ch
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

前往频道在 Telegram
5 165
订阅者
无数据24 小时
-57
-4430
帖子存档
Tata Cara Sholat 'Ied di Rumah https://youtu.be/6N0nVlrCYMg

📋 Fiqhi Ringkas Bertakbir Iedul Fitri (1) Disyariatkan untuk bertakbir mulai dari terbenamnya matahari pada hari terakhir dari ramadhan, hingga ditegakkannya sholat ied. Allah Ta'ala berfirman : وَلِتُكۡمِلُوا۟ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ Hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, agar kalian bersyukur. [Surah Al-Baqarah 185] (2) Hukum bertakbir pada hari ied adalah sunnat menurut jumhur ulama, berlaku bagi muslim maupun muslimah, baik itu dilakukan dimasjid, dirumah maupun dipasar. (3) Tidak ada lafadz takbir yang secara khusus diriwayatkan dari Nabi shallalahu alaihi wasallam. Yang ada adalah lafadz² takbir yang diriwayatkan dari sejumlah sahabat -radhiyallohu anhum- diantaranya : 👉 Dari Abdulloh bin Mas'ud -radhiyallohu anhu- : الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد [Shohih, Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah : 2/168] 👉 Dari Abdulloh bin Abbas -radhiyallohu anhuma- : الله أكبر الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد، الله أكبر وأجلُّ، الله أكبر على ما هدانا [Shohih, Sunan Al Kubro, Al Baihaqi : 3/315] 👉 Dari Salman Al-Fairisi -radhiyallohu anhu- : الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر كبيرًا [Shohih, Sunan Al-Kubro, Al Baihaqi : 3/316]. (4) Tidak mengapa lafadz² takbir tersebut dibaca dengan jumlah genap maupun ganjil (5) Hendaknya mencukupkan diri dengan lafadz² takbir yang shohih dan tidak perlu menambah dengan lafadz dan bentuk selainnya, karena hal tersebut tidak ada landasannya (6) Dianjurkan untuk mengangkat suara ketika mengumandangkan takbir, baik dirumah, dimasjid ataupun dipasar². Adapun untuk kaum wanita, tidak boleh mengangkat suaranya. (7) Hendaknya mengumandangkan takbir dengan sendiri sendiri, sebab inilah yang sesuai dengan sunnah, dan tidak dilakukan dengan berjamaah atau satu suara. Allohu Ta'ala a'lam 📝Ustadz Hilal Abu Naufal -hafizahulloh- ________________ 📚 Maraji : 📍Shohih Fiqhus Sunnah wa Adillatuhu Jilid 1. 📍Majmu Fatawa wa Rasail Ibnul Utsaimin Rahimahulloh Jilid 16. ══════ ❁✿❁ ══════ Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami : 🔃 Join : 📮 https://t.me/hilalpalopo 📮 https://t.me/assunnah_palopo 🌐 Web: palopomengaji.com 🌎 fb.me/palopomengaji 🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal_ 🖼️ instagram.com/palopomengaji

20 Permasalahan Fikih dan Adab Hari Raya https://youtu.be/QdAz32C1epg

Simak Kajian Shubuh, Kamis, 28 Ramadhan 1441 H, Re Live tentang Sunnah-sunnah di Hari Raya. Insya Allah Jam 05.00 WIB melalui
Simak Kajian Shubuh, Kamis, 28 Ramadhan 1441 H, Re Live tentang Sunnah-sunnah di Hari Raya. Insya Allah Jam 05.00 WIB melalui https://web.facebook.com/sofyanruray.info/

Download Buku Gratis (08) Judul: Fikih Ringkas Zakat Fitri Penulis: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Penerbit: Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam Link Alternatif: http://bit.ly/zakat_fitri

Nasihat di Masa Wabah Sholat 'Ied di Rumah https://youtu.be/UcvZQX7-IcE

Nasihat di Masa Wabah Sholat 'Ied di Rumah https://youtu.be/UcvZQX7-IcE

Muallaf Baru Belajar Puasa Bolehkah Setengah Hari? https://youtu.be/-fV75-ztUSI

📋 WASPADALAH TERHADAP UJUB 🏷Berkata Abdulloh bin Mubarak -rahimahullah- : وَلاَ أَعْلَمُ فِي الْمُصَلِّيْنَ شَيْئًا شَرٌّ مِنَ الْعُجْبِ "Dan saya tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub" [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sy'abul Iman no 8260] 🏷Berkata Muthorrif bin Abdillah Asy-Syikhkhir -rahimahullah-: "لأن أبيت نائماً وأصبح نادماً أحبُّ إليّ من أن أبيت قائماً وأصبح معجباً". "Saya menghabiskan malam dalam keadaan tertidur (tidak sholat malam), kemudian dipagi hari saya menyesali hal tersebut, lebih saya sukai, dibanding menghabiskan malam dengan sholat malam, kemudian dipagi hari dalam keadaan ujub". [Dirwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd War Raqo'iq, no 440]. Subhanalloh ! Perhatikanlah kedalaman dan kedetailan pemahaman para salaf. Dimaklumi, bahwa sholat malam/qiyamul lail/tahajjud/Tarawih, merupakan ibadah yang paling utama setelah sholat fardhu, namun pahala dari ibadah agung tersebut dapat sirna dan tak berbekas bak debu yang tertiup angin, jika setelahnya dihinggapi penyakit ujub, yakni merasa kagum dan hebat dengan prestasi ibadahnya, yang hal tersebut tidak dia lihat pada orang lain. Imam Al-Hafizh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah -rahimahulloh- menuturkan : "Sungguh, jika anda tertidur di malam hari, kemudian bangun diwaktu pagi dalam keadaan menyesal (karena kehilangan kesempatan beramal) itu lebih baik.... Dibandingkan anda bermalam, lalu bangun di waktu pagi dalam keadaan 'ujub (bangga/merasa hebat dengan diri dan amalan). Karena orang yang 'ujub, tidak akan naik amalannya disisi Allah"[Madārijus Sālikin : 1/177]. APA ITU UJUB ? 🏷Abdulloh bin Mubarak -rahimahullah-, tatkala ditanyakan kepada beliau tentang ujub, maka beliau menjawab : أن ترى أن عندك شيئاً ليس عند غيرك. "Engkau melihat bahwa pada dirimu, ada sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain" [Tadzkiratul Huffadz : 1/278]. UJUB TERMASUK KESYIRIKAN Ujub merupakan bentuk syirik kecil sebagaimana riya, orang yang melakukannya berarti tidak merealisasikan tauhid dan penghambaan diri kepada Allah dengan benar. Hal itulah yang meluluh lantakkan ibadahnya -wal iyyadzu billah- 🔖Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- menerangkan : وكثيراً ما يقرن الرياء بالعجب، فالرياء من باب الإشراك بالخلق، والعجب من باب الإشراك بالنفس، وهذا حال المستكبر؛ فالمرائي لا يحقق قوله {إِيَّاكَ نَعْبُدُ}، والمعجب لا يحقق قوله: {وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}، فمن حقق قوله: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ } خرج عن الرياء، ومن حقق قوله: {وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} خرج عن الإعجاب". "Dan kebanyakan riya' dan ujub digandengkan. Riya’ itu termasuk dalam perbuatan menyekutukan (Allah) dengan makhluk, sedangkan ujub merupakan bentuk menyekutukan (Allah) dengan diri sendiri, dan inilah keadaan orang yang sombong. Maka orang yang riya’ berarti tidak merealisasikan kandungan firman Allah "Iyyaka na’budu", sedangkan orang yang ujub dia tidak merealisasikan kandungan firman-Nya "Iyyaka nasta’in". ☝️Barangsiapa yang merealisasikan Firman-Nya "Iyyaka na’budu" niscaya terbebas dari riya’. Dan barangsiapa yang berhasil mewujudkan firman-Nya "Iyyaka nasta’in" niscaya terbebas dari ujub. [Al-Fatawa Al-Kubro : 5/248]. 🔖Imam Ibnu Hazm -rahimahullah- menjelaskan : إن العجب من أعظم الذنوب وأمحقها للأعمال. فتحفظوا حفظنا الله وإياكم من العجب والريا "Sesungguhnya ujub termasuk dari dosa terbesar, yang paling menghapuskan (pahala) amalan, maka hendaklah kalian menjaga diri dari hal tersebut, semoga Allah menjaga kami dan kalian dari penyakit ujub dan riya".[Rasail Ibnu Hazm : 3/180]. Semoga bermanfaat Allohu a'lam 📝Ustadz Hilal Abu Naufal -hafizahulloh- [Pengasuh Ponpes Darul Furqon Palopo] ══════ ❁✿❁ ══════ Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami : 📮 https://t.me/hilalpalopo 🌐 www.palopomengaji.com 📲 instagram.com/hilal_abunaufal_ 📲 instagram.com/palopomengaji 🎬 Youtube:Hilal Abu Naufal

Hukum Menyembelih Hewan dengan Menggunakan Mesin https://youtu.be/ETOyaWGuoPI

Awas 'Ikhwan' Tukang Tipu Akhwat Diajak Nikah...! https://youtu.be/0dL0JNAmtFs

Hukum Berzakat kepada Orang yang Tidak Sholat https://youtu.be/YtkWY3-yoFs

Tidak Ikut Orang Tua untuk Berbuat Bid'ah Apakah Termasuk Durhaka? https://youtu.be/XlWnIh2J--Q

📋 LEPASKAN DIRIMU DARI AZAB NERAKA DENGAN SEDEKAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullah, diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah bulan pembebasan para hamba dari api neraka. Dan diantara sebab utama seorang hamba dibebaskan dari api neraka adalah sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, اتّقُوا النّارَ ولَو بشِقّ تَمرَة فمَن لم يجِدْ شِقّ تَمرَة فبكَلِمةٍ طيّبَة "Bentengi dirimu dari api neraka walau hanya dengan sedekah sepotong kurma, barangsiapa tidak mendapatkan sepotong kurma untuk sedekah maka hendaklah ia berkata yang baik." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Adi bin Hatim radhiyallahu'anhu] 📋 PEDULI DHU'AFA DAN FUQORA Insya Allah kami menyalurkan bantuan kepada kaum muslimin yang kesusahan karena terdampak keharusan diam di rumah untuk memutus rantai wabah virus corona. Bagi Kaum Muslimin yang Ingin Membantu Dapat Melalui: Rekening Khusus Zakat dan Kemanusiaan: BNI Syariah: 0496-0055-48 a/n. Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam Info: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2653937038172424 📋 PEDULI DAKWAH DAN PENUNTUT ILMU Kami juga mengajak kaum muslimin untuk ikut serta membantu Program Pendidikan Da'i Sunnah - Ma'had Imam Syafi’i - Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam. Alhamdulilah saat ini Ma'had Imam Syafi'i membina 3 kelas dengan sekitar 70 santri yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, semuanya mendapatkan beasiswa pendidikan selama 2 tahun, dan akan dibuka pendaftaran setiap semester insya Allah. Rekening Khusus Dakwah dan Pendidikan: BNI Syariah: 0496-0056-05 a/n. Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam Profil Singkat Ma'had Imam Syafi'i: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/696781593804659:0 ✅ Konfirmasi Transfer (SMS/WA/Telegram): wa.me/628111833375 wa.me/628111377787 Mohon ta'awun menyebarkan info donasi ini, jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Hukum Memberi kepada Pengemis dan Pengamen https://youtu.be/yXCCrvNXTZY

🏷"Faghfirli" (Ampunilah dosaku), maghfirah mencakup 2 hal yakni ditutupinya dosa, dan perlindungan akan akibat (hukuman) dari dosa tersebut, sehingga maknanya adalah maafkanlah dosaku sehingga tidak dihukum karenanya sekaligus ditutupi. 🏷"Fa innahu Laa Yaghfiru Dzunuba illa Anta" (Karena sesungguhnya, tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Engkau). Hal ini merupakan bentuk penetapan dan pengakuan, bahwa meskipun seluruh mahluk berkolaborasi untuk mengampuni satu dosa, pasti mereka tidak akan bisa, karena semua perkara kembalinya kepada Allah, dan tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Allah semata. 🎁 PETIKAN PELAJARAN : 1⃣ Keutamaan dari shighoh (bentuk kalimat istighfar), karena Nabi shallalahu alaihi wasallam menyebutnya sebagai "sayyidul istighfar". Diantara alasannya : 👉 Bahwasanya bentuk-bentuk kalimat istighfar bermacam-macam, sebahagiannya tentu lebih mulia dari yang lainnya. Seandainya tingkatannya sama, maka tidak mungkin ada yang disebut sebagai "sayyid" yang berarti induk atau pimpinan. 👉 Makna yang terkandung dari sayyidul istighfar ini sangat banyak. Diantaranya adalah penetapan akan rububiyah Allah, selain itu, kalimat "Allahumma" lebih utama dari ucapan "Yaa Allah" 2⃣ Penetapan bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah. Ini merupakan ikrar akan tauhid uluhiyah yang merupakan konsekuensi dari tauhid rububiyah. 3⃣ Penetapan dan pengakuan si hamba akan tauhid rububiyah secara terperinci, berdasarkan sabda Nabi "khalaqtani", dan juga pengakuan akan uluhiyah secara terperinci, berdasarkan sabda Nabi "wa ana 'abduka" 4⃣ Memperbaharui perjanjian Allah atas hamba-Nya, yakni perjanjian untuk menegakkan ketaatan kepada-Nya dan juga menjalankan syariat-Nya. 5⃣ Bahwa si hamba hendaklah konsisten berada didalam perjanjian Allah sesuai dengan kemampuannya. 6⃣ Hendaknya berlindung dan berpegang kepada Allah dari keburukan perbuatannya (dosanya). Sehingga dengan hal tersebut si hamba meraih 2 keutamaan : 👉 si hamba mendapatkan ampunan dari Allah setelah dia terjerumus kedalam dosa, 👉 Bahwa Allah memberikan taufiq kepadanya untuk bertaubat dari dosa yang telah dilakukannya. 7⃣ Penetapan akan nikmat Allah kepada hamba-Nya. Dan nikmat Allah atas hambanya secara global ada 2 bentuk : 👉Nikmat umum, yang diberikan kepada seluruh mahluk berupa rezki. Inilah yang Allah sebutkan dalam Surah Hud : 6. 👉 Nikmat khusus, yaitu nikmat berupa agama dan dunia, yang hanya diberikan kepada hamba-Nya yang beriman. Sebagaimana yang Allah Ta'ala sebutkan dalam Surah Al-Maidah : 3. 8⃣ Pengakuan akan dosa kepada Allah Azza wa Jalla. Hal ini tidak termasuk bentuk "mujaharah" (menampakkan atau terang-terangan memperlihatkan dosa), sebab pengakuan dosanya hanya kepada Allah dan bukan menceritakannya kepada manusia secara umum. 9⃣ Butuhnya si hamba akan ampunan Allah Ta'ala 1⃣0⃣ Penetapan bahwa tidak ada yang mengampuni dosa selain Allah 1⃣1⃣ Selayaknya seorang muslim/muslimah bersungguh-sungguh berdoa dengan membaca sayyidul istighfar ini [3] Semoga Bermanfaat, Allohu a'lam 📝Hilal Abu Naufal -hafizahulloh- [Pengasuh Ponpes Darul Furqon Palopo] ___________ [1] HR. Bukhari no 5831, dari Syaddad bin Aus -radhiyallahu anhu-. [2] Taudihul Ahkam : 6/429. [3] Disadur dari Fathu Dzil Jalali wal Ikrom : 6/487-491, dan Fiqhul Ad'iyati wal Adzkar : 3/18-19. ══════ ❁✿❁ ══════ Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami : 🔃 Join : 📮 https://t.me/hilalpalopo 🌐 Web: palopomengaji.com 🌎 fb.me/palopomengaji 🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal_ 🖼️ instagram.com/palopomengaji

📋Fiqhi Dzikir Pagi & Petang [09] Termasuk diantara dzikir (doa) yang dituntunkan untuk dibaca, baik diwaktu pagi maupun petang adalah "Sayyidul Istighfar" َ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت ALLAHUMMA ANTA RABBI, LAA ILAHA ILLA ANTA, KHALAQTANI WA ANA ABDUKA, WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHO'TU 'AUDZU BIKA MIN SYARRI MA SHONA'TU, ABU'U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA, WA ABU'U LAKA BIDZANBI, FAGHFIRLI FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUBA ILLA ANTA 📦 KEUTAMAAN : Nabi shallalahu alaihi wasallam, -setelah menyebutkan doa tersebut- beliau bersabda : "Barangsiapa yang membacanya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk dari penghuni surga. Dan jika ia membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk dari penghuni surga."[1] 📋 PENJELASAN HADITS 📍Fadhilatus Syeikh Abdullah bin Abdirrahman Al-Bassam -rahimahullah- menjelaskan, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan isi hadits yang agung ini dengan "Sayyidul Istighfâr" karena terkandung dalam hadits ini berbagai makna taubat dan merendahkan diri, yang hal tersebut tidak terdapat dalam hadits-hadits lainnya, yang juga mengandung makna taubat & istighfar. 📍Imam ath-Thîbiy -rahimahullah- berkata, “Karena do’a ini mengandung makna-makna taubat secara menyeluruh maka digunakanlah istilah "sayyid", yang pada asalnya, sayyid itu artinya induk atau pimpinan yang dituju dalam semua keperluan dan semua urusan kembali kepadanya.” [2] 🏷"Allahumma Anta Rabbi, Laa Ilaha Illa Anta ", (Yaa Allah, Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau). Mengandung penetapan akan rububiyah dan uluhiyah Allah, serta menunjukkan bahwa si hamba menghinakan diri dan tunduk dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 🏷"Khalaqtani" (Engkau telah menciptakan aku), merupakan pengakuan dari hamba, bahwa Allah adalah Rabb yang menciptakannya, dan tidak ada pencipta selain-Nya. 🏷"wa ana abduka" (dan aku adalah hamba-Mu), yakni hamba-Mu, baik secara kauni maupun syar'i. Secara kauni, Allah berhak melakukan apa saja terhadap hamba, berdasarkan kehendak-Nya. Adapun secara syar'i, si hamba menegakkan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. 🏷"Wa ana 'ala ahdika wa wa'dika (Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu). 👉"Perjanjian-Mu" maknanya, komitmen dengan beramal, sebab Allah telah mengambil perjanjian dengan manusia dengan diberikan kepada mereka ilmu dan akal serta diutus kepada mereka para Rasul, agar mereka beriman dan beribadah kepada-Nya, sehingga konsekuensinya adalah amalan sholeh. 👉"Janji-Mu" maknanya, aku percaya akan balasan pahala yang Engkau janjikan, atas amalan sholeh, sehingga ini konseskuensinya adalah keimanan. 🏷"Mastatho'tu" (sesuai kemampuanku), yakni mentaati-Mu berdasarkan kemampuan yang aku miliki. Sebab Allah Ta'ala tidaklah membebani hamba-Nya, kecuali berdasarkan kemampuan si hamba. 🏷"Audzu bika min syarri ma shona'tu" (Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku), yakni aku berlindung dan berpegang dengan-Mu, akan akibat buruk dari dosaku. Karena sesungguhnya semua dosa merupakan keburukan dan berhak mendapatkan hukuman, kecuali yang dimaafkan oleh Allah Azza wa Jalla. 🏷"Abu'u laka bini'matika 'alayya" (Aku mengakui akan nikmat-Mu kepadaku). Hal ini merupakan bentuk pengkhususan akan kesyukuran dan mengenali berbagai nikmat Allah Azza wa Jalla. Kandungannya adalah kewajiban bersyukur atas nikmat dan berlepas diri dari kufur nikmat. 🏷"Wa abu'u bidzanbi" (Aku mengakui dosaku kepada-Mu), yakni pengakuan akan seluruh dosa & kesalahan, baik bentuknya melakukan hal yang dilarang ataupun kekurangan dalam mengerjakan kewajiban, hal ini akan membuka jalan menuju kepada taubat, dan meraih ampunan Allah Ta'ala..

Jumlah Minimal Jama'ah Sholat Jum'at https://youtu.be/rhzLGhbhIA0

Hukum Berzakat kepada Keluarga https://youtu.be/NwMUF1zmVu8

📋 LEPASKAN DIRIMU DARI AZAB NERAKA DENGAN SEDEKAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullah, diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah bulan pembebasan para hamba dari api neraka. Dan diantara sebab utama seorang hamba dibebaskan dari api neraka adalah sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, اتّقُوا النّارَ ولَو بشِقّ تَمرَة فمَن لم يجِدْ شِقّ تَمرَة فبكَلِمةٍ طيّبَة "Bentengi dirimu dari api neraka walau hanya dengan sedekah sepotong kurma, barangsiapa tidak mendapatkan sepotong kurma untuk sedekah maka hendaklah ia berkata yang baik." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Adi bin Hatim radhiyallahu'anhu] 📋 PEDULI DHU'AFA DAN FUQORA Insya Allah kami menyalurkan bantuan kepada kaum muslimin yang kesusahan karena terdampak keharusan diam di rumah untuk memutus rantai wabah virus corona. Bagi Kaum Muslimin yang Ingin Membantu Dapat Melalui: Rekening Khusus Zakat dan Kemanusiaan: BNI Syariah: 0496-0055-48 a/n. Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam Info: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2653937038172424 📋 PEDULI DAKWAH DAN PENUNTUT ILMU Kami juga mengajak kaum muslimin untuk ikut serta membantu Program Pendidikan Da'i Sunnah - Ma'had Imam Syafi’i - Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam. Alhamdulilah saat ini Ma'had Imam Syafi'i membina 3 kelas dengan sekitar 70 santri yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, semuanya mendapatkan beasiswa pendidikan selama 2 tahun, dan akan dibuka pendaftaran setiap semester insya Allah. Rekening Khusus Dakwah dan Pendidikan: BNI Syariah: 0496-0056-05 a/n. Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam Profil Singkat Ma'had Imam Syafi'i: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/696781593804659:0 ✅ Konfirmasi Transfer (SMS/WA/Telegram): wa.me/628111833375 wa.me/628111377787 Mohon ta'awun menyebarkan info donasi ini, jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.