Ask The Experts
الذهاب إلى القناة على Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
إظهار المزيد1 856
المشتركون
لا توجد بيانات24 ساعات
لا توجد بيانات7 أيام
+2730 أيام
أرشيف المشاركات
1 856
Bekerja dalam melayani Peserta JKN bukan hanya mencari solusi, tapi juga menanam kebaikan, dalam setiap senyum yang kembali, ada nilai ibadah yang abadi. @randotcom (KC Solok)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQWQFRFEtW5/?igsh=MWs4c2xrdmQ1YXZxNw==
1 856
Syukur sebagai Kunci Kebahagiaan 😇
Oleh: Muhammad Ahadun
Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, tapi entah kenapa… tetap terasa kosong?
Semua berjalan, tapi hati tetap sepi.
Kau punya cukup banyak hal untuk disyukuri, tapi yang muncul justru keluhan kecil yang tak pernah habis.
Aku pun dulu begitu.
Bangun pagi, mengejar banyak hal, merasa kekurangan terus. Sampai suatu hari aku melihat seorang penjual teh di pinggir jalan.
Ia duduk di bawah terik matahari, wajahnya berkeringat, tapi senyum itu… jujur sekali.
Ia menyerahkan segelas teh sambil berkata pelan, “Alhamdulillah, hari ini ramai, Mas.”
Aku diam cukup lama. Saat itu aku sadar. Mungkin kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu menyadari bahwa hidup ini sudah cukup.
Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tetapi kesadaran batin bahwa setiap detik adalah anugerah.
Ketika hati benar-benar melihat, tidak ada yang terlalu kecil untuk disyukuri. Bahkan udara yang kita hirup, langkah yang masih bisa kita ambil, adalah keajaiban yang sering terlupakan.
Filsafat Timur mengajarkan bahwa penderitaan sering muncul bukan karena kita kekurangan sesuatu, tapi karena kita gagal melihat betapa banyak yang sudah kita miliki.
Dan di situlah letak rahasia kebahagiaan yang paling sederhana. Syukur mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah kesibukan menjadi ketenangan, dan mengubah hidup biasa menjadi sesuatu yang sakral.
Seperti yang pernah dikatakan Meister Eckhart, seorang mistikus:
“Jika satu-satunya doa yang kamu ucapkan dalam hidupmu adalah ‘Terima kasih’, itu sudah cukup.”
Kita tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk bahagia. Cukup berhenti sejenak, menatap apa yang sudah ada di depan mata,
dan berkata lembut dari hati:
“Terima kasih, Tuhan. Aku sudah cukup.”
#INISIATIF
1 856
Di balik senyum Duta BPJS Kesehatan, ada banyak alasan kenapa mereka betah banget kerja di sini ❤️
Yuk kepoin, siapa tahu alasan mereka juga jadi alasan kamu!
https://www.instagram.com/reel/DQS4Ag-CVTV/?igsh=MWN6Mzlsa3VyOXM4bQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
1 856
Oleh: Dedi Priadi
Seperti keimanan kita yang kembang dan kempis, alur kehidupan kita pun demikian: naik dan turun, selalu ada riak, dan tidak pernah datar.
Kebanyakan kita terbuai mengejar ilusi kebahagiaan yang konstan, garis lurus tanpa goncangan. Realitanya, alur kehidupan bergerak ibarat sungai yang mengalir, memunculkan jeram, riak, bahkan gelombang yang justru menguatkan makna kehidupan.
Mari kita cermati perjalanan ini dengan seksama: awalnya kita menikmati momentum puncak (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘩𝘪𝘫𝘢𝘶) —penuh sukacita, keberhasilan, dan harapan. Lalu diikuti oleh penurunan (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩) yang wajar, fase alami yang menyiapkan kita untuk lompatan berikutnya.
Lembah-lembah ini—masa-masa tantangan, kerugian, atau kesedihan—adalah tempat kita paling banyak belajar. Keadaan ini bukan kehampaan, tetapi ruang tempaan yang menguji dan menguatkan batin kita.
Dari kedalaman itu, kita akan menemukan energi baru. Kurva pasti akan menanjak lagi, dan kita akan mendapati diri lebih tabah, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap anugerah kecil yang Tuhan berikan.
Inilah rahasia keseimbangan hidup: menerima bahwa hidup terdiri dari ayunan antara terang dan gelap. Keragaman emosi inilah yang menjadikan kisah kita kaya dan bermakna.
Dengan pandangan ini, masa-masa sulit hanyalah persinggahan sementara. Periode ini adalah jeda penting untuk perenungan, yang akan menyiapkan kita untuk momentum baru dan pemahaman diri yang lebih mendalam.
Peluklah setiap gelombang, anggap kesulitan sebagai guru. Fokuslah pada arah jangka panjang kita.
Karena sungguh, hidup yang baik pada akhirnya bukan tentang menghindari rasa sakit atau menjaga kurva tetap tinggi. Melainkan tentang keberanian untuk bangkit setelah berkali-kali terjatuh, dan terus bergerak maju menuju akhir yang baik dalam keadaan jiwa yang tenang dan diridhoi.
#INISIATIF
1 856
Repost from N/a
INFO PODIUM 🏆
Selamat dan Sukses untuk rekan kita Kk @ginasyaada (RO KC Cibinong) yang keluar sebagai Juara 1 Catur Kategori Wanita Terbaik Umum Non Master dalam Turnamen Catur AGRICHESS 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada 25 Oktober 2025. Terus gemakan Semangat INISIATIF ke penjuru Negeri 🇲🇨🏆
INISIATIF
1 856
KEBANGGAAN BERSAMA 🇲🇨
Kadang, inspirasi datang bukan dari kata-kata... tapi dari teladan yang nyata. 🙏
Terima kasih, Bapak Dirum Andi Afdal, atas langkah dan dedikasi yang telah menumbuhkan semangat belajar dan kolaborasi di keluarga besar BPJS Kesehatan. Melalui semangat Bapak, Community of Interest termasuk kami di COMMIT Ask The Experts (ATE) kini bisa tumbuh menjadi ruang belajar, berbagi, dan berkomunikasi bersama. Bapak telah menyalakan api kolaborasi yang akan terus kami jaga. 🔥
Yuk, rekan-rekan Sobat ATE selindo, mari tulis doa dan kesan terbaik kita untuk Bapak Dirum di kolom komentar. Klik disini 🤝#INISIATIF #funandmeaningful
1 856
Teman-teman Relationship Officer (RO) mana suaranya? 🎤🇲🇨
Mereka selalu bawa semangat bahwa “Setiap pekerja dan anggota keluarganya harus terlindungi.” 👏
https://www.instagram.com/p/DQLIk-KiYRD/?igsh=MTF2cWV1dXBqaDJqdQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
1 856
Oleh: Dedi Priadi
Saat kita memaafkan, kita membuka pintu empati, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita,atas rasa sakit yang kita pikul.
Saat kita memaafkan, kita membuat hubungan menjadi lebih baik dan lebih sehat. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan apa yang terjadi.
Saat kita memaafkan, kita menerima situasi apa adanya. Dengan begitu, kejadian itu tidak lagi memiliki kendali atas diri kita dan hidup kita.
Saat kita memaafkan, tubuh dan pikiran kita berterima kasih. Kesehatan mental kita meningkat, sistem imun menguat, dan tekanan darah menurun.
Saat kita memaafkan, beban stres dan kecemasan perlahan terangkat. Kita merasa lebih ringan dan bisa bernapas lega.
Saat kita memaafkan, kita membantu diri sendiri menemukan kedamaian batin. Kita bisa melepaskan masa lalu dan melangkah maju dalam hidup, tanpa beban.
Memaafkan adalah keputusan berani untuk merebut kembali kedamaian kita dari siapa pun yang mencoba mencurinya dari kita.
#INISIATIF #TGIF
1 856
KEISTIMEWAAN MEMILIKI BANYAK TEMAN 🤝
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi!
Self-reminder...
Bahwa memiliki lebih banyak teman akan membuat kita menjadi lebih cerdas.
Di buku Humankind (Rutger Bregman) ini dijelaskan bahwa kita manusia (baca: Homo Sapiens) pernah hidup bersama-sama menghuni muka bumi ini dalam kurun waktu yang lama dengan spesies manusia purba Homo Neanderthals yang (menurut para ahli) memiliki volume otak lebih besar sehingga secara teori seharusnya lebih cerdas daripada kita.
Namun pada kenyataannya Neanderthals akhirnya punah lebih dulu, sementara kita bertahan hingga hari ini. 😱
Lalu apa sih keistimewaan kita dibandingkan Neanderthals? Bagaimana mungkin spesies yang memiliki keunggulan biologis lebih tinggi dari kita bisa "kalah" dan hilang dari peradaban?
Salah satu paragraf di buku ini menganalogikannya seperti ini:
"If Neanderthals were a super-fast computer, we were an old-fashioned PC... with wi-fi. We were slower, but better connected." (Jika Neanderthal adalah komputer super cepat, kita adalah PC kuno... dengan Wi-Fi. Kita memang lebih lambat, tetapi koneksinya lebih baik.)Ternyata dengan volume otak kita yang lebih kecil, kita bisa bertahan di bumi ini dengan cara saling terhubung satu sama lain. Hubungan sosial yang kita bangun dengan orang lain ternyata menguatkan ikatan kita dan membuat kita lebih cerdas, sehingga eksistensi manusia di bumi bisa lebih lama dan membawa keuntungan secara evolusioner. Jadi, sudahkah kita memiliki banyak teman? Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini? Have a nice and wonderful day! ❤️ #INISIATIF
1 856
Jauh dari hiruk pikuk kota, di antara sungai dan perbukitan Mahakam Ulu, Duta BPJS Kesehatan tetap hadir membawa semangat, senyum, dan tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. 🇲🇨
Karena bagi mereka, pengabdian nggak butuh sorotan, cukup niat dan langkah nyata.
Cek perjuangannya di sini
https://www.instagram.com/reel/DQGSEK7CZD5/?igsh=N2J0YmY0bWdxeTBp
1 856
oleh: Dedi Priadi
Penyakit hati yang paling halus dan berbahaya adalah iri hati. Iri hati membakar kebaikan, layaknya api menghancur-leburkan kayu bakar.
Tanpa sadar, iri hati menciptakan ilusi optik pada hati dan pikiran Anda. Anda menjadi lebih sering melihat rumput tetangga tampak lebih hijau dari milik Anda sendiri.
Mengapa Anda mudah tertipu? Karena Anda tahu pasti setiap lubang dan kekurangan di halaman Anda. Sementara itu, Anda hanya melihat hasil yang indah dari kejauhan, tanpa tahu seberapa telaten tetangga Anda menyiram rumputnya.
Anda sering membandingkan realitas Anda yang penuh perjuangan dengan citra sempurna yang orang lain tampakkan di media sosial. Standar kebahagiaan pun jadi tidak realistis. Anda merasa kurang bahagia karena terus mengejar fatamorgana.
Ingatlah, kebahagiaan di tempat lain hanya bersifat sementara. Apapun yang baru, kelak akan menjadi biasa. Lahan yang Anda idamkan pun, jika sudah dimiliki, pasti akan memiliki kekurangan tersembunyi.
Jalan keluar dari jerat ini adalah dengan mengubah arah pandang. Hentikan kebiasaan mencari hal yang hilang, dan mulailah menghargai hal-hal baik yang sudah Anda miliki saat ini.
Bukan tentang mencari yang sempurna, tetapi tentang memanfaatkan dan mensyukuri nikmat yang ada. Berhenti melihat ke atas pagar. Fokuslah pada potensi diri yang bisa Anda kembangkan sekarang.
Kedamaian sejati tidak ditemukan di lahan orang lain. Kedamaian sejati tumbuh dari tangan Anda sendiri, dari ketulusan usaha dan perhatian penuh Anda pada hidup ini.
Jauhi sikap iri hati. Sibuklah merawat rumput Anda sendiri sehingga Anda tidak punya waktu untuk memperhatikan apakah rumput orang lain lebih hijau. Terus siangi dan rasakan keindahan rumput yang tumbuh karena siraman air Anda sendiri.
#INISIATIF
1 856
Oleh: Suluk Salik
Kalimat itu menegaskan satu kebenaran sederhana tapi sering kita hindari: segala hasil punya harga. Karakter yang kuat —keteguhan, disiplin, integritas, ketahanan—tidak tumbuh dari kenyamanan. Ia dibentuk oleh latihan, pengorbanan, kegagalan yang dipelajari, dan pilihan berulang untuk melakukan hal yang benar meski mudahnya adalah mengambil jalan pintas.
Secara praktis ini berarti ada opportunity cost: waktu, kenyamanan, dan kesenangan sesaat yang kau korbankan untuk membentuk kebiasaan yang membawamu ke kedewasaan. Atlet yang tangguh menolak pesta demi latihan; pemimpin yang bertanggung jawab menanggung keputusan sulit yang membuatnya sepi dipuji; orang berakhlak menahan godaan yang merusak relasi demi martabat jangka panjang. Bila kau memilih hidup yang “mudah” sepanjang waktu, kemungkinan besar kau juga memilih agar banyak kesempatan pendewasaan berlalu tanpa diambil.
Tapi penting juga membedakan dua jenis kesulitan. Ada penderitaan konstruktif —latihan yang meningkatkan kapasitas, ujian yang mengajarkan kearifan—dan ada penderitaan sia-sia yang merusak tanpa memberi pelajaran (eksploitasi, trauma yang berkepanjangan, atau kebiasaan merugikan). Bijak berarti memilih tantangan yang sehat: yang menumbuhkanmu, bukan yang menghancurkanmu. Itu juga berarti merencanakan pengorbanan secara sadar, bukan sekadar mengagungkan kerasnya hidup sebagai tujuan tanpa arah.
Jadi pilihan ada di tanganmu: apakah hari ini kau ingin merasa nyaman dan aman sekarang, atau menanam disiplin yang membuatmu kuat di kemudian hari? Keduanya sah —asal kau menyadari konsekuensinya. Lebih jujur lagi, tanya diri: nilai apa yang pantas kau korbankan kenyamanannya demi menjadi orang yang ingin kau lihat di cermin lima tahun ke depan?
#INISIATIF
1 856
Di mana pun bertugas, semangat pelayanan kami tetap sama! 🇮🇩
Karena rindu tak pernah jadi alasan untuk berhenti melayani, justru jadi sumber energi untuk terus bergerak. 🔥
Cek selengkapnya di sini
https://www.instagram.com/p/DQBvA2BCXHO/?igsh=OW43Zjhyc2p6eTMz
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
1 856
YAKINLAH, KEBAIKAN SELALU KEMBALI 😊
Oleh: Dedi Priadi
Ini kisah nyata. Kejadiannya bulan lalu menimpa seorang Kawan.
Kawan saya bercerita, suatu hari ia dalam keadaan terdesak: harus menyiapkan dana 100 Milyar dalam tiga hari! 😲😥
Uang 100 Milyar itu dibutuhkan untuk menyuntik modal bisnis perusahaanya. Jika tidak tersedia dalam tiga hari, bisnis jasa keuangan Kawan yang dalam dua tahun ini menjamur senusantara dinyatakan illegal!
Dalam kegalauan yang dalam, tiba-tiba Kawan saya teringat seorang tokoh, atau lebih tepatnya pengusaha kakap dalam bisnis jasa keuangan sejenis. Kawan itu lalu nge-𝘸𝘩𝘢𝘵𝘴𝘢𝘱𝘱 pengusaha kakap ini. Ia ceritakan masalahnya. 𝘘𝘢𝘥𝘢𝘳𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩, tanpa diduga, pengusaha itu merespon positif pesan 𝘸𝘩𝘢𝘵𝘴𝘢𝘱𝘱 Kawan saya itu dengan cepat.
Besoknya, sang pengusaha terbang ke kota tempat Kawan saya tinggal. Pengusaha itu datang bersama tim auditnya. Dalam selang waktu tak lama, kesepakatan tercapai. Si pengusaha sepakat untuk menangani masalah kekurangan modal 100 Milyar.
Keesokan harinya, mereka berdua terbang ke Jakarta. Bareng-bareng datang ke salah satu kantor Pemerintah, dan menyelesaikan permasalahan kurangnya modal kerja itu dengan cepat.
“𝘞𝘪𝘳𝘪𝘥𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢, Mas?,” tanya saya spontan kepada Kawan ketika pertama kali mendengar cerita ini.
“Ah nggak ada, Mas Dedi,” kilah Kawan saya itu,
“Tapi ada hal menarik, selepas pertemuan “penting itu” saya keluar ruangan langsung menangis. Saya menangis karena saya teringat nasib 40 karyawan saya yang sedang saya sekolahkan S2 dan 3 karyawan yang sedang saya sekolahkan S3. Bagaimana nasib sekolah mereka kalau usaha saya ditutup?," lanjut cerita Kawan dengan nada sedih. 🥲🥲🥲
“𝘖𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘳𝘢𝘩𝘢𝘴𝘪𝘢𝘯𝘺𝘢! 𝘚𝘦𝘥𝘦𝘬𝘢𝘩 𝘔𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘸𝘢𝘴𝘪𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢,” tukas saya spontan.
Lalu saya bercerita kepada Kawan bagaimana Rasulullah ﷺ sangat menghargai karakter orang yang dermawan.
“Dahulu, ada tawanan perang di zaman Rasulullah yang beliau bebaskan dikarenakan tawanan itu bercerita tentang kedermawanan dan kebaikan akhlak ayahnya --Hatim Al-Tha’i-- kepada Rasulullah. Selepas Rasulullah mendengar cerita kedermawanan Hatim Al-Tha’i, beliau lalu bersabda “𝘉𝘦𝘣𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘣𝘶𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢.”
𝘒𝘪𝘯𝘥𝘯𝘦𝘴𝘴 𝘢𝘭𝘸𝘢𝘺𝘴 𝘳𝘦𝘵𝘶𝘳𝘯𝘴. Kebaikan selalu akan kembali, tidak selalu dari orang yang Anda bantu, tetapi dari alam semesta itu sendiri, seringkali dalam bentuk yang paling Anda butuhkan.
Ibarat bumerang, setiap kebaikan yang dilepaskan terjamin akan kembali ke titik asal dengan membawa berkah yang berlipat ganda. 🤗🤲
#INISIATIF
1 856
Bukan cuma soal layanan kesehatan, tapi juga impact buat masa depan 🌱
BPJS Kesehatan menerapkan prinsip ESG. Apaan tuh? yuk mari kita kepoin di sini
https://www.instagram.com/p/DP5IGAPiTWc/?igsh=azR1M2dqdXJieWt5
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
1 856
KENAPA CEWEK LEBIH TERTARIK SAMA COWOK NAKAL DARIPADA COWOK ALIM? 😎🎃
oleh: Budiman Hakim
Sudah lama sekali Fikri menaruh hati pada Dina. Cowok alim dari kelas sebelah itu tak pernah lelah menyapa Dina dengan senyum ramah. Mengingatkan untuk makan tepat waktu. Bahkan membawakan buku catatan saat Dina sakit. Malang bagi Fikri, Dina sama sekali gak tertarik dengan semua perhatian itu.
Dina jauh lebih tertarik pada Raka. Sayangnya, Raka terlalu cuek untuk didekati. Cowok yang selalu tampil urakan itu sangat sulit ditebak. Kadang muncul tiba-tiba, ngajak kabur naik motor tengah malam. Kadang hilang tanpa kabar. Ada sesuatu pada Raka yang membuatnya bergetar. Sesuatu yang tak bisa ia temukan pada lelaki lain.
Apa yang terjadi pada Dina pasti familiar di kepala kita semua. Peristiwa ini sering terjadi di jaman kita sekolah dulu. Saking seringnya terjadi, sampe ada pemahaman bahwa cowok nakal jauh lebih menarik buat perempuan. Padahal itu pemahaman yang salah kaprah. Yang membuat Dina terpikat pada Raka adalah sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu apa yang disebut: anomali.
Anomali adalah sebuah kondisi yang keluar dari pola umum yang membuat hidup bergairah kembali. Sebuah energi yang gak bisa ditebak namun memberi sensasi baru dalam menjalani hidup. Di jaman sekolah dulu, tokoh anomali bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Misalnya pelajar yang jago basket. Pencinta alam yang menghabiskan week end-nya dari gunung ke gunung. Pemusik yang sering manggung. Atau Si Pintar yang sering ikut olimpiade matematika. Dan terakhir, dalam diri seorang cowok nakal yang berani melanggar aturan demi sesuatu yang membuatnya merasa hidup.
Dari pemaparan di atas, tampak jelas bahwa kenakalan hanya salah satu faktor dari sekian banyak anomali yang ada. Jadi pemahaman bahwa cewek lebih suka sama cowok nakal, gak sepenuhnya benar.
Dalam ranah neurosains, ketertarikan terhadap anomali itu bukan kebetulan. Otak manusia memiliki sistem reward yang sangat sensitif terhadap novelty: hal-hal baru dan gak ketebak. Saat berhadapan dengan sesuatu yang anomali, bagian otak seperti nucleus accumbens dan ventral tegmental area akan aktif dan melepaskan dopamin.
Dopamin bukan sekadar membuat kita merasa senang, tetapi memicu rasa penasaran, keterikatan emosional, dan sensasi ingin terus mencari tahu. Itulah kenapa perempuan seperti Dina bisa tergila-gila pada Raka. Dia selalu menemukan excitement pada cowok urakan tersebut.
Bagaimana dengan Fikri? Cowok alim ini hidupnya terlalu tertib dan mudah ditebak. Setiap langkahnya lurus dan pasti. Ia membawa ketenangan, tapi miskin kejutan. Rendahnya novelty membuat stimulasi dopamin berkurang, sehingga sensasi gairah dan keterikatan emosional pun melemah. Itulah sebabnya cowok alim lebih memberi rasa aman, bukan excitement.
Pengaruh dopamin sering kali membuat orang kehilangan logika. Dina memilih Raka padahal hatinya tahu ia mungkin gak akan mendapat kepastian penuh. Raka membuat hidupnya terasa berbeda. Ada letupan-letupan kecil yang membuatnya merasa hidup, meski harus berisiko patah hati.
Kalo ada perempuan mengalami hal seperti Dina, apakah dia harus memilih yang nakal dibanding yang alim? Sebelum memutuskan, mungkin dia harus mempertimbangkan hal ini:
Cowok nakal lebih attractive untuk fase jatuh cinta awal karena menghadirkan excitement. Cowok alim lebih attractive untuk fase hubungan jangka panjang karena menghadirkan rasa aman.
Gmn pandangan atau pengalaman Ibu-ibu Sobat ATE, valid gak nih tulisan di atas? yuk sharing 🤝#INISIATIF #TGIF
1 856
Apa itu produktifitas?
Yuk kita simak video motivasi dari Bapak Parlindungan Marpaung
#rehat
1 856
STAY HUMBLE 😇
Oleh: Dedi Priadi
Perjalanan transformatif buah pisang, dari kulit berwarna kuning cerah hingga melunak lalu membusuk, adalah cermin sempurna bagi perkembangan batin kita. Amati siklus ini untuk membimbing diri kita menuju kerendahan hati.
𝘒𝘶𝘯𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘳𝘢𝘩 melambangkan puncak kepercayaan diri dan kemampuan Anda. Jiwa yang rendah hati menggunakan kekuatan ini untuk melayani dan memberi manfaat seluas mungkin, bukan untuk menuntut pujian atau mendominasi orang lain.
Lalu muncul 𝘣𝘪𝘯𝘵𝘪𝘬-𝘣𝘪𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘤𝘰𝘬𝘦𝘭𝘢𝘵. Bintik-bintik cokelat bukan pertanda kegagalan, melainkan pelajaran keras yang diberikan oleh kehidupan. Hati yang rendah hati melihatnya sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai sumber rasa malu atau penyesalan.
Ketika sisi-sisi mulai 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘤𝘰𝘬𝘦𝘭𝘢𝘵, kemanisan batin Anda semakin terasa. Nilai sejati Anda bergeser dari sekadar penampilan luar menuju kedalaman dan kebijaksanaan yang Anda peroleh.
Fase matang meminta Anda melepaskan kekakuan pikiran Anda. Jadikan diri Anda lentur dan terbuka terhadap bentuk kontribusi baru. Hubungan yang lebih dalam hanya bisa terwujud melalui kelenturan ini.
Warna 𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘶𝘵 mengingatkan pada akhir siklus fisik Anda. Di sini, kerendahan hati memberi kedamaian, karena Anda menyadari nilai sejati tidak pernah terikat pada cangkang luar yang sifatnya sementara.
Untuk kesehatan batin Anda, berdamailah dengan siklus kehidupan Anda. Dari sekarang jauhi sikap adigang, adigung, adiguna. Jauhi sikap sombong dan ingin tampil selalu "sempurna" pada setiap siklus kehidupanmu. Bersikap rendah hatilah. Karena Anda tidak akan selalu terlihat segar selamanya.
#INISIATIF
