ISNAD
Відкрити в Telegram
1 605
Підписники
Немає даних24 години
-37 днів
-1730 днів
Архів дописів
1 605
SUNNAH MENGERASKAN SEMUA DZIKIR SELESAI SALAM PADA SHOLAT WAJIB DIMULAI DARI ISTIGHFAR
Hukum (kedua) disunnahkan untuk mengeraskan dzikir setelah shalat, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa mengeraskan suara dalam dzikir ketika orang-orang berpaling dari shalat wajib adalah kebiasaan di masa Rasulullah ﷺ. Dzikir dengan suara keras ini mencakup semua dzikir, sehingga tidak ada pembedaan antara awal dan akhir dzikir. Apa yang dilakukan sebagian orang dengan mengeraskan dzikir hanya pada istighfar tiga kali dan ucapan "Allahumma Anta as-Salaam wa minka as-Salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam" kemudian melemahkan suara mereka dalam tasbih, takbir, dan tahmid selanjutnya, adalah sesuatu yang tidak memiliki dasar.
Baca juga ;
Urutan Dzikir Selesai Salam Sholat Wajib yang Shahih
▪️https://t.me/isnadnet/2341
▪️https://t.me/isnadnet/2344
Dzikir Nabi ﷺ jika menjadi Imam sholat selesai salam (apa yang dilakukan beliau ﷺ sebelum menghadap makmum)
▪️https://t.me/isnadnet/2153
▪️https://t.me/isnadnet/2152
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 605
يستحب الجهر بجميع الأذكار بعد الصلاة المفروضة بدءًا من الاستغفار.
والحكم الثاني أنه يسن الجهر بالذكر بعد الصلاة لحديث ابن عباس رضي الله عنهما أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وهذا الجهر يستغرق جميع الأذكار فلا يفرق بين أولها وآخرها فما يفعله بعض الناس من الجهر، من الاستغفار ثلاثا وقول اللهم أنت السلام ومنك السلام تبارك يا ذا الجلال والإكرام ثم تخفت أصواتهم فيما بعده أو في ما بعد بعده من التسبيح والتكبير والتحميد فهذا شيء لا أصلى له
____
لشيخ صالح بن عبد الله بن حمد العصيمي
1 605
DO'A BAGI PENGUASA NEGERI
من عبد الشمّاع بن يزيد البغدادي،
قال: إنني سمعت فضيل بن عياض يقول:
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها إلا في الإمام.
فقالوا لفضيل: لماذا؟
قال: إذا وجهتها إلى نفسي، فإنما تنفعني وحدي، ولكن إذا وجهتها إلى إمامي، فإن الرعية والدولة ستصبح بخير
__
حلية الأولياء لأبي نعيم الأصفهاني، 8/77
Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام
“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”
Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”
___
Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 605
SEBAIK-BAIK SEORANG SAHABAT
Imam Abu Daud menulis dalam Kitab nya pada Bab. Larangan Berbantah-bantahan
As Sā'ib bin Abi As Sāib Shaify Radhiyallahu 'anhuma berkata :
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلُوا يُثْنُونَ عَلَيَّ وَيَذْكُرُونِّي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَعْلَمُكُمْ يَعْنِي بِهِ قُلْتُ صَدَقْتَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي كُنْتَ شَرِيكِي فَنِعْمَ الشَّرِيكُ كُنْتَ لَا تُدَارِي وَلَا تُمَارِي
Aku mendatangi Nabi ﷺ, lalu orang-orang menyanjung dan mengelu-elukan aku. Maka Rasulullah ﷺ pun bersabda, "Aku lebih tahu tantang dia dari kalian." Aku langsung menimpali, "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, engkau benar. Engkau adalah sahabatku dan sebaik-baik sahabat, engkau tidak suka mengumbar pembicaraan dan perdebatan."
___
HR. Abu Daud : 4196
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 605
KAUM YANG DI BENCI
ALLŌH WALAUPUN PANDAI BERARGUMEN
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dari ['Aisyah] dia berkata; "Rosūlullōh ﷺ bersabda: "Orang yang paling Allōh benci adalah orang yang keras kepala lagi suka bermusuhan."
____
HR. Muslim 4821
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ } الْآيَةَ
"Tidak akan tersesat suatu kaum setelah petunjuk selama mereka masih tetap di atasnya, kecuali orang-orang yang senang berdebat." Kemudian beliau membaca ayat ini, "Tetapi mereka itu adalah kaum yang senang berdebat."
____
HR. Ibnu Majah 47
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 605
TIDAK ADA SEORANG PUN MASUK SURGA KARENA AMALAN NYA
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rosūlullōh ﷺ bersabda:
" Sesungguhnya tidak ada seorang pun di antara kalian yang akan masuk surga karena amalannya." Mereka bertanya, "Ya Rosūlullōh, bahkan juga engkau?" Beliau menjawab, "Ya, bahkan saya pun tidak akan masuk surga karena amalan saya, kecuali jika Allōh melimpahkan rahmat-Nya kepada saya."
_____
Muttafaqun Alayhi
Hikmah nya ;
Berita dari Nabi ﷺ mengajarkan kita tentang pentingnya mengharap rahmat Allōh dan SUPAYA menjauhi perasaan ujub (bangga) dengan amal ibadahnya, serta memberikan harapan bagi mereka yang merasa putus asa karena banyak nya dosa
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 605
MENGEMIS MENCARI SIMPATI DENGAN MEMUJI SETINGGI LANGIT KEPADA MAKHLUK YANG DULU MENDUKUNG BID'AH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullōh berkata :
ليس لأحد أن ينصب للأمة شخصا يدعو إلى طريقته، ويوالي ويعادي عليها غير النبي صلى الله عليه وسلم، ولا ينصب لهم كلاما يوالي عليه ويعادي غير كلام الله ورسوله وما اجتمعت عليه الأمة، بل هذا من فعل أهل البدع."
Tidak dibenarkan bagi siapa pun untuk menjadikan seseorang sebagai panutan bagi umat sehingga ia menyeru pada jalannya, mencintai atau membenci karenanya, kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh pula ia menjadikan suatu ucapan sebagai patokan untuk dicintai atau dibenci selain ucapan Allah dan Rasul-Nya serta apa yang disepakati oleh umat. Ini adalah perbuatan ahli bid’ah."
____
Majmu' al-Fatawa, 20/164
Memberikan pujian berlebihan kepada seseorang yang pernah terlibat dalam bantuan penyebaran bid'ah tanpa evaluasi kritis bisa menjadi bentuk dukungan terhadap kesalahan mereka di masa lalu. Hal ini tidak hanya menyesatkan tetapi juga bisa memperdaya umat sehingga mereka tidak lagi mampu membedakan mana yang haqq dan mana yang bathil.
Sosok yang kini hadir menjadi pahlawan (kesiangan) tidak banyak yang mengetahui bagaimana sepak terjang dulunya, bahkan pengekor nya membenarkan "kesamaran" terjatuhnya si tokoh membela bid'ah dan belum diumumkan sejak kapan taubat.
WASPADA kami mengetahui, sedang kalian tidak.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 605
METODE SALAF: DALAM BERDAKWAH, AGAR MANUSIA TIDAK BERLARI MENJAUHI AL-HAQQ
Oleh : Abu Yahya as-Samarindy
Dakwah adalah suatu kegiatan yang sangat mulia dalam Islam. Namun, dalam melaksanakan dakwah, ada berbagai pendekatan yang bisa diambil. Salah satu pendekatan yang sangat penting adalah kelembutan, yang tidak hanya mencerminkan akhlak yang baik tetapi juga merupakan salah satu metode yang diajarkan oleh para salaf.
Allōh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Serulah ke jalan Robb mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik ____ QS. An-Nahl: 125Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, yaitu bijaksana, serta cara yang baik. Kelembutan dalam dakwah sangat penting untuk menghindari penolakan dan membuat orang lebih terbuka untuk mendengarkan kebenaran. Berikut adalah ucapan ulama salaf yang menekankan pentingnya kelembutan dalam berdakwah agar manusia tidak lari menjauhi kebenaran : 1. Abu Darda':
الدعوة إلى الناس برفق خير من إكراههم على القبول __ Jami' al-Ulum wal-HikamBerdakwah kepada manusia dengan kelembutan adalah lebih baik daripada memaksa mereka untuk menerima 2. Ibnu Mas'ud:
كونوا دعاة إلى الله وأنتم صادقون، فإنه لا أحد يريد الخير من الجافي _ Tafsir al-Qur'an al-AzimJadilah kamu seorang da'i yang mencintai, bukan seorang yang menyakiti, karena tidak ada seorang pun yang menginginkan kebaikan dari orang yang kasar." 3. Hasan Al-Bashri:
قل لمن أراد أن يحاورك: تكلم برفق، ليُفتح قلبه ولا يُغلق أمامك. ___ Hilyat al-AwliyaKatakanlah kepada orang-orang yang ingin berdialog denganmu: ‘Bicaralah dengan cara yang lembut, agar hati mereka terbuka dan tidak menutup diri terhadapmu.’” 4. Sufyan Ats-Tsauri:
أبلغ العلم برفق ولين، فإن الخير في الدعوة نور يضيء القلوب ____ Hilyat al-AwliyaSampaikanlah ilmu dengan cara yang baik dan lembut, karena kebaikan dalam dakwah adalah cahaya yang menerangi hati." 5. Al-Hasan Al-Bashri
إن من اللين أن تكون للناس صديقًا، فلو كنت لينًا لهم، سمعوك وتبعوك." ___ Az-ZuhdBersikap lembut kepada manusia adalah bagian dari keimanan. Jika engkau bersikap lembut, orang akan mendengarkanmu dan mengikutimu" Na'am, perkataan para salafush shalih di atas menekankan pentingnya kelembutan dan cara yang baik dalam berdakwah, sehingga orang-orang lebih terbuka dan bersedia menerima kebenaran yang disampaikan. TELEGRAM @isnadnet t.me/isnadnet
1 605
KALAU SEKEDAR MEMBAWA KITAB , KELEDAI PUN BISA
Banyak orang menyangka bahwa sekedar memiliki pengetahuan dan membawa kitab-kitab sambil masuk masjid sudah cukup dirinya disebut berilmu. Namun, hal itu hanyalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab di punggungnya, tetapi tidak memiliki pemahaman dan amalan dari apa yang dibawanya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ilmu bukanlah dengan banyaknya riwayat atau kitab yang dibawa, tetapi ilmu adalah cahaya yang diletakkan Allōh di hati seorang hamba, sehingga ia dapat membedakan yang benar dan yang salah.”
__
Miftah Dar As-Sa'adah, 1/198
Begitu pula, banyak orang yang tertipu dengan penampilan luar atau keindahan lisan seseorang, seolah-olah ia berilmu, namun hakikatnya kosong.
Sebagaimana dikatakan oleh Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, “Aku tidak pernah merasa khawatir dengan orang yang terlihat kurang pengetahuannya, tetapi aku sangat khawatir terhadap orang yang memiliki lisan yang fasih namun hatinya rusak.”
___
Hilyah al-Awliya', 7/54
Demikianlah hakikat ilmu. Tanpa disertai pemahaman yang benar dan pengamalan, ilmu itu tidak akan memberikan manfaat sebagaimana firman Allōh dalam Al-Quran :
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.” ____ QS. Al-Jumu'ah: 5Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dari terpedaya dengan sekedar tampilan luar dan hiasan lisan. Ilmu sejati adalah yang berbuah pada ketakwaan dan amal yang ikhlas, bukan sekedar retorika yang menghiasi lisan semata, apalagi dikenal sebagai JARKONI. TELEGRAM @isnadnet t.me/isnadnet
1 605
WASPADA GERAKAN PLURALISME MANHAJ
__
Oleh : Abu Yahya as-Samarindy
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah, pluralisme manhaj tidak dapat diterima karena bertentangan dengan prinsip dasar ittiba' (mengikuti) terhadap Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat (Salafush Shalih).
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa____ QS. Al-An'am: 153 Ahlussunnah menekankan bahwa manhaj harus mengikuti jalur yang telah ditetapkan oleh para salaf, dan setiap penyimpangan dari manhaj yang benar perlu dijelaskan agar umat tidak terjatuh dalam kesalahan. Mengapa Pluralisme Manhaj Ditolak ? 1. Mengaburkan Kebenaran dan Kebatilan: Pluralisme manhaj berpotensi mengaburkan batas antara kebenaran dan kesesatan. Dengan menganggap semua manhaj sebagai benar, hal ini membuka jalan bagi pemikiran yang menyimpang untuk diterima. 2. Melemahkan Prinsip Al-Wala' wal Bara': Prinsip al-wala’ (loyalitas) terhadap kebenaran dan al-bara’ (berlepas diri) dari kebatilan menjadi lemah ketika semua pemahaman dianggap sah. 3. Menyalahi Prinsip Ittiba’: Ahlussunnah menetapkan prinsip ittiba’ kepada Rasulullah ﷺ dan pemahaman para sahabat. Pluralisme manhaj malah membuka ruang bagi penafsiran yang menyeleweng dari pemahaman tersebut. Contoh Penolakan Ulama terhadap Pluralisme Manhaj Para ulama salaf selalu berpegang teguh kepada manhaj yang benar dan memperingatkan terhadap manhaj-manhaj yang menyimpang. Imam Al-Barbahari berkata: اعْلَمُوا أنّ الإسلام هو السنة، والسنة هي الإسلام، ولا يقوم أحدهما إلا بالأخر. Ketahuilah, bahwa Islam adalah sunnah (ajaran Nabi ﷺ ) dan sunnah adalah Islam, keduanya tidak bisa terpisahkan." ___ Syarhussunnah Lil Imam al-Barbahari, hlm. 35 Hal ini menegaskan bahwa tidak boleh mencampurkan manhaj yang menyimpang dalam memahami Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menolak manhaj yang berseberangan dengan jalan para sahabat dan tabi’in, karena jalan mereka adalah satu-satunya jalan keselamatan. “Barangsiapa yang menyimpang dari pendapat para sahabat dan para tabi’in serta para ulama setelah mereka yang mengikuti mereka dalam kebaikan, maka ia telah menyimpang menuju jalan kesesatan, meskipun ia tidak bermaksud demikian. Karena itu, wajib untuk selalu mengikuti manhaj dan aqidah yang disepakati oleh para sahabat dan ulama yang mengikuti mereka.” __ Majmu’ Al-Fatawa, 4/149 Beliau juga berkata: “Sungguh, perselisihan dalam prinsip-prinsip agama (ushuluddin) lebih buruk daripada perselisihan dalam masalah cabang (furu’). Oleh karena itu, Nabi ﷺ memperingatkan bahaya perselisihan dalam ushul (pokok-pokok agama) karena bisa menyebabkan perpecahan yang besar di kalangan umat Islam.” ___ Majmu’ Al-Fatawa, 5/53 Dengan demikian, PLURALISME MANHAJ tidak sesuai dengan pemahaman Ahlussunnah, karena berpotensi merusak kesatuan umat di atas kebenaran yang telah digariskan oleh Rasulullah ﷺ dan para salafush shalih. TELEGRAM @isnadnet t.me/isnadnet
1 605
JANGAN SIBUK MENGURUSI PERSELISIHAN
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Seseorang mengirimkan pesan singkat ke kami untuk tidak mengurus setiap perselisihan sesama Ahlissunnah
Jawab :
Apakah setiap perselisihan menyimpulkan diri mereka pasti Ahlissunnah ? Atau sebaliknya, bukankah amalan bid'ah yang menjadi sebab perselisihan merupakan jalan Ahli Bid'ah
Simak Atsar salaf untuk menjawab kebingungan para pengusung PLURALISME MANHAJ ¹ dimana ulama salaf yang menunjukkan pentingnya menegakkan kebenaran di atas jalan yang benar serta membedakan antara kebenaran dan kebatilan, meskipun (misal) terjadi perselisihan di antara Ahlissunnah apalagi Ahli bid'ah
Imam Ahmad rohimahullōh berkata:
"Apabila engkau DIAM dan aku DIAM, lalu siapa yang akan menjelaskan kebenaran kepada manusia?"
__
Al-Adab Asy-Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 1/194
Atsar 'Abdullōh bin Mas'ud rodyiAlloohu' anhuma ;
Beliau berkata:
"Bergabunglah bersama jamaah kaum muslimin dan imam mereka, dan apabila mereka berselisih, maka JAUHILAH SEMUA KELOMPOK yang menyelisihi kebenaran, meskipun harus sendirian."
__
Musnad Ahmad 5/386
Perkataan Imam Al-Awza'i rahimahullōh ;
Beliau mengatakan:
"Tetaplah berpegang kepada atsar salaf, meskipun manusia menolakmu, dan jauhilah pendapat orang-orang, meskipun mereka memperindah perkataan mereka kepadamu."
__
Syarh Ushul I'tiqad Ahlis Sunnah, Al-Lalika'i, 1/158
Dari atsar-atsar ini, jelas bahwa para ulama salaf tetap menegakkan kebenaran meskipun terjadi perselisihan, karena kebenaran tidak boleh dikorbankan demi menghindari perbedaan pendapat.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
¹ PLURALISME MANHAJ adalah konsep atau pemikiran yang menganggap bahwa semua metode (manhaj) dalam memahami Islam, baik yang berbeda dalam hal prinsip dasar maupun cara penafsiran, dapat diterima dan sama-sama benar. Ini berarti mereka menggabungkan berbagai metode dan pemahaman dari kelompok yang memiliki perbedaan ushul (prinsip) yang mendasar, termasuk dalam pokok-pokok aqidah, fiqih, dan manhaj dakwah.
Baca : AMALAN BID'AH SEBAB PERSELISIHAN
https://t.me/isnadnet/1586
1 605
Dari ‘Ubadah bin Hamzah, ia berkata:
“Aku pernah masuk menemui Asma’ binti Abu Bakar – semoga Allōh meridhai keduanya – ketika ia sedang membaca ayat:
۞ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَیۡنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ
“Maka Allōh memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka yang membakar.”
___
QS. Ath-Thur: 27
Kemudian ia berhenti pada ayat tersebut, dan terus mengulang-ulangnya sambil berdoa. Waktu itu terasa lama bagiku, hingga aku pergi ke pasar untuk menyelesaikan urusanku, lalu aku kembali, namun ia masih mengulang-ulang ayat tersebut dan berdoa.”
_____
At-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur’an, 1/85
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
