Ask The Experts
Відкрити в Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Показати більше1 809
Підписники
+124 години
+67 днів
+2030 день
Архів дописів
1 810
+6
ZERO ERROR MINDSET 👏
Kalau kamu pikir kerjaan kasir cuma “klik bayar”, wah… kamu perlu lihat proses di baliknya 😄
Jangan lupa berikan dukunganmu di sini 👇
https://www.instagram.com/p/DUaTlufCdX2/?igsh=MWdrcTI2NGlzdjBvaw==
1 810
+6
ZERO ERROR MINDSET 👏
Kalau kamu pikir kerjaan kasir cuma “klik bayar”, wah… kamu perlu lihat proses di baliknya 😄
Jangan lupa berikan dukunganmu di sini 👇
https://www.instagram.com/p/DUaTlufCdX2/?igsh=MWdrcTI2NGlzdjBvaw==
1 810
😀😃😄😁
Inilah 5 peserta paling sat set, paling gacor, dan paling aktif di kegiatan NGED-ATE EDUC-ATE Edisi 419 🔥
1️⃣ @Nera2703 – KC Lubuk Linggau
2️⃣ @tiara19mustika - KC Lubuk Linggau
3️⃣ @Firdauscinghu - KC Bima
4️⃣ @khayamirrotul - KC Selong
Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🏆
https://www.instagram.com/p/DUX0gRREzQu/?igsh=ODBxZHlmb3Qzbnlu
#INISIATIF
1 810
PACARAN SETELAH MENIKAH 🥰
Oleh: Budiman Hakim
“Kenapa suamiku berubah, ya?” kata Nani sambil mengaduk kopi yang sudah dingin.
"Berubah gimana?" tanya Sisca.
“Waktu pacaran dia baik banget. Kalo jalan tanganku digandeng, chat panjang-panjang, suka bawain bunga. Sekarang? Pulang kerja capek, main HP lalu tidur. Aku kayak gak kelihatan.”
Sisca cuma terdiam mendengarkan. Curhat seperti ini bukan hal baru. Hampir semua perempuan pernah mengucapkannya. Beda versi tapi hakikatnya sama.
Yang sering dijadikan kambing hitam selalu pernikahan. Padahal yang berubah bukan statusnya, tapi cara kerja otaknya. Yuk, kita eksplorasi, apa sebenernya yang terjadi.
Saat pacaran, otak cowok didominasi oleh sistem dopamin. Ini adalah sistem di masa berburu. Otak fokus pada sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki.
Dopamin membuat seseorang lebih perhatian, lebih sabar, lebih peka pada respons pasangan. Setiap senyum dan sentuhan terasa seperti hadiah.
Itu sebabnya cowok terlihat “berbeda” saat pacaran. Bukan karena pura-pura, tapi karena otaknya sedang dalam mode berburu.
Setelah menikah, sistem otak bergeser. Dopamin menurun, digantikan oleh oksitosin dan vasopresin, hormon keterikatan dan rasa aman. Otak berhenti mengejar, lalu mulai menetap. Hubungan berubah dari sensasi menjadi stabilitas.
Secara psikologis, ini fase yang sehat. Tapi memang ada efek sampingnya. Otak manusia suka efisiensi. Begitu sesuatu dianggap aman, otak menghemat energi. Gesture kecil yang dulu dilakukan dengan sadar, menggandeng tangan, menatap lama, berbicara lembut, dianggap tidak lagi krusial untuk bertahan hidup.
Masalahnya, banyak cowok tidak pernah diajari bahwa rasa aman tidak sama dengan berhenti berusaha.
Di sisi lain, perempuan tetap membaca cinta lewat simbol: sentuhan, perhatian, kehadiran emosional. Maka terjadilah benturan. Yang satu merasa sudah memberi, yang lain merasa ditinggalkan.
“Iya, itu terjadi sama semua cowok,” kata Sisca. "Suamiku juga berubah."
"Masak? berubah gimana?"
“Waktu baru nikah, suamiku kalo tidur maunya hadap-hadapan. Setelah 6 bulan, tidurnya punggung-punggungan. sampe sekarang.”
“Kalo suami juga berubah,” katanya pelan, “kenapa kamu kayaknya gak terganggu?”
Sisca tersenyum penuh simpati. “Karena kami punya ritual Jumat."
"Maksudnya?"
“Setiap Jumat malam, kami pacaran lagi.”
Nani mengangkat kepala.
“Kami pakai baju bagus, kayak dulu. Pergi ke bioskop yang dulu. Kadang ke tempat yang dulu sering kami datangi. Kadang cuma duduk, ngobrol, ketawa. Pernah juga ke diskotek lama, joget di dance floor, keringetan, pulang capek.”
"Wah, seru, tuh. Buat nostalgia ya?" kata Nani seraya menyeruput kopinya.
“Bukan buat nostalgia,” lanjut Sisca. “Tapi buat ngingetin otak bahwa orang ini pernah jadi sesuatu yang dikejar.”
Nani terdiam.
“Kami tahu cinta berubah,” kata Sisca. “Makanya keindahan waktu pacaran harus dipanggil pulang."
"Bisa ya?" tanya Nani takjub.
"Memang gak sama persis, tapi pacaran lagi setelah menikah itu bagus untuk membuat hubungan kita kembali membara.”
Kopi di depan Nani sudah dingin. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, kepalanya terasa hangat.
#INISIATIF #TGIF
1 810
😀😃😄😁
Sebagai anak perusahaan BPJS Kesehatan, PT CMS Duta Solusi senantiasa berfokus untuk menghadirkan solusi Business Edu Tech, Man Power Provider, dan IT Solution untuk mendukung kebutuhan seluruh unit kerja baik di kantor pusat, kedeputian wilayah, maupun di kantor cabang 🇲🇨
Layanan yang tersedia dirancang untuk membuat operasional makin efektif mencakup:
1. Pengadaan Seminar Kit
2. Tiket Perjalanan
3. Payment System
4. Sertifikasi Kompetensi dan Pelatihan
5. Event Management
6. WhatsApp Blast Payment
7. Sistem Rekonsiliasi
8. dll
Nggak perlu cari jauh, Mari manfaatkan layanan CMS sebagai solusi internal terpercaya untuk mendukung kinerja kita. Saatnya pilih solusi dari ekosistem kita sendiri karena CMS dari kita untuk kita 🤝
Info lebih lanjut kunjungi cmsdutasolusi.co.id
1 810
People Pleasing 🤝
Oleh: dr Dastin Andre
Dalam psikologi, People Pleasing seringkali adalah bentuk dari Fawn Response (Respon Menyenangkan Musuh). Ini berasal dari luka masa kecil (mungkin Father Hunger atau orang tua otoriter).
Otakmu belajar:
"Agar aku selamat dan dicintai, aku harus berguna. Aku nggak boleh punya keinginan sendiri. Aku harus bikin orang tua/orang lain senang."
Jadi, kamu berbuat baik karena TAKUT DITOLAK, bukan murni karena ingin memberi.
Bahayanya, People Pleaser sering punya Kontrak Terselubung dalam hati:
"Aku kan udah berkorban banyak buat kamu, harusnya kamu sadar diri dong balas kebaikanku."
Tapi orang lain nggak tahu kontrak itu!
Akhirnya, saat mereka nggak membalas setimpal, kamu jadi Dendam (Resentment).
Kamu meledak marah: "Kamu gak tau diri!"
Padahal salahmu sendiri yang nggak pernah bilang "Nggak".
Gimana cara berhentinya? Susah kan langsung bilang "Nggak"?
Pakai teknik "Beli Waktu".
Saat ada yang minta tolong, JANGAN langsung jawab.
Katakan ini:
- "Boleh aku cek jadwal dulu? Nanti aku kabari 1 jam lagi."
- "Aku pikir-pikir dulu ya."
Jeda waktu ini memutus refleks "Iya" otomatis kamu, dan memberi otakmu kesempatan mikir: "Aku beneran mau, atau cuma takut?"
Saat kamu pertama kali menolak (bilang "No"), rasanya bakal Gak Enak Banget.
Jantung deg-degan, merasa jahat, takut dia marah. Itu wajar. Itu namanya "Guilt Withdrawal".
Tahan rasa itu. Jangan buru-buru meralat jadi "Iya" cuma buat menghilangkan rasa cemasmu.
Rasa bersalah itu cuma sementara. Kebebasanmu itu selamanya.
Ingat mantra ini:
"No" is a complete sentence.
(Kata "Tidak" adalah kalimat lengkap).
Kamu nggak butuh alasan berbelit-belit, nggak perlu bohong sakit, nggak perlu minta maaf berlebihan. Kamu berhak menolak hanya karena kamu tidak mau. Dan itu cukup.
Menjadi baik itu bagus, tapi baiklah pada dirimu sendiri dulu. ✨
#INISIATIF
1 810
+9
Setiap pegawai punya cara sendiri untuk menjaga energi dan semangat saat bekerja 💪
Melalui spot favorit di kantor, kita belajar bahwa produktivitas juga butuh ruang untuk fokus, refleksi, dan recharge 🔥
Kalau kamu, di mana tempat favoritmu? Ceritain di bawah yah 👇
https://www.instagram.com/p/DUVLPiXiY3j/?igsh=Y2trMGtwcHVyYW1y
1 810
🔍🔍🔍
Ijin share #rekaman kegiatan ATE #Episode419 dengan Tema Tips Membuat Ide Cerita dalam Menulis Novel ataupun Film bersama Uray Dwiyanti SN ❤️
https://youtu.be/gzqpxruaT3Y
1 810
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Dalam fikih harta orang lain adalah barang suci yang tak boleh diganggu. Ia hanya boleh dibiarkan terserah pemiliknya mau berbuat apa dengan barangnya. Jika ia salah bersalahlah ia, jika ia benar ya beruntunglah ia. Makanya Rasulullah bersabda, "Darah kalian, harta kalian haram bagi kalian seperti haramnya hari ini, di bulan ini, di tempat ini..." Maksudnya, haram untuk diganggu.
Jambu di dalam pekarangan itu ya punya pemiliknya. Meski ia berjatuhan dan mubadzir orang luar tak berhak untuk mengambil tanpa seizin pemiliknya.
Uang 20 ribu yang tergeletak di jalan, selamanya tetap menjadi milik pemilik aslinya. Jika anda menemukannya, anda tidak berhak untuk memilikinya kecuali setelah anda umumkan di tempat itu selama satu tahun dan tak ada yang merasa kehilangan uang itu. Kehilangan bukanlah sebab lepasnya hak seseorang dari suatu harta, dan penemuan bukanlah sebab munculnya hak kepemilikan terhadap barang yang pasti ada pemiliknya.
Hal ini sederhana, tapi semua orang patut untuk mengetahuinya. Sering kali karena bercanda kita mengambil hak orang lain, karena marah kita merusak hak orang lain. Jangan dibiasakan karena setiap pengambilan harta tanpa hak harus dikembalikan dan setiap pengrusakan harus diganti kerugiannya.
Ini cuplikan dari video. Orang mukul kaca mobil sampai pecah. Lumayan, ganti kaca doang bisa sampai 4 juta lebih. Kadang kalo emosi memang gitu, logika kita tersumbat sejenak oleh adrenalin, ketika adrenalin habis dan kita kena perkara barulah kita menyesal karena harus berurusan dengan hukum.
#INISIATIF
1 810
🔔🔔🔔🔔
Siap-siap adu cepat dan adu tepat di Kuis Trivia COMMIT ATE 🏆
🗓 Selasa, 3 Februari 2026
⏰ 16.15 WIB
📍 Grup Telegram ATE (Grup khusus Internal Duta BPJS Kesehatan (pegawai dan PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
📤 10 soal pilihan ganda (Durasi 30 detik/soal)
🎁 4 souvenir dengan rincian: 2 pcs untuk 2 peserta terbaik (sesi kuis) dan 2 pcs untuk 2 peserta terbaik (sesi live kelas)
⚠️ Kuis akan berjalan otomatis oleh sistem (pastikan hadir tepat waktu yah karena yang telat akan otomatis ketinggalan)
Stay tuned, pastikan kamu sudah standby sebelum jam mulai. See you on the leaderboard 🏅
1 810
Oleh: Dedi Priadi
Coba tatap ilustrasi itu dengan rasa. Ada samudera merah yang begitu luas berisi ribuan masukan positif dan apresiasi, namun mengapa batinmu justru terpasung pada satu titik biru mungil yang berisi kritik atau cemoohan?
Masukan negatif itu ibarat setetes tinta di dalam segelas air bening. Ia tak sanggup mengubah volume kebaikanmu, namun ia mampu mengubah seluruh warna harimu jika kau biarkan hatimu terus-menerus mengaduknya tanpa henti.
Bayangkan dirimu adalah pemilik kebun mawar yang sangat luas. Ribuan bunga mekar indah mewakili dukungan tulus dari orang-orang sekitarmu, namun di sudut pagar ada sebatang benalu kecil berupa satu komentar pedas yang menyakitkan.
Jika kau menghabiskan seluruh harimu hanya dengan meratapi benalu itu tanpa menyirami mawar-mawarmu, maka perlahan keindahan jiwamu akan layu. Jangan biarkan satu kata negatif mencuri kebahagiaan yang dibangun dari ribuan doa dan dukungan.
Secara naluriah, ego kita memang lebih "haus" pada ancaman atau kritik demi melindungi harga diri. Namun, saat kau memberikan seluruh perhatianmu pada titik biru itu, kau sedang membiarkan satu masukan negatif mencekik akar kedamaianmu.
Untuk menghadapinya, gunakan teknik "Jeda Kesadaran". Saat kritikan tajam menyerang, berhentilah sejenak, tarik nafas dalam, dan katakan: "𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢." Berikan jarak antara dirimu dan kata-kata mereka.
Tenangkan batinmu dengan berdzikir memanggil nama-Nya, 𝘠𝘢 𝘔𝘶𝘥𝘢𝘣𝘣𝘪𝘳, wahai Dzat Yang Maha Mengatur segala urusan manusia. Serahkan penilaian orang lain kepada-Nya, karena hanya Dia yang benar-benar tahu niat dan tulusnya perjuanganmu.
Biarkan masukan negatif itu menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri tanpa perlu merusak harga dirimu. Saat kau melepaskan kendali atas pendapat orang lain, kau sedang membiarkan Tuhan menata kedamaianmu.
Janganlah terlalu keras menghukum diri hanya karena satu penilaian buruk dari manusia, padahal Tuhan saja selalu memandangmu dengan kasih sayang. Mengapa kau memilih mengurung diri dalam rasa malu, bukannya melangkah maju dengan hati yang tenang?
Jadilah pribadi yang tenang dan penuh penerimaan. Saat kau mampu mensyukuri masukan positif sekaligus memilah masukan negatif dengan bijak tanpa rasa dendam, maka tak ada lagi "titik biru" yang mampu melukai cahaya jiwamu.
#INISIATIF
1 810
😂🤣🥲☺️😊🙂
Punya banyak ide tapi bingung mulai dari mana? Atau sering ngerasa idenya mentok di kepala tapi susah dituangkan jadi cerita utuh? Tenang, kamu nggak sendirian, proses kreatif memang sering penuh kebingungan di awal.
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai bareng Kk @uraydwi salah satu tim penulis Film Ipar adalah Maut the Series tentang cara menemukan dan mengembangkan ide cerita, menyusun plot yang kuat, hingga membuat draft skenario yang rapi, praktis, dan aplikatif untuk novel maupun film
Join ATE Edisi 419
🗓 Selasa, 3 Februari 2026
⏰ 18.45 WIB – selesai
📍 Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize
#INISIATIF
1 810
BERUNTUNG 😎
Oleh: Hasanudin Abdurakhman
Kita sering salah lihat. Salah melihat kesuksesan orang. Dia sukses karena beruntung. Dia beruntung. Saya tidak. Dia sukses, wajar saja karena dia orang beruntung. Saya tidak sukses, wajar saja, karena saya bukan orang beruntung. Ini takdir.
Masa sih? Iya, benar. Dia itu selalu beruntung. Selalu ada saja kesempatan dia untuk sukses, lebih maju lagi. Saya ini sangat jarang dapat kesempatan bagus.
Kenapa Tuhan begitu pilih kasih?
Ah, ini bukan soal Tuhan yang pilih kasih. Ini soal salah lihat.
Sebenarnya kita mendapat banyak kesempatan. Kesempatan kita untuk sukses selalu datang seperti oksigen mendatangi hidung kita, atau seperti titik-titik air hujan menerpa tubuh kota. Soalnya tinggal, apakah kita menghela napas menghirup oksigen atau tidak. Apakah kita membuka mulut untuk minum air atau tidak.
Tapi kenapa ada orang-orang tertentu yang selalu dapat kesempatan bagus, yang kemudian mengantarkan mereka ke jenjang sukses berkali-kali, sedangkan orang lain tidak? Begini. Ini sekali lagi soal salah lihat.
Orang yang kita sangka beruntung itu mendapat peluang atau kesempatan. Ia siap menerima peluang itu. Ia mempersiapkan diri, ia mengolah kesempatan itu. Persiapannya sungguh panjang sehingga kita bahkan tidak bisa mendeteksi bahwa ia sudah melakukan persiapan. Kita hanya sekedar melihat ia, sama seperti kita. Padahal berbeda.
Pemenang bahkan mencari kesempatan itu, menciptakan kesempatan. Peluang yang sebenarnya tidak begitu besar ia olah menjadi peluang dan kesempatan besar. Yang agak mustahil ia ubah menjadi kenyataan. Maka setiap peluang meninggalkan jejak dalam sejarah hidupnya, karena peluang itu menjadi faktor sukses dia.
Adapun para pecundang, mereka tidak siap mengolah kesempatan. Ada kesempatan datang, ia biarkan berlalu, karena tak sanggup mengolahnya. Bahkan sering kali ia tak sadar bahwa ia berhadapan dengan kesempatan bagus. Maka kesempatan itu lewat begitu saja. Kesempatan itu tidak meninggalkan jejak apapun dalam hidupnya. Kita melihat seakan ia tak pernah mendapat kesempatan. Ia pun merasa tak pernah mendapat kesempatan. Padahal kesempatan itu selalu datang.
Sejak kecil saya bermimpi untuk bisa sekolah ke luar negeri. Sejak SMP saya sadar bahwa saya harus fasih berbahasa Inggris untuk mewujudkan mimpi saya. Orang tua saya tidak punya uang untuk membiayai kursus bahasa Inggris. Tapi saya selalu mencari jalan agar bisa belajar. Akhirnya ada guru saya yang mau membiayai kursus itu sampai saya mahir.
Saat mulai bekerja sebagai dosen, saya selalu mencari informasi beasiswa. Saya sudah siap dengan proposal riset. Ketika ada kesempatan melamar, saya langsung masukkan. Saya ingat, pada kesempatan pertama wawancara beasiswa, saya berangkat berdua dengan rekan sekampus. Dia diwawancarai terlebih dahulu. Tak sampai 5 menit dia sudah keluar, karena bahasa Inggrisnya tak lancar. Saya masuk setelah dia, diwawancara hampir 1 jam. Saya lulus, dia tidak.
Kami mendapat kesempatan wawancara. Saya siap, dia tidak. Saya lulus, dia tidak. Saya mengenang kesempatan itu sebagai kesempatan berharga. Dia mungkin sudah lupa bahwa dia pernah ikut wawancara, karena wawancara itu tidak meninggalkan bekas bagi sejarah hidupnya.
Luck = Preparation + Opportunity!
#INISIATIF
1 810
+6
Menjadi Staf Promotif Preventif ngajarin kami satu hal bahwa kesehatan itu bukan cuma soal mengobati, tapi soal mencegah sejak dini 🇲🇨
Beri dukunganmu kepada rekan-rekan staf Promprev 🙌
https://www.instagram.com/p/DUIQaCeCQUA/?igsh=MzE1aHQ4ODVsNml6
1 810
Oleh: Hasanudin Abdurakhman
Hidup itu soal membuat keputusan, menjalaninya, dan menghadapi risikonya.
Ada perempuan muda yang berpisah dengan suaminya. Ia harus membesarkan anak sebagai orang tua tunggal. Ia sedang mencari kerja. Hidup dalam beberapa bulan atau beberapa tahun nanti tidak akan mudah bagi dia.
Dia menjalin hubungan dengan seseorang, yang menunjukkan perhatian tidak hanya pada dia, tapi juga pada anaknya. Dia berharap orang ini akan menjadi pendamping dia kelak. Tapi dia risau. Ada gejala bahwa orang ini mungkin akan bermain-main, lalu ujungnya nanti rumah tangga akan gagal lagi.
"Saya harus bagaimana, Pak?" tanyanya pada saya.
Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ada beberapa keadaan yang bisa kita ramalkan dari keadaan sekarang. Tapi sebagian besar masa depan tidak bisa diramalkan dari keadaan sekarang, karena banyak hal tidak linier rumusan polanya.
Jadi bagaimana? Yang harus kita lakukan, yang harus setiap orang lakukan adalah memilih, memutuskan, lalu menjalaninya. Setelah dijalani mungkin kita rasa keputusan kita salah. Mungkin pula kita merasa keputusan itu benar. Semua serba mungkin.
Bagaimana kalau salah? Buatlah keputusan lain untuk mengoreksinya. Atau biasakan diri untuk berkompromi dengan keadaan baru hasil keputusan tadi.
Hidup itu tidak sempurna. Tidak mungkin sempurna. Sempurna itu hanyalah ilusi. Apa sih sempurna? Keadaan yang kita sukai, sesuai selera kita dalam semua aspek. Hal yang begitu tidak ada. Bahkan selera kita pun berubah. Hari ini kita suka, besok tidak. Bagaimana mungkin ada yang sempurna?
Salah satu cara untuk bertahan hidup adalah berkompromi terhadap hal-hal yang tidak kita sukai. Terimalah kenyataan bahwa alam semesta ini tidak mengabdi pada Anda.
#INISIATIF #TGIF
1 810
Oleh: Dedi Priadi
Kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa engkau beli atau minta. Ia adalah organisme hidup yang tumbuh perlahan. Semuanya bermula dari kegelapan tanah yang kita sebut 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘨𝘳𝘪𝘵𝘢𝘴.
Integritas adalah akar yang tak terlihat. Ia adalah kesetiaanmu pada kebenaran saat tak ada satu pun mata yang memandang. Tanpa akar yang jujur, setinggi apa pun pohonmu, ia akan roboh oleh angin kecil.
Jadilah pribadi terpercaya. Biarlah pikiran, ucapan, dan tindakanmu mengalir dari satu sumber yang sama. Keselarasan inilah yang membuat jiwamu tenang dan langkahmu tidak pernah ragu.
Naik ke atas tanah, muncullah batang yang bernama 𝘯𝘪𝘢𝘵. Orang mungkin tidak bisa membaca pikiranmu, namun getaran niatmu akan sampai ke hati mereka. Apakah engkau hadir untuk melayani atau untuk menguasai?
Niat yang tulus itu bening, tidak meninggalkan bayangan kecurigaan. Saat engkau tulus, orang lain tidak perlu memasang perisai di hadapanmu. Mereka akan merasa aman karena tahu engkau menginginkan kebaikan bagi semua.
Namun, ketulusan saja tidaklah cukup di dunia ini. Pohonmu butuh dahan untuk merengkuh langit. Inilah 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯. Engkau harus membekali dirimu dengan ilmu dan kecakapan agar niat baikmu bisa mewujud.
Seorang dokter yang baik hati tetaplah butuh memperbarui ilmu kedokterannya untuk menyembuhkan. Maka, asahlah bakatmu sebagai bentuk syukurmu pada Sang Pencipta. Kompetensi adalah cara kita memuliakan orang yang mempercayai kita.
Dari dahan-dahan yang kokoh itu, niscaya akan lahir 𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭. Inilah buah yang manis, pembuktian nyata dari sebuah perjalanan panjang. Dunia tidak butuh ribuan kata, dunia hanya butuh bukti dari pengabdianmu.
Hasil yang nyata akan menebarkan aroma harum yang kita sebut reputasi. Engkau tidak perlu berteriak tentang siapa dirimu, karena buah yang engkau berikan akan bercerita dengan sendirinya kepada semesta.
Ingatlah selalu, semua ini tumbuh dari 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦 𝘭𝘶𝘢𝘳. Jangan sibuk menghias dedaunan jika akarmu membusuk. Benahi hatimu terlebih dahulu, maka dunia di sekitarmu akan ikut tertata dengan indahnya.
Jika kepercayaan telah tegak, hidupmu akan mengalir tanpa sekat. Segalanya menjadi ringan, cepat, dan penuh berkah. Rawatlah akarmu setiap hari, agar pohonmu menjadi tempat berteduh bagi banyak jiwa.❤️😊🫶
#INISIATIF
1 810
+9
😀😃😄😁
The Best Contact Center (TBCC) BPJS Kesehatan adalah panggung
untuk mereka yang berani tampil, belajar, dan berinovasi untuk memperkuat kualitas layanan 🇲🇨
Menuju Grand Final & Awarding Day
🗓 30 Januari 2026
Kamu jagoin siapa untuk jadi juara? beri dukunganmu di sini 👇
https://www.instagram.com/p/DUCgF3qCaJ8/?igsh=ZXJkdWYxOTgzMng0
1 810
+9
😀😃😄😁
The Best Contact Center (TBCC) BPJS Kesehatan adalah panggung
untuk mereka yang berani tampil, belajar, dan berinovasi untuk memperkuat kualitas layanan 🇲🇨
Menuju Grand Final & Awarding Day
🗓 30 Januari 2026
Kamu jagoin siapa untuk jadi juara? beri dukunganmu di sini 👇
https://www.instagram.com/p/DUCWqThiYS_/?igsh=MWNhZjZsNnp0dDA4YQ==
1 810
KETIKA TUBUH BERPAMITAN 😷
Oleh: Budiman Hakim
"Padahal dua hari lalu, kondisi almarhum membaik, loh. Siapa sangka, ternyata hari ini meninggal." Demikian kata adik almarhum pada pelayat yang datang.
Saya cuma terdiam tanpa sepatah kata. Di usia sekarang ini, banyak sekali teman yang meninggal dunia. Membuat bulu kuduk bergidik karena merasa diingatkan bahwa antrean saya semakin dekat.
Begitu mendengar kabar itu, saya berangkat ke rumah duka. Seorang diri mengendarai mobil di jalanan macet. Menerjang hujan yang turun terus menerus, membuat hati semakin galau.
Saya berdiri di rumah duka di samping peti mati yang tutupnya masih terbuka. Menatap wajah seorang teman lama yang terbaring tenang.
Omongan adik almarhum itu benar adanya. Beberapa hari yang lalu, saya sempat WA-an dengan almarhum. Kami sempat bercanda lewat pesan singkat. Dia bilang kondisinya sudah mendingan. Dan seperti kebanyakan orang, saya ikut percaya bahwa almarhum akan segera sembuh..
Ternyata bukan cuma saya. Cukup banyak orang yang dihubungi almarhum. Beberapa pelayat bercerita bagaimana sebelum meninggal dia masih sempat duduk lebih lama, makan sedikit, mengobrol, tersenyum.
Keluarganya bahkan sempat berkata dengan nada optimis bahwa kesembuhan sudah di depan mata. Lalu pagi itu datang begitu saja, tanpa tanda-tanda dramatis, dan dia pergi.
Di titik itu muncul satu pertanyaan yang terasa berat, kenapa orang yang sakit parah sering terlihat sehat dulu, lalu baru meninggal.
Dalam dunia medis, kondisi ini sebenarnya bukan hal aneh, tubuh manusia memiliki mekanisme terakhir ketika sudah sangat lelah, sebuah mode darurat di mana sisa energi yang tersimpan dilepaskan sekaligus.
Hormon stres dan zat kimia otak bekerja bersama, aliran darah meningkat, rasa nyeri mereda sementara, kesadaran tampak lebih jernih. Dari luar semuanya terlihat seperti pemulihan, padahal yang terjadi tubuh sedang menghabiskan cadangan terakhirnya.
Seperti api yang tiba-tiba menyala terang sebelum padam, tubuh memberi satu momen yang tampak indah, tenang, bahkan melegakan, lalu berhenti.
Karena itu para tenaga medis sering kali justru waspada ketika pasien yang lama menurun mendadak terlihat jauh lebih baik, bukan karena pesimis, tapi karena mereka tahu, fase itu sering kali adalah tanda bahwa akhir sudah dekat.
Yang membuat kita keliru adalah cara kita memaknai momen itu, kita menganggapnya sebagai harapan, padahal sering kali itu adalah cara tubuh berpamitan, memberi ruang terakhir untuk bicara tanpa rasa sakit, untuk tersenyum tanpa beban, untuk terlihat utuh sebelum semuanya selesai.
Sejak hari itu saya mengerti, ketika seseorang yang lama sakit tiba-tiba terlihat lebih sehat, kita jangan buru2 berharap terlalu tinggi.. Mungkin momen itu perlu kita manfaatkan untuk hadir sepenuh mungkin, duduk lebih lama, menggenggam tangan lebih erat, mendengar lebih sungguh-sungguh.
Kesembuhan sesaat sering kali bukan janji hidup yang panjang, melainkan cara paling manusiawi dari tubuh untuk mengatakan selamat tinggal.
Innalillahiwainnailaihirojiun...😌
#INISIATIF
Вже доступно! Дослідження Telegram за 2025 — головні інсайти року 
