uz
Feedback
🖋📖 MULIA DENGAN SUNNAH 📖🖋

🖋📖 MULIA DENGAN SUNNAH 📖🖋

Kanalga Telegram’da o‘tish

📮 𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹 𝗠𝘂𝗹𝗶𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 🔍 https://t.me/MuliaDenganSunnah ➖ Hidup Mulia Dengan Sunnah Nabi ﷺ 🅾 youtube.com/@asysyamilchannel

Ko'proq ko'rsatish

📈 Telegram kanali 🖋📖 MULIA DENGAN SUNNAH 📖🖋 analitikasi

🖋📖 MULIA DENGAN SUNNAH 📖🖋 (@muliadengansunnah) kanali faol ishtirokchi. Hozirda hamjamiyat 14 668 obunachidan iborat bo'lib, Din & Maʼnaviyat toifasida 5 967-o'rinni va Indoneziya mintaqasida 4 984-o'rinni egallagan.

📊 Auditoriya ko‘rsatkichlari va dinamika

невідомо sanasidan buyon loyiha tez o‘sib, 14 668 obunachiga ega bo‘ldi.

19 Iyun, 2026 dagi oxirgi ma’lumotlarga ko‘ra kanal barqaror faollikka ega. Oxirgi 30 kunda obunachilar soni -111 ga, so‘nggi 24 soatda esa -6 ga o‘zgardi va umumiy qamrov yuqori darajada qolmoqda.

  • Tasdiqlash holati: Tasdiqlanmagan
  • Jalb etish (ER): Auditoriya o‘rtacha 1.38% darajada jalb etiladi. Nashrdan keyingi dastlabki 24 soatda kontent odatda umumiy obunachilar sonining 0.80% ini tashkil etuvchi reaksiyalarni to‘playdi.
  • Post qamrovi: Har bir post o‘rtacha 202 marta ko‘riladi; birinchi sutkada odatda 118 ta ko‘rish yig‘iladi.
  • Reaksiyalar va o‘zaro ta’sir: Auditoriya faol: har bir postga o‘rtacha 0 ta reaksiya keladi.
  • Tematik yo‘nalishlar: Kontent qurban, hewan, semoga, sunnah, ‘alaihi kabi asosiy mavzularga jamlangan.

📝 Tavsif va kontent siyosati

Muallif resursni shaxsiy fikrni ifoda etish maydoni sifatida ta’riflaydi:
📮 𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹 𝗠𝘂𝗹𝗶𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 🔍 https://t.me/MuliaDenganSunnah ➖ Hidup Mulia Dengan Sunnah Nabi ﷺ 🅾 youtube.com/@asysyamilchannel

Yuqori yangilanish chastotasi (oxirgi ma’lumot 20 Iyun, 2026 da olingan) sababli kanal doimo dolzarb va katta qamrovli bo‘lib qoladi. Analitika auditoriya kontent bilan faol hamkorlik qilishini, uni Din & Maʼnaviyat toifasidagi muhim ta’sir nuqtasiga aylantirishini ko‘rsatadi.

14 668
Obunachilar
-624 soatlar
-177 kunlar
-11130 kunlar
Postlar arxiv
🇫 🇦 🇪 🇩 🇦 🇭 🇲 🇦 🇱 🇦 🇲 ❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah 🌖🌠🌾 *MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI YANG SELAMAT* 📖 Allah Azza Wa Jalla berfirman: يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ "Pada hari (kiamat) saat harta dan anak-anak tidak bermanfaat. Kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat." (Q.S asy-Syu'araa' ayat 88-89) 📝 *Penjelasan :* Pada hari itu, seseorang tidak bisa menghindar dari adzab Allah. Dia tidak bisa membayar dengan hartanya sebagai ganti agar ia terhindar dari adzab Allah. Seandainya ia memiliki harta berupa emas sepenuh bumi, hal itu tidak bisa dijadikan tebusan dirinya agar terhindar dari adzab Allah. Hartanya tidak bisa memberi manfaat sedikitpun. Demikian juga anaknya. ✅ Apakah yang dimaksud dengan hati yang selamat? 📜 Sahabat Nabi Ibnu Abbas menjelaskan: "Itu adalah hati yang hidup yang mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah." 📜 Mujahid dan al-Hasan menyatakan: "Hati yang selamat dari kesyirikan." 📜 Said bin Musayyib berkata: "Itu adalah hati yang sehat, hatinya orang beriman. Sedangkan hati orang kafir dan munafiq adalah hati yanh sakit." 📜 Abu Utsman anNaisabuuriy menyatakan: "Itu adalah hati yang kosong dari kebid'ahan, (penuh) ketenangan menuju Sunnah." 📗 *Disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir* 🔸 Syaikh Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah menyatakan: "Hati yang selamat artinya adalah selamat dari kesyirikan, keraguan, kecintaan terhadap keburukan, terus menerus dalam kebid'ahan dan dosa. Justru sebaliknya hati itu berisi ikhlas, ilmu, keyakinan, cinta pada kebaikan, menghiasinya dalam hatinya. Kehendak dan cintanya mengikuti kecintaan Allah. Hawa nafsunya (ditundukkan) untuk mengikuti (ajaran) yang datang dari Allah." 📚 (Taisiir Kariimir Rahmaan fii Tafsiirri Kalaamil Mannaan (1/593)). ✍🏼 Abu Utsman Kharisman 📑 Artikel WA al I'tishom ✒ Editor : Admin AsySyamil.com 📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron. •═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════• 📮 CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH 🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah 🅾 bit.ly/AsySyamilYoutubeChannel 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 👥 https://bit.ly/JoinGrupKami 💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY 🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp 📱 Admin : 081381173870

🔗4. Menghidupkan Malam Pertama di Bulan Muharram untuk Melakukan Ibadah. 🔶Syaikh Abu Syamah mengatakan, ”Tidak ada satu pun dalil yang menun tunkan suatu amalan ter tentu di malam pertama bulan Muharram. Aku telah mencari di berbagai riwayat baik yang shahih maupun yang dha’if dan dalam hadits-hadits maudhu’, tetapi tidak aku jumpai satu pun yang menyebutkan tentang hal tersebut.” 📒 (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’ wal Hawaditshal.239) 🔗5. Mengkhususkan Awal Tahun Hijriyah untuk Melakukan Umrah Sebagaimana yang Dilakukan Sebagian Orang di Bulan Muharram. 🔗6. Membuat Doa Khusus di Hari Pertama Tahun Baru yang Dinamakan dengan Doa Awal Tahun. ✒Semua hal tadi merupakan amalan yang tidak ada satu dalil shahih pun yang menuntunkan untuk melakukannya. ✒Hendaknya kita merasa cukup dengan ajaran Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallamkarena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, dan sejelek-jelek perkara dalam agama adalah amalan ibadah baru yang diada-adakan. 📚(Disarikan dari kitab “Lathaiful Ma’arif” karya Ibnu Rajab Al Hambali dan “Bida’ wa Akhtha’ Tata’allaqu bil Ayyaam Wa syuhur” karya Ahmad bin Abdullah As Sulami oleh Rizki Amipon Dasa) 📁 Buletin.muslim.or.id ✒ 𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 AsySyamil.com 📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭. •═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════• 🖋📖 𝙈𝙐𝙇𝙄𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙎𝙐𝙉𝙉𝘼𝙃 📖🖋 🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah 🗳 http://bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🅾 bit.ly/AsySyamilYoutubeChannel 🔄 https://t.me/RisalahSunnah 👥 https://bit.ly/JoinGrupKami 💠️ 𝐅𝐁 : https://goo.gl/tJdKZY 🛰 𝐀𝐩𝐩 : bit.ly/AsySyamilApp 📱 𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 : 081381173870

🌟⛔🌖 *BEBERAPA KESALAHAN BERKAITAN DENGAN BULAN MUHARRAM* 🌖⛔🌟 ❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah 🔷Syaikh Bakr Abu Zaid berkata, ”Tidak ada satu dalil pun yang shahih dalam syariat berkenaan dengan dzikir dan doa awal tahun, yaitu untuk awal hari atau malam memasuki bulan Muharram. Banyak orang yang membuat doa, dzikir, berbagai peringatan, saling mengucapkan selamat, berpuasa di hari pertama awal tahun, menghidupkan malam di hari pertama bulan Muharram dengan sholat, dzikir, doa, berpuasa di akhir tahun dan berbagai hal lainnya yang ternyata tidak ada dalilnya.” 📒(Tas–hihud Du’aa’ hal.107-108, karya syaikh Bakr abu Zaid) ⭕Berkaitan dengan ini, berikut ini adalah diantara bid’ah yang dilakukan di bulan Muharram: 🔗1. Membuat Perayaan Masuknya Tahun Baru Hijriyah dan Saling Meng ucapkan Selamat dengan Datangnya Tahun Baru. 🔶Betapa merasa sakitnya seorang muslim ketika melihat jama’ah kaum muslimin, baik individu maupun masyarakatnya merayakan tahun baru hijriyyah sedangkan ketika merayakannya mereka lupa berdasar perintah siapa mereka merayakan perayaan tersebut. Apakah berdasar perintah Allah dalam Kitab-Nya? Ataukah berdasarkan perintah Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam? Ataukah mereka melakukan demikian karena meneladani para sahabat radhiallahu ‘anhum? Sesungguhnya diantara kekeliruan yag sangat jelas adalah ketika kaum muslimin lebih memilih melakukan hal-hal yang tidak berdalil baik dari Al Qur’an maupun sunnah Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. 🔗2. Peringatan Hijrahnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. 🔶Sebagian orang di zaman ini tidaklah menge tahui hijrahnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kecuali sebagai memoar yang dibacakan sekali tiap tahun dan diadakanlah ber bagai perayaan, khutbah, dan berbagai ceramah keagamaan dalam jangka waktu beberapa hari kemudian selesai dan dilupakan sampai tiba tahun selanjutnya tanpa adanya pengaruh sedikitpun pada perilaku dan amalan mereka. Oleh karena itulah Anda jumpai sebagian mereka tidak berhijrah dari negeri musyrik ke negeri Islam sebagaimana hijrah nya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sebalik nya, banyak di antara mereka yang berpindah dari negeri Islam ke negeri musyrik bukan karena alasan apapun selain hanya untuk mencari kemewahan dan hidup di sana dengan kebebasan hewani –wal iyadzu billah-. 🔗3. Mengkhususkan Hari Pertama di Awal Tahun dengan Berpuasa dengan Niat Membuka Tahun Baru Tersebut dengan Puasa. 🔶Begitu pula mengkhusus kan berpuasa selama sehari di hari terakhir tahun tersebut dengan niat sebagai ucapan selamat tinggal untuk tahun tersebut dengan berdalil mengguna kan hadits palsu: “Barang siapa yang berpuasa di hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama di bulan Muharram, dia telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, maka Allah akan menjadikannya sebagai penebus dosa baginya selama lima puluh tahun.”

*FATWA ULAMA* ⚖ 👉🏽👓🤲🏽 *MENGUSAP WAJAH SETELAH BERDOA*https://t.me/MuliaDenganSunnah Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah 💡 Pertanyaan : Apa hukum mengusap wajah setelah berdoa❓ 🔌 Jawaban : Sebagian ulama berpendapat bahwa mengusap wajah dengan kedua tangan setelah selesai berdoa adalah BID'AH❗. Diantara yang berpendapat demikian adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh, dan beliau mengatakan : Bahwa hadist-hadist yang menyebutkan tentang perbuatan tersebut LEMAH dan sebagian riwayatnya tidak bisa mendukung yang lain. Sumber : al Liqaa As Sahrii 59 💡السؤال : حكم مسح الوجه عقب الدعاء 🔌 الجواب : مسح الوجه باليدين بعد الدعاء يرى بعض العلماء أنه بدعة، وممن رأى ذلك شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله، وقال: إن الأحاديث الواردة في ذلك ضعيفة ولا ينجبر بعضها ببعض. المصدر : اللقاء الشهري [59] Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah Pertanyaan : Aku mendengar kalau mengusap wajah setelah berdoa itu bidah, berikan kami faedah dalam hal itu? Jawaban : Mengusap wajah setelah berdoa itu tidaklah sampai tergolong bidah, akan tetapi sebaiknya ditinggalkan. Karena hadits-hadits tentang itu lemah. Sebagian ulama berpendapat menghasankannya. Karena termasuk bab hasan lighairihi. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalaani dalam akhir Bulughul maram. Ulama lain juga menyebutkan hal itu. Barang siapa yg berpendapat haditsnya hasan, maka disunnahkan mengusap. Sementara hadits-hadits yg shahih, tidak disebutkan padanya mengusap wajah setelah berdoa. Hadits-hadits yg dikenal dalam Shahihain atau salah satunya tidak disebutkan mengusap wajah padanya, cuma berdoa saja. Maka barang siapa yg mengusap wajah maka tidak mengapa, barang siapa yg tidak mengusap wajah, maka itu afdhal, karena hadits-hadits tentang mengusap wajah setelah berdoa itu lemah. Akan tetapi barang siapa yg mengusap maka tidak mengapa, tidak diingkari atasnya dan tidak dikatakan bidah. السؤال: يقول: سمعت أن المسح على الوجه بعد الدعاء بدعة، أفيدونا عن ذلك؟ الجواب: مسح الوجه بعد الدعاء ليس بدعة لكن تركه أفضل؛ لأن الأحاديث فيه ضعيفة، وقد ذهب جماعة إلى تحسينها؛ لأنها من باب الحسن لغيره، كما ذكر الحافظ ابن حجر رحمه الله في آخر بلوغ المرام، وذكر ذلك آخرون، فمن رآها من باب الحسن استحب المسح، ومن رآها من قبيل الضعيف لم يستحب المسح، والأحاديث الصحيحة ليس فيها مسح الوجه بعد الدعاء، الأحاديث المعروفة في الصحيحين أو في أحدهما في الأحاديث الصحيحة ليس فيها مسح إنما فيها الدعاء، فمن مسح فلا حرج ومن ترك فهو أفضل؛ لأن الأحاديث التي في المسح بعد الدعاء مثلما تقدم ضعيفة، ولكن من مسح فلا حرج ولا ينكر عليه ولا يقال بدعة. https://binbaz.org.sa/fatwas/17039/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D9%85%D8%B3%D8%AD-%D8%A7%D9%84%D9%88%D8%AC%D9%87-%D8%A8%D8%B9%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-%D9%88%D8%AA%D9%82%D8%A8%D9%8A%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B5%D8%AD%D9%81 Dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah: “Apabila doa itu adalah ibadah yang disyariatkan, dalam keadaan tidak ada (dalil) yang tetap dalam masalah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelahnya, baik dalil sunnah ucapan (Nabi ) ataupun perbuatan, bahkan diriwayatkan hal itu dari jalan-jalan yang lemah, maka mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelah berdoa itu tidak disyariatkan.” Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah -Al-Majmuah Al-Uula 4/445 ? مسح الوجه بعد الدعاء.. ? في فتاوى اللَّجنة الدَّائمة: (إذا كان الدعاءُ عبادةً مشروعة، ولم يثبُتْ في مسْح الوجه بالكفَّينِ عقِبَه سُنَّة قوليَّة ولا عمليَّة، بل رُوي ذلك من طرق ضعيفة؛ فمسحُ الوجه بهما بعد الدعاء غيرُ مشروع). ? فتاوى اللجنة الدائمة – المجموعة الأولى (4/445). 📑Kajian Islam Temanggung ✒ 𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 AsySyamil.com 📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭. •═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════• 🖋📖 𝙈𝙐𝙇𝙄𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙎𝙐𝙉𝙉𝘼𝙃 📖🖋 🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah 🗳 http://bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🅾 bit.ly/AsySyamilYoutubeChannel 🔄 https://t.me/RisalahSunnah 👥 https://bit.ly/JoinGrupKami 💠️ 𝐅𝐁 : https://goo.gl/tJdKZY 🛰 𝐀𝐩𝐩 : bit.ly/AsySyamilApp 📱 𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 : 081381173870

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ *Penulis: Muhammad Idris, Lc.* *Artikel: www.muslim.or.id* *© 2023 muslim.or.id* *Sumber:* https://muslim.or.id/77439-khotbah-jumat-memuliakan-bulan-muharam-sesuai-petunjuk-rasulullah.html 📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭. •══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎══════• 🖋📖 𝙈𝙐𝙇𝙄𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙎𝙐𝙉𝙉𝘼𝙃 📖🖋 🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah 🅾 bit.ly/AsySyamilYoutubeChannel 👥 https://bit.ly/JoinGrupKami 📱 𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 : 081381173870

وَلَمْ يَأْتِ شَيْءٌ فِي أَوَّلِ لَيْلَةِ الْمُحَرَّمِ، وَقَدْ فَتَّشْتُ فِيمَا نُقِلَ مِنَ الْآثَارِ صَحِيحًا وَضَعِيفًا، وَفِي الْأَحَادِيثِ الْمَوْضُوعَةِ، فَلَمْ أَرَ أَحَدًا ذَكَرَ فِيهَا شَيْئًا، وَإِنِّي لَأَتَخَوَّفُ -وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ- مِنْ مُفْتَرٍ يَخْتَلِقُ فِيهَا حديثاً _“Tidak ada riwayat apapun yang menyebutkan keutamaan malam pertama Muharam. Saya telah meneliti berbagai riwayat dalam kitab kumpulan hadis yang sahih maupun yang daif, atau dalam kumpulan hadis-hadis palsu, namun aku tidak menjumpai seorang pun yang menyebutkan hadis itu. Saya khawatir, wal iyadzu billah, hadis ini berasal dari pemalsu, yang membuat hadis palsu terkait tahun baru.” (Al-Bahis ’ala Inkar al-Bida’ wa al-Hawadits, hlm. 77)_ أقول قولي هذا. أستغفر الله لي ولكم فاستغفروا الله إنه هو الغفور الرحيم 𝗞𝗛𝗨𝗧𝗕𝗔𝗛 𝗞𝗘𝗗𝗨𝗔 اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ. Jemaah yang berbahagia. Salah satu keutamaan bulan Muharam yang mulia ini adalah anjuran untuk memperbanyak puasa di dalamnya. Bahkan, sebagian ulama membolehkan berpuasa sunah sebulan penuh di dalamnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ _“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah (puasa) di bulan Allah (yaitu) Muharam. Sedangkan salat yang paling utama setelah (salat) fardu adalah salat malam.” (HR. Muslim no. 1163)_ Pada bulan ini juga terdapat satu hari, yang Rasulullah sangatlah bersemangat untuk berpuasa di dalamnya serta memerintahkan para sahabatnya untuk turut serta berpuasa, bahkan para sahabat mengajak serta dan mengajarkan anak-anak yang belum baligh untuk berpuasa di dalamnya. Ketahuilah wahai jemaah sekalian, hari tersebut adalah hari Asyura, hari kesepuluh dari bulan Muharam. Hari di mana Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dari kekejaman raja Firaun dan hari di mana Allah Ta’ala tenggelamkan Firaun dan bala tentaranya. Dari sinilah puasa Asyura disyariatkan sebagai bentuk rasa syukur atas selamatnya Nabi Musa dari kekejaman Firaun dan bala tentaranya. Jemaah yang dirahmati Allah Ta’ala. Syariat juga memberikan balasan yang besar bagi siapa saja yang berpuasa di hari Asyura ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ _“Dan puasa hari Asyura saya berharap kepada Allah dapat menghapus (dosa) tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no. 1162)_ Semangat Nabi dalam berpuasa Asyura juga terlukis pada perkataan sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang artinya, _“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat bersemangat serta sangat mengharapkan pahala dari berpuasanya pada suatu hari yang lebih ia utamakan dari berpuasa di hari-hari lainnya, kecuali pada hari ini, yaitu hari Asyura dan pada bulan bulan ini, yaitu bulan Ramadan.”_ Puasa pada tanggal 10 Muharam ini akan semakin sempurna pahalanya dan akan lebih utama bila kita dahului dengan berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharam. Hal ini berdasarkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, لَئِنْ بَقِيتُ أو لئِنْ عِشْتُ إلى قابلٍ لأصومَنَّ التاسِعَ _“Seandainya umurku sampai tahun depan atau aku masih hidup, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal Sembilan (tasyu’a).” (HR. Muslim no. 1134 dan Ibnu Majah no. 1736 dan lafaz ini merupakan lafaznya)_ Maasyiral muslimin, jemaah yang dirahmati Allah Ta’ala. Semoga kita semua termasuk hamba Allah Ta’ala yang bisa memanfaatkan momen bulan Muharam ini dengan maksimal, menjaga batasan dan larangan Allah dengan tidak melanggarnya, serta memperbanyak berpuasa di bulan yang mulia ini. Semoga kita semua dikumpulkan bersama Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam surga Allah Ta’ala yang kekal nanti.

Penisbatan ini sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Rajab rahimahullah dalam kitabnya Lathoif Al-Ma’arif, menunjukkan besarnya keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam. Beliau rahimahullah berkata, فَإِنَّ اللَّهَ -تَعَالَى- لَا يُضِيفُ إِلَيْهِ إِلَّا خَوَاصَّ مَخْلُوقَاتِهِ، كَمَا نَسَبَ مُحَمَّدًا وَإِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَغَيْرَهُمْ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ إِلَى عُبُودِيَّتِهِ، وَنَسَبَ إِلَيْهِ بَيْتَهُ وَنَاقَتَهُ _“Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menisbatkan kepada diri-Nya, kecuali makhluk-makhluk yang khusus dan tertentu. Sebagaimana Ia menisbatkan Nabi Muhammad, Ishak, Yakub dan nabi-nabi yang lain kepada penghambaan terhadap diri-Nya. Sebagaimana juga Allah Ta’ala menisbatkatkan ka’bah dan unta Nabi Shalih kepada-Nya.”_ Maasyiral Mukminin, yang dirahmati Allah Ta’ala. Bulan Muharam merupakan bulan yang paling mulia setelah bulan Ramadan. Inilah pendapat yang banyak diambil oleh para ulama. Hasan Al-Basri rahimahullah berkata, إِنَّ اللَّهَ -تَعَالَى- افْتَتَحَ السَّنَةَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ -أَيِ: الْمُحَرَّمِ- وَخَتَمَهَا بِشَهْرٍ حَرَامٍ -أَيْ: ذِي الْحِجَّةِ- فَلَيْسَ شَهْرٌ فِي السَّنَةِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْمُحَرَّمِ _“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengawali tahun dengan dengan bulan yang suci dan mulia, yaitu Muharam. Dan menutupnya juga dengan bulan yang suci dan mulia, yaitu bulan Zulhijah. Maka, tidak ada bulan yang lebih mulia setelah bulan Ramadan, kecuali bulan Muharam.”_ Begitu mulianya bulan ini hingga Allah Ta’ala tekankan haramnya berbuat kezaliman dan kemaksiatan di bulan ini, serta Allah Ta’ala lipat gandakan dosa kemaksiatan di dalamnya. Oleh karenanya, Ia berfirman, إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ _“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.” (QS. At-Taubah: 36)_ Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan, _“Allah khususkan penyebutan bulan-bulan haram serta Allah larang perbuatan zalim di dalamnya sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, walaupun (perbuatan zalim) itu terlarang di setiap zaman dan waktu. Inilah (tafsir ayat di atas) yang banyak diambil oleh ulama tafsir, yaitu: ‘janganlah kamu sekalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan haram yang empat itu.’”_ Jemaah Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala. Setelah mengetahui besarnya keutamaan bulan Muharam ini, serta mengetahui bahwa kemaksiatan dan kezaliman padanya dosanya lebih besar, seorang muslim seharusnya semakin sadar diri. Mengisi bulan ini dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala yang sesuai dengan ajaran dan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Ia juga harus sadar bahwa ke-bid’ah-an dan mengada-adakan hal baru dalam urusan agama dosanya sangatlah besar. Sehingga ia berhati-hati dari terjerumus pada setiap amal ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh generasi terdahulu, karena sejatinya ke-bid’ah-an akan merugikan pelakunya. Allah Ta’ala berfirman, قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا _“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.’” (QS. Al-Kahfi: 103-104)_ Begitu banyak dari kaum muslimin yang terjerumus ke dalam perbuatan bid’ah, baik pada hari Asyura secara khusus, maupun pada bulan Muharam secara umum. Padahal semuanya itu tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pernah dicontohkan juga oleh para sahabatnya dan para pengikutnya. Abu Syamah rahimahullah seorang ahli sejarah dan ahli hadis dari Damaskus berkata,

*KHUTBAH JUM'AT : MEMULIAKAN BULAN MUHARAM SESUAI PETUNJUK RASULULLAH* 🇰 🇭 🇺 🇹 🇧 🇦 🇭 🇯 🇺 🇲 🇦 🇹 ۞ https://whatsapp.com/channel/0029VaEp4XR6rsQvMOKkT60N 𝗞𝗛𝗨𝗧𝗕𝗔𝗛 𝗣𝗘𝗥𝗧𝗔𝗠𝗔 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا Ma’asyiral Muslimin, jemaah masjid yang dimuliakan Allah. Pertama-tama, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan para jemaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Sungguh takwa adalah sebaik-baik bekal kita di hari akhirat nanti. Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ _“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)_ Kaum muslimin yang dimuliakan Allah Ta’ala. Hari-hari berlalu. Siang berganti malam. Bulan demi bulan. Dan tahun demi tahun. Namun, masih saja ada dari sebagian manusia yang terus-menerus bermain dalam kemaksiatan dan pelanggaran. Sibuk dengan urusan dunia, hingga tidak ada impiannya yang tidak terwujud. Padahal waktu dan ajalnya tak pernah sekalipun diakhirkan oleh Allah Ta’ala. Kaum muslimin yang semoga senantiasa di dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Saat musim berbuat kebaikan berlalu, pasti akan datang musim kebaikan yang lain. Saat hilang sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan, maka akan Allah gantikan dengan kesempatan lainnya. Sesungguhnya, saat ini kita berada di bulan Muharam yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebuah kesempatan emas yang datang setelah berlalunya bulan Zulhijah yang juga penuh dengan kemuliaan dan keutamaan. Bulan Muharam ini merupakan bulan yang mulia. Bukan bulan sial serta bulan kesedihan sebagaimana yang menjadi anggapan sebagian orang. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan menjelaskan bahwa Muharam termasuk bulan yang mulia dan menisbatkan bulan mulia ini kepada Allah Ta’ala. Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi, سألتُ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: أيُّ اللَّيلِ خيرٌ، وأيُّ الأشهُرِ أفضَلُ؟ فقال: خيرُ اللَّيلِ جَوفُه، وأفضَلُ الأشهُرِ شَهرُ اللهِ الذي تَدْعونَه المُحَرَّمَ _“Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Apakah malam yang paling baik dan apakah bulan yang paling utama?’ Beliau bersabda, ‘Sebaik–baik malam adalah pertengahannya, dan seutama-utamanya bulan adalah bulan Allah yang kalian menamainya dengan Al-Muharram.” (HR. An-Nasai no. 4216 dalam As-Sunan Al-Kubra)_ Hikmah dari penyebutan Muharam sebagai ‘bulan Allah’ sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafidz Al-Iraqi di dalam kitab Syarhu At-Tirmidzi adalah, _“Bisa kita katakan, karena Muharam merupakan salah satu bulan suci/ haram yang Allah haramkan di dalamnya peperangan. Dan ia merupakan bulan yang pertama kali dinisbatkan kepada Allah Ta’ala secara khusus. Dan tidak ada bulan-bulan lainnya yang secara sahih dinisbatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Allah Ta’ala, kecuali bulan Allah Muharam ini.”_

▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂ 🔍 t.me/MediaDakwahSunnaah

🇩 🇴 🇼 🇳 🇱 🇴 🇦 🇩   🇪  🇧 🇴 🇴 🇰
https://t.me/MediaDakwahSunnaah ‌📚 𝗙𝗥𝗘𝗘 𝗗𝗢𝗪𝗡𝗟𝗢𝗔𝗗 𝗘 - 𝗕𝗢𝗢𝗞 📗 33 FAIDAH ASYURO DAN MUHARRAM 📁 PDF I 51 pg I 5 MB 💾 bit.ly/33faidah ✍🏻 Karya : Syaikh Muhammad Shâlih al-Munajjid 🏷 Judul Asli : ٣٣ فائدة في المحرم وعاشور 📑 Sumber : Washitiyah Wal I'tidal 🔉 𝑹𝒂𝒊𝒉 𝒂𝒎𝒂𝒍 𝒔𝒉𝒂𝒍𝒊𝒉 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒆𝒃𝒂𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒊𝒓𝒊𝒎𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 , 𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒎𝒂𝒏𝒇𝒂𝒂𝒕. •═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════• ◎❦🔊 𝐌𝐄𝐃𝐈𝐀 𝐃𝐀𝐊𝐖𝐀𝐇 𝐒𝐔𝐍𝐍𝐀𝐇 🔊❦◎ 𝐒𝐚𝐥𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐢𝐥𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐀𝐥-𝐐𝐮𝐫𝐚𝐧 & 𝐊𝐚𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦 🌐 https://t.me/MediaDakwahSunnaah 🔄 https://t.me/MuliaDenganSunnah 🅾 bit.ly/AsySyamilYoutubeChannel 🌍 𝐖𝐞𝐛𝐬𝐢𝐭𝐞 : http://AsySyamil.com 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🛰 𝐀𝐩𝐩 : bit.ly/AsySyamilApp

sticker.webp0.47 KB

𝗧𝗘𝗕𝗔𝗥 𝗔𝗟 𝗤𝗨𝗥'𝗔𝗡 𝗗𝗜 𝗕𝗨𝗠𝗜 𝗔𝗖𝗘𝗛 & 𝗦𝗨𝗠𝗔𝗧𝗘𝗥𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗔𝗦𝗬𝗦𝗬𝗔𝗠𝗜𝗟.𝗖𝗢𝗠 SEDEKAH HARI INI RAIH PAHALA SELAMANYA, MAU?! Alhamdulillah, kami telah selesai menyalurkan ± 1.100 eksemplar Mushaf Al Qur'an di daerah terdampak Banjir Bandang Aceh & Sumatra diantarnya :  Padang , Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, Pidie Jaya dan Bireuen - Aceh. 🔍 https://t.me/AsySyamilcomPeduli/8300 🅾 https://youtu.be/QvPom5__bfY?si=-0Wbxl4BP38dzp_B

𝗣𝗥𝗢𝗚𝗥𝗔𝗠 𝗪𝗔𝗞𝗔𝗙 𝟭.𝟬𝟬𝟬 𝗠𝗨𝗦𝗛𝗔𝗙 𝗔𝗟 𝗤𝗨𝗥'𝗔𝗡 𝗞𝗘 - 𝟱 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗔𝗦𝗬𝗦𝗬𝗔𝗠𝗜𝗟.𝗖𝗢𝗠 📖 Alham
𝗣𝗥𝗢𝗚𝗥𝗔𝗠 𝗪𝗔𝗞𝗔𝗙 𝟭.𝟬𝟬𝟬 𝗠𝗨𝗦𝗛𝗔𝗙 𝗔𝗟 𝗤𝗨𝗥'𝗔𝗡 𝗞𝗘 - 𝟱 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗔𝗦𝗬𝗦𝗬𝗔𝗠𝗜𝗟.𝗖𝗢𝗠 📖 Alhamdulillah telah di bagikan GRATIS sebanyak ± 1.269 eksemplar mushaf Al Qur'an , yang kami salurkan untuk Ponpes , Rumah Tahfizh, TPA, daerah - daerah terdampak bencana dan masyarakat umum. Laporan Dokumentasi Selengkapnya KLIK DI SINI ┈┉┉━━━¤📖¤━━━┉┉┈

sticker.webp0.37 KB