uz
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Kanalga Telegram’da o‘tish

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Ko'proq ko'rsatish
1 823
Obunachilar
+224 soatlar
+107 kunlar
+1930 kunlar
Postlar arxiv
WHAT IF WE DON’T KNOW ABOUT THE FUTURE? (Building the culture of Accountability in our organization) Kita berada dalam era yang sangat tidak pasti. Sebuah perusahaan yang tidak tedengar tiga tahun lalu, bisa saja saat ini sukses luar biasa dan merajai market. Tapi sebaliknya, perusahaan yang puluhan tahun berjaya, bisa saja bangkrut dalam sekejap. Krisis melanda dunia saat ini. 3 Bank besar di Jerman, Swis dan Amerika sedang dalam kesulitan besar. Dan kita hanya menunggu waktu, sebelum effect domino akan terjadi dan melanda di mana-mana. Bagaimana kalau kita tidak tahu apa yang akan terjadi di organisasi kita. Bagaimana kalau kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Bagaimana kita melindungi organisasi kita? Apa yang sebenarnya terjadi di bank-bank raksasa itu? Mengapa di bank-bank raksasa yang (mestinya) sudah mempunyai proses dan mekanisme risk management yang canggih, tetap saja mereka collapse? Hari itu saya bertemu dengan sahabat saya yang menjadi Direktur sebuah bank ternama di Jakarta. Dia juga sempat bekerja beberapa tahun di sebuah bank internasional di London. Jakarta hujan lagi. Lalulintas macet. ”Maaf ya Pam, aku kena macet nih,” begitu WA dari teman saya. Sebut saja namanya Mila, bukan nama sebenarnya. Malam itu kami janjian makan bersama di Pacific Place. Saya datang duluan, dan memesan Dori Fillet, Orange Juice, dan Éclair kesukaan saya. “Pam, tolong pesenin aku, Boeuf Bourgignon dan Ice Tea dong,” kata Mila di WA-nya. Akhirnya Mila pun datang dengan senyumnya yang khas. “Wow, you lost weight?” “I did, during the pandemy. I watch what I eat, and I play tennis”, katanya. “Congratulations …” Kami pun makan malam sambil ngobrol-ngobrol ke sana kemari. ”Mila, tell me. Semua bank kan pasti sudah punya proses dan mekanisme risk management yang canggih. Tapi tetap saja bank-bank ini saat ini dalam kesulitan besar: Silicon Valey Bank, Credit Suisse dan Deutsche Bank. What happen?” “Semua bank pasti punya proses Risk Management yang bagus. Prosesnya pasti sudah dicek dan diaudit. Tetap saja semua tergantung pada implementasi dan eksekusi. Sebagus apapun prosesnya, kalau tidak dieksekusi dengan baik, dengan strict dan consistent setiap hari, pasti akan ada bolong-bolongnya. Kalau bolong kecil dibiarkan terus menerus, lama-lama akan jadi bolong besar, bahkan banknya bisa bangkrut” Kamipun berdiskusi tentang Jérôme Kerviel seorang tradel nakal dari Prancis, yang dihukum dan dipenjarakan dalam kerugian perdagangan Société Générale tahun 2008, karena pelanggaran kepercayaan, pemalsuan, dan penggunaan komputer bank tanpa izin, yang mengakibatkan kerugian senilai 4,9 miliar Euro. Apa yang diucapkan Mila memang benar. The system is as good as people who operate it. Saya memulai karier saya sebagai GSM Telecommunication trainer. Tugas saya adalah memastikan bahwa engineer-enginner yang akan mengoperasikan system itu mampu mengoperasikan dan me-maintain peralatan telekomunikasi dengan canggih. Karena sehebat apapun system-nya, kalau yang menjalankan tidak mampu, ya systemnya akan break-down. Dan ini berlaku bagi system telekomunikasi, banking, IT, finance atau system apapun. Dan kalau kita bicara manusia tentu saja yang paling penting adalah responsibility and accountability,. Apakah mereka memang bertanggung jawab dan memang punya accountability yang tinggi? Atau mereka hanya bekerja sesuai jam kerja, tanpa accountability, dan kalau terjadi problem, hanya saling menyalahkan? Dalam suasana bisnis saat ini, leader harus membangun budaya akuntabilitas. Akuntabilitas berarti bahwa individu harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka dan menerima tanggung jawab untuk mereka, apa pun hasilnya, serta mengoreksi tindakan tersebut bila perlu. Akuntabilitas dapat menghindarkan kita dari hal-hal negatif, tetapi juga bisa mendorang hal-hal yang positif — misalnya, untuk memberikan apresiasikepada rekan kerja yang melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi membangun budaya akuntabilitas sangat penting untuk organisasi yang transparan dan etis.

SELAMAT TGL 1 🏆 Sekelompok katak sedang melakukan perjalanan melalui hutan, dan tiba-tiba dua ekor katak dari rombongan mereka jatuh ke dalam lubang yang dalam. Ketika katak-katak lain melihat seberapa dalam lubang itu, mereka mengatakan kepada kedua katak itu bahwa sepertinya tidak ada harapan lagi yang tersisa bagi mereka untuk bisa keluar. Namun, kedua katak itu mencoba mengabaikan ucapan rekan-rekan mereka dan terus melanjutkan upayanya untuk mencoba melompat keluar dari lubang. Namun, terlepas dari upaya keras mereka, sekelompok katak di puncak lubang masih terus mengatakan bahwa sebaiknya mereka harus menyerah saja karena upaya yang mereka lakukan itu tidak akan mungkin bisa berhasil, mereka tidak akan mungkin berhasil keluar dari lubang yang sangat dalam itu. Akhirnya, setelah berulang kali mencoba sekuat tenaga, salah satu katak mulai menyadari apa yang dikatakan teman-temannya itu sepertinya benar adanya dan dia memilih untuk menyerah, dia memilih merenung hingga kematiannya tiba. Sementara satu katak yang lain terus mencoba melompat sekuat tenaganya. Lagi-lagi, sekelompok katak di atas berteriak kepadanya untuk memilih menghentikan upayanya itu yang terus menguras energinya serta mulai menimbulkan rasa sakit yang luar biasa . Mereka menganjurkan katak yang masih terus berjuang itu untuk pasrah dan memilih mati begitu saja. Tapi katak satu itu terus mengabaikan ucapan mereka, dan terus berusaha melompat lebih keras hingga akhirnya dia berhasil keluar. Ketika dia berhasil keluar, katak-katak yang lain berkata, “Apakah kamu tidak mendengar kata-kata kami? mengapa kamu terus berusaha melompat keluar?" Katak itu menjelaskan kepada mereka bahwa ia ini tuli, dan ia malah berpikir kalau mereka (katak-katak yang lain) itu malah terus menyemangati dia sepanjang waktu. Anonim Apakah kalian mendapatkan pesan/ makna ceritanya? #INISIATIF #motivasi #Inspirasi

KINI SAATNYA ✅🏆 Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait ba
KINI SAATNYA ✅🏆 Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait bagaimana tips dan trik dalam menciptakan customer experience yang positif. 🇮🇩 #TransformasiMutuLayanan #INISIATIF

KINI SAATNYA ✅🏆 Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait ba
KINI SAATNYA ✅🏆 Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait bagaimana tips dan trik dalam menciptakan customer experience yang positif. 🇮🇩 #TransformasiMutuLayanan #INISIATIF

LAMA TAK JUMPA 🔥 Coming Soon ATE Edisi 385 yang akan mengangkat salah satu tema penyakit langka yang banyak mengincar Ibu Ha
LAMA TAK JUMPA 🔥 Coming Soon ATE Edisi 385 yang akan mengangkat salah satu tema penyakit langka yang banyak mengincar Ibu Hamil. Stay tuned demi #ketahanankeluarga

Atau seringkali anda akan menyelamatkan sebuah organisasi dari kehancuran (Ingat cerita Kodak kan?) Teruskan. Continue. Be persistence and perseverance. Keukeuh …lah … Terus bagaimana dong untuk “menjual” ide anda dan mempengaruhi orang lain agar mau support ide anda, bahkan berinvestasi … Diane McGarry, Xerox’s Chief Marketing Officer, mengatakan, “Sukses di sebuah organisasi besar membutuhkan pemahaman tentang banyak lapisan politik di kantor, membutuhkan mental baja dan a kepercayaan diri untuk “menjual” ide-ide terbaik Anda.” Kita harus bagaimana mempresentasikan ide-idenya agar mendapatkan support untuk bisa diimplementasikan. Ini adalah keterampilan yang perlu dikuasai jika ingin menjadi leader yang berpengaruh di organiasai Anda. Ada lima tips yang kita bisa terapkan: 1. Know what’s important to them Pahami dengan jelas tentang apa yang penting bagi mereka. Ini adalah point yang penting, seringkali “its not about your idea”, “it is about them and what matter to them” Anda harus memikirkan tentang bagaimana ide Anda bermanfaat bagi semua orang 2. Articulate a clear and defined goal. Tanyakan pada anda sendiri terlebih dulu, mengapa ide Anda begitu penting dan harus dipertimbangkan. Apa hasil akhir yang diinginkan? Ini mungkin membutuhkan banyak persiapan, tetapi pada akhirnya ide Anda akan lebih mudah dijual jika Anda memberikan proyeksi yang realistis tentang hasil yang diinginkan. 3. Get other stakeholders on board Seringkali untuk diimplementasikan, anda memerlukan support lintas divisi dan lintas organisasi. Dan kadang anda harus membangun koalisi. Jika stakeholder Anda yakin bahwa ide yang Anda usulkan adalah apa yang ingin mereka dukung dan investasikan, ini akan membantu ide anda mendapatkan persetujuan mayoritas yang anda butuhkan. Banyak persiapan dan kegiatan yang perlu anda lakukan. Dekati stakeholder anda, diskusikan, minta feedback dan adaptasi lah ide anda sesuai feedback tersebut. 4. Use facts and data. Berapa banyak manfaat dan keuntunganyang akan dihasilkan oleh ide Anda? Bagaimana cara mengurangi biaya atau meningkatkan layanan pelanggan? Fakta-fakta seperti ini adalah cara Anda mendapatkan dukungan terhadap ide-ide Anda. Luangkan waktu untuk meneliti dan memberikan informasi berdasarkan data sehingga akan memiliki peluang yang lebih besar diterima. 5. Don’t give up. Terakhir, bersiap-siaplah, anda perlu menjual ide anda berkali-kali sebelum anda berhasil. Ingat gagal itu bukan kebalikan dari sukses. Gagal itu adalah bagian dari sukses, bagian yang mau gak mau pasti akan anda alami. Teruskan dan teruskan. Jangan putus asa. Selamat mencoba, selamat berinovasi, dan selamat menjual ide anda. Salam Hangat Pambudi Sunarsihanto

INNOVATORs ARE RARELY WELCOMED WITH OPEN ARMS (INNOVATOR ITU SELALU DICELA DULUAN ….) Namanya Gustave Eiffel, hidup antara tahun 1832-1923 di Paris. Gustave Eiffel terkenal karena merancang Menara Eiffel dan Statue of Liberty. Gustave bersekolah di Lycee Royal di Kota Dijon. Gustave muda tadinya tertarik dengan bidang sejarah dan sastra. Tetapi Gustave juga belajar tentang banyak hal terutama ilmu kimia dan pertambangan khususnya logam. Gustave kemudian melanjutkan pendidikan formalnya di College Sainte-Barbe, Paris sebagai persiapan memasuki dua sekolah paling bergengsi pada masa itu, yakni Politeknik Ecole dan Pusat Seni dan Manufaktur Ecole. Gustave berhasil lulus pada tahun 1855 dan memulai merintis kariernya sebagai spesialis di bidang konstruksi logam, terutama jembatan. Setelah lulus, Gustave mencoba peruntungannya dengan bekerja di bidang konstruksi. Setelah menyelesaikan beberapa proyek jembatan dengan sukses, akhirnya Gustave membuka biro konsultan Teknik sendiri. Pada tahun 1866, Gustave ditawari kontrak pengerjaan konstruksi 33 lokomotif untuk pemerintah Mesir. Kemudian perusahaan milik Gustave dipercaya untuk mengerjakan dua proyek besar, yakni jaringan kereta api dari Vienna menuju Budapest, Hungaria, serta pengerjaan pembangunan jembatan di atas Sungai Douro, Portugal. Kemudian dia mulai membuat beberapa inovasi baru seperti, sebuah department store yang semuanya dibangun dari baja dan kaca (Le Bon Marche), “design for lock” di Canal Panama, dan Statue of Liberty. Kemudian Gustave Eiffel memenangkan kompetisi pada tahun 1886 untuk membuat sebuah landmark untuk Paris World Expo (1989) dengan membuat sebuah Menara di Champ de Mars yang akan menjadi symbol pameran dunia tersebut. Gustave dengan bangga menyatakan,”Perancis akan menjadi satu-satunya negara yang mempunyai Menara setinggi 300 meter” Ide yang innovative dan brilliant. Tetapi apakah saat itu semuanya bersorak dan menyambutnya dengan baik? Ternyata tidak! Beberapa seniman terkenal, pengarang , pemusik, pelukis dan artist seperti Alexandre Dumas, Guy de Maupassant, Emile Zola, Charles Gaunod, Leconte de Lisle, dan Charles Garnier, menolak mentah-mentah dan membuat petisi,” Kami yang mencintai keindahan Paris, menolak didirikannya Menara Eiffel yang tidak berguna dan akan merusak keindahan kota Paris, bahkan membayakan citra seni kota Paris.” Lihat betapa ide keren seperti mendirikan Menara Eiffel itu pun ditentang habis-habisan. Padahal sekarang kita sulit membayangkan kota Paris tanpa Menara Eiffel. Saya menginjakkan kaki di Paris tahun 1987, dan langsung terpesona dan terkagum-kagum melihatnya. Paris sempat menjadi kota terpopular di Dunia secara jumlah turis (tentu saja salah satunya karena Menara Eiffel), Tapi ternyata ide itu ditentang habis-habisan pada awalnya. Untunglah Gustave Eiffel orangnya keukeuh (persistence and perseverance!), sehingga dia terus menjual idenya ke orang-orang penting di Paris, dengan tidak kenal Lelah, dan tidak putus asa, sampai akhirnya berhasil. The rest is history. Nicolas Hayek sempat dicela habis-habisan waktu dia “menciptakan” kembali industry jam tangan Swis dengan membuat Swatch, yang oleh pengamat jam tangan Swis dianggap sebagai jam murahan, dan tidak seperti jam mewah Swis yang lain. Tanpa Swatch , industry jam tangan Swiss sudah akan bangkrut dihajar oleh jam tangan Jepang seperti Citizen dan Seiko. Tragisnya Steven Sasson adalah seorang insinyur yang bekerja di Kodak, dan menemukan kamera digital yang pertama. Tetapi dia dicela dan tidak disupport oleh Kodak, dan akhirnya kita semua tahu, Kodak sekarang bangkrut. Apa yang bisa kita pelajari di sini? Para Innovators sekalian, kalau kalian punya ide bagus itu memang keren banget. Tapi jangan berharap bahwa pertama kali semua orang akan terkesima, terpesona dan segera menggelontorkan modalnya untuk mengembangkan ide itu menjadi bisnis. Pertama kali anda akan dicela dulu, dihina, dan mendapatkan banyak komentar sinis. Don’t worry, you are on the right path. Anda sedang mengembangkan ide brilliant.

Panduan THR Challenge 🇮🇩
Panduan THR Challenge 🇮🇩

TO BE HELPFUL DURING RAMADHAN (THR) 🇮🇩 TEMA: LIKA LIKU PENGABDIAN DUTA BPJS KESEHATAN 🇮🇩 Ambil wudhu sebelum tidur, Janga
TO BE HELPFUL DURING RAMADHAN (THR) 🇮🇩 TEMA: LIKA LIKU PENGABDIAN DUTA BPJS KESEHATAN 🇮🇩 Ambil wudhu sebelum tidur, Jangan lupa membaca doa, Ramadhan tiba harap THR, Jangan lupa ikut challengenya. Hey hey hey, ada panggilan kreatifitas nih buat kalian semua Duta BPJS Kesehatan yang doyan tantangan. 🏆 Ayo baca dan ikuti syarat dan ketentuannya pada link berikut ini: Klik Klik Klik ✅ #pengabdiandutabpjskesehatan #Melayanidenganhati #INISIATIF #antimagerclub

SELAMAT SAHUR 🏆 Bersiap-siap karena hari ini akan ada pengumuman terkait THR. 🇮🇩 #pengabdiandutabpjskesehatan #Melayaniden
SELAMAT SAHUR 🏆 Bersiap-siap karena hari ini akan ada pengumuman terkait THR. 🇮🇩 #pengabdiandutabpjskesehatan #Melayanidenganhati #INISIATIF #antimagerclub

Jabatan itu hanya sementara. Pangkat dan gelar itu terbatas. Tapi bagaimana caramu memperlakukan orang-orang, pasti akan sela
Jabatan itu hanya sementara. Pangkat dan gelar itu terbatas. Tapi bagaimana caramu memperlakukan orang-orang, pasti akan selalu dikenang 🏆 #INISIATIF #Ramadhan Link share biar termotivasi rame-rame 🇮🇩

photo content

photo content

photo content

photo content

photo content

Jadi setelah mempunyai goal, pecahlah menjadi beberapa tujuan jangka pendek, dan bekerja keraslah untuk mencapainya. c) MOTIVATION Kalau kita mau mencapai lebih banyak daripada yang lain, ya berarti kita harus bekerja lebih keras dari yang lain. (Problemnya kan banyak yang pengin mencapai lebih banyak, tetapi maunya bekerjanya sama atau lebih dikit kan? Ya nggak nyambung lah! Nah untuk bekerja keras, itu sering kali kita harus memotivasi diri kita setiap hari. Bagaimana caranya? - Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang memberikan energy positive pada kita (keluarga , teman, kolega atau siapapun, kalau mereka memberikan energy positive, dekati mereka terus menerus, energy positive mereka akan menular kepada kita, dan membuat diri kita seperti bateray handphone yang di-charge setiap hari. - Jauhi diri kita dengan orang-orang yang memberikan energy negative pada kita (keluarga , teman, kolega atau siapapun, kalau mereka memberikan energy negative, jauhi mereka terus menerus, energy negative mereka akan menguras energy kita, membuat kita lelah fisik dan mental, dan membuat diri kita seperti bateray handphone yang lama tidak di-charge. - Reward yourself for every single (small success). Bahkan anjing lautpun akan dikasih ikan sama pelatihnya setelah berhasil menangkap bola. Kita perlu melakukan yang sama pada diri kita. Setiap kali kita berhasil melakukan apapun, berikan hadiah kepada diri kita sendiri, take a break, makanlah makanan yang anda suka, telponlah mereka yang anda sayangi, belilah sesuatu yang membuat anda bersemangat! Perjalanan kita menuju kesuksesan adalah perjalanan panjang, reward ini akan membuat perjalanan menjadi menyenangkan. d) NAVIGATION Seorang pendaki gunung, kadang akan menemuji jalan buntu, mungkin karena ada pohon yang tumbang, tanah yang longsor, sungai yang banjir, atau peta yang tidak akurat. Bersiaplah bahwa perjalanan mencapai keberhasilan juga akan menemui jalan buntu. Jangan putus asa, tetaplah berusaha, dan terutama, cobalah terus maju, dengan menggunakan alternative lain. Saya bermain catur. Dan saya belajar bahwa untuk menyerang raja lawan, kita bisa berpikir dulu dan memilih untuk menggunakan kuda, gajah, benteng atau menteri. Dan kalau saya sudah menyerang menggunakan kuda dan gagal, maka saya akan menggunakan benteng. Keep trying. Navigate your journey using different path. Kalau gagal dengan satu cara, cobalah cara yang lain, gagal lagi, coba lagi, dan terus coba, sampai akhirnya mencapai tujuan! Voila, the easy way to achieve your success, by giving a DAMN (Destination, Action, Motivation and Navigation) Ingat ya, next time, ada yang bilang ke anda, bahwa dia tidak berhasil mencapai cita-citanya, bilang saja, “Because you don’t give a DAMN about it …”: and I repeat: Destination, Action, Motivation and Navigation. Salam Hangat Pambudi Sunarsihanto

LET’S ENJOY THE JOURNEY, NOT ONLY THE DESTINATION (MARI KITA MENIKMATI PROSES MENUJU KEBERHASILAN, BUKAN HANYA TUJUANNYA) Banyak orang tua di Indonesia yang sedang khawatir. Anak-anak mereka bercita-cita menjadi YouTuber, anak-anak mereka pengin menjadi “crazy-rich” yang sekarang bertebaran di dunia maya! Di Inggris, beberapa puluh tahun lalu, saat beberapa group musik berhasil sukses dan kaya raya, banyak anak muda yang ingin menjadi musisi, berhenti sekolah atau kuliah. Kalau main musik bisa kaya, mengapa harus kuliah? Apa hasilnya? Apakah semuanya kaya-raya? Sebagian kecil (atau kecil sekali) memang sukses besar, ada beberapa yang ok ok saja, tetapi sebagian besar gagal total dalam kehidupannya. Di Brazil, beberapa puluh tahun lalu, saat beberapa pemain sepakbola berhasil sukses menjadi juara dunia dan kaya raya, banyak anak muda yang ingin menjadi pemain bola, berhenti sekolah atau kuliah. Kalau main sepak bola bisa kaya, mengapa harus kuliah? Apa hasilnya? Apakah semuanya kayaraya? Sebagian kecil (atau kecil sekali) memang sukses besar, ada beberapa yang ok ok saja, tetapi sebagian besar gagal total dalam kehidupannya. Apakah anak-anak kita akan mengalami phenomena itu? Mengapa hal ini terjadi? Karena banyak yang tidak sabar, untuk mengikuti proses (panjang) untuk mencapai kesuksesan. Banyak yang menjadi “Instant Generation” Ibu saya dulu, kalau memasak mie rebus, perlu 2 jam. Beli bahan-bahan di pasar. Memotong ayam, memotong sayur, ayam disuwir, dicampur , diaduk, dicicipi dan disajikan. Saya termasuk generasi mie instan, saya merebusb air, kemudian mie instan saya masukkan, 10 menit. Saya pikir, 10 menit sudah cepat. Anak-anak saya, sudah bersiap siap dengan termos air panas. Kalau lapar, tinggal tuangkan airnya ke mie instan di mangkok plastik, dan dalam 2-3 menit sudah siap dimakan. Saya yakin bagi cucu-cucu saya, 2-3 menit tetap terlalu lama. Saya yakin mereka akan minum air mendidih, memasukkan mie mentah ke dalam perut mereka, dan kemudian perutnya digoyang untuk mencampurkan keduanya! That’s the instant phenomena. Akibatnya apa? Lahirlah para crazy rich, yang sekarang masuk penjara, tidak rich lagi, tinggal “crazy”nya. Mari kita mengingat bersama. Ada proses yang panjang dan melelahkan untuk mencapai kesuksesan. Mari kita belajar dari pendaki gunung, jangan hanya menikmati pemandangan di puncak. Tapi nikmati juga proses mendaki gunung, menyanyi bersama, dan menikmati pemandangan di sekitar hutan belukar. Life is difficult. Life is painful? Yes. Makanya kerjakan sesuatu yang anda suka. Find your passion, pilihlah bidang study atau bidang pekerjaan yang kita suka, agar proses perjalanannya pun bisa dinikmati. Intinya apa? Jangan pernah berharap bahwa kesuksesan bisa datang seperti permainan sulap “Adakabara”, dan semua uang melimpah akan datang tiba-tiba. Teach your children, remind yourself, that it take a long process, and a long journey before you achieve your success. Terus bagaimana? Enjoy the journey, enjoy the process, not only the destination. Bagaimana caranya? Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan: a) DESTINATION Pertama kali, harus jelas, tujuan yang kita ingin capai. Gambarkan dalam pikiran kita, bahkan literally, gambarkan dalam sebuah poster yang cukup besar, berukuran minimal A3. Pasang poster itu di depan meja kerja, di depan meja belajar atau di manapun yang terlihat setiap hari. Ingat, kalau tujuan kita tidak jelas, kita akan tersesat. Destination, atau goal ini akan membedakan mereka yang berhasil dan yang tidak. Yang punya goal, akan terobsesi dan bekerja keras untuk mencapainya. Yang tidak punya goal, akan bekerja atau belajar seenaknya, asal selesai, tanpa berpikir panjang ke masa depan mereka. Start your journey with a great goal, become obsessed and work hard to achieve it! b) ACTION Goal itu syarat pertama. Tetapi yang membedakan seorang pemimpi dan pemimpin adalah action, tindakan nyata, apa yang benar-benar dikerjakan setiap hari, dengan consistent!