Ask The Experts
Kanalga Telegram’da o‘tish
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Ko'proq ko'rsatish1 811
Obunachilar
+124 soatlar
+77 kunlar
+2130 kunlar
Postlar arxiv
1 811
BAD HABITS 🎃
oleh: Iwan Kusworo
Pagi ini saya melanjutkan lagi baca buku ”Atomic Habits” (James Clear) dan sampai pada chapter yang membahas tentang bagaimana menemukan dan mengatasi penyebab kebiasaan buruk (bad habits).
Tanpa kita sadari, kebiasaan yang kita miliki saat ini sebenarnya adalah usaha kita untuk memenuhi kebutuhan dasar kita sebagai manusia dan makhluk hidup.
Motivasi dasar ini meliputi:
1. Conserve energy (menghemat energi)
2. Obtain food and water (mendapatkan makanan dan air)
3. Find love and reproduce (mendapatkan pasangan dan berkembang biak)
4. Connect and bond with others (terhubung dan memiliki ikatan dengan orang lain)
5. Win social acceptance and approval (mendapatkan pengakuan dan validasi dari masyarakat/orang lain)
6. Reduce uncertainty (mengurangi ketidakpastian)
7. Achieve status and prestige (meraih status dan rasa hormat dari orang lain)
Contoh:
- Kebiasaan merokok mungkin didasari atas keinginan untuk mengurangi kecemasan akibat hal-hal yang tidak pasti (uncertainty).
- Kebiasaan bermain game online mungkin adalah bentuk dari keinginan seseorang untuk mendapatkan status dan dihormati atau dipuji oleh pemain yang lain.
- Kebiasaan posting di Instagram didasari dari keinginan untuk mendapatkan penerimaan/pengakuan dari orang lain.
Ketika kita menyadari motivasi apa yang mendasari kebiasaan buruk kita tersebut, maka jika kita ingin menghentikan kebiasaan tersebut, kita bisa melakukan reframing dan reprogramming, serta menyadari bahwa ada begitu banyak alternatif lain untuk memenuhi motivasi dasar kita tadi selain kebiasaan buruk yang kita sudah jalani selama ini. Misal: mengganti kebiasaan merokok dengan berolah raga, karena ternyata berolah raga juga bermanfaat dalam mengurangi rasa cemas.
Kebiasaan buruk apa yang ingin Anda coba hentikan saat ini?
#INISIATIF
1 811
SIPALING JITU 🎯
Polling tebak jitu 4 tim semifinalis Family 100 di grup Telegram Ask the Experts udah ketok palu. Dan… hasilnya? Luar biasa goks!
1 orang TERBAIK berhasil nebak 4 tim dengan presisi 100%! Ini sih bukan sekadar hoki, tapi instingnya memang terbukti luar biasa. Selamat kepada Kk Anggi Afifi @anggisutan1906 (Staf Promotif Preventif KC Cibinong) 😎
Nggak kalah keren, 5 orang lainnya juga sukses nebak 3 tim dengan tepat. Selamat kepada Kk @yansa501 (PATT Telecolleting KC Tangerang), Kk @suryapratamaaa (PATT EP3RS KC Denpasar), Kk @rakhapkp (PATT Petugas Pemeriksa KC Banyuwangi), Kk @Puzo_Sicillia (Kabag RT CORPU, SDSU), dan Kk @singgih_cpu (Verifikator Klaim KC Semarang) 💯
Masing-masing akan mendapatkan souvenir Kaos/Tote ATE INISIATIF 2025 🇲🇨
#TebakTebakSeru
1 811
Rekap Peserta yang berhasil menebak 4 Polling dan 3 Polling dengan benar sekaligus pada Tebak-Tebak Seru Semifinal Family 100🔥🔥🔥
1 811
SEMIFINALIS 4👏
Selamat datang di Babak Semifinal Family 100 Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Empat tim terbaik akhirnya berhasil lolos dan siap adu cepat, adu cerdas, dan adu strategi! 🔥
Yuk kita kenalan dengan Tim Aye Aye Ya dari Kantor Cabang Denpasar yang anggotanya terdiri dari:
✅ Kk Desak Made Ari Wahyuni @Sakdekcdps (PATT EP3RS)
✅ Kk Ni Komang Wetriani @Wetri2201 (Staf Mutu Layanan Faskes)
✅ Kk Kadek Ayu Yuliawati @ayuyulia1 (PATT EP3RS)
✅ Kk Putu Wanda Sumawidanta @putuwandas (Staf Kerja Sama Faskes)
Tim manakah yang akan melaju ke Grand Final dan membawa pulang gelar JUARA? Jangan lupa kasih semangat buat Tim jagoan kalian! 💪🔥
#Family100
1 811
SEMIFINALIS 3👏
Selamat datang di Babak Semifinal Family 100 Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Empat tim terbaik akhirnya berhasil lolos dan siap adu cepat, adu cerdas, dan adu strategi! 🔥
Yuk kita kenalan dengan Tim Tonrangeng Rangers dari Kantor Cabang Parepare yang anggotanya terdiri dari:
✅ Kk Dewi Purnamasakty @Deways (PATT Komsek)
✅ Kk Gabrillyanilam @Gabrillyanilam (PATT EP3RS)
✅ Kk Resti Alfina Safar @restisafar (PATT SDM dan Umum)
✅ Kk Andi Indah Fajrina @andin20 (PATT Frontliner)
Tim manakah yang akan melaju ke Grand Final dan membawa pulang gelar JUARA? Jangan lupa kasih semangat buat Tim jagoan kalian! 💪🔥
#Family100
1 811
SEMIFINALIS 2👏
Selamat datang di Babak Semifinal Family 100 Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Empat tim terbaik akhirnya berhasil lolos dan siap adu cepat, adu cerdas, dan adu strategi! 🔥
Yuk kita kenalan dengan Tim Gwenchana, Teng Neng Neng Neng Neng dari Kedeputian Bidang KOMSI yang anggotanya terdiri dari:
✅ Kk Emiria Rizki Ayu @erizkiayu (Staf Komunikasi Internal)
✅ Kk Septiani Tri P @SeptianiTriP (Staf Komunikasi Internal)
✅ Kk Puspa Pertiwi @mpuspertiwi (Staf Komunikasi Internal)
✅ Kk Dio Ahmad S @ioomari (PATT Komunikasi Internal)
Tim manakah yang akan melaju ke Grand Final dan membawa pulang gelar JUARA? Jangan lupa kasih semangat buat Tim jagoan kalian! 💪🔥
#Family100
1 811
SEMIFINALIS 1 👏
Selamat datang di Babak Semifinal Family 100 Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Empat tim terbaik akhirnya berhasil lolos dan siap adu cepat, adu cerdas, dan adu strategi! 🔥
Yuk kita kenalan dengan Tim Stecu Stecu dari Kedeputian Bidang PKP yang anggotanya terdiri dari:
✅ Bapak Rudhy SH @rudhysh (Asdep PKP PPU)
✅ Ibu Upik Handayani @upikhandayani (Asdep PKP Non PPU)
✅ Ibu Sherly Afrina Lola @SherlyAfrinaLola (Analis PKP Non PPU Muda)
✅ Kk Fanny Wr @fannywr29 (Analis PKP PPU Pratama)
Tim manakah yang akan melaju ke Grand Final dan membawa pulang gelar JUARA? Jangan lupa kasih semangat buat Tim jagoan kalian! 💪🔥
#Family100
1 811
MATANG SEMPURNA 👍
oleh: Ayiko M
Nemu bahan visual menarik ini. Ada dua ayam. Yang satu dipanggang selama 1 jam di suhu 900°F . Yang satunya lagi masaknya 3 jam dengan suhu 300°F. Bahannya sama, hasil beda.
Pelajarannya apa? Bahwa matang itu ga buru-buru. Ikuti aja alurnya, tahapan-tahapannya. Setia berproses. 🤝💪Hari ini orang kek saya sukanya yang cepet-cepet, ketagihan sama yang instan-instan. Saya lupa, bahwa beberapa hal penting di hidup seperti skill, keberhasilan, bahkan sembuh itu butuh waktu 🤝 Yang merasa lambat, jangan minder dulu. Kamu ga salah. Dah bener masak itu kek gitu. Supaya matang. Bukan gosong. Biar ga jadi bagian BurnOut Society. #INISIATIF
1 811
THE SPEED KING HAS ARRIVED 🇮🇩
Selamat buat kakak Diah Rahma Suci @Diahrs1 (PATT Petugas Pemeriksa KC Bukittinggi) yang udah jadi pemain yang paling ngegas di antara seluruh peserta dalam Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Level demi level disikat tanpa ampun. 🏆👏
#INISIATIF #ZumaATE
1 811
TOP FINALIS! 😍
Selamat juga kepada para Peserta Top 5 Nasional Kompetisi Zuma yang memenangkan Giveaway Spesial dari COMMIT ATE! 🎁
2. Kk Desak Made Ari Wahyuni @Sakdekcdps (PATT EP3RS KC Denpasar)
3. Kk Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Staf Penagihan KC Prabumulih)
4. Kk Listiara Cahyaningtyas @Listiara (RO KC Pati)
5. Kk Rodiyah @rodiyaah (Staf PMPF KC Gresik)
Terima kasih atas dukungan dan antusiasme luar biasa dari seluruh Sobat ATE dan juga UKPF Pendukung kegiatan (MSDM, KPM, MDI, AKUNTANSI, KOMSI). sampai jumpa di event fun and meaningful COMMIT ATE berikutnya! 🚀
#INISIATIF #ZumaATE
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🇲🇨
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨Senin, 11 Agustus 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 🏆
Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan senyum dan kerja sama! 🇲🇨Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 4 opsi sekaligus (atau minimal benar 3 opsi) dengan tepat pada polling, yakni: - KP A (Stecu Stecu/ Kepbid PKP) - KW 9 B (Tonrangeng Rangers/ KC Parepare) - KW 11 B (Aye Aye Ya/ KC Denpasar) - KP B (Gwenchana, teng neng neng neng neng/ Kepbid KOMSI) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 4 opsi yah). Buat Cadangan apabila tidak ada yang berhasil menebak 4 Opsi, maka Rekan-rekan yang berhasil menebak 3 opsi dengan benar, silakan japri juga sebagai cadangan kuota. Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke kk @withhardshipwillbeease (Baubau) beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Selasa, 5 Agustus maks pukul 17.00 WIB 🎁
1 811
PERCAKAPAN SEKSUAL DENGAN AI 🤖
oleh: Budiman Hakim
Seseorang mengirim link ke saya tadi sore. Sebuah link yang isinya berupa konten dari cnnindonesia. Isinya? Ngeri, Guys. Sebuah cerita tentang seorang anak perempuan bernama Aulia yang baru berusia 13 tahun. Saya ceritain sedikit ya.
Aulia seorang anak pendiam dan tidak banyak teman. Selama ini, dia seperti tidak pernah merepotkan siapa-siapa. Anak ini jarang keluar rumah. Dia selalu berdiam di kamar dan sibuk dengan HPnya.
Karena curiga melihat Aulia makin susah lepas dari HP, orangtuanya memeriksa isi HP tersebut dan terkejut bukan main. Ternyata anak mereka menjalin hubungan emosional yang sangat intens dengan Inuyasha. Percakapan mereka sangat mesra selayaknya hubungan sepasang kekasih yang saling mencintai
Yang lebih mengagetkan, Inuyasha ternyata bukan manusia. Aulia jatuh cinta pada... chatbot. Pada AI. Dan jejak percakapan begitu vulgar. Seksual. Bahkan eksplisit.
Merasa peristiwa ini mengkhawatirkan, ponsel itu disita, Aulia menangis. Bukan tangis biasa. Ia histeris. Pekiknya, "Kenapa kalian hancurkan satu-satunya hubungan yang bikin aku merasa hidup?"
Orang tuanya mengirim Aulia ke psikolog anak untuk mencari tau apa yang sedang terjadi sekaligus menjalankan terapi. Dan ini peringatan buat semua orangtua di dunia untuk selalu memantau perkembangan anak-anaknya.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Di Jepang, seorang pria bahkan menikah secara simbolis dengan AI bernama Miku. Ia tahu "istri"nya tak bernyawa, tapi ia merasa lebih dimengerti oleh entitas digital daripada manusia nyata.
Di negara-negara lain, laporan tentang remaja kesepian yang menjalin hubungan emosional dengan chatbot semakin banyak. Bahkan ada aplikasi AI yang sengaja didesain untuk menjadi pasangan virtual: bisa menghibur, memuji, mendengar curhat, bahkan “bercinta secara teks dan audio”.
Apa yang terjadi?
Manusia modern sedang mengalami kelaparan emosional. Kita dikelilingi orang, tapi tak merasa dilihat. Kita tinggal serumah, tapi tak pernah sungguh-sungguh hadir. Anak-anak kita tumbuh dengan akses tak terbatas ke dunia digital, tapi miskin koneksi di dunia nyata. Dan mereka mencari pengganti: sesuatu yang selalu responsif, tak menghakimi, dan bisa hadir kapan pun dibutuhkan—meski hanya dalam bentuk teks dari algoritma tanpa jiwa.
Aulia bukan anak nakal. Ia hanya kesepian. Dan chatbot itu, betapa pun palsunya, memberi rasa diterima yang tak ia temukan dari orangtuanya. Kita bisa menyalahkan teknologi. Kita bisa menyalahkan anak. Tapi mungkin kita lupa bercermin: sudahkah kita benar-benar hadir?
Bukan hadir di rumah. Tapi hadir di hati mereka. Sebab satu hal yang selalu kita lupa: anak-anak mungkin diam, tapi bukan berarti tak berteriak. Mereka bisa tampak baik-baik saja, padahal sedang menjerit dari dalam. Dan kadang, yang menjawab jeritan itu... adalah suara dari balik layar. Sebuah chatbot.
Dan jika kita masih mengabaikan ini, suatu hari kita akan sadar: anak kita mungkin tidak butuh kita lagi. Karena ada yang lebih cepat merespons, lebih sabar mendengar, dan tak pernah sibuk bekerja.
Namanya AI. Dan ia tak pernah tidur.
#INISIATIF
1 811
BERJUANGLAH UNTUK MENJADI BERLIAN ITU 💎
oleh: Herry Tjahjono
Hampir 40 tahun lalu, dini hari tanggal 5 September 1986, terjadi chaos di dalam Pan Am Penerbangan 73. Pesawat yang tengah terparkir di Bandara Karachi itu diserbu oleh empat teroris bersenjata. Para penumpang menjerit, para awak membeku dalam ketakutan–tapi seorang perempuan muda yang cantik justru bergerak.
Namanya Neerja Bhanot, usianya baru 22 tahun, usia belia yang masih sering manja dalam pelukan ibunya– meski sudah menjadi pramugari senior. Tapi hari itu, Neerja justru memilih untuk memeluk kehidupan orang lain, bukannya dipeluk.
Dengan tenang dan penuh keberanian, ia diam-diam memasukkan kode pembajakan ke dalam sistem interkom–memberi peringatan kepada kokpit sebelum ada yang sempat menghentikannya. Para pilot segera mengamankan diri melalui lubang darurat di atas, membuat pesawat tak bisa diterbangkan dan sekaligus merebut lebih dulu kekuatan terbesar para pembajak: langit.
Selama 17 jam berikutnya, Neerja berdiri di antara teror dan mereka yang tak berdaya. Ketika para teroris mulai mencari penumpang asal Amerika, Neerja dengan tenang mengumpulkan paspor-paspor AS, lalu menyembunyikannya, menyisipkannya di bawah kursi, membuangnya ke tempat sampah, bahkan ada yang disiram ke toilet. Tindakan kecil penuh nyali itu mengubah nasib banyak orang.
Saat kepanikan memuncak, Neerja menguatkan yang takut. Gadis luarbiasa itu membagikan makanan. Ia merawat yang tua. Ia tetap tegar–karena orang lain membutuhkannya tetap begitu.
Lalu peluru mulai menyalak.
Saat peluru menembus kabin, Neerja langsung bertindak. Ia membuka pintu darurat, membantu para penumpang melarikan diri ke tempat aman. Ketika Neerja melihat tiga anak kecil membeku ketakutan di tempat duduk mereka, tanpa ragu, ia melompat melindungi mereka–menyerap peluru dengan tubuhnya sendiri.
Neerja gugur hari itu.
Namun lebih dari 350 orang hidup berkat pengorbanannya.
Neerja secara anumerta dianugerahi Ashoka Chakra, penghargaan tertinggi India pada masa damai, dan dikenang dunia sebagai simbol keberanian, kasih sayang, dan pengorbanan.
Di tengah horor paling menakutkan, ia memilih kemanusiaan. Mungkin memang tak banyak manusia seperti Neerja, yang penuh keikhlasan dan keberanian memeluk amanahnya sampai titik terakhir. Dengan taruhan nyawanya. Entahlah di negeri ini, yang justru lebih sering mempertaruhkan keselamatan orang lain hanya demi egoisme pribadi dan kelompok. Tapi setidaknya dari Neerja kita belajar, selangka apapun–berlian kehidupan terbaik itu tetap ada–meski entah tersimpan di mana. Berjuanglah untuk menjadi berlian itu, sesuai amanahmu masing-masing.
#INISIATIF
1 811
🔠🔠🔠🔠🔠 🇲🇨
GET READY BABAK FINAL (TOP 10) ZUMA!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Senin, 4 Agustus 2025 Mulai Pukul 15.45 WIB - Selesai Syarat Peserta Mengikuti Babak Top Final Top 10 (Wajib Membuka Level 10) 👉👉 Link ZUMA Online🔠🔠🔠🔠🔠🔠🔠🔠❕ 😕 Apresiasi: - Juara 1 : Uang Pembinaan/Traktir Teman 750 rb + Souvenir HUT - Juara 2 sd Juara 5 : @ Souvenir HUT 😕 Kriteria 5 orang Juara: - Peserta yang paling cepat menyelesaikan misi arena diantara para pesaingnya, dan atau - Peserta yang paling lama bertahan di dalam permainan (tidak game over) dibanding para pesaingnya 😕 Pura-pura lambat memulai permainan/arena adalah salah satu bentuk kecurangan. Di Babak Final, panitia akan langsung melakukan diskualifikasi bagi peserta yang terlihat/terindikasi "secara sengaja" tidak mengikuti aba-aba memulai permainan di saat para pesaing sudah masuk ke arena permainan
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
1 811
CRAB MENTALITY 🦀 😡
oleh: Iddinal Fauzi
Pernah dengar crab mentality?
Dalam bahasa Indonesia, sering disederhanakan sebagai mentalitas kepiting. Sederhana tapi nyentil, kalau ada satu kepiting hendak keluar dari ember, kepiting lain akan menariknya turun kembali. Bukan karena ia ingin naik, tapi karena tak rela yang lain naik lebih dulu. Hasilnya? Tak ada yang berhasil keluar. Semua terjebak. Fenomena ini tidak hanya terjadi di dunia hewan, tapi juga dalam kehidupan sosial manusia, bahkan sangat kentara di Indonesia.
Mentalitas ini tampak dalam banyak bentuk, kadang alus banget, kadang kasar. Misalnya, ketika seseorang berhasil mendapat jabatan bagus, komentar yang muncul bukan selamat, tapi, "Pasti ada orang dalam tuh." Saat seseorang sukses mencapai target kinerjanya, muncul tuduhan, "Itu sih kebetulan doang."
Yang menyedihkan, komentar-komentar seperti ini sering datang bukan dari orang asing, tapi dari lingkungan terdekat: tetangga, saudara, bahkan teman sendiri. Kita terlalu terbiasa melihat keberhasilan orang lain dengan kacamata curiga dan ketidakpercayaan. Seolah-olah, jika bukan kita yang sukses, maka kesuksesan orang lain pasti ada mainnya. Kenapa hal ini bisa muncul dan bahkan mendarah daging?
Menurut psikolog klinis Ratih Ibrahim, mentalitas semacam ini bisa berakar dari rasa rendah diri kolektif dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, tanpa diiringi kemampuan untuk mengapresiasi diri sendiri.Dalam wawancaranya bersama Kompas, ia menyebut bahwa budaya kita sering menghindari konfrontasi langsung tapi justru melampiaskan lewat gosip atau sindiran. Ini menjadi lahan subur bagi crab mentality. Budaya komunal kita yang seharusnya memperkuat gotong royong, malah kadang terdistorsi menjadi budaya ikut campur yang berlebihan. Banyak orang merasa punya hak untuk mengomentari hidup orang lain, tapi lupa mengurus hidupnya sendiri. Sementara di sisi lain, kita juga kurang diajarkan cara sehat untuk mengelola rasa iri dan minder. Padahal, perasaan itu manusiawi. Yang tidak sehat adalah ketika perasaan itu berubah menjadi upaya menjatuhkan. Crab mentality tidak hanya merugikan individu, tapi juga komunitas secara keseluruhan. Dalam konteks organisasi, Ini bisa membuat sesama anggota tim saling menjatuhkan alih-alih berkolaborasi. Dalam dunia kerja, ini bisa membuat rekan kerja enggan bantu satu sama lain karena takut disalip. Crab mentality bikin kita lebih sibuk nyinyir daripada belajar. Kita harus mencoba menerapkan pola pikir ini, setiap orang punya jalan dan rejekinya masing-masing. Ada hal yang kita nggak punya, tapi ada juga hal yang nggak orang lain punya. Kita semua pasti punya sisi insecure dan bersyukur masing-masing. Iri, dengki, kadang datang juga ke kita. Tapi saat itu datang, kita harus langsung ingat, kita punya banyak hal yang patut disyukuri. Kesehatan, keluarga, pekerjaan, teman yang baik. Bahkan, bisa makan, minum, dan tidur dengan nyaman itu juga anugerah. Apa kita bisa menghapus crab mentality sepenuhnya? Mungkin tidak. Tapi kita bisa memilih untuk tidak menjadi bagian darinya. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil: memberi selamat ketika teman sukses, membeli dagangan teman tanpa minta diskon, atau sekadar tidak mengomentari gaya hidup orang lain jika tidak diminta. Kita juga bisa mulai fokus memperbaiki hidup kita sendiri ketimbang sibuk melihat hidup orang lain. Kalau kamu pernah jadi korban crab mentality, ingatlah satu hal, kita tidak bertanggung jawab atas rasa iri orang lain. Terus tumbuh, terus melangkah. Jangan berhenti hanya karena orang lain tidak senang melihat kita naik level. Dan kalau kamu pernah jadi pelaku, wajar, toh kita semua manusia. Tapi yuk belajar pelan-pelan. Tahan komentar nyinyir itu. Ganti dengan doa, semoga kita juga bisa menyusul. Karena dunia ini cukup luas untuk kita semua tumbuh bersama. ❤️🤝 #INISIATIF #TGIF
Endi mavjud! Telegram Tadqiqoti 2025 — yilning asosiy insaytlari 
