ar
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

الذهاب إلى القناة على Telegram
5 141
المشتركون
-124 ساعات
-167 أيام
-5730 أيام
أرشيف المشاركات
Bahaya Terorisme, Akarnya dan Solusinya.mp323.45 MB

Mengenal Firqoh-firqoh yang Menyimpang.mp335.20 MB

Bahaya Valentine Day (Dauroh Surabaya).mp318.20 MB

Valentine_Day,_Bencana_yang_Dianggap.mp313.91 MB

⬆ #Audio_Kajian #Ahlus_Sunnah ➡ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ 🌴 “Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401] 📝 Pertama: Valentine Day, Bencana yang Dianggap Anugerah 💾 Link Download: http://goo.gl/AN4J6e 💾 Link Alternatif: http://bit.ly/1SL6EaU 🏡 Musholla At-Taqwa Blok M Jakarta Selatan 📝 Kedua: Bahaya Valentine Day 💾 Link Download: http://bit.ly/1QbbPAq 💾 Link Alternatif: http://bit.ly/1TbTpOO 🏡 Masjid Manarul Ilmi Kampus ITS Surabaya 💿 Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah 🌹 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum. ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh

📚 Bimbingan Ulama Seputar Perayaan Valentine Day 💔 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 📥 Tanya: Sebagian orang pada setiap tanggal 14 Februari merayakan hari kasih sayang (Valentine Day); mereka saling memberikan hadiah mawar merah, menggunakan pakaian merah muda (pink) dan saling mengucapkan selamat antara satu dengan yang lainnya. Dan sebagian toko makanan ringan ikut merayakan dengan membuat berbagai macam makanan yang berwarna merah muda dalam bentuk hati (love), serta sebagian toko ini mengumumkan penjualan beberapa barang yang hanya dijual khusus pada hari tersebut, maka bagaimakah pendapatmu: ➡ Pertama: Tentang hukum perayaan Valentine Day ini? ➡ Kedua: Hukum membeli pada toko-toko tersebut di hari ini? ➡ Ketiga: Hukum penjualan pernak-pernik hadiah Valentine Day oleh pemilik toko (yang tidak ikut merayakan) untuk yang merayakan? Wajazaakumullaahu khairon. 📤 Jawab: Dalil-dalil yang tegas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Ijma’ (kesepakatan) ulama Salaf (terdahulu) menunjukkan bahwa hari-hari perayaan dalam Islam hanya ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. ⛔ Adapun hari-hari perayaan selain itu, apakah berkaitan dengan perayaan seseorang, kelompok, kejadian atau berkaitan dengan apa saja, maka itu termasuk kategori bid’ah, tidak boleh bagi kaum muslimin untuk melakukannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan ataupun membantunya sedikit pun; sebab hal itu termasuk pelanggaran terhadap ketentuan Allah ta’ala, dan barangsiapa yang melanggar ketentuan Allah maka sungguh ia telah menzalimi dirinya sendiri. ⛔ Dan apabila tenyata hari perayaan tersebut asalnya dari orang-orang kafir maka bertambahlah dosanya, sebab dalam hal itu terdapat tasyabbuh (penyerupaan) dan merupakan satu bentuk loyal kepada orang-orang kafir. 🚧 Dan sungguh Allah subhanahu wa ta’ala dalam kitab-Nya yang mulia telah melarang kaum mukminin untuk tasyabbuh dan loyal kepada orang-orang kafir. Dan juga Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, من تشبه بقوم فهو منهم “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” [Sunan Abi Daud (4031) Musnad Ahmad (2/50)] 🚧 Dan perayaanValentine Day termasuk bentuk tasyabbuh terhadap orang-orang kafir, sebab ia berasal dari paganisme Kristen, maka tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah ta’ala dan hari akhir untuk merayakannya, menyetujuinya, atupun sekedar mengucapkan selamat kepada yang merayakannya. 🚧 Bahkan wajib untuk meninggalkannya dan menjauhinya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam, serta menjauhi sebab-sebab yang mengantarkan kepada kemurkaan Allah ta’ala dan azab-Nya. ⛔ Juga diharamkan atas seorang muslim untuk membantu perayaan ini maupun perayaan-perayaan lainnya yang diharamkan, apakah membantunya dalam bentuk makanan, minuman, penjualan, pembelian, pembuatan, hadiah, pengiriman, pengumuman, atau bantuan apapun juga diharamkan, sebab hal itu termasuk tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, serta maksiat kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam. ✅ Allah jalla wa ‘ala telah berfirman, وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al-Maidah: 2] 🚧 Dan wajib atas seorang muslim untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam semua keadaannya, terlebih lagi di hari-hari yang penuh fitnah dan banyaknya kerusakan. 💻 Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/bimbingan-ulama-seputar-perayaan-valentine-day/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh

💔 Bantahan terhadap Seorang Dosen UI dan Kaum Liberal Soal LGBT: 🚧 Tidak Adakah Di Antaramu Seorang yang Berakal? بسم الله الرحمن الرحيم ➡ Seorang Dosen UI berkicau, “Mereka marah karena saya bilang Allah tidak mengharamkan LGBT. Kalau tidak sepakat, bantah saya dengan bukti. Jangan maki-maki.” 📝 Bantahan: ✅ Pertama: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" [Hud: 78] Sungguh inilah kalimat pertama yang paling tepat untuk membantahmu, karena kalimat inilah yang diucapkan Nabi Luth ‘alaihisalaam kepada kaum yang senang berhubungan sejenis pertama kali di muka bumi; yang membiarkan, menghalalkan dan mendukung perbuatan tersebut, kemudian Allah tetapkan kalimat ini dalam Al-Qur’an yang mulia sebagai pelajaran sampai hari kiamat. Ayat yang mulia ini adalah potongan ayat tentang kisah kaum lelaki penyuka sesama jenis yang bernafsu melihat tamu-tamu Nabi Luth ‘alaihissalaam, وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Wahai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" [Hud: 78] Tapi mereka seakan sudah kehilangan akal dan tidak punya lagi rasa malu, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putri (negeri) mu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." [Hud: 79] ➡ Siapakah yang dimaksud oleh Nabi Luth ‘alaihissalaam sebagai orang yang berakal? Ketahuilah yang beliau maksud adalah orang yang melarang perbuatan mereka, maka berarti siapa yang membiarkan perbuatan mereka bukanlah orang yang berakal (secara hakiki), bagaimana lagi dengan orang yang malah mendukungnya…?! Al-Imam Al-Mufassir Ibnu Jarir Ath-Thobari rahimahullah berkata, “Ucapannya, “Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?", maknyanya beliau berkata: Tidak adakah seorang yang memiliki akal sehat yang melarang mereka yang ingin melakukan kekejian (hubungan sejenis) terhadap tamuku agar mereka tidak dapat melakukannya?” [Tafsir Ath-Thobari, 15/417] Sebagaimana riwayat dari Al-Imam Ibnu Ishaq rahimahullah, beliau berkata, أي رجل يعرف الحقَّ وينهى عن المنكر؟ “Tidak adakah orang yang berakal, yaitu orang yang mengetahui kebenaran dan melarang kemungkaran tersebut?” [Tafsir Ath-Thobari, 15/417 no. 18384] Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata, أَيْ شَدِيدٌ يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ “Orang yang berakal adalah yang kuat dalam memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran tersebut.” [Tafsir Al-Qurthubi, 9/77] ✅ Kedua: Apabila orang yang membiarkan dosa tersebut bukanlah orang yang berakal, bagaimana lagi dengan orang yang melakukannya…?! Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, {أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ} أَيْ: لَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ فِيهِ خَيْرٌ، يَقْبَلُ مَا آمره به، ويترك ما أنهاه عَنْهُ؟ “Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal? Maknanya adalah tidak adakah diantaramu orang yang masih punya kebaikan untuk menerima perintahku dan meninggalkan laranganku?” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/337-338] 📚 Baca Selengkapnya: https://t.co/9Tp4aWvuay ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 💻Sumber: http://sofyanruray.info/bantahan-terhadap-seorang-dosen-ui-dan-kaum-liberal-soal-lgbt-tidak-adakah-di-antaramu-seorang-yang-berakal/

🚧 Bahaya Memutuskan Hubungan 💔 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ 🍂 "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (hubungan)." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jubair bin Muth'im radhiyallaahu'anhu] #Beberapa_Pelajaran: 1. Memutuskan yang dimaksud dalam hadits di atas ditafsirkan dengan dua makna: ➡ Pertama: Memutuskan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan (Lihat Fathul Bari, 10/415) ➡ Kedua: Memutuskan seluruh yang Allah perintahkan untuk disambung (Lihat Umdatul Qoori, 32/159) 2. Hadits yang mulia ini menunjukkan peringatan keras dari bahaya memutuskan hubungan, terutama hubungan kekerabatan atau kekeluargaan dan hubungan-hubungan lainnya yang diperintahkan syari'at untuk menjaganya. 3. Perintah menjaga hubungan baik antara kaum muslimin, terutama yang masih memiliki ikatan kekeluargaan, oleh karena itu wajib menjaga lisan dan tindakan terhadap kaum muslimin agar hubungan baik tetap terjaga, dan tentunya ini berlaku umum, baik di dunia nyata maupun dunia maya. 4. Apabila orang yang memutuskan hubungan terancam masuk neraka maka berarti orang yang menjaga hubungan akan dimasukkan ke surga, inilah diantara bahaya memutuskan hubungan dan keutamaan menjaganya, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan yang lainnya, yaitu: ➡ Memutuskan hubungan adalah sebab mendapatkan azab di dunia sebelum di akhirat. ➡ Allah ta'ala tidak akan menurunkan rahmat kepada suatu kaum yang membantu orang yang memutuskan hubungan dan tidak mengingkarinya atau tidak menegurnya. ➡ Allah ta'ala tidak akan menurunkan hujan untuk mereka karena adanya orang yang memutuskan hubungan di antara meraka. ➡ Orang yang menyambung dan menjaga hubungan kekerabatan akan diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, dan masih banyak keutamaan menjaga hubungan dan bahaya memutuskannya. [Lihat Fathul Baari, 10/415-416] 5. Tidak masuk surga ditafsirkan dengan dua makna: ➡ Pertama: Apabila ia menghalalkan perbuatan memutuskan hubungan yang Allah perintahkan untuk disambung maka ia tidak akan masuk surga selama-lamanya, karena menghalalkan apa yang Allah haramkan adalah kekafiran. ➡ Kedua: Apabila ia tidak menghalalkannya maka maknanya ia tidak akan masuk surga secara langsung jika Allah tidak mengampuninya, ia akan dimasukkan ke neraka namun tidak kekal di neraka seperti orang-orang kafir. [Lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 16/113-114] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/bahaya-memutuskan-hubungan/

⛔ GENERASI PENGGANTI YANG JELEK 🚫 👉 (Generasi yang Menyia-nyiakan Shalat dan Memperturutkan Hawa Nafsu): بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Allah ta’ala berfirman, فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ شَيْئًا “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” [Maryam: 59-60] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Ancaman yang keras terhadap orang-orang yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu; bahwa mereka; ⌛ Akan tersesat di dunia, ⌛ Akan diazab pada hari kiamat di dalam lembah yang sangat dalam, baunya sangat busuk dan mengalir padanya nanah dan darah, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 5/241 dan Tafsir Ibnu Katsir, 5/245). 2) Ulama menyebutkan dua pendapat tentang makna menyia-nyiakan sholat: ⌛ Pertama: Meninggalkan sholat sama sekali. ⌛ Kedua: Menunda-nunda waktu sholat, juga sudah termasuk menyia-nyiakan sholat. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/243) 3) Dua sifat generasi pengganti yang jelek adalah menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu. 📌 Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata tentang mereka, هم في هذه الأمة، يتراكبون تراكب الأنعام والحمر في الطرق، لا يخافون الله في السماء، ولا يستحيون الناس في الأرض “Mereka hidup dalam umat ini seperti binatang-binatang ternak dan keledai-keledai di jalan-jalan; tidak takut kepada Allah ta’ala yang di langit dan tidak malu kepada manusia di bumi.” [Tafsir Ibnu Katsir, 5/244] 📝 Faidah: Mengimani Allah ta'ala istiwa di langit di atas 'arsy-Nya tanpa membutuhkan 'arsy sedikit pun adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang disepakati oleh generasi terbaik umat Islam; sahabat dan tabi'in. Maka inilah salah satu atsar yang diriwayatkan dari Al-Imam Mujahid rahimahullah, bahwa Allah di langit. 4) Orang yang menyia-nyiakan sholat maka ia juga akan menyia-nyiakan perkara lain dan mempertututkan hawa nafsu. 📌 Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, وإذا أضاعوها فهم لما سواها من الواجبات أضيع؛ لأنها عماد الدين وقوامه، وخير أعمال العباد “Apabila mereka telah menyia-nyiakan sholat maka kewajiban-kewajiban lain mereka akan lebih menyia-nyiakan, karena sholat adalah tiang dan penopang agama, serta sebaik-baiknya amalan para hamba.” [Tafsir Ibnu Katsir, 5/243] 5) Keutamaan orang yang bertaubat dari syirik, bid’ah dan maksiat, kemudian beriman dan beramal shalih. 📌 Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata, "Kemudian Allah ta’ala memberikan pengecualiaan, Allah ta’ala berfirman: • “Kecuali orang yang bertaubat”, yaitu bertaubat dari syirik, bid’ah dan maksiat, maka ia segera meninggalkan dosa-dosa tersebut, menyesalinya dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. • “Dan beriman”, yaitu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari akhir. • “Dan beramal shalih”, yaitu amalan yang disyari’atkan oleh Allah melalui lisan-lisan para rasul-Nya, apabila ia meniatkan untuk mencari wajah Allah (ikhlas karena Allah) • “Mereka itu”, yaitu orang-orang yang mengumpulkan antara taubat, iman dan amal shalih. • “Akan masuk surga”, yang di dalamnya ada kenikmatan yang kekal, kehidupan yang selamat dan berada di sisi Rabb yang Maha Pemurah. • “Dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” yaitu balasan terhadap amalan-amalan mereka tidak dirugikan, bahkan mereka akan mendapatkannya secara sempurna, berlimpah pahalanya dan dilipatgandakan jumlahnya." [Tafsir As-Sa’di, hal. 496] ══════ ❁✿❁ ══════ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 📁 Sumber: http://sofyanruray.info/generasi-pengganti-yang-jelek/

🌂 “Siapa saja wanita yang memakai wewangian lalu ia melewati kaum lelaki sehingga mereka mencium harumnya, maka dia adalah (seperti) wanita pezina, dan setiap mata yang memandangnya telah berzina.” [HR. An-Nasai dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, dihasankan Syaikh Albani] ✅ Al-Munawi rahimahullah berkata, (وكل عين زانية) أي كل عين نظرت إلى محرم من امرأة أو رجل فقد حصل لها حظها من الزنا 🌂 “Dan setiap mata yang memandangnya telah berzina, maknanya adalah, setiap mata yang melihat kepada yang haram, apakah laki-laki melihat wanita, atau wanita melihat laki-laki, maka ia telah mendapatkan bagiannya dari zina.” [Faidhul Qodir, 3/190] 5) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir atau fasik. ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ 🌂 “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, dihasankan Syaikh Albani] 6) Tidak menyerupai pakaian laki-laki. ✅ Sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ 🌂 “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, dan wanita yang menyerupai laki-laki.” [HR. Al-Bukhari] 7) Bukan pakaian ketenaran. ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ 🌂 “Barangsiapa mengenakan pakaian ketenaran di dunia, maka Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan pada hari kiamat.” [HR. Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, dihasankan Syaikh Albani] ✅ Ibnul Atsir rahimahullah berkata, وَالْمُرَاد أَنَّ ثَوْبه يَشْتَهِر بَيْن النَّاس لِمُخَالَفَةِ لَوْنه لِأَلْوَانِ ثِيَابهمْ فَيَرْفَع النَّاس إِلَيْهِ أَبْصَارهمْ وَيَخْتَال عَلَيْهِمْ بِالْعُجْبِ وَالتَّكَبُّر 🌂 "Maksudnya adalah pakaiannya terkenal di tengah-tengah manusia, karena warnanya yang berbeda dengan pakaian-pakaian mereka, maka orang-orang pun selalu melihat kepadanya, sehingga ia bangga atas mereka dengan sifat 'ujub (kagum terhadap dirinya) dan sombong." ['Aunul Ma'bud, 9/1035] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/aku-heran-sejak-kapan-mereka-berjilbab-hingga-dikatakan-lepas-jilbab/

🌹 Kriteria Jilbab Muslimah Menurut Syari'at 🎈 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 1) Menutupi seluruh tubuh. ✅ Allah ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا 🌂 “Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang." [Al-Ahzab: 59] ✅ Allah ta’ala juga berfirman, وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ 🌂 “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” [An-Nur: 31] ✅ Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, يرحم الله نساء المهاجرات الأول، لما أنزل الله: {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ} شقَقْنَ مُرُوطهن فاختمرن به 🌂 “Semoga Allah ta’ala merahmati wanita-wanita sahabat muhajirin generasi pertama, ketika Allah ta’ala menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (An-Nur: 31) maka para wanita tersebut segera memotong kain-kain mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” [HR. Al-Bukhari] #Beberapa_Pelajaran dari Dalil-dalil di Atas: ➡ Pertama: Menutup aurat (berhijab) bagi wanita muslimah dilakukan dengan dua cara: Satu: Mengenakan pakaian muslimah (Al-Ahzab: 59, An-Nur: 31). Dua: Berdiam diri di rumah (Al-Ahzab: 33). [Lihat Hirosatul Fadhilah, hal. 33] ➡ Kedua: Wanita muslimah diwajibkan mengenakan minimal dua pakaian: Satu: Jilbab, yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh (Al-Ahzab: 59). Dua: Kerudung, yaitu pakaian yang menutupi dari kepala sampai ke dada (An-Nur: 31). [Lihat Hirosatul Fadhilah, hal. 33-34] ➡ Ketiga: Lihatlah teladan para sahabat wanita Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika mendapatkan perintah untuk menutup aurat, maka mereka pun bersegera melakukannya, tanpa menolaknya sedikit pun dan tanpa membuat-buat alasan untuk menundanya. Mereka lakukan itu dalam rangka taat kepada Allah ta'ala, bukan untuk sesi pemotretan, selfie, pencitraan atau bahan berita media. 2) Pakaian tersebut bukan sebuah perhiasan, bukan pula sesuatu yang menggoda atau menarik perhatian kaum pria, seperti mengenakan hiasan-hiasan, motif-motif, logo-logo dan yang semisalnya. Karena tujuan pakaian syar’i bagi muslimah adalah untuk menutupi perhiasannya. ✅ Allah ta’ala berfirman, وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ 🌂 ”Dan janganlah mereka (kaum wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau kepada ayah-ayah mereka, atau kepada ayah-ayah dari suami-suami mereka…” [An-Nur: 31] 3) Tidak ketat, tidak tipis dan tidak tembus pandang. ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَ 🌂 “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, satu kaum yang selalu bersama cambuk bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka berjalan dengan melenggak-lenggok menimbulkan fitnah (godaan). Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk ke dalam surga. Dan mereka tidak akan mencium baunya. Dan sungguh bau surga itu bisa tercium dari jarak demikian dan demikian”. [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] 4) Tidak mengenakan harum-haruman. ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ وَكُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ

Ghozwul Fikri (Perang Pemikiran).mp325.12 MB

👣 Berjalan Tanpa Alas Kaki Sesekali dan Tidak Bermewah-mewah Termasuk Sunnah 🌹 بسم الله الرحمن الرحيم ✅ Dari Tabi'in yang Mulia Abdullah bin Buraidah rahimahullah, أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ رَحَلَ إِلَى فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ وَهُوَ بِمِصْرَ، فَقَدِمَ عَلَيْهِ. فَقَالَ : أَمَا إِنِّي لَمْ آتِكَ زَائِرًا، وَلَكِنِّي سَمِعْتُ أَنَا وَأَنْتَ حَدِيثًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ رَجَوْتُ أَنْ يَكُونَ عِنْدَكَ مِنْهُ عِلْمٌ. قَالَ : وَمَا هُوَ؟ قَال َ: كَذَا وَكَذَا. قَالَ: فَمَا لِي أَرَاكَ شَعِثًا وَأَنْتَ أَمِيرُ الْأَرْضِ؟ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَنْهَانَا عَنْ كَثِيرٍ مِنَ الإِرْفَاهِ. قَالَ: فَمَا لِي لَا أَرَى عَلَيْكَ [حِذَاء]؟ قَال َ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْمُرُنَا أَنْ نَحْتَفِيَ أَحْيَانًا. 🌴 "Ada seorang sahabat Nabi shallallahu'alaihi wa sallam yang melakukan perjalanan jauh untuk menjumpai sahabat Fadhalah bin Ubaid yang ada di Mesir. Tatkala berjumpa dengannya ia berkata, 'Maksud kedatanganku ke sini bukanlah sekedar mengunjungimu. Akan tetapi aku dan engkau telah mendengar sebuah hadits dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam. Aku berharap engkau memiliki ilmu tentang hadits tersebut.' Fadhalah berkata, 'Hadits apa itu?' Dia menjawab, 'Hadits yang begini dan begini.' 🌴 Setelah itu selesai maka beliau berkata kepada Fadhalah, 'Mengapa engkau terlihat berpakaian lusuh padahal engkau pemimpin sebuah wilayah?' 🌴 Fadhalah menjawab, 'Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wassallam melarang kita untuk banyak berpenampilan mewah'. 🌴 Beliau bertanya lagi, 'Mengapa engkau terlihat tidak memakai alas kaki?' 🌴 Fadhalah menjawab, 'Dahulu Nabi shallallahu'alaihi wa sallam pernah memerintahkan kita untuk berjalan tanpa alas kaki sesekali waktu'." [HR. Abu Daud dan Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud] 🔖 Al-'Allaamah Al-Qori rahimahullah berkata, 🌿 "Kita berjalan tanpa alas kaki sesekali waktu. Maksudnya: Berjalan tanpa sepatu atau sandal dalam rangka tawadhu' dan menundukkan hawa nafsu serta memberikan kenyamanan kaki saat berjalan ketika hal itu dibutuhkan. Oleh karena itu diberi batasan: 'Sesekali waktu.' Maksudnya: Kadang-kadang." [Mirqatul Mafatih, 7/2827] 🔖 Asy-Syaikh Ibnu 'Ustaimin rahimahullah berkata, 🌿 "Memakai sandal termasuk sunnah dan tidak memakainya (sesekali) juga termasuk sunnah. Oleh karena itu Nabi shallallahu'alaihi wa sallam melarang kita untuk sering berpenampilan mewah dan memerintahkan kita untuk berjalan tanpa alas kaki kadang-kadang. 🌿 Dan termasuk sunnah memakai sandal, tidak ada masalah. Akan tetapi sekali-kali seseorang berjalan di hadapan orang-orang tanpa alas kaki. Untuk menunjukkan inilah sunnah, yang dilecehkan oleh sebagian orang, ketika melihat ada orang lain berjalan tanpa alas kaki. Mereka mengatakan, 'Apa ini. Ini kuno dan kampungan'. 🌿 Sungguh anggapan ini sangat keliru, karena Nabi shallallahu'alaihi wa sallam melarang untuk terlalu sering berpenampilan mewah dan memerintahkan untuk berjalan tanpa alas kaki sekali-kali." [Syarhu Riyadhis Shalihin, 6/387] ✍ #Beberapa_Pelajaran: 1. Anjuran hidup sederhana dan tidak bermewah-mewah. 2. Anjuran berjalan tanpa alas kaki sesekali. Namun tidak boleh bagi wanita memperlihatkan kakinya kepada selain mahramnya. 3. Keteladanan sahabat Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dalam menuntut ilmu hingga melakukan perjalanan jauh dan saling berdiskusi. 4. Keteladanan sahabat Nabi shallallahu'alaihi wa sallam sebagai pemimpin yang tetap hidup sederhana dan terus menuntut ilmu, mengamalkannya dan mengajarkannya. 5. Keteladanan sahabat Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dalam meneladani sunnah-sunnah beliau. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ✏ Al-Ustadz Almanazil Billah, Lc hafizhahullah ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/berjalan-tanpa-alas-kaki-sesekali-dan-tidak-bermewah-mewah-termasuk-sunnah/

Pelajaran Penting dari Kisah Kematian Abu Tholib.mp321.57 MB

Seuntai Kisah dari Perang Khaibar (Khutbah Jum'at).mp38.65 MB

🛁 BUAT ISTRIMU MANDI JUNUB DI HARI JUM’AT & RAIH KEUTAMAAN BERSEGERA MENUJU SHOLAT JUM’AT 🚿 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ وَغَدَا وَابْتَكَرَ فَدَنَا وَأَنْصَتَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ كَأَجْرِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا 🍃 “Barangsiapa yang membuat istrinya mandi junub dan ia pun mandi, lalu ia berangkat ke masjid dan bersegera, kemudian ia mendekat kepada imam dan diam mendengarkan khutbah serta tidak berbuat sia-sia, maka setiap langkahnya seperti pahala puasa dan sholat setahun.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 693] ✅ Ringkasan Amalan-amalan di Hari Jum'at: 1. Mandi dan 'membuat' istri mandi. 2. Bersiwak. 3. Berhias dengan pakaian yang paling bagus (khusus laki-laki). 4. Mengenakan parfum (khusus laki-laki). 5. Bersegera menghadiri sholat Jum'at. 6. Berjalan kaki menuju sholat Jum'at. 7. Sholat tahiyyatul masjid (meski khatib sedang khutbah, namun hendaklah berusaha datang sebelum khatib naik mimbar). 8. Mendekat kepada khatib, dengan tidak memisahkan antara dua orang dan tidak melangkahi pundak-pundak manusia. 9. Sholat sunnah mutlak (umum) atau berdzikir, membaca Al-Qur'an dan ibadah lainnya sebelum khatib datang. 10. Diam, mendengar khutbah, tidak tidur dan tidak berbuat yang sia-sia seperti memainkan kerikil, jari-jari, HP, jenggot dan lain-lain. 11. Sholat Jum'at wajib bagi laki-laki. 12. Sholat sunnah setelah Jum'at 2 atau 4 raka'at. 13. Membaca surat Al-Kahfi di malam dan hari Jum'at. 14. Memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam di malam dan hari Jum'at. 15. Memperbanyak doa, terutama saat khatib naik mimbar sampai sholat dan setelah sholat Ashar sampai Maghrib. ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/ringkasan-amalan-amalan-di-hari-jumat/

Saat Perpisahan dengan Buah Hati (Lanjutan kitab Adabul Mufrod).mp326.74 MB

Tafsir Ringkas Surat Az-Zukhruf 26-28.mp34.46 MB

Tujuh Perkara Membinasakan.MP311.47 MB