✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
Открыть в Telegram
بسم الله الرمن الرحيم مرحبا بطالب العلم “Welcome to seeker of knowledge.” 🔰تدربيات على مخارج الحروف العربية🔰 نفعنا الله وإياكم بما نشرناه🌹 ✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
Больше2 013
Подписчики
+124 часа
+207 дней
+21630 день
Архив постов
2 015
Bismillah..
Untuk menghilangkan suara napas (angin berlebih) atau kirang jahr dan vibrasi yang bergetar tidak stabil, kamu harus menguasai teknik pernapasan diafragma dan penutupan pita suara yang rapat (cord closure).
1. Kontrol Aliran Udara (Mengurangi Suara Napas/Bocor)
Suara yang "bocor" terjadi karena udara terbuang percuma tanpa diubah menjadi suara.
Pernapasan Diafragma: Ambil napas dengan mengembangkan perut (bukan dada atau mengangkat bahu), lalu tahan otot perut bagian atas kamu dengan stabil saat mengeluarkan suara.
Latihan Hissing: Tarik napas dalam-dalam, lalu buang udara perlahan melalui mulut dengan membentuk bunyi desis "Sssss..." sekonstan mungkin. Pastikan tidak ada suara embusan napas kasar yang menyertainya.
Latihan Straw Phonation: Gunakan sedotan, tiup udara pelan-pelan ke dalam segelas air sambil bersuara (nada tunggal). Ini melatih efisiensi udara agar tidak ada yang terbuang.
2. Penutupan Pita Suara (Mengurangi Vibrasi/Getaran Berlebih)
Vibrasi yang berlebihan atau tidak terkontrol sering disebabkan oleh celah pada pita suara yang membuat suara terdengar goyang atau breathy.
Latihan Glottal Stop (On-set Suara): Ucapkan huruf vokal dengan awalan yang tegas, misalnya hamzah dengan fathah..Pastikan setiap kamu memulai vokal, bunyinya langsung keluar tanpa ada hembusan angin di awal.
Latihan Humming: Tutup mulut kamu dan lakukan (dengungan "Mmmm...") dengan rileks.
Fokuskan getaran di sekitar wajah (hidung dan pipi), bukan di tenggorokan. Ini membantu merapatkan pita suara secara alami.
3. Jaga Kesehatan Pita Suara
Pita suara yang kering atau meradang akan sangat sulit dikontrol dan rentan bergetar.
Selalu konsumsi air putih hangat yang cukup.
Hindari minuman dingin, berkafein, atau zat yang berbahaya yang dapat merusak tenggorokan.
2 015
Bismillah..
Apa itu Memori otot (muscle memory) ?
Memori otot kemampuan tubuh untuk mengingat dan mengulang suatu gerakan atau keterampilan secara otomatis setelah dilatih berulang kali.
Sebenarnya, yang "mengingat" bukan otot itu sendiri, melainkan otak dan sistem saraf yang membentuk jalur-jalur saraf sehingga gerakan menjadi lebih mudah, cepat, dan alami dilakukan tanpa perlu banyak berpikir.
Contohnya:
-Mengendarai sepeda setelah lama tidak bersepeda.
-Mengetik tanpa melihat keyboard.
-Melafalkan makhraj huruf dengan benar setelah sering berlatih.
-Menggunakan pernapasan diafragma secara otomatis saat membaca Al-Qur'an atau berbicara.
Dalam konteks latihan pernapasan diafragma, saat kamu berlatih secara rutin (misalnya 5–10 menit, 3–4 kali sehari), tubuh akan terbiasa menggunakan diafragma dengan benar. Lama-kelamaan, perut akan otomatis mengembang saat menarik napas dan mengempis saat menghembuskannya tanpa perlu disadari atau dipikirkan lagi.
Jadi, memori otot adalah kebiasaan gerakan yang tertanam dalam sistem saraf akibat latihan yang konsisten dan berulang-ulang. Semakin sering dilatih dengan cara yang benar, semakin kuat memori otot tersebut terbentuk.
Hal ini akan berlaku juga saat kamu latihan makhroj. Gerakan pita suara, epiglotis, akar lidah, lidah, uvula dan lainnya akan tersimpan di memori otot jika kita rajin dan terus melatihnya biidznillah..
2 015
How to Practice Diaphragmatic Breathing
Diaphragmatic breathing is performed by allowing the abdomen to expand while inhaling and contract while exhaling, while the chest remains relatively still.
Here are some simple steps to help you develop this habit:
1. Get Into Position Lie on your back with your knees bent. You may place a pillow under your knees to help your body relax.
2. Place Your Hands Put one hand on your chest and the other on your abdomen.
3. Inhale Take a slow, deep breath in through your nose. Make sure the hand on your abdomen rises, while the hand on your chest remains as still as possible.
4. Exhale Slowly breathe out through your mouth with your lips slightly pursed. Gently tighten your abdominal muscles so that the hand on your abdomen gradually lowers.
Practice Duration Practice this technique for 5–10 minutes, 3–4 times a day, to help build proper muscle memory and make diaphragmatic breathing feel natural.
Note: For best results, practice consistently and, if possible, under the guidance of a qualified teacher or voice coach.
2 015
Cara melatih pernafasan diafragma ;
Pernapasan diafragma dilakukan dengan membiarkan perut mengembang saat menarik napas dan mengempis saat menghembuskannya, sementara dada tetap diam.
Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk membiasakannya:
Atur Posisi: Berbaring telentang dengan lutut ditekuk (bisa diletakkan bantal di bawah lutut agar rileks).
Letakkan Tangan: Taruh satu tangan di dada dan tangan lainnya di atas perut.
Tarik Napas: Tarik napas dalam-dalam lewat hidung. Pastikan tangan di perut ikut terdorong naik, sementara tangan di dada tidak bergerak sama sekali.
Buang Napas: Hembuskan napas perlahan lewat mulut dengan bibir sedikit mengerucut. Kencangkan otot perut agar tangan di perut perlahan turun.
Durasi Latihan: Lakukan teknik ini selama 5–10 menit, 3–4 kali sehari untuk membangun memori otot tubuh.
2 015
Bismillah...
To direct the voice so that it flows out freely and does not bounce off or become trapped against the roof of the mouth (which often causes the voice to sound nasal, muffled, resonant, or overly heavy), the key is to open the oral cavity and lower the tongue.
Here are some techniques to help guide your voice properly:
1. Raise the Soft Palate
When the soft palate is allowed to drop, the sound tends to escape into the nasal cavity.
How to practice:
Make a movement similar to yawning.
As you yawn, you will feel the back part of the roof of your mouth lift and the space in your throat become wider.
Maintain this position while speaking or reciting the Qur'an.
Benefit: This opens a direct pathway for the sound to exit through the mouth, making the voice sound fuller, clearer, and more powerful.
2. Lower and Relax the Tongue
A tense tongue or one that is raised too high can block airflow and cause the sound to bounce against the hard palate.
How to practice:
Ensure that the tip of your tongue gently touches the back of your lower front teeth or the gum line.
Keep the tongue flat and relaxed.
3. Direct the Sound Forward (Mask Resonance)
To prevent the sound from bouncing upward, it should be projected forward through the lips.
How to practice:
Hum gently with your mouth closed while keeping a small space between the upper and lower teeth.
Focus on feeling the vibration around the lips, cheeks, and facial mask area, as if the sound is being projected forward through the lips.
4. Use Diaphragmatic Breathing
Sometimes the voice bounces because it is being pushed too forcefully from the throat or chest.
How to practice:
Inhale by expanding the abdominal muscles rather than lifting the chest.
Support the sound with the abdominal muscles while keeping the throat and neck relaxed.
Note: Do not forget to practice under the guidance of a qualified teacher.
2 015
Bismillah..
Untuk mengarahkan suara agar keluar dengan lepas dan tidak memantul atau tertahan di langit-langit atas mulut (yang sering menyebabkan suara terdengar sengau atau bindeng (ada ghunnahnya) atau bergema dan menjadi tebal (tafkhim) ), kunci utamanya adalah membuka ruang rongga mulut dan menurunkan lidah.
Berikut adalah panduan teknik untuk mengarahkan suara kamu ;
1. Angkat Langit-Langit Lunak (Soft Palate)
Saat Anda membiarkan langit-langit lunak turun, suara akan terjebak ke rongga hidung.
Cara melatihnya: Lakukan gerakan seperti sedang menguap. Saat menguap, kamu akan merasakan bagian belakang langit-langit mulut kamu terangkat dan ruang di dalam tenggorokan menjadi lebih lebar.
Pertahankan posisi ini saat Anda berbicara atau membaca quran.
Manfaat: Ini akan membuka jalan suara langsung ke luar mulut sehingga suaranya terdengar lebih bulat dan bertenaga.
2. Turunkan dan Relakskan Lidah
Lidah yang tegang atau terangkat terlalu tinggi akan menyumbat aliran udara dan memantulkan suara langsung ke langit-langit keras.
Cara melatihnya: Pastikan ujung lidah Anda menyentuh bagian belakang gigi seri bawah atau gusinya, dengan posisi lidah tetap rata dan rileks.
3. Arahkan Suara ke Depan (Mask Resonansi)
Suara yang tidak mantul ke atas harus diarahkan keluar melewati bibir depan.
Cara melatihnya: Gunakan teknik bergumam dengan mulut tertutup namun gigi sedikit berongga di dalam.
Fokuskan getaran suara pada area sekitar bibir, pipi, dan masker wajah (seolah-olah suara kamu dilempar ke depan melalui bibir).
4. Gunakan Pernapasan Diafragma
Terkadang suara memantul karena Anda mendorongnya terlalu keras dari leher dan dada.
Cara melatihnya: Tarik napas dengan mengembangkan otot perut (bukan dada). Dorong suara dari otot perut kamu dan biarkan leher serta tenggorokan Anda tetap rileks.
Note ; Jangan lupa didampingi oleh guru.
2 015
Bismillah…
Saat gurumu menyimak bacaanmu lalu memotong sebelum satu ayat selesai, hingga kamu mungkin merasa jantung berdebar kencang seakan hampir lepas dari tempatnya, atau pikiranmu seperti kehilangan arah dari orbitnya, ketahuilah bahwa di saat itu beliau sedang berusaha dengan penuh kesungguhan menangkap setiap detail suara yang kamu lantunkan.
Butuh ketelitian, fokus, dan pendengaran yang sangat tajam agar bacaanmu tetap terjaga kemurniannya, sesuai apa yang beliau terima dari gurunya, hingga tersambung kepada Rasulullah ﷺ biidznillah.
Jadi…
Jangan takut ketika dikoreksi. Siapkan mentalmu..karena di balik setiap koreksi ada perhatian dan kasih sayang, agar bacaanmu semakin baik biidznillah..Dan jika koreksi yang diberikan masih terasa singkat atau "minimalis", maka tidak mengapa untuk meminta penjelasan kembali pada bagian yang masih samar dalam pemahamanmu.
Namun jika waktu terbatas dan tidak memungkinkan untuk penjelasan yang panjang, atau keterbatasan bahasa karena pakai bahasa yang belum difahami, maka bersabarlah.
Tidak perlu terburu-buru pergi kepada guru lain hanya untuk "memvalidasi" koreksi yang diberikan, karena belum tentu mereka memahami apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Mereka tidak hadir ketika bacaanmu didengar, tidak menyimak kesalahan yang dikoreksi, dan tidak mengetahui pertimbangan yang melatarbelakangi koreksi tersebut.
Cukuplah engkau memohon kepada Allah agar dibukakan pintu pemahaman, diberikan kefasihan lisan, dilapangkan dada dalam menerima nasihat, dan dimudahkan untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Jangan lupa pula mendoakan kebaikan untuk gurumu.
Sebab bisa jadi, waktu, tenaga, dan perhatian yang beliau curahkan untuk menyimak serta membenahi bacaanmu adalah bagian dari pengorbanan yang jarang terlihat. Ada waktu makan yang tertunda, waktu istirahat yang berkurang, dan energi yang terkuras hingga terkadang kelelahan. Namun semua itu sering kali diabaikan demi amanah menyampaikan ilmu.
Dan ketahuilah tidak semua koreksi hadir dalam bentuk yang sama, dan tidak semua kasih sayang tampak dalam kelembutan yang terlihat. Terkadang, koreksi yang 'tajam', ketegasan dalam membentuk mental, serta kedisiplinan dalam menuntut ilmu adalah bentuk perhatian yang paling tulus.
Semoga Allah memberkahi gurumu, menjaganya dalam kebaikan, melapangkan urusannya, dan membalas setiap lelahnya dengan pahala yang berlipat ganda.
Dan semoga Allah menjadikan saya dan dirimu termasuk penuntut ilmu yang sabar, mempunyai adab yang baik, mudah menerima bimbingan, serta senantiasa berbaik sangka kepada para guru. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🌹
Catatan pengingat diri 🪐
