FTC INDONESIA | FX CLUB
Kanalga Telegram’da o‘tish
FTC Indonesia Journal Market News & Technical Insight ‼️ Kami Tidak Jual signal, Tidak Jual Robot, Tidak Terima Titip Dana. Kami Murni Komunitas Belajar Bersama Disclaimer : Content dibuat untuk edukasi dan Bukan sebagai finansial advise. 🗨 @ftc_admin
Ko'proq ko'rsatish1 026
Obunachilar
Ma'lumot yo'q24 soatlar
+67 kun
-830 kun
Postlar arxiv
XAUUSD Roadmaps
Mengacu pada DXY sebelumnya yang berpotensi menguat, kami compare ke XAU yang seharusnya potensi kembali melemah.
Pada XAU, Head n Shoulder, HNS sampai dengan saat ini masih belum invalid walaupun rebound harga mendominasi saat ini. HNS berpotensi gagal jika harga berhasil close daily di atas 4400.
Sementara kami wait n see, key lower level 4340 dipecahkan, baru kami cari setup SELL.
Disclaimer on
+1
DXY Roadmaps - Double Bottom Bekerja
Bullish impulsive berjalan setelah fase akumulasi dollar menembus neckline 99.80 dan close diatas 100.
Double bottom sekarang bekerja, Sementara tertahan di retrace 61.8 ( 100.46 ) dan koreksi berpotensi di 100.
Berdasarkan pattern DB, Potensi DXY mengejar 100.98 dan Level invalidasi naik ke 100.02
Summary : Minggu ini, dollar kemungkinan akan terus menguat, sampai level finish 100.90an tercapai.
Disclaimer on
Penggerak Hari Ini.
Tidak ada berita sangat penting Hari Ini. Market berpotensi bergerak secara teknikal.
Market Weekly Review & Outlook (21–25 September 2026)
📈 Indeks Saham
Dukungan Teknologi di Tengah Tekanan Makro
- Review (14–18 Sep): Wall Street mixed (S&P 500 +0,17%, Nasdaq +0,40%, Dow -0,18%). Mingguan: Nasdaq naik berkat reli semikonduktor, S&P & Dow melemah. Eropa turun (STOXX -1,1%), Asia naik pasca keputusan BOJ.
- Outlook: Fokus pada geopolitik Timur Tengah, pertemuan Trump–Xi, data flash PMI global, serta sentimen konsumen Eropa.
💵 Valas
Dolar Stabil, Yen Melemah Pasca BOJ
- Review: DXY di 100,19. Euro -0,10% ke 1,1488. BOJ naikkan suku bunga 25 bps ke 1,25% (tertinggi 31 tahun), tapi Yen justru melemah ke 156,76/USD. Fed naikkan suku bunga pertama kali dalam 3 tahun. BOE & RBA waspada inflasi.
- Outlook: Sorotan pidato pejabat Fed, data durable goods (-0,5% proyeksi), penjualan rumah baru, keputusan suku bunga Swedia, Swiss, Norwegia. LRP China diperkirakan tetap.
📊 Obligasi
Yield US Treasury 10Y Tembus 5%
- Review: Yield 10Y sempat menembus 5% (tertinggi sejak 2007) akibat ekspektasi suku bunga global & tekanan inflasi energi/geopolitik.
- Outlook: Yield jadi penentu utama daya tarik aset USD & tekanan pada aset berisiko.
🛢️ Minyak Mentah
Bertahan di Atas US$100
- Review: Brent turun 1% ke US$103,87/barel. US Oil: O 102,02 | H 106,67 | L 94,62 | C 95,29 (Range 12,05).
- Teknikal US Oil:
- Outlook: Bullish
- Support: 91,05 | 86,81 | 79,00
- Resistance: 103,10 | 110,91 | 115,15
- Outlook: Risiko utama tetap eskalasi konflik Timur Tengah.
🪙 Emas
Bullish Berlanjut, Safe Haven Geopolitik & Inflasi
- Review: Spot naik 0,98% ke US$4.382,59/oz. Data: O 4.332,38 | H 4.399,63 | L 4.234,66 | C 4.380,92 (Range 165,97).
- Teknikal Gold:
- Outlook: Bullish
- Support: 4.277 | 4.173 | 4.112
- Resistance: 4.442 | 4.503 | 4.607
- Outlook: Interaksi yield tinggi vs permintaan safe-haven jadi penggerak utama.
📌 Kesimpulan
- Saham global tertekan, Nasdaq relatif kuat.
- Dolar stabil, Yen melemah meski BOJ naikkan suku bunga.
- Yield 10Y US Treasury jadi sorotan.
- Minyak tetap di atas US$100, outlook bullish.
- Emas lanjut bullish sebagai lindung nilai geopolitik & inflasi.
Happy Money Day - its Monday.. Selamat Hari Senin
Perlakukan Trading Kita, Sebagai Bisnis. Kita Menjalankan Perdagangan Bukan Permainan.
Salam Profit Berkah Barokah.
Market Weekly Review & Outlook (21–25 September 2026)
📈 Indeks Saham
Dukungan Teknologi di Tengah Tekanan Makro
- Review (14–18 Sep): Wall Street mixed (S&P 500 +0,17%, Nasdaq +0,40%, Dow -0,18%). Mingguan: Nasdaq naik berkat reli semikonduktor, S&P & Dow melemah. Eropa turun (STOXX -1,1%), Asia naik pasca keputusan BOJ.
- Outlook: Fokus pada geopolitik Timur Tengah, pertemuan Trump–Xi, data flash PMI global, serta sentimen konsumen Eropa.
💵 Valas
Dolar Stabil, Yen Melemah Pasca BOJ
- Review: DXY di 100,19. Euro -0,10% ke 1,1488. BOJ naikkan suku bunga 25 bps ke 1,25% (tertinggi 31 tahun), tapi Yen justru melemah ke 156,76/USD. Fed naikkan suku bunga pertama kali dalam 3 tahun. BOE & RBA waspada inflasi.
- Outlook: Sorotan pidato pejabat Fed, data durable goods (-0,5% proyeksi), penjualan rumah baru, keputusan suku bunga Swedia, Swiss, Norwegia. LRP China diperkirakan tetap.
📊 Obligasi
Yield US Treasury 10Y Tembus 5%
- Review: Yield 10Y sempat menembus 5% (tertinggi sejak 2007) akibat ekspektasi suku bunga global & tekanan inflasi energi/geopolitik.
- Outlook: Yield jadi penentu utama daya tarik aset USD & tekanan pada aset berisiko.
🛢️ Minyak Mentah
Bertahan di Atas US$100
- Review: Brent turun 1% ke US$103,87/barel. US Oil: O 102,02 | H 106,67 | L 94,62 | C 95,29 (Range 12,05).
- Teknikal US Oil:
- Outlook: Bullish
- Support: 91,05 | 86,81 | 79,00
- Resistance: 103,10 | 110,91 | 115,15
- Outlook: Risiko utama tetap eskalasi konflik Timur Tengah.
🪙 Emas
Bullish Berlanjut, Safe Haven Geopolitik & Inflasi
- Review: Spot naik 0,98% ke US$4.382,59/oz. Data: O 4.332,38 | H 4.399,63 | L 4.234,66 | C 4.380,92 (Range 165,97).
- Teknikal Gold:
- Outlook: Bullish
- Support: 4.277 | 4.173 | 4.112
- Resistance: 4.442 | 4.503 | 4.607
- Outlook: Interaksi yield tinggi vs permintaan safe-haven jadi penggerak utama.
📌 Kesimpulan
- Saham global tertekan, Nasdaq relatif kuat.
- Dolar stabil, Yen melemah meski BOJ naikkan suku bunga.
- Yield 10Y US Treasury jadi sorotan.
- Minyak tetap di atas US$100, outlook bullish.
- Emas lanjut bullish sebagai lindung nilai geopolitik & inflasi.
XAUUSD Road Maps - BUYER VS SELLER
XAUUSD masih dalam fase recovery bullish, setelah seller gagal mempertahankan tekanan di area 4.261 dan harga membentuk potensi Double Bottom/Akumulasi. Secara fundamental, emas juga mendapat dorongan dari pelemahan dolar dan turunnya yield AS
🔑 Level penting:
Upper Level
4.361 → resistance / area konfirmasi breakout
4.401 → target berikutnya
4.461 → Target DB
Lower Level
4335 - RBS terdekat - Zona BUY terdekat ( tunggu reaksi )
4.306 → bullish invalidation key level
4.261 → support utama
👉 Skenario: Selama harga bertahan di atas 4.306, fokus pada peluang BUY setelah breakout & confirmation di atas 4.361. Jika gagal breakout, waspadai retracement kembali ke area support.
Disclaimer on
Penggerak Hari Ini - Waktunya BOJ Naik Suku Bunga.
* BOJ Rate 10:00 WIB
* Retail Sales Inggris 13:00 WIB
Data amerika absen hari ini
Emas Rebound 2%, Bursa AS Menguat, dan Harga Minyak Tertekan: Pasar Global Menimbang Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pasar keuangan global menunjukkan pergerakan yang beragam pada perdagangan Kamis. Harga emas berhasil bangkit setelah mengalami tekanan akibat kenaikan suku bunga Amerika Serikat, sementara pasar saham Wall Street mencatat penguatan signifikan. Di sisi lain, harga minyak mentah melanjutkan penurunan seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Harga Emas Bangkit Setelah Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga emas melonjak sekitar 2% ke level US$4.360 per ons pada Kamis, setelah sehari sebelumnya menyentuh titik terendah dalam hampir enam minggu. Rebound tersebut terjadi ketika investor mulai menyesuaikan kembali posisi mereka pasca keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Penguatan emas turut didukung oleh pelemahan dolar AS yang sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan mengindikasikan masih ada potensi kenaikan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Para pembuat kebijakan menilai tekanan inflasi masih berada pada tingkat yang tinggi.
Meskipun emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena investor dapat memperoleh imbal hasil yang lebih menarik dari instrumen berbunga.
Sementara itu, Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya, sedangkan Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada pertemuan berikutnya.
Wall Street Rebound Kuat Dipimpin Sektor Teknologi
Pasar saham Amerika Serikat mencatat kenaikan tajam pada Kamis dan berhasil menghapus kerugian dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing menguat lebih dari 1%, sementara Dow Jones naik sekitar 0,7%.
Sentimen positif datang dari pelemahan harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi energi dan menurunkan tekanan pada pasar obligasi pemerintah AS. Meskipun The Fed telah menaikkan suku bunga, investor tampak lebih optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja korporasi.
Saham-saham semikonduktor menjadi motor utama penguatan pasar. Intel, AMD, Marvell, Seagate, dan Lam Research masing-masing mencatat kenaikan sekitar 4%. Selain itu, saham perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon juga menguat mendekati 2%.
Penguatan sektor teknologi menunjukkan bahwa pelaku pasar kembali memburu saham pertumbuhan setelah sebelumnya muncul kekhawatiran terkait belanja modal dan perkembangan industri kecerdasan buatan (AI).
Harga Minyak Terus Melemah Seiring Meredanya Risiko Pasokan
Di pasar komoditas, harga minyak mentah ditutup di sekitar US$101 per barel, memperpanjang penurunan sebesar 3,2% dari sesi sebelumnya.
Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah Arab Saudi mengambil langkah untuk menjaga kelancaran ekspor minyak mentah di tengah gangguan pada salah satu jalur pipa penting. Negara tersebut dilaporkan menyediakan tambahan pasokan minyak bagi kilang-kilang Asia melalui mekanisme transfer kapal-ke-kapal di dekat pelabuhan Sohar, Oman.
Arab Saudi juga menyatakan bahwa sekitar setengah kapasitas pipa East-West yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari, sementara pemulihan penuh diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam minggu.
Selain itu, ekspor produk minyak Rusia melalui jalur laut tercatat meningkat 16,4% pada Agustus dibandingkan Juli setelah sejumlah kilang menyelesaikan masa pemeliharaan.
Trading Baik : Menjaga Kesadaran Penuh dalam mengambil langkah dan keputusan. MINDFULNESS
Salam Jumat Berkah
Happy Friday.
Edelwis memang indah, tetapi clover akan selalu tumbuh di sela-sela retakan🍀
Yukk simak artikel selengkapnya👇
https://ftcindonesia.org/filosofi-clover-mengulik-makna-semanggi-dalam-dunia-investasi/
XAUUSD Intraday Roadmaps
Dengan Tekanan bearish besar tadi malam, terlihat ada potensi perubahan struktur ke bearish dengan terbentuknya Low Baru.
Pagi ini rebound signifikan kembali ke 4300an, dengan menarik Fibo retrace dan mencari confluence level, kami melihat potensi resist kuat di area 4308 - 4315 sebagai zona re-entry Jual. Namun seperti biasa, harus ada seller dulu mengkonfirmasi.
Untuk invalidasi bearish kemungkinan akan terjadi jika close candle diatas 4315 dengan target atas kembali ke 4346
Disclaimer on
Potensi Trending Hari Ini
Bullish : DXY / USDCHF / USDJPY / USDCAD
Bearish : GBPUSD / EURUSD / AUDUSD / NZDUSD / US30
Disclaimer on
Penggerak Hari Ini - BOE
Setelah the FED tadi malam, sore ini jam 18:00 akan rilis dari BOE Inggris mengumumkan suku bunganya. Diperkirakan Suku Bunga tidak berubah. Namun perlu dicermati statement setelahnya.
Data lain 19:30 Data perumahan Amerika.
Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat, Emas dan Minyak Tertekan
Federal Reserve (Fed) akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menandai kenaikan pertama sejak 2023. Keputusan ini diambil secara bulat oleh seluruh anggota FOMC, dengan alasan inflasi yang masih tinggi dan data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan konsumen melalui lonjakan penjualan ritel. Proyeksi terbaru juga mengindikasikan kemungkinan adanya satu kenaikan tambahan sebelum akhir tahun.
Langkah Fed langsung mendorong indeks dolar menembus level 100, tertinggi dalam hampir tujuh minggu. Penguatan dolar terjadi setelah pasar menilai prospek ekonomi AS lebih solid, dengan revisi ke bawah tingkat pengangguran dan revisi ke atas pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, komentar sebelumnya dari Ketua Fed Kevin Warsh sempat menimbulkan keraguan apakah bank sentral akan konsisten menggunakan suku bunga sebagai alat utama melawan inflasi, sehingga sempat memicu aliran dana ke emas dan mata uang aman lainnya.
Di pasar komoditas, emas bertahan di bawah $4.300 per ounce setelah sempat naik intraday. Kenaikan suku bunga dan sinyal kemungkinan pengetatan lanjutan menekan harga emas, meski ada sedikit dukungan dari penurunan harga minyak. Data inflasi inti AS bulan Agustus yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa tekanan harga masih belum mereda.
Sementara itu, harga minyak mentah turun di bawah $102 per barel, melanjutkan pelemahan dua sesi berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh kabar bahwa Arab Saudi berencana memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari dan mengembalikannya ke operasi penuh dalam enam minggu. Pipa tersebut sebelumnya rusak akibat serangan drone, namun jalur alternatif melalui Selat Hormuz tetap aktif dengan dukungan militer AS. Data resmi AS juga menunjukkan penurunan persediaan minyak sebesar 640 ribu barel, lebih kecil dari perkiraan analis, dan berbeda tajam dengan estimasi API yang sempat memperkirakan kenaikan besar.
Kesimpulan
Kenaikan suku bunga Fed memperkuat dolar dan menekan emas, sementara harga minyak melemah karena prospek pemulihan pasokan dari Arab Saudi. Pasar kini menanti langkah lanjutan bank sentral global, termasuk keputusan Bank of England dan Bank of Japan, yang dapat menambah dinamika volatilitas lintas aset.
PEMENANG Adalah PEMIMPI YANG TAK PERNAH MENYERAH & TAK PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI.
TRADING for LIVING itu BISA. Yakin & Yakinlah
Mimpi adalah Doa, Sekarang Melangkahlah.
Happy Thursday
Salam Kamis Sukses
📌 Kesimpulan Pidato Kevin Warsh (FOMC, 17 September 2026)
Inflasi: Warsh menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan berarti. Banyak kategori harga naik di atas 3% baik dalam horizon 6 maupun 12 bulan.
Kebijakan Suku Bunga: FOMC menaikkan suku bunga 25 bps ke 4%. Warsh menekankan bahwa Fed harus yakin inflasi bergerak menuju target 2% secara tepat waktu, dan kondisi itu belum terpenuhi.
Fokus Utama: Prioritas Fed tetap pada stabilitas harga. Sisi tenaga kerja dianggap “dalam kondisi baik” dengan pengangguran rendah dan jam kerja meningkat.
Pandangan Ekonomi: Warsh menyebut ekonomi AS masih resilien, kredit mengalir dengan baik, dan kondisi keuangan belum bisa disebut restriktif.
Risiko: Risiko inflasi dinilai “ke arah atas” (upside), sementara risiko tenaga kerja relatif seimbang.
👉 Intinya: Warsh menegaskan inflasi masih membandel, sehingga Fed tetap hawkish dengan kemungkinan tambahan kenaikan suku bunga. Fokus kebijakan jelas pada pengendalian harga, sementara pasar tenaga kerja dianggap cukup kuat untuk menahan kebijakan ketat.
