Ask The Experts
Відкрити в Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Показати більше1 812
Підписники
Немає даних24 години
+77 днів
+2230 день
Архів дописів
1 812
Wisata Bencana Cermin Hedonisme Digital 🫥
oleh: Wicaksono
Di sebuah kedai kopi di sudut Los Angeles, Uka, seorang selebritas asal Indonesia, duduk termenung. Wajahnya memerah, bukan karena malu, melainkan karena baru saja menerima teguran keras dari seorang warga lokal.
Beberapa jam sebelumnya, Uka dengan penuh semangat merekam video di depan rumah yang terbakar akibat kebakaran besar yang melanda kota tersebut. Sambil berbicara di depan kamera, ia mengabaikan suasana duka yang menyelimuti lokasi.
Teguran itu datang dari pemilik rumah yang marah, "Kamu siapa? Ini properti pribadi saya. Berhenti merekam!" Uka terpaku, tak menyangka aksinya akan memicu amarah.
Fenomena ini hanyalah salah satu contoh dari tren yang makin sering terjadi: wisata bencana. Di era media sosial, tragedi manusiawi sering kali berubah menjadi ajang eksploitasi, bukan untuk meningkatkan kesadaran atau membantu korban, melainkan demi konten yang bisa mengundang likes dan komentar. Dari tragedi ledakan di Beirut hingga kebakaran di Los Angeles, fenomena ini mencerminkan dorongan hedonisme digital, hilangnya rasa empati, dan normalisasi eksploitasi tragedi.
1 812
Kemarin kita sudah bahas sosok Ibu di Squid Game 2. MasyaAllah responnya luar biasa
https://t.me/c/1287712664/190310
Sekarang kita bahas sosok Ayah. Ayah yang bernomor 246. Namanya Gyeng Seok. Dia ikut Squid game untuk membayar pengobatan anaknya. Anak atau putrinya yang lucu itu terkena kanker darah.
Menarik putri Gyeng Seok dekat dengan salah satu snipper bernomor 011. Saat 011 belum kerja sebagai snipper, dia jadi badut. Saat jadi badut itulah dia ketemu putrinya Gyeng Seok. Suka kasih permen yang bikin putri 246 selalu menantikan badut itu. Disitulah, mereka dekat secara emosional.
Maka saat di area squid game. Snipper 011 berusaha melindungi pemain 246. Sebab dia tahu, dia adalah Ayah dari seorang putri yang sedang sakit kanker darah. Saat di permainan pertama, harusnya 246 ditemb*k karena bergerak, tapi 246 tidak ditemb*k. Meski di endingnya nomor 011 menemb*k 246. Tapi masih misteri, mati atau tidak nya. Sepertinya tidak. Hehe
Back to Ayah. Ayah dalam diamnya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mayoritas Ayah pasti sayang pada anak-anaknya. Ingatlah bagaimana Ayah kita. Telah banyak keringat lelahnya berjatuhan di bumi demi menafkahi kita, demi menyekolahkan kita, demi kebahagiaan anak-anaknya.
Ayah juga bertaruh nyawa. Seringkali pekerjaannya beresiko. Tapi Ayah tak pernah bilang, "Ayah capek, nak". Ayah tetap pulang dengan wajah yang ceria. Segala lelahnya seperti hilang ketika melihat anaknya, ketika melihat masa depannya.
Ada Ayah yang meski hujan deras di saat malam, ia tetap ngojek. Dia belum mau pulang sebelum targetnya tercapai. Apa yang membuatnya semangat? Ada foto istri dan anak-anaknya yang menempel di motornya. Itu yang bikin ia terus semangat. MasyaAllah. Sehat-sehat untuk seluruh Ayah di dunia.
oleh: Kak Oksa
#INISIATIF
1 812
Repost from N/a
9️⃣7️⃣ 🟰 4️⃣0️⃣5️⃣ 🟰 1️⃣1️⃣2️⃣ 🤝
Every Pawn has the Potential to be a Queen 🔥Kami mengucapkan Terima Kasih sekaligus ucapan Selamat kepada para pemenang atas pertandingan yang sangat berkesan antara rekan-rekan pecinta catur BPJS Kesehatan dengan adik-adik mahasiswa(i) dari Universitas Indonesia Gadjah Mada dan Universitas Pendidikan Ganesha dalam lanjutan INISIATIF Chess Arena Collaboration Vol 3 Tahun 2025 🇮🇩 Sampai bertemu kembali pada momen berbahagia selanjutnya, jangan lupa Selalu Berpikir Sebelum Bertindak♟️ #INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
1 812
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu rekan kita Sobat ATE kakak @alfonsoarthur. Semoga segala amal ibadah dan dedikasi beliau diterima oleh Tuhan YME. Perjuanganmu akan kami lanjutkan 🫡
Kirim doa terbaik 🤲
1 812
FYI. Semua jenis penyakit (Sesuai Indikasi Medis) dijamin oleh Program JKN. Kecuali yang dikecualikan di Perpres 59 Tahun 2024 🙏🏻
1 812
Saat ini banyak yang mudah kegocek, karena sejatinya mereka belum benar-benar tahu. Silakan dishare biar makin banyak yang #pahamJKN 🫡
https://youtu.be/22USig2Uu80?si=d2OSBDkhLfTVwzzV
1 812
Repost from N/a
EVERY PAWN HAS THE POTENTIAL TO BE A QUEEN🔥
Berikut rilis susunan line up Tim Catur BPJS Kesehatan Chess Club, Tim UKM Catur Universitas Gadjah Mada, dan Tim UKM Catur Universitas Pendidikan Ganesha dalam ajang pertandingan persahabatan INISIATIF CHESS ARENA COLLABORATION pada 18 Januari 2025 esok. Semoga kemitraan dan kerja sama yang baik bisa terus terjaga 💯🥇🤝
1. Join ke COMMIT BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1 2. Saksikan live pertandingan BPJS Kes Vs UGM Vs Undiksha: https://lichess.org/tournament/xNI16I8o#INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
1 812
Kamu Diserang Netizen? TENANG! 😇
Oleh: Wicaksono
Pernahkah kamu gulir-gulir konten orang di media sosial, lalu melihat nama seorang pesohor atau pejabat muncul di daftar trending topic?
Biasanya ada dua alasan: mereka baru saja memenangkan penghargaan besar, atau—yang lebih sering—mereka sedang diserang, menjadi target mulut pedas dan kejudesan lidah netizen. Dari kritikan kecil soal pakaian hingga komentar pedas tentang kehidupan pribadinya, mereka dihakimi tanpa henti oleh publik.
Aku selalu bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa tetap berdiri tegak di tengah badai ini?
Suatu hari, aku menemukan jawabannya dalam buku berjudul "The Let Them Theory" karya Mel Robbins. Saat membolak-balik halaman pertama, aku langsung merasa buku ini seperti seorang teman lama yang datang tepat di saat aku butuh pencerahan.
Mel Robbins, penulis buku ini, memulai dengan satu kalimat yang sederhana namun mendalam: "Let them." Dua kata yang kelihatannya biasa saja, namun menyimpan kekuatan besar.
Filosofi ini sebenarnya sederhana—mengizinkan orang lain melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan melepaskan diri kita dari beban mencoba mengontrol persepsi mereka tentang kita.Robbins menceritakan pengalaman pribadinya tentang menghadapi penilaian, baik di dunia kerja maupun kehidupan pribadi. Sebagai seorang pembicara publik dan tokoh terkenal, dia kerap menjadi target komentar negatif. Alih-alih tenggelam dalam rasa sakit hati, dia mulai berlatih "Let Them." Jika seseorang ingin menghakimi, biarkan saja. Jika mereka ingin menyalahkan, silakan. Jika mereka tidak menyukai kita? Itu bukan masalah kita. Saat membaca buku ini, aku terus memikirkan bagaimana dunia kita sekarang semakin brutal dalam memberikan penilaian. Media sosial telah menjadi medan pertempuran, di mana setiap orang bisa menjadi hakim dan terdakwa. Buku ini hadir seperti lilin di dalam gua. Ia adalah secercah cahaya di tengah kegelapan. The Let Them Theory mengajarkan kita bahwa kita tidak harus berpartisipasi dalam permainan ini. Bahwa kebahagiaan kita tidak tergantung pada validasi dari orang lain.
Buku ini juga mengingatkan bahwa setiap penilaian yang diberikan orang lain kepada kita sebenarnya lebih mencerminkan mereka daripada kita.
Seperti yang dikatakan Robbins, "Komentar mereka adalah cermin dari diri mereka sendiri, bukan dirimu."Kisah Naratif yang Menginspirasi Aku ingat suatu malam, aku duduk di kafe sambil menunggu teman. Aku membaca salah satu bagian buku ini yang berbicara tentang bagaimana kita sering terlalu terikat pada pendapat orang lain. Di meja sebelahku, ada seorang perempuan muda yang menangis. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, “Kamu baik-baik saja?” Dia melihatku, terdiam sejenak, lalu berkata, “Aku baru saja membaca komentar di postingan terakhirku. Orang-orang bilang aku tidak pantas berada di sini.” Aku tersenyum padanya dan menjelaskan apa yang baru saja kubaca dari buku ini. “Kamu tahu apa yang Mel Robbins katakan? ‘Let them.’ Biarkan mereka berpikir apa pun. Hidupmu bukan panggung untuk memuaskan mereka.” Dia terdiam lagi, tapi kali ini senyumnya mulai muncul perlahan. Aku melihat ada secercah harapan dalam matanya, dan aku tahu buku ini bukan hanya mengubah cara pandangku, tapi juga bisa menjadi penyelamat bagi orang lain. So ... The Let Them Theory adalah buku yang mengingatkan kita untuk melepaskan diri dari beban yang tidak perlu. Buku ini berisi ajakan untuk hidup dengan lebih ringan, lebih bebas, dan lebih penuh makna. Jika kamu pernah merasa dihakimi, direndahkan, atau bahkan diperlakukan tidak adil, buku ini akan menjadi sahabat yang menenangkan. Bagi para artis, selebritas, pejabat, atau siapa pun yang berada di bawah sorotan publik, filosofi ini bisa menjadi pelindung yang membebaskan mereka dari keharusan menyenangkan semua orang. Dan bagi kita, yang hidup di era komentar bebas, buku ini adalah peta menuju kebebasan sejati: kebebasan dari opini orang lain. Jadi, bagaimana kalau mulai hari ini, kita belajar untuk berkata, “Let them?” #INISIATIF #TGIF
1 812
Namun, jangan terkecoh oleh label dan narasi. Buzzer itu bukan hanya milik pemerintah, korporasi, atau kelompok besar. Siapa saja bisa menjadi buzzer. Seorang ibu rumah tangga yang protes di X atau platform lain karena layanan pelanggan yang buruk, seorang mahasiswa yang menggalang solidaritas untuk korban bencana, atau bahkan Anda sendiri saat mempromosikan bisnis kecil Anda. Semua itu adalah bentuk dari aktivitas buzzer.
Mari kita mulai dengan sisi baiknya. Pernahkah Anda mendengar gerakan sosial yang berhasil karena media sosial? Misalnya, kampanye lingkungan atau penggalangan dana untuk korban bencana. Banyak dari kampanye ini dimulai oleh buzzer independen, individu atau kelompok kecil yang menyuarakan keprihatinannya terhadap isu tertentu.
Buzzer juga menjadi alat yang sangat efektif untuk menyuarakan hak-hak minoritas. Ketika kelompok tertentu tidak memiliki akses ke media arus utama, buzzer inilah yang menjadi jembatan untuk memperkuat suara mereka.
Misalnya, seorang aktivis perempuan yang memulai tagar untuk menyoroti kekerasan seksual di tempat kerja. Dari satu cuitan, isu ini bisa menjadi tren nasional, mendorong kebijakan yang lebih adil. Di sini, buzzer adalah pahlawan, bukan penjahat.
Namun, mari kita tidak tutup mata terhadap sisi gelap buzzer. Media sosial adalah lautan informasi, dan buzzer bisa saja menjadi penyebab badai di lautan ini.
Ada buzzer yang bekerja untuk menyebarkan informasi palsu atau memanipulasi opini publik. Mereka memanfaatkan emosi masyarakat—marah, takut, atau simpati—untuk mendorong narasi tertentu. Bahkan, ada yang sengaja menciptakan polarisasi, membuat masyarakat terpecah belah karena isu yang sebenarnya bisa didiskusikan dengan kepala dingin.
Tidak jarang pula buzzer menjadi alat komodifikasi narasi. Mereka bekerja bukan karena peduli pada isu, melainkan karena bayaran dari pihak yang memiliki agenda tersembunyi. Dalam konteks ini, buzzer bukan lagi pahlawan, melainkan pengacau.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Lalu, bagaimana kita harus bersikap? Tidak mungkin kita meminta media sosial bebas dari buzzer, karena itu seperti meminta dunia tanpa suara. Yang bisa kita lakukan adalah belajar bersikap kritis.
Saat menemukan isu viral, tanyakan pada diri Anda: Siapa yang diuntungkan jika isu ini ramai dibicarakan? Apakah pesan ini benar-benar objektif, atau ada kepentingan tertentu di baliknya? Jadi, kenali setiap motif di balik pesa .
Jangan mudah percaya pada satu sumber. Cari tahu dari berbagai perspektif. Informasi yang valid biasanya memiliki konsistensi data dan sumber terpercaya. Verifikasi informasi adalah kunci. 🔐
Saya menyarankan agar Anda tak buru-buru marah atau terprovokasi setiap kali melihat adu narasi. Narasi buzzer biasanya dirancang untuk memanfaatkan emosi kita. Sabarlah, jangan gatal jempol. Hindari terjebak arus polarisasi emosi. ❣️Dengan memahami cara kerja algoritma dan strategi media sosial, kita akan lebih siap menghadapi isu yang ditiupkan oleh buzzer. Bekali diri dengan ilmu literasi digital. Jadi, buzzer, baik yang independen maupun yang berafiliasi, adalah bagian dari ekosistem media sosial. Mereka mencerminkan dinamika masyarakat digital kita. Kadang menjadi pahlawan, kadang menjadi pengacau. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi keberadaan mereka. Dengan nalar kritis dan literasi digital, kita tidak hanya mampu memilah informasi, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang lebih bijak dan dewasa dalam menyuarakan pendapat.
Jika suatu saat Anda melihat isu yang ramai di media sosial, jangan langsung terseret arus. Berdirilah di tepian, amati, analisis, dan baru kemudian tentukan langkah Anda.
Ingat, dalam dunia yang penuh kebisingan, hanya mereka yang berpikir jernih yang akan didengar.
🧠Tabik! oleh: Wicaksono #INISIATIF
1 812
B U Z Z E R 👻
Mungkin banyak di antara Anda yang sudah mengenal istilah ini. Ada yang mengasosiasikan label "buzzer" dengan manipulasi, kebohongan, atau bahkan alat propaganda. Apakah benar citra buzzer selalu seburuk itu? Atau mungkin, kita yang perlu lebih bijak dalam memandangnya? Mari kita bongkar bersama.Buzzer Itu Siapa? Bayangkan Anda sedang scroll media sosial. Tiba-tiba Anda melihat satu isu yang begitu ramai dibicarakan. Ada orang yang menyuarakan protes terhadap kebijakan tertentu, ada pula yang membela. Dalam sekejap, media sosial jadi medan pertempuran opini. Nah, di tengah hiruk-pikuk itu, ada pihak yang tugasnya "mendengungkan" isu. Itulah yang disebut buzzer. lanjut 👇
1 812
Pentingnya Fondasi untuk Bertumbuh 🔥
oleh: Muhammad Farid Maricar
Syarat untuk bertumbuh adalah memiliki fondasi yang kokoh dan pijakan yang jelas. Pertumbuhan sesuatu tidak bisa didasarkan pada asal-asalan atau sekadar memanfaatkan pijakan dari orang lain. Sebab, seperti halnya bangunan, kekuatan sebuah struktur hanya dapat tercapai jika berdiri di atas fondasi yang kuat dan mengakar ke dalam tanah.
Selain itu, semakin tinggi sebuah bangunan, semakin besar pula gaya hambat (drag force) yang harus dihadapinya, baik dari angin atau bahkan air saat banjir maupun tsunami, maupun faktor eksternal lainnya. Maka, fondasi yang kokoh dan perencanaan yang matang adalah syarat mutlak untuk memastikan bangunan tersebut mampu bertahan.
Bangunan yang kokoh tidak dibangun di atas bangunan lain yang rapuh, kecuali sejak awal sudah dihitung dengan cermat kapasitas fondasi yang menopangnya. Tanpa perhitungan yang matang, risiko runtuh akan selalu membayangi.
Hal serupa juga berlaku pada pohon. Pohon-pohon besar yang menjulang tinggi hingga ratusan tahun bukan hanya bergantung pada batang yang besar atau daun yang rindang, tetapi karena akarnya mampu menjalar jauh ke dalam tanah, mencengkeram kuat bumi yang menopangnya.
Semakin tinggi pohon, semakin besar pula gaya hambat yang dihadapi oleh dahan dan batangnya, baik dari angin maupun badai, atau aliran banjir dan debris. Tanpa akar yang dalam dan kuat, pohon itu akan mudah tumbang.
Berbeda dengan benalu, yang hidupnya hanya menumpang pada pohon lain. Benalu mungkin tampak bertahan, tetapi ia tidak memiliki daya untuk hidup dalam waktu yang lama. Sebab, hidup tanpa fondasi yang mandiri hanyalah sementara, seperti menanti waktu untuk layu dan hilang.
Selain itu, bertumbuh juga memerlukan originalitas. Meniru orang lain mungkin terasa lebih mudah, tetapi pertumbuhan yang sejati hanya dapat dicapai ketika kita menemukan pijakan kita sendiri. Seperti bangunan yang memiliki desain khasnya, atau pohon yang tumbuh sesuai lingkungannya, setiap individu pun memiliki jalannya masing-masing untuk bertumbuh. Meniru mungkin menghasilkan sesuatu yang tampak serupa, tetapi tidak akan pernah sama, karena fondasi kita berbeda.
Perlu diingat, semakin tinggi kita tumbuh, semakin besar pula tantangan yang akan dihadapi. Layaknya bangunan yang semakin tinggi dan pohon yang semakin menjulang, gaya hambat dari luar akan semakin kuat mencoba menggoyahkan pijakan kita. Hanya dengan fondasi yang kokoh, keaslian yang terjaga, dan perencanaan yang matang, kita dapat bertahan dan terus tumbuh.
Dengan fondasi yang kokoh, keaslian yang terjaga, dan upaya perbaikan yang konsisten, perjalanan kita, baik secara individu maupun sebagai bagian dari lingkungan, tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga membawa perubahan yang bermakna bagi masa depan.
Sefruit renungan...
#INISIATIF
1 812
“Dunia ini lebih ringan saat kita saling menopang, bukan saling menjatuhkan.”
Bayangkan sebuah beban berat yang harus dipikul seorang diri, melelahkan, bukan? Tapi saat ada orang lain yang membantu menopang, tiba-tiba beban itu terasa lebih ringan, bahkan perjalanan jadi lebih menyenangkan. Begitulah kekuatan saling mendukung.
Hidup ini memang penuh tantangan, tapi bukan berarti kita harus jadi kompetitor di setiap langkah. Justru, dengan saling menopang, kita bisa menciptakan dunia yang lebih nyaman untuk semua orang. Karena pada akhirnya, kemenangan yang paling berarti bukan tentang siapa yang di atas, tapi siapa yang berhasil sampai di garis akhir bersama-sama.
Jadi, mari kita ubah cara pandang: daripada saling menjatuhkan, jadilah seseorang yang mengulurkan tangan, memberi dorongan, dan menginspirasi. 😊
oleh: Radakreator
#INISIATIF
1 812
Hampir 2 dasawarsa menjadi ASN/PNS, sejak masih staf hingga beberapa tahun terakhir ini menjadi direktur, setidaknya ada 25 tips dan saran yang bisa saya sarikan. Mungkin tips dan saran ini bisa berguna bagi siapapun yang berminat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan segala konsekuensinya.
.
Apa aja? Ini dia!
.
1. Biasakan komunikasi dengan tulisan atau chat dibanding lisan, itu akan membantu kita mendokumentasikan perintah dan arahan secara akuntabel.
2. Kerja sebaik-baiknya tapi gunakan waktu secukupnya saja. Negara tidak akan selalu mengingat jasamu, keluarga dan orang-orang terdekat kitalah yang akan selalu ada.
3. Jangan baperan dan menganggap semua masalah adalah hal personal. Bodo amat tidak selalu menjadi dosa!
4. Jangan pernah merasa kemampuan dan kinerja kita tidak ada yang bisa menggantikan. Di pemerintahan, selain sikap birokratis, semua bisa digantikan.
5. Jangan mau mengamankan keputusan pimpinan, tapi bantu pimpinan membuat keputusan yang aman untuk semua.
6. Optimalkan fasilitas negara yg diberikan kepada kita sesuai standard aturan yang telah ditentukan. Kita layak dan berhak menerima itu sebagai seorang profesional.
7. Luangkan waktu untuk membangun relasi kekeluargaan di lingkungan kerja, karena lebih dari setengah hidup kita akan dihabiskan di kantor. Kebersamaan akan saling meringankan beban kerja.
8. Selalu ada group dalam group, terima itu sebagai sebuah kewajaran.
9. Sesuatu yang bisa dibicarakan dalam group percakapan tak perlu dirapatkan berjam-jam.
10. Di kantor, semuanya baik-baik saja sampai kita berpikir kalau sebenarnya tidak baik-baik saja.
11. Selalu produktif sampai kita tidak sempat memikirkan orang yang tidak menyukai kita.
12. Meski jika kita mampu melakukan pekerjaan yang orang lain kerjakan, belum tentu kita adalah orang yang tepat di posisi itu.
13. Rajin upacara atau memasang simbol-simbol negara itu penting, tapi kadar nasionalisme kita diukur dari seberapa banyak aksi kita yang bermanfaat untuk negara.
14. Di pemerintahan yang paling dibutuhkan adalah orang yang mampu mengeksekusi ide-ide, bukan sekedar orang yang banyak ide.
15. Jika belum ada garis tangan, jangan berharap akan adanya tanda tangan. Semua ada waktunya dan semua ada tempatnya masing-masing!
16. Sependek apapun ide bagus kita utarakan, itu lebih baik daripada diskusi panjang yang penuh basa-basi.
.
.
Itu dulu aja tips dan saran saya. 9 tips dan nasihat lainnya biar saya simpan untuk diri sendiri. :)
oleh: Teguh Arifiyadi
#INISIATIF
1 812
Repost from N/a
1️⃣0️⃣7️⃣ 🟰 2️⃣6️⃣1️⃣ 🤝
Losers focus on Winner, Winner focus on Winning 🔥Kami mengucapkan Terima Kasih sekaligus ucapan Selamat kepada para pemenang atas pertandingan yang sangat berkesan antara rekan-rekan pecinta catur BPJS Kesehatan dengan adik-adik mahasiswa(i) dari Universitas Indonesia dalam lanjutan INISIATIF Chess Arena Collaboration Vol 2 Tahun 2025 🇮🇩 Sampai bertemu kembali pada momen berbahagia selanjutnya, jangan lupa Selalu Berpikir Sebelum Bertindak♟️ #INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
1 812
Assalamualaikum selamat sore bapak ibu ,, ijin mengabarkan dr kaki gunung gede pangrango cisarua ,, alhamdulillah corpu bpjs kesehatan sudah terkareditasi internasional oleh EFMD
Terima kasih atas segala dukungan dan doa bapak ibu untuk perkembangan corpu selama ini..
Berikut pemberitaan nya
https://m.antaranews.com/berita/4575158/corporate-university-bpjs-kesehatan-raih-akreditasi-clip-dari-efmd?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category
Вже доступно! Дослідження Telegram за 2025 — головні інсайти року 
