Ask The Experts
الذهاب إلى القناة على Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
إظهار المزيد1 811
المشتركون
+124 ساعات
+77 أيام
+2130 أيام
أرشيف المشاركات
1 811
🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 1️⃣6️⃣
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨Senin, 28 Juli 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
LEAD YOUR SELF, LEAD THE PEOPLE 🤝
oleh: Arisdiansah
Pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan dari pak Handry Satriago (CEO GE Indonesia: semoga Allah merahmati beliau) adalah ketika beliau menjelaskan konsep tentang Lilin dan Cermin.
Beliau mengatakan, "There are two ways to spread the light, being a candle or a mirror who reflect it" (Ada dua cara untuk menyebarkan cahaya, yaitu dengan menggunakan lilin atau cermin yang memantulkannya)Menjadi lilin yang dimaksud bukan permisalan dia terbakar habis untuk menyinari orang lain. Tetapi tentang bagaimana menjadi sumber cahaya. Artinya seorang leader harus punya sumber cahaya pada dirinya sendiri. Dia harus bisa bersinar dari kekuatan yang ada pada dirinya sendiri. Dia harus "lead your self". Selain itu seorang leader harus bisa menjadi cermin. Dia harus bisa menjadi wasilah agar orang lain juga bisa bersinar. Dia harus "Lead the people". Satu hari saya mendapatkan materi tentang tafsir surat Yunus ayat 5 tentang metafora yang begitu indah. Allah taala berfirman "Dialah yang menjadikan matahari bersinar (Dhiya) dan bulan bercahaya (nur)..." Ada kesamaan pola yang disampaikan pak Handry dengan pelajaran leadership dari metafora di dalam Alquran tentang matahari dan bulan. Allah menyebut matahari sebagai "Dhiya" yang bermakna Sumber pelita. Allah juga menyebutkan sebagai "Siraj" yang maknanya sama yaitu obor. Pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil bahwa manusia harus memiliki dan menjadi sumber cahaya untuk membuat dirinya sendiri bersinar. Dia harus "Lead your self" Allah menyebut rembulan sebagai "Nur" yaitu benda seperti cermin yang bisa memantulkan cahaya. Dia menjadi wasilah untuk memantulkan cahaya orang lain. Dia harus "lead the people".
Leaders dengan memiliki dua karakter ini akan menjadi leader yang tidak hanya membuat dirinya 'bersinar' tetapi juga membuat team yang dipimpin turut 'bersinar'.Dia punya kesadaran bahwa sebagai seorang leader, Dia harus mampu menyadarkan teamnya bahwa mereka punya cahaya untuk dipancarkan, dan dia mampu membuat mereka bersinar. Tugas leaders adalah melihat secercah cahaya yang dimiliki oleh teamnya, dan kemudian membuat semakin banyak orang bisa memancarkan cahaya yang dimilikinya. Saya rasa konsep ini tidak hanya relevan di dunia bisnis atau organisasi. Dimanapun kita bisa menjalankan peran ini. Di keluarga terutama. Semoga kita mampu menjalaninya. #INISIATIF #TGIF
1 811
🔤🔤🔤 🔤🔤
GET READY BABAK TOP 20 ZUMA !!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Kamis, 31 Juli 2025 (Arena 1-2) Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 20 (Wajib Membuka Level 10) 👉👉 Link ZUMA Online🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 1. Kriteria 5 orang pemain yg ditetapkan lanjut ke babak berikutnya adalah 5 orang tercepat yang menyelesaikan level permainan, dan/atau pemain yg paling lama bertahan (gak game over) di level permainan pd arena tersebut 2. Pemain otomatis didiskualifikasi apabila: - Pemain yang bermain di level yg tdk sesuai juknis (Arena Babak Top 20 ini dimainkan di level 10) - Pemain yg terlambat join di arena (saat aba-aba mulai permainan telah diumumkan mulai oleh host/cohost)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤 🏆
Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan senyum dan kerja sama! 🇲🇨
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤
Selamat kepada 16 Tim Family 100 yang berhasil bertahan hingga tahap ini! Terima kasih atas semangat dan strategi terbaik yang telah ditunjukkan 💪🏆Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung setia seluruh Tim di babak 16 besar, COMMIT ATE membuka POLLING BERHADIAH SOUVENIR (Kaos/Tote) masing-masing untuk 5 (lima) orang Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak paling banyak untuk Tim yang akan berhasil masuk ke Babak Semifinal Family 100 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 28 Juli 2025 pukul 15.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1Note: Bila tidak ada suporter yang berhasil menjawab dengan tepat 4 tim semifinalis sekaligus, maka pencarian pemenang doorprize akan berlanjut ke suporter yang berhasil menebak minimal 3 tim semifinalis dengan tepat (Semakin banyak tebakan yang benar, maka peluang untuk mendapatkan souvenir akan makin besar) #Family100 #SemarakHUTke57BPJSKesehatan
1 811
NAMA YANG MENULISKAN TAKDIRNYA
oleh: Herry Tjahjono
Mereka menamainya Leonardo, sebuah nama yang berarti keberanian. Singa yang berani! Dan semesta seperti telah menuliskan takdirnya sejak bayi itu menarik napas pertamanya di dunia. Tanggal 20 Juli 2025, laut Talise menatap kapal Barcelona 5 yang terbakar. Kapal yang seharusnya membawa mereka pulang, tapi berubah menjadi ujian hidup dan mati. Di atas dek yang sesak dan penuh kepanikan,
seorang ayah bernama Yongki Papalapu berdiri diam dalam gentingnya waktu. Yongki memandang tiga orang paling dicintainya: istrinya, mertuanya, dan anak laki-laki yang baru saja belajar tersenyum.
Hanya ada dua pelampung, namun ada empat nyawa. Maka hanya tersedia dua pilihan. Dan lelaki ini tak memilih dirinya sendiri.
Ia pasangkan pelampung itu kepada istri dan mertuanya–dengan tenang–nyaris seperti sebuah ritual pengorbanan. Lalu Yongki menggendong Leonardo kecil erat-erat, bayi kebanggaannya, seperti menggenggam hidup itu sendiri. Dari jendela kapal setinggi enam meter, ia melompat. Bukan melompat ke laut semata-mata, tetapi ke ketidakpastian yang siap menelan siapa pun.
Namun cinta membuatnya bertahan. Dengan satu tangan menggenggam bayi mungil, mengangkatnya tinggi agar tak tersapu air laut, serta doa dan harapan:
Selamatkan anakku, ya Tuhan. Selamatlah engkau, Nak.
Sepotong pecahan sterefoam diraihnya, dijadikannya rakit penyelamat, lalu doanya menjadi dayung yang tak terlihat. Ayah itu tidak hanya melindungi anaknya dari ombak, tapi juga dari ketakutan, kehilangan, dan luka yang mungkin tak terlihat.
Dan kelak Leonardo akan tumbuh, meski mungkin lupa wajah laut yang nyaris merenggutnya. Lalu ketika "singa pemberani" ini sudah cukup dewasa untuk mengerti, ia akan paham:
Bahwa sebelum ia bisa berjalan, seorang lelaki yang dipanggilnya ayah– telah berenang untuknya– mempertaruhkan segalanya, demi dirinya. Dan dari sana, ia akan belajar:
Bahwa menjadi lelaki bukan soal kekuatan, tapi tentang keberanian untuk mencintai tanpa syarat. Tentang keberanian untuk menjadi pahlawan bagi orang-orang tercinta, tanpa berharap pujian apapun dari dunia.
#INISIATIF
1 811
🔤🔤🔤 🔤🔤
GET READY BABAK TOP 55!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Kamis, 24 Juli 2025 (Arena 1 - 4 Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 55 (Wajib Membuka Level 5) 👉👉 Link ZUMA Online🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 1. Kriteria 5 orang pemain yg ditetapkan lanjut ke babak berikutnya adalah 5 orang tercepat yang menyelesaikan level permainan, dan/atau pemain yg paling lama bertahan (gak game over) di level permainan pd arena tersebut 2. Pemain otomatis didiskualifikasi apabila: - Pemain yang bermain di level yg tdk sesuai juknis (Arena Babak Top 55 ini dimainkan di level 5) - Pemain yg terlambat join di arena (saat aba-aba mulai permainan telah diumumkan mulai oleh host/cohost)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
🔤🔤🔤 🔤🔤
GET READY BABAK TOP 55!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Kamis, 24 Juli 2025 (Arena 1 - 4 Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 55 (Wajib Membuka Level 5) 👉👉 Link ZUMA Online🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 1. Kriteria 5 orang pemain yg ditetapkan lanjut ke babak berikutnya adalah 5 orang tercepat yang menyelesaikan level permainan, dan/atau pemain yg paling lama bertahan (gak game over) di level permainan pd arena tersebut 2. Pemain otomatis didiskualifikasi apabila: - Pemain yang bermain di level yg tdk sesuai juknis (Arena Babak Top 55 ini dimainkan di level 5) - Pemain yg terlambat join di arena (saat aba-aba mulai permainan telah diumumkan mulai oleh host/cohost)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
Oleh: Muhammad Ahadun
Dulu aku pikir, memberi adalah tanda kekuatan. Dan menerima… adalah tanda kelemahan.
Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa “memberi” itu mulia,
sementara “menerima” itu membuatku terlihat lemah, tak mampu, tak cukup mandiri.
Hingga suatu hari, aku kelelahan memberi, terus menjadi kuat, terus menolong, terus jadi penopang…
dan diam-diam berharap seseorang peka dan membalas.
Saat itu aku sadar:
aku belum benar-benar ikhlas saat memberi, dan belum benar-benar bebas saat menerima.
Filsuf Kahlil Gibran pernah menulis:
“Kamu memberi sedikit saat kamu memberi dari milikmu. Tapi jika kamu memberi dari dirimu, itulah pemberian sejati.”
Dan aku menambahkan:
Menerima dengan hati terbuka juga adalah bentuk kerendahan hati. Sebuah pengakuan bahwa kita saling membutuhkan, dan tak satu pun dari kita bisa hidup sendirian.
Memberi bukan untuk merasa lebih tinggi.
Menerima bukan untuk merasa rendah.
Keduanya hanyalah arus cinta yang saling mengalir
di mana hari ini kamu memberi, dan esok kamu diberi.
Saat kamu memberi dengan ikhlas,
tanpa ingin dikagumi, tanpa berharap balasan, kamu telah menyentuh inti dari keberlimpahan.
Dan saat kamu bisa menerima dengan terbuka, tanpa gengsi, tanpa curiga, kamu sedang merayakan sisi manusia dalam dirimu.
Jadi hari ini, mari belajar keduanya. Memberi tanpa ingin terlihat. Menerima tanpa merasa malu.
Karena hidup bukan soal siapa yang punya lebih, tapi siapa yang bisa membiarkan cinta mengalir lewat dirinya.
#INISIATIF
1 811
4 Tim Terakhir di Babak 16 Besar Telah Terkonfirmasi 🏆
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Selasa, 22 Juli 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya Babak 16 Besar 🇲🇨
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤 💯
Setelah melalui Babak penyaringan dari Total 120 Tim Peserta Family 100. Kini sudah didapatkan 11 Tim terbaik dan tersolid (Menunggu 4 Tim hasil match hari ini) yang akan dinyatakan lolos ke Babak 16 Besar Family 100 Tahun 2025 🇲🇨
Juknis di babak 16 Besar nanti masih sama, yakni: - Penentuan lawan 2 Tim yang akan bertanding diatur secara manual oleh Panitia (Diupayakan Tim dari Wilayah yang sama untuk tidak saling bertemu) - Karena komposisi Tim yang lolos pada Babak ini hanya akan ada 15 Tim (Ganjil), maka akan diundi 1 Tim yang akan dinyatakan lolos langsung ke Babak 8 Besar#Family100
1 811
oleh : Muhammad Ahadun
Suatu malam, seorang sahabat bertanya, “Kenapa tabunganku selalu habis, padahal gajiku naik?”
Aku tersenyum getir: Mungkin karena dompetmu penuh angka, tapi hatimu belum penuh makna.
Ingat masa kecil ketika kita menabung koin di celengan? Bukan besar nilainya, tapi besar harapannya:
beli buku komik, hadiah ulang tahun ibu, atau sekadar es krim di hari panas.
Saat itu, setiap rupiah punya cerita.
Lalu kita tumbuh dewasa, gajian lewat rekening, dan angka sekadar lewat tanpa rasa.
• Stoikisme mengingatkan: “Kendalikan yang bisa dikendalikan.” Uang hanyalah alat; pilihan pengeluaranlah yang mengekspresikan kebajikan.
• Tasawuf berbisik: harta adalah amanah, ia bersih atau keruh tergantung niat pemiliknya.
• Dalam ekonomi eksistensial, Jean‑Paul Sartre seolah berkata: “Kita dihukum untuk bebas memilih.” Maka setiap swipe kartu adalah deklarasi nilai hidupmu.
Cobalah menuliskan tiga tujuan jiwa: • Belajar & bertumbuh ✅ • Menyembuhkan luka lama ✅ • Melayani sesama ✅Lalu cek mutasi bankmu, apakah arus uangmu mengalir ke tiga sungai itu, atau tercecer di rawa impuls dan status sosial? “Tell me what you spend money on, and I will tell you who you are.” — James W. Frick Langkah Praktis • Sebelum membeli, tanya: Apakah ini memberi makna atau sekadar mengisi kekosongan? • Saat berinvestasi, tanya: Apakah ini menumbuhkan diriku & dunia, atau hanya menumbuhkan ego? • Sesudah membayar, rasakan: Apakah hati terasa lapang? Jika tidak, mungkin itu bukan pengeluaran, melainkan pengabdian pada ilusi. Uang akan selalu pergi. Tetapi kisah di balik kepergiannya bisa tinggal selamanya. Gunakan ia sebagai tinta untuk menulis tujuan jiwamu, bukan sekadar angka di laporan keuangan. #INISIATIF
1 811
Menang Tanpa Merendahkan, Kalah Tanpa Menyalahkan 🏆
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Senin, 21 Juli 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya 🇲🇨
1 811
SAMPAI TUJUH RATUS PURNAMA 🫡
oleh: Herry Tjahjono
Tragedi ini terjadi tujuh tahun yang lalu, tepatnya 28 September 2018, di bandara SIS Al-Jufrie, Palu. Namun pesan emasnya layak menjadi abadi.
Kala itu....
Langit masih nampak tenang, lalu lintas udara berjalan seperti biasa. Dan di atas menara, seorang anak muda
berdiri tenang–hanyut dalam amanahnya.
Nama pemuda itu Anthonius Gunawan Agung, petugas ATC yang masih berusia 21 tahun. Agung tidak berseragam gagah, tapi jiwanya penuh nyali pertanggungjawaban.
Saat gempa 7,4 SR mengguncang, semua orang berlari: menyelamatkan dirinya masing-masing. Tapi tidak dengan Agung. Dia tetap tinggal. Bukan karena tak takut, tapi karena ada satu pesawat yang belum sempat tinggal landas: Batik Air ID 6231. Dan di dalamnya, 180 nyawa menanti keputusan.
Bumi semakin berguncang
dan menara nyaris roboh, tapi Agung bertahan dengan segenap sisa keberaniannya: tetap memberikan instruksi dengan suara yang tenang dan pasti. Nyaris tanpa kepanikan. Agung menunggu hingga pesawat benar-benar aman, barulah dia meloncat dari atas menara demi hidupnya sendiri. Agung terluka parah, nyawanya tak tertolong.
Agung tak sempat menua, tapi anak muda ini meninggalkan warisan yang bahkan kebanyakan pemimpin belum tentu memilikinya:
keberanian untuk tidak memikirkan diri sendiri.
Agung tidak punya jabatan tinggi, dia hanya anak muda kebanyakan, manusia biasa yang berani memutuskan:
bahwa tugas adalah kehormatan, dan itu sebabnya nyawa orang lain layak diperjuangkan.
Agung wafat sebagai penjaga langit, tapi sesungguhnya dia menjaga yang jauh lebih besar: kemanusiaan.
Langit Palu telah bersaksi,
dan kami di bumi belajar diam-diam dari jiwamu. Namamu bukan hanya ditulis di logistik penerbangan, tapi terutama di hati mereka yang percaya–bahwa masih ada manusia yang memilih tinggal–ketika semua pergi.
𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩, 𝘈𝘨𝘶𝘯𝘨–𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘵𝘶𝘫𝘶𝘩 𝘳𝘢𝘵𝘶𝘴 𝘱𝘶𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢.
#INISIATIF
1 811
🔤🔤🔤 🔤🔤
GET READY BABAK TOP 55!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨Kamis, 24 Juli 2025 (Arena 1 - 4 Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 55 (Wajib Membuka Level 5) 👉👉 Link ZUMA Online More Info? (Rekaman TM Zuma ATE): https://youtu.be/NJLIgcdJGwo?si=Nq2hebHzC0Kuhryp
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
GET READY!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨Rabu, 23 Juli 2025 (Arena 1 - 3 Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) Syarat Peserta Mengikuti Babak Penyisihan (Wajib Membuka Level 4) 👉👉 Link ZUMA Online More Info? (Rekaman TM Zuma ATE): https://youtu.be/NJLIgcdJGwo?si=Nq2hebHzC0Kuhryp
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
متاح الآن! بحث تيليغرام 2025 — أهم رؤى العام 
