uz
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Kanalga Telegram’da o‘tish
5 158
Obunachilar
-724 soatlar
-127 kunlar
-5030 kunlar
Postlar arxiv
📋 NASIHATKU UNTUK MAHASISWA: TINGGALKAN JALANAN, DATANGI MAJELIS ILMU بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Untuk saudaraku mahasiswa muslim dan kaum muslimin secara umum rahimakumullaah -semoga Allah merahmatimu- sungguh aku mencintai kalian karena Allah subhanahu wa ta'ala, luangkanlah sejenak waktumu tuk membaca goresan singkat ini. Ketahuilah wahai saudaraku, menuntut ilmu agama, mengamalkannya dan mendakwahkannya, terutama ilmu tauhid dan sunnah, adalah kunci keselamatan di dunia dan akhirat. Allah ta’ala berfirman, الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mendapat petunjuk." [Al-An’am: 82] Karena hanya dengan itulah seorang hamba dapat merealisasikan tujuan penciptaannya di muka bumi untuk beribadah kepada Allah ta’ala. Sebagaimana firman-Nya, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” [Adz-Dzariyyat: 56] Oleh karena itu, berdakwah kepada tauhid adalah perhatian utama para pejuang sejati, para teladan yang dipilih Allah ta’ala untuk menjadi contoh sepanjang umur dunia, merekalah para pembela kebenaran yang hakiki, tidak ada manusia yang lebih baik dari mereka, yaitu para nabi dan rasul ‘alaihimus sholaatu was salaam. Ketahuilah, tugas utama para nabi dan rasul 'alaihimussalaam adalah berdakwah kepada tauhid, menyelematkan manusia dari lembah kesyirikan dan kekafiran, demi meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah ta’ala, وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ “Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut (segala sesuatu disembah selain Allah) itu." [An-Nahl: 36] TAUHID ADALAH KUNCI KEMAKMURAN NEGERI Saudaraku rahimakumullaah, tauhid yang melahirkan iman dan amal shalih adalah kunci kemakmuran negeri. Allah ta’ala berfirman, وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.” [An-Nur: 55] Allah ta’ala juga berfirman, مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97] Inilah jalan memperbaiki negeri, yaitu iman dan amal shalih, yang mencakup dua perkara penting: Mentauhidkan Allah 'azza wa jalla dan meneladani sunnah Nabi Muhammad shallallaahu'alaihi wa sallam. Baca Selengkapnya: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1360653624084116 📋 GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 wa.me/628111377787 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📋 PERUMPAMAAN ORANG YANG JOMBLO بسم الله الرحمن الرحيم Saudaraku rahimakumullah menikahlah, agar tenang hatimu. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram kepadanya, dan Dia jadikan diantaramu kecintaan dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir." [Ar-Rum: 21] Asy-Syaikh As-Sa'di rahimakumullah berkata, فحصل بالزوجة الاستمتاع واللذة والمنفعة بوجود الأولاد وتربيتهم، والسكون إليها، فلا تجد بين أحد في الغالب مثل ما بين الزوجين من المودة والرحمة "Maka dengan istri seorang suami mendapatkan kesenangan, kelezatan, kemanfaatan memiliki dan memelihara anak, dan merasa tenang kepada istrinya, karena pada umumnya engkau tidak akan dapatkan kecintaan dan kasih sayang seperti pada suami istri." [Tafsir As-Sa'di: 639] Sebaliknya, hidup menjomblo dapat membuka pintu setan sehingga hati tidak tenang, maka menikahlah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang telah mampu hendaklah segera menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, barangsiapa belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu] Al-Imam Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata, مَثَلُ الأَعْزَبِ مَثَلُ شَجَرَةٍ فِي فَلاةٍ ، يُقَلِّبُهَا الرِّيَاحُ هَكَذَا وهَكَذَا "Para bujangan itu seperti sebuah pohon di padang tandus; yang dihempas badai ke sini dan ke sana." [Mushonnaf AbdirRozzaq: 10137] Simak #Video1Menit: https://www.instagram.com/p/BwF-W2Mhfem/ GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 wa.me/628111377787 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 MEMBEDAH PAHAM LIBERAL BERBAJU 'ISLAM' NUSANTARA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Insya Allah masih akan terus kami kirimkan pembahasan berseri: "Membedah Paham Liberal Berbaju 'Islam' Nusantara" Pemateri: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Berikut link videonya kami mulai dari video terakhir: 6. Tafsir Hermeneutika, Akar Penyimpangan Disertasi Menghalalkan Zina https://youtu.be/CpHATsCgWs8 5. Toleransi Beragama Jangan Kebablasan https://youtu.be/vJdlDu3qHGw 4. Menjawab Teori "Kebenaran itu Relatif" https://youtu.be/xDJK8TvaTtM 3. Jawaban Syubhat "Semua Agama Mengajarkan Kebaikan" https://youtu.be/jTA5dShltzM 2. Beragam Alasan Menolak Syari'at https://youtu.be/XoJdiT3TGoE 1. Membenarkan Semua Agama Menyelisihi Ijma' dan Akal Sehat https://youtu.be/w04MAeg_2Fc 0. Sekilas Asal Muasal Paham 'Islam' Nusantara https://youtu.be/BOe3UaPulRw GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 wa.me/628111377787 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📹 VIDEO SERI KAJIAN KITAB TAUHID #19 BAB 6 DALIL KE-2 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ DUA RUKUN TAUHID, DALILNYA DAN PENJELASANNYA Allah 'azza wa jalla berfirman, وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ، إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali Allah yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan memberikan hidayah kepadaku.” [Az Zukhruf: 26-27] Saudaraku rahimakumullah, ucapan Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang Allah ta'ala sebutkan pada ayat yang mulia ini terkandung padanya dua rukun tauhid, yaitu: 1. An-Nafyu (Penafikan) yang terkandung dalam kalimat: "Sesungguhnya aku berlepas dari apa yang kalian sembah". Maknanya adalah beliau mengingkari peribadahan kepada selain Allah 'azza wa jalla. 2. Al-Itsbat (Penetapan) yang terkandung dalam kalimat: "Kecuali Allah yang menciptakan aku". Maknanya adalah penetapan keimanan bahwa hanya Allah 'azza wa jalla yang berhak disembah. Pada ayat yang lain Allah 'azza wa jalla menegaskan, ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ "Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah yang berhak disembah dan sesungguhnya semua yang mereka sembah selain Allah adalah batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." [Al-Hajj: 62] Simak Selengkapnya: https://youtu.be/QNVd2dtop4s Kajian Sebelumnya: 1. MEMAHAMI TAUHID https://youtu.be/mJ152Isyk3c 2. FAIDAH BASMALAH https://youtu.be/5i7_UeYKrLI 3. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA & MISI PENGUTUSAN RASUL https://youtu.be/pioCKth9O2U 4. PERINTAH BERTAUHID & BERBAKTI KEPADA ORANG TUA https://youtu.be/ulq-47fzhQo 5. SEPULUH WASIAT ALLAH TA'ALA https://youtu.be/FeMduU1g6Tg 6. MENGENAL HAK ALLAH TA'ALA & HAK HAMBA https://youtu.be/U4f90f1t1YY 7. TAUHID BENTENG TERKUAT & PINTU HIDAYAH TERBESAR https://youtu.be/ipE2VkpnTGY 8. SUDAH BENARKAH SYAHADATMU? https://youtu.be/ZiIhI0ZRmvA 9. TAUHID SEBAB TERBESAR MENGGAPAI AMPUNAN https://youtu.be/ouXZyt8kab0 10. PROFIL PEJUANG SEJATI https://youtu.be/rAqXWSOfp0Q 11. LEBIH DARI 70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB https://youtu.be/t1uCCIutSyc 12. DOSA YANG TIDAK TERAMPUNKAN https://youtu.be/e3h2tQVt76Y 13. BAHAYA SYIRIK KECIL https://youtu.be/6W1eu8BLHD8 14. AKHIR KEHIDUPAN YANG PALING TRAGIS https://youtu.be/79VDOzevC80 15. MENGUTAMAKAN DAKWAH TAUHID https://youtu.be/RL7fE-C8Urc 16. KISAH PENGUTUSAN MU'ADZ BIN JABAL https://youtu.be/gPecS-lSLAs 17. KISAH PENGANGKATAN ALI BIN ABI THALIB SEBAGAI PANGLIMA https://youtu.be/HqZl3DjkaV8 18. METODE DAKWAH KEPADA ORANG KAFIR https://youtu.be/6zVyNropw8g 📋 TELEGRAM KITAB TAUHID DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham, Lc hafizhahullah Telegram: - Video: https://t.me/videokitabtauhid - Audio: https://t.me/kitab_tauhid WAG: wa.me/628111833375 wa.me/628111377787 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan kepada satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

TIGA MACAM KESYIRIKAN DI BULAN MUHARRAM https://youtu.be/ODxaTfO0mLQ

📋 HUKUM SHOLAT PASIEN YANG DIBIUS بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Asy-Syaikh Al-'Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata, فقد أُغمي على بعض الصحابة وقضى المدة اليسيرة، لكن إذا زاد على الثلاث وصار كثيرًا فالأصح فيه عدم القضاء؛ لأنه حينئذٍ أشبه بالمجنون والمعتوه، أما الإغماء ليومين أو ثلاث فهذا أشبه بالنَّائم فيقضي "Sebagian sahabat pernah pingsan dan mengqodho sholat ketika pingsannya dalam waktu yang tidak lama. Akan tetapi apabila pingsan lebih dari 3 hari maka itu waktu yang lama, maka pendapat yang lebih shahih adalah tidak qodho, karena ketika itu ia menyerupai orang gila dan orang yang tidak berakal. Adapun pingsannya hanya 2 atau 3 hari, maka menyerupai orang yang tidur, maka hendaklah mengqodho sholat yang ditinggalkan selama pingsan." Simak Selengkapnya #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/O1wkNWugJ_U 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 10 MACAM KESYIRIKAN DAN KEKAFIRAN YANG BANYAK TERJADI بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dosa syirik dan kufur adalah dosa terbesar, yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, yang tidak terampunkan dan mengekalkannya di neraka, jika tidak bertaubat sebelum mati. Maka wajib setiap muslim mengenal apa saja yang termasuk dosa syirik dan kufur. Diantaranya adalah 10 macam yang banyak terjadi berikut ini: 1. Berdoa kepada selain Allah ta'ala. 2. Menyembelih untuk selain Allah ta'ala. 3. Meyakini ada yang menguasai dan mengatur di alam ini atau sebagiannya selain Allah 'azza wa jalla. 4. Meyakini ada yang mengetahui perkara ghaib selain Allah 'azza wa jalla. 5. Mempercayai jimat atau memakainya. 6. Mempercayai hari baik dan hari sial. 7. Tidak mengkafirkan orang kafir. 8. Menolak salah satu ajaran Islam. 9. Membenci salah satu ajaran Islam. 10. Menghina Allah, atau melecehkan satu ayat Al-Qur'an, atau menjadikan ajaran Islam sebagai bahan lawakan atau stand up comedy, atau merendahkan Nabi Muhammad shallallaahu'alaihi wa sallam. Simak Selengkapnya #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/QzzCDvVHm8w 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

10 Macam Kesyirikan dan Kekafiran yang Banyak Terjadi https://youtu.be/QzzCDvVHm8w

📋 KENIKMATAN BERUJUNG AZAB بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kenikmatan yang Allah 'azza wa jalla berikan kepada para hamba sungguh sangat banyak, karena Allah 'azza wa jalla adalah yang Maha Baik, yang senantiasa memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah kepadamu, niscaya kamu tak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [An-Nahl: 18] Juga firman Allah 'azza wa jalla, وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ "Dan apa saja nikmat yang ada pada dirimu, maka datangnya dari Allah, dan bila kamu ditimpa bahaya, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan." [An-Nahl: 53] Akan tetapi kita sebagai hamba sangat sedikit bersyukur, padahal Allah 'azza wa jalla telah berjanji, jika kita bersyukur kenikmatan-Nya akan ditambah, namun jika kita tidak bersyukur maka azab-Nya sangat pedih. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ "Dan ingatlah tatkala Rabbmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Aku akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu ingkari, maka sungguh azab-Ku sangat pedih." [Ibrahim: 7] Al-Imam Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah berkata, كلُّ نعمة لا تقرِّب من الله فهي بلية "Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka itu adalah petaka." [Fiqhul 'Ad'iyati wal Adzkaar lisy-Syaikh Abdir Rozzaq Al-Badr hafizhahullah, hal. 257] Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/videos/480107612554794 📋 INFO KAJIAN SABTU SIANG - BSD TANGERANG Insya Allah 23 Dzulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019, Ba'da Zhuhur, dengan Tema: ANTARA 'ISLAM' LIBERAL & RADIKAL Pemateri: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Tempat: Masjid Al-Falah, Jl. Raya Civic Centre 405/05 (Kantor Bersama SAMSAT) BSD Tangerang Info: wa.me/6281384265012 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 PERSIAPAN TERBAIK UNTUK MENGHADAPI GOLONGAN-GOLONGAN YANG MEMUSUHI ISLAM بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakallaah, sudah menjadi ketetapan Allah 'azza wa jalla, bahwa pertarungan antara kebenaran dan kebatilan akan terus bergolak sampai hari kiamat. Dan tidak ada jalan terbaik untuk menghadapi para pengusung kebatilan kecuali dimulai dengan ILMU AGAMA: - Mempelajarinya dari sumber yang benar, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salaf. - Berusaha mengamalkannya. - Menyebarkannya seluas-luasnya. Inilah solusi terbaik menghadapi dan menghancurkan semua kebatilan. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا “Dan katakanlah: Telah datang yang benar dan telah lenyap yang batil, sungguh yang batil itu pasti lenyap.” [Al-Isra’: 81] Al-Imam Al-Mufassir As-Si’di rahimahullah berkata, أي: هذا وصف الباطل، ولكنه قد يكون له صولة وروجان إذا لم يقابله الحق فعند مجيء الحق يضمحل الباطل، فلا يبقى له حراك. ولهذا لا يروج الباطل إلا في الأزمان والأمكنة الخالية من العلم بآيات الله وبيناته. “Maknanya: Yang pasti lenyap adalah sifat kebatilan, namun terkadang kebatilan itu memiliki kekuatan dan tersebar jika tidak ada kebenaran yang menghadangnya, maka tatkala kebenaran itu datang, kebatilan pun melemah, sampai tidak tersisa gerakannya. Oleh karena itu tidaklah tersebar kebatilan kecuali di masa-masa dan di tempat-tempat yang kosong dari ilmu tentang ayat-ayat Allah ‘azza wa jalla dan penjelasan-penjelasannya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 464] Maka kembali ke majelis ilmu yang berpegang dengan Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah persiapan terbaik untuk memperjuangkan agama Allah 'azza wa jalla. Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1334842256665253 📋 SAFARI DAKWAH PADANG & SOLOK SUMATERA BARAT Bersama Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Insya Allah Ahad, 24 Dzulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019 MENJADI MUSLIM YANG PALING CERDAS - Jam 09.00 sd 11.00 - Masjid Baiturrahmah, Aia Pacah - Kota Padang Sumatera Barat HAMBA-HAMBA DUNIA - Jam 13.30 sd 15.00 - Masjid Agung Al-Muhsinin, Kota Solok Sumatera Barat ADAB-ADAB PENUNTUT ILMU (Merujuk Kitab Hilyah Tholibil 'Ilmi) - Ba'da Magrib sd Selesai - Masjid Al-Azhar UNP, Air Tawar - Padang Sumatera Barat Info: wa.me/6282340078987 - Yayasan Dareliman - Yayasan Sabilul Haq Solok - Yayasan Imam Syafi'i Bukittinggi - DKM Masjid Baiturrahmah - DKM Masjid Al-Azhar UNP - SurauTV - MediaSunnah.com 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 KENIKMATAN BERUJUNG AZAB بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kenikmatan yang Allah 'azza wa jalla berikan kepada para hamba sungguh sangat banyak, karena Allah 'azza wa jalla adalah yang Maha Baik, yang senantiasa memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah kepadamu, niscaya kamu tak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [An-Nahl: 18] Juga firman Allah 'azza wa jalla, وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ "Dan apa saja nikmat yang ada pada dirimu, maka datangnya dari Allah, dan bila kamu ditimpa bahaya, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan." [An-Nahl: 53] Akan tetapi kita sebagai hamba sangat sedikit bersyukur, padahal Allah 'azza wa jalla telah berjanji, jika kita bersyukur kenikmatan-Nya akan ditambah, namun jika kita tidak bersyukur maka azab-Nya sangat pedih. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ "Dan ingatlah tatkala Rabbmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Aku akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu ingkari, maka sungguh azab-Ku sangat pedih." [Ibrahim: 7] Al-Imam Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah berkata, كلُّ نعمة لا تقرِّب من الله فهي بلية "Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka itu adalah petaka." [Fiqhul 'Ad'iyati wal Adzkaar lisy-Syaikh Abdir Rozzaq Al-Badr hafizhahullah, hal. 257] Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/videos/480107612554794 📋 INFO KAJIAN SABTU SIANG - BSD TANGERANG Insya Allah 23 Dzulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019, Ba'da Zhuhur, dengan Tema: ANTARA 'ISLAM' LIBERAL & RADIKAL Pemateri: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Tempat: Masjid Al-Falah, Jl. Raya Civic Centre 405/05 (Kantor Bersama SAMSAT) BSD Tangerang Info: wa.me/6281384265012 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

🇮🇩 MERDEKA YANG HAKIKI بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Merdeka yang hakiki adalah mengamalkan tauhid; memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta'ala, dan membebaskan diri dari semua bentuk penghambaan kepada selain-Nya. Karena ibadah kepada Allah adalah sifat dasar manusia, yang merupakan tujuan hamba diciptakan, sedangkan hawa nafsu dan setan ingin memalingkan hamba agar beribadah kepada selain Allah 'azza wa jalla. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” [Adz-Dzariyyat: 56] Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, هربوا من الرق الذي خلقوا له وبلوا برق النفس والشيطان "Mereka berpaling dari peribadahan kepada Allah yang merupakan tujuan mereka diciptakan, maka mereka menjadi budak nafsu dan setan." [Al-Kaafiyah Asy-Syaafiyah melalui Syarhul Aqidah Al-Wasithiyah, 2/466] Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, أن وصف الإنسان بالعبودية لله يعد كمالاً، لأن العبودية لله هي حقيقة الحرية، فمن لم يتعبد له، كان عابداً لغيره "Bahwa sifat manusia beribadah kepada Allah adalah kesempurnaan baginya, karena penghambaan kepada Allah adalah HAKIKAT KEMERDEKAAN, barangsiapa yang tidak menghamba kepada Allah maka dia adalah hamba selain-Nya." [Syarhul Aqidah Al-Wasithiyah, 2/466] Dan merdeka yang hakiki adalah meneladani sunnah; mencontoh Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam dalam setiap amalan, dan melepaskan diri dari belenggu taklid dan fanatisme golongan (hizbiyyah). Karena merdeka yang hakiki adalah ketakwaan kepada Allah ta'ala dan menyelamatkan diri dari penjara nafsu dan perbudakan setan. Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Orang yang bermaksiat selalu dalam tawanan setannya, dalam penjara syahwatnya dan belenggu hawa nafsunya, maka ia tertawan, terpenjara lagi terbelenggu. Dan tidak ada tawanan yang lebih jelek keadaannya dari tawanan yang ditawan oleh musuh terbesarnya, tidak ada penjara yang lebih sempit dari penjara hawa nafsu dan tidak ada belenggu yang lebih sulit terlepas dari belenggu syahwat. Maka bagaimana bisa hati yang tertawan, terpenjara lagi terbelenggu dapat berjalan menuju kepada Allah dan negeri akhirat!? Bagaimana bisa ia mengayun satu langkah!?” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 79] Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1328672717282207 SAFARI DAKWAH TEGAL, BREBES, MAJALENGKA & INDRAMAYU Insya Allah 16-17 Dzulhijjah 1440 / 17-18 Agustus 2019 Bersama Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah MEWASPADAI PERANGKAP-PERANGKAP KESYIRIKAN - Sabtu, 16 Dzulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019 - Jam 09.00 - Selesai - Masjid Al-Huda Margasari, Jl. Raya Margasari Jatibarang Tegal Jawa Tengah CP. wa.me/6285325518867 KITAB AL-QOWA'IDUL ARBA' (EMPAT KAIDAH MENGENAL TAUHID & SYIRIK) - Sabtu, 17 Dzulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019 - Ba'da Ashar - Selesai - Ma'had Al-Ihsan Pebatan Brebes Jawa Tengah CP. wa.me/6282324610126 BEKAL-BEKAL PENGELANA NEGERI AKHIRAT - Ahad, 17 Dzulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019 - Jam 09.00 - Selesai - Masjid Nurohtul Khalifah Al Afiyah Majalengka Jawa Barat CP. wa.me/6285295181024 SUDAH BENARKAH SYAHADATMU? - Ahad, 17 Dzulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019 - Ba'da Ashar - Selesai - Masjid Sabilul Muttaqien, Perumahan Pertamina Indramayu Jawa Barat CP. wa.me/6282217470020 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 15 PELAJARAN DARI KISAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL عليهما السلام بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Doa adalah ibadah, maka tidak boleh berdoa kepada selain Allah 'azza wa jalla. 2. Adab berdoa agar dikabulkan (sepuluh adab). 3. Hendaklah kita berdoa meminta anak shalih sebelum dilahirkan dan setelahnya. 4. Para Nabi tidak pantas disembah, karena mereka hanyalah hamba yang menyembah kepada Allah yang satu saja. 5. Kekuasaan Allah ‘azza wa jalla yang Maha Mampu menganugerahkan anak kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam di umur beliau 86 tahun. 6. Anak adalah amanah Allah 'azza wa jalla. 7. Meneladani sifat seorang yang halim pada diri Nabi Ismail 'alaihissalam (mencakup empat sifat). 8. Keteladanan Nabi Ismail 'alaihissalam dalam berbakti kepada orang tua. 9. Mimpi para Nabi adalah wahyu (adapun mimpi kita ada tiga jenis dan bagaimana cara menyikapinya). 10. Mengorbankan yang terbaik untuk Allah ‘azza wa jalla karena Allah lebih patut dicintai. 11. Kesabaran Ismail ‘alaihissalam (yang diperlukan dalam tiga keadaan) 12. Kesabaran hamba termasuk pertolongan Allah ‘azza wa jalla kepadanya. 13. Tunduk dan patuh pada seluruh ketetapan Allah ‘azza wa jalla. 14. Sifat ihsan, maknanya, pembagiannya dan balasannya. 15. Orang beriman akan diuji. Simak Selengkapnya: https://youtu.be/QUSeDhPEEug GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Adakah Syafa'at dari Teman Baik dan Kekasih? https://youtu.be/rPUP94NOfnQ

📋 HUKUM PUASA ARAFAH DI HARI SABTU بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Hukumnya boleh dan tetap sangat dianjurkan demi beribadah kepada Allah ta'ala, meneladani Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam dan mendapatkan ampunan selama dua tahun. Adapun hadits tentang larangan berpuasa di hari Sabtu maka banyak ulama menilainya dha'if. Andai haditsnya shahih maka maksud larangan adalah apabila puasa hari Sabtu dikhususkan. Asy-Syaikh Al-'Allamah Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata, أن يخصه بصوم تطوع فيفرده بالصوم ، فهذا محل النهي إن صح الحديث في النهي عنه "Seseorang mengkhususkan puasa sunnah hari Sabtu, kemudian ia hanya berpuasa di hari Sabtu saja, maka ini yang terlarang, andai haditsnya shahih." [Majmu' Al-Fatawa, 20/57] Maka yang dilarang apabila meniatkan pengkhususan hari Sabtu untuk berpuasa, adapun jika niatnya untuk puasa Arafah maka tidak terlarang. KEUTAMAAN PUASA HARI ARAFAH DAN SYARAT MENDAPATKANNYA Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ “Puasa hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) aku harap kepada Allah dapat menghapus dosa tahun yang sebelumnya dan tahun yang setelahnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu] Syarat untuk mendapatkan penghapusan dosa dengan amal-amal shalih adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar atau bertaubat kepada Allah ta’ala dari dosa-dosa besar tersebut. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ "Sholat lima waktu, sholat Jum'at sampai Jum'at berikutnya dan puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, adalah amalan-amalan penghapus dosa yang dilakukan di antara waktu-waktunya, selama dosa-dosa besar dijauhi." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata, قال جمهور أهل العلم: إن أداء الفرائض وترك الكبائر يكفر السيئات الصغائر، أما الكبائر فلا يكفرها إلا التوبة إلى الله سبحانه وتعالى “Mayoritas ulama berkata: Sesungguhnya mengamalkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan dosa-dosa besar dapat menghapus dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar tidak dapat dihapus kecuali dengan taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” [Fatawa Nur ‘alad Darb, 6/64] Dan tidak diragukan lagi bahwa Dzulhijjah adalah momen yang sangat indah untuk bertaubat, karena Dzulhijjah adalah bulan yang Allah muliakan, maka lebih tidak patut bagi seorang hamba untuk melakukan dosa atau menunda-nunda taubat. Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/Z8xuY2-aYtw GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 KEUTAMAAN BERSEDEKAH KEPADA PENUNTUT ILMU AGAMA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata, كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ “Dahulu ada dua orang bersaudara di masa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Salah satu dari keduanya selalu mendatangi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam (untuk menuntut ilmu agama), dan salah satunya lagi sibuk bekerja, maka yang bekerja ini mengadukan saudaranya (yang tidak membantunya bekerja) kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, beliau pun bersabda: Bisa jadi engkau diberi rezeki karena saudaramu itu.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahih Al-Jami’: 5084] Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, فإذا أعنت طالب علم في شراء الكتب له أو تأمين السكن أو النفقة أو ما أشبه ذلك فإن لك أجرا أي مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئا “Jika engkau menolong seorang Penuntut ilmu dengan membelikan buku-buku baginya, atau menyediakan asramanya, atau memberi infak kepadanya, atau yang semisal dengannya, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti Penuntut ilmu tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/375] 📢 Kaum muslimin rahimakumullaah... ✅ Menuntut ilmu agama adalah ibadah yang sangat agung, terlebih lagi apabila ilmu itu diamalkan dan didakwahkan, maka pahalanya akan terus mengalir insya Allah, walau kita telah pergi meninggalkan dunia ini. ✅ Alhamdulillah, sungguh sangat besar semangat para pemuda dari berbagai penjuru tanah air untuk menuntut ilmu dalam Program Pendidikan Da'i Sunnah - Ma'had Imam Syafi’i - Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam. ✅ Saat ini Ma'had Imam Syafi'i membina 3 kelas dengan sekitar 70 santri yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, semuanya mendapatkan beasiswa pendidikan selama 2 tahun, dan akan dibuka pendaftaran setiap semester insya Allah. ✅ Kami juga sedang membangun tambahan ruangan kelas dan asrama santri, yang alhamdulillah sudah 30 % pembangunan, seperti tampak dalam gambar (klik link sumber di bawah). ✅ Maka kami membuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk ikut andil dalam usaha membantu para Penuntut ilmu dan menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini, semoga menjadi investasi terbaik insya Allah di kehidupan yang kekal abadi. ✅ Penyaluran Zakat, Infaq, Sedekah: ➡ Rekening Khusus Zakat, Sedekah, Sosial dan Kemanusiaan: BNI Syariah: 0496-0055-48 ➡ Rekening Khusus Dakwah dan Pendidikan: BNI Syariah: 0496-0056-05 ✅ Semuanya a/n: Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1324669827682496 ✅ Konfirmasi Transfer (SMS/WA/Telegram): wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 Profil Singkat Ma'had Imam Syafi'i: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/696781593804659:0 Mohon ta'awun menyebarkan info dakwah ini. Jazaakumullaahu khayron wa baarokallaahu fiykum.

📋 SUNNAH DAN BID'AH DALAM BERTAKBIR SYAWWAL DAN DZULHIJJAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Anjuran Memperbanyak Takbir Saat Berakhir Ramadhan untuk Mengagungkan Allah Atas Nikmat Hidayah-Nya, sebagaimana firman-Nya, وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ الله عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqoroh: 185] 2. Waktu mulai bertakbir adalah sejak terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai selesai khutbah Idul Fitri. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Takbir di hari Idul fitri dimulai sejak melihat hilal dan berakhir setelah selesainya ‘ied, yaitu selesainya imam dari khutbah, menurut pendapat yang paling shahih.” [Majmu’ Al-Fatawa, 24/221] 3. Takbir Idul Adha ada dua bentuk, yaitu muthlaq (1-13 Dzulhijjah) dan muqoyyad (9-13 Dzulhijjah). Adapun takbir Idul Fitri hanya muthlaq saja. Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Perbedaan antara muthlaq dan muqoyyad, bahwa muthlaq dilakukan di setiap waktu, sedang muqoyyad dilakukan setelah sholat lima waktu pada Idul Adha saja.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/265] 4. Disunnahkan mengeraskan takbir bagi laki-laki dan dipelankan bagi wanita, dan disunnahkan bertakbir di perjalanan ketika menuju sholat ‘Ied. 5. Lafaz takbir diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.” [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf, Al-Irwa: 654] Dan beberapa lafaz lain yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in, namun tidak ada dalil lafaz khusus dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sehingga dalam perkara ini terdapat keluasan (Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 5/169). BEBERAPA KESALAHAN DALAM BERTAKBIR HARI RAYA ➡ Takbir berjama’ah dengan cara dipimpin oleh seseorang dan diikuti oleh jama’ah secara serentak satu suara tidak disyari’atkan, maka termasuk kategori mengada-ada dalam agama, dan seluruh dalil yang digunakan untuk mendukungnya adalah pendalilan yang bukan pada tempatnya. Disebutkan dalam fatwa Ulama Ahlus Sunnah yang tergabung dalam Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa: “Akan tetapi takbir berjama’ah dengan satu suara tidak disyari’atkan, bahkan itu adalah bid’ah, karena telah shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, ‘Barangsiapa mengada-ada dalam agama kami ini yang tidak berasal darinya maka itu tertolak’. Dan tidak pernah dilakukan oleh As-Salafus Shaalih, tidak diriwayatkan dari sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, padahal mereka adalah teladan dalam beragama, maka yang wajib adalah meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan tidak berbuat bid’ah dalam agama.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/311 no. 9887] Asy-Syaikh Ibnul ‘utsaimin rahimahullah berkata, “Cara bertakbir yang disebutkan penanya (yaitu secara berjama’ah) tidak ada dalilnya dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat beliau, yang sunnah adalah setiap orang bertakbir sendiri.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/267] ➡ Apalagi sampai mengadakan konvoi di jalanan yang dapat mengganggu ketertiban umum, kemacetan dan berbagai macam kemaksiatan seperti ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan wanita). ➡ Meneriakkan takbir diiringi alat-alat musik (padahal musik itu sendiri diharamkan dalam Islam) dan berbagai kemungkaran lainnya yang biasa dilakukan oleh sebagian orang pada malam dan siang hari raya. Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/W-R6Or7CmYw GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📋 10 AMALAN SUNNAH BULAN DZULHIJJAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah ta’ala atas segala nikmat-Nya. Seorang hamba diperintahkan untuk beribadah kepada Allah ta’ala sepanjang hayatnya. Allah ta’ala berfirman, وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ “Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.” [Al-Hijr: 99] Karena ibadah adalah misi kehidupan hamba di muka bumi. Allah ta’ala berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” [Adz-Dzariyat: 56-58] Dan diantara waktu yang sangat utama untuk memperbanyak ibadah kepada Allah ta’ala adalah satu bulan yang mulia dalam Islam, yaitu bulan Dzulhijjah, terutama sepuluh hari awalnya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى “Tidak ada satu amalan yang lebih suci di sisi Allah ‘azza wa jalla dan lebih besar pahalanya dari satu kebaikan yang dilakukan seorang hamba di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” [HR. Ad-Darimi dalam Sunan: 1776 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman: 3476, Shahih At-Targhib: 1248 dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma] Berikut secara ringkas sepuluh amalan sunnah di bulan Dzulhijjah: 1. Taubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan menjauhi dosa. 2. Memperbanyak amal shalih, baik yang sudah biasa kita kerjakan maupun yang belum, seperti sholat-sholat sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, belajar ilmu agama, dll. 3. Haji. 4. Umroh. 5. Puasa sunnah 1-9 Dzulhijjah, terutama 9 Dzulhijjah (hari Arafah). 6. Memperbanyak dzikir. 7. Mengamalkan sunnah-sunnah dalam bertakbir, seperti mengeraskan takbir bagi laki-laki, bertakbir muthlaq (1-13 Dzulhijjah) dan muqoyyad (9-13 Dzulhijjah), dll. 8. Memperbanyak doa di hari Arafah (9 Dzulhijjah) 9. Mengamalkan sunnah-sunnah di hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah). 10. Berkurban. Simak Selengkapnya: https://youtu.be/Uec-DRyjkPc GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 EMPAT SYARAT HEWAN KURBAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Milik orang yang berkurban dan didapatkan dari cara yang halal. 2. Jenis hewan yang ditentukan syari'at, yaitu onta, sapi dan kambing. 3. Cukup umur, yaitu onta 5 tahun, sapi 2 tahun dan kambing 1 tahun. Kalau sulit mendapat kambing 1 tahun maka boleh domba 6 bulan. 4. Tidak memiliki cacat yang menghalangi status sahnya, yaitu 4 bentuk cacat: Pertama: Salah satu matanya cacat, yang jelas kelihatan cacatnya. Apabila ia tidak memiliki mata maka tentu lebih tidak boleh lagi. Kedua: Hewan yang pincang salah satu kakinya, yang jelas kelihatan pincangnya. Apabila tidak memiliki satu kaki maka tentu lebih tidak boleh lagi. Ketiga: Hewan yang sakit, yang jelas sakitnya, seperti terlihat di kulitnya. Keempat: Hewan yang kurus, yang tidak memiliki sumsum. Simak Selengkapnya: https://youtu.be/GV6wnbdZ8c8 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📋 LARANGAN POTONG KUKU DAN RAMBUT BAGI YANG NIAT BERKURBAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berkurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikit pun.” [HR. Muslim dari Ummu salamah radhiyallahu’anha] Dalam riwayat yang lain, فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ “Janganlah ia memotong rambutnya dan kuku-kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih.” [HR. Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha] RINGKASAN BEBERAPA HUKUM TERKAIT: 1. Larangan memotong rambut, kuku dan kulit bukan untuk hewannya, tapi berlaku bagi orang yang telah berniat kurban, bukan pula untuk keluarganya yang akan ia sertakan, maka tidak berlaku bagi mereka. 2. Rambut yang dimaksud mencakup rambut seluruh tubuhnya, baik di kepalanya maupun badannya. 3. Larangan memotong rambut mencakup larangan mencukur, mencabut dan yang semisalnya. Demikian pula larangan memotong kuku dan kulit juga mencakup larangan mencabut, menghancurkan, mengupas dan yang semisalnya. 4. Barangsiapa yang melanggar ketentuan ini karena lupa atau belum tahu hukumnya maka ia tidak berdosa, tidak pula membayar fidyah atau kaffarah. Barangsiapa yang melanggarnya dengan sengaja maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah ta’ala dan tidak ada kewajiban fidyah atau kaffarah atasnya. 5. Sebagian ulama menyebutkan hikmahnya adalah agar orang yang berkurban tetap dalam keadaan sempurna seluruh anggota tubuhnya untuk dibebaskan dari neraka, hikmah yang lain adalah agar menyerupai orang yang sedang ihram haji. Namun hikmahnya yang terbesar adalah dalam rangka taat kepada ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala dan meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/bTm8i2Vj_gg GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]