Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Kanalga Telegram’da o‘tish
5 142
Obunachilar
-324 soatlar
-167 kunlar
-5530 kunlar
Postlar arxiv
🚧 JANGAN KAMU HERAN, PENYEMBAH PATUNG AKAN SELALU MEMUSUHI ISLAM…!
➡ (1) Peringatan kepada umat Islam untuk berhati-hati dan selalu waspada terhadap kaum musyrikin, para penyembah berhala, penyembah patung-patung yang mereka pahat sendiri. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [Al-Maidah: 82]
Kapan kaum muslimin lemah dan lengah, sedang mereka berkuasa dan mampu, niscaya mereka akan menyerang, menyiksa, membunuh dan mengusir kaum muslimin.
Bahwa ajaran-ajaran kasih sayang mereka hanyalah kepalsuan dan tipu daya belaka. Kaum muslimin Rohingya di Myanmar, Palestina, Suriah dan di berbagai belahan dunia adalah saksi-saksi hidup akan kepalsuan dan tipu daya mereka di abad modern ini.
Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari rahimahullah berkata, “Allah ta’ala dzikuruhu mengingatkan kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dalam ayat ini: Engkau benar-benar akan mendapati wahai Muhammad, orang-orang yang paling keras memusuhi kaum muslimin yang membenarkanmu, meneladanimu dan membenarkan ajaranmu adalah Yahudi dan orang-orang musyrik, yaitu para penyembah berhala yang menjadikan berhala-berhala sebagai ‘tuhan-tuhan’ yang mereka sembah selain Allah ta’ala.” [Tafsir Ath-Thobari, 10/498]
➡ (2) Pembenci Islam terbesar adalah Yahudi dan musyrikin, dan mayoritas kelompok sesat Syi’ah termasuk kaum musyrikin karena menuhankan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dan keturunan beliau.
Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman As-Si’di rahimahullah berkata, “Maka secara mutlak, dua golongan inilah yang paling memusuhi dan paling banyak berusaha menimpakan bahaya terhadap Islam dan kaum muslimin, hal itu karena besarnya kebencian mereka terhadap kaum muslimin, serta sifat mereka yang melampaui batas, hasad, menentang dan kufur.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 241]
Mereka tidak akan pernah senang terhadap kaum muslimin sampai mengikuti agama mereka,
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِير
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [Al-Baqoroh: 120]
Allah ta’ala juga berfirman,
وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) memurtadkan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” [Al-Baqoroh: 217]
➡ (3) Tidak ada alasan mengapa orang-orang kafir membenci kaum muslimin selain karena kekafiran mereka kepada Allah ta’ala dan keimanan kaum muslimin kepada-Nya, maka ayat yang mulia ini sekaligus mengingatkan kaum muslimin bahwa diantara konsekuensi keimanan adalah dimusuhi dan memusuhi orang-orang kafir...
💻 Baca Selengkapnya:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/635436926605793:0
🌐 http://sofyanruray.info/jangan-kamu-heran-penyembah-patung-akan-selalu-memusuhi-islam/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
📝 PILAR-PILAR KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اَللَّهِ مِنْ اَلْمُؤْمِنِ اَلضَّعِيفِ, وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ, اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ, وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَكَذَا, وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ; فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ اَلشَّيْطَانِ
🌿 “Mukmin yang kuat imannya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah imannya, namun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah kamu lemah. Dan apabila kamu ditimpa suatu musibah, maka janganlah kamu katakan: “Andaikan aku melakukan yang ini, tentunya yang akan terjadi ini dan itu” tetapi katakanlah:
قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
🌾 “Qoddarollaahu wa maa syaa fa’ala” (bisa juga dibaca: Qodarullaahi wa maa syaa fa’ala)
🌿 “Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki maka Dia melakukannya” karena sesungguhnya ucapan “Andaikan” membuka amalan setan.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
➡ Dalam hadits yang mulia ini terdapat pilar-pilar penting yang menopang kehidupan seorang mukmin untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, yaitu:
1) Kekuatan iman, inilah kekuatan yang dimaksudkan dalam hadits ini, bukan kekuatan fisik belaka.
2) Bersemangat dalam meraih sesuatu yang bermanfaat, ini mencakup manfaat untuk kehidupan dunia, terlebih lagi untuk kehidupan abadi di akhirat.
3) Meninggalkan yang tidak bermanfaat, apalagi yang membahayakan di dunia dan akhirat.
4) Senantiasa meminta pertolongan kepada Allah ta’ala dan berharap serta bergantung hanya kepada-Nya.
5) Tidak takjub dan tidak sombong dengan kemampuan diri.
6) Tidak merasa lemah, selalu optimis dan bersemangat.
7) Apabila yang ditakdirkan tidak sesuai harapan dan cita-cita maka terimalah takdir tersebut dengan lapang dada seraya tetap bergantung kepada Allah ta’ala untuk meraih yang lebih baik di masa yang akan datang.
8) Apabila telah terjadi musibah tidak lagi berandai-andai ke belakang, karena itu tanda kelemahan.
9) Beriman dengan takdir Allah ta’ala dan berserah diri kepada-Nya serta beradab dalam ucapan terhadap takdir-Nya.
10) Tidak membuka pintu bagi setan dan tidak menuruti godaan serta tipu dayanya.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/pilar-pilar-kehidupan-seorang-mukmin/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🌍 ULAMA ISLAM SEPAKAT: BENTUK BUMI BULAT, TIDAK BERGERAK DAN MATAHARI MENGELILINGINYA
✅ KESEPAKATAN ULAMA ISLAM ADALAH KEBENARAN
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisa: 115]
Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,
“Dalam ayat yang mulia ini terdapat pendalilan bahwa ijma’ umat ini adalah hujjah, dan bahwa ia maksum (terjaga) dari kesalahan. Sisi Pendalilannya: Bahwa Allah telah mengancam siapa yang menyelisihi jalan kaum mukminin dengan kehinaan dan neraka, dan jalan kaum mukminin dalam ayat ini dalam bentuk mufrod mudhof (satu kata yang disandarkan) sehingga maknanya mencakup seluruh keyakinan dan amalan kaum mukminin, apabila mereka telah sepakat untuk mewajibkan sesuatu, atau mensunnahkannya, atau mengharamkannya, atau memakruhkannya, atau membolehkannya maka itulah jalan mereka, barangsiapa menyelisihi satu perkara saja setelah terjadinya ijma’ maka ia telah mengikuti selain jalannya kaum mukminin.” [Tafsir As-Sa’di: 202]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِي عَلَى ضَلاَلَةٍ، وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ
“Sesungguhnya Allah tidak akan menyatukan umatku di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jama’ah.” [HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 1848]
Berikut ini kami sebutkan tiga permasalahan yang dianggap oleh sebagian ulama sebagai perkara yang disepakati oleh seluruh ulama Islam:
✅ [PERTAMA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BENTUK BUMI BULAT
Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,
إِن أحدا من أَئِمَّة الْمُسلمين الْمُسْتَحقّين لاسم الْإِمَامَة بِالْعلمِ رَضِي الله عَنْهُم لم ينكروا تكوير الأَرْض وَلَا يحفظ لأحد مِنْهُم فِي دَفعه كلمة بل الْبَرَاهِين من الْقُرْآن وَالسّنة قد جَاءَت بتكويرها
“Sungguh tidak ada seorang pun ulama kaum muslimin yang berhak menyandang gelar keimaman dalam ilmu agama -semoga Allah meridhoi mereka- yang mengingkari pendapat bundarnya bumi. Tidak dihapal satu kalimat pun dari para ulama tersebut yang menolaknya. Bahkan bukti-bukti dari Al-Qur’an dan As-Sunnah telah menerangkan bahwa bumi itu bulat.” [Al-Fashl fil Milal wal Ahwa wan Nihal, 2/78]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan,
أجمعوا على أن الأرض بجميع أجزائها من البر والبحر مثل الكرة
“Ulama sepakat bahwa bumi dengan seluruh bagiannya, baik daratan maupun lautan, bentuknya seperti bola.” [Majmu’ Al-Fatawa, 25/195. Lihat juga Ash-Showaa’iq Asy-Syadiidah ‘ala Atbaa’il Haihatil Jadidah karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah, hal. 39]
📝 Pembahasan Selengkapnya:
✅ KESEPAKATAN ULAMA ISLAM ADALAH KEBENARAN
📜 [PERTAMA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BENTUK BUMI BULAT
➡ DIANTARA DALIL WAHYU YANG MENUNJUKKAN BENTUK BUMI BULAT
➡ DIANTARA DALIL KENYATAAN DAN AKAL SEHAT YANG MENUNJUKKAN BENTUK BUMI BULAT
📜 [KEDUA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BUMI TIDAK BERGERAK
➡ DIANTARA DALIL YANG MENUNJUKKAN BUMI TIDAK BERGERAK
📜 [KETIGA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: MATAHARI BERPUTAR (MENGELILINGI BUMI)
➡ DIANTARA DALIL YANG MENUNJUKKAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI
📜 NASIHAT ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH UNTUK PARA GURU PELAJARAN GEOGRAFI
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/634648800017939:0
🔹 http://sofyanruray.info/ulama-islam-sepakat-bentuk-bumi-bulat-tidak-bergerak-dan-matahari-mengelilinginya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📚 MENDAPAT REZEKI DAN PAHALA YANG MELIMPAH KARENA MEMBANTU PENUNTUT ILMU AGAMA DAN PENGAJAR KEBAIKAN
✅ Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,
كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ
🌴 “Dahulu ada dua orang bersaudara di masa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Salah satu dari keduanya selalu mendatangi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam (untuk menuntut ilmu agama), dan salah satunya lagi sibuk bekerja, maka yang bekerja ini mengadukan saudaranya (yang tidak membantunya bekerja) kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, beliau pun bersabda: Bisa jadi engkau diberi rezeki karena saudaramu itu.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahih Al-Jami’: 5084]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Keberkahan membantu para penuntut ilmu agama di dunia, yaitu dilimpahkan rezeki berupa harta, kesehatan, taufiq untuk beramal shalih, pertolongan dalam segala urusan dan lain-lain. Hadits ini semisal dengan hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
أَبْغُونِي ضُعَفَاءَكُمْ، فَإِنَّكُمْ إِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُم
“Senangkanlah aku dengan bersegera membantu orang-orang yang lemah kalian, hanyalah kalian diberikan rezeki dan ditolong karena orang-orang lemah kalian.” [HR. Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiyallahu’anhu, As-Shahihah: 779]
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Sungguh orang-orang yang lemah adalah sebab kemenangan dan rezeki, yaitu apabila seseorang berbelas kasih, berlemah lembut dan memberikan harta kepada mereka yang Allah ‘aaza wa jalla berikan kepadanya, maka itu adalah sebab kemenangan dari musuh dan sebab mendapat rezeki.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 3/113]
2) Adapun di akhirat, orang yang membantu penuntut ilmu akan menuai pahala yang besar, karena membantu orang yang beribadah pahalanya sama dengan orang yang beribadah tersebut, terlebih membantu ibadah menuntut ilmu yang termasuk ibadah terbesar, belum lagi apabila penuntut ilmu tersebut mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya, maka orang yang membantunya mendapat pahala yang semisal. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Barangsiapa yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh dia juga telah ikut berjihad, dan barangsiapa yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka dia juga telah ikut berjihad.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu]
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Pelajaran yang bisa dipetik dari hadits ini, bahwasannya setiap orang yang menolong orang lain dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah maka dia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang ditolongnya.
Jika engkau menolong seorang penuntut ilmu dalam membeli buku-buku baginya, atau menyediakan asramanya, atau memberi infak kepadanya, atau yang semisal dengannya, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti penuntut ilmu tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.
Ini adalah kaidah umum; barangsiapa yang menolong orang lain untuk melakukan suatu ketaatan kepada Allah, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang melakukan ketaatan tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/375]
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/634359863380166:0
🔹 http://sofyanruray.info/mendapat-rezeki-dan-pahala-yang-melimpah-karena-membantu-penuntut-ilmu-agama-dan-pengajar-kebaikan/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🚧 HARI RAYA KETUPAT BUKAN AJARAN ISLAM
✅ Hari raya dalam Islam telah ditentukan oleh syari’at, tidak boleh ditambah dan dikurangi, bahkan semua tradisi hari raya sebelum Islam tidak boleh dilestarikan. Barangsiapa menambah-nambah atau mengada-adakan hari raya atau hari peringatan selain yang ditentukan oleh syari’at maka ia telah melampaui batas dalam agama.
➡ Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ
“Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mendatangi kota Madinah, para sahabat memiliki dua hari raya yang padanya mereka bersenang-senang. Maka beliau bersabda: Dua hari apa ini? Mereka menjawab: Dua hari yang sudah biasa kami bersenang-senang padanya di masa Jahiliyah. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu idul adha dan idul fitri.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1039]
✅ Hadits yang mulia ini menununjukkan bahwa penentuan hari raya harus berdasarkan dalil, hari raya apa pun yang tidak berdasarkan dalil maka termasuk bid’ah, mengada-ada dalam agama. Dan diantara hari raya bid’ah tersebut adalah hari raya orang-orang baik (Al-Abror), yang dikenal di negeri kita dengan istilah “Hari Raya Ketupat”.
Hari raya ini awalnya dikhususkan bagi mereka yang berpuasa sunnah 6 hari di bulan Syawwal, walau di hari-hari ini, puasa sunnah tersebut sudah hampir dilupakan dan tidak diamalkan, namun hari raya bid’ahnya tetap dirayakan, bahkan disertai dengan berbagai kemungkaran, seperti nyanyian dan musik, bercampur baur dan bersalam-salaman antara laki-laki dan wanita, dan lain-lain.
➡ Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiri hafizhahullah berkata,
“Termasuk perkara baru yang diada-adakan (dalam agama) di bulan Syawwal adalah bid’ah Idul Abrar (Hari Raya Ketupat), yaitu pada hari kedelapan bulan Syawwal. Setelah orang-orang menyelesaikan puasa Ramadhan, mereka berhari raya idul fitri pada tanggal 1 Syawwal, hari berikutnya mereka mulai berpuasa Syawwal, dan pada hari kedelapan mereka membuat hari raya yang mereka namakan Idul Abrar (Hari Raya Ketupat).
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
‘Adapun membuat musim tertentu (untuk ibadah dan hari raya) selain musim-musim yang ditetapkan oleh syari’at seperti menjadikan sebagian malam bulan Rabi’ul Awwal yang dinamakan malam “Maulid”, atau sebagian malam di bulan Rajab, atau hari kedelapan Dzulhijjah, atau Jum’at pertama di bulan Rajab, atau hari kedelapan bulan Syawwal yang dinamakan oleh orang-orang bodoh dengan Idul Abrar (Hari Raya Ketupat), maka semua itu termasuk bid’ah yang tidak disunnahkan oleh Salaf (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat) dan mereka tidak mengamalkannya. Wallaahu subhaanahu wa ta’ala a’lam’.
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata,
وأما ثامن شوال: فليس عيداً لا للأبرار ولا للفجار، ولا يجوز لأحد أن يعتقده عيداً، ولا يحدث فيه شيئاً من شعائر الأعياد
‘Adapun hari kedelapan Syawwal, maka bukan termasuk hari raya, bukan bagi orang-orang baik (al-abror) bukan pula bagi orang-orang jelek (al-fujjar), maka tidak boleh bagi seorang pun untuk meyakininya sebagai hari raya, dan tidak boleh mengada-adakan satu pun syi’ar-syi’ar hari raya di hari tersebut’." [Al-Bida’ Al-Hauliyah karya Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiri hafizhahullah, hal. 347-348]
💻 Sumber:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/634083240074495:0
🌐 http://sofyanruray.info/hari-raya-ketupat-bukan-ajaran-islam/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📜 SEKILAS TENTANG KHAWARIJ, DAHULU DAN SEKARANG: MENCELA PEMERINTAH KARENA PAKAIAN TIPIS HINGGA KAOS KAKI
✅ Dahulu, kaum khawarij mengkritik para penguasa muslim secara terbuka, demikian pula sekarang.
✅ Dahulu, kaum khawarij memerangi kaum muslimin setelah mereka kafirkan, demikian pula sekarang.
✅ Dahulu, kaum khawarij menghalalkan darah kaum muslimin, demikian pula sekarang.
➡ Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,
ومن اتصف بخصلة من خصالهم فهو منهم :
الذي يخرج على ولي الأمر هذا من الخوارج.
الذي يكفر بالكبيرة هذا من الخوارج.
الذي يستحل دماء المسلمين هذا من الخوارج.
الذي يجمع بين الأمور الثلاثة هذا هو أشد أنواع الخوارج.
“Barangsiapa mengadopsi salah satu sifat Khawarij tersebut maka ia bagian dari mereka:
1. Siapa yang memberontak kepada pemerintah maka ia termasuk Khawarij.
2. Siapa yang mengkafirkan pelaku dosa besar maka ia termasuk Khawarij.
3. Siapa yang menghalalkan darah kaum muslimin maka ia termasuk Khawarij.
4. Siapa yang mengumpulkan tiga perkara tersebut maka ia termasuk jenis Khawarij yang paling parah.” [Mauqi’ Al-Fauzan hafizhahullah]
➡ Inilah Mirdas Abu Bilal, seorang ahli ibadah namun sayang berpaham khawarij, ia mengkritik pakaian yang dikenakan seorang gubernur di masanya, demikian pula orang yang memiliki pemahaman khawarij sekarang, sampai sholat pake kaos kaki pun dikritik.
✅ Dari Ziyad bin Kusaib Al-‘Adawi rahimahullah, ia berkata,
🌴 “Dahulu Abdullah bin ‘Amir menyampaikan khutbah kepada manusia dengan mengenakan pakaian tipis lagi tersisir rambutnya. Suatu hari beliau melakukan sholat, kemudian beliau masuk dan Abu Bakrah duduk di samping mimbar. Mirdas Abu Bilal berkata, ‘Tidakkah kalian melihat pemerintah dan pemimpin manusia yang mengenakan pakaian tipis dan menyerupai orang-orang fasik?’ Abu Bakrah mendengarkan ucapannya, lalu ia berkata kepada anaknya yang masih kecil, ‘Panggilkan Abu Bilal’. Lalu ia pun memanggilnya. Abu Bakrah berkata kepadanya, ‘Sungguh aku telah mendengar ucapanmu terhadap amir (pemimpin) tadi, dan sungguh aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang memuliakan sultan (penguasa) Allah, maka Allah akan memuliakannya, dan barangsiapa yang menghinakan sultan Allah, maka Allah akan menghinakannya.” [HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (2224), Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah (no. 1017-1018), dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro (8/163-164), lihat Ash-Shahihah: 2297]
✅ Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah mengomentari, “Abu Bilal ini adalah Mirdas bin Udayyah seorang khawarij, dan diantara kebodohannya ia menganggap bahwa mengenakan pakaian laki-laki yang tipis adalah pakaiannya orang-orang fasik.” [Siyar A’laamin Nubala’, 11/310]
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda tentang Khawarij,
كِلاَبُ النَّارِ شَرُّ قَتْلَى تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ، خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوه
“Mereka adalah anjing-anjing neraka; seburuk-buruknya makhluk yang terbunuh di bawah kolong langit, sedang sebaik-baiknya makhluk yang terbunuh adalah yang dibunuh oleh mereka.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu’anhu, Al-Misykah: 3554]
✅ Dari Sa’id bin Jumhan rahimahullah, beliau berkata, “Dahulu khawarij mengajakku, hingga hampir saja aku bergabung bersama mereka, tetapi saudara perempuan Abu Bilal dalam tidurnya bermimpi bahwa Abu Bilal menjadi anjing berbulu hitam yang kedua matanya berlinang air mata. Saudarinya pun bertanya: ‘Ayahku sebagai tebusanmu wahai Abu Bilal, mengapa kamu menjadi seperti ini?’ Abu Bilal berkata: ‘Kami telah dijadikan anjing-anjing neraka’. Abu Bilal dahulu termasuk pemimpin khawarij.” [As-Sunnah karya Abdullah bin Al-Imam Ahmad, no. 1509]
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/633116910171128
🔹 http://sofyanruray.info/sekilas-tentang-khawarij-dahulu-dan-sekarang-mencela-pemerintah-karena-pakaian-tipis-hingga-kaos-kaki/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
📜 PERMASALAHAN QODHO’ PUASA RAMADHAN
📒 Daftar Isi:
➡ Pertama: Orang-orang yang Wajib Qodho’
1) Orang yang Berbuka Puasa karena Sakit yang Masih Diharapkan Kesembuhannya
2) Orang yang Berbuka Puasa karena Safar
3) Orang yang Berbuka Puasa karena Khawatir Binasa (Tertimpa Mudarat yang Besar)
- Hukum Puasa Orang yang Pekerjaannya Berat
- Hukum Puasa Pelajar yang Sedang Menghadapi Ujian Sekolah
4) Wanita yang Tidak Berpuasa karena Haid dan Nifas
5) Wanita yang Berbuka Puasa karena Hamil dan Menyusui
➡ Kedua: Hukum Orang yang Berbuka Puasa Tanpa Udzur
➡ Ketiga: Kapan Waktu Awal dan Akhir Qodho’?
➡ Keempat: Apa Kewajiban Orang yang Menunda Qodho’ Sampai Ramadhan Berikutnya?
➡ Kelima: Bolehkah Qodho’ Puasa Tanpa Berurut?
➡ Keenam: Bolehkah Berpuasa Sunnah Sebelum Meng-qodho’ Puasa Wajib?
➡ Ketujuh: Hukum Meng-qodho’ untuk Orang Lain yang Telah Meninggal Dunia
➡ Kedelapan: Siapakah yang Dimaksud Wali yang Dianjurkan Meng-qodho’?
➡ Kesembilan: Wajibkah bagi Wali untuk Meng-qodho’?
➡ Kesepuluh: Hukum Meng-qodho’ Puasa di Hari Jum’at atau Sabtu
💻 Baca Selengkapnya:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/633033480179471:0
🌐 http://sofyanruray.info/permasalahan-qodho-puasa-ramadhan/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📝 RINGKASAN BEBERAPA PERMASALAHAN TERKAIT PUASA SYAWWAL
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
🌴 “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” [HR. Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu’anhu]
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ
🌴 “Barangsiapa berpuasa Ramadhan maka itu satu bulan yang dilipatgandakan pahalanya seperti sepuluh bulan, dan puasa enam hari setelah idul fitri (dilipatgandakan sepuluh kali menjadi 60 hari atau 2 bulan) maka dengan itu menjadi sempurna satu tahun.” [HR. Ahmad dari Tsauban radhiyallahu’anhu]
📜 #Beberapa_Permasalahan:
1) Puasa Syawwal adalah Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan
Orang yang diberikan taufiq untuk berpuasa Syawwal adalah tanda puasa Ramadhan yang ia kerjakan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنةالحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها
“Bahwa membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan, karena sesungguhnya Allah apabila menerima amalan seorang hamba, maka Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk beramal shalih lagi setelahnya, sebagaimana kata sebagian ulama: Ganjaran kebaikan adalah kebaikan setelahnya, barangsiapa melakukan suatu kebaikan kemudian ia susul dengan kebaikan yang lain maka itu adalah tanda diterimanya amal kebaikannya yang sebelumnya, sebagaimana orang yang melakukan kebaikan kemudian ia susul dengan kejelekan maka itu adalah tanda ditolaknya kebaikan yang telah ia kerjakan dan tidak diterima.” [Lathooiful Ma’aarif: 244]
2) Urgensi Puasa Syawwal
Puasa sunnah Syawwal disyari’atkan untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan puasa Ramadhan yang dikerjakan oleh seorang hamba. Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
فإن صيام ستة أيام من شوال بمنزلة الراتبة للصلاة التي تكون بعدها ليكمل بها ما حصل من نقص في الفريضة ومن حكمة الله تعالى ورحمته أنه جعل للفرائض سنناً تكمل بها وترقع بها
“Sesungguhnya puasa 6 hari di bulan Syawwal seperti sholat sunnah rawatib yang dilakukan setelah sholat wajib untuk menyempurnakan kekurangan dalam sholat wajib. Dan diantara hikmah Allah ta’ala serta rahmat-Nya, Dia menetapkan amalan-amalan sunnah untuk menyempurnakan amalan-amalan wajib dan menutupi kekurangan-kekurangannya.” [Fatawa Nur ‘alad Darb, 11/2]
📒 Pembahasan Berikutnya:
3) Hikmah Puasa Syawwal
4) Hukum Puasa Syawwal
5) Kapan Waktu Awal dan Akhir Puasa Syawwal?
6) Dahulukan Meng-qodho’ Puasa Ramadhan Sebelum Berpuasa Syawwal
7) Hukum Qodho’ Ramadhan Setelah Puasa Sunnah Syawwal
8) Bolehkah Berniat Puasa Syawwal dan Qodho’Puasa Ramadhan Sekaligus?
9) Permasalahan Niat dalam Puasa Sunnah Muthlaq dan Muqoyyad
10) Tentang Meng-qodho’ Puasa Syawwal
💻 Baca Selengkapnya:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/632535070229312:0
🌐 http://sofyanruray.info/ringkasan-beberapa-permasalahan-terkait-puasa-syawwal/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🌺 YUK NIKAH DI BULAN SYAWWAL...!
🌹 Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallaahu’anha, beliau berkata,
تَزَوَّجَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَوَّالٍ وَبَنَى بِى فِى شَوَّالٍ فَأَىُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّى
🌻 “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawwal dan mulai berkeluarga denganku di bulan Syawwal, maka siapakah istri Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang lebih beliau cintai daripada aku.” [HR. Muslim]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Dalam hadits yang mulia ini terdapat anjuran menikah di bulan Syawwal.
✅ Al-Imam Muslim rahimahullah menyebutkan hadits ini dalam sebuah bab yang beliau beri judul,
🌻 “Disunnahkan Menikah, Menikahkan dan Mulai Berkeluarga di Bulan Syawwal”
✅ Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,
🌻 "Dalam hadits ini terdapat sunnahnya menikahkan, menikah dan mulai berkeluarga (malam pertama) di bulan Syawwal, dan sahabat-sahabat kami (ulama Syafi'iyyah) telah menegaskan hukum sunnahnya, dan mereka berdalil dengan hadits ini." [Syarah Muslim, 9/209]
2) Bantahan terhadap anggapan sial menikah di bulan-bulan tertentu atau hari-hari tertentu, dan bahwa itu termasuk kebiasaan jahiliyah.
➡ Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,
⛔ "Dan maksud Aisyah dengan ucapan ini adalah untuk membantah kesyirikan Jahiliyah dan takhayul sebagian orang-orang awam hari ini yang menganggap makruhnya menikah, menikahkan dan mulai berkeluarga di bulan Syawwal. Ini adalah anggapan yang batil, tidak ada asalnya (dalam syari'at), dan ini dari sisa-sisa Jahiiyah, yang dulu mereka melakukan thathayyur (takut sial karena sesuatu) untuk menikah di bulan Syawwal." [Syarah Muslim, 9/209]
3) Bahkan takut sial termasuk syirik kepada Allah ta'ala, seorang mukmin hendaklah bertawakkal kepada Allah ta'ala dan beriman bahwa hanya Allah yang bisa memberikan manfaat dan menimpakan mudarat kepadanya. Adapun hari-hari, bulan-bulan dan angka-angka tersebut tidak sedikit pun dapat memberi keberuntungan dan kemudaratan baginya. Maka menghitung-hitung tanggal lahir calon pengantin untuk menentukan jodoh atau hari pernikahan yang cocok adalah termasuk kebiasaan jahiliyah dan syirik kepada Allah ta'ala.
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَة مِنْ حَاجَته ، فَقَدْ أَشْرَكَ
🚧 “Barangsiapa yang dihalangi oleh perasaan sial untuk melakukan hajatnya maka ia telah berbuat syirik.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 6264]
4) Pernikahan Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dengan Aisyah radhiyallahu'anha menunjukkan dua hukum penting terkait pernikahan:
✅ Pertama: Boleh bagi orang tua atau wali menikahkan anak kecil yang belum baligh meski tanpa izinnya dengan syarat ada suatu kemaslahatan yang besar, seperti dinikahkan dengan seorang ulama atau seorang yang shalih. Adapun menikahkannya tanpa kemaslahatan, seperti hanya agar orang tua mendapatkan bagian dari maharnya maka tidak boleh.
✅ Kedua: Bolehnya orang tua atau orang dewasa menikahi gadis muda, bahkan termasuk sunnah Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, tidak sepatutnya mencela dan menjelek-jelekan hal tersebut (lihat I'aanatul Mustafid, 1/183).
5) Keutamaan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha dan bantahan terhadap orang-orang kafir Syi'ah yang membenci dan mencela beliau.
✅ Bahkan beliau adalah wanita yang paling mulia, hanya saja ulama berbeda pendapat apakah beliau lebih mulia daripada Khadijah radhiyallahu'anha atau sebaliknya, yang benar adalah masing-masing memiliki kemuliaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, tetapi ulama seluruhnya sepakat wanita terbaik adalah Aisyah dan Khadijah radhiyallahu'anhuma (lihat I'aanatul Mustafid, 1/183-184).
💻 Sumber:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/632230283593124:0
🌐 http://sofyanruray.info/yuk-nikah-di-bulan-syawwal/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
📜 APA SETELAH RAMADHAN?
✅ Diantara kiat agar tetap istiqomah dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, paling tidak ada tiga hal yang harus kita lakukan pasca Ramadhan:
1) Bersyukur
Selama Ramadhan, bahkan sepanjang hidup kita, banyak sekali limpahan kenikmatan dari Allah tabaraka wa ta’ala, baik nikmat duniawi maupun nikmat agama, yaitu nikmat beribadah kepada-Nya, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Maka untuk semua kenikmatan tersebut wajib kita syukuri, walau untuk bersyukur secara hakiki tidaklah mampu kita lakukan.
➡ Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
“Atas setiap nikmat dari Allah untuk seorang hamba, baik nikmat agama maupun dunia wajib disyukuri, kemudian ketika ia dimampukan bersyukur maka itu adalah kenikmatan lain yang wajib disyukuri yang kedua, kemudian ketika ia dimampukan bersyukur yang kedua maka itu juga kenikmatan yang wajib disyukuri berikutnya, demikian seterusnya, seorang hamba tidak akan mampu mensyukuri semua kenikmatan, oleh karena itu hakikat syukur adalah pengakuan atas ketidakmampuan hamba dalam bersyukur.” [Lathooiful Ma’aarif: 244]
2) Harap dan Cemas
Sedikit ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan dan di sepanjang hidup kita, hendaklah kita senantiasa berharap kepada Allah ta’ala agar diterima, dan takut kepada-Nya, jangan sampai ibadah kita tidak diterima. Maka tidaklah patut kemudian kita menyombongkan diri dengan ibadah-ibadah yang belum tentu diterima tersebut, apalagi merasa sudah kembali kepada fitrah, bersih dari dosa, dan menjadi pembenaran untuk berbuat dosa lagi.
➡ Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,
يا رسول الله، { وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ } ، هو الذي يسرق ويزني ويشرب الخمر، وهو يخاف الله عز وجل؟ قال: “لا يا بنت أبي بكر، يا بنت الصديق، ولكنه الذي يصلي ويصوم ويتصدق، وهو يخاف الله عز وجل
“Wahai Rasulullah, (tentang firman Allah ta’ala), ‘Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka beri, dan hati-hati mereka dalam keadaan takut’, apakah yang dimaksud adalah orang yang mencuri, berzina dan minum khamar, sehingga ia takut kepada Allah ‘azza wa jalla? Beliau bersabda: Tidak wahai anaknya Abu Bakr, wahai anaknya Ash-Shiddiq, akan tetapi ia adalah orang yang sholat, berpuasa dan bersedekah, maka ia takut kepada Allah ‘azza wa jalla (akan tidak diterimanya ibadah yang ia kerjakan).” [HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, Ash-Shahihah: 162]
3) Bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla
Inilah diantara hikmah puasa Ramadhan dan seluruh ibadah, agar kita makin bertakwa kepada Allah ta’ala. Dan dengan bekal ketakwaan inilah kita dapat menghadapi makar setan serta dorongan hawa nafsu untuk berbuat maksiat.
➡ Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Setelah bulan Ramadhan dan setelah kaum muslimin mengerjakan sejumlah ibadah kepada Allah di bulan itu, bisa jadi sebagian manusia melemah semangatnya untuk beramal shalih. Karena setan selalu menunggu kesempatan untuk dapat menjerumuskan hamba-hamba Allah dan menghalangi mereka dari jalan yang lurus dengan segala cara, dan sungguh ia telah bersumpah untuk mendatangi anak Adam dari arah depan, belakang, kanan dan kiri seraya berkata:
لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
“Sungguh aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (Al-A’raf: 16)
Akan tetapi orang yang berakal, apabila ia melihat dengan ilmu dan mengambil pelajaran maka ia pun mengetahui bahwa tidak boleh putus amal shalih kecuali dengan kematian, berdasarkan firman Allah ta’ala:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.” (Al-Hijr: 99).” [Liqo’Al-Baabil Maftuh no. 86]
💾 Sumber:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/632090790273740:0
🌐 http://sofyanruray.info/apa-setelah-ramadhan/
💾 Simak Khutbah Jum’at, 5 Syawwal 1435 H di Masjid Al-Muhajirin wal Anshor Depok "Apa Setelah Ramadhan?”
🌐 Link: http://bit.ly/1m4HEXd
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafidzahullah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🎧 SYARAT-SYARAT NYANYIAN DAN MUSIK YANG DIBOLEHKAN DI HARI RAYA
✅ Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,
دَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ مِنْ جَوَارِي الأَنْصَارِ تُغَنِّيَانِ بِمَا تَقَاوَلَتِ الأَنْصَارُ يَوْمَ بُعَاثَ قَالَتْ وَلَيْسَتَا بِمُغَنِّيَتَيْنِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَمَزَامِيرُ الشَّيْطَانِ فِي بَيْتِ رَسُولِ اللهِ وَذَلِكَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
“Abu Bakr masuk dan ketika itu bersamaku ada dua orang anak kecil perempuan dari kalangan Anshar bersenandung syair kaum Anshor pada perang Bu’ats, dan kedua anak itu bukanlah penyanyi. Maka Abu Bakr berkata, ‘Apakah seruling-seruling setan di rumah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam!?’ Dan ketika itu hari raya, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Wahai Abu Bakr, biarkan mereka karena sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
✅ Dalam riwayat Muslim,
جَارِيَتَانِ تَلْعَبَانِ بِدُفٍّ
“Dua orang anak kecil perempuan bermain rebana.”
Hadits yang mulia ini memberikan pengecualian nyanyian dan musik yang dibolehkan apabila terpenuhi beberapa syarat:
➡ Syarat Pertama: Dinyanyikan anak kecil perempuan yang belum baligh dan tidak memunculkan fitnah (godaan bagi laki-laki), oleh karena itu sebagian ulama menghukumi laki-laki yang menyanyi dan bermain musik sebagai banci, menyerupai wanita.
➡ Syarat Kedua: Syair yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan syari’at, tidak seperti syair-syair nyanyian syahwat anak muda yang memabukkan hati dan melalaikan dari berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan menurut Al-Qurthubi rahimahullah bahwa ucapan Aisyah radhiyallahu’anha, “Dan kedua anak itu bukanlah penyanyi”, menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui nyanyian, maka nyanyian yang dimaksudkan di sini tidak seperti nyanyian-nyanyian kotor tersebut.
➡ Syarat Ketiga: Hanya dinyanyikan pada momen-momen tertentu saja, seperti di hari raya dan resepsi pernikahan, bukan kebiasaan atau hobi tiap hari, apalagi dijadikan profesi.
➡ Syarat Keempat: Tidak diiringi alat musik kecuali rebana murni, yaitu rebana yang tidak disertai tambahan alat-alat lain yang biasa ditempelkan atau dikaitkan di sampingnya, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan bahwa pembolehan rebana tidak melazimkan pembolehan alat musik lainnya. Maka dipahami pembolehan rebana hanyalah pengecualian.
➡ Syarat Kelima: Yang menyanyikannya tidak berprofesi sebagai penyanyi, dan itu adalah profesi yang haram, dahulu yang menekuni profesi ini hanyalah budak-budak, bahkan harga mereka menjadi murah apabila diketahui sebagai ‘artis’, namun anehnya pekerjaan haram ini sangat diminiati hari ini dan diberi bayaran yang tinggi sekali manggung untuk merusak bangsa, sementara para guru yang mendidik bangsa digaji kecil per bulan. Bahkan para pemain seruling setan tersebut menjadi idola-idola manusia, laa hawla wa laa quwwata illa billah.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💾 Sumber:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/631732590309560:0
🌐 http://sofyanruray.info/nyanyian-dan-musik-yang-dibolehkan-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🎤 NYANYIAN DAN MUSIK YANG DIBOLEHKAN DI HARI RAYA
✅ Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,
دَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ مِنْ جَوَارِي الأَنْصَارِ تُغَنِّيَانِ بِمَا تَقَاوَلَتِ الأَنْصَارُ يَوْمَ بُعَاثَ قَالَتْ وَلَيْسَتَا بِمُغَنِّيَتَيْنِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَمَزَامِيرُ الشَّيْطَانِ فِي بَيْتِ رَسُولِ اللهِ وَذَلِكَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
“Abu Bakr masuk dan ketika itu bersamaku ada dua orang anak kecil perempuan dari kalangan Anshar bersenandung syair kaum Anshor pada perang Bu’ats, dan kedua anak itu bukanlah penyanyi. Maka Abu Bakr berkata, ‘Apakah seruling-seruling setan di rumah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam!?’ Dan ketika itu hari raya, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Wahai Abu Bakr, biarkan mereka karena sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
✅ Dalam riwayat Muslim,
جَارِيَتَانِ تَلْعَبَانِ بِدُفٍّ
“Dua orang anak kecil perempuan bermain rebana.”
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Sebagian orang salah memahami hadits ini sebagai dalil pembolehan nyanyian dan musik, padahal justru sebaliknya, hadits ini adalah dalil pengharaman nyanyian dan musik dari beberapa sisi, diantaranya:
➡ Pertama: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak mengingkari ucapan Abu Bakr radhiyallahu’anhu bahwa musik adalah seruling setan, hanya saja Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengajarkan kepada beliau tentang adanya nyanyian dan musik yang diperkecualikan.
➡ Kedua: Abu Bakr radhiyallahu’anhu telah mengetahui sebelumnya bahwa nyanyian dan musik itu haram sehingga beliau mengingkari dengan keras, hanya saja beliau belum mengetahui nyanyian dan musik yang diperkecualikan.
➡ Ketiga: Ucapan Aisyah radhiyallahu’anha, “Dan kedua anak itu bukanlah penyanyi”, menurut Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah adalah bentahan terhadap kaum Sufi yang menganggap hadits ini sebagai dalil pembolehan nyanyian, maka Aisyah mengingkari hal tersebut, bahwa kedua anak itu bukan penyanyi.
➡ Keempat: Terdapat dalil-dalil yang sangat banyak dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang haramnya musik, diantaranya firman Allah ta’ala,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِين
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Luqman: 6]
Sahabat yang Mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,
الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات
“Perkataan yang tidak berguna maksudnya adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia. (Beliau mengulangi sumpahnya tiga kali).” [Tafsir Ath-Thobari, 21/39, sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, 6/330]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sungguh akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan), khamar dan alat-alat musik.” [HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]
💾 Baca Selengkapnya:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/631732590309560:0
🌐 http://sofyanruray.info/nyanyian-dan-musik-yang-dibolehkan-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🕌 RENUNGAN BERHARGA DI HARI RAYA: WASPADAI KEMUNGKARAN SAAT BERLEBARAN
✅ Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
ليس العيد لمن لبس الجديد، إنما العيد لمن طاعاته تزيد، ليس العيد لمن تجمل باللباس والركوب، إنما العيد لمن غفرت له الذنوب، في ليلة العيد تفرق خلق العتق والمغفرة على العبيد؛ فمن ناله منها شيء فله عيد، وإلا فهو مطرود بعيد
🌴 "Bukanlah hari raya itu bagi yang mengenakan pakaian baru, hanyalah hari raya itu bagi yang ketaatannya bertambah,
Bukanlah hari raya itu bagi yang berhias dengan pakaian dan kendaraan, hanyalah hari raya itu bagi yang telah diampuni dosa-dosanya,
Di malam hari raya dibagi-bagi pembebasan dari api neraka dan pengampunan untuk hamba-hamba, barangsiapa yang menggapainya maka baginyalah hari raya, jika tidak maka ia orang yang tertolak lagi dijauhkan dari rahmat Allah." [Lathooiful Ma’aarif: 277]
⛔ DIANTARA KEMUNGKARAN SAAT BERLEBARAN
✅ Asy-Syaikh Al-'Allaamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,
احذر أخي المسلم الوقوع في المخالفات الشرعية ؛ والتي يقع فيها بعض الناس :
- من أخذ الزينة المحرمة كالإسبال .
- وحلق اللحية .
- والاحتفال المحرم من سماع الغناء .
- والنظر المحرم .
- وتبرج النساء .
- واختلاطهن بالرجال .
واحذر أيها الأب الغيور من الذهاب بأسرتك إلى الملاهي المختلطة، والشواطئ والمنتزهات التي تظهر فيها المنكرات.
🌴 "Berhati-hatilah wahai saudara muslimku, janganlah melakukan pelanggaran-pelanggaran syari'at, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang. Diantaranya:
➡ Berhias dengan mode pakaian yang haram, seperti isbal (laki-laki memanjangkan pakaian sampai menutup mata kaki),
➡ Mencukur jenggot,
➡ Merayakan dengan cara yang haram, seperti dengan mendengarkan nyanyian yang haram,
➡ Memandang yang haram (memandang lawan jenis yang bukan mahramnya),
➡ Wanita ber-tabarruj (berhias dan tampil cantik di depan laki-laki yang bukan mahram),
➡ Campur baur antara laki-laki dan wanita.
🚧 Berhati-hatilah wahai Ayah yang masih memiliki kecemburuan, janganlah membawa keluargamu ke tempat-tempat hiburan yang bercampur baur antara laki-laki dan wanita, juga pantai dan tempat wisata yang nampak jelas padanya kemungkaran-kemungkaran." [Mauqi' Al-Fauzan hafizhahullah]
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/631442377005248:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
🎈 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H
✅ Taqobbalallaahu Minnaa wa Minkum
. ★
. 人
. ( __)
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃. .人.
. ┃口┃. .-:'''"''";-. 人
. ┃口┃(*(*(*|*)*))(__)
. ┃---┃║∩∩∩║.|口||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
●▬▬▬▬▬▬▬✿▬▬▬▬▬▬▬●
🌴 Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray dan keluarga -ghafarallaahu lahum wa 'afaa 'anhum-
Endi mavjud! Telegram Tadqiqoti 2025 — yilning asosiy insaytlari 
