uz
Feedback
Salafyways

Salafyways

Kanalga Telegram’da o‘tish
9 878
Obunachilar
-224 soatlar
-127 kunlar
-10430 kunlar
Obunachilarni jalb qilish
Iyul '26
Iyul '26
+21
0 kanalda
Iyun '26
+9
0 kanalda
Get PRO
May '26
+15
0 kanalda
Get PRO
Aprel '26
+8
1 kanalda
Get PRO
Mart '26
+6
0 kanalda
Get PRO
Fevral '26
+18
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '26
+12
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '25
+18
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '25
+12
0 kanalda
Get PRO
Oktabr '25
+14
0 kanalda
Get PRO
Sentabr '25
+34
0 kanalda
Get PRO
Avgust '25
+17
0 kanalda
Get PRO
Iyul '25
+14
1 kanalda
Get PRO
Iyun '25
+15
1 kanalda
Get PRO
May '25
+16
0 kanalda
Get PRO
Aprel '25
+13
0 kanalda
Get PRO
Mart '25
+14
0 kanalda
Get PRO
Fevral '25
+16
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '25
+21
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '24
+13
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '24
+16
1 kanalda
Get PRO
Oktabr '24
+21
2 kanalda
Get PRO
Sentabr '24
+15
1 kanalda
Get PRO
Avgust '24
+33
0 kanalda
Get PRO
Iyul '24
+48
1 kanalda
Get PRO
Iyun '24
+16
0 kanalda
Get PRO
May '24
+15
0 kanalda
Get PRO
Aprel '24
+23
0 kanalda
Get PRO
Mart '24
+16
1 kanalda
Get PRO
Fevral '24
+27
3 kanalda
Get PRO
Yanvar '24
+34
1 kanalda
Get PRO
Dekabr '23
+26
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '23
+62
2 kanalda
Get PRO
Oktabr '23
+45
1 kanalda
Get PRO
Sentabr '23
+51
0 kanalda
Get PRO
Avgust '23
+44
0 kanalda
Get PRO
Iyul '23
+43
0 kanalda
Get PRO
Iyun '23
+25
0 kanalda
Get PRO
May '23
+32
0 kanalda
Get PRO
Aprel '23
+39
0 kanalda
Get PRO
Mart '23
+32
0 kanalda
Get PRO
Fevral '23
+12
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '23
+23
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '22
+32
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '22
+28
0 kanalda
Get PRO
Oktabr '22
+19
0 kanalda
Get PRO
Sentabr '22
+28
0 kanalda
Get PRO
Avgust '22
+28
0 kanalda
Get PRO
Iyul '22
+29
0 kanalda
Get PRO
Iyun '22
+32
0 kanalda
Get PRO
May '22
+55
0 kanalda
Get PRO
Aprel '22
+21
0 kanalda
Get PRO
Mart '22
+39
0 kanalda
Get PRO
Fevral '22
+38
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '22
+20
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '21
+27
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '21
+75
0 kanalda
Get PRO
Oktabr '21
+29
0 kanalda
Get PRO
Sentabr '21
+29
0 kanalda
Get PRO
Avgust '21
+65
0 kanalda
Get PRO
Iyul '21
+73
0 kanalda
Get PRO
Iyun '21
+91
0 kanalda
Get PRO
May '21
+172
0 kanalda
Get PRO
Aprel '21
+135
0 kanalda
Get PRO
Mart '21
+118
0 kanalda
Get PRO
Fevral '21
+164
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '21
+117
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '20
+18 991
0 kanalda
Sana
Obunachilarni jalb qilish
Esdaliklar
Kanallar
31 Iyul0
30 Iyul+2
29 Iyul+2
28 Iyul0
27 Iyul0
26 Iyul+2
25 Iyul0
24 Iyul+1
23 Iyul0
22 Iyul+1
21 Iyul0
20 Iyul+1
19 Iyul+1
18 Iyul+2
17 Iyul0
16 Iyul+1
15 Iyul0
14 Iyul+1
13 Iyul+1
12 Iyul+1
11 Iyul+1
10 Iyul0
09 Iyul+1
08 Iyul+1
07 Iyul0
06 Iyul0
05 Iyul0
04 Iyul+1
03 Iyul0
02 Iyul+1
01 Iyul0
Kanal postlari

2
Matn yo'q...
164
3
🍃SEMUANYA ADALAH UJIAN🍃 Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg @salafyways_ @salafy_kids 🌴🌴🌴 Orang yang lapang kehidupannya tetap harus bersabar .. sebaliknya orang yang sempit kehidupannya tetap harus bersyukur. Lapang dan sempitnya kehidupan, semuanya adalah ujian, bahkan ujian berupa lapangnya kehidupan lebih sulit dihadapi. 🌴🌴🌴 Syaikhul Islam -rahimahullah- mengatakan, "Kemiskinan cocok bagi banyak orang, sedangkan kekayaan hanya cocok bagi lebih sedikit orang. Oleh karena itu, kebanyakan orang yang masuk surga adalah orang-orang miskin, karena ujian kemiskinan lebih ringan. (Namun sebenarnya) kedua keadaan tersebut—kemiskinan dan kekayaan—sama-sama membutuhkan sabar dan syukur. Akan tetapi, karena : - dalam kelapangan terdapat kenikmatan, sedangkan - dalam kesusahan terdapat penderitaan, maka : - penyebutan syukur menjadi lebih dikenal dalam keadaan lapang, dan - penyebutan sabar lebih dikenal dalam keadaan susah. maka : - orang yang berada dalam kelapangan lebih membutuhkan syukur, sedangkan - orang yang berada dalam kesusahan lebih membutuhkan sabar. 🌴🌴🌴 Sabar bagi orang yang berada dalam kesusahan itu wajib. Apabila ia meninggalkannya, ia berhak mendapatkan hukuman. Demikian pula syukur bagi orang yang berada dalam kelapangan. Adapun orang yang berada dalam kelapangan, sabar baginya terkadang bersifat sunnah, yaitu ketika ia menahan diri dari syahwat yang mubah. Dan terkadang sabar bersifat wajib baginya. Akan tetapi, karena ia telah menunaikan syukur, maka sebagian kekurangannya (dalam sabar) dapat diampuni. Demikian pula orang yang berada dalam kesusahan. Syukur baginya terkadang bersifat sunnah, yaitu rasa syukur yang dengannya ia masuk dalam golongan orang-orang yang terdepan dalam kebaikan dan didekatkan kepada Allah. Sedangkan kekurangannya dalam syukur, maka bisa jadi diampuni karena ia telah menunaikan sabar dengan baik. Sungguh berkumpulnya sabar dan syukur secara bersamaan (pada diri seseorang) merupakan perkara yang sulit bagi banyak orang.." (Majmu'ul Fatawa 14/305) ✍ Ustadz Dr. Musyaffa' Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى Reposted by : 👥 Grup wa manhaj salaf Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg @salafyways_ @salafy_kids ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74819 =====🌴🌴🌴🌴🌴=====
150
4
Matn yo'q...
130
5
Matn yo'q...
41
6
sticker.webp
45
7
sticker.webp
42
8
Semoga Allah memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat, keikhlasan dalam beramal, serta keteguhan untuk berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat radhiyallahu 'anhum, serta menjauhkan kita dari syirik, bid'ah, dan segala bentuk penyimpangan dalam agama. "Ikutilah sunnah, jangan membuat-buat perkara baru. Sesungguhnya kalian telah dicukupi dengan petunjuk yang telah Allah turunkan." ✍️FB: Andi Yushar Reposted by : 👥 Grup wa manhaj salaf Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg @salafyways_ @salafy_kids
282
9
Ritual Baru Generasi Z: Antara Tradisi, Hiburan, dan Jebakan Bid'ah dalam Tren Media sosial. Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg @salafyways_ @salafy_kids Di era media sosial, berbagai tren muncul silih berganti. Ada tantangan (challenge), perayaan tertentu, ritual simbolik, hingga kebiasaan yang dilakukan secara serempak oleh banyak orang. Sebagian hanya berupa hiburan, namun tidak sedikit yang perlahan berubah menjadi ritual yang diyakini membawa keberuntungan, penolak bala, penghapus sial, pembuka rezeki, atau memiliki nilai ibadah tertentu tanpa dasar dari syariat. Seorang muslim wajib berhati-hati. Islam telah sempurna. Tidak ada satu pun bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah kecuali telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Ta'ala berfirman: «"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan telah Aku ridai Islam sebagai agama kalian." (QS. Al-Ma'idah: 3)» Kesempurnaan agama ini menunjukkan bahwa siapa saja yang membuat tata cara ibadah baru seakan-akan mengatakan bahwa agama ini belum sempurna hingga perlu ditambah oleh manusia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: «"Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan darinya, maka perkara itu tertolak." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)» Dalam riwayat lain beliau bersabda: «"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan. Setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan." (HR. Muslim)» Waspadai Ritual yang Dibungkus Tren Tidak semua tren media sosial haram. Namun seorang muslim harus bertanya: - Apakah ini hanya kebiasaan duniawi atau sudah menjadi ritual keagamaan? - Apakah ada keyakinan tertentu di baliknya? - Apakah ada dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah? - Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat pernah melakukannya? Jika suatu amalan dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah tetapi tidak memiliki tuntunan dari Nabi, maka itu termasuk bid'ah dalam agama. Sebaliknya, perkara dunia seperti teknologi, alat komunikasi, atau cara menyampaikan dakwah bukanlah bid'ah syar'iyyah selama tidak dijadikan bentuk ibadah baru dan tidak bertentangan dengan syariat. Jangan Tertipu Banyaknya Pengikut Media sosial sering membuat seseorang mengikuti tren hanya karena sedang viral. Padahal kebenaran tidak diukur dengan jumlah orang yang melakukannya. Allah Ta'ala berfirman: «"Jika engkau menuruti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (QS. Al-An'am: 116)» Seorang muslim hendaknya mengukur setiap amalan dengan dalil, bukan dengan jumlah penonton, jumlah pengikut, atau banyaknya orang yang ikut tren. Jalan Keselamatan Adalah Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: «"Barang siapa di antara kalian hidup sepeninggalku, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena setiap bid'ah adalah kesesatan." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh banyak ulama)» Para sahabat memahami bahwa keselamatan ada pada ittiba' (mengikuti), bukan pada ibtida' (mengada-adakan). Penutup Jangan sampai media sosial menjadi pintu masuk munculnya ritual-ritual baru yang tidak dikenal dalam Islam. Seorang muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya akan selalu bertanya: "Apakah ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya?" Jika jawabannya tidak, maka meninggalkannya lebih selamat bagi agama kita.
259
10
Matn yo'q...
191
11
Matn yo'q...
188
12
Matn yo'q...
177
13
sticker.webp
177
14
+6
Matn yo'q...
185
15
+9
Matn yo'q...
166
16
sticker.webp
167
17
Matn yo'q...
173
18
Matn yo'q...
161
19
Matn yo'q...
162
20
Matn yo'q...
176