Sofyan Chalid bin Idham Ruray
前往频道在 Telegram
5 165
订阅者
无数据24 小时
-57 天
-4430 天
帖子存档
📋Fiqhi Dzikir Pagi & Petang [08]
Diantara dzikir yang dituntunkan oleh Rasulullah shallalahu alaihi wasallam, baik diwaktu pagi maupun sore adalah membaca :
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
"Subhaanalloh wa bihamdihi" sebanyak 100x
🌴KEUTAMAAN :
👉 Termasuk Manusia Yang Utama pada hari kiamat.
Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda :
َ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ
"Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa; Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak 100 x maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dan itu."[HR. Muslim no 4858]
👉 Diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.
Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda :
َ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
"Barangsiapa mengucapkan 'Subhanallah wabihamdihi Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya' sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan."[HR. Bukhari no 5296].
📋PENJELASAN RINGKAS
🏷Al-Allamah Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -rahimahullah- menerangkan, bahwa makna "سبحان الله" (Subhanalloh), yaitu mensucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas disematkan kepada Allah, dan itu mencakup 3 (tiga) perkara :
1⃣ Mensucikan Allah dari berbagai sifat kekurangan. Sehingga mustahil Allah disifati dengan sifat ketidak sempurnaan.
2⃣ Mensucikan Allah dari pensifatan kurang pada kesempurnaannya,
3⃣ Mensucikan Allah dari penyerupaan terhadap mahluk.
🏷Adapun makna "وبحمده" (wa bihamdihi) yaitu memuji Allah dengan mensifati-Nya dengan sifat yang sempurna, diiringi dengan kecintaan dan pengagungan. Itulah makna pujian yang sering kita ucapkan dengan "alhamdulillah" [1]
⚠️ PERINGATAN
🏷Fadhilatus Syeikh Prof DR Abdurrozzaq Al-Badr -hafizahullah- mengingatkan, bahwa termasuk bagian dari sunnah, adalah menghitung jumlah ucapan dzikir tersebut dengan tangan, sebagai bentuk meneladani Rasulullah shallalahu alaihi wasallam, bukan dengan biji-biji tasbih, alat hitung dan yang semisalnya, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh manusia
📋Abdullah bin Amr bin Al-Ash -radhiyallahu anhuma berkata :
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ التَّسْبِيحَ بِيَمِينِهِ
"Aku melihat Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam menghitung ucapan tasbih dengan tangan kanannya."[HR Abu Daud no 1502, dishohihkan oleh Syeikh Al-Bani dalam Shohih Abu Daud no 1330].
Dan dimaklumi bagi seorang muslim, bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shallalahu alaihi wasallam [2]
Allahu a'lam
📝 Ustadz Hilal Abu Naufal -hafizahulloh-
[Pengasuh Ponpes Darul Furqon Palopo]
________________
[1] Diringkas dari Syarhu Al-Arba'in, hal 244-245.
[2] Fiqhul Ad'iyati wal Adzkar : 3/24.
══════ ❁✿❁ ══════
Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami :
🔃 Join :
📮 t.me/hilalpalopo
📮 t.me/assunnah_palopo
🌐 Web: palopomengaji.com
🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal_
🖼️ instagram.com/palopomengaji
Menelan Darah Gusi, Apakah Membatalkan Puasa?
https://m.youtube.com/watch?feature=youtu.be&v=WH7TJt9JGxQ
Apalah Keluar Madzi Membatalkan Puasa?
https://youtu.be/suO94R6FtHE
Menelan Sisa Makanan di Mulut, Apakah Membatalkan Puasa?
https://youtu.be/zVtPPRRqhAI
Ilmu Psikologi dan Rekomendasi Buku Tentang Pendidikan Anak
https://youtu.be/-q_4bTHhnZk
10 Permasalahan Fikih dan Adab Buka Puasa
https://youtu.be/jHuvr-ByB_Q
📋Fiqhi Dzikir Pagi & Petang [07] -Bagian 2-
📍Fadhilatus Syeikh Prof DR Abdurrozzaq Al-Badr -hafizahullah- berkata : "Yang mesti diperhatikan, bahwa kalimat tauhid "Laa Ilaha Illallah" mengandung 2 rukun, yang tauhid tidak akan terealisasi kecuali dengan kedua rukun tersebut, yakni
👉 "An-Nafyi" (meniadakan) yang terdapat dalam kalimat "لا إله" , yakni meniadakan semua sesembahan, dan yang diibadahi, apapun dan siapapun.
👉 "Al-Itsbat" (penetapan) yang terdapat pada kalimat "إلا الله", yakni menetapkan bahwa yang disembah, yang diibadahi, hanya Allah semata.
🏷Adapun kalimat "وَحْدَهُ", mengandung penegasan terhadap yang ditetapkan, yaitu hanya Allah semata yang disembah,
🏷Kalimat "لاَ شَرِيكَ لَهُ", mengandung penegasan terhadap yang ditiadakan, yaitu tidak ada sesuatu atau siapapun sekutu dan tandingan bagi Allah.
☝️Seluruhnya menunjukkan betapa urgennya kedudukan dan ketinggian tauhid.
🏷 Kalimat "له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير", Yakni pengakuan bahwa Allah pemilik seluruh kerajaan baik dilangit maupun dibumi, ditangan-Nya kepemilikan dan kekuasaan atas segala sesuatu, serta hanya Allah yang berhak dipuji dengan segala pujian yang terbaik disertai kecintaan dan pengagungan, sekaligus penguasa mutlak atas segala sesuatu, dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari qudrah-Nya. [Fiqhul Ad'iyati wal Adzkar : 3/22].
Allohu A'lam
📝 Ustadz Hilal Abu Naufal -hafizahulloh-
[Pengasuh Ponpes Darul Furqon Palopo]
══════ ❁✿❁ ══════
Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami :
🔃 Join :
📮 t.me/hilalpalopo
📮 t.me/assunnah_palopo
🌐 Web: palopomengaji.com
🌎 fb.me/palopomengaji
📳 twitter.com/hilalabunaufal
🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal
🖼️ instagram.com/palopomengaji
📋 Fiqhi Dzikir Pagi & Petang [07] -Bagian 1-
🌤MENYAMBUT PAGI DENGAN TAUHID☝️
Diantara dzikir yang disyariatkan untuk dibaca di waktu pagi sebanyak 100x adalah :
َ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
🎁 Keutamaan :
Barangsiapa yang membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang dapat lebih banyak mengamalkan (membaca) dzikir ini".[HR. Bukhari no 3050 Muslim no 4857]
📋 Penjelasan ringkas :
Dzikir yang agung tersebut diawali dengan kalimat tauhid. Kalimat yang membedakan antara seorang muslim dan musyrik, merupakan titik permusuhan antara Rasulullah shallalahu alaihi wasallam dengan kaum musyrikin arab jahiliyah. Sebuah kalimat yang ringkas dan sangat mudah untuk diucapkan, bersamaan dengan itu, kaum musyrikin enggan mengucapkannya, bahkan mereka rela mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk melawan kalimat ini dan penyerunya, mereka rela berpisah dengan harta dan keluarga, berkorban nyawa demi memerangi kalimat tauhid. Hal itu disebabkan fahamnya mereka akan kandungan dan konsekuensi kalimat tersebut.
لا إله إلا الله
🏷Huruf "لا" adalah "laa nafiyah lil jins" yang fungsinya meniadakan seluruh jenis isim (kata benda) yang datang setelahnya. Sehingga maknanya meniadakan semua "إله " (ilah), siapapun dan apapun ilah tersebut.
🏷Lafadz "إله " adalah mashdar dari kata "أَلِهَ - يأَلَهُ" yang bermakna maf'ul (objek), sehingga maknanya adalah " مألوه أو معبود "ma'luh" atau "ma'bud" (Yang disembah, yang diibadahi, sesembahan)
🏷Huruf "إلا", atau disebut dengan huruf istisna (pengecualian), fungsinya adalah mengeluarkan kata yang terletak setelah "إلا" dari hukum yang telah ditiadakan oleh "لا",
🏷Lafadz "الله" atau juga disebut lafdzul Jalalah, yang berasal dari kata "الإله" dengan menghilangkan hamzah agar lebih mudah dibaca, kemudian huruf lam yang pertama disatukan dengan huruf lam kedua, sehingga menjadi 1 huruf lam yang ditasydid dan dibaca tebal lam yang kedua.
📋Adapun maknanya, adalah sebagaimana yang diterangkan oleh Syeikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harroni -rahimahullah-
«الإله» هو المعبود المطاع فإن الإله هو المألوه هو الذي يستحق أن يُعبد
"Al-Ilah adalah Al-Ma'bud (yang diibadahi) dan yang ditaati, maka "Al-Ilah", Dia lah "Al-Ma'luh" (yang disembah), Dia yang berhak untuk diibadahi [Majmu Fatawa : 12/202]
📍Al-Hafiz Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah -rahimahullah- :
اسم الله دال على كونه مألوهاً معبوداً تألهه الخلائق محبة وتعظيماً وخضوعاً...
Nama “Allah” menunjukkan bahwa Dialah yang merupakan "ma’luh" (yang disembah) "ma’bud" (yang diibadahi). Seluruh makhluk beribadah kepadanya dengan penuh kecintaan, pengagungan dan ketundukan”. [Madarijus salikin : 1/31].
🏷Kemudian, lafadz "لا" (Laa) -sebagaimana yang dimaklumi dalam kaidah bahasa arab- membutuhkan "isim" & "khobar". Adapun "isim" dari "Laa" adalah "إِلَهَ" (Ilaha), sementara khobarnya tidak ada, sehingga harus "ditaqdirkan" (ditentukan) agar dapat difahami maknanya dengan baik dan benar. Sependek pengetahuan kami, para ulama salaf menentukan khobarnya dengan kata "حَقٌّ" (haqqun) atau "بِحَقٍّ" (bihaqqin), artinya "yang berhak disembah/diibadahi". Hal itu berdasarkan firman Allah Ta'ala :
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ
"Yang demikian itu karena Dialah (Allah) yang haq (untuk disembah) dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah sembahan yang batil".[QS Al-Hajj : 62].
🗂Dari pemaparan diatas, diperoleh kesimpulan, -sebagaimana yang telah ditahqiq oleh para ulama- bahwa makna "Laa Ilaha Illallah" adalah TIDAK ADA SESEMBAHAN YANG BERHAK DISEMBAH/DIIBADAHI KECUALI ALLAH.
----- Insya Allah bersambung ----
Hukum Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis Menggunakan Kaos Tangan
https://youtu.be/f7E-QIbeLuQ
📋 Fiqhi Dzikir Pagi & Petang[06]
Termasuk dzikir yang hendaklah dibaca oleh seorang muslim dan muslimah, selepas menunaikan sholat subuh adalah :
"رَضِينَا بِاللهِ رَبًّا ،وبِالإِسْلَامِ دِيْنًا،وبمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا "
“Kami ridho dengan Allah sebagai Rabb dan dengan Islam sebagai agama dan dengan Muhammad sebagai Rasul.”
📦 Keutamaan :
Nabi shallalahu alaihi wasallam bersabda :
مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ
"Barang siapa yang membaca diwaktu pagi dan petang : "RODHITU BILLAHI RABBAN, WA BIL ISLAMI DIINAN, WA BI MUHAMMADIN RASULAN, maka Allah berhak meridhoinya” [1]
📋Penjelasan Hadits :
🏷Al-Imam Badruddin Al-Aini -rahimahullah- menerangkan :
🔖Makna "Ridho dengan Allah sebagai Rabb", adalah saya merasa puas dan dicukupi dengan Allah sebagai Rabbku, dan saya tidak akan mencari Rabb yang lain.
🔖Makna "(Ridho) Islam sebagai agamaku", adalah tidak ada peluang untuk menempuh selain jalan islam, dan saya tidak akan menempuh suatu jalan kecuali sesuai dengan syariat yang dibawa oleh Muhammad shallalahu alaihi wasallam,
🔖Makna "(Ridho) Muhammad sebagai Rasul", adalah saya beriman kepadanya, sebagai Rasul yang diutus kepadaku dan kepada kaum muslimin yang lainnya.[2]
🏷Fadhilatus Syeikh Prof DR Sulaiman Ar Ruhaili -hafidzahullah berkata :
"Bahwa untuk merealisasikan sabda Nabi : "Ridho dengan Allah sebagai Rabb", hanya dengan tauhid dan ketundukan kepada-Nya, sehingga tatkala anda mentauhidkan Allah dan tunduk kepada-Nya, maka anda telah ridho kepada Allah sebagai Rabb (Tuhan)[3]
🏷Al-Allamah Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -rahimahullah- menjelaskan : "Tatkala seseorang benar-benar ridho kepada Allah sebagai Rabb, itu artinya dia telah ridho dengan hukum-hukum Allah, baik yang kauniyah, qadariyah maupun syar'iyah, dikala diterpa musibah, niscaya akan berucap "inna lillahi wa inna ilaihi roji'un", dan tatkala Allah menetapkan hukum terhadap sesuatu niscaya akan berkata "sami'na wa atho'na"(kami dengar dan kami taat).
Dan termasuk bukti seseorang ridho terhadap Muhammad sebagai Rasul, adalah tidak mengada-ada atau menambah-nambah sesuatu didalam agama, yang bukan bagian dari agama (bid'ah). Dan barangsiapa yang mendustakan atau ragu dengan berita yang shohih dari Nabi, maka dia tidak ridho kepada Muhammad sebagai Nabi, sebab diantara syarat ridho kepada beliau -shallalahu alaihi wasallam- adalah membenarkan dan tidak ragu dengan semua berita yang shohih dari beliau."[4]
☝️Ketika seorang muslim benar-benar merealisasikan sabda Nabi tersebut, niscaya akan merasakan kelezatan iman dan wajib baginya surga.
🚪Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda :
َ يَا أَبَا سَعِيدٍ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
"Wahai Abu Sa'id (Al-Khudri), barangsiapa yang ridho Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Nabinya, niscaya wajib baginya surga."[5]
🚪Rasulullah Shallalahu alaihi wasallam bersabda :
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا
"Akan merasakan manisnya iman orang yang ridha menjadikan Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi."[6].
Semoga Allah Jalla Jalaluh memberikan kepada kita taufiq-Nya, sehingga dapat mengimplementasikan kandungan dari dzikir tersebut dalam kehidupan keseharian kita...Aaminn
Allohu A'lam
📝 Ustadz Hilal Abu Naufal -hafizahulloh-
[Pengasuh Ponpes Darul Furqon Palopo]
📮 Telegram : https://t.me/hilalpalopo
🌐 www.palopomengaji.com
____________________
[1] HR. Abu Daud no 4410, At-Tirmidzy no 3311, Syeikh Abdul Aziz bin Baz menghasankannya dalam Tuhfatul Akhyar, hal 39
[2] Syarhu Sunan Abi Daud : 5/439
[3] Syarah Kitabut Tauhid, Kaset no 06, Pertanyaan ke 6 (Tanggal 18-11-1437H). Audio dapat diunduh di: [http://cutt.us/rNqUU]
[4] Syarhu Shohih Muslim : 6/249-250.
[5] HR Muslim no 3496, Abu Daud no 1306
[6] HR Muslim no 49 At-Tirmidzy no 2547
Download Buku Gratis (07)
Judul: Fikih I'tikaf dan Lailatul Qodr
Penulis: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Penerbit: Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam
Link Alternatif: http://bit.ly/fikih_itikaf
📹 Lailatul Qodr, Keutamaannya, Waktunya, Tanda-tandanya dan Amalan-amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan
🎙 Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
1. Keistimewaan Lailatul Qodr: https://youtu.be/ZkSKE-c6cJs
2. Tiga Sebab Penamaan Lailatul Qodr: https://youtu.be/Em3wi_XRzCg
3. Bantahan Terhadap Orang yang Mengingkari Terjadinya Lailatul Qodr Setelah Al-Qur'an Diturunkan: https://youtu.be/07D8xDSGblI
4. Kapan Lailatul Qodr? https://youtu.be/OBfsK0Q0nUQ
5. Tanda-tanda Lailatul Qodr: https://youtu.be/mHAzu7uslDE
6. Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qodr: https://youtu.be/1Wsp4L_RkKg
Semoga bermanfaat, baarokallaahu fiykum.
Siaran Kajian Shubuh hari Senin, 18 Ramadhan Pukul 05.00 WIB Insya Allah di www.fb.com/sofyanruray.info
Bolehkah Berobat di Rumah Sakit Milik Non Muslim
https://youtu.be/9Vv-uiqbF8s
Antara Mempelajari Ilmu Dunia dan Ilmu Agama
https://youtu.be/ayZf1pI-dL4
现已上线!2025 年 Telegram 研究 — 年度关键洞察 
