PERPUSTAKAAN
Kanalga Telegram’da o‘tish
📚PERPUSTAKAAN ini FREE! utk wawasan member KIR, VV & Friends✅ Mohon selalu dlm bimbingan para pengajar rohani masing2. WASPADA thd PDF/Penulis yg tdk sesuai dgn Kebenaran Firman Tuhan di ALKITAB. Kalo ada berkat beli Ory ya.. Semoga bermanfaat. JBU All
Ko'proq ko'rsatish1 625
Obunachilar
Ma'lumot yo'q24 soatlar
+17 kunlar
+330 kunlar
Postlar arxiv
1 625
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 1. Theology Proper (2012).
Eksplorasi mendalam tentang Allah: Keberadaan, sifat, dan karya Allah yang kekal, Fondasi seluruh teologi Reformed.
“Semua teologi sejati dimulai dari Allah, berpusat pada Allah, dan berakhir pada kemuliaan Allah - Mengenal Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya: sumber, pusat, dan tujuan segala sesuatu.”
1 625
Lester L. Grabbe - A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period, Vol. 4 (2021)
Mengulas masa Romawi awal hingga kehancuran Bait Allah tahun 70 M, saat harapan Mesianik dan identitas Yahudi diuji.
"Ketika Bait runtuh, kasih karunia bangkit. Di tengah kehancuran bait fisik, Allah menyiapkan Bait sejati di dalam Kristus."
1 625
Lester L. Grabbe - A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period, Vol. 3 (2020)
Mengkaji zaman Hasmonean hingga awal pemerintahan Romawi, masa pergumulan politik, iman, dan identitas umat Allah.
“Di tengah gejolak Hasmonean dan Romawi dan Ketika kuasa dunia bangkit, Allah tetap memelihara sejarah penebusan-Nya, Allah menyiapkan jalan bagi Sang Mesias.”
1 625
Lester L. Grabbe - A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period. Vol. 2 (2008)
Menelusuri masa Ezra–Nehemia hingga awal Helenisme, ketika iman Israel dibentuk kembali di tengah politik Persia dan Yunani.
"Iman sejati tetap bertahan walau kerajaan berganti."
1 625
Lester L. Grabbe - A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period, Vol. 1 (2004)
Sebuah karya ilmiah yang menelusuri asal-usul Yudaisme pasca-pembuangan, dari sejarah, arkeologi, hingga teologi.
Melihat bagaimana Allah tetap bekerja dan menulis di balik sejarah umat-Nya.
1 625
Robert G. Boling - The Anchor Bible, JUDGES, A New Translation With Introduction And Commentary by Robert G. Boling (1975).
Kesimpulan Boling tentang Hakim 6:11–16 "Allah tidak menunggu umat yang kuat, tetapi mendatangi umat yang takut dan memanggil mereka untuk menjadi alat keselamatan-Nya." (para-frase).
Buku ini masih menjadi salah satu referensi klasik untuk studi akademik kitab Hakim-hakim, khususnya bagi pendekatan historis-kritis dan analisis literer di kalangan Reformed maupun studi Alkitab umum
1 625
John Calvin - Grace Essentials, Biblical Christianity The Institutes of the Christian Religion. 2017
John Calvin – Grace Essentials: Biblical Christianity, The Institutes of the Christian Religion (2017) adalah edisi ringkas modern dari karya besar Calvin, Institutes of the Christian Religion, yang menyajikan pokok-pokok iman Kristen Reformed secara sistematis, menekankan anugerah Allah, otoritas Kitab Suci, karya Kristus, dan kehidupan Kristen.
1 625
Robert Charles Sproul - Chosen by God. 1986
R.C. Sproul – Chosen by God (1986) adalah buku klasik populer yang menjelaskan doktrin predestinasi dalam tradisi Reformed, menegaskan kedaulatan Allah dalam memilih dan menyelamatkan manusia, sekaligus membantah pandangan yang menekankan kebebasan kehendak manusia di atas anugerah ilahi.
1 625
Edward Thomas Vaughan - The Bondage of the Will, Martin Luther. 2018
Penyajian karya klasik Luther yang menegaskan ketidakberdayaan kehendak manusia dalam keselamatan serta kebutuhan mutlak akan anugerah Allah.
1 625
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 5. Ecclesiology, The Means Of Grace, Escatology, 2016
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 5: Ecclesiology, The Means of Grace, Eschatology membahas gereja sebagai tubuh Kristus, sakramen sebagai sarana anugerah, serta penggenapan akhir dalam eskatologi, menegaskan kesinambungan karya Allah dari gereja di dunia sampai kepenuhan kekekalan.
1 625
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 4. Soteriology, 2015
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 4: Soteriology membahas doktrin keselamatan secara sistematis, mulai dari karya Roh Kudus, panggilan efektif, kelahiran baru, pertobatan, iman, pembenaran, pengudusan, hingga pemuliaan, menegaskan keselamatan sebagai karya anugerah Allah dari awal hingga akhir.
1 625
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 3. Christology, 2015
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 3: Christology adalah kajian mendalam tentang pribadi dan karya Kristus, mencakup pra-eksistensi, inkarnasi, dua natur, jabatan mesianik, serta karya penebusan-Nya sebagai pusat sejarah keselamatan dalam kerangka Reformed.
1 625
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 2. Anthropology, 2014
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 2: Anthropology adalah kajian sistematis tentang manusia menurut Alkitab, mencakup asal-usul, natur, citra Allah, kehendak bebas, dosa, dan kondisi setelah kejatuhan.
1 625
Geerhardus Vos – Reformed Dogmatics, Vol. 1. Theology Proper, 2012
Buku ini adalah fondasi dogmatika Reformed tentang siapa Allah itu, bagaimana Ia menyatakan diri-Nya, dan mengapa doktrin Allah Tritunggal adalah pusat seluruh teologi Kristen.
1 625
Henry Edward Manning - The True Story of the Vatican Council, 1877
Buku ini ditulis oleh Kardinal Henry Edward Manning sebagai pembelaan resmi terhadap Konsili Vatikan I (1869–1870), khususnya terkait dogma infalibilitas paus. Manning menegaskan bahwa konsili tersebut bukanlah manipulasi politik atau rekayasa Paus Pius IX, melainkan keputusan sah yang muncul dari konsensus mayoritas para uskup Katolik. Ia menolak tuduhan pihak oposisi (khususnya kaum “Old Catholic” dan Protestan) yang menilai bahwa doktrin infalibilitas hanyalah inovasi baru. Menurut Manning, dogma itu sudah berakar dalam tradisi Gereja dan konsili hanya menegaskannya secara formal.
Sebaliknya, Richard F. Costigan dalam The Consensus of the Church and Papal Infallibility (2005) menganalisis secara historis-teologis bahwa meski konsensus Gereja selalu dipandang penting, pada akhirnya Vatikan I menekankan otoritas paus secara unilateral sehingga mengubah keseimbangan tradisional antara paus dan kolegialitas para uskup.
1 625
Richard F. Costigan, S.J - The Consensus of the Church and Papal Infallibility, A Study in the Background of Vatican 1. 2005
Richard F. Costigan (S.J.) dalam The Consensus of the Church and Papal Infallibility (2005) memberikan studi ringkas namun mendalam tentang latar intelektual yang mengantar Perkumpulan Vatikan I, dengan menempatkan berseberangan dua tradisi utama—gallicanisme dan papalisme—dalam rentang 1682–1870; ia menelaah secara tekstual gagasan sembilan teolog kunci (mis. Bossuet, Bergier, Perrone dkk.), membedah bagaimana konsep consensus ecclesiae di pihak gallican tidak sekadar menuntut ratifikasi uskup atas definisi papal tetapi merupakan klaim teologis yang lebih kompleks tentang otoritas gerejawi, dan menunjukkan bahwa pengukuhan dogma infalibilitas pada 1870 menandai kemenangan suatu pola eklesiologi yang lebih monarkis.
1 625
Brian Tierney - Origins of Papal Infallibility, 1150-1350, A Study on the Concepts of Infallibility, Sovereignty and Tradition in the Middle Age. 1972
Buku Brian Tierney, Origins of Papal Infallibility, 1150–1350 (1972) menelusuri secara historis asal-usul konsep infalibilitas paus dalam Abad Pertengahan. Tierney menunjukkan bahwa gagasan ini bukanlah ajaran sejak awal gereja, melainkan muncul secara bertahap melalui debat hukum kanonik, politik gerejawi, dan tradisi skolastik antara abad ke-12 hingga ke-14. Ia menegaskan bahwa infallibility awalnya lebih terkait dengan otoritas Gereja secara korporat (konsili) daripada pribadi paus, dan hanya kemudian dikembangkan menuju supremasi paus. Dengan demikian, infalibilitas kepausan terbukti sebagai konstruksi historis yang dipengaruhi konteks hukum, teologi, dan konflik institusional, bukan sebagai doktrin apostolik asli.
1 625
Kenneth J. Collins and Jerry L. Walls - Roman But Not Catholic. What Remains at Stake 500 Year after the Reformation. 2017.
Buku Roman but Not Catholic (2017) karya Kenneth J. Collins dan Jerry L. Walls menegaskan bahwa Gereja Katolik Roma tidak berhak mengklaim ke-katolikan sejati, sebab banyak ajarannya, seperti: Otoritas Paus, Mariologi, dan tradisi, tidak berdasar kuat pada Alkitab maupun sejarah awal gereja. Penulis menekankan bahwa ke-katolikan sejati terletak pada iman kepada Kristus, kesetiaan pada kredo gereja mula-mula, dan kesaksian Injil, bukan pada struktur hierarkis Katolik Roma.
1 625
Niels Peter Lemche - Ancient Israel, A New History of Israel. 1995
"Ancient Israel: A New History of Israel" karya Niels Peter Lemche bukanlah sejarah tradisional. Ini adalah sebuah dekonstruksi yang provokatif terhadap narasi Alkitab dan sebuah argumen yang berani bahwa "Israel kuno" adalah ciptaan sastra.
Buku ini mewakili pandangan ekstrem dalam spektrum studi sejarah Israel. Meskipun tesisnya tidak diterima secara luas dalam bentuknya yang paling radikal, buku ini telah berdampak besar dengan menantang para sarjana untuk membela posisi mereka dengan lebih rigor dan untuk mengakui unsur-unsur ideologis dalam penulisan sejarah Alkitab. Ini adalah bacaan yang penting untuk memahami depth dan intensity dari perdebatan modern dalam bidang ini.
