ch
Feedback
Asy-Syariah

Asy-Syariah

前往频道在 Telegram

Yayasan Asy-Syariah Yogyakarta Jl. Hadi Mulyono, RT 06 RW 09, Wonosalam, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman DIY Kontak Redaksi: 081328078414 website: https://asysyariah.co.id email: asysyariah@gmail.com

显示更多

📈 Telegram 频道 Asy-Syariah 的分析概览

频道 Asy-Syariah (@asysyariah) 印度尼西亚语 语言赛道中的 是活跃参与者。目前社区聚集了 12 682 名订阅者,在 宗教与灵性 类别中位列第 7 484,并在 印度尼西亚 地区排名第 6 407

📊 受众指标与增长动态

невідомо 创建以来,项目保持高速增长,吸引了 12 682 名订阅者。

根据 06 三月, 2026 的最新数据,频道保持稳定运转。过去 30 天订阅人数变化为 -242,过去 24 小时变化为 0,整体触达仍然可观。

  • 认证状态: 未认证
  • 互动率 (ER): 平均受众互动率为 0%。内容发布后 24 小时内通常能获得 N/A% 的反应,占订阅者总量。
  • 帖子覆盖: 每篇帖子平均可获得 0 次浏览,首日通常累积 0 次浏览。
  • 互动与反馈: 受众积极参与,单帖平均反应数为 0

📝 描述与内容策略

作者将该频道定位为表达主观观点的平台:
Yayasan Asy-Syariah Yogyakarta Jl. Hadi Mulyono, RT 06 RW 09, Wonosalam, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman DIY Kontak Redaksi: 081328078414 website: https://asysyariah.co.id email: asysyariah@gmail.com

凭借高频更新(最新数据采集于 07 三月, 2026),频道始终保持新鲜度与高覆盖。分析显示受众积极互动,使其成为 宗教与灵性 类别中的关键影响点。

12 682
订阅者
无数据24 小时
-2007 天
-24230 天

数据加载中...

标签云
无数据
有任何问题?请刷新页面或联系我们的客服
进出提及
---
---
---
---
---
---
吸引订阅者
三月 '26
三月 '260
在13个频道中
二月 '26
+22
在14个频道中
Get PRO
一月 '26
+24
在7个频道中
Get PRO
十二月 '25
+26
在14个频道中
Get PRO
十一月 '25
+18
在10个频道中
Get PRO
十月 '25
+12
在11个频道中
Get PRO
九月 '25
+21
在32个频道中
Get PRO
八月 '25
+27
在26个频道中
Get PRO
七月 '25
+5
在4个频道中
Get PRO
六月 '25
+6
在12个频道中
Get PRO
五月 '25
+4
在10个频道中
Get PRO
四月 '25
+20
在3个频道中
Get PRO
三月 '25
+35
在23个频道中
Get PRO
二月 '25
+16
在8个频道中
Get PRO
一月 '25
+16
在10个频道中
Get PRO
十二月 '24
+36
在20个频道中
Get PRO
十一月 '24
+16
在13个频道中
Get PRO
十月 '24
+65
在21个频道中
Get PRO
九月 '24
+87
在16个频道中
Get PRO
八月 '24
+97
在18个频道中
Get PRO
七月 '24
+47
在10个频道中
Get PRO
六月 '24
+47
在20个频道中
Get PRO
五月 '24
+109
在30个频道中
Get PRO
四月 '24
+112
在46个频道中
Get PRO
三月 '24
+140
在64个频道中
Get PRO
二月 '24
+112
在25个频道中
Get PRO
一月 '24
+144
在37个频道中
Get PRO
十二月 '23
+204
在40个频道中
Get PRO
十一月 '23
+184
在36个频道中
Get PRO
十月 '23
+175
在32个频道中
Get PRO
九月 '23
+155
在0个频道中
Get PRO
八月 '23
+152
在0个频道中
Get PRO
七月 '23
+217
在0个频道中
Get PRO
六月 '23
+203
在0个频道中
Get PRO
五月 '23
+201
在0个频道中
Get PRO
四月 '23
+214
在0个频道中
Get PRO
三月 '23
+221
在0个频道中
Get PRO
二月 '23
+139
在0个频道中
Get PRO
一月 '23
+178
在0个频道中
Get PRO
十二月 '22
+189
在0个频道中
Get PRO
十一月 '22
+226
在0个频道中
Get PRO
十月 '22
+199
在0个频道中
Get PRO
九月 '22
+261
在0个频道中
Get PRO
八月 '22
+209
在0个频道中
Get PRO
七月 '22
+442
在0个频道中
Get PRO
六月 '22
+368
在0个频道中
Get PRO
五月 '22
+255
在0个频道中
Get PRO
四月 '22
+262
在0个频道中
Get PRO
三月 '22
+94
在0个频道中
Get PRO
二月 '22
+97
在0个频道中
Get PRO
一月 '22
+170
在0个频道中
Get PRO
十二月 '21
+328
在0个频道中
Get PRO
十一月 '21
+175
在0个频道中
Get PRO
十月 '21
+152
在0个频道中
Get PRO
九月 '21
+176
在0个频道中
Get PRO
八月 '21
+198
在0个频道中
Get PRO
七月 '21
+321
在0个频道中
Get PRO
六月 '21
+119
在0个频道中
Get PRO
五月 '21
+390
在0个频道中
Get PRO
四月 '21
+536
在0个频道中
Get PRO
三月 '21
+264
在0个频道中
Get PRO
二月 '21
+232
在0个频道中
Get PRO
一月 '21
+271
在0个频道中
Get PRO
十二月 '20
+10 035
在0个频道中
日期
订阅者增长
提及
频道
05 三月0
04 三月0
03 三月0
02 三月0
01 三月0
频道帖子
Najiskah Bekas Telapak Kaki Anjing?Pertanyaan: Apakah tapak kaki anjing najis? Jika ya, bagaimana jika di lingkungan kampung sering ada anjing lalu lalang, tetapi tidak tahu mana saja jalan yang dilalui anjing? 🖊 Jawaban: Tentang najis atau tidaknya anggota tubuh anjing selain mulut atau air liurnya, ada perbedaan pendapat di antara ulama. Namun, terlepas dari hukum najis atau tidaknya anggota tubuh anjing, tanah atau lantai bekas pijakan/tapak anjing tidaklah menjadi najis. Tidak pula ada perintah syariat untuk membersihkan atau menyiramnya dengan air. Bahkan, sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata, كَانَتِ الْكِلاَبُ تَبُولُ، وَتُقْبِلُ وَتُدْبِرُ فِي الْمَسْجِدِ، فِي زَمَانِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمْ يَكُونُوا يَرُشُّونَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ “Dahulu pada masa Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam, anjing-anjing kencing, datang, dan pergi di (area) masjid. Namun, tidak ada yang mereka siramkan sedikit pun padanya.” (HR. al-Bukhari no. 174) Abu Dawud berkata bahwa apabila tanah atau lantai kering, ia tetap suci (walaupun terkena sentuhan sesuatu yang najis). Perkataan Abu Dawud di atas juga dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 🖊 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Yang tampak bagiku, perkataan Syaikhul Islam itulah yang benar, yaitu bahwa tanah yang terkena najis kemudian kering sehingga hilang bekas najisnya, tanah itu menjadi suci. Sebab, hukum sesuatu tergantung pada ilatnya (sebabnya). Oleh karena itu, selama tidak tampak bekas najisnya, dianggap tidak ada (najis). Dengan demikian, tanah tersebut menjadi suci.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 11/247) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/29/najiskah-bekas-telapak-kaki-anjing/ 📲 https://t.me/asysyariah/4213

2
Perbedaan Syirik Besar dan Syirik Kecil ❓Pertanyaan: Apakah benar pernyataan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan membawa dosa syirik (besar/kecil) tidak akan diampuni oleh Allah dan kekal di dalam neraka? 🖊 Jawaban: Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan perbedaan antara syirik besar dan syirik kecil sebagai berikut. ◾️Pertama: Syirik besar akan menghapus semua amalan, sedangkan syirik kecil (hanya) menghapus amalan yang mengandung syirik tersebut. ◾️Kedua: Syirik besar mengakibatkan pelakunya kekal di neraka, sedangkan syirik kecil tidak (sampai) mengakibatkan pelakunya kekal di neraka. ◾️Ketiga: Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan syirik kecil tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari agama. 📖 (al-Mulakhkhash fi Syarh Kitab at-Tauhid hlm. 46 cet. Dar al-‘Ashimah) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/29/perbedaan-syirik-besar-dan-syirik-kecil/ 📲 https://t.me/asysyariah/4212
2 054
3
Adakah Dalil Mandi Setelah Tobat? Sebuah pertanyaan pernah diajukan kepada al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyah wal Ifta`, Apakah diharuskan mandi setelah tobat yang benar? Al-Lajnah ad-Daimah menjawab sebagai berikut. Segala puji hanya bagi Allah satu-satu-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Tidak ada keharusan untuk mandi setelah tobat dari maksiat. Sebab, hukum asalnya hal itu tidak ada dasarnya dalam syariat. Kami juga tidak mengetahui adanya dalil yang menyelisihi hukum asal ini. Kecuali apabila tobat tersebut adalah bertobat dari kekafiran, disyariatkan bagi seseorang yang masuk Islam untuk mandi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintah sahabat Qais bin Ashim untuk mandi ketika beliau masuk Islam. (HR. Ahmad 5/61, Abu Dawud no. 355, at-Tirmidzi no. 605, dan an-Nasai 1/109) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/29/adakah-dalil-mandi-setelah-tobat/ 📲 https://t.me/asysyariah/4211
1 712
4
Jangan Berharap Tertimpa Musibah ❓Pertanyaan: Seseorang ingin berdoa seperti ini, “Ya Allah, jika Engkau ingin memberi saya musibah, berilah saya musibah dalam bentuk A, jangan dalam bentuk B.” Bolehkah demikian? 🖊 Jawaban: Tidak sepantasnya seseorang berharap tertimpa oleh musibah meskipun dalam bentuk pilihan. Sebaiknya dia berdoa agar diberikan keselamatan di dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, سَلُوا اللهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنَ الْعَافِيَةِ “Mintalah kepada Allah ampunan dan keselamatan. Sebab, tidaklah seseorang diberi karunia yang lebih baik, setelah keyakinan, daripada keselamatan.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari sahabat Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu anhu; dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam kitab Irwa al-Ghalil no. 917) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/29/jangan-berharap-tertimpa-musibah/ 📲 https://t.me/asysyariah/4210
1 741
5
Di Antara Sebab Tidak Terkabulnya Doa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بإثْمٍ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْاِسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي، فَيَسْتحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ “Senantiasa akan dikabulkan doa seorang hamba, selama tidak berdoa dengan perkara dosa atau memutuskan hubungan silaturahmi; selama ia tidak tegesa-gesa.” Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tegesa-gesa?” Beliau menjawab, “Dia mengatakan, ‘Aku sudah berdoa; aku sudah berdoa; tetapi tidak kunjung dikabulkan.’ Dia merasa menyesal saat itu lantas meninggalkan berdoa.” (HR. Muslim no. 2735 dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/29/berdoa-agar-si-fulan-menjadi-jodohnya/ 📲 https://t.me/asysyariah/4209
1 758
6
Apakah Sah Shalat Terlalu Cepat? ❓Pertanyaan: Apakah sah hukumnya, shalat yang terlalu cepat? 🖊 Jawaban: Ada sebuah hadits berisi celaan terhadap orang yang shalat dengan cepat. Imam Muslim meriwayatkan (no. 622) dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ: جَلَسَ يَرْقُبُ صَلَاةَ الْعَصْرِ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا “Itu adalah shalat orang munafik. Dia duduk menunggu shalat Ashar hingga ketika posisi matahari sudah berada di antara dua tanduk setan, dia berdiri (shalat) empat rakaat dengan gerakan yang cepat. Dia tidak mengingat Allah dalam shalat tersebut kecuali sedikit.” Imam az-Zarqani berkata, “(Pada hadits tersebut) secara jelas ada celaan terhadap orang yang shalat dengan cepat, tidak menyempurnakan kekhusyukan, tumakninah, dan zikir-zikirnya.” (Kitab Syarah az-Zarqani ‘ala al-Muwaththa’ 2/65) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/29/apakah-sah-shalat-terlalu-cepat/ 📲 https://t.me/asysyariah/4208
1 817
7
Tidak Boleh Berdusta dalam Canda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam orang yang berdusta dalam candanya. Bahz bin Hakim meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya, yang mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ فَيَكْذِبُ، وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ “Binasalah orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa dengan ucapannya, lalu dia berdusta. Binasalah dia, binasalah dia!” (HR. at-Tirmidzi no. 2315, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah) Dapat dipahami dari ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, tidak mengapa bila seseorang membuat orang-orang tertawa dengan ucapan yang jujur. (Tuhfatul Ahwadzi, 6/497) 💻 https://asysyariah.co.id/2025/08/25/kejujuran/ 📲 https://t.me/asysyariah/4207
1 828
8
Tidak Berdusta di Hadapan Anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang ibu berdusta kepada anaknya. Ini dikisahkan oleh Abdullah bin Amir bin Rabiah al-Adawi radhiyallahu ‘anhu. Suatu hari ibuku memanggilku, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk di rumah kami. Ibuku berkata, “Mari sini, aku akan memberimu sesuatu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya pada ibuku, “Apa yang akan kau berikan padanya?” Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya kurma.” Lalu beliau berkata kepada ibuku, “Seandainya engkau tidak memberinya sesuatu, niscaya dicatat atasmu sebuah kedustaan.” (HR. Abu Dawud no. 4991, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah) Kisah ini menunjukkan bahwa setiap perkataan yang ditujukan kepada anak-anak ketika mereka menangis misalnya, baik untuk bergurau maupun untuk membohongi si anak bahwa nanti akan diberi sesuatu atau ditakut-takuti dengan sesuatu, adalah haram dan termasuk kedustaan. 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/kejujuran/ 📲 https://t.me/asysyariah/4206
2 121
9
Peringatan Rasulullah dari Perbuatan Dusta Telah banyak peringatan dari perbuatan dusta yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya, beliau mengatakan bahwa dusta akan menggiring pelakunya untuk berbuat berbagai kejelekan lainnya. Demikian yang beliau kabarkan dalam hadits Abdullah bin Masud radhiyallahu ‘anhu, عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا “Hendaklah kalian selalu jujur. Sesungguhnya kejujuran akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang senantiasa jujur dan membiasakan diri untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Sesungguhnya dusta akan membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan membiasakan diri dengan berdusta, hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. al-Bukhari no. 6094, dan Muslim no. 2607) Hadits di atas mengandung anjuran agar seseorang berupaya membiasakan diri untuk jujur dan menjadikan kejujuran sebagai tujuan dan perhatiannya. Di samping itu, ada peringatan dari kedustaan dan sikap menggampangkan berbuat dusta, karena apabila seseorang terbiasa berdusta, dia akan sering berdusta hingga dikenal dengannya. Dan seseorang akan dicatat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala sebagai orang yang jujur bila dia membiasakannya, atau sebagai pendusta bila ia terbiasa dengannya. 📖 Syarh Shahih Muslim, 16/160 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/kejujuran/ 📲 https://t.me/asysyariah/4205
2 153
10
Allah Memerintahkan Kejujuran Allah subhanahu wa ta’ala memerintah hamba-hamba-Nya agar senantiasa berbuat jujur, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (at-Taubah: 119) Jujurlah kalian dan berpeganglah selalu dengan kejujuran, niscaya kalian termasuk orang-orang yang jujur dan akan selamat dari kebinasaan. Selain itu, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan kelapangan dan jalan keluar dalam berbagai urusan kalian. 📖 Tafsir Ibnu Katsir, 4/160 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/kejujuran/ 📲 https://t.me/asysyariah/4204
2 096
11
Manhaj Salaf dalam Menyikapi Kesalahan Penguasa Manhaj salaf dalam menyikapi kesalahan penguasa adalah tidak mengingkari kemungkaran penguasa secara terbuka, tidak pula menyebarkan kesalahan-kesalahan penguasa di hadapan banyak orang. Sebab tindakan tersebut bisa menyeret pada berbagai hal buruk yang lebih besar, dan berujung pemberontakan kepada penguasa. Pernah ada yang bertanya kepada Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, “Mengapa Anda tidak menemui Utsman untuk menasihatinya?” Usamah pun menjawab, “Apakah kalian anggap aku ini harus memperdengarkan kepada kalian jika aku menasihatinya? Sungguh, aku telah menasihatinya empat mata. Aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membuka (secara terang-terangan, -ed.) suatu perkara!” (Dikeluarkan al-Imam Ahmad dalam al-Musnad, 36/117, 21784, al-Bukhari no. 3267, Muslim no. 2989; dan lafaz ini dalam riwayat Muslim) 📌 Diterangkan oleh al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah, “Yang dimaksud oleh Usamah, beliau tidak ingin membuka pintu mujaharah (terang-terangan) mengingkari penguasa, karena mengkhawatirkan berbagai dampak buruknya. Beliau justru bersikap lemah-lembut dan menasihatinya secara diam-diam. Sebab, nasihat dengan cara seperti ini lebih layak diterima.” (Dinukil dalam Fathul Bari, 13/67, 7098) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/mengajari-anak-mencintai-pemerintah-muslim/ 📲 https://t.me/asysyariah/4203
2 300
12
Mendidik Anak dan Pemuda Kepada saudara sepupu yang saat itu masih kecil, yaitu Abdullah ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat, يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ “Wahai bocah, aku akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah Allah subhanahu wa ta’ala maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menjagamu, jagalah Allah maka engkau akan dapati Dia dihadapanmu, jika engkau meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau minta tolong, minta tolonglah kepada Allah!” (HR. at-Tirmidzi, dinyatakan sahih dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi) Hadits di atas menunjukkan perhatian dan bimbingan Islam kepada anak, baik yang masih kecil maupun yang remaja. Hal ini menjadi tugas utama orang tua, ayah dibantu oleh ibu, selaku pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban perihal anak-anak tersebut di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/mendidik-anak-dan-pemuda/ 📲 https://t.me/asysyariah/4202
2 307
13
Anak Lewat di Depan Ibunya yang Sedang Shalat ❓Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Ketika shalat, apakah seorang wanita wajib mencegah anaknya lewat di hadapannya? Dia tahu bahwa hal itu akan terjadi berkali-kali di tengah shalat, sehingga tindakannya akan menghilangkan kekhusyukan. Jika shalat sendirian, dia mengkhawatirkan terjadi bahaya pada anaknya.” 🖊 Beliau menjawab, “Tidak mengapa dalam keadaan seperti ini dia menahan anaknya agar tidak lewat di hadapannya ketika shalat, jika anak itu berkali-kali lewat dan dia mengkhawatirkan kekhusyukannya dengan tindakannya menahan anaknya itu, sebagaimana dikatakan oleh para ulama. Akan tetapi, dalam keadaan seperti ini anaknya diberi sesuatu yang mengasyikkan, namun tetap berada di dekat ibunya. Jika anak diberi sesuatu yang mengasyikkan, ia akan lalai dari hal-hal yang lainnya. Jika si anak menggelayuti ibunya karena lapar atau haus, sebaiknya sang ibu menunda shalatnya untuk memenuhi keperluan anaknya. Setelah itu, ia kembali menunaikan shalat.” 📖 Majmu’atu As’ilah Tahimmul Usrah 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/fatwa-ulama-seputar-pembenahan-perilaku-anak/ 📲 https://t.me/asysyariah/4201
2 444
14
Membaca Surah Al-Baqarah di Rumah Membaca surat al-Baqarah di rumah benar-benar akan mengusir setan darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ “Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya.” تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ “Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai pekuburan. Sungguh, setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya.” (lihat Shahihul Jami’ no. 7227) Perhatikanlah kekuatan surat al-Baqarah. Allah subhanahu wa ta’ala menjadikannya sebagai salah satu sebab terusirnya setan. 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/melindungi-anak-dari-setan 📲 https://t.me/asysyariah/4200
2 355
15
Menahan Anak Tetap di Rumah Saat Shalat Magrib dan Saat Matahari Tenggelam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Jabir radhiallahu ‘anhu, كُفُّوا صِبْيَانَكُمْ عِنْدَ فَحْمَةِ الْعِشَاءِ، فَإِنُّكُمْ تَدْرُونَ مَا يَبُثُّ اللهُ مِنْ خَلْقِهِ، فَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوا ا صْملََابِيحَ، وَأَكْفِئُوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكِئُوا السِّقَاءَ “Tahanlah anak-anak kecil kalian ketika datang waktu malam. Sebab, kalian tidak tahu makhluk apa yang Allah tebarkan (saat itu). Karena itu, tutuplah pintu, padamkanlah lampu, tutuplah bejana, kencangkanlah tali penutup wadah minum.” (lihat ash-Shahihah no. 3454) Maknanya, apabila waktu malam tiba, cahaya dipadamkan dan makanan tidak dibiarkan terbuka, tetapi ditutup. Hal ini sebagaimana disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika tidak mendapati sesuatu untuk menutupi makanan atau wadah, Anda letakkan sesuatu di atasnya dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala. Misalnya, Anda letakkan potongan (kayu) atau sendok di atasnya sembari mengucapkan, “Bismillah.” 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/melindungi-anak-dari-setan 📲 https://t.me/asysyariah/4199
2 445
16
Memohon Perlindungan bagi Anak dari Gangguan Setan Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan (kepada Allah subhanahu wa ta’ala) bagi al-Hasan dan al- Husain dengan berdoa, أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطاَنٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ “Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari ‘ain yang menimpakan kejelekan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam Shahih al-Bukhari, كَانَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّ مَالُ يُعَوِّذُ بِهَا أَبْنَاءَهُ إِسْمِاعِيلَ وَإِسْحَاقَ “Dahulu Ibrahim ‘alaihissalam memintakan perlindungan dengan doa ini bagi anak-anaknya, Ismail dan Ishaq.” 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/melindungi-anak-dari-setan 📲 https://t.me/asysyariah/4198
2 597
17
Menggunakan Rumah untuk Berzikir kepada Allah Rumah yang hidup ialah rumah yang di dalamnya disebut nama Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun rumah yang mati dan tidak berguna ialah rumah yang tidak disebut nama Allah ‘azza wa jalla di dalamnya. Oleh karena itu, sepantasnya seorang muslim melakukan sebagian bacaan al-Qur’an dan dzikrullah di rumahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, اجْعَلُوا مِنْ صَ تَالِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ، وَ تَجْعَلُوهَا عَلَيْكُمْ قُبُورًا، وَإِنَّ البَيْتَ لَيُتْلَى فِيْهِ القُرْآنُ؛ فَيَتَرَاءَى لِأَهْلِ السَّمَاءِ كَمَا تَتَرَاءَى النُّجُومُ لِأَهْلِ الْأَرْضِ “Lakukanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sungguh, dibacakan al-Qur’an di sebuah rumah, lantas terlihat oleh penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang oleh penduduk bumi.” (dinyatakan sahih oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 3112) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/25/melindungi-anak-dari-setan/ 📲 https://t.me/asysyariah/4197
2 245
18
Membersihkan Najis Hukmiyah ❓Pertanyaan: Apakah benar mazhab Maliki memiliki pendapat bahwa najis hukmiyah tidak berpindah? Lalu apakah jika kedua-duanya basah juga tidak berpindah? Seperti, kaki yang basah menginjak lantai basah yang ada najis hukmiyahnya. Apakah semua perabotan atau benda yang terkena najis hukmiyah harus dibersihkan? Jika iya, cukup banyak perabotan yang terkena dan cukup melelahkan. Saya sudah membersihkannya, tetapi ada benda yang belum saya bersihkan dan terkena bebasahan, otomatis menjadi najis. Dan sudah terpegang benda lainnya. Apakah saya diharuskan membersihkan lagi? 🖊 Jawaban: Najis hukmiyah adalah sesuatu yang dihukumi najis karena terkena atau tersentuh oleh sesuatu yang najis. Misalnya, lantai atau pakaian yang terkena atau tersentuh oleh kotoran atau air seni manusia. Mazhab Maliki berpendapat bahwa apabila najis yang mengenai sesuatu sudah dihilangkan dengan zat cair dan sudah tidak tampak lagi kotoran najis tersebut, hukum najisnya tidak berpindah. Al-Khalil (salah seorang ulama mazhab Maliki) berkata, “Selama zat najis sudah hilang walaupun bukan dengan air mutlak, tidaklah menjadi najis bersentuhan dengannya.” (Mukhtashar al-Khalil 1/18) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/21/membersihkan-najis-hukmiyah/ 📲 https://t.me/asysyariah/4196
2 293
19
Hukum Menengok Saat Shalat ❓Pertanyaan: Seseorang melongok ke kiri atau kanan dalam shalat wajib karena ingin mengetahui apakah imam sudah masuk gerakan baru atau tidak. Misal, dia ragu apakah imam sudah masuk rakaat kedua atau masih di gerakan sujud kedua pada rakaat satu. Haruskah dia mengulang shalatnya? 🖊 Jawaban: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, Menoleh/menengok hukumnya makruh bagi orang yang sedang shalat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang menoleh saat shalat. Beliau menjawab, هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ العَبْدِ “Itu suatu curian yang dicuri oleh setan dari shalat seorang hamba.” (HR. al-Bukhari no. 751) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/21/hukum-menengok-saat-shalat/ 📲 https://t.me/asysyariah/4195
2 125
20
Hukum Lelaki Shalat dalam Keadaan Rambut Terikat/Terpilin Abu Rafi’ radhiallahu anhu, maula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati al-Hasan bin Ali radhiallahu anhuma yang sedang shalat dalam keadaan jalinan rambutnya ditekuk ke tengkuknya. Abu Rafi’ radhiallahu anhu lalu melepasnya (mengurainya). Al-Hasan radhiallahu anhu pun menoleh kepadanya dengan marah. Abu Rafi’ radhiallahu anhu berkata, “Menghadaplah ke shalatmu dan jangan marah. Sebab, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ذَلِكَ كِفْلُ الشَّيْطَانِ “Pilinan rambut itu adalah tempat duduk setan.” (HR. Abu Dawud no. 646 dan at-Tirmidzi no. 384. Al-Albani rahimahullah menilai hadits ini hasan dalam Shahih Abi Dawud dan Shahih at-Tirmidzi) 🖊 Imam at-Tirmidzi rahimahullah berkata, “Hal ini diamalkan oleh para ulama, yaitu mereka membenci seorang lelaki shalat dalam keadaan rambut kepalanya dipilin.” (Sunan at-Tirmidzi, “Bab Ma Ja`a fi Karahiyati Kaffisy Sya’ra fish Shalah”) 💻 Baca selengkapnya: https://asysyariah.co.id/2025/08/23/larangan-menahan-baju-dan-rambut-saat-shalat-2/ 📲 https://t.me/asysyariah/4194
3 174