uk
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Відкрити в Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Показати більше
1 811
Підписники
Немає даних24 години
+77 днів
+2230 день
Архів дописів
Pengumuman pemenang Tebak Skor (Indonesia Vs China) via IG 🇮🇩 Boleh cek di sini 📱
Pengumuman pemenang Tebak Skor (Indonesia Vs China) via IG 🇮🇩 Boleh cek di sini 📱

SI PALING JITU 🏅 Babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 🤝 4 Dari 6 Tim sudah dinyatakan lolos ke Babak berikutnya. Pada
SI PALING JITU 🏅
Babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 🤝 4 Dari 6 Tim sudah dinyatakan lolos ke Babak berikutnya. Pada tahap ini, akan ada 2 Grup dengan masing-masing 3 Tim. Hanya pemenang Grup yang akan lanjut Ke Piala Dunia sedangkan Runner Up akan lanjut bertarung lagi di Babak kelima. Terus melaju Garuda 🇮🇩🔥
Nama-nama berikut ini berhasil memprediksi dengan tepat 2 (dua) polling pertanyaan pertandingan Timnas Indonesia 🇮🇩 Vs Timnas China 1. Sukardi Idris Henaulu @FizaShaaqena (Staf PMPF Kab. Buru Selatan KC Ambon) 2. Mario Seftriadi @mseftriadi (Staf EPP KC Muara Teweh) 3. Watik K S @watikks (Kasir KC Palangka Raya) 4. Vonicha Regia @vonicharegia (Staf MLK Kedbid MML) 5. Pujo Setyajie @Puzo_Sicillia (Kabag RT Corpu Kepbid SDSU) 6. Abdiyansyah @bedisyah (Kabag SDMUK KC Lhokseumawe)
Karena slot giveaway Souvenir yang diumumkan hanya untuk 3 orang, tapi karena rasa syukur Timnas Indonesia bisa lolos ke Babak keempat maka jumlah souvenirnya akan coba dicukupkan menjadi 4 (empat) orang. Seperti biasa
penentuan 4 orang pemenangnya akan diundi oleh panitia
(hasil pengundian akan diumumkan segera)
🏆
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada tebak2 seru edisi selanjutnya (Jepang Vs Indonesia) 🙏

SI PALING JITU 👑 Timnas Indonesia terus menjaga asa menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah me
SI PALING JITU 👑
Timnas Indonesia terus menjaga asa menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah mengalahkan China 1-0 dalam laga lanjutan Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kemenangan ini menjadi krusial bagi skuad Garuda yang kini mengoleksi 12 poin dari 9 pertandingan dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Grup C, menggusur Arab Saudi yang baru akan bertanding pada Jumat (6/6) 🇲🇨
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Indonesia menang dengan skor 1-0 dan - Titik Putih (Penalti) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Jum'at, 6 Juni maks pukul 15.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas

THE UPSIDE OF STRESS 😑 oleh: Vicario Reinaldo Selama 7 tahun berkarir, saya menganggap stress itu buruk Jadi saya berusaha u
THE UPSIDE OF STRESS 😑 oleh: Vicario Reinaldo Selama 7 tahun berkarir, saya menganggap stress itu buruk Jadi saya berusaha untuk menghindarinya. Ternyata persepsi dan pendekatan ini salah Ini insights mengenai stress dan cara menghadapinya dari buku The Upside of Stress Insight 1: Stress tingkat tinggi dapat mengakibatkan resiko kematian hingga 43% Lah kalo gitu bener dong stress itu buruk? Mari kita kulik lebih dalam Ternyata stress berdampak buruk hanya kepada orang orang yang memiliki persepsi bahwa stress itu berbahaya Untuk mereka yang mengalami stress tapi ga menganggap itu berbahaya, mereka ga lebih rentan terhadap resiko kematian
Dari riset ini, peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa bukan stress aja yang membunuh orang, Melainkan kombinasi dari stress dan kepercayaan kalau stress itu berbahaya
Insight 2: Selama ini stress mendapat asosiasi negatif Penelitian tentang stress seringkali memakai tikus sebagai objek. Tikus dibuat stress dengan dikurung dan diserang oleh tikus lain. Ketika tikus berperilaku depresif, konklusi yang muncul “Penelitian menunjukkan stress membuat kita depresi” Well, sebenernya ini ga sepenuhnya salah tapi ga sepenuhnya tepat juga Kita mungkin punya kerjaan yang demanding dan butuh waktu mengurus keluarga Tapi kita ga berada di situasi seperti tikus ini di mana kehidupan kita terancam setiap waktu Insight 3: Stress itu juga bisa memiliki manfaat positif Coba deh kita ingat ingat lagi momen dimana kita merasa stress. Ada stress yang amit-amit gamau dialamin lagi Tapi ada juga stress yang ternyata bisa bikin kita jadi lebih baik lagi Ini 3 hal yang bisa kamu coba setiap kali merasa stress Step 1: Sadarin ketika kamu merasakan stress ❤️ Setiap orang memiliki penyebab stress yang berbeda, Jadi coba cari tahu apa sih yang bikin kamu stress Apakah itu ketika mau presentasi, lagi dikasi project baru, atau malah ga berhubungan sama kerjaan Saya merasakan ini ketika lagi debat sama orang untuk ide yang saya percaya banget tapi orang itu ga nangkep. Rasanya kayak saya berhenti bernapas, terus detak jantung cepet banget, dan bawaannya kesel Cara sadar ada 2 bisa saat itu juga dan bisa juga setelah selesai kerja Semakin kamu terbiasa, biasanya semakin cepat kamu sadar kapan kamu merasakan stress Step 2: Menganalisis stress lebih dalam ❤️ Ketika udah sadar kalo kamu merasakan stress, berikutnya kamu bisa menganalisa lebih dalam Bisa mulai dengan pertanyaan simple “Kenapa ya saya ngotot banget sama hal itu?”
Stress itu terjadi ketika sesuatu yang kita pedulikan berada dalam situasi “
bahaya
Dari sini saya jadi mempertanyakan apa yang sebenernya dalam bahaya Apakah kalo orang ga nangkep ide saya itu bahaya? Dari situ saya jadi sadar tiga hal Pertama, saya gampang kebawa perasaan kalo lagi bahas hal yang saya passionate Kedua, saya ngerasa ga butuh butuh amat sih untuk segitunya ngotot sama ide ini Ketiga, ya kalo orangnya belum paham dijelasin aja Step 3: Menyalurkan energi yang didapat dari stress ❤️ Ketika lagi banyak energi ini, kita salurin lah ke hal yang lebih konstruktif. Ga harus melakukan apa yang produktif tapi sebaiknya ga destruktif Untuk tahu apa yang bisa kita lakukan, kita bisa reflect pertanyaan ini “Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang sejalan dengan tujuan dan value saya?” Di kasus saya biasanya rilis dulu dengan journalling. Saya tulisin tuh segala kekesalan yang saya rasain Lalu saya commit sama action item untuk selanjutnya Recap Persepsi bahwa stress itu negatif -> bahaya Ini 3 step untuk memiliki persepsi yang lebih holistik tentang stress Step 1: Sadarin ketika kamu merasakan stress Step 2: Menganalisis stress lebih dalam Step 3: Menyalurkan energi yang didapat dari stress
Sobat ATE biasanya akan merasakan stress dalam situasi seperti apa?
🤝
#INISIATIF

GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Sele
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) - PIC Match 1 dan 2 : @haiduladha @mirdaherlinda - PIC Match 3 dan 4 : @Citraoktabangun @Ilhamakbarw
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Ketika Kamu Menyebutnya Sebagai Sebuah Kegagalan, Kami Malah Menyebutnya Sebagai Sebuah Pelajaran 🫡 Terima kasih atas perjua
Ketika Kamu Menyebutnya Sebagai Sebuah Kegagalan, Kami Malah Menyebutnya Sebagai Sebuah Pelajaran 🫡 Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Rabu, 4 Juni 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya 🇲🇨

BURNOUT 🤪🤯 Oleh: Vicario Reinaldo Kita mengira burnout itu karena • Beban kerja terlalu besar • Tekanan yang terlalu banyak • Jam kerja yang panjang Ada benarnya, tapi ada penyebab lain yang jarang dibahas yakni → Impact yang kita buat terlalu kecil
Gimana tuh impact yang terlalu kecil? • Pekerjaan terlalu mudah dan gak berdampak banyak pada organisasi • Tidak ada tantangan dan gak mengoptimalkan potensi yang kita punya • Merasa kosong dan kurangnya kepuasan
Ketika penyebab burnout adalah impact yang terlalu kecil maka Istirahat atau mengurangi jam kerja bukan jadi solusi Dari buku Impact Player, gue belajar 3 cara meningkatkan impact tanpa harus kerja lebih lama 1. Proaktif mengatasi masalah ✅ Karyawan terbaik ga membatasi diri pada tugasnya sendiri. Tapi dia proaktif untuk mencari apa hal penting yang dibutuhkan organisasi saat itu juga, Kemudian mengambil peran aktif untuk membantu kesuksesan tersebut. Cara melatih mindset ini adalah dengan bertanya • Apa hal yang lagi diprioritaskan oleh perusahaan saat ini? • Apa masalah yang dihadapi perusahaan sekarang? • Di antara prioritas dan masalah tadi, apa yang bisa gue contribute dengan skill unik yang gue punya? 2. Tingkatkan tantangan bukan kuantitas pekerjaan ✅ Menurut studi, kepuasan kerja meningkat seiring meningkatnya tantangan di pekerjaan Cari cara biar lo dapat: • Project yang berdampak untuk organisasi • Pekerjaan yang ga terlalu mudah, tapi juga ga bikin lo overwhelmed Latihannya: Coba ngomong "iya" untuk tawaran pekerjaan yang menurut lo menantang Meskipun saat itu lo ga tau gimana caranya, tapi itu bisa dipikirin nanti dalam prosesnya Kadar "menantang" atau gak ini sangat subjektif, jadi pinter-pinter membaca kapasitas lo ya 3. Kembangkan resilience dan grit
Resilience (Ketahanan):
Selalu yakin solusinya ada, bahkan jika itu butuh waktu yang lama
Grit (Ketabahan):
Gak gampang nyerah ketika menemukan masalah dalam prosesnya
Ketika ada masalah, Impact Player (Pemain berdampak) gak mudah kaget, pembawaannya cenderung tenang dan fokus pada solusi • Meminta feedback dan mengeksekusinya • Mencari bantuan atau expert untuk memecahkan masalah • Melakukan eksperimen dan mengambil pelajaran Recap 3 cara mengatasi burnout karena impact terlalu kecil 1. Proaktif mengatasi masalah 2. Tingkatkan tantangan bukan kuantitas pekerjaan 3. Kembangkan resilience dan grit
Dari 3 cara tadi, mana yang Sobat ATE mau coba dalam waktu dekat?
🤝
#INISIATIF

GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Sele
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) - PIC Match 1 dan 2 : @haiduladha @mirdaherlinda - PIC Match 3 dan 4 : @Citraoktabangun @Ilhamakbarw
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Rabu, 4 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Seles
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Rabu, 4 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) - PIC Match 1 dan 2 : @Rohbert0 @aakarpohon - PIC Match 3 dan 4 : @deyaaaq @noviaaia
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Ketika Kamu Menyebutnya Sebagai Sebuah Kegagalan, Kami Malah Menyebutnya Sebagai Sebuah Pelajaran 🫡 Terima kasih atas perjua
Ketika Kamu Menyebutnya Sebagai Sebuah Kegagalan, Kami Malah Menyebutnya Sebagai Sebuah Pelajaran 🫡 Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Selasa, 3 Juni 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya 🇲🇨

🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩 Laga hidup mati akan tersaji antara Timnas Indonesia vs China pada matchday ke-9 putaran ketiga Ku
🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩
Laga hidup mati akan tersaji antara Timnas Indonesia vs China pada matchday ke-9 putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6/2025) pukul 20.45 WIB. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), laga antara Timnas Indonesia vs China diprediksi akan berlangsung sengit. Sebab, kedua tim sama-sama wajib meraih kemenangan, guna menjaga asa untuk lolos ke putaran selanjutnya. 🔥 Timnas Indonesia pada pertandingan ini cukup diuntungkan. Sebab, bermain di depan puluhan ribu penonton yang siap memadati SUGBK, yang mana hal itu juga bisa menjadi tambahan dukungan moral bagi mereka saat hadapi China. Pada pertemuan pertama di Qingdao, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 2-1 atas China. Tentu saja, di pertandingan ini skuad Garuda siap membalaskan kekalahan atas tim asuhan Branko Ivankovic itu.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos/Tote ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Kamis, 5 Juni 2025 pukul 17.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFDukungTimnas

Kalau Mereka Aktif di Medsos, Memangnya Salah? ✍️ Oleh: Wicaksono Pernahkah kamu memperhatikan temanmu yang rajin banget biki
Kalau Mereka Aktif di Medsos, Memangnya Salah? ✍️ Oleh: Wicaksono Pernahkah kamu memperhatikan temanmu yang rajin banget bikin konten di media sosial? Tiap hari ada saja yang dia unggah—entah itu cerita, video pendek, pemikiran, atau foto-foto dari sudut-sudut hidupnya. Mungkin kamu juga pernah dengar bisik-bisik tentang temanmu yang update banget itu: “Cari perhatian.” “Haus validasi.” “Pamer mulu.” Komentar seperti itu kadang muncul diam-diam, kadang meledak terang-terangan. Lucunya, penilaian itu datang seolah-olah keinginan untuk dilihat dan didengar adalah kesalahan moral. Seolah-olah, menjadi manusia yang ingin dihargai itu kelewat memalukan. Padahal kamu tahu, kan, semua orang butuh rasa diterima? Temanmu mungkin memotret senja bukan buat pamer langit, tapi karena ada keindahan yang ingin ia bagi. Dia menulis refleksi bukan untuk menggurui, tapi karena sedang berusaha membereskan isi kepala yang sumpek. Dia membagikan cerita keseharian bukan untuk pamer sibuk, tapi agar merasa tidak sendiri di dunia yang makin ramai tapi makin sunyi. Sayangnya, media sosial sering jadi tempat di mana ekspresi tulus justru ditafsir dengan sinisme. Seolah kalau seseorang tampak percaya diri, maka ia pasti sedang menyembunyikan luka. Seolah kalau seseorang bicara banyak, maka ia pasti kosong di dalam. Tapi bukankah justru sebaliknya juga bisa benar? Dr. Brené Brown, peneliti keberanian dan kerentanan, pernah bilang bahwa membiarkan diri kita terlihat—meski dengan risiko disalahpahami—adalah tindakan keberanian yang jarang diapresiasi. Di buku Emotional Agility, Dr. Susan David mengingatkan bahwa mengakui kebutuhan akan validasi bukanlah kelemahan, tapi pengakuan jujur bahwa kita manusia. Coba lihat sekelilingmu: Penulis mencari pembaca. Guru mencari murid yang mendengarkan.Seniman mencari penonton yang tergerak. Bahkan bayi menangis bukan cuma karena lapar, tapi karena ingin disapa, diperhatikan. Kalau begitu, kenapa orang yang aktif di medsos lalu dianggap terlalu "butuh perhatian"? Bukankah perhatian itu bagian dari bahasa cinta manusia? Dan manusia pada dasarnya, secara kondrati, butuh perhatian! Masih ingat teori Maslow tentang hierarki kebutuhan, kan? Ironisnya, yang paling lantang menyebut orang lain “cari validasi” sering juga sedang mencari validasi—hanya dari sudut berbeda. Dia ingin diakui sebagai orang yang ‘lebih dewasa’ karena tak banyak bicara. Ingin dilihat sebagai yang ‘lebih dalam’ karena jarang tampil. Tapi, seperti kata Marshall McLuhan, “the medium is the message.” Media sosial bukan soal seberapa sering kamu muncul, tapi seberapa jujur kamu hadir. Kamu mungkin pernah merasa risih dengan orang yang aktif di medsos. Tapi sebelum buru-buru menghakimi, mungkin lebih bijak untuk bertanya: Apa yang sedang mereka coba sampaikan? Apa yang sedang mereka cari? Apa yang sedang mereka perjuangkan agar tetap merasa hidup? Karena dunia ini sudah terlalu bising oleh orang yang sinis, dan terlalu sunyi oleh orang yang jujur. Kamu bisa memilih: jadi yang mencibir, atau jadi yang memahami. Tabik! #INISIATIF

GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Selasa, 3 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Sel
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Selasa, 3 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) - PIC Match 1 dan 2 : @withhardshipwillbeease @Ikaisnawati89 - PIC Match 3 dan 4 : @papavesya @shintaaeyoung
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Kalah kudukung, menang kusanjung 🫡 Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta hari ini (2 Juni 2025). Sampai bertemu di ma
Kalah kudukung, menang kusanjung 🫡 Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta hari ini (2 Juni 2025). Sampai bertemu di match selanjutnya 🇲🇨

Demi efektifitas waktu seluruh kegiatan kita, maka Batas keterlambatan seluruh pemain adalah maksimal 5 menit (sebelum dinyat
Demi efektifitas waktu seluruh kegiatan kita, maka Batas keterlambatan seluruh pemain adalah maksimal 5 menit (sebelum dinyatakan kalah WO oleh Panitia). Semoga berkenan 🙏

GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Senin, 2 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Sele
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Senin, 2 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) - PIC Match 1 dan 2 : @aliamahoroe @Andraa_Windraa - PIC Match 3 dan 4 : @FarisFR @Sonia_Fransiska
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram

Apa Itu Qonaah di Era Digital? 😇 Oleh: Nadirsyah Hosen Qonaah adalah suatu sikap dalam Islam yang berarti merasa cukup dan p
Apa Itu Qonaah di Era Digital? 😇 Oleh: Nadirsyah Hosen
Qonaah adalah suatu sikap dalam Islam yang berarti merasa cukup dan puas dengan apa yang telah Tuhan berikan, tanpa merasa kekurangan atau iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Sikap qanaah menunjukkan keridhaan hati terhadap ketentuan Tuhan dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.
Di era digital ini, ketika hidup sering diukur dengan jumlah likes, views, dan followers, konsep qonaah—merasa cukup dengan yang ada—terdengar seperti sinyal lemah di tengah hiruk-pikuk notifikasi. Tapi justru karena dunia makin bising, qonaah jadi oasis yang menenangkan. Qonaah bukan berarti anti kemajuan atau pasrah tanpa usaha. Ia bukan malas bertumbuh, tapi tahu kapan cukup. Ia bukan berhenti bermimpi, tapi sadar bahwa tak semua impian harus membuatmu lelah mengejar validasi. Ketika teman-temanmu mulai pamer liburan, gadget baru, postingan kemesraaan atau pencapaian yang tampak sempurna di layar kaca, qonaah mengajarkan kita untuk tetap bersyukur tanpa iri. Bukankah orang bijak telah memberi petuah: “Orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki paling banyak, tapi yang paling sedikit kebutuhannya.” Qonaah di era digital itu seperti mematikan notifikasi demi ketenangan hati. Seperti unfollow akun yang menebar kebencian, uninstall aplikasi yang menjerumuskan hidup. Atau seperti memilih menikmati makanan bersama kolega/keluarga, ketimbang langsung sibuk mengedit foto makanannya agar tampak lebih estetik di Instagram. Qonaah itu bisa menerima dan menikmati hidup dengan penuh cinta. Masih relevankah qonaah? Justru sekarang qonaah lebih dibutuhkan daripada sebelumnya. Di dunia yang mengajarkan “kurang terus,” qonaah membisikkan: “yang ada sudah cukup asal disyukuri.” Qonaah itu tak perlu membandingkan apa yang kita punya dan hadapi dalam hidup ini dengan apa yang dialami dan dimiliki orang lain. Yang tampak berlebih belum tentu bahagia. Yang terlihat kurang, belum tentu menderita. Dan mungkin pada akhirnya, yang membuat kita tenang bukanlah apa yang kita posting di medsos, tapi hati yang berkata: “Aku tak punya segalanya, tapi bagiku, hidupku ini cukup. Dan merasa cukup… adalah bentuk cinta terbaik pada diri sendiri.” Aku cukup bagimu. Kamu cakep banget untukku. Gitu gak sih konsepnya? Atau malah gini yah.. Bagiku, dirimu. Bagi dirimu, aku gak boleh dibagi-bagi 🩷🙏🏻 #INISIATIF