bandar Lampung. Panitia Bandar Lampung berharap semoga dimungkinkan ada stan KopWah Gratis di sana nanti. Amin. (Abu Zakariyya Thobroni, Senin 25 Rabiulawal 1448/7 September 2026) https://t.me/geraifathimah
433
6
Stan KopWah Gratis kembali hadir di Dauroh Jawa Barat 2025. Dauroh yang berlasung di Ma'had Nurul Ilmi Majalengka itu dibagikan sekitar 1.200 cup kopi. Di Dauroh Akbar Surabaya 1 pada tahun 2025, stan KopWah Gratis hadir lagi. Saat itu dibagikan sekitar 4.000 cup kopi. Yang terakhir, stan KopWah Gratis di Dauroh Pantura 2 pada 2026. Tercatat 5.000 cup dibagikan secara gratis di 2 hari dauroh. Dibukanya stan KopWah Gratis di Dauroh Karang Makmur lalu menjadi cerita tersendiri. Sebagai stan KopWah Gratis pertama di luar Pulau Jawa. Sekaligus, stan KopWah Gratis paling lama -3 hari- yang membuka layanan kopi gratis di sebuah dauroh. Selama 3 hari itu sudah dibagikan 3.150 cup kopwah. Beneran, kan? Dauroh Karang Makmur lalu berasa banget darnas. Dauroh Akbar Sumatra. (Abu Zakariyya Thobroni, Ahad 24 Rabiulawal 1448/6 September 2026) https://t.me/geraifathimah
707
7
DAUROH KARANG MAKMUR (3) Darnas yang Didatangi Ribuan Orang Darnas. Dauroh Akbar Sumatra. Dauroh -sepanjang sepengetahuan saya- yang berskala besar di Pulau Sumatra. Sebutan yang pas untuk menggambarkan Dauroh Karang Makmur (4-6/9) lalu. Dauroh yang menghadirkan al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed (Pengasuh Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon Jawa Barat) dan al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Sedayu Gresik Jawa Timur) sebagai pemateri. Hafidzahumallah. Layak disebut Darnas (Dauroh Akbar Sumatra) jika melihat jumlah dan asal daerah para pesertanya. Jumlah peserta dari luar Karang Makmur yang mendaftar online mencapai 1.750. Jumlah peserta tersebut bukan mencerminkan jumlah riil peserta karena terkadang mendaftar mewakili rombongan. Pun, kadang ada juga peserta dari luar yang tidak mendaftarkan diri/rombongan mereka. Peserta ada yang berasal dari Bengkulu, Lampung, Lubuk Linggau, Talang Padang, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Jambi, Aek Songsongan, Perawang, dan Padang. Bahkan ada pula yang datang dari luar Pulau Sumatra: Yogyakarta, Semarang (Jawa Tengah), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), dan Tasikmalaya (Jawa Barat). "Ikut dauroh, sekalian bertemu teman-teman lama. Silaturahmi," kata Abu Yunus, peserta dari Semarang. Hal senada diutarakan oleh Abu Abdirrahman Daniel, peserta dari Banjarbaru. Berangkat ke Karang Makmur, "Ikut dauroh sekalian menemui teman yang sudah 15 tahun tak bertemu," katanya. Beragam asal daerah peserta itulah yang membuat Dauroh Karang Makmur 2026 nuansanya berasa seperti darnas. Titik-titik dakwah dari berbagai daerah di Sumatra datang ke Karang Makmur. Demikian dikatakan oleh Abu Yusuf. Abu Al Faruq Angga, peserta dari Curup Bengkulu sepakat jika Dauroh Karang Makmur dianggap sebagai Darnas. Darnas Akbar Sumatra. "Tak seperti biasanya, peserta membeludak," kata Abu Al Faruq Angga yang berangkat touring bersama 12 ikhwan Curup dengan 9 motor. "Untuk konvoi motor baru kali ini." Dari Abu Al Faruq Angga diperoleh kabar, ada 13 mobil dari Bengkulu yang berencana berangkat ke Karang Makmur. Dauroh sebelumnya, rombongan dari Bengkulu paling banyak 9 mobil. Dari Ma'had Darul Hadits Al Ibanah Palembang berangkat kurleb 100 orang ke Karang Makmur. Rombongan ikhwah Jambi kota menggunakan 1 bus. Padahal biasanya mereka rombongan 1 atau 2 mobil saja. Berapa jumlah peserta Dauroh Karang Makmur 2026? "Peserta yang registrasi ada 1.750. Sedangkan warga (Karang Makmur) ada 3.000an," ujar Abu Fadhl Syuaib, koordinator keamanan dan parkiran Dauroh Karang Makmur 2026. MasyaAllah. Peserta yang registrasi sejumlah 1.750 itu bukan mewakili jumlah orang/peserta. Bisa jadi 1 orang mewakili kelompok atau rombongan. "Saya, yang daftar 2 orang yang berangkat 8 orang," ujar Abu Zhidan, peserta dari Lampung. Rombongan bisa sekelompok ikhwan atau keluarga (ajak istri dan anak). Panitia memang menyediakan tempat untuk ummahat/wanita. Mereka ditempatkan di asrama putri (santriwati). "Di sana bisa menampung 1.000 orang lebih," kata Abu Fadhl Syuaib. Angka 1.750 yang teregistrasi itu belum menghitung jumlah peserta dari luar Karang Malmur yang tidak mendaftar secara online. "Warga sekitar ma'had juga banyak yang datang," kata Abu Fadhl Syuaib. Jadi, berapa jumlah sebenarnya peserta Dauroh Karang Makmur 2026? Jika menjumlahkan angka-angka di atas, bisa mencapai 5.000an. Kalau mau jawaban yang pasti: ribuan orang. Membeludaknya jumlah peserta bisa terlihat jumlah kendaraan yang datang. Dauroh kali ini ada 135 unit kendaraan pribadi dan 1 bus. Sepeda motor sudah tidak terhitung lagi. "Dauroh-dauroh sebelumnya jumlah kendaraan peserta paling 30-35 unit," kata Abu Fadhl Syuaib. Nuansa Darnas semakin terasa ketika dibukanya stan KopWah Gratis. Selama 3 hari dauroh, stan tersebut membagikan kopi ukhuwah gratis di sesi istirahat. Biidznillah, stan KopWah Gratis dalam perkembangannya seakan menjadi ikon darnas ahlussunnah. Stan KopWah Gratis pertama kali muncul pada Dauroh Pantura 1 di tahun 2023. Ketika itu dibagikan kurleb 2.400 cup kopi.
639
8
DAUROH KARANG MAKMUR (2) Hati Bergetar di Pagi Itu "Di sini ada yang jual pulpen?" tanya salah seorang peserta Dauroh Karang Makmur (4-6/9) kepada Tim KopWah Gratis di dauroh tersebut di Jumat (4/9) sore. Sepertinya dia butuh pulpen untuk mencatat faedah dari Dauroh Karang Makmur 2026. Di tangannya tampak memegang buku tulis. Dua kali peserta itu bolak-balik ke stand KopWah Gratis untuk menanyakan di mana dia bisa membeli pulpen. Abu Ilham, salah seorang panitia kemudian memberikan pulpen miliknya kepadanya. Hanya saja, "Setelah kajian selesai (sesi Jumat bakda Asar), pulpennya dibalikin," kata Abu Ilham. Cuplikan kejadian tersebut memperlihatkan bahwa betapa bersemangatnya peserta Dauroh Karang Makmur 2026. Semangat bermajelis ilmu dan mencatat faedah-faedah ilmu. Saya yang baru pertama kalinya mengikuti dauroh di luar Pulau Jawa melihat sendiri hal tersebut. Para peserta yang memenuhi Masjid Al-Amin, tempat Dauroh Karang Makmur 2026 berlangsung, duduk menyimak kajian dari pemateri dengan khusyuk. Tidak tampak adanya peserta yang menyimak kajian di luar bangunan masjid. Semua menghadap ke depan, mengarah ke meja pemateri. Tak ada yang bergerombol di luar bangunan masjid. Pun demikian di kawasan bazar yang kebanyakan menjual berbagai makanan, cemilan, dan minuman. Selama sesi kajian al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy hafidzahullah berlangsung di malam Sabtu (4/9) itu, para pedagang meninggalkan dagangannya. Mereka ikut duduk bermajelis ilmu di Masjid Al-Amin. Malam itu saya mencoba melihat kondisi di sekitar masjid. Jalanan lengang, hanya tampak lapak dan gerobak yang berjejer di kanan kiri jalan tanpa ada yang menjaganya. Kalau pun ada ikhwah yang tampak mereka sedang berjaga melakukan ronda. Dari Pak Asep, salah seorang Tim KopWah Gratis di Dauroh Karang Makmur 2026, diperoleh informasi memang begitulah regulasinya. Selama sesi kajian di dauroh berlangsung, tidak diperkenankan melakukan transaksi. "Taklim (rutin) juga seperti itu," kata Pak Asep. Maksudnya di saat ada taklim rutin di Masjid Al-Amin, semua pedagang/warung yang ada di kompleks Ma'had Dhiyaaus Salaf tutup dulu. Warga masyarakat yang hendak membeli sesuatu di kompleks ma'had juga tidak bisa melakukan transaksi. "Di gerbang diportal, diberi tahu (warung tutup) karena ada taklim. Masyarakat akhirnya memakluminya," papar Pak Asep. Pak Asep bercerita jika banyak warga masyarakat luar ma'had yang berbelanja ke warung milik ikhwan di dalam kompleks Ma'had Dhiyaaus Salaf. Mereka suka berbelanja ke ikhwan karena timbangannya akurat, jika ada barang yang tertinggal dikembalikan/diantar ke pemiliknya. Taklim rutin di Ma'had Dhiyaa'us Salaf dilakukan setiap hari kecuali Jumat. Ada 3 kali taklim rurin setiap harinya. Taklim bakda Shubuh, bakda Asar, dan bakda Maghrib. "Ada juga warga (masyarakat di luar ma'had) yang ikutan taklim," ucap Pak Asep. Ronda saat taklim rutin berlangsung juga sudah menjadi kebiasaan di Ma'had Dhiyaa'us Salaf Karang Makmur. "Hanya saja untuk dauroh jumlahnya ditambah," kata Pak Asep. Sabtu (5/9) pagi seusai sholat Shubuh jamaah tidak beranjak dari shafnya. Mereka menantikan sesi kajian al Ustadz Muhammad As Sewed hafidzahullah. Mereka hanya bergeser mendekati meja pemateri. Duduk rapat melingkar dengan badan menghadap ke pemateri. Di sesi kajian berjudul "Bahaya Perpecahan Ummat dan Solusinya" itu peserta duduk bergeming. Diam tak bergerak. Menyimak dengan khusyuk kalimat-kalimat yang diucapkan gurunda Pengasuh Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon itu. Sungguh, sebuah pemandangan yang menggetarkan hati di pagi itu. (Abu Zakariyya Thobroni, Sabtu malam 24 Rabiulawal 1448/5 September 2026) https://t.me/geraifathimah
639
9
DAUROH KARANG MAKMUR (1) Ini yang Paling Ramai "Selama 21 tahun tinggal di sini, ini (dauroh) yang paling ramai," ujar Badri, ikhwan yang tinggal di kompleks Ma'had Dhiyaaus Salaf Karang Makmur, tempat Dauroh Karang Makmur (4-6/9). Badri juga bagian dari kepanitiaan Dauroh Karang Makmur 2026. Dia sebagai koordinator tim penjemputan peserta yang menggunakan kereta api. "Disiapkan 10 mobil untuk menjemput 70 peserta dari Lampung," kata Badri. Ramainya dauroh juga diakui oleh Abu Asma, koordinator kelistrikan dan air untuk keperluan wudhu dan MCK peserta. Jika dauroh-dauroh sebelumnya, dia cukup standby setelah memastikan ketersediaan air aman. Untuk dauroh kali ini, tak bisa seperti itu lagi. "Tiga kali lipat," ujar Abu Asma yang menggambarkan kerjanya 3 kali lipat ketimbang dauroh-dauroh sebelumnya. Qodarullah saat ini -seperti halnya beberapa daerah di Indonesia- mengalami kekeringan air. Padahal urusan air menjadi masalah krusial di hajatan besar yang melibatkan ribuan orang. Untuk itulah Abu Asma menyiapkan 5 titik penampungan air. Air berasal dari sumur warga ma'had. Titik penampungan semisal di atas masjid ada penampungan air sebanyak 16.000 liter. Di atas kamar mandi ada penampungan air sebanyak 6.000 liter, di sekitar kamar mandi ada penampungan air sebanyak 3.000 liter. "Jaga-jaga, sekalian buat wudhu agar tempat wudhu terpecah (tidak terpusat di satu titik)," tutur Abu Asma yang juga mengatakan masih ada bak penampungan air berisi 3.000 liter untuk kondisi darurat. Dimaklumi jika Abu Asma tampak sibuk. Di Jumat pagi dia mengecek kondisi air untuk asrama santriwati. "InsyaAllah aman," katanya. Bukti lain dauroh kali ini lebih ramai dari dauroh-dauroh sebelumnya adalah pemasangan 17 unit tenda. Tenda-tenda tersebut dipasang di bagian kanan dan belakang Masjid Al Amin, tempat dauroh berlangsung. "Sudah berapa tahun dauroh baru kali ini ada tenda tambahan," ujar Abu Syauqi, salah seorang panitia Dauroh Karang Makmur. Hal baru lainnya adalah penggunaan kupon makan untuk peserta dari luar Karang Makmur. Di dauroh-dauroh sebelumnya tidak digunakan kupon. Yang ada adalah pengumuman dari panitia bahwa makan untuk peserta sudah tersedia dan dipersilakan mengambil di tempat yang disebutkan. Di Dauroh Karang Makmur 2026, peserta dari luar memeroleh 7 kupon makan. Dua kupon untuk makan siang dan malam di hari Jumat; 3 kali makan di Sabtu; dan makan pagi dan siang di Ahad. Di kupon ditulis berapa jumlah orangnya, sendirian atau rombongan berapa orang. Dauroh-dauroh sebelumnya nasi bungkus untuk peserta berasal dari taawun warga ma'had. Biasanya di kisaran 1.000 bungkus. Untuk dauroh kali ini dibuka dapur umum untuk menambah jumlah nasi bungkus. Dapur umum juga menjadi hal baru di Dauroh Karang Makmur. Mengantisipasi kekurangan nasi bungkus untuk peserta yang diprediksi jumlahnya lebih banyak ketimbang dauroh-dauroh sebelumnya. Di hari pertama dauroh, Jumat (4/9) peserta sudah memenuhi masjid Al-Amin. Tenda yang dipasang di belakang masjid separuhnya mulai terisi hingga setengahnya. MasyaAllah... (Abu Zakariyya Thobroni, Jumat malam 23 Rabiulawal 1448/4 September 2026) https://t.me/geraifathimah
747
10
(Abu Zakariyya Thobroni, Kamis malam 22 Rabiulawal 1448/3 September 2026) https://t.me/geraifathimah
692
11
Kabar dari Karang Makmur Sholat Shubuh berasa seperti sholat Jumat. Saking banyaknya jumlah jamaah. Taklim rutin pun serasa dauroh, saking banyaknya jumlah peserta. Begitulah gambaran yang pernah saya dengar dari beberapa ikhwan terkait Ma'had Dhiyaa'us Salaf Karang Makmur, Muara Enim Sumatra Selatan. Ma'had yang diasuh oleh al Ustadz Imam Bukhori hafidzahullah itu berada di kompleks komunitas ahlussunnah yang menempati area seluas 34 hektar dengan populasi 700 KK. MasyaAllah. "Untuk sholat rawatib jamaahnya bisa mencapai 1.200 orang," ujar Abu Ilham, ikhwan Karang Makmur. Tidak mengherankan jika di Dauroh Karang Makmur 2024 -berlangsung 20-22 Desember- jumlah peserta diperkirakan kurleb 4.000 orang. Dauroh kala itu menghadirkan al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Gresik Jawa Timur) dan al Ustadz Abdurrahman Mubarok (Pengasuh Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor Jawa Barat). Hafidzahumallah. Di akhir pekan ini, 4-6 September 2026, kembali digelar Dauroh Karang Makmur. Asatidzah pemateri kali ini adalah al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed (Pengasuh Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon Jawa Barat) dan al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Sedayu Gresik Jawa Timur). Hafidzahumallah. Menariknya lagi, di dauroh kali ini bakalan dibuka pula stand KopWah Gratis. Stand KopWah Gratis seakan identik dengan dauroh-dauroh berskala nasional yang digelar di Pulau Jawa. Tim KopWah direncanakan membagikan 3.000 cup selama dauroh berlangsung. Terus terang, saya tergelitik untuk bisa hadir di Dauroh Karang Makmur 2026. Bermajelis ilmu, bertemu ikhwah ahlussunnah di Pulau Sumatra. Bonusnya, reuni dengan personel Tim KopWah di Dauroh Akbar Surabaya dan Dauroh Pantura 2 yang ada di sana. Saya memang terobsesi, pengin sekali merasakan bagaimana rasanya hadir di dauroh di luar Pulau Jawa. Alhamdulillah, rezeki itu datang jua. Allah subhanahu wa ta'ala berikan saya kemudahan untuk bisa berangkat ke Karang Makmur. Apa yang saya inginkan selama ini akhirnya menjadi kenyataan. Kamis, 3 September 2026 pukul 11:11 WIB, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Ma'had Dhiyaa'us Salaf Karang Makmur. Panitia -belakangan saya ketahui namanya Abu Abdillah TP- sudah bersiap di pos di gerbang masuk ma'had. Mencatat nama peserta sekaligus memberikan 7 lembar kupon untuk makan saya selama 3 hari dauroh. Memasuki kawasan kompleks ma'had, masih terlihat kesibukan panitia untuk bersiap menyambut kedatangan para peserta dauroh. Ada yang mempersiapkan tempat penginapan untuk peserta dari luar Karang Makmur. Panitia lainnya sibuk memasang instalasi listrik untuk lampu penerangan dan bak penampungan air. Semangat ikhwah di Karang Makmur untuk menjadi tuan rumah yang baik layak diacungi 2 jempol. Pak Gun -ikhwan berusia 60 tahun yang sudah memiliki 7 cucu itu- masih bersemangat bertaawun dalam kepanitiaan. Apalagi diperkirakan dauroh kali ini jumlah pesertanya bakalan lebih banyak. "Baru kali ini ada dapur umum (untuk konsumsi peserta dari luar Karang Makmur)," kata Abu Syauqi, salah seorang panitia Dauroh Karang Makmur. Biasanya kebutuhan nasi bungkus berasal dari taawun warga kompleks Ma'had Dhiyaaus Salaf. Sekali makan disiapkan 1.000 nasi bungkus. Untuk dauroh kali ini, jumlah tersebut dikhawatirkan kurang. "Peserta yang daftar online sudah lebih dari 900," ujar Abu Ilham, yang juga panitia Dauroh Karang Makmur 2026. Asumsinya, jumlah riil peserta yang daftar online di kisaran angka 2.000an. Untuk itulah dibuatkan dapur umum, untuk menambahi jumlah nasi bungkus dari taawun warga Ma'had Dhiyaa'us Salaf. Artinya, panitia menyiapkan kurleb 2.000 nasi bungkus untuk sekali malam. Jika selama 3 hari dauroh ada 7 kali makan, tinggal dikalikan saja. Abu Syauqi menceritakan, sudah menjadi kebiasaan di Ma'had Dhiyaa'us Salaf jika menggelar dauroh, peserta dari luar Karang Makmur disediakan penginapan dan makan. MasyaAllah. "Memuliakan tamu. Mereka (peserta dari luar Karang Makmur) kan tamu," kata Abu Syauqi.
773
12
Wonosobo memang termasuk daerah penghasil durian. Bahkan durian tercantum sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan Kabupaten Wonosobo dalam arah kebijakan pembangunan daerah. Menurut perhitungan, tiga bulan lagi panen raya durian di Wonosobo. InsyaAllah. (Abu Zakariyya Thobroni, Senin 18 Rabiulawal 1448/31 Agustus 2026) https://t.me/geraifathimah
925
13
Wonosobo: Harmoni Durian dan Kopi Sumber resmi Pemkab Wonosobo menyebutkan bahwa nama Wonosobo berkaitan dengan “Wanasaba”. Wanasaba nama sebuah dusun di Desa Polobangan, Kecamatan Selomerto. Dusun tersebut dipercaya didirikan oleh Kyai Wanasaba. Dari nama Wanasaba inilah kemudian berkembang nama Wonosobo. Berbeda dengan penjelasan toponimi (ilmu atau kajian tentang asal-usul, arti, dan sejarah nama suatu tempat). Wonosobo berasal dari kata "wono = alas/hutan" dan "sobo = jalan yang dilewati". Jadi Wonosobo dapat dikaitkan dengan wilayah hutan yang dilalui atau didatangi orang. Menurut cerita rakyat yang menjadi bagian dari sejarah lokal, pada awal abad ke-17 datang 3 pengembara. Mereka adalah Kyai Kolodete yang menetap dan membuka permukiman di kawasan Dieng; Kyai Karim yang menetap di sekitar Kalibeber; Kyai Walik yang menetap di wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kota Wonosobo. Salah satu keturunan Kyai Karim adalah Ki Singowedono. Ia bergelar Tumenggung Jogonegoro setelah memperoleh wilayah di Selomerto dari Keraton Mataram. Pada Perang Diponegoro (1825–1830), Wonosobo menjadi salah satu basis perjuangan pendukung Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Salah satu tokohnya adalah Kyai Muhammad Ngarpah, yang kemudian dikenal sebagai Tumenggung Setjonegoro. Ada juga versi folklore (cerita rakyat yang turun menurun) yang berbeda. Sebuah cerita yang menyebutkan tokoh Ki Ageng Wanusaba, keturunan Prabu Brawijaya, sebagai tokoh yang menyebarkan Islam di wilayah tersebut. Dari situlah kemudian nama daerah itu dikaitkan dengan Wonosobo. Jejak sejarah dan budaya Islam di Wonosobo terbilang kuat. Di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo dikenal sebagai desa yang memiliki banyak pondok pesantren (kurleb 30). Di Wonosobo juga terdapat pondok pesantren salafi. Yakni, Pondok Pesantren Ta'dhimus Sunnah yang beralamat di Dusun Puntuk RT 03/RW 01, Desa Jogoyitnan, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo. Di Sabtu - Ahad (29-30/8) lalu digelar Kajian Islam Ilmiah Wonosobo di ponpes tersebut. Sebagai pemateri dihadirkan al Ustadz Abu Hamzah Yusuf, S.Pd (Pengasuh Ma'had Daarul Atsar Tasikmalaya) hafidzahullah. Gurunda mengisi 3 sesi di akhir pekan itu. Sabtu bakda Maghrib kajian berjudul "Aqidah yang Kuat Membuat Umat Bermartabat". Akidah yang kuat akan melahirkan akhlak yang baik. Akidah yang kuat akan membuat umat bersatu. Akidah yang kuat menjadi salah satu sebab turunnya keberkahan. Akidah yang kuat menyebabkan keselamatan umat di hari kiamat. Demikian salah satu faedah dari sekian banyak faedah di sesi malam Ahad itu. Sesi 2 berlangsung pada Ahad bakda Shubuh. Kajian untuk santri itu berjudul "Hanya dengan Ilmu Akan Terangkat Derajatmu". "Ilmu tanpa iman tidak ada kebaikan. Iman tanpa ilmu tidak ada keberkahan," kata gurunda di sesi bakda Shubuh itu. Sesi 3 di Ahad mulai pukul 10:30 hingga Dhuhur. Kajian berjudul "Bahagia dan Sengsaranya Manusia Tergantung Ilmu Agama". Di sesi tersebut gurunda menyebutkan perkataan Ibnu Qayyim rahimahullah: “Maka mencintai ilmu merupakan tanda-tanda kebahagiaan, sedangkan membenci ilmu merupakan tanda-tanda kesengsaraan." Kunjungan di akhir Agustus lalu itu bukan kunjungan pertama kalinya gurunda ke Wonosobo. Pada tahun 2023 gurunda pernah mengisi dauroh di Pondok Pesantren Ta'dhimus Sunnah. Tepatnya pada 28-29 Januari. Kopi seduhan Mas Widi dan durian yang disajikan panitia meninggalkan kesan tersendiri bagi rombongan ikhwah yang menemani gurunda saat itu. Manisnya daging lembut durian dan pahit tipisnya kopi menjadi harmoni rasa yang menyenangkan lidah. Alhamdulillah, rombongan ikhwah yang menemani gurunda ke Wonosobo kali ini kembali mengulang kenikmatan di 3 tahun lalu. Kali ini durian lokal dari daerah Sukoharjo Wonosobo yang disajikan. Dagingnya manis ada sedikit pahit, ada pula yang rasanya pulen dengan manis yang tidak terlalu. Mas Widi menyeduh kopi liberika yang luar biasa rasanya. Manis dan fruity.
821
14
KAJIAN MADASTA Kenapa Orang yang Jauh dari Allah Kadang Hidupnya Lebih Mudah? Orang yang tampak menjauhi Allah subhanahu wa ta'ala, hidupnya kadang penuh kemudahan dan kenikmatan. Orang yang tampak mendekati Allah, justru hidupnya kadang penuh kesulitan dan kesempitan. Demikian makna kalimat-kalimat pembukaan dari Ammi Kholis Mubarak hafidzahullah di awal kajian di Rabu (26/8) malam lalu. Kajian berlangsung mulai bakda Maghrib berakhir hingga menjelang Isya. Kajian bertempat di masjid Madasta (Ma'had Daarul Atsar Tasikmalaya). Judul kajian malam Kamis itu "Kenapa Orang yang Jauh dari Allah Kadang Hidupnya Lebih Mudah?". Pengajar di Madasta itu kemudian menyebutkan beberapa hal terkait hal tersebut. Bahwa, kenikmatan dunia bukan selalu pertanda Allah subhanahu wa ta'ala rido. Sebaliknya, tatkala Allah memberikan ujian/musibah bukan pertanda Allah sedang menghinakannya. Kemudahan dan kenikmatan hidup hakikatnya adalah ujian dari Allah 'azza wa jalla. Ujian berupa kemudahan dan kenikmatan terkadang tak disadari hamba. Hamba menyombongkan diri atas pencapaian kemudahan dan kenikmatan sebagai hasil upayanya sendiri. Ammi Kholis Mubarak mengingatkan bahwa Allah tidak akan membebani hamba di luar batas kemampuan hamba. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286) "Ujian hidup bukan selalu pertanda Allah 'azza wa jalla murka," kata Ammi Kholis Mubarak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan menimpakan musibah/cobaan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari) Jika Allah mencintai hamba-Nya, mengapa justru ditimpakan ujian kepadanya? Janganlah suudzon kepada Allah subhanahu wa ta'ala, perhatikan 3 hal berikut: ✓ Manusia seringnya tidak mengetahui apa yang terbaik baginya. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) ✓ Tanpa ada ujian, kualitas keimanan hamba tidak tampak. ✓ Musibah untuk mengangkat derajat hamba, menghapus dosa-dosa. Ingat, dunia diberikan Allah kepada orang yang dicintai dan tidak dicintai. Diberikan kepada orang-orang yang bertakwa dan yang tidak bertakwa. "Tolak ukur kemuliaan yang hakiki adalah ketakwaan," ujar Ammi Kholis Mubarak, yang kemudian menyebutkan firman Allah 'azza wa jalla: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (QS. Al-Hujurāt: 13) Di akhir kajian Ammi Kholis Mubarak memberikan nasihat yang bagus. "Jangan membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain. Hal itu akan membuat hatimu gelisah," tuturnya. (Abu Zakariyya Thobroni, Jumat 15 Rabiulawal 1448/28 Agustus 2026) https://t.me/geraifathimah
912
15
Eratkan Ukhuwah dengan Mangan Mendoan Senin (24/8) malam penuh kehangatan dan kebersamaan. Kehangatan dan kebersamaan para musyrif Ponpes Al Faruq As Salafy Pekaja Banyumas Jawa Tengah di acara "Eratkan Ukhuwah dengan Mangan Mendoan." Sejumlah 14 musyrif mendatangi Ruang Musyrif tempat berlangsungnya acara makan-makan tersebut. Ruangan yang berada di sebelah timur Masjid Darunnajah, masjid Ponpes Al Faruq As Salafy Pekaja. Berdampingan dengan Ruang UKS serta asrama kelas Wustha 2. Para musyrif yang hadir berasal dari lintas divisi yang mayoritas bujang. Turut hadir pula al Ustadz Hasan selaku pembina kemusyrifan, serta al Ustadz Shobur selaku Mudir Marhalah Wustha yang menyempatkan diri turut memeriahkan suasana. Hafidzahumallah. Sesuai judul acara, menu utama adalah mendoan yang dimasak oleh Ammi Aufa dibantu beberapa orang. Sejak bakda Maghrib hingga menjelang Isya, dapur sudah mulai disibukkan dengan persiapan dan pengolahan mendoan. Hanya saja mendoan di malam itu terbilang istimewa karena ukurannya lebih besar dari mendoan khas Banyumas biasanya. Ditemani es teh dan es kopi, ditambah menu pendamping berupa sate ayam. Kesegaran buah semangka sebagai penutupnya. Paduan menu sederhana yang mampu menghadirkan kenikmatan tiada tara. Bukan perkara makanan minumannya, tetapi tentang bagaimana sebuah hidangan dapat menjadi wasilah berkumpul, berbincang, dan mempererat hubungan di antara para musyrif. Padahal acara tersebut terbilang dadakan. Di Senin pagi muncul pembicaraan keinginan membuat acara kumpul makan bareng. Keinginan yang kuat disertai semangat kebersamaan, acara "Eratkan Ukhuwah dengan Mangan Mendoan" bisa diselenggarakan di malam harinya. Alhamdulillah. Kebersamaan adalah sebuah kekuatan. Acara kumpul makan bareng di malam Selasa itu buktinya. Terkadang, sebuah ide sederhana yang muncul secara spontan justru dapat menjadi momen yang berkesan ketika dikerjakan bersama-sama. Kebersamaan musyrif malam itu terasa sekali. Obrolan khas anak-anak muda yang masih "sendirian", sesekali diselingi canda memicu tawa yang membuat suasana semakin guyub. Di sela-sela obrolan ringan, pembicaraan juga sesekali beralih kepada berbagai permasalahan dan dinamika pondok. Suasana santai justru membuat diskusi terasa lebih cair, sehingga berbagai hal dapat dibicarakan dengan lebih terbuka tanpa menghilangkan nuansa kekeluargaan. Momen seperti ini menjadi penting di tengah rutinitas kemusyrifan yang cukup padat. Sebab, kebersamaan tidak hanya dibangun melalui pekerjaan dan tanggung jawab bersama. Tetapi juga melalui kesempatan untuk duduk bersama, makan bersama, bercanda, dan saling mengenal lebih dekat. "Mangan Mendoan” bukan sekadar agenda makan-makan. Di balik sepiring mendoan, segelas es teh, es kopi, sate, dan buah semangka, tersimpan sebuah semangat untuk menjaga ukhuwah dan kekompakan di antara para musyrif. Acara sederhana ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal yang sangat sederhana. Tidak harus mewah, tidak harus direncanakan jauh-jauh hari. Selama ada kemauan untuk berkumpul dan saling menguatkan, sebuah ruang sederhana pun dapat menjadi tempat tumbuhnya keakraban. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga. Menjadi penyegar di tengah kesibukan. Sekaligus, menguatkan langkah para musyrif dalam menjalankan amanah di pondok. Alhamdulillāh, dari mendoan yang sederhana, lahir kebersamaan yang istimewa. Reporter: Fuad Firdaus (Musyrif Ponpes Al Faruq As Salafy Pekaja) Editor: Abu Zakariyya Thobroni
977
16
Foto dari Abu Zakariyya Thobroni
Foto dari Abu Zakariyya Thobroni
887
17
DAUROH AL-IMAM ABU UTSMAN ASH-SHABUNI (NGAPAK KE-6) Pemberdayaan Ikhwah, Santri, Warga Pemberdayaan. Pemberdayaan ekonomi ikhwah. Pemberdayaan potensi santri. Pemberdayaan warga sekitar pondok pesantren. Demikian gambaran dari Dauroh Al-Imam Abu Utsman Ash-Shabuni. Dauroh Ngapak ke-6 yang berlangsung pada Jumat-Ahad, (21-23/8) lalu. Dauroh bertempat di Masjid An Nur kompleks Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor Banyumas Jawa Tengah. Dauroh yang juga menggelar bazar tersebut menjadi bukti pemberdayaan ekonomi ikhwah. Ada 50-an lapak ikhwan yang menggelar berbagai barang dagangan. Makanan, minuman, camilan, kitab, aksesoris busana muslim dan sebagainya. Rezeki dadakan bagi ikhwan yang berdagang di hari-hari itu. Diperkirakan Dauroh Ngapak ke-6 dibanjiri peserta sejumlah 4.300 orang. Menjelang dimulainya dauroh, pedagang kebab dapat order 260 pcs untuk dibagikan kepada panitia. Pedagang minuman ada yang mendapatkan orderan 250 gelas thai tea, ada yang memeroleh pesanan 400 gelas es tebu. Bazar itu pula yang menjadi bukti pemberdayaan potensi santri. TMDI Entrepreneur Corner, demikian nama salah satu lapak di bazar di Dauroh Ngapak ke-6. Lapak yang dikelola oleh mahasantri TMDI Pageralang yang menjual beragam dagangan makanan, minuman dan sebagainya. Di lapak tersebut mahasantri TMDI Pageralang belajar berdagang, berkarya dan melayani konsumen/pembeli. Praktik kewirausahaan secara langsung. TMDI adalah akronim dari At-Tarbiyah Al-Mihaniyyah wa Ad-Dirasat Al-Islamiyyah. Sebuah rintisan pendidikan profesi bagi syabab/pemuda Ahlussunnah wal Jama'ah. Di TMDI, Dirasat Islamiyyah dipadukan dengan keterampilan profesi. Jadi, bukan hanya belajar ilmu, tetapi juga belajar bagaimana ilmu tersebut berjalan bersama keterampilan dan kehidupan nyata. Bukti lain pemberdayaan potensi santri di bazar terlihat di lapak milik Santri Husada. Santri Husada adalah santri Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor yang dibekali pengetahuan tentang kesehatan. "Semacam PMR, Palang Merah Remaja. Santri Husada ini juga yang mengurusi UKS (di Ponpes Al Faruq As Salafy)," ujar Abu Fahmi Kohir, panitia Dauroh Ngapak ke-6. Santri Husada membuka lapak cek kesehatan berbayar. Semisal cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemberdayaan potensi santri lainnya yakni pelibatan santri Aliyah kelas 2 dan 3 di dalam kepanitiaan Dauroh Ngapak ke-6. Berdasarkan info dari Abu Fahmi Kohir ada 100 santri Aliyah yang dilibatkan dalam keseluruhan seksi di kepanitiaan sebagai latihan santri berorganisasi dan berinteraksi. "Untuk sound system yang kita pakai sekarang kita sewa sound system milik RT lingkungan kita," kata Abu Fahmi Kohir. Sebuah pemberdayaan dari potensi lingkungan pondok pesantren setempat. Memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjalin relasi dengan warga sekitar ponpes. Menjaga hubungan baik antara ponpes dengan lingkungannya. (Abu Zakariyya Thobroni, Senin 11 Rabiulawal 1448/24 Agustus 2026) https://t.me/geraifathimah
968
18
DAUROH KARANG MAKMUR Darnas di Sumatra Sebatas Wacana? Dalam perjalanan menuju Dauroh Pantura 2 (3/7), gurunda membicarakan sebuah wacana. Yakni, menyelenggarakan darnas (dauroh nasional) di luar Jawa. Gurunda menyebutkan Lampung sebagai alternatif tempat darnas. Pertimbangannya, letak Lampung tidak terlalu jauh dari Jabodetabek. Sepertinya masih terjangkau bagi ikhwan Jabodetabek untuk menghadiri darnas di Lampung. Ketika wacana tersebut dibicarakan dengan ikhwah Sumatra yang hadir di Dauroh Pantura 2, mereka sangat antusias. Terbayang bagaimana indahnya ukhuwah, saudara-saudara semanhaj dari Pulau Jawa datang menyambangi tempat mereka untuk bermajelis ilmu. Bagi ikhwah di Sumatra keinginan menjadi tuan rumah penyelenggara darnas tetap ada. Bahkan -konon- Dauroh Karang Makmur 2026 semula diupayakan menjadi dauroh berskala nasional. Dauroh Karang Makmur direncanakan berlangsung pada Jumat-Ahad, 4-6 September 2026. Dauroh berlangsung di Masjid Al Amin Ma'had Dhiyaa'us Salaf, Jl. Lintas Sumatra Baturaja - Prabumulih Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Sumatra Selatan. InsyaAllah. Dua ustadz dari Jawa didatangkan sebagai pemateri dauroh. Mereka adalah al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed (Pengasuh Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon Jawa Barat) dan al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Sedayu Gresik Jawa Timur). Hafidzahumallah. Berdasarkan informasi dari ikhwan Karang Makmur, semula hendak ditambah lagi ustadz pemateri agar pemateri lebih dari 2. Penginnya dibuat jadi Dauroh Akbar Sumatra (Darnas). Hanya saja, karena pertimbangan keterbatasan tempat di Ma'had Dhiyaa'us Salaf, keinginan tersebut ditangguhkan. Kehadiran 2 ustadz -al Ustadz Muhammad As-Sewed dan al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy- saja panitia khawatir kewalahan membeludaknya peserta yang hadir nantinya. Ikhwah Sumatra dikenal semangatnya menggebu-gebu dalam menghadiri majelis ilmu. "Biasanya yang datang dari seluruh Sumatra. Paling tidak ada perwakilan dari titik-titik dakwah yang ada di Sumatra," begitu kata Abu Zhidan, ikhwan Bunga Mayang Lampung. Belum lagi jumlah ikhwah ahlussunnah di Ma'had Dhiyaa'us Salaf terbilang terbesar di Indonesia. Kompleks ma'had tersebut seluas 34 hektar dengan jumlah ikhwah sekitar 700 KK. Sebagai gambaran Dauroh Karang Makmur 2024 -berlangsung 20-22 Desember- tercatat dihadiri peserta kurleb 4.000 orang. Sebagai pemateri kala itu dihadirkan 2 ustadz dari Pulau Jawa. Mereka adalah al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Gresik Jawa Timur) dan al Ustadz Abdurrahman Mubarok (Pengasuh Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor Jawa Barat). Hafidzahumallah. Jika persoalan tentang keterbatasan tempat teratasi sepertinya Darnas (Dauroh Akbar Sumatra) bukan sebatas wacana lagi. Biidznillah. Dauroh bagi ikhwah Sumatra literally kajian intensif yang berlangsung minimal 3 hari. Mereka sudah terbiasa menyelenggarakan kajian akbar selama 3 hari yang didatangi rIbuan peserta dari berbagai daerah di Sumatra. Secara SDM mereka sudah siap. InsyaAllah. Seperti halnya kepanitiaan Darnas tidak hanya berasal dari daerah tuan rumah saja. Melainkan juga melibatkan ikhwah dari daerah sekitar tuan rumah Darnas. Sembari berukhuwah, saling bertaawun dalam kebaikan. MasyaAllah. (Abu Zakariyya Thobroni, Sabtu 9 Rabiulawal 1448/22 Agustus 2026) https://t.me/geraifathimah
996
19
DAUROH KARANG MAKMUR InsyaAllah, Ada KopWah "Memberi pelayanan yang terbaik bagi para penuntut ilmu: tamu-tamu Allah. Agar mereka lebih bersemangat dalam menuntut ilmu serta mempererat ukhuwah ikhwah dari berbagai daerah yang akan hadir di Dauroh Karang Makmur," ujar Abu Syauqi menyebutkan alasan dibukanya stand KopWah Gratis di Dauroh Karang Makmur 2026 nanti. Dauroh Karang Makmur direncanakan berlangsung pada Jumat-Ahad, 4-6 September 2026. Dauroh bertempat di Masjid Al-Amin di kompleks Ma'had Dhiyaus Salaf. Ma'had tersebut berlokasi di Jl. Lintas Sumatra Baturaja - Prabumulih, Desa Karang Agung Kec. Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Dua ustadz dari Jawa didatangkan sebagai pemateri dauroh. Mereka adalah al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed (Pengasuh Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon Jawa Barat) dan al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawiy (Pengasuh Ma'had Al Bayyinah Sedayu Gresik Jawa Timur). Hafidzahumallah. Nah, di Dauroh Karang Makmur itulah nantinya dibuka stand KopWah Gratis. Tim KopWah Dauroh Karang Makmur pun mulai dibentuk. Segala kebutuhan untuk stand KopWah Gratis juga sudah disusun dan dipersiapkan. InsyaAllah. Seperti kebutuhan 25 kg kopi, 20 kg gula, 3.000 cup dan lainnya. Hingga 3 pekan menjelang hari H, sudah terkumpul 16 kg kopi, 16 kg gula, dan 1.000 cup. Personel Tim KopWah pun sudah dibentuk, yang terdiri dari ikhwan Karang Makmur dan seputaran Lampung. Sudah ada 7 ikhwan yang mendaftar menjadi anggota Tim KopWah. Mereka adalah Abu Syauqi, Abu Ali, Abu Firda, Abu Fadhly, Abu Zhidan, Abu Ilham, dan Pak Asep. Di antara mereka ada mantan personel Tim KopWah di Dauroh Akbar Surabaya 2025 dan Dauroh Pantura 2 di Semarang 2026. Bila memungkinkan stand KopWah Gratis di Dauroh Karang Makmur nanti buka di 3 hari. "Jumat sore dan malam. Sabtu pagi, sore, malam. Ahad pagi," ujar Abu Syauqi. Semoga Allah 'azza wa jalla mudahkan. (Abu Zakariyya Thobroni, Kamis 7 Rabiulawal 1448/20 Agustus 2026) https://t.me/geraifathimah
1 005
20
DAUROH AL-IMAM ABU UTSMAN ASH-SHABUNI (NGAPAK KE-6) "Kepriwe, mangkat ra?" Sepertinya dauroh bakalan ramai seperti Dauroh Ngapak ke-4. Just a reminder, kala itu dauroh dihadiri sekitar 6.000 peserta. Demikian komentar salah seorang calon peserta bazar di Dauroh Al-Imam Abu Utsman Ash-Shabuni. Dauroh Ngapak ke-6 yang akan berlangsung pada Jumat-Ahad, 21-23 Agustus 2026. Dauroh bertempat di Masjid An Nur kompleks Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor Banyumas Jawa Tengah. InsyaAllah. Sekadar pengingat, Dauroh Ngapak ke-4 berlangsung pada Jumat-Ahad, 29-31 Agustus 2025. Judul dauroh kala itu adalah "Tetap Terjaga Dakwah Salafiyyah di Tengah Gelombang Syubhat dan Permusuhan". Menurut data dari panitia, dauroh dengan 6 asatidzah pemateri itu dihadiri kurleb 4.000 ikhwan. Sedangkan jumlah ummahat/akhwat sekitar 2.000. Masjid An Nur tempat Dauroh Ngapak ke-4 dipenuhi peserta hingga meluber ke teras dan halaman masjid. Bahkan lapangan sebelah utara masjid yang dipasangi tarup juga terisi peserta. Di hari Ahad, sholat Dhuhur dilakukan 2 kloter. Itu pun santri Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor diminta sholat di asrama masing-masing. MasyaAllah. Rame ra etung nin. Rame tenan, kiye. Biidznillah. Banyaknya asatidzah pemateri di Dauroh Ngapak & Bazar ke-4 ditengarai sebagai salah satu pemikat kehadiran peserta. Di dauroh tersebut menampilkan 6 asatidzah pemateri dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sangat dimaklumi jika calon peserta bazar berkomentar seperti itu di atas. Jumlah pemateri Dauroh Al-Imam Abu Utsman Ash-Shabuni sama seperti Dauroh Ngapak ke-4. Judul Dauroh Ngapak ke-6 pun sangat menarik: "Urgensi Jarh wa Ta'dil dalam Menjaga Kemurnian Dakwah Salafiyah". Judul yang menarik dan menggelitik, jarang sekali pembahasan semacam itu. Tema pembahasan yang sepertinya ada korelasi dengan perkembangan dakwah di negeri ini. Kepriwe, mangkat ra? Mugo-mugo laka alangan. Ora melu Dauroh Ngapak ora kepenak. InsyaAllah. (Abu Zakariyya Thobroni, Selasa 5 Rabiulawal 1448/18 Agustus 2026) https://t.me/geraifathimah
1 334