Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Kanalga Telegram’da o‘tish
5 167
Obunachilar
-124 soatlar
-87 kunlar
-4330 kunlar
Postlar arxiv
📋 HANYA ISLAM YANG DIRIDHOI SANG PENCIPTA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah 'azza wa jalla berfirman,
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الإِسْلاَم
“Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam.” [Ali Imron: 19]
BEBERAPA PELAJARAN
Pertama: Penegasan Bahwa Agama yang Benar dan Diridhoi Sang Pencipta Hanyalah Islam
Ayat yang mulia ini menegaskan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Sang Pencipta; karena:
1. Allah sendiri yang telah menetapkan hal itu di dalam kitab-Nya yang mulia Al-Qur’anul Karim.
2. Satu-satunya agama yang masih mengikuti ajaran utama para nabi dan rasul ‘alaihimussalaam terdahulu, yaitu mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik.
Maka tidak ada jalan lain untuk beribadah kepada-Nya kecuali harus masuk Islam, agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Dan firman Allah ta’ala 'Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanya Islam' adalah pengabaran dari Allah ta’ala bahwa tidak ada agama yang diterima di sisi-Nya dari siapa pun selain Islam, yaitu ajaran yang mengikuti agama para Rasul yang Allah ta’ala utus pada setiap masa, sampai diakhiri dengan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, dimana Allah ta’ala telah menutup semua jalan untuk sampai kepada-Nya kecuali melalui jalan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.
Oleh karena itu, barangsiapa yang berjumpa dengan Allah ta’ala setelah pengutusan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dalam keadaan tidak mengikuti agama beliau, maka tidak akan diterima agamanya, sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dari padanya, dan ia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imron: 85).” [Tafsir Ibnu Katsir, 2/52]
Kedua: Kewajiban Masuk Islam agar Selamat dari Azab Neraka
Allah ta’ala telah memastikan bahwa non muslim, yaitu Yahudi dan Nasrani serta seluruh kaum musyrikin akan dimasukkan ke dalam neraka dan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya karena:
1. Mereka telah kafir kepada Allah ta’ala dengan tidak mau masuk Islam.
2. Menyekutukan-Nya dengan menyembah selain-Nya, padahal Dia-lah yang telah menciptakan mereka dan selalu memberikan rezeki serta mencurahkan kenikmatan kepada mereka.
3. Tidak mau beriman kepada Rasul terakhir yang Allah utus membawa kebenaran dan menghapus agama-agama sebelumnya, yaitu Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” [Al-Bayyinah: 6]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan,
وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَد مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi (Allah) yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah ada seorang pun dari umat ini yang pernah mendengarkan tentang aku, apakah ia seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian ia mati sebelum beriman dengan ajaran yang aku bawa, kecuali ia termasuk penghuni neraka.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu]
Ketiga: Liberalisme dan Plularisme, yaitu Meyakini Semua Agama Sama atau Membenarkan Selain Islam adalah Kekafiran...
Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/hanya-islam-yang-diridhoi-sang-pencipta/
GABUNG TELEGRAM
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.
Rekaman Kajian "Sayyidul Istighfar, Kunci Masuk Surga"
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/videos/318002232954155/
📹 KAJIAN RINGKASAN KITAB HUKUM-HUKUM KHUSUS WANITA
Penulis: Asy-Syaikh Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Playlist: http://bit.ly/hukum_khusus_wanita
Pasal Pertama: https://sofyanruray.info/hukum-hukum-khusus-wanita-pasal-pertama-bagian-1-4/
PASAL KEDUA:
1. Sunnah-sunnah Fitrah dan Bahaya Meninggalkannya https://youtu.be/9EdpByVqRF8
2. Enam Syarat Potong Rambut bagi Wanita https://youtu.be/ja88VGhGAgw
3. Larangan Mencukur Rambut Alis https://youtu.be/f8TvMWr2azk
4. Hukum Menggunakan Behel Gigi https://youtu.be/myUFrLwc2TA
5. Hukum Tato https://youtu.be/myUFrLwc2TA
6. Hukum dan Syarat Menggunakan Inai dan Kuteks https://youtu.be/jYOhkY8snoA
7. Hukum dan Syarat Mewarnai Rambut https://youtu.be/PAsyHzPJyfk
8. Hukum dan Syarat Perhiasan Emas bagi Wanita https://youtu.be/PxcdqvUZb3U
Ikuti Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
- WA Bisnis: wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
Larangan Mencukur Rambut Alis
Hukum-hukum Khusus Bagi Wanita (Pasal 2 Bag. 3)
https://youtu.be/f8TvMWr2azk
Salah Paham Ucapan Iman Malik Tentang Tafwidh
https://youtu.be/f30b_bcGDMg
📋 BYE... BYE... BYYEEE...!
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Nasihat Al-Imam Ibnu 'Utsaimin rahimahullah
Penerjemah: Ustadz Muhammad Qodri, Lc hafizhahullah
وأقبح ما يفعله بعض السفهاء الذين انبهروا بقوة الغرب المادية حتى ظنوا أن الرقي والتقدم بتقليدهم حتى في الشعائر الدينية حيث كان يعضهم يقول: باي باي يعني السلام عليك وربما علموها صبيانهم كما سمعنا ذلك فعلاً من بعض الصبيان إذا انصرف أو انصرفت عنه قال: باي باي من أين جاء هذا إلا من تعليم الآباء ضعفاء النفوس ضعفاء الشخصيات المسلم يجب أن يكون عزيزاً بإسلامه ودينه وأن يفخر إذا طبق شريعة الله في نفسه وفي عباد الله.
ثم اعلم أن المشروع أن يسلم الصغير على الكبير والقليل على الكثير والراكب على الماشي والماشي على القاعد فإن حصل تطبيق هذه السنة فهو الأفضل.
"Dan sejelek-jelek perbuatan sebahagian orang bodoh yang begitu kagum dengan kekuatan Barat dalam segi materi sehingga mereka mengira bahwa kemajuan dan perkembangan adalah dengan meniru-niru Barat, sampai-sampai pada syiar-syiar agama, yang mana sebagian mereka mengucapkan "Bye Bye" sebagai pengganti "Assalamu'alaikum".
Dan mungkin saja mereka ajarkan kepada anak-anak sebagaimana yang kita sering dengarkan ketika berpisah atau temannya meninggalkannya dia ucapkan bye bye; darimana hal ini kalau bukan hasil pengajaran orang tuanya...!?
Mereka meniru-niru Barat karena:
- Kejiwaan yang lemah.
- Kepribadian yang lemah.
Padahal seharusnya seorang muslim bangga dengan Islam dan ajarannya.
Dan hendaklah seorang muslim berjiwa besar ketika menjalankan perintah Allah pada dirinya dan kepada hamba Allah yang lain.
Kemudian ketahuilah bahwa yang disyariatkan dalam memberi salam adalah:
- Orang yang muda memberi salam kepada yang tua.
- Orang yang sedikit kepada yang banyak.
- Orang yang naik kendaraan kepada yang berjalan kaki.
- Orang yang berjalan kepada yang duduk.
Apabila sunnah ini terlaksana, demikian itulah yang utama." [Nuur 'Alad Darb: 338]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber: https://sofyanruray.info/bye-bye-byeee/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Channel Telegram:
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: https://www.facebook.com/taawundakwah
Instagram: https://www.instagram.com/taawundakwah
Website: https://taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN TAUBAT DAN ISTIGHFAR
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah ta’ala berfirman tentang ucapan Nabi Nuh 'alaihissalaam,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً
“Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan melimpah, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12]
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman tentang ucapan Nabi Hud 'alaihissalaam,
وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ
"Dan (Hud berkata): Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat melimpah atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." [Hud: 52]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Kewajiban taubat dan istighfar, memohon ampun kepada Allah ta’ala dari semua dosa.
Allah 'azza wa jalla juga berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” [At-Tahrim: 8]
Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” [HR. Muslim dari Al-Agarr bin Yasar Al-Muzani radhiyallahu’anhu]
2. Taubat yang benar haruslah memenuhi enam syarat:
Pertama: Ikhlas karena Allah ta’ala.
Kedua: Segera meninggalkan dosa tersebut.
Ketiga: Menyesalinya.
Keempat: Bertekad tidak akan mengulanginya.
Kelima: Segera sebelum tertutup pintu taubat, yaitu sebelum ajal menjemput atau terbitnya matahari dari arah Barat.
Keenam: Jika dosa itu adalah kezaliman kepada orang lain seperti ghibah dan merampas harta maka wajib meminta maaf, atau meminta penghalalan dan atau mengembalikan haknya. Kecuali ghibah yang tidak diketahui oleh orang yang dighibahi maka cukup dengan mendoakannya.
3. Keutamaan taubat dan istighfar di dunia dan akhirat:
- Di dunia membuka pintu rezeki dan keturunan.
- Di akhirat mendapatkan ampunan dan rahmat.
- Bahkan taubat dan istighfar adalah solusi semua problema.
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan sebuah atsar dari Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, “Bahwa seseorang mengadukan kemarau panjang kepada Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kemiskinan, maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kekeringan kebunnya, maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kemandulan (tidak punya anak), maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Kemudian beliau membacakan kepada mereka ayat ini (Surat Nuh ayat 10-12).” [Fathul Baari, 11/98]
Selengkapnya: https://sofyanruray.info/kewajiban-dan-keutamaan-taubat-dan-istighfar/
Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah:
- YT: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Fb: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- IG: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Web: https://sofyanruray.info
- WAG: wa.me/628111833375
- WAB: wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.
📋 PENYAKIT HASAD & BEBERAPA BAHAYANYA
Al-Allamah Ibnul Utsaimin -rahimahulloh- menerangkan, bahwa hasad adalah membenci apa-apa yang telah Allah Ta'ala karuniakan kepada orang lain, walaupun tidak berangan-angan agar karunia pada orang lain tersebut hilang.
Dan penyakit hasad ini, termasuk karakter kaum yahudi. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman :
أَمۡ يَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۖ فَقَدۡ ءَاتَيۡنَآ ءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَءَاتَيۡنَٰهُم مُّلۡكًا عَظِيمٗا
"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad shallalahu alaihi wasallam) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.
[Surah An-Nisa' : 54]
Imam Ibnu Katsir rahimahulloh menjelaskan :
"Mereka (kaum yahudi) dengki kepada Nabi shallalahu alaihi wasallam atas karunia besar dari Allah kepada beliau berupa kenabian, dan mereka hasad hingga enggan mempercayai hal tersebut disebabkan beliau berasal dari kalangan bangsa arab dan bukan dari bani israil". (lihat tafsir Ibnu katsir)
Dan hasad merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Diantara bahayanya, adalah orang yang hasad, hakikatnya membenci takdir dan ketentuan Allah. Sebab kebenciannya akan nikmat Allah yang dikaruniakan-Nya kepada seorang hamba, merupakan kebencian kepada takdir Allah pada si hamba tersebut, sekaligus menentang ketetapan Allah padanya...[Kitabul Ilmi, hal 71-72]
Selengkapnya pada link
https://youtu.be/d7Ik0DjmIjQ
https://youtu.be/Q_3BHYu3nNk
📋 JADILAH PEDAGANG YANG SELALU JUJUR DAN AMANAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah ‘terpercaya’ (akan dibangkitkan pada hari kiamat) bersama para nabi, shiddiqiin dan syuhada.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 1782]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Kewajiban dan keutamaan jujur dan amanah dalam kehidupan, bahwa itu adalah akhlak para nabi dan kaum mukminin.
2. Jujur dan amanah lebih ditekankan lagi untuk para pedagang, karena dua sifat ini benar-benar dibutuhkan dalam transaksi-transaksi, demi:
- Terjaganya harta-harta manusia.
- Terjaganya hubungan yang baik antara manusia.
3. Betapa kita telah menyaksikan apabila manusia khususnya para pedagang kehilangan dua sifat ini maka berbagai macam pelanggaran terhadap harta manusia dan kezaliman merebak di mana-mana.
4. Pedagang yang akan mendapatkan keutamaan dibangkitkan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada adalah yang benar-benar menyempurnakan sifat jujur dan amanah, ini diambil dari penyebutan dalam bentuk ‘mubaalaghoh’ pada lafaz “shaduq” (senantiasa jujur) dan “amiin” (senantiasa amanah) (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 3/301).
5. Keindahan dan kesempurnaan syari’at Islam:
- Syari'at yang mengatur semua urusan agama dan dunia.
- Syari'at yang semua aturannya mengandung kemaslahatan bagi para hamba.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber: http://sofyanruray.info/jadilah-pedagang-yang-selalu-jujur-dan-amanah/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Channel Telegram:
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: https://www.facebook.com/taawundakwah
Instagram: https://www.instagram.com/taawundakwah
Website: https://taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 WASIAT UNTUK SUAMI DALAM MEMPERLAKUKAN ISTRI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُم أَخَذتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ وَاستَحلَلتُم فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ
"Bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan para wanita, karena kalian telah mengambil mereka (sebagai istri) dengan perjanjian Allah dan menghalalkan hubungan suami istri dengan kalimat Allah." [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu'anhu]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Dalam hadits yang mulia ini terdapat pelajaran tentang pentingnya memperhatikan hak para wanita, memberi nasihat dan mempergauli dengan baik.
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,
فِيهِ الْحَثّ عَلَى مُرَاعَاة حَقّ النِّسَاء وَالْوَصِيَّة بِهِنَّ وَمُعَاشَرَتهنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dalam hadits ini terdapat dorongan untuk memperhatikan hak para wanita, berwasiat kepada mereka dan mempergauli mereka dengan baik.” [Syarhu Muslim, 8/183]
2. Berlaku baik kepada istri adalah pemuliaan terhadap syari’at Allah ta’ala.
Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah berkata,
أي: لأنكم تزوجتم بهن بشرع الله، وهن أمانات عندكم، فعليكم أن تقوموا برعاية هذه الأمانة، وعدم الإضرار بهن، وعدم الإساءة إليهن، وإنما تحسنون إليهن، وتعاشرونهن بالمعروف، وتعاملونهن بالمعروف
“Makna hadits ini: Karena kalian wahai para suami telah menikahi istri-istri kalian dengan syari’at Allah, maka mereka adalah amanah-amanah di pundak kalian, hendaklah kalian berusaha menjaga amanah ini, tidak boleh menyakiti istri-istri kalian, tidak boleh berlaku jelek kepada mereka, tapi hendaklah kalian berbuat baik kepada mereka, mempergauli dengan cara yang ma’ruf dan berinteraksi dengan cara yang ma’ruf.” [Syarhu Sunan Abi Daud, 10/112, Asy-Syaamilah]
3. Kewajiban suami untuk menunaikan hak agama dan duniawi bagi istri; hak agama adalah kebutuhan terhadap pendidikan agama dan penjagaan dari perbuatan-perbuatan syirik, bid’ah maupun maksiat. Adapun hak duniawi adalah kebutuhan fisik.
Al-Imam Az-Zarqoni rahimahullah berkata,
أي بأن الله ائتمنكم عليهن فيجب حفظ الأمانة وصيانتها بمراعاة حقوقها والقيام بمصالحها الدينية والدنيوية
“Makna hadits ini: Allah telah memberi amanah kepada kalian wahai suami atas istri-istri kalian, maka wajib menjaga amanah dan memeliharanya dengan memperhatikan hak-haknya dan kemaslahatan-kemaslahatannya secara agama maupun dunia.” [Mir’aatul Mafaatih Syarhu Misykah, 9/24]
Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/wasiat-untuk-suami-dalam-memperlakukan-istri/
Ikuti Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
- WA Bisnis: wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 CARA MEMANFAATKAN WAKTU BA’DA ASHAR SAMPAI MAGHRIB DI HARI JUM'AT UNTUK BERDOA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]
Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah berkata,
ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس
“Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171]
PENJELASAN
1. Zhahir, yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdoa setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja.
2. Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat.
3. Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib.
4. Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta'ala.
5. Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid.
[Lihat Majmu' Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 30/270-271]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Sumber: http://sofyanruray.info/cara-memanfaatkan-waktu-bada-ashar-sampai-maghrib-di-hari-jumat-untuk-berdoa/
Ikuti Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
- WA Bisnis: wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 SYARAT MENDAPATKAN AMPUNAN DOSA SETAHUN DENGAN PUASA ‘ASYURO
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu]
Syarat untuk mendapatkan penghapusan dosa setahun yang disebutkan dalam hadits ini adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar atau bertaubat kepada Allah ta’ala dari dosa-dosa besar tersebut.
Dan Muharram adalah bulan yang Allah muliakan, maka lebih tidak patut bagi seorang hamba untuk melakukan dosa atau menunda-nunda taubat.
Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,
قال جمهور أهل العلم إن أداء الفرائض وترك الكبائر يكفر السيئات الصغائر، أما الكبائر فلا يكفرها إلا التوبة إلى الله سبحانه وتعالى
“Jumhur ulama berkata: Sesungguhnya mengamalkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan dosa-dosa besar dapat menghapus dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar tidak dapat dihapus kecuali dengan taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” [Nur ‘alad Darb, 6/64]
Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah juga berkata,
وهكذا قوله في صوم يوم عاشوراء «إنه يكفر السنة التي قبله» يعني عند اجتناب الكبائر لقوله سبحانه وتعالى: {إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ}، ولقوله صلى الله عليه وسلم: «الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان كفارات لما بينهن مالم تغش الكبائر» إذا اجتنب الكبائر، ما اجتنبت الكبائر كلها ألفاظ جاءت في الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم
“Demikian pula sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tentang puasa ‘Asyuro,
إنه يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Sesungguhnya puasa ‘Asyuro menghapus dosa tahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’ahu]
Maknanya adalah ketika dosa-dosa besar dijauhi.
• Berdasarkan firman Allah ta’ala,
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil).” (An-Nisa: 31)
• Dan berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
“Sholat yang lima waktu, sholat Jum’at sampai Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, adalah penghapus-penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut, selama dosa besar tidak dilakukan.”(HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)
• Dalam lafaz yang lain,
إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“…Apabila ia menjauhi dosa-dosa besar.”
• Dalam lafaz yang lain,
مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
“…Apabila dosa-dosa besar dijauhi.”
Semua ini adalah lafaz yang datang dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.” [Nur ‘alad Darb, 6/65-66]
Sumber: https://sofyanruray.info/syarat-mendapatkan-ampunan-dosa-setahun-dengan-puasa-asyuro/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Channel Telegram:
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
WA Divisi Bisnis https://wa.me/message/ZEZMTSXS4BWJL1
Untuk Pembelian Buku Ketik:
Nama:
Judul Buku:
Alamat Lengkap Pengiriman:
Kirim ke wa.me/628118247111
Medsos dan Website:
Facebook: https://www.facebook.com/taawundakwah
Instagram: https://www.instagram.com/taawundakwah
Website: https://taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 PERAYAAN HARI ASYURA SYI'AH, KESEDIHAN PALSU PARA PENDUSTA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Setiap hari Asyuro tanggal 10 Muharram, kaum Syi'ah merayakan hari kesedihan dan ratapan atas kematian Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu'anhuma, padahal merekalah penyebab kematian beliau.
Kedatangan Al-Husain radhiyallahu’anhu ke Karbala setelah menerima surat-surat kaum Syi'ah agar beliau mendatangi mereka yang akan menjadi pendukung-pendukung beliau, kenyataannya ketika beliau dan rombongannya diserang, orang-orang Syi’ah malah lari, tidak ada satu pun yang berani menolong Al-Husain radhiyallahu’anhu.
Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah berkata, “Dengan sebab terbunuhnya Al-Husain radhiyallahu’anhu, maka setan memunculkan dua bid’ah bagi manusia, yaitu bid’ah bersedih dan meratap pada hari ‘asyuro (10 Muharram).” [Minhajus Sunnah, 2/332]
Dan Al-Husain radhiyallaahu'anhu pastilah berlepas diri dari perayaan kesedihan dan ratapan kaum Syi'ah, karena itu termasuk dosa besar, dilarang keras dalam Islam, melalui lisan kakek beliau shallallaahu'alaihi wa sallam.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ
“Empat perkara pada umatku yang termasuk perkara Jahiliyah yang tidak mereka tinggalkan, berbangga dengan keturunan, mencaci nasab, menisbatkan hujan kepada bintang dan meratapi mayit.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
“Seorang wanita yang meratapi mayit jika tidak bertaubat sebelum mati maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari ter dan baju tameng dari kudis.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُود وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
“Bukan bagian dari kami, orang yang menampar-nampar wajah, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliyah (ketika ditimpa musibah).” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu]
Sahabat yang Mulia Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu berkata,
إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَة وَالْحَالِقَةِ وَالشَّاقَّةِ
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang meraung-raung, memotong rambut dan mencabik-cabik pakaian (ketika ditimpa musibah).” [HR. Muslim]
Sebaliknya, golongan sesat Nashibah (Pembenci Ahlul Bait) merayakan bid'ah hari raya kegembiraan pada hari Asyuro.
Padahal yang seharusnya adalah berpuasa 10 Muharram yang pahalanya sangat besar hingga bisa menghapuskan dosa setahun.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu]
Demikianlah jika satu kaum memunculkan satu bid'ah maka Allah hukum mereka dengan tidak diberi hidayah untuk mengamalkan satu sunnah.
Al-Imam Hasan bin 'Athiyyah rahimahullah berkata, "Tidaklah suatu kaum berbuat bid'ah dalam agama, kecuali Allah akan mengangkat sunnah yang semisalnya dari mereka, dan tidak mengembalikannya sampai hari kiamat." [Al-Hilyah, 6/73]
Sumber: https://sofyanruray.info/perayaan-hari-asyura-syiah-kesedihan-palsu-para-pendusta/
Kajian Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray:
- YT: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Fb: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- IG: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Web: https://sofyanruray.info
- WAG: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.
📋 KRITERIA WANITA YANG PALING BAIK UNTUK DIJADIKAN ISTRI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ
"Nikahilah wanita yang penyayang lagi peranak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain (pada hari kiamat).” [HR. Abu Daud dan An-Nasaai dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu, dan Ahmad dan Ibnu Hibban dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahih Abi Daud: 1789]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Dalam hadits yang mulia ini terdapat perintah menikah dan larangan hidup membujang. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
تَزَوَّجُوا فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا تَكُونُوا كَرَهْبَانِيَّةِ النَّصَارَى
“Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah kalian terhadap umat-umat yang lain pada hari kiamat, dan janganlah hidup membujang seperti Kependetaan Kristen.” [HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro dari Abu Umamah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1782]
Bahkan para pemuda diperintahkan segera menikah apabila telah mampu, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, siapa diantara kalian telah memiliki kemampuan hendaklah segera menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, barangsiapa tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena itu akan menjadi perisai baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu]
2. Dalam hadits yang mulia ini terkandung anjuran dalam pernikahan:
- Memilih wanita yang memiliki dua sifat:
Pertama: Penyayang, yaitu menyayangi suami.
Kedua: Peranak, subur kandungannya dan mau punya banyak anak.
- Mempertahankan pernikahan dengan wanita yang memiliki dua sifat tersebut (lihat Al-Mirqoh: 5/2047).
3. Keutamaan wanita yang penyayang melebihi kecantikan, kekayaan dan keturunan, bahwa sifat istri yang penyayang termasuk sebab terbesar kelanggengan rumah tangga, karena seorang wanita yang memiliki sifat tersebut akan nampak dalam sikap dan prilakunya terhadap suami, dan inilah wanita penghuni surga.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَلا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ ، قَالَ : كُلُّ وَدُود وَلُود ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا ، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ لا أَكْتَحِلُ بِغُمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
“Maukah kalian aku kabarkan tentang istri-istri kalian di surga? Para sahabat berkata: Tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Setiap istri yang penyayang lagi peranak, apabila ia marah atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan bisa terpejam sampai engkau ridho.” [HR. Ath-Thabrani dari Anas, Ibnu ‘Abbas dan Ka’ab bin ‘Ujroh radhiyallaahu’anhum, Ash-Shahihah: 3880]
Al-Hafizh Al-Munawi rahimahullah berkata,
المتحببة لزوجها بنحو تلطف في الخطاب وكثرة خدمة وأدب وبشاشة
“Wanita yang penyayang adalah yang menampakkan cinta kepada suaminya; seperti dengan kelembutan dalam berbicara, banyak membantu, beradab dan selalu ceria serta ramah (kepada suaminya).” [Faidhul Qodir, 3/242]
Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/kriteria-wanita-yang-paling-baik-untuk-dijadikan-istri/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Channel Telegram:
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: https://www.facebook.com/taawundakwah
Instagram: https://www.instagram.com/taawundakwah
Website: https://taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.
Sunnah-sunnah Fitrah dan Bahaya Meninggalkannya
Ringkasan Kitab Hukum-hukum Khusus Wanita (Pasal 2 Bag. 1)
https://youtu.be/9EdpByVqRF8
📋 ANCAMAN UNTUK TUKANG LAKNAT
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّعَّانِينَ لاَ يَكُونُونَ شُهَدَاءَ وَلاَ شُفَعَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya para tukang laknat tidak akan menjadi saksi-saksi dan pemberi-pemberi syafa’at pada hari kiamat.” [HR. Muslim dari Abu Ad-Darda radhiyallahu’anhu]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Ulama menjelaskan bahwa melaknat itu ada dua makna:
Pertama: Mendoakan orang lain agar tidak mendapat rahmat Allah ta’ala.
Kedua: Mencaci orang lain.
[Lihat Subulus Salaam, 3/143-144]
2. Adapun makna, “Tidak akan menjadi pemberi-pemberi syafa’at” adalah tidak akan dizinkan oleh Allah untuk menyelamatkan saudara-saudara mereka yang akan masuk neraka.
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,
“Maknanya mereka tidak bisa memberi syafa’at ketika kaum mukminin diizinkan untuk memberi syafa’at kepada saudara-saudara mereka yang sudah pantas masuk neraka (sehingga tidak jadi masuk neraka dengan izin Allah ta’ala, pen).” [Syarhu Muslim, 16/149]
Al-Imam Ash-Shon’ani rahimahullah berkata,
“Hadits ini adalah pengabaran bahwa orang-orang yang banyak melaknat tidak akan diterima syafa’at mereka pada hari kiamat, maksudnya mereka tidak bisa memberi syafa’at ketika kaum mukminin diizinkan memberi syafa’at terhadap saudara-saudara mereka.” [Subulus Salaam, 4/201]
3. Dan makna, “Tidak akan menjadi saksi-saksi” ada tiga kemungkinan maknanya.
Al-Imam Ash-Shon’ani rahimahullah berkata,
"Adapun makna, “Tidak akan menjadi saksi-saksi” maka dikatakan ada beberapa makna:
Pertama: Tidak akan menjadi saksi-saksi pada hari kiamat bahwa para Rasul telah menyampaikan risalah-risalah mereka kepada umat-umat mereka (padahal diantara keutamaan umat Islam kelak pada hari kiamat mereka akan bersaksi untuk seluruh para Rasul bahwa mereka telah menunaikan tugas dari Allah untuk menyampaikan kebenaran, pen).
Kedua: Tidak boleh menjadi saksi-saksi di dunia dan tidak boleh diterima persaksian mereka karena kefasikan mereka, sebab banyak melaknat termasuk tanda yang menunjukkan peremehan terhadap agama.
Ketiga: Tidak akan dianugerahkan syahadah (mati syahid) yaitu terbunuh di jalan Allah." [Subulus Salaam, 4/201]
4. Suka melaknat bukanlah sifat seorang mukmin.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الفَاحِشِ وَلاَ البَذِيءِ
“Seorang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka berperilaku keji dan suka berkata kasar.” [HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 320]
5. Kewajiban menjaga lisan dan berhati-hati dalam berucap, karena satu kalimat saja dapat menjerumuskan orang yang mengucapkannya dalam dosa besar.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
"Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhoi Allah, tanpa terbetik dalam benaknya (kemuliaan ucapan tersebut) maka Allah pun mengangkat derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, tanpa terbetik dalam benaknya (bahaya ucapan tersebut) maka ia pun terjerumus dalam neraka jahannam." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]
Sumber: https://sofyanruray.info/ancaman-untuk-tukang-laknat/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Channel Telegram:
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
WA Divisi Bisnis https://wa.me/message/ZEZMTSXS4BWJL1
Pembelian Buku:
Nama:
Judul Buku:
Alamat Lengkap Pengiriman:
Kirim ke wa.me/628118247111
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim]
📹 KAJIAN RINGKASAN KITAB HUKUM-HUKUM KHUSUS WANITA
Penulis: Asy-Syaikh Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Playlist: http://bit.ly/hukum_khusus_wanita
PASAL PERTAMA:
1. Kedudukan Wanita Sebelum Islam https://youtu.be/Dtq1eHezo30
2. Kemuliaan Wanita dalam Islam https://youtu.be/LQDtilZk408
3. Cara Musuh Islam Merusak Kaum Wanita https://youtu.be/_C6hEnR-w-k
4. Syarat Wanita Bekerja di Luar Rumah https://youtu.be/CuKwlMmzKXY
Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
WA Divisi Bisnis https://wa.me/message/ZEZMTSXS4BWJL1
Untuk Pembelian Buku Ketik:
Nama:
Judul Buku:
Alamat Lengkap Pengiriman:
Kirim ke wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 JANGAN TERJATUH DI LUBANG YANG SAMA DUA KALI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
“Tidaklah seorang mukmin tersengat bisa dari lubang (binatang berbisa) yang sama sebanyak dua kali.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Pentingnya mengambil pelajaran dari pengalaman agar lebih dewasa dan bijaksana.
Sahabat yang Mulia Mu’awiyah radhiyallahu’anhu berkata,
لاَ حَكِيمَ إِلاَّ ذُو تَجْرِبَةٍ
“Tidak ada orang yang bijaksana kecuali telah memiliki pengalaman.” [Diriwayatkan Al-Bukhari]
2. Hadits yang mulia ini adalah pengabaran namun maknanya perintah, yaitu perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kepada setiap mukmin untuk berhati-hati dalam kehidupan ini, janganlah lalai dan hendaklah mengambil pelajaran dari kejadian yang telah berlalu. Dan perintah hukum asalnya adalah wajib kecuali ada dalil yang memalingkannya dari hukum wajib menjadi sunnah atau mubah.
3. Peringatan ini mencakup perkara dunia dan agama, tetapi yang lebih penting untuk diperhatikan tentunya perkara agama, maka seorang mukmin janganlah melakukan pelanggaran terhadap agama, namun apabila ia terjerumus dalam dosa hendaklah ia segera bertaubat dan setelah itu lebih berhati-hati, jangan sampai terjerumus lagi.
4. Makna lain hadits yang mulia ini adalah, barangsiapa terjerumus dalam dosa di dunia, lalu ia diberi hukuman di dunia, maka ia tidak akan dihukum lagi di akhirat, dan hukuman di dunia jauh lebih ringan dibanding di akhirat. Ini pendapat Abu Daud Ath-Thayalisi rahimahullah, dan kebanyakan ulama berpendapat yang pertama, yaitu peringatan dari sifat lalai, jangan melakukan dosa yang sama dua kali.
5. Keutamaan orang yang beriman, yang mampu mengambil manfaat dan pelajaran dari setiap nasihat dan pengalaman.
[Disarikan dari Fathul Baari, 10/529-530]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Sumber: https://sofyanruray.info/jangan-terjatuh-di-lubang-yang-sama-dua-kali/
Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
WA Divisi Bisnis https://wa.me/message/ZEZMTSXS4BWJL1
Untuk Pembelian Buku Ketik:
Nama:
Judul Buku:
Alamat Lengkap Pengiriman:
Kirim ke wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 LARANGAN MENDATANGI DUKUN DAN KEWAJIBAN PEMERINTAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu bertanya tetang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam.” [HR. Muslim dari Hafshoh radhiyallahu’anha]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Siapa yang dimaksud paranormal atau tukang ramal?
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,
أَمَّا الْعَرَّافُ فَقَدْ سَبَقَ بَيَانُهُ وَأَنَّهُ مِنْ جُمْلَةِ أَنْوَاعِ الْكُهَّانِ قَالَ الْخَطَّابِيُّ وَغَيْرُهُ الْعَرَّافُ هُوَ الَّذِي يَتَعَاطَى مَعْرِفَةَ مَكَانِ الْمَسْرُوقِ وَمَكَانَ الضَّالَّةِ وَنَحْوِهِمَا
“Adapun paranormal, maka telah lewat penjelasannya, bahwa ia termasuk golongan para dukun. Al-Khattabi dan selain beliau rahimahumullah berkata: Paranormal adalah yang melakukan ritual untuk mencari tahu tempat barang yang dicuri, tempat barang yang hilang dan yang semisalnya.” [Syarhu Muslim, 14/227]
2. Ancaman dalam hadits ini berlaku bagi siapa yang bertanya kepada dukun atau tukang ramal, baik membenarkan maupun tidak ataupun masih ragu, hanya saja kalau ia membenarkan maka ia kafir.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّد
“Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu ia mempercayai ucapan dukun atau peramal tersebut maka ia telah kafir terhadap (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam-.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan Al-Bazzar dari Jabir radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3387]
Hanyalah dibolehkan bertanya apabila untuk membuktikan kelemahan dan kedustaan dukun.
Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah Aalusy Syaikh rahimahullah berkata,
“Zhahir hadits ini menunjukkan bahwa ancaman bagi yang mendatangi dukun dan bertanya kepadanya, sama saja apakah ia percaya dengan ucapan dukun tersebut atau tidak, karena mendatangi dukun telah dilarang (walau tanpa bertanya sekali pun), sebagaimana dalam hadits Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu’anhu: “Aku berkata, wahai Rasulullah,
وَإِنَّ مِنَّا رِجَالًا يَأْتُونَ الْكُهَّانَ، قَالَ: فَلَا تَأْتِهِمْ
‘Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun, maka beliau bersabda: Jangan mendatangi mereka (para dukun)’. (HR. Muslim)
Dan karena apabila ia ragu dengan berita dukun, maka ia telah ragu apakah dukun tersebut mengetahui ilmu ghaib atau tidak, maka ini mengharuskan ia mendapat ancaman yang tertera dalam hadits ini, karena yang wajib baginya adalah meyakini dengan pasti bahwa tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah ta’ala.” [Taisirul ‘Azizil Hamid, hal. 347]
3. Apabila orang yang bertanya kepada dukun saja telah dihukumi tidak diterima sholatnya selama 40 hari dan yang membenarkannya dihukumi kafir, maka bagaimana lagi dengan dukun itu sendiri…!?
Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/larangan-mendatangi-dukun-dan-kewajiban-pemerintah/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Channel Telegram:
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
WA Divisi Bisnis https://wa.me/message/ZEZMTSXS4BWJL1
Untuk Pembelian Buku Ketik:
Nama:
Judul Buku:
Alamat Lengkap Pengiriman:
Kirim ke wa.me/628118247111
Medsos dan Website:
Facebook: https://www.facebook.com/taawundakwah
Instagram: https://www.instagram.com/taawundakwah
Website: https://taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 HIKMAH DAN KEUTAMAAN PUASA TASU'A (9 MUHARRAM) DAN 'ASYURA (10 MUHARRAM)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Sahabat yang Mulia Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِع قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
“Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharram) dan beliau memerintahkan untuk berpuasa padanya, maka para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya 'Asyuro adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani'.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 'Kalau begitu tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa pada hari kesembilan (juga)'. Ibnu ‘Abbas berkata: Belum sampai tahun depan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam wafat.” [HR. Muslim]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Sangat ditekankan berpuasa di tanggal 10 Muharram berdasarkan hadits yang mulia ini. Dan diantara keutamaannya adalah menghapus dosa setahun.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’ahu]
2. Disyari’atkan juga berpuasa pada tanggal 9 Muharram demi menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nasrani. Bahkan berpuasa di kebanyakan atau seluruh Muharram lebih baik lagi.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah; Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
3. Tujuan besar agama yang mulia ini adalah agar kaum muslimin menyelisihi orang-orang kafir, maka tidak boleh melakukan tasyabbuh, menyerupai mereka dalam ciri-ciri khusus mereka, baik dalam perkara agama maupun adat kebiasaan. Dan orang yang menyerupai mereka terancam menjadi bagian dari mereka.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jami’: 6149]
Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/hikmah-dan-keutamaan-puasa-tasua-9-muharram-dan-asyuro-10-muharram/
Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
WA Divisi Bisnis https://wa.me/message/ZEZMTSXS4BWJL1
Untuk Pembelian Buku Ketik:
Nama:
Judul Buku:
Alamat Lengkap Pengiriman:
Kirim ke wa.me/628118247111
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
Endi mavjud! Telegram Tadqiqoti 2025 — yilning asosiy insaytlari 
