✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
前往频道在 Telegram
بسم الله الرمن الرحيم مرحبا بطالب العلم “Welcome to seeker of knowledge.” 🔰تدربيات على مخارج الحروف العربية🔰 نفعنا الله وإياكم بما نشرناه🌹 ✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
显示更多2 013
订阅者
+124 小时
+207 天
+21630 天
帖子存档
2 015
b. Pangkal Tenggorokan
Pangkal tenggorokan atau laring (larynx) adalah rongga pada ujung pipa pernafasan. Salah satu komponen yang penting dalam laring ini adalah adanya sepasang pita suara. Sepasang pita suara ini dapat membuka lebar, membuka, menutup, dan menutup rapat. Celah di antara dua pita suara disebut glotis. Dalam menghasilkan bunyi bahasa terdapat empat posisi glotis, yaitu (1) terbuka lebar, (2) terbuka, (3) tertutup, dan (4) tertutup rapat.
2 015
b. Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok atau laring (larynx) adalah rongga pada ujung pipa pernafasan. Salah satu komponen yang penting dalam laring ini adalah adanya sepasang pita suara. Sepasang pita suara ini dapat membuka lebar, membuka, menutup, dan menutup rapat. Celah di antara dua pita suara disebut glotis. Dalam menghasilkan bunyi bahasa terdapat empat posisi glotis, yaitu (1) terbuka lebar, (2) terbuka, (3) tertutup, dan (4) tertutup rapat.
2 015
b. Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok atau laring (larynx) adalah rongga pada ujung pipa pernafasan. Salah satu komponen yang penting dalam laring ini adalah adanya sepasang pita suara. Sepasang pita suara ini dapat membuka lebar, membuka, menutup, dan menutup rapat. Celah di antara dua pita suara disebut glotis. Dalam menghasilkan bunyi bahasa terdapat empat posisi glotis, yaitu (1) terbuka lebar, (2) terbuka, (3) tertutup, dan (4) tertutup rapat.
2 015
﷽
a. Paru-paru
Fungsi pokok paru-paru adalah untuk pernafasan. Mekanisme pernafasan dengan paru-paru dengan cara mengembang dan mengempiskan ruang paru- paru. Gerakan mengembangkan dan mengempiskan ini dikerjakan oleh otot- otot paru-paru, otot perut, dan rongga dada, secara terus-menerus dan teratur. Arus udara dari paru-paru inilah yang menjadi sumber syarat mutlak terjadinya bunyi bahasa.
2 015
﷽
Tahukah kamu bagaimana mekanisme penerimaan bunyi sebuah huruf oleh telinga kita ? Mari belajar bersama..
A. ALAT BICARA (APARATUS UCAP)
Secara umum, alat bicara manusia memiliki fungsi utama yang bersifat biologis. Paru-paru berfungsi untuk bernapas, sedangkan mulut dan organ di dalamnya berfungsi untuk mengunyah dan menelan makanan. Namun, organ-organ tersebut juga berperan penting dalam proses pembentukan bunyi suatu huruf.
Untuk memahami bagaimana suatu huruf diproduksi, kita perlu mengenal nama dan fungsi alat-alat bicara.
Bahkan, sebagian besar istilah bunyi dalam fonetik dan tajwid berkaitan erat dengan alat ucap yang terlibat dalam pembentukannya.
Beberapa alat bicara yang perlu dikenal antara lain:
◈ Paru-paru (Lungs)
◈ Pangkal tenggorok (Larynx)
◈ Rongga kerongkongan / faring (Pharynx)
◈ Langit-langit lunak (Soft Palate / Velum)
◈ Langit-langit keras (Hard Palate)
◈ Gusi dalam (Alveolar Ridge)
◈ Gigi (Teeth)
◈ Bibir (Lips)
◈ Lidah (Tongue)
✧ Organ-organ inilah yang menjadi fondasi kajian fonetik artikulatoris dan pembahasan makhraj dalam ilmu tajwid.
2 015
👍Bismillah..
🔴 Bantu share ya teman-teman..
❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥👍agar kebermanfaatannya semakin meluas biidznillah.. jazaakunnallahu khoiron wa baarokallahu fiikun🤍
نفعنا الله وإياكم بما نشرناه🌸
https://t.me/+scu2tMcWwDYwZmU9
2 015
Bismillah..
Kesalahan yang harus dihindari saat mengucapkan huruf ج (jim) yaitu bagian tengah lidah (area merah) tidak menempel dengan baik pada langit-langit keras (wasath al-hanak), sehingga menghasilkan ;
- Makhraj jim menjadi kurang sempurna karena penutupan aliran udara tidak terbentuk dengan kuat.
-Bunyi jim terdengar lemah atau tidak jelas.
-Jim bisa mendekati bunyi lain
Kadang terdengar seperti bunyi antara ج dan ي karena penutupan lidah kurang rapat. Atau antara ج dan ش terdapat hembusan udara saat mengucapkannya.
Dan pada sebagian orang bisa terdengar "longgar" atau kehilangan sifat syiddah (tertahannya suara).
Sebagaimana yang kita ketahui Jim termasuk huruf yang memiliki sifat syiddah. Jika area tengah lidah (warna merah) tidak menempel dengan baik, udara tidak tertahan sempurna sehingga bunyi jim kehilangan kekuatan khasnya.
Suara menjadi lebih samar
Terutama saat sukun, misalnya pada kata:
أَجْرٌ
يَجْعَلُ
Jim terdengar kurang tegas dan kurang fokus di tengah langit-langit atas.
Untuk jim, yang penting adalah fokus tengah lidah (area merah) bukan sampingnya (area hijau) , tempelkan dengan kuat area merah dengan langit-langit tengah dengan posisi sedikit ke depan tidak terlalu kebelakang agar resonansi suara tidak tertahan dirongga mulut. Adapun area hijau hanya disentuhkan tanpa menekan kuat, juga usahakan lidah tidak terlalu basah (karena banyak air liur) agar mudah menutup sempurna.
Semoga bermanfaat..baarokallahu fiikum🌹
2 015
Bismillah..bantu share ya teman-teman agar kebermanfaatannya lebih meluas biidznillah jazaakunnallahu khoiron wa baarokallahu fiikun🤍
https://t.me/+scu2tMcWwDYwZmU9
2 015
Bismillah..bantu share ya teman-teman agar kebermanfaatannya lebih meluas biidznillah jazaakunnallahu khoiron wa baarokallahu fiikum🤍
https://t.me/+scu2tMcWwDYwZmU9
2 015
﷽
Proses terbentuknya suara (fonasi) secara sederhana adalah sebagai berikut ;
Udara keluar dari paru-paru
Kamudian mengalir ke atas melalui trakea (batang tenggorok). Udara melewati pita suara. Di dalam laring (kotak suara), terdapat pita suara. Saat berbicara atau membaca Al-Qur'an, pita suara mendekat dan bergetar ketika dilalui udara. Getaran inilah yang menghasilkan bunyi dasar suara. Suara diperkuat oleh rongga resonansi
Bunyi dari pita suara diperkuat dan dibentuk oleh rongga tenggorokan, mulut, dan hidung. Resonansi ini membuat suara menjadi lebih jelas dan memiliki karakter tertentu. Artikulasi oleh organ bicara Lidah, bibir, rahang, langit-langit mulut, dan gigi mengubah bunyi dasar menjadi huruf dan kata yang berbeda. Misalnya:
Pangkal lidah naik menempel pada langit-langit lunak akan mengeluarkan huruf qof. Dan lainnya..
Dan untuk bunyi harokat dibantu dengan gerakan antara lain ;
- Bibir membulat untuk ḍammah (ـُ). Disertai pangkal lidah yang naik.
- Tengah Lidah mendekati langit-langit tengah untuk kasrah (ـِ). Disertai turunnya rahang.
-Rahang bawah dijauhkan dari rahang atas dan lidah mendatar untuk fathah (ـَ).
Singkatnya:
Paru-paru → Trakea → Pita suara (menghasilkan bunyi) → Rongga resonansi (memperkuat suara) → Lidah, bibir, langit-langit mulut, uvula, dll (membentuk huruf dan kata).
Jadi dalam tajwid, suara huruf sebenarnya berasal dari aliran udara dan getaran yang kemudian dibentuk oleh makhraj (tempat keluarnya huruf) dengan bantuan lidah, bibir, dan bagian mulut lainnya.
Semoga bermanfaat baarokallahu fiikum 🌹
