✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
前往频道在 Telegram
بسم الله الرمن الرحيم مرحبا بطالب العلم “Welcome to seeker of knowledge.” 🔰تدربيات على مخارج الحروف العربية🔰 نفعنا الله وإياكم بما نشرناه🌹 ✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
显示更多2 016
订阅者
+324 小时
+197 天
+23730 天
帖子存档
2 015
﷽
الرئتان تحتويان على أكثر من 300 مليون حويصلة هوائية، ولو نشرناها مسطحة ستغطي مساحة ملعب
خلق مذهل ... وظيفة لا تتوقف
2 015
﷽
The trachea is the airway that carries air from the nose and mouth to the lungs.
القصبة الهوائية هي المجرى الذي ينقل الهواء من الأنف .. والفم إلى الرئتين
2 015
Bantu share teman-teman agar kebermanfaatannya lebih meluas, jazaakunnallahu khoiron..🌹
https://t.me/+scu2tMcWwDYwZmU9
2 015
Bismillah..
Bunyi dhommah masih sering dikoreksi ? Bisa jadi selama ini yang dipakai saat mengucapkan dhommah fokus menggunakan otot pipi (terutama buccinator) yang didorong kedepan bukan memaksimalkan pakai otot obicularis (otot yang mengelilingi bibir).
Secara fonetik, bunyi ḍammah (ُ) terbentuk terutama oleh pembulatan bibir (lip rounding), sehingga peran utama memang ada pada orbicularis oris. Jika seseorang lebih banyak "mendorong" area pipi atau mengencangkan buccinator daripada membulatkan bibir dengan baik, hasilnya bisa membuat bunyi ḍammah kurang jelas atau terdengar tidak konsisten dan sering kali terdengar tebal saat mengucapkan dhommah pada huruf tipis.
Namun, perlu diingat bahwa koreksi ḍammah juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti:
1. Bibir kurang membulat.
2. Suara dhommah ditiup dengan udara dari dalam rongga mulut.
3. Posisi pangkal lidah kurang sesuai.
4. Membunyikan dhommah bukan ketika makhroj sudah 'duduk' (sudah pas) namun berbarengan dengan memposisikan makhroj dan membentuk bulatan bibir.
5. Kebiasaan artikulasi yang sudah terbentuk sejak lama dan tersimpan di memori audiotori dan memori otot.
Untuk mengecek apakah masalahnya ada pada penggunaan otot:
Berdiri di depan cermin.
Ucapkan "uuuu" atau rangkaian بُ تُ ثُ نُ مُ.
Perhatikan apakah yang bergerak utama adalah bibir yang membulat, atau justru pipi yang ikut terdorong/menegang.
Usahakan pipi tetap rileks, lalu fokus membuat lingkaran dengan bibir dan disertai celah kecil ditengahnya.
Jika saat membulatkan bibir dengan lembut menggunakan orbicularis oris bunyi ḍammah menjadi lebih jelas dan lebih jarang dikoreksi, itu menjadi petunjuk bahwa sebelumnya kontrol bibir memang kurang optimal.
Semoga bermanfaat..semangat berlatih baarokallahu fiikum.
2 015
Bismillah..
Bunyi dhommah masih sering dikoreksi ? Bisa jadi selama ini yang dipakai saat mengucapkan dhommah fokus menggunakan otot pipi (terutama buccinator) yang didorong kedepan bukan memaksimalkan pakai otot obicularis (otot yang mengelilingi bibir).
Secara fonetik, bunyi ḍammah (ُ) terbentuk terutama oleh pembulatan bibir (lip rounding), sehingga peran utama memang ada pada orbicularis oris. Jika seseorang lebih banyak "mendorong" area pipi atau mengencangkan buccinator daripada membulatkan bibir dengan baik, hasilnya bisa membuat bunyi ḍammah kurang jelas atau terdengar tidak konsisten dan sering kali terdengar tebal saat mengucapkan dhommah pada huruf tipis.
Namun, perlu diingat bahwa koreksi ḍammah juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti:
1. Bibir kurang membulat.
2. Suara dhommah ditiup dengan udara dari dalam rongga mulut.
3. Posisi pangkal lidah kurang sesuai.
4. Membunyikan dhommah bukan ketika makhroj sudah 'duduk' (sudah pas) namun berbarengan dengan memposisikan makhroj dan membentuk bulatan bibir.
5. Kebiasaan artikulasi yang sudah terbentuk sejak lama dan tersimpan di memori audiotori dan memori otot.
Untuk mengecek apakah masalahnya ada pada penggunaan otot:
Berdiri di depan cermin.
Ucapkan "uuuu" atau rangkaian بُ تُ ثُ نُ مُ.
Perhatikan apakah yang bergerak utama adalah bibir yang membulat, atau justru pipi yang ikut terdorong/menegang.
Usahakan pipi tetap rileks, lalu fokus membuat lingkaran dengan bibir dan disertai celah kecil ditengahnya.
Jika saat membulatkan bibir dengan lembut menggunakan orbicularis oris bunyi ḍammah menjadi lebih jelas dan lebih jarang dikoreksi, itu menjadi petunjuk bahwa sebelumnya kontrol bibir memang kurang optimal.
Semoga bermanfaat..semangat berlatih baarokallahu fiikum.
2 015
Bismillah perhatikan gambar berikut ;
Bagian kiri (❌)
Langit-langit lunak (soft palate) terlihat lebih turun.
Lidah berada lebih tinggi dan epiglotis menyempit, ruang resonansi di dalam mulut dan tenggorokan menjadi lebih sempit.
Akibatnya:
Suara yang dihasilkan menjadi tebal, terasa lebih "tercekik" atau tegang. Suara akan mudah dipantulkan ke langit-langit atas dan lebih bergema (gremeng) artikulasai (kejelasan) lebih sulit dicapai. Tenggorokan cenderung bekerja lebih keras, cepet lelah dan capek.
Bagian kanan (✅)
Langit-langit lunak terangkat.
Bagian belakang lidah lebih rileks turun. Rongga mulut serta faring menjadi lebih luas (epiglotis tidak menyempit)
Akibatnya:
Suara terdengar lebih terbuka. Resonansi lebih baik artikulasi baik, huruf dikeluarkan terasa lebih ringan dan mudah tidak ngegas, dan menekan karena semua otot dalam keadaan rileks.
Perlu di ingat resonansi sangat berguna saat membaca Al-Qur'an:
Jangan menaikan pangkal lidah dan menyempitkan epiglotis saat membunyikan huruf tipis. Angkat langit-langit lunak (seperti sensasi saat menguap ringan).
Biarkan tenggorokan terasa lapang. Rahang rileks, otot-otot leher, lidah tidak tegang.
Cara merasakan posisi "kanan" (✅) ; Ambil napas lalu buat gerakan menguap ringan, rasakan bagian langit-langit belakang terangkat.
Ucapkan:
"آ"
"ها"
"الله"
Pertahankan sensasi ruang yang luas di bagian belakang, otot pita suara digetarkan untuk menghasilkan suara lebih jahr (jelas dan tidak banyak udara mengalir), atur pernapasan diafragma, resonansi, dan relaksasi otot leher serta lidah.
Semoga bermanfaat, semangat berlatih baarokallahu fiikum 🌹
2 015
Bismillah..
Latihanmenguatkan bunyi dhommah (ـُ) dan membantu mengarahkan suara dengan sedotan (yang dibahas saat halaqoh tadi) latihan ini sering digunakan untuk melatih aliran napas dan resonansi suara..
Caranya:
Ambil sedotan biasa (jika ada yang Stainless) atau bisa pakai yang plasik yang penting kokoh dan diameternya tidak terlalu besar.
Tarik napas menggunakan diafragma (perut mengembang). Hembuskan udara perlahan melalui sedotan selama 5–10 detik dengan aliran yang stabil.
Setelah itu, ucapkan bunyi:
"Uuuuu..."
"Buuuu..."
"Muuuu..."
"Huuuu..."
Fokus pada bentuk bibir yang membulat seperti saat membaca dhommah, tanpa menekan tenggorokan.
Ulangi 5–10 kali.
Latihan tambahan:
Ucapkan rangkaian:
بُ بُ بُ بُ
تُ تُ تُ تُ
مُ مُ مُ مُ
هُ هُ هُ هُ
Jaga agar suara tetap ringan dan napas mengalir stabil.
Manfaat latihan sedotan yaitu ; Membantu mengurangi ketegangan pita suara. Melatih kontrol napas. Membantu suara lebih terarah dan stabil saat membaca Al-Qur'an. Memudahkan pembentukan makhraj yang memerlukan pembulatan bibir pada.
Semoga bermanfaat, semangat berlatih 🌹
