ch
Feedback
Visi Akhir Zaman

Visi Akhir Zaman

前往频道在 Telegram

Whatsapp Admin: 085395939567

显示更多
1 040
订阅者
无数据24 小时
-57
-1130
帖子存档
MUALAF AMERIKA

Repost from arabindo
New footage exclusively obtained by The New York Times showed the aftermath of the moment a giant glacier broke away from the top of a ridge in the Himalayas, setting off a torrent of mud, snow, floodwaters and debris to the valley communities below. Rekaman baru yang diperoleh secara eksklusif oleh The New York Times memperlihatkan situasi pasca-lepasnya gletser raksasa dari puncak punggungan di pegunungan Himalaya, yang memicu terjangan lumpur, salju, air bah, dan puing-puing ke arah permukiman di lembah di bawahnya. أظهرت لقطات جديدة -حصلت عليها صحيفة "نيويورك تايمز" حصرياً- آثار اللحظة التي انفصل فيها نهر جليدي ضخم عن قمة أحد المرتفعات في جبال الهيمالايا، مما أدى إلى تدفق سيل جارف من الطين والثلوج ومياه الفيضانات والحطام نحو التجمعات السكانية في الوادي الواقع بالأسفل.

Repost from arabindo
بركان ليوتوبي لاكي-لاكي في إندونيسيا يثور مجدداً، مطلقاً أعمدة كثيفة من الرماد البركاني وصل ارتفاعها إلى نحو كيلومتر فوق قمته، فيما رفعت السلطات مستوى التأهب إلى الدرجة الثالثة وحظرت الأنشطة في محيطه لمسافة 5 كيلومترات. Gunung berapi Lewotobi Laki-Laki di Indonesia kembali meletus, menyemburkan kolom abu vulkanik tebal yang mencapai ketinggian sekitar satu kilometer di atas puncaknya, sementara pihak berwenang menaikkan status siaga ke tingkat tiga dan melarang aktivitas dalam radius lima kilometer. Indonesia's Lewotobi Laki-Laki volcano has erupted again, spewing thick columns of volcanic ash that reached a height of approximately one kilometer above its summit, while authorities raised the alert level to the third tier and banned activities within a five-kilometer radius.

Repost from arabindo
NASYID SYAM GAZA

Repost from arabindo
The devastating flooding in #Nepal and #Tibet has claimed more than 400 lives and left hundreds missing, with ongoing conditions complicating rescue efforts. Watch for a closer look at how the disaster unfolded. Banjir dahsyat di #Nepal dan #Tibet telah menelan lebih dari 400 korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang hilang, sementara kondisi di lapangan yang masih berlangsung menyulitkan upaya penyelamatan. Simak tayangan ini untuk melihat lebih dekat bagaimana bencana tersebut terjadi. أودت الفيضانات المدمرة في #نيبال و#التبت بحياة أكثر من 400 شخص وتسببت في فقدان المئات، في حين تزيد الظروف الراهنة من تعقيد عمليات الإنقاذ. شاهد التقرير لإلقاء نظرة عن كثب على تفاصيل هذه الكارثة.

Repost from arabindo
Inilah prinsip yang dipegang Syaikh Abdul Aziz al-Thuraifi, ulama pakar hadist yang hingga kini ditahan karena sikapnya dalam mengingkari kemungkaran penguasa. Beliau sangat memahami aplikasi hadist tentang menasihati penguasa secara empat mata, tetapi tidak berhenti pada pemahaman teori. Beliau memahami konteks penerapan dalil dan mengamalkannya sesuai keadaan. Sikapnya mengingatkan pada keteguhan Imam Ahmad dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Bukan karena kebencian kepada penguasa, tetapi sebagai bentuk rahmat kepada umat sekaligus kepedulian terhadap penguasa agar kemungkaran tidak semakin meluas. Bagi seorang ulama, diam terhadap kemungkaran bukan perkara ringan. Jika kemungkaran dibiarkan sementara ulama memilih diam, dikhawatirkan kemurkaan Allah menimpa masyarakat dan menjadi sebab turunnya adzab.

MBG, KARHUTLA, JUDOL

INDONESIA KEBAKARAN

Otak di Balik Kebangkitan Tiongkok: Mengapa Ideologi Menjadi Senjata Strategis Terkuat Beijing https://adimedu.blogspot.com/2026/08/otak-di-balik-kebangkitan-tiongkok.html

Repost from arabindo
CCTV footage shows people fleeing seconds before a massive mudslide engulfs a crossing on the Nepal-China border, sweeping through roads, buildings and vehicles.⁣ At least nine people have been killed and hundreds of people were reported missing after torrential floods. Rekaman CCTV memperlihatkan orang-orang berlarian menyelamatkan diri beberapa saat sebelum tanah longsor besar menerjang titik perlintasan di perbatasan Nepal-Tiongkok, menyapu jalanan, bangunan, dan kendaraan. Setidaknya sembilan orang tewas dan ratusan lainnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang. تُظهر لقطات كاميرات المراقبة أشخاصاً يلوذون بالفرار قبل ثوانٍ من اجتياح انهيار طيني هائل لمنطقة عبور على الحدود بين نيبال والصين، مما أدى إلى اكتساح الطرق والمباني والمركبات. وقد لقي ما لا يقل عن تسعة أشخاص حتفهم، كما أُفيد بفقدان المئات عقب فيضانات عارمة.

NTB NTT TIMOR LESTE

Repost from arabindo
Israel has attacked a critical water desalination plant and a mosque in Gaza as it intensifies attacks on the enclave despite a ‘ceasefire’. Israel telah menyerang sebuah instalasi vital desalinasi air dan sebuah masjid di Gaza saat mereka meningkatkan serangan terhadap wilayah kantong tersebut, meskipun ada 'gencatan senjata'. شنّت إسرائيل هجوماً على محطة حيوية لتحلية المياه ومسجد في غزة، وذلك في إطار تكثيفها للهجمات على القطاع رغم "وقف إطلاق النار".

MARATON SUBUH

Kini sampai pada klimaks yang paling keras. Rasulullah ﷺ menyebutkan manusia paling buruk. Bukan pembunuh. Bukan pencuri. Tapi si pemilik dua wajah. Dzu al-wajhain. Siapa dia? Dia adalah orang yang datang ke kelompok A dengan satu wajah. Senyum yang manis. Narasi yang membela A. Lalu dia datang ke kelompok B dengan wajah yang lain. Senyum yang sama manisnya. Namun narasinya berubah total. Kini ia membela B dan mengkritik A. Apa tujuannya? Satu. Keuntungan pribadi. Ia tidak punya prinsip. Yang ia cari hanyalah pengakuan. Pujian. Atau posisi. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebut mereka sangat berbahaya. Mereka adalah penyebab kebinasaan umat. Mengapa? Karena mereka merusak dari dalam. Mereka menghancurkan kepercayaan. Mereka memicu perpecahan. Mereka mempolarisasi masyarakat. Dan yang paling celaka, mereka lebih berbahaya dari musuh dari luar. Musuh luar terlihat jelas. Kita tahu cara melawannya. Tapi si bermuka dua? Ia bersembunyi di balik topeng persahabatan. Di balik jabat tangan yang hangat. Sulit dideteksi sampai kerusakan sudah meluas. Hati-hati dengan orang seperti ini. Dan lebih penting lagi, jangan sampai kita menjadi seperti ini. --- Sintesis Akhir: Tiga Pilar Masyarakat Sehat. Jika ketiga pesan ini kita rangkum, jadilah satu kerangka utuh. Pertama, setiap orang punya potensi dasar. Tapi potensi itu harus diolah. Diikat dengan ilmu dan pemahaman agama. Kedua, kepemimpinan adalah amanah yang berat. Ia tidak boleh dikejar oleh mereka yang haus kekuasaan. Ia hanya layak diemban oleh mereka yang takut akan dosa. Ketiga, dalam pergaulan sehari-hari, kita harus konsisten. Satu wajah. Satu sikap. Satu prinsip. Jangan menjadi bunglon sosial. Masyarakat yang sehat hanya bisa tegak di atas tiga pilar itu. Individu berkarakter yang terdidik. Pemimpin yang lahir dari kesadaran pengabdian. Dan lingkungan yang bersih dari kepura-puraan. --- Panduan Praktis untuk Kita Semua. Hadits ini bukan sekadar bacaan pengantar tidur. Ini adalah panduan hidup. Pertama, saat memilih pemimpin, telusuri rekam jejaknya. Lihat masa lalunya. Bagaimana ia bersikap sebelum dikenal publik? Itu adalah "tambang" aslinya. Kedua, waspadalah pada orang yang paling vokal mencari jabatan. Jangan terkagum-kagum pada pidatonya. Sebaliknya, dukunglah sosok yang justru merasa berat hati. Mereka lebih mungkin menjaga amanah. Ketiga, uji diri sendiri setiap hari. Apakah kita berubah sikap saat berhadapan dengan orang kaya dan orang miskin? Apakah kita berbeda saat di kantor dan di rumah? Apakah kita memuji di depan tapi menghujat di belakang? Jadikan kejujuran sebagai mahkota. Jadilah pribadi yang satu wajah. Di mana pun. Kapan pun. Dengan siapa pun. Karena hanya dengan konsistensi itulah integritas terjaga. Hanya dengan integritas itulah umat ini bisa bersatu. Wallahu a'lam bish-shawab. Semoga Allah menjadikan kita orang yang memahami pesan ini. Dan semoga kita istikamah di atas jalan kebenaran sampai akhir hayat.

Tipologi Manusia dan Kepemimpinan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: تَجِدُونَ النَّاسَ مَعَادِنَ، خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقِهُوا، وَتَجِدُونَ خَيْرَ النَّاسِ فِي هَذَا الشَّأْنِ أَشَدَّهُمْ لَهُ كَرَاهِيَةً، وَتَجِدُونَ شَرَّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ؛ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهِ، وَيَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهِ. Kamu akan mendapati manusia itu seperti barang tambang (memiliki karakter yang beragam); orang-orang terbaik di antara mereka pada masa Jahiliah adalah orang-orang terbaik pula di dalam Islam jika mereka memahami (agama). Dan kamu akan mendapati orang yang terbaik dalam urusan ini (kepemimpinan/pemerintahan) adalah orang yang paling membencinya (tidak suka mendapatkannya), serta kamu akan mendapati orang yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua; yang mendatangi kelompok ini dengan satu wajah, dan mendatangi kelompok itu dengan wajah yang lain. [HR Bukhari 3493] Hadits ini luar biasa. Imam Bukhari meriwayatkannya dari Abu Hurairah. Rasulullah ﷺ memberi kita peta jalan. Tentang karakter manusia. Tentang siapa yang layak memimpin. Dan tentang siapa yang paling berbahaya. Ada tiga pesan besar di dalamnya. Mari kita bedah satu per satu. --- Pesan Pertama: Manusia Itu Seperti Tambang. Rasulullah ﷺ memakai analogi yang sangat kuat. Manusia itu ma'adin. Barang tambang. Ada emas. Ada perak. Ada juga batu bara atau besi kasar. Watak dasar setiap orang berbeda sejak lahir. Lalu beliau mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Orang-orang terbaik di masa Jahiliah tetap menjadi orang terbaik di masa Islam. Contohnya Abu Bakar dan Umar. Mereka sudah jujur sebelum wahyu turun. Mereka sudah berani dan dermawan. Islam datang, dan potensi itu semakin bersinar. Tapi ada satu syarat besar. Syaratnya adalah idza faqihu. Jika mereka memahami agama. Pemahaman itulah yang mengolah tambang mentah. Tanpa ilmu, keberanian berubah menjadi kebiadaban. Tanpa ilmu, kedermawanan berubah menjadi pemborosan. Ilmu adalah proses pemurniannya. Ada juga peringatan penting di sini. Jangan terkecoh hanya dengan status "Islam". Jika watak dasarnya buruk di masa lalu—suka khianat, kasar, atau licik—Islam tidak otomatis menyucikannya. Butuh proses. Butuh pendidikan yang panjang. Kalau tidak, watak buruk itu akan "membonceng" agama. Dan merusak umat dari dalam. Jadi, lihatlah rekam jejak moral seseorang. Itu indikator awal yang jujur. Jangan hanya lihat penampilannya hari ini. --- Pesan Kedua: Pemimpin Terbaik Adalah yang Paling Enggan Memimpin. Lalu beliau beralih ke urusan yang lebih serius. Urusan kekuasaan. Dalam redaksi Arab disebut hadza al-amr. Ini soal kepemimpinan. Soal jabatan. Soal otoritas publik. Di sinilah kita menemukan paradoks yang mencerahkan. Sebaik-baik orang dalam urusan ini adalah yang paling membencinya. Jangan salah paham. "Benci" di sini bukan berarti malas melayani. Bukan berarti tidak peduli pada rakyat. "Benci" di sini adalah rasa takut yang dalam. Takut akan tanggung jawab. Dalam istilah agama, ini takhaufu min al-mas'uliyyah. Ia sadar betapa berat amanah yang dipikul. Ia sadar betapa besar dosa jika menyalahgunakan wewenang. Ia sadar bahwa setiap keputusannya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Karena itu, ia tidak mencari jabatan. Ia menghindarinya. Ia lebih memilih menjadi rakyat biasa. Sebaliknya, orang yang paling bersemangat mengejar kursi adalah tanda bahaya. Ambisi berlebihan melahirkan kepemimpinan yang narsistik. Kekuasaan menjadi tujuan, bukan sarana ibadah. Jika takdir memaksa orang yang "benci" itu untuk memimpin, ia akan menjalankannya dengan sangat hati-hati. Ia akan adil. Ia akan jujur. Mengapa? Karena ketakutannya kepada Allah lebih besar daripada ketakutannya kehilangan jabatan. Ingatlah itu. Saat ada orang yang mati-matian ingin menjadi pemimpin, waspadalah. Saat ada orang yang justru mundur dan merasa berat, mungkin dialah yang paling layak. --- Pesan Ketiga: Tipe Manusia Paling Buruk Adalah Si Bermuka Dua.

photo content

Repost from arabindo
لحظة سقوط طائرة مسيّرة على منشأة تابعة لشركة "أوزون" في داغستان الروسية Detik-detik saat sebuah drone jatuh menghantam fasilitas milik perusahaan "Ozon" di Dagestan, Rusia. The moment a drone crashed into a facility belonging to the "Ozon" company in Russia's Dagestan.