uk
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Відкрити в Telegram
5 141
Підписники
-124 години
-167 днів
-5730 день
Архів дописів
menasihati untuk (beribadah kepada) Allah, (menaati) Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum awamnya. ➡ Karena keamanan hak semua orang, kedaulatan ini adalah kedaulatan semua rakyat dan negara ini negaranya semua rakyat. Dan Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan untuk saling tolong-menolong dan memerintahkan kepada setiap orang yang diberi tanggungjawab di dalam pekerjaan yang diamanahkan kepadanya untuk menunaikan sesuai dengan cara yang benar. ➡ Inilah kewajiban atas semua rakyat. Dan hendaknya melaporkan setiap orang yang menginginkan kekacauan atau ingin merusak persatuan yang diberkahi ini. ➡ Tidak melakukan tugas dengan baik dan tidak melaporkan orang yang merusak termasuk khianat, dan Allah tidak mencintai sifat khianat; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ 🌴 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kalian mengetahui.” (Al-Anfal: 27)   ✅ Ini termasuk dari amanah. Allah ta'ala berfirman kepada para pemimpin, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ  إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا 🌴 “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (An-Nisa: 53) ➡ Maksudnya hendaklah kalian menyerahkan tugas-tugas kepada ahlinya yang mau melaksanakannya dari orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan tulus dalam menjalankan tugas. Yang demikian ini demi tercapainya kemaslahatan seluruh kaum muslimin. Semuanya menunaikan tugas yang diserahkan kepadanya. Dan apabila ada seseorang yang berusaha untuk memutuskan tongkat ketaatan (memberontak kepada penguasa, pen) maka bagi yang mengetahuinya wajib atasnya untuk melaporkan walau kerabat terdekatnya. Dan janganlah dia merasa takut terhadap celaan manusia dikarenakan menegakkan hukum Allah. Tidak boleh segan kepada seorang pun, karena ini pengkhianatan namanya. Dan Allah ta'ala tidak mencintai orang-orang yang berkhianat. Ini termasuk kewajiban atas semua rakyat. ➡ Dan keamanan adalah urusan semua warga negara, dan Allah ta'ala memerintahkan kita untuk menjaga keamanan negeri, menjaga agama kita dan menjaga kepentingan kita bersama. Maka kita tidak boleh memberikan peluang kepada orang-orang yang mempermainkan dan merusak berada di tengah-tengah kita dengan apa pun mereka menamakan diri, dan dengan mazhab (pemikiran) apa pun mereka berpendapat. ➡ Karena sesungguhnya kaum muslimin harus berada di atas Al-Quran dan As-Sunnah. ➡ Maka semua yang menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah wajib untuk diingkari dan dihilangkan dari hadapan kaum muslimin. Dan ini kewajiban atas semua orang baik secara individu ataupun kelompok-kelompok. Tidak boleh bagi seorangpun untuk diam terhadap orang yang berusaha untuk mencari celah dengan perkara ini walaupun dia termasuk karib kerabatnya. ✅ Karena Nabi shallallahu'alaihi wa sallam telah bersabda, مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ، وَالْوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا، وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ، وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا 🌴 “Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dengan orang yang melanggarnya adalah seperti sekelompok orang yang bersama-sama menaiki sebuah kapal. Sebagian dari mereka menaiki dek bagian atas dan sebagian yang lain dek bagian bawah. Maka orang-orang yang

🚧 Pelajaran untuk Semua Negara dari Hukuman Mati terhadap 47 Teroris Syi'ah dan Khawarij di Arab Saudi (Nasihat Ulama Besar Ahlus Sunnah) 🌱 ✒ Asy-Syaikh Al-'Allamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 📚 Pewawancara: Wahai Syaikh yang mulia Shalih bin Fauzan Alu Fauzan anggota Haiah Kibarul Ulama (Badan Ulama Besar) dan anggota Lajnah Daimah lil Buhutsil Ilmiah wal Ifta' (Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa), semoga Allah memuliakan Anda, Anda sudah mendengar penjelasan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri pagi hari ini. Dan di antara perkara yang diumumkan adalah pelaksanaan hukuman mati bagi para pemberontak sebagai hukuman dan peringatan terhadap ke 47 teroris di dua belas daerah di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Bagaimana tanggapan Anda? 📝 Syaikh Menjawab: Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad. Amma ba'du; ➡ Sesungguhnya hukum Islam terhadap orang-orang yang melakukan kerusakan di muka bumi, yang tidak melakukan perbaikan namun justru menginginkan hilangnya keamanan dan keluar (membangkang) terhadap Jamaah kaum muslimin (pemerintah yang sah) adalah menghukumi mereka sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dan mereka termasuk para pemberontak dan pengacau keamanan atau termasuk dari Khawarij. Mereka berada di antara dua kelompok ini. Dan yang lebih parah adalah bahwa mereka termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi. ✅ Dan Allah ta'ala telah berfirman tentang mereka ini, إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلَافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنَ الْأَرْضِ  ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا  وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِن قَبْلِ أَن تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ  فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 🌴 "Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan berbuat kerusakan di muka bumi itu tidak lain hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka dengan silang atau diasingkan dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka memperoleh azab yang besar. Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menangkap mereka. Ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Maidah: 33-34) ➡ Keamanan adalah hak setiap orang, dan pemerintah adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap negara Islam (Arab Saudi) yang diberkahi ini. Demikian juga pasukan militernya, rakyat dan para ulamanya. Serta setiap orang yang melaksanakan tugas negara yang diserahkan kepadanya. ➡ Maka sesungguhnya yang demikian ini merupakan bentuk saling tolong-menolong pada hal kebaikan dan ketakwaan. ✅ Allah ta'ala berfirman, وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ  وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ  إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَاب 🌴 “Dan tolong menolonglah kalian dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (Al-Maidah: 2) ➡ Oleh karena itu harus saling tolong menolong, dan setiap orang yang diberi amanah harus menunaikan pekerjaannya. ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, الدِّينُ النَّصِيحَةُ،. قَالُوا: لِمَنْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ  وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ 🌴 "Agama adalah nasihat. Sahabat bertanya: Nasihat untuk siapakah wahai Rasulullah? Beliau bersabda, "Untuk (beribadah kepada) Allah, (mengamalkan) Kitab-Nya, (menaati) Rasul-Nya, nasihat bagi pemimpin kaum muslimin dan orang-orang awamnya." (HR. Muslim) ➡ Maka ini adalah kewajiban semuanya untuk menunaikan amanah yang diserahkan kepadanya. Demikian juga masing-masing dari setiap individu masyarakat harus saling

⛔ Larangan Berbicara dan Berbuat Sia-sia Saat Mendengar Khutbah Jum'at dan Cara Membangunkan Orang yang Tidur 🚫 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ 🌴 “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari jum’at: Diamlah! Padahal imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1. Hadits yang mulia ini menunjukkan wajibnya diam dan mendengar khutbah Jum'at serta haramnya berbicara. ✅ Al-Hafiz Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata, لا خلاف بين فقهاء الأمصار في وجوب الإنصات للخطبة على من سمعها "Tidak ada perbedaan pendapat di antara ahli-ahli fiqh dari berbagai negeri bahwa wajib atas orang yang mendengar khutbah (Jum'at) untuk diam." [Al-Istidzkar, 5/43] ✅ Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, وسماه النبي صلى الله عليه وسلم لاغياً مع أنه آمر بالمعروف، فدل ذلك على وجوب الإنصات وتحريم الكلام حال الخطبة 🌴 "Dan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam menamakannya sebagai orang yang berbuat sia-sia padahal ia memerintahkan yang ma'ruf, maka itu menunjukkan wajibnya diam dan haramnya berbicara saat khutbah." [Majmu' Al-Fatawa, 30/252-253] 2. Ringkasan Beberapa Permasalahan: ➡ Mengucapkan salam dan menjawab salam serta mendoakan orang yang bersin ketika imam sedang khutbah juga terlarang. ➡ Bahkan melarang kemungkaran dengan lisan juga terlarang. ➡ Pengecualiaan bagi orang yang diajak berbicara oleh khatib karena suatu keperluan maka boleh berbicara sebatas keperluan. ➡ Boleh berbicara sebelum dan sesudah khatib berkhutbah atau ketika khatib diam di antara dua khutbah. ➡ Apabila ada orang yang mengucapkan salam hendaklah dijawab saat khatib selesai berkhutbah atau di antara dua khutbah. ➡ Boleh memberi isyarat kepada orang yang mengucapkan salam dan berjabat tangan tanpa berbicara. ➡ Ketika mendengar khatib menyebut nama Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam maka boleh bershalawat secara pelan, tidak dikeraskan. ➡ Juga boleh mengaminkan doa khatib secara pelan, tidak dikeraskan. ➡ Boleh berbicara dalam kondisi darurat seperti para petugas di Masjidil Haram yang menegur orang-orang yang duduk atau sholat di arus keluar masuk jama'ah. ➡ Dianjurkan sholat tahiyyatul masjid walau khatib sedang khutbah. ➡ Boleh merekam khutbah. 📚 [Lihat Fatawa Lajnah, 8/240-250] 3. Hadits yang mulia ini juga menunjukkan bahwa semua perbuatan sia-sia terlarang, seperti memainkan jari-jari, kerikil, jenggot, HP, pena dan lain-lain. ➡ Apalagi berbicara, bahkan menegur orang lain yang berbicara pun dihukumi sebagai perbuatan sia-sia, padahal asalnya disyari'atkan karena termasuk amar ma'ruf dan nahi munkar. ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَى 🌴 "Dan barangsiapa yang menyentuh (memainkan) kerikil maka ia telah berbuat sia-sia." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] 4. Lalu bagaimana cara menegur yang dibolehkan? Bagaimana pula dengan saudara kita yang tertidur saat khutbah Jum'at, apakah kita bangunkan atau biarkan saja? ➡ Jawabannya: Harus ditegur dengan memberi isyarat tanpa berbicara dan dibangunkan dengan cara menyentuhnya, tidak dengan ucapan. ✅ Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, يستحب إيقاظهم بالفعل لا بالكلام؛ لأن الكلام في وقت الخطبة لا يجوز 🌴 "Dianjurkan untuk membangunkan mereka dengan perbuatan bukan dengan ucapan, sebab berbicara ketika khutbah tidak boleh." [Majmu' Al-Fatawa, 30/252-253] 5. Mengkhususkan pembacaan hadits ini ketika imam sedang naik mimbar atau setelahnya, baik dibaca oleh imam maupun mu'adzin, termasuk bid'ah (lihat Fatawa Lajnah, 8/241-242). ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 💻Sumber: http://sofyanruray.info/larangan-berbicara-dan-berbuat-sia-sia-saat-mendengar-khutbah-jumat-dan-cara-membangunkan-orang-yang-tidur/

🚧 Penerapan Hukum Islam di Arab Saudi, Antara Pujian Ulama dan Celaan Kelompok Sesat 🎈 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Al-Imam Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, أقول- وأشهد الله تعالى على ما أقول وأشهدكم أيضاً – إنني لا أعلم أن في الأرض اليوم من يطبق من شريعة الله ما يطبقه هذا الوطن أعني المملكة العربية السعودية، وهذا بلا شك من نعمة الله علينا فلنكن محافظين على ما نحن عليه اليوم، بل ولنكنمستزيدين من شريعة الله- عز وجل- أكثر مما نحن عليه اليوم، لأنني لا أدّعي الكمال، وأننا في القمة بالنسبة لتطبيق شريعة الله لا شك أننا نخل بكثير منها، ولكننا خير والحمد لله مما نعلمه من البلاد الأخرى، ونحن إذا حافظنا على ما نحن عليه اليوم، ثم حاولنا الاستزادة من التمسك بدين الله- عز وجل- عقيدة ومنهاجًا فإن النصر يكون حليفنا ولو اجتمع علينا مَنْ بأقطارها، لأن الله- عز وجل- يقول وهو الذي بيده ملكوت السماوات والأرض: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ) 🌴 “Aku katakan –dan aku persaksikan kepada Allah dan kepada kalian terhadap ucapanku ini- bahwa sungguh aku tidak mengetahui di dunia ini pada masa ini yang menerapkan syari’at Allah seperti yang diterapkan negeri ini, maksudku Kerajaan Arab Saudi, dan tidak diragukan lagi ini termasuk nikmat Allah kepada kita, maka hendaklah kita menjaga nikmat yang kita rasakan hari ini, bahkan hendaklah kita menambah penerapan syari’at Allah ‘azza wa jalla lebih banyak lagi dari apa yang sudah kita terapkan hari ini, karena kita tidak boleh mengklaim sempurna (dalam penerapan syari’at), dan memang pada kenyataannya dalam penerapan syari’at kita masih banyak kekurangan, akan tetapi segala puji hanya bagi Allah sepanjang yang kami ketahui bahwa syari’at yang kita terapkan lebih baik dari negeri-negeri yang lain. 🌴 Dan apabila kita menjaga apa yang sudah kita capai hari ini, kemudian kita terus berusaha menambah kuat berpegang teguh dengan agama Allah ‘azza wa jalla, baik aqidah maupun manhaj, maka pertolongan Allah akan selalu bersama kita meski seluruh dunia bersatu untuk memusuhi kita, karena Allah ‘azza wa jalla yang di tangan-Nya kerajaan langit dan bumi telah berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ 🌴 “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka.” (Muhammad: 7-8) [Majmu’ Fatawa war Rosaail, 25/505-506] 📝Baca Selengkapnya: 💻http://sofyanruray.info/mengapa-hizbut-tahrir-membenci-arab-saudi/ 💻http://sofyanruray.info/menyibak-hakikat-hizbut-tahrir-bantahan-terhadap-kesesatan-hizbut-tahrir-bag-1/ 💻http://sofyanruray.info/untukmu-saudaraku-mualaf-pengikut-hizbut-tahrir-menyibak-hakikat-hizbut-tahrir-bag-2/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh

🍒 Kewajiban dan Keutamaan Taubat dan Istighfar 🍇 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Allah ta’ala berfirman tentang ucapan Nabi Nuh 'alaihissalaam, فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً 🌴 “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan melimpah, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Kewajiban taubat dan istighfar; memohon ampun kepada Allah ta’ala yang Maha Pengampun dari dosa syirik, bid’ah dan maksiat. Dan taubat yang benar haruslah memenuhi enam syarat: ✅ Pertama: Ikhlas karena Allah ta’ala. ✅ Kedua: Segera meninggalkan dosa tersebut. ✅ Ketiga: Menyesalinya. ✅ Keempat: Bertekad tidak akan mengulanginya. ✅ Kelima: Segera sebelum tertutup pintu taubat, yaitu sebelum ajal menjemput atau terbitnya matahari dari arah Barat. ✅ Keenam: Jika dosa itu adalah kezaliman kepada orang lain seperti ghibah dan merampas harta maka wajib meminta maaf, atau meminta penghalalan dan atau mengembalikan haknya. Kecuali ghibah yang tidak diketahui oleh orang yang dighibahi maka cukup dengan mendoakannya. 2) Keutamaan istighfar di dunia dan akhirat: ✅ Di dunia membuka pintu rezeki dan keturunan. ✅ Di akhirat mendapatkan ampunan dan rahmat. 3) Diantara metode dakwah yang digunakan para nabi dan rasul 'alaihimussalaam adalah: ✅ Targhib; memberikan motivasi dengan menyebutkan keutamaan-keutamaan suatu amalan, baik keutamaan di dunia maupun di akhirat. ✅ Demikian pula dengan Tarhib; mengingatkan bahaya-bahaya meninggalkan suatu amalan. 4) Terkait permasalahan niat dalam ibadah: ✅ Ayat yang mulia ini menunjukkan bolehnya beribadah kepada Allah ta’ala dengan niat karena Allah dan juga ingin mendapatkan kenikmatan dunia. ✅ Namun yang paling utama apabila seseorang meniatkan semata-mata karena Allah ta’ala. ✅ Atau meniatkan bahwa kenikmatan dunia tersebut untuk membantunya dalam beribadah kepada Allah ta’ala. 5) Adapun niat ibadah yang tercela adalah: ↘ Beribadah demi untuk kenikmatan duniawi semata, tidak sedikit pun karena Allah dan mengharap kebahagiaan di akhirat, maka ini syirik besar. ↘ Beribadah karena Allah dan juga ingin diperlihatkan kepada orang lain demi mendapat pujian (riya’), maka ini syirik kecil. ↘ Beribadah semata-mata karena riya', atau riya' yang mendominasi, maka ini syirik besar. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/kewajiban-dan-keutamaan-taubat-dan-istighfar/

Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata, هذه الأحاديث على وجوب معاقبة الكهان ومن يذهب إليهم من قِبَل ولاة الأمور، لأجل إراحة المسلمين من شرّهم، ووقاية المجتمع من خطرهم، لأن خطر الكُهّان في المجتمع خطر شديد يقضي على عقيدة التّوحيد، وينشر الخوف والرّعب بين الناس، لأن هؤلاء الكُهّان يُرهبون النّاس بما يقولون لهم من الكذب والوعيد والترهيب حتى يخيفوهم، كما قال تعالى: {وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْأِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً}، يعني: خوفاً. فهؤلاء وجودهم في المجتمع يسبب الإرهاب، ويسبب التشويش على عقول الناس، والخوف، ويروِّجون الكذب والشر، حتى يُصبح النّاس في خوف وقلق بسبب الكهّان، يأتونهم ويقولون لأحدهم: إن فلاناً عمل لك سحراً، أو ربطك، أو ربط فيك الجن، أو غير ذلك من أكاذيبهم وإرجافاتهم. 🌴 “Hadits-hadits ini menunjukkan kewajiban pemerintah untuk menghukum para dukun dan orang yang mendatangi mereka, demi menyamankan kaum muslimin dari kejelekan mereka dan melindungi masyarakat dari bahaya mereka, karena bahaya para dukun di masyarakat sangat besar yang dapat merusak aqidah tauhid dan menebarkan ketakutan serta kecemasan di tengah-tengah manusia, karena para dukun tersebut menakut-nakuti manusia dengan ucapan mereka yang mengandung dusta, ancaman dan usaha membuat takut agar manusia takut kepada mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala, وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْأِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً 🌴 “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6) 🌴 Menambah kesalahan artinya menambah ketakutan. Maka keberadaan para dukun dalam masayarakat dapat menebarkan teror, mengotori akal manusia, memunculkan rasa takut, menyebarkan kedustaan dan kejelekan, sehingga jadilah manusia dalam kecemasan dan kegelisahan disebabkan para dukun; tatkala mereka mendatangi para dukun, lalu para dukun tersebut berkata: Sesungguhnya fulan telah menyihirmu, atau mengikatmu dengan sihirnya, atau mengirim jin kepadamu, atau selain itu dari berbagai kedustaan dan provokasi mereka yang menebar terror.” [I’aanatul Mustafid, 1/370] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/larangan-mendatangi-dukun-dan-kewajiban-pemerintah/

⛔ Larangan Mendatangi Dukun dan Kewajiban Pemerintah 🔥 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً 🌴 “Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu bertanya tetang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam.” [HR. Muslim dari Hafshoh radhiyallahu’anha] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Siapa yang dimaksud paranormal atau tukang ramal? ✅ Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, أَمَّا الْعَرَّافُ فَقَدْ سَبَقَ بَيَانُهُ وَأَنَّهُ مِنْ جُمْلَةِ أَنْوَاعِ الْكُهَّانِ قَالَ الْخَطَّابِيُّ وَغَيْرُهُ الْعَرَّافُ هُوَ الَّذِي يَتَعَاطَى مَعْرِفَةَ مَكَانِ الْمَسْرُوقِ وَمَكَانَ الضَّالَّةِ وَنَحْوِهِمَا 🌴 “Adapun paranormal, telah lewat penjelasannya, bahwa ia termasuk golongan para dukun. Al-Khattabi dan selain beliau rahimahumullah berkata: Paranormal adalah yang melakukan ritual untuk mencari tahu tempat barang yang dicuri, tempat barang yang hilang dan yang semisalnya.” [Syarh Muslim, 14/227] 2) Ancaman dalam hadits ini berlaku bagi siapa yang bertanya kepada dukun atau tukang ramal, baik membenarkan maupun tidak ataupun ragu, hanya saja kalau ia membenarkan maka ia kafir. ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَعَلَى مُحَمَّد 🌴 “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu ia mempercayai ucapan dukun atau peramal tersebut maka ia telah kafir terhadap (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam-.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan Al-Bazzar dari Jabir radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3387] ⏩ Hanyalah dibolehkan bertanya apabila untuk membuktikan kelemahan dan kedustaan dukun. Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah Aalusy Syaikh rahimahullah berkata, وظاهر الحديث أن هذا الوعيد مرتب على مجيئه وسؤاله سواء صدقه، أو شك في خبره، لأن إتيان الكهان منهي عنه، كما في حديث معاوية بن الحكم السلمي "قلت: يا رسول الله إن منا رجالاً يأتون الكهان قال: فلا تأتهم". رواه مسلم. ولأنه إذا شك في خبره، فقد شك في أنه لا يعلم الغيب، وذلك موجب للوعيد، بل يجب عليه أن يقطع ويعتقد أنه لا يعلم الغيب إلا الله 🌴 “Zhahir hadits ini menunjukkan bahwa ancaman bagi yang mendatangi dukun dan bertanya kepadanya, sama saja apakah ia percaya dengan ucapan dukun tersebut atau tidak, karena mendatangi dukun telah dilarang (walau tanpa bertanya sekali pun), sebagaimana dalam hadits Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu’anhu: “Aku berkata, wahai Rasulullah, وَإِنَّ مِنَّا رِجَالًا يَأْتُونَ الْكُهَّانَ، قَالَ: فَلَا تَأْتِهِمْ 🌴 “Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun, maka beliau bersabda: Jangan mendatangi mereka (para dukun).” (HR. Muslim) 🌴 Dan karena apabila ia ragu dengan berita dukun, maka ia telah ragu apakah dukun tersebut mengetahui ilmu ghaib atau tidak, maka ini mengharuskan ia mendapat ancaman yang tertera dalam hadits ini, karena yang wajib baginya adalah meyakini dengan pasti bahwa tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah ta’ala.” [Taisirul ‘Azizil Hamid, hal. 347] 3) Apabila orang yang bertanya kepada dukun saja telah dihukumi tidak diterima sholatnya selama 40 hari dan yang membenarkannya dihukumi kafir, maka bagaimana lagi dengan dukun itu sendiri…?! 4) Tidak diterima sholatnya maksudnya bukan tidak sah dan bukan pula tidak wajib lagi shola, tetapi wajib atasnya melakukan sholat dan sholatnya sah namun tidak berpahala, apabila ia meninggalkan sholat maka ia telah melakukan kekafiran dalam bentuk yang lain. ✅ An-Nawawi rahimahullah berkata, وَأَمَّا عَدَمُ قَبُولِ صلاته فمعناه أنه لاثواب لَهُ فِيهَا وَإِنْ كَانَتْ مُجْزِئَةً فِي سُقُوطِ الفرض عنه ولايحتاج مَعَهَا إِلَى إِعَادَةٍ 🌴 “Adapun makna tidak diterima sholatnya adalah tidak ada pahala baginya dalm sholat tersebut, meski sholatnya cukup dalam menjatuhkan kewajiban darinya, sehingga dengan itu ia tidak perlu untuk mengulang sholatnya.” [Syarh Muslim, 14/227, Taisirul ‘Azizil Hamid, hal. 347-348] 5) Apa kewajiban Pemerintah?

🌻 Indahnya Memaafkan 🌹 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا ✅ “Dan tidaklah Allah ta’ala menambah kepada seorang hamba dengan sifat pemaaf kecuali kemuliaan.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Keutamaan memaafkan orang yang berbuat zalim kepada kita, dan bahwa itu bukanlah sebuah kehinaan dan kelemahan, bahkan kemuliaan. 2) Kemuliaan dalam hadits ini bisa bermakna kemuliaan di dunia, yaitu apabila seseorang sudah dikenal manusia sebagai orang yang pemaaf dan lapang dada maka ia akan dimuliakan oleh mereka. 3) Kemuliaan di sini juga bermakna kemuliaan di akhirat, yaitu pahala yang besar dan ganjaran yang baik. 4) Pemaafan yang dimaksudkan di sini apabila mendatangkan perbaikan, yaitu umumnya manusia yang berbuat salah lalu dimaafkan maka ia akan menyadari kesalahannya dan berbuat baik kepada kita. Adapun apabila tidak mendatangkan perbaikan, misalkan orang yang berbuat zalim tersebut dikhawatirkan akan berbuat zalim lagi kepada orang lain maka tidak boleh dimaafkan. Harus ditegakkan hukum atasnya, dan bukan berarti membalas berbuat zalim kepadanya. 5) Keindahan akhlak Islam yang berasal dari syari’at Rabbul ‘alaamiin. 📚 [Lihat Syarhu Muslim (16/141) Faidhul Qodir (5/643) dan Syarhu Riyadhus Shalihin lisy Syaikh Ibni ‘Utsaimin rahimahullah] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/indahnya-memaafkan/

🌹 Mendahulukan Pernikahan Saudari yang Lebih Tua, Haruskah? ✒ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 📥 Tanya: Ada satu adat di negeri kami yang saya tidak tahu apakah hanya suatu kebiasaan ataukah memang disyari’atkan. Aku ingin tahu pandangan syari’at tentang ini, yaitu kebiasaan sebagian keluarga apabila datang orang yang melamar putri mereka yang termuda maka mereka tidak mau menikahkannya jika masih ada putri yang lebih tua (kakaknya) yang belum menikah? 📤 Jawab: Ini adalah adat yang jelek, tidak sepatutnya dilakukan. Wajib bagi para wali wanita untuk menikahkannya jika telah ada yang melamarnya seorang yang sekufu lagi baik agama dan akhlaqnya, jika si wanita menyukainya, walaupun dia putri termuda tidak boleh ditunda pernikahannya sampai kakaknya menikah. ✅ Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, إذا خطب إليكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض 🎈 “Apabila seseorang melamar putri kalian yang kalian ridhoi agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia, jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi bencana dan kerusakan yang luas di bumi.” [HR. At-Tirmidzi no. 1084] ➡ Juga karena penundaan itu adalah kezaliman kepadanya dan bisa menjadi sebab keduanya pada akhirnya tidak jadi menikah. ✅ Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan, اتقوا الظلم فإن الظلم ظلمات يوم القيامة 🚧 “Takutlah berbuat zalim, karena kezaliman adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari no. 2447 dan Muslim no. 2578] 🌴 Maka wasiatku kepada para wali (orang tua) untuk bertakwa kepada Allah ta’ala dan segera menikahkan wanita-wanita yang berada di bawah perwalian mereka dengan laki-laki yang sekufu (dalam agama dan akhlaq). ⛔ Dan hendaklah berhati-hati dari kezaliman terhadap para wanita dan menunda pernikahan mereka tanpa alasan yang benar. Semoga Allah ta’ala memberikan taufiq kepada semuanya. 📚[Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah, 20/420] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/mendahulukan-pernikahan-saudari-yang-lebih-tua-haruskah/

🍒🕌 Anjuran Sholat Tahiyyatul Masjid Walau Imam Sedang Khutbah 🌱 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Sahabat yang Mulia Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma berkata, جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَجَلَسَ، فَقَالَ لَهُ “يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا” ثُمَّ قَالَ : “إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا” 🌴 “Sulaik Al-Ghothofani datang ke masjid pada hari Jum’at ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sedang berkhutbah, ia pun langsung duduk. Maka beliau bersabda kepadanya: Wahai Sulaik, berdirilah, lalu sholatlah dua raka’at dan ringankanlah sholatmu. Kemudian beliau bersabda: Jika seorang dari kalian datang ke masjid pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah maka hendaklah ia melakukan sholat (tahiyyatul masjid) dua raka’at, dan hendaklah ia meringankan sholatnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan lafaz milik Muslim] 📝#Beberapa_Pelajaran: 1) Dianjurkan untuk menghadiri sholat Jum’at dengan bersegera sebelum khatib naik mimbar dan hendaklah melakukan sholat tahiyyatul masjid ketika pertama tiba di masjid. 2) Apabila seseorang datang terlambat setelah khatib naik mimbar, tetap disunnahkan baginya untuk sholat tahiyyatul masjid walau khatib sedang khutbah dan dimakruhkan baginya untuk duduk sebelum sholat dua raka’at. 3) Dalam keadaan ini, disunnahkan sholat yang ringan, tidak memperpanjang bacaan agar dapat segera mendengarkan khutbah. 4) Bolehnya khatib berbicara kepada jama’ah apabila ada suatu keperluan, dan jama’ah yang diajak berbicara boleh menjawab karena dalam riwayat lain Sulaik ditanya terlebih dahulu oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: أَصَلَّيْتَ يَا فُلَانُ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَارْكَعْ 🌴 “Apakah engkau sudah sholat wahai Fulan? Beliau menjawab: Belum. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Bangkitlah lalu sholat.” 5) Anjuran untuk selalu memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar serta membimbing kepada kemaslahatan dalam setiap keadaan, tempat dan waktu. 6) Sholat tahiyyatul masjid dikerjakan dua raka’at. 7) Sholat sunnah di siang hari juga dua raka’at, dua raka’at. 8) Sholat tahiyyatul masjid masih bisa dikerjakan walau seseorang sudah sempat duduk apabila ia belum mengetahui sebelumnya. 9) Sholat tahiyyatul masjid tidak boleh ditinggalkan meski di waktu-waktu terlarang untuk sholat, karena pendapat yang kuat insya Allah adalah, sholat-sholat sunnah yang memiliki sebab boleh dikerjakan meski di waktu-waktu terlarang. 10) Sholat sunnah tahiyyatul masjid termasuk sunnah mu’akkadah, namun apabila sudah dikumandangkan iqomah maka hendaklah segera memutuskan sholat sunnah apa pun dan ikut sholat berjama’ah. 📚[Disarikan dari Syarhu Muslim lin Nawawirahimahullah, 6/164-165] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/anjuran-sholat-tahiyyatul-masjid-walau-imam-sedang-khutbah/

Tahun Baru Awas Bencana Besar.m4a41.07 MB

🌿 "Bersemangatlah dalam berteman dengan orang-orang baik yang senantiasa membimbingmu apabila kamu menyimpang, memberi petunjuk kepadamu apabila kamu tersesat, mengingatkanmu apabila kamu lupa, dan mengajarkanmu apabila kamu belum tahu." [Syarhul Bukhari, 1/62] 5) Sebaik-baik teman adalah para ulama dan penuntut ilmu agama, yaitu orang-orang yang menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sesuai dengan Pemahaman Salaf; mereka sibuk mempelajarinya, mengamalkannya dan mengajarkannya. ✅ Al-Imam Maimun bin Mihran rahimahullah berkata, وجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء 🌿 "Aku dapati kebaikan hatiku dalam bermajelis bersama para ulama." [Jaami' Bayaanil 'Ilmi wa Fadlih, 1/221] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ✏ Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 💻Sumber: http://sofyanruray.info/akibat-pergaulan-yang-salah/

💔 Akibat Pergaulan yang Salah 🔥 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Allah ta’ala berfirman, وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا، يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا، لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا 🌴 “ Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya), seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman karibku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan setan itu adalah penipu manusia.” [Al-Furqon: 27-29] 📝#Beberapa_Pelajaran: 1) Dalam ayat yang mulia ini terdapat peringatan untuk memilih teman yang baik dan menjauhi teman yang jelek; ➡ Karena pada hakikatnya teman yang jelek adalah setan, yang selalu mengajak untuk melakukan dosa, baik mengajak dengan ucapannya maupun perbuatannya. ➡ "Dan setan itu adalah penipu manusia" maknanya setan menghiasi kejelekan hingga nampak baik di mata manusia, atau sebaliknya menjelek-jelekan kebaikan hingga nampak buruk di mata manusia, kemudian di akhirat kelak dia berlepas diri dari manusia, maka yang tersisa hanyalah penyesalan manusia yang tiada lagi berarti (lihat Tafsir As-Sa'di, hal. 581). ➡ Kewajiban orang tua terhadap anak atau suami terhadap istri untuk memperhatikan dengan siapa anak dan istri mereka berteman. ➡ Berapa banyak sudah orang baik yang terjerumus dalam dosa karena berteman dengan orang-orang yang suka berbuat dosa, apakah dosa syirik, bid'ah maupun maksiat. ➡ Bahkan tidak jarang, anak baik masuk pesantren bukan menjadi lebih baik malah menjadi rusak karena berteman dengan anak-anak nakal yang 'dibuang' orang tuanya ke pesantren, terlebih lagi ketika si anak kehilangan kontrol orang tuanya dan para pengasuh di pondok tidak sanggup mengontrol anak-anak dengan baik. ➡ Padahal di masa-masa seorang anak masih labil dan belum dewasa, peran orang tua sangat penting untuk memberikan pendidikan emosional, menunjukkan kasih sayang dan memperhatikan dengan siapa anak-anak mereka berteman dan terus mengawasi apa dampak dari pertemanan tersebut. 2) Segeralah bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebelum datang hari ketika penyesalan tiada lagi bermanfaat; ➡ Diantara sebab terbesar yang membantu seorang hamba untuk bertaubat adalah berteman dengan orang-orang yang baik dan menjauhi teman-teman yang jelek atau lingkungan pergaulan yang tidak baik, karena hati manusia itu lemah, cepat atau lambat, sedikit atau banyak, dapat terpengaruh oleh lingkungan pergaulannya. ➡ Termasuk pertemanan dengan orang-orang yang tidak baik di media-media sosial hendaklah diwaspadai, jangan ragu untuk menasihati dan bila perlu memblokir teman-teman di media sosial yang dapat menjerumuskan Anda dalam dosa. ➡ Juga termasuk teman terjelek di masa ini yang perlu dijauhi adalah Televisi dan berbagai media yang menayangkan siaran-siaran perusak iman dan takwa. Jangan biarkan diri dan keluarga Anda terkena 'racun' media. 3) Teman yang baik adalah yang selalu mengajak kepada kebaikan, dialah saudara yang sejati. ✅ Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, أخوك من نصحك وذكرك ونبهك، وليس أخوك من غفل عنك وأعرض عنك وجاملك، ولكن أخاك في الحقيقة هو الذي ينصحك والذي يعظك ويذكرك، يدعوك إلى الله 🌿 "Saudaramu adalah yang menasihatimu, mengingatkanmu serta menegurmu, dan bukanlah saudaramu yang tidak memperhatikanmu, berpaling darimu serta menjilatmu, akan tetapi saudaramu yang hakiki adalah yang selalu menasihatimu, memberi wejangan kepadamu, mengingatkanmu serta mengajakmu kepada Allah." [Al-Fatawa, 14/21] 4) Hendaklah bersemangat dalam mencari dan menjaga pertemanan dengan orang-orang yang baik. ✅ Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata, احرص على أن تصحب أناس أهل خير يرشدونك إذاغويت ويهدونك اذا ضللت ويذكرونك اذا نسيت ويعلمونك اذاجهلت

📲📷 Salah Kaprah tentang Foto Akhwat di Medsos 📹💻 بسم الله الرحمن الرحيم 🌻 Sebagian Ikhwan dan Akhwat yang sudah ngaji mengira bahwa seorang wanita apabila telah menutup auratnya, terlebih telah bercadar boleh kemudian difoto, baik difoto sendiri (selfie) atau orang lain, lalu diunggah ke internet dan media-media sosial seperti Facebook dan Twitter, atau dijadikan foto profil BBM, WA dan lain-lain. ⛔ Ini adalah kesalahan besar karena wanita adalah aurat dan fitnah (godaan) yang muncul darinya bagi laki-laki sangat besar, walau dimaklumi bahwa foto wanita yang tidak menutup aurat pada umumnya lebih besar godaannya, tetapi bukan berarti foto wanita yang sudah menutup aurat tidak lagi menggoda kaum lelaki, bahkan bagi sebagian lelaki wanita yang menutup aurat lebih menggoda, lebih membuat penasaran. Dan sungguh sangat ironis sekali, ketika seseorang dinasihati agar tidak melakukannya maka ia berkata: Banyak Ikhwan dan Akhwat “Salafi” atau “bermanhaj salaf” yang melakukannya. Padahal dalil adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan perbuatan mereka. 🌹 Saudaraku saudariku rahimakumullaah, perhatikanlah ayat yang mulia berikut ini, قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ 🌿 “Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” [An-Nur: 30] 🌻 Ayat yang mulia ini memerintahkan untuk menahan pandangan dari wanita yang tidak halal, perhatikanlah dengan baik apakah ayat ini bersifat umum, atau memberi pengkhususan bahwa apabila wanita sudah menutup aurat boleh dipandang…?! 🌻 Jelas, ayat tersebut berlaku umum, mencakup semua wanita, kecuali yang dikhususkan dalam kondisi hajat atau darurat seperti melihat untuk keperluan pernikahan, menjadi saksi, pengobatan dan lain-lain, dibolehkan sebatas keperluan dan tidak disertai syahwat. 🌹 Perhatikan juga sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ 🌿 “Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan, maka apabila seorang dari kalian melihat wanita, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena dengan begitu akan menentramkan gejolak syahwat di jiwanya.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu] 🌻 Apakah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengatakan bahwa wanita yang membuka aurat datang dalam rupa setan dan wanita yang sudah menutup aurat datang dalam rupa malaikat…?! 🌻 Tidak, beliau hanya mengatakan wanita, maka berlaku umum, apakah yang sudah menutup aurat atau belum, hukumnya sama saja, tidak boleh dilihat tanpa alasan yang dibenarkan syari’at. 🌹 Oleh karena itu Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, 🌿 “Ulama berkata, makna hadits ini adalah peringatan dari hawa nafsu dan (bahaya) ajakan kepada fitnah (godaan) wanita, karena Allah telah menjadikan di hati-hati kaum lelaki adanya kecenderungan terhadap para wanita dan merasa nikmat ketika memandang mereka dan apa pun yang terkait dengan mereka, maka wanita menyerupai setan dari sisi ajakannya kepada kejelekan dengan bisikannya dan tipuannya. Dan dapat diambil kesimpulan hukum dari hadits ini bahwa tidak boleh bagi wanita untuk keluar di antara kaum lelaki kecuali karena satu alasan darurat (sangat mendesak), dan hendaklah kaum lelaki menundukkan pandangan; tidak boleh melihat pakaiannya dan hendaklah berpaling darinya secara mutlak.” [Syarhu Muslim, 9/178] 💾 Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/salah-kaprah-tentang-foto-akhwat-di-medsos/ ✏ Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com

🌹 KARENA KELEMBUTAN MEMPERINDAH SEGALA SESUATU 🎈 ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ 🌿 “Sesungguhnya kelembutan itu, tidaklah terdapat pada sesuatu kecuali ia akan membaguskannya, dan tidaklah ia dihilangkan dari sesuatu kecuali ia akan menjelekkannya.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha] 📝#Beberapa_Pelajaran: 1) Perintah menghiasi diri dengan akhlak kelembutan dalam segala urusan, seperti dalam bergaul dengan orang lain maupun dalam memperlakukan hewan, kendaraan dan yang lainnya. 2) Larangan bersifat kasar lagi keras. 3) Kelembutan adalah sebab meraih segala kebaikan dan sifat keras lagi kasar adalah sebab munculnya berbagai macam kejelekan. 4) Namun harus dipahami juga, terkadang sikap kasar lagi keras diperlukan dan dianjurkan dalam keadaan tertentu, seperti: ✅ Ketika memerangi orang-orang kafir. ✅ Atau ketika maslahat untuk bersikap keras lebih besar daripada berlemah lembut. 5) Keindahan dan keluhuran akhlak Islam. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: Penuh 💻Sumber: http://sofyanruray.info/jangan-kasar-saudaraku-jangan-membuat-manusia-lari-dari-agama-allah-taala/

Berkurban disyari'atkan dengan jenis hewan unta, sapi dan kambing. Andai seseorang berkurban dengan kuda atau ayam, maka kurbannya menjadi bid'ah. 3. Bilangan (ketentuan jumlah). Berdzikir disyari'atkan. Andai seseorang menentukan jumlah khusus seperti 1000 kali dalam sehari tanpa adanya dalil, maka dzikirnya menjadi bid'ah. 4. Tata cara (kaifiyyah) beribadah. Sholat 5 waktu telah ditentukan caranya. Andai seseorang menciptakan cara-cara tersendiri maka sholatnya menjadi bid'ah. 5. Waktu beribadah. Hari 'ied (hari yang selalu dirayakan atau diperingati secara berulang-ulang) telah ditentukan dalam syari'at yaitu Idul Adha dan Idul Fitri. Andai seseorang menambah-nambah hari di hari 'ied yang lain di waktu yang lain, maka ia telah berbuat bid'ah. Demikian pula haji telah ditentukan waktunya, andai seseorang berhaji di luar bulan-bulan haji maka hajinya menjadi bid'ah. 6. Tempat ibadah. Haji dan umroh diwajibkan. Andaikan seseorang melakukan haji dan umroh di selain baitullah atau tempat-tempat yang telah ditentukan, maka haji dan umrohnya menjadi bid'ah. Jadi, tidak cukup lafaz dzikir dan shalawat yang sesuai dalil, keenam sisi ini pun harus sesuai dalil, jika tidak maka menjadi bid’ah [Lihat Al-Ibda’ fi Kamaal As-Syar’i wa Khatharil Ibdtida’, Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah, hal. 21-23] ➡ Maka termasuk kesalahan pelaku bid’ah, ketika ia dilarang melakukan dzikir atau shalawat dengan kaifiyah tertentu atau menentukan bilangan tertentu atau waktu tertentu tanpa adanya dalil, ia pun mengatakan, “Anda melarang dzikir atau melarang shalawat”. Padahal yang dilarang adalah kaifiyyah yang salah atau penentuan bilangan atau penentuan waktu khusus yang tidak berdasarkan dalil. Dan jawaban yang paling tepat atas tuduhan tersebut adalah ucapan seorang pembesar tabi’in yang mulia, Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah. ➡ Al-Imam Al-Baihaqi Asy-Syafi’i rahimahullah meriwayatkan dengan sanad yang shahih sampai kepada Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah, أنه رأى رجلا يصلي بعد طلوع الفجر أكثر من ركعتين يكثر فيها الركوع والسجود فنهاه فقال : يا أبا محمد ! أيعذبني الله على الصلاة ؟ ! قال : لا ولكن يعذبك على خلاف السنة 🌴 “Bahwasannya beliau melihat seseorang melakukan sholat setelah terbit fajar lebih dari dua raka’at, ia memperbanyak rukuk dan sujud, beliau pun melarangnya, maka orang itu berkata: wahai Abu Muhammad, apakah Allah ta’ala akan mengazabku karena melakukan sholat? Beliau menjawab: Tidak, tetapi Allah Ta’ala akan mengazabmu karena menyelisihi sunnah.” ➡ Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengomentari, وهذا من بدائع أجوبة سعيد بن المسيب رحمه الله تعالى وهو سلاح قوي على المبتدعة الذين يستحسنون كثيرا من البدع باسم انها ذكر وصلاة ثم ينكرون على أهل السنة إنكار ذلك عليهم ويتهمونهم بأنهم ينكرون الذكر والصلاة ! ! وهم في الحقيقة إنما ينكرون خلافهم للسنة في الذكر والصلاة ونحو ذلك 🌴 “Ini diantara bentuk cerdasnya jawaban-jawaban Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah, dan jawaban ini merupakan senjata yang kuat untuk menghadapi para pelaku bid’ah yang menganggap baik (hasanah) terhadap banyak sekali perbuatan bid’ah, dengan dalih (bukan dalil, pen) amalan itu merupakan dzikir dan sholat. Lalu mereka mengingkari Ahlus Sunnah yang melarang bid’ah mereka, dan mereka menuduh Ahlus Sunnah melarang dzikir dan sholat, padahal hakikatnya yang diingkari adalah penyelisihan mereka terhadap sunnah dalam dzikir dan doa tersebut, dan amalan-amalan yang semisalnya.” [Irwaul Ghalil, 2/236] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah & Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 💻Sumber: http://sofyanruray.info/jawaban-ilmiah-untuk-kaidah-martabakiyah/

📝 Jawaban Ilmiah untuk Kaidah Martabakiyah 📚 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Dalam kaidah martabakiyah dikatakan: •Apa hukum telor? HALAL •Apa hukum tepung? HALAL •Apa hukum gula? HALAL •Apa hukum air ? HALAL Nah kumpulan 4 bahan jadilah MARTABAK. Jika mereka ditanya: ● Apa hukum baca Al-Qur'an? Sunnah ● Apa hukum baca sholawat: Sunnah ● Apa hukum membaca siroh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam: Sunnah ● Apa hukum mendengar ceramah agama: Sunnah Lah 4 perkara tersebut ada di dalam MAULID. Martabak boleh koq maulid gak boleh? 📝 Jawab: ✅ Pertama: Karena agama bukan adonan makanan, agama adalah kumpulan dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sesuai dengan Pemahaman Salaf. Selain itu adalah kesesatan. ➡ Rasulullah shallalallahu'alaihi wa sallam bersabda, تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ 🌴 "Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama kalian masih berpegang teguh dengan keduanya, yaitu kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya." [HR. Malik dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu, Shahihul Jaami': 2937] ✅ Kedua: Kapan dihukumi satu amalan termasuk bid'ah? Perlu diperhatikan dua keadaan: 1. Barangsiapa mencampurkan dengan 'adonan' lain terhadap agama maka dia telah berbuat bid'ah. 2. Barangsiapa membuat 'cara-cara tertentu' dalam membuat 'adonan' maka dia juga telah berbuat bid'ah, walau dia masih menggunakan 'adonan' yang berasal dari agama. ➡ Agar dapat memahami masalah ini, ulama membagi bid’ah itu menjadi dua bentuk: 1) Bid’ah ashilyyah atau haqiqiyyah, yaitu bid’ah yang tidak berdasar dalil sama sekali, tidak dari Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ dan istidlal yang diakui (mu’tabar) oleh ahli ilmu, tidak secara global maupun terperinci, oleh karenanya dinamakan bid’ah, karena merupakan sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya [Lihat Al-I’tishom, Al-Imam Asy-Syatibi rahimahullah, 1/367] Contoh bid’ah ashliyyah atau haqiqiyyah adalah lafaz-lafaz dzikir dan shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil, seperti shalawat naariyyah, shalawat badar, dan lain-lain. 2) Bid’ah idhafiyyah (yang disandarkan), adalah sesuatu yang memiliki dua sisi, di satu sisi sesuai sunnah karena berdasarkan dalil, di sisi yang lain merupakan bid’ah karena tidak berdasarkan dalil [Lihat Al-I’tishom, Al-Imam Asy-Syatibi rahimahullah, 1/367, 445] Contohnya adalah, lafaz-lafaz dzikir atau shalawat yang berdasarkan dalil, namun dalam pelaksanaannya terdapat kebid’ahan. Seperti ucapan tahlil: Laa Ilaaha Illallah, tidak diragukan lagi ini adalah lafaz dzikir yang disyari’atkan, namun jika seseorang menentukan jumlah tertentu yang tidak ditentukan oleh syari’ah, seperti 1000 kali dalam sehari maka penentuan jumlah ini adalah bid’ah karena tidak berdasarkan dalil. Bid'ah maulid termasuk jenis bid'ah idhafiyyah walau kenyataannya juga terdapat banyak bid'ah haqiqiyyah dalam perayaan maulid. ➡ Di mana letak bid'ah maulid? Letaknya adalah pada pengkhususan hari tertentu sebagai hari yang selalu dirayakan berulang-ulang tanpa ada dalil. Untuk memahami lebih detail masalah ini silakan baca: http://sofyanruray.info/mengapa-perayaan-hari-besar-selain-idul-adha-dan-idul-fitri-termasuk-bidah/ Jadi bid'ah maulid bukan pada baca Al-Qur'an, shalawat, sirah atau ceramah, tapi pada penentuan hari yang selalu dirayakan tanpa dalil. Dan ternyata, dalam maulid itu juga terdapat bid'ah-bid'ah lain yang termasuk bid'ah haqiqiyyah, seperti menciptakan bacaan-bacaan shalawat sendiri, berdiri ketika membaca bagian tertentu dengan keyakinan Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah hadir, membaca hadits-hadits lemah dan palsu terkait sirah beliau, dan masih banyak lagi. ✅ Ketiga: Untuk mengetahui bid’ah idhafiyyah dapat dilihat dari enam sisi: 1. Sebab melakukan ibadah. Sholat tahajjud disunnahkan. Andai seseorang sholat tahajjud dengan sebab malam Isra' Mi'raj maka sholatnya menjadi bid'ah, karena tidak ada dalil yang menunjukkan disunnahkan sholat karena bertepatan dengan malam tersebut. 2. Jenis, seperti jenis hewan yang disyari’atkan untuk kurban.

➡ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, وَقَوْلُهُ: {وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ} أَيْ: لَا تَفْتَرُوا عَلَيْهِ وَتَجْعَلُوا لَهُ صَاحِبَةً وَوَلَدًا 🌾 “Firman Allah, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar”, maknanya: Janganlah engkau berdusta atas Allah dan menganggapnya memiliki istri dan anak.” [Tafsir Ibnu Katsir, 2/478] 🔥 Maka sungguh jelek contoh yang diberikan kepada masyarakat oleh tokoh “Islam” liberal yang menjadikan ucapan tersebut sebagai bahan candaan, hanya demi membuat orang tertawa. ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ، وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ 🌾 “Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Bahz bin Hakim dari Bapaknya dari Kakeknya radhiyallahu’anhu, Shahih At-Targhib: 2944] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah & Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 💻Sumber: http://sofyanruray.info/ucapan-dusta-dan-kekafiran-yang-membuat-allah-murka-jadi-becandaan-tokoh-islam-liberal/

🚧 Ucapan Dusta dan Kekafiran yang Membuat Allah Murka Jadi Becandaan Tokoh “Islam” Liberal 🔥 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا 🌾 “Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” Sesungguhnya (dengan perkataan itu) kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, serta gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” [Maryam: 88-91] 📝#Beberapa_Pelajaran: 1) Seluruh makhluk yang mendengar ucapan kesyirikan gemetar karena takut terhadap murka Allah ta’ala. ➡ Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, إن الشرك فزعت منه السماوات والأرض والجبال، وجميع الخلائق إلا الثقلين، وكادت أن تزول منه لعظمة الله، وكما لا ينفع مع الشرك إحسان المشرك، كذلك نرجو أن يغفر الله ذنوب الموحدين. 🌾 “Sesungguhnya dosa syirik telah membuat langit, bumi, gunung dan seluruh makhluk gemetar ketakutan kecuali jin dan manusia, hampir-hampir seluruh makhluk tersebut musnah karena takut kepada keagungan Allah, dan sebagaimana tidak bermanfaat perbuatan baik seorang musyrik yang disertai kesyirikan, demikian pula kita berharap Allah akan mengampuni dosa orang-orang yang mentauhidkan-Nya.” [Tafsir Ath-Thobari, 18/258] 2) Malaikat dan neraka pun ikut murka. ➡ Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata, ذُكر لنا أن كعبا كان يقول: غضبت الملائكة، واستعرت جهنم، حين قالوا ما قالوا. 🌾 “Disebutkan kepada kami bahwa Ka’ab berkata: Malaikat murka dan neraka Jahannam bergejolak marah, ketika mereka mengatakan ucapan tersebut.” [Tafsir Ath-Thobari, 18/259] 3) Ayat yang mulia ini adalah peringatan secara umum terhadap semua orang yang menyekutukan Allah dan secara khusus terhadap orang-orang kafir yang berkeyakinan Allah memiliki anak, dan mereka ada tiga golongan: ➡ Kristen yang berkata Isa anak Allah. ➡ Yahudi yang berkata Uzair anak Allah. ➡ Musyrikin Jahiliyah yang berkata Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah, sungguh jelek ucapan mereka dan Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan. 4) Ucapan “Allah memiliki anak” sangat dimurkai oleh Allah, seluruh makhluk menjadi takut, malaikat dan neraka ikut murka, karena ucapan tersebut mengandung perendahan terhadap Allah ta’ala dan penyamaan-Nya dengan makhluk yang lemah, yang membutuhkan istri dan anak-anak, bagaimana bisa seorang muslim menjadikannya sebagai bahan becandaan?! مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ 🌾 “Mereka (kaum musyrikin) tidak mengetahui keagungan Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” [Al-Hajj: 74] 5) Ucapan “Allah memiliki anak” termasuk ucapan yang melampaui batas dan sebesar-besarnya dusta atas Allah ta’ala. ➡ Sebagaimana firman-Nya, يَا أَهْلَ الْكِتابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلاَّ الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقاها إِلى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْراً لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلهٌ واحِدٌ سُبْحانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ وَكَفى بِاللَّهِ وَكِيلاً 🌾 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” [An-Nisa: 171]

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ 🌴 “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali Imron: 59] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah & Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 💻Sumber: http://sofyanruray.info/renungan-untuk-umat-kristen-yang-berkeyakinan-allah-memiliki-anak/